Wednesday, 17 January 2018

Spektakuler! Jalan Santai HUT ke-15 Berhadiah Mobil


METRO – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mukomuko ke-15 yang akan dilangsungkan bulan depan, bakal menjadi HUT ter-spektakuler sepanjang sejarah berdirinya Kabupaten Mukomuko. Dimana untuk kegiatan jalan santai, sebagai hadiah utamanya satu unit mobil bagi peserta yang beruntung dan diikuti berbagai doorprize menarik lainnya. Jalan santai akan dilaksanakan Jumat 16 Februari mendatang.
Untuk suksesnya acara ini, bupati menggandeng dua media terbesar di Kabupaten Mukomuko dan Provinsi Bengkulu, yang diketahui sudah berpengalaman menyelenggarakan open akbar terutama jalan santai. Adapun kedua media tersebut, yaitu Surat Kabar Harian Radar Mukomuko (RM) dan Harian Rakyat Bengkulu (RB). Peran dari pihak RM dan RB untuk penyediaan formulir yang akan diterbitkan pada edisi khusus kedua media ini. Selain acara jalan santai, juga akan digelar berbagai kegiatan menarik dan luar biasa, seperti lomba, pameran dan hiburan gratis.
Dalam pertemuan dengan pihak RM dan RB serta asisten kemarin, Bupati Choirul Huda,SH menyampaikan, perayaan HUT ke-15 pemerintah ingin berbagi kegembiraan dengan seluruh masyarakat Mukomuko. Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan mengikuti jalan santai serta rangkaian kegiatan lainnya. Selain doorprize utama berupa mobil, juga akan dibagikan puluhan doorprize kepada peserta yang beruntung.
‘’Kita ingin seluruh masyarakat Mukomuko merasakan kegembiraan dalam perayaan HUT ke-15 nanti. Banyak kegiatan yang bisa diikuti oleh masyarakat umum. Salah satunya jalan santai ini,’’ ungkap Huda.
GM Radar Mukomuko, Kartubi, menyampaikan seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan hadiah mobil. Caranya, peserta mengisi dan masukan formulir doorprize yang terdapat pada koran Radar Mukomuko dan Rakyat Bengkulu edisi khusus.
‘’Supaya tidak ketinggalan informasi baca terus koran Radar Mukomuko,’’ demikian Kartubi.(dul)

Monday, 15 January 2018

Pemilu 2019 Tetap 3 Dapil


METRO – Wacana perubahan Daerah Pemilihan (Dapil) untuk pemilu legislatif 2019 di Kabupaten Mukomuko tampaknya tidak akan terwujud. Pasalnya tidak ada alasan kuat yang dapat mendukung perubahan dari 3 dapil menjadi 4 atau 5 dapil. Ini sesuai hasil rapat KPU Mukomuko dengan KPU Provinsi membahas dapil.
Salah seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko, Syofia Diana,SE mengatakan dalam rapat dengan KPU Provinsi, setiap kabupaten diminta memaparkan wacana perubahan dapil sesuai masukan dari berbagai pihak sebelumnya. Memang untuk Mukomuko, kemungkinan perubahan menjadi 4 atau lima dapil sulit, karena tidak ada hal-hal yang menjadi alasan kuat.
‘’Kami rapat dengan provinsi, di sana kita melempar wacana sesuai masukan dari bawah, mungkin sulit untuk Mukomuko berubah dapil pada 2019, artinya kita akan tetap 3 dapil seperti sebelumnya,’’ kata Diana.
Masih ia sampaikan, untuk perubahan dapil ada sekitar 7 kategori alasan. Adapun diantara alasannya, perubahan jumlah kursi, pemekaran daerah, bencana alam dan berbagai alasan lainnya. Sementara alasan Mukomuko untuk perubahan dapil, hanya untuk pemerataan keterwakilan dan itu bukan dasar yang kuat. Karena masalah pemerataan, merupakan hal biasa setiap periode ada dewan yang terpilih dan ada yang tidak terpilih.
‘’Alasan yang kita kemukakan untuk pemerataan keterwakilan, itu tidak masuk dalam salah satu dasar yang ditetapkan KPU dan pemerintah pusat. Kalau kursi dewan berubah atau ada pemekaran dan bila jumlah kursi satu dapil lebih dari 12, maka bisa,’’ tegasnya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag juga mengatakan, nanti masalah dapil akan dibahas kembali bersama dengan berbagai pihak. Memang untuk berubah dapil bukan perkara mudah, bisa dilakukan begitu saja, harus ada alasan kuat. Untuk Mukomuko tetap disampaikan berbagai masukan dari masyarakat ke KPU pusat, soal apakah nanti berubah atau tidak, keputusannya ada di pusat.
‘’Soal apakah burubah atau tidak, itu putusan pusat, kita sebatas menyampaikan wacana berdasarkan masukan dari berbagai pihak. Memang ada beberapa ketentuan yang menjadi dasar perubahan,’’ tutupnya.(jar)