Saturday, 20 October 2012

Cintaku Mampir di Rumah Janda

Cintaku Mampir di Rumah Janda
AKU menyelesaikan pendidikan S1 2008 akhir, aku telah berjanji ingin bebas dari hari-hari diatur jadwal selama 2 tahun, termasuk janji tidak menikah. Semua berhasil aku jalani, meski hampir mengahiri masa lajangku. Kebijakan ini juga untuk membalas jasa keluarga yang sudah berjibaku membiayai pendidikan ku selama ini.
Belum cukup 2 tahun janji itu, aku harus melepas nyawa ayah tercinta, pada umurnya masih cukup kuat untuk melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga. Bagi ku ini masih terlalu dini ia meninggal, namun sang pencipta punya kehendak. Kala itu, aku harus kembali mengambil kebijakan, memperpanjang waktu untuk hanya akan mengabdikan diriku bagi ibu, adik-adik dan keluargaku, yang bisa aku bantu. Disetujui atau tidak ingin berupaya menjadi tulang sebilah tulang keluarga, walau tidak seberat tugas tulang punggung.
Untuk kebutuhan dalam rumah pada dasarnya kami memiliki sumber walau tidak bisa mewah. Tetapi ceritanya lain, sebagai anak tertua aku miliki tanggung jawab dan harus meneruskan cita-cita almarhum ayah tercinta, yang ingin anak-anaknya tidak mengulangi nasib dirinya. Dimana ia tidak bisa mengenyam pendidikan yang pantas, lantaran harus berpisah dengan nenekku (orang tua perempuan dari ayah red) sebelum bisa mengenal wajahnya dengan jelas. Aku tidak ingin surut sedikitpun,  Aku ingin membangun pondasi yang sudah ditinggal hingga berdiri bisa menjadi tempat bersandar keluarga. Suatau hari kelak inginku, meski aku tidak lagi di belakang, semua masih bisa berdiri dengan tegap.
Suwer, agaknya para pembaca heran, kisah diatas tidak sejalan dengan judul dimana ditekankan pada cinta. Cerita ini baru pengantarnya, kisah cinta sebenarnya seperti yang kita harapkan baru saja aku mulai pada babak ini.
Rekan-rekan, sering bertanya mengapa aku belum menikah. Sebab mereka menilai dibanyak segi aku sudah cukup layak. Bahkan tidak jarang pula mereka menjodohkan diriku dengan seseorang. Ini artinya mereka menyangka aku tidak memikirkan pasangan. Sebetulnya sejak beberapa waktu lalu, beberapa kali aku harus merelakan orang yang aku inginkan dan juga menginginkanku, untuk menikah dengan orang lain. Mereka tidak siap menunggu waktu yang aku tawarkan.
Saat ini aku punya seorang kekasih, tetapi ceriat kali ini bukdan kisah kami, sebelum cerita ini aku tulis sudah mendapat kesepakatan darinya dengan alasan profesionalitas. Yang akan ku kisah pertama ini hubunganku dengan seseorang yang sudah berakhir pada pengujung tahun 2011 lalu.
Saat aku berhubungan dengannya, bagi sebagian orang yang mengetahui menanggapinya beragam, ada yang menganggap aku tidak serius bahkan ada yang berpikir aku sedikit aneh. Aku sendiri saat itu belum mempublikasinya secara terbuka hubungan yang aku bangun, sebab mantan kakasihku itu adalah seorang janda beranak 1.
Entah aku harus mulai dari mana untuk menceritakan kisah cintaku  dengan janda yang pada saat itu sangat menarik bagiku. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana akhir dari kisah kami. Cinta kami yang menggebu-gebu, hanya mampu bertahan kurang dari 1 tahun. Ia sudah tidak sanggup lagi melanjutkan hubungan yang sudah kami bina tersebut. Aku yakin saat itu bukan karena dia sudah tidak menyayangiku lagi, tapi karena kesiapan dariku, meski aku juga mencintainya tulus waktu itu.
Kisahku diawali dengan kebiasaanku bolak balik setiap satu kali dalam 2 minggu pulang ke rumah. Aku selalu mampir di warung keluarganya, sekedar istirahat. Pertemuan pertama kami kenalan, mampir ke dua berselang dua minggu langsung jalin hungan yang diawali saling sms sejak jumpa pertama. Selanjutnya kami juga beberapa kali berduaan di tempat-tempat yang biasa digunakan para pasangan untuk bersantai.
Bukan itu saja hubungan ku dengan anaknya juga cukup baik, bocah lucu tersebut selalu mengajak ku untuk bermain saat kami bersua. Aku sendiri juga sangat menyayangi anak dari kekasihku saat itu. Hubungan kami mulai terganggu saat Janda ini, menanyakan keseriusanku dan ingin melanjutkan hubungan kami kejenjang yang lebih tinggi (pernikahan red). Saat itu aku tidak bisa memberi jawaban.
Suatu hari Ia berkata, “Besok ada yang ingin kubicarakan denganmu!”
Saat kata - kata itu keluar dari mulutnya, perasaat ku mulain tidak enak, pasti terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.
Keesokan harinya dihadapan segelas kopi pahit yang dihidangkannya untuk ku di kursi belakang rumahnya. Tanpa membuang-buang waktu lagi ia membuka pembicaraan dan membuatku shock berat.
“Sepertinya aku sudah menyerah, Aku sudah lelah, benar-benar lelah. Sepertinya hubungan kita, tidak akan membawa kebahagiaan untuk kita berdua kelak.  Aku juga tak mau kalau kamu menyakiti hati orang-orang sekitarmu. Hanya akan membuatku merasa bersalah seumur hidup. Asal kamu tahu, aku melakukan semua ini karena terpaksa”
Ternyata kopi pahit yang dihidangnya, memang lebih sesuai dengan perasaan hatiku. Sambil menyeruput kopi pahit aku berkata dengan emosi tertahan, “Kok menyerah sih? Kamu kan tahu niat kita baik, biasanya kalau niat baik pasti akan ada jalannya. Ini memang cobaan yang harus kita jalani, apa karena cobaan ini kamu jadi mundur? Ayo semangat, bantu aku kalau  apa yang kita jalani ini adalah sesuatu yang akan membahagiakan kita. Kamu sendiri yang punya keyakinan kita akan bersama hingga maut memisahkan kita …. Mana keyakinan itu, mana?”
Tiba tiba mata Non berkaca-kaca saat mendengar perkataanku.
“ Iya, aku masih tetap meyakini itu, tapi tidak untuk saat ini. Sudahlah Bang, kamu cari saja penggantiku yang lebih. Aku ingin hidupmu bahagia dan yang terpenting tidak mengecewakan orang-orang sekitarmu. Mulai saat ini aku akan menjalani hidup bersama anakku saja. Sejujurnya aku merasa berat dengan keputusan yang kuambil sekarang, tapi mau bagaimana lagi? Mungkin ini jalan yang terbaik untuk kita berdua!”
Ingin rasanya aku mengubah lagu Desember Kelabu menjadi Nopember Kelabu, karena  pembicaraan yang sejak awal hingga akhir itu membuat hatiku benar-benar kelabu, hiks. Kebersamaan kami hari sabtu itu, hingga malam larut, cahaya lampu kendaraan di jalan raya mulai, berarti sudah saatnya aku harus mengantar ia pulang.
“ Maafkan aku, Bang … maafkan aku …,” sepanjang perjalanan pulang  hanya kata-kata itu yang terucap dari mulutnya.
Salah satu kebiasaan Non yang tidak akan pernah kulupa adalah dia selalu mencium tanganku saat bertemu atau berpisah. Malam itu dia mencium tanganku lalu berbisik, “Terima kasih untuk semua yang telah Abang lakukan selama ini. Kudoakan Abang mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik dariku. Abang  juga jangan lupa mendoakanku supaya aku kuat menjalani hidup bersama anak tanpa dirimu. Abang tak usah menghubungiku atau anakku lagi. Terlalu sakit untuk kami harus melupakanmu!”
“Tapi bagaimana dengan janjiku pada si Sulung untuk mengajak kalian ke Bukit Tinggi?”
Suatu hari, aku dan mantan kekasih ku ini bertemu, saat itu ia membawa anaknya yang lucu dan cerdas tersebut.  Mamanya tak mengeluarkan sepatah katapun. Raut wajahnya terlihat sedih. Sudah berbagai macam jurus kukeluarkan untuk mencairkan suasana, tetapi tetap saja seperti gunung es yang dingin dan beku. Senyumnya di hadapan anaknya terlihat dipaksakan.
Aku mengajak si ana berbicara “Sepertinya Om akan jarang datang ke rumah untuk menemuimu.”
“ Kenapa, om? om tak punya uang ya?”
Aku tersenyum mendengar pertanyaan si Sulung yang selalu memanggilku om. Aku terpaksa berbohong dengan mengatakan akan pindah kerja, dan tidak mungkin lagi untuk menemui mereka bertiga.
“Nanti kalau adek sakit seperti kemarin, siapa yang akan liat di rumah?” “Senyumku langsung menghilang saat si Sulung mengajukan pertanyaan itu kepadaku. Aku tak tahu bagaimana menjawabnya, jadi aku buru-buru mengalihkan perhatiannya.
Pertanyaan si Sulung membuat mamanya, meremas tanganku dengan kuat dan menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan anaknya, “Nanti Mama temani sendiri. Sudah ah, kamu jangan banyak tanya!”
Akhirnya si anak ini diam kelelahan. Aku langsung pamit berlalu. Sebelumnya aku sempat berpesan kepada si anak itu“ om pulang dulu ya, kamu harus jaga Mama. Jangan lupa temani Mama ke dokter kalau dia sakit,” kataku sambil mencium pipinya.
Mendengar perkataanku, mantan kekasih ku itu, tak kuasa membendung air matanya lagi. Dia meraih tanganku dan menciumnya.
“ Bang, maafkan aku! Mudahan dikehidupan lain kita bisa bersama“
Kata-kata terakhir darinya terus-menerus terngiang di telingaku saat aku menuliskan kisahku ini. Sejal saat itu kami tidak lagi bertemu, kabar yang aku dapat ia sudah menikah dengan orang lain.
Untuk membaca cerita ini dibalik sebuah curhat nyata, juga mengandung fiktif belaka. Mohon bagi yang tahu untuk juga hanya membacanya, jangan protes ataupun lainnya. Beberapa katanya juga diambil dari kata-kata orang lain. Tunggu kisah berikutnya dengan kekasih lain.

Friday, 19 October 2012

Siswi SMA Putus Sekolah
Orang Tua Tak Punya Biaya
XIV KOTO – Pahitnya kehidupan tidak hanya dirasakan oleh Niarmaini, seorang janda asal Desa Pauh Terenja, Kecamatan XIV Koto. Perjuangan sang anak pun, yang bernama Mira Karmila dalam menggapai cita terpaksa kandas di tengah jalan. Mira yang diketahui duduk di bangku SMAN 5 Mukomuko (MM) memutuskan berhenti sekolah lantaran ibunya, Niarmaini tidak sanggup lagi membiayainya. Keputusan berat ini diambil baru sekitar seminggu lalu.
Saat rumahnya disambangi oleh Kabag Kesra Setdakab MM, Drs.H Ansari, Niarmaini sudah menceritakan perihal anaknya yang tidak lagi sekolah. Oleh Ansari, Niarmaini diminta memasukkan kembali anaknya ke sekolah dan terus mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sampai tamat, jika Mira masih ingin sekolah. Soal kebutuhan biaya, Ansari akan berkoordinasi dengan Pemkab untuk mengucurkan dana bantuan.
Ditanyakan langsung dengan pihak sekolah, melalui Wakil Kepala Bagian Sarana dan Prasarana, Zulpian, SH mengaku belum tahu bahwa salah seorang muridnya tidak lagi sekolah karena terlilit faktor ekonomi. Yang diketahui Zulpian, memang sudah seminggu terakhir, Mira tidak terlihat di kelas. Dalam absensinya pun tidak tertera keterangan jelas.
‘’Saya kenal dengan murid saya ini. Setahu saya, dia (Mira, red) memang tidak sekolah. Tapi tidak ada keterangan apapun,’’ kata Zulpian kemarin.
Di mata Zulpian selaku seorang tenaga guru, Mira tergolong murid yang cerdas. Kemampuannya dalam menyerap mata pelajaran yang diajarkan oleh guru melebihi murid lain. Zulpian sendiri sangat menyayangkan keputusan yang diambil. Andai saja dibicarakan, Zulpian memastikan akan mencarikan jalan keluar.
‘’Kalau sejak awal kami tahu dia (Mira, red) dari keluarga tidak mampu, dia bisa masuk pada program pembebasan siswa miskin. Syaratnya ada surat keterangan tidak mampu dari desa. Tapi selama ini Mira tidak menunjukkan surat itu,’’ terang Zulpian lagi.
Untuk diketahui, biaya yang harus dibayarkan Niarmaini perbulannya di sekolah sebesar Rp 80 ribu. Ini adalah biaya komite. Cukup miris sekali. Untuk membayar uang sebesar itu saja masih ada warga yang tidak mendukung perekonomiannya. Namun kalau dilihat dari realita, masuk akal. Sebab, sehari-harinya, Niarmaini hanya diupah Rp 25 ribu/hari dari bekerja sebagai buruh upahan di pabrik cetakan batu bata.
Dengan pendapatan sebesar itu, Niarmaini harus menanggung biaya hidup sehari-hari kedua anaknya. Belum lagi mesti membiayai sekolah Mira dan adiknya, yang masih kelas 1 SMPN. Pasca berhenti dari sekolah, Mira bertolak menuju Inderapura, Pesisir Selatan (Pessel), ke tempat saudaranya untuk mencari kerja.
‘’Sejak berhenti, Mira di Inderapura bekerja. Saya sudah sempat hubungi, dia ingin sekolah lagi. Tapi itulah, kendalanya di biaya sekolah dan tidak adanya sarana transportasi ke sekolah,’’ ungkap Niarmaini.(dik)
Wabup Tolak Pajero Sport
METRO MM – Keputusan terbilang kontroversi diambil Wabup Mukomuko (MM), Choirul Huda, SH. Mantan Danramil 0423-01 MM ini menolak pemberian fasilitas Mobil dinas (Mobnas) baru bermerk Mitsubishi Pajero Sport 2500 CC. Mobil seharga kurang lebih Rp 400 jutaan itu diketahui telah tiba sejak hari Minggu (30/9). Lantaran Wabup enggan menggunakannya, pihak sekretariat pun sementara ini memutuskan memarkirkan mobil di parkiran hingga ada kejelasan.
Ditanya alasannya, dengan bijak Wabup menjelaskan bahwa dirinya tidak pantas menggunakan fasilitas mewah sedangkan kebutuhan daerah masih banyak yang belum terakomodir. Mobnas yang dipercayakan kepadanya saat ini, yakni bermerk Toyota Fortuner dianggap masih layak pakai.
‘’Saya malu kalau harus menggunakan mobil baru. Sementara rekan-rekan guru honor mengeluh gaji mereka yang belum dibayar, lalu kebutuhan lain daerah juga masih banyak yang belum terakomodir. Mobnas yang sekarang ini masih layak untuk saya pakai,’’ ungkap Wabup.
Di sisi lain, pengadaan mobnas baru senilai ratusan juta rupiah sebanyak 2 unit menuai pertanyaan dari anggota DPRD Kabupaten MM. Pasalnya dana untuk pengadaan belum ada dianggarkan. Untuk meminta kepastian, diungkapkan salah seorang anggota Komisi I DPRD, Adrizon, pihaknya akan memanggil TAPD dalam beberapa hari ini.    
‘’Kami akan panggil TAPD untuk mempertanyakannya. Sebab dalam anggaran yang kita bahas dulu tidak ada untuk pembelian mobil itu,’’ kata Adrizon.
Secara terpisah, Kabag Umum dan Perlengkapan Setdakab, Jaskani, S.Pd menegaskan bahwa pengadaan 2 unit mobil Mitsubishi Pajero Sport telah dianggarkan dananya sejak awal. Memang dalam anggaran tidak disebutkan merk mobnas yang akan dibeli. Terkait penolakan dari Wabup, Jaskani enggan mengomentarinya lebih jauh.
‘’Yang jelas, sekarang mobil ini kita kembalikan dulu ke secretariat hingga ada kejelasan,’’ ungkap Jaskani.

//Kaca Mobnas Fortuner Pecah
ENTAH apakah ada hubungannya dengan penolakan pemberian mobnas baru atau tidak, bersamaan itu, kondisi mobnas milik Wabup yang lama, yakni merk Toyota Fortuner mengalami kerusakan pada bagian kaca. Ini baru diketahui saat sopir mobnas tersebut, Sutikno hendak menjemput dari parkiran kantor Setdakab usai dikandangkan selama 3 hari. Jika dilihat dengan seksama, retaknya kaca depan mobnas diduga akibat benturan benda keras.
‘’Saya tidak tahu pasti kenapa bisa seperti ini. Sebelum dikandangkan tidak ada masalah. Pas hari senin, saat saya jemput kaca depannya sudah pecah. Kalau dilihat dari bekasnya seperti terkena benda keras,’’ terang Sutikno.(jar)

Wabup ‘’Kebanjiran’’ Pujian
METRO MM – Sikap tegas dan bijaksana yang diperlihatkan Wabup Mukomuko (MM), Choirul Huda, SH terkait penolakan pemberian fasilitas berupa mobil dinas (Mobnas) mewah bermerk Mitsubishi Pajero Sport sontak menuai dukungan, bahkan pujian dari banyak kalangan. Mereka menilai alasan yang dikemukakan Wabup tergolong objektif. Dimana seorang pejabat pemerintah tidak pantas ‘’bermewah-mewahan’’ dengan menggunakan uang daerah sementara kebutuhan pembangunan masih banyak dan tingkat kesejahteraan masyarakat belum merata. Meski ada juga sebagian pihak yang beranggapan keputusan tersebut berbau politis.
‘’Saya secara pribadi sangat bangga. Sikap seperti itulah yang dinantikan masyarakat selama ini. Bila perlu seluruh pejabat bisa seperti itu. Bukan cari sensasi, tetapi dengan kenyataannya dimana masih banyak kebutuhan masyarakat yang mesti diakomodir. Jangan para pejabat itu hanya bisa menggunakan fasilitas mewah saja, sedangkan kesejahteraan masyarakat tidak dipikirkan,’’ ungkap pentolan LBH Mukomuko Centre, Gustiadi Badi, SH.
Muslim Chaniago, mewakili unsur pemuda turut bangga dengan kerendahan hati seorang pejabat tinggi daerah seperti Wabup. Menurut Muslim, jika seluruh pejabat memiliki kepribadian yang sama, tanpa ada embel-embel di belakangnya, masyarakat Kabupaten MM akan hidup sejahtera.
‘’Kalau kebutuhan masyarakat semuanya sudah terpenuhi, dan tingkat kesejahteraan meningkat tidak apa-apa pejabatnya pakai fasilitas mewah. Kami juga ikut bangga dan salut atas sikap bijak yang ditunjukkan wabup. Semoga ini menjadi acuan bagi pejabat lain untuk mementingkan kebutuhan masyarakatnya dalam segi pembangunan maupun pengadaan fasilitas umum lainnya,’’ terang Muslim diamini Indra, pemuda Kecamatan Teramang Jaya.
Terpisah, salah seorang Tenaga Kerja Sukarela (TKS), Lina mengisahkan bahwa dirinya sudah 5 tahun menjadi honorer di salah satu sekolah. Selama ia mengabdi, penghasilan yang diterimanya tidak sebanding. Jangankan untuk menopang ekonomi keluarga, untuk keperluan operasional sehari-hari saja pas-pasan.
‘’Kami sangat mendukung keputusan pak Wabup yang sangat bijaksana itu.  Memang untuk nasib honorer perlu sekali diperhatikan. Saya saja sudah 5 tahun dan belum juga ada kejelasan. Penghasilan selama ini hanya cukup untuk beli bensin saja. Anehnya, ada yang tidak honor malah diangkat menjadi PNS. Berarti ada indikasi pilih kasih,’’ pungkas Lina.(ray)

Thursday, 18 October 2012

seksi Bangeeettt...

Promosi


Telun Layang Akan Dipromosikan
TERAMANG JAYA – Selama ini air terjun Telun Layang Desa Bunga Tanjung dan Batu Ejung Kecamatan Teramang Jaya, baru sebatas lokasi liburan oleh para muda-mudi Kabupaten Mukomuko (MM). Kedepannya Air Terjun dengan ketinggian mencapai 15 meter disertai dengan lokasi mandi yang cukup indah ini,  akan dipromosikan secara luas untuk menarik para wisatawan baik lokal atau dari luar.
Kabid pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) MM, Yanto Supriadi, SH, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan dan pengambilan dokumen setiap lokasi wisata. Selain wisata pantai yang ingin dipromosikan secara luas adalah wisata sungai dan alam lainnya. Untuk air terjun bisa jadi Telun yang ada di Binga Tanjung sebagai andalan, dengan lokasi yang lebih dekar dan mudah dijangkau.
‘’Kita punya banyak wisata air terjun, tetapi lokasinya sulit di jangkau. Seperti di Air Berau itu bagus kita akan cek kesana nanti, juga air terjun di Bunga Tanjung akan segera kita datangi, informasinya salah satu yang memadai dan mudah dijangkau,’’ kata Yanto.
Natinya seluruh objek wisata ini akan ditampilkan dalam baliho raksasa dan akan dipajangkan dibeberapa lokasi serta dipromosikan keluar daerah lainnya. Selain itu secara bertahap juga akan dilakukan pembenahan jika memungkinkan untuk itu. Selama ini masyarakat hanya mengenai wisata pantai tempat berlibur, padahal MM memiliki banyak potensi lain. Juga pemerintah belum bisa melakukan pengolahan secara serentak karena keterbatasan baik tenaga ataupun hal lain.
‘’Kita berharap wisata di Mukomuko bisa berkembang dan menjadi salah satu pendongkrak perekonomian masyarakat, apalagi potensi yang kita miliki cukup memadai,’’ demikian Yanto.(jar)

Budaya Amris Tj

Adat Kaming





Mukomuko










ATJ LUCU

Ketika Kasus Sandal Jepit Merebak ke Mukomuko
GARIH - Pada suatu ketika, malam ramadhan tahun 1433 H, Mustopo ikut sholat tarwih berjamaah di Mesjid kampungnya. Seperti yang diketahui di masjid di desa-desa jarang ada tempat penitipan sandal. Banyak orang memilih membawa sandal jepit. Karena takut terjadi, kehilangan sandal saat salat tarawih. Ini dikhawatirkan, karena sudah kerap terjadi.
      Nah…! kali ini yang jadi korbannya Mustopo.  Ia belum tahu bahwa rumus ke mesjid harus membawa sandal yang jelek. Malahan ia menggunakan sandal seharga Rp 100 ribu. Seperti biasanya, sandal jamaah setiap malam sudah diintai oleh oknum tertentu. Ketika ia usai salat tarawih, betapa kagetnya Mustopo, karena sandal mahal miliknya sudah tidak ada di tangga mesjid.
Capek berusaha mutar-mutar di sekitar mesjid, namun sandal kesayangannya tak kunjung ditemukan. Akhirnya muncul ide miring dalam benaknya, daripada pulang tanpa sandal, lebih baik memakai salah satu sandal yang ada di tangga mesji tersebut. Tanpa pikir panjang, Mustopo langsung memandang satu persatu sandal yang ada di tangga mesjid. Tentunya ia berusaha mencari sandal yang agak bagus dan mahal, sama dengan sandal miliknya. Setelah diseleksinya, sandal yang paling bagus hanya bermerek sualow. Tanpa ba bi bu, Mustopo langsung menyorong sandal tersebut ke kakinya.
            Dari mesjid, Mustopo, langsung berjalan bareng pacarnya. Mustopo diajak sang pacar ke rumahnya. Meski mengenakan sandal jepit merek Sualow, Mustopo tetap saja PeDe habizzz. Sewaktu pulang ia sudah ditungg cewenya dipinggir jalan untuk pulang bareng. Sesampainya di rumah sang cewek, keduanya duduk santai di beranda depan rumah, sambil menikmati kolak pisang, sisa bukoan.
            Ketika sedang asyik duduk berduaan,  orang tua ceweknya pulang dari mesjid. Seketika itu pula, tiba-tiba adik sang cewek yang baru berumur 6 tahun itu berteriak histeris, sambil memanggil bapaknya.
            ‘’Pak ini sandal bapak. Ternyata bapak tidak pakai sandal ke mesjid tadi ya pak? Bapak ini sudah pikun ya?’’ kata sang adik cewek seraya mengarahkan jari telunjuknya ke arah sandal jepit yang dipakai Mustopo. Melihat hal ini, membuat bapak sang cewek kebingungan. Karena ia memang yakin, ke mesjid tadi menggunakan sandal itu. Melihat kenyataan ini, membuat Mustopo ikut cemas. Tak sadar bagi Mustopo kolak pisang yang sudah hampir ditelannya menyembur ke luar, hingga mengenakan wajah ceweknya.
Apesss pess pess..! ternyata sandal yang dibawa Mustopa itu, milik bapaknya si cewek. Akhirnya Mustopo pulang tanpa sandal sambil mengusap-ngusap muka dengan kedua tangannya.

Aka Malaca, Tiga Warga Negara Adu Kecanggihan Tubuh
GARIH - Tiga warga negara tengah terdiam menikmati kehangatan sauna, yaitu warga negara Amerika, Jepang dan Indonesia. Keheningan didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, bip,...bip,....bip..., seketika orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se 'sauna' nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.
"Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat , SMS nya langung tampil ditelapak tangan saya,..." ujar si orang Amerika ketika melihat kedua rekannya bengong.
Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya, "Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi chips, saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan HP" kata si orang Jepang.
Melihat semua itu, orang Indonesia mulai gugup, Apa yang bisa saya tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini, pikirnya. Karena stress, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi.
Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya.
Dengan keheranan orang Jepang dan orang Amerika menunjuk ke untaian kertas 'sisa' tsb dan berkata: "Kertas apa itu yang tergantung dibokong anda...?"
"Oh maaf, saya baru terima Fax.." jawab orang Indonesia enteng.

AMRIS TANJUNG