Wednesday, 23 October 2013

Batu Ejung POLITIK

 
Harga 1 Kursi Rp 200 Jt - Rp 500 Jt
POLiTIK RM – Berkaca dari pengalaman Pemilu 2009 lalu, seorang caleg yang ‘’ngebet’’ untuk duduk di kursi dewan bisa menghabiskan dana sampai melebihi Rp 100 juta, pada Pemilu 2014 diprediksi terjadi kenaikan signifikan. Perkiraan harga 1 kursi dewan di DPRD Mukomuko di atas Rp 200 juta, bahkan seorang caleg bisa habiskan dana mencapai Rp 500 juta lebih untuk menadanai kampanyenya.
Ini disampaikan oleh salah seorang politisi senior Kabupaten Mukomuko asal PKS H Tarmizi. Diperkirakan Tarmizi, caleg yang hanya memiliki dana kampanye di bawah Rp 200 juta tidak akan bisa bergerak banyak. Apalagi caleg yang tidak menyiapkan anggaran untuk politik dengan hanya mengandalkan untung semata.
''Kalau saya habis dana kurang dari Rp 50 juta. Namun ada yang habiskan dana sekitar 200 juta, kalau sekarang jelas naik drastis. Kalau tidak ada dana sekitar Rp 200 juta sulit bergerak,’’ kata Tarmizi.
Alokasi yang paling besar adalah untuk operasional dalam rangka sosialisasi, baik oleh caleg ataupun tim suksesnya. Kalau full bergerak kebutuhan anggarannya sekitar Rp 150 juta. Belum lagi dana untuk pengadaan atribut seperti kaos, spanduk, baliho, biaya iklan dan sebagainya. Itu dipastikan di atas Rp 75 juta.
Ia mengakui saat ini sudah ada caleg yang merogoh kocek mencapai seratus juta lebih. Semuanya tak lepas dari sikap masyarakat saat ini dan juga faktor kebutuhan.
''Ingat, berapapun dana yang dihabiskan belum menjamin kita duduk, bisa saja yang punya anggaran kecil yang duduk. Namun usaha dengan kemampuan harus dilakukan,'' tutupnya.
Ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon N mengakui politik itu butuh dana yang cukup besar. Namun demikian uang bukan yang menentukan, sebab bisa jadi uang diambil oleh masyarakat sedangkan pilihan tetap kepada orang yang mereka yakini bisa mewakilinya terutama kerabat dekat. Masyarakat Mukomuko sudah pintar dan mereka tidak ada menggunakan pilihannya sekedar mengharapkan pemberiaan sesaat.
‘’Mau tidak mau politik butuh anggaran besar, namun bukan berarti yang tidak punya dana tidak dipilih. Ia mencalon pada 2009 tidak memiliki dana apa-apa, namun berkat kepercayaan dari masyarakat, akhirnya ia terpilih,’’ demikian Adrizon.(jar)


Persaingan Caleg Dinilai Rumit
POLITIK RM - Persaingan antar politisi menuju kursi panas DPRD dinilai sedikit rumit dibanding dengan pemilu sebelumnya. Semuanya terjadi lantaran aturan yang diberlakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini. Dimana caleg dilarang masang baliho yang disertai poto dan juga larangan-larangan alat peraga lainnya.
Disampaikan Caleg salah seorang caleg DPRD Provinsi Bengkulu asal Partai Golkar, Muslim Caniago, SH. Menurut larangan penggunaan beberapa jenis alat peraga oleh KPU ada positifnya dan negatifnya. Sisi baik dari aturan tersebut, caleg dituntut langsung menemui calon pemilih, hingga masyarakat betul-betul mengetahui sosok caleg tersebut. Sebab dulu caleg hanya dikenali lewat gambar ataupun selogannya. Sedangkan segi buruknya, para caleg menjadi rumit dalam berkampanye, mereka betul-betul habiskan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat.
''Kita ambil baiknya saja, caleg bagusnya memang dikenal langsung masyarakat, bukan sekedar tampil di baliho atau layar saja. Dengan demikian hasil pemilu akan lebih jelas dan terbuka,'' kata Muslim.
Implementasi dari aturan ini harus jelas, petugas yang ditunjuk meski mampu menjalankannya dan semua peserta pemilu juga harus mematuhinya. Ia sendiri selama ini lebij fokus turun kemasyarakat menyampaikan posisinya sebagai caleg dan memberitahukan apa yang membuat dirinya memilih terjun ke dunia politik ini.
''Saya sekarang terus berupaya, dari masyakat ke masyarakat. Srtidaknya dengan ini ada kepuasan diri saat menerima hasil akhirnya nanti,'' tutupnya.(Jar)

PAN Rekrut 2 Ribu Saksi TPS
POLITIK RM – Sejak beberapa waktu lalu Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai AManat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko mulai melakukan perekrutan saksi untuk 386 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pemilu 2014 di Kabupaten Mukomuko. Masing-masing TPS ditugaskan sebanyak 5 orang saksi. Hingga PAN membutuhkan kurang lebih 2000 orang saksi  yang bertugas pada hari pencoblosan mendatang.
Disampaikan oleh salah seorang politisi PAN Kabupaten Mukomuko, H Syamsuri Rustam, ST proses perekrutan sedang berlangsung, hingga saat ini mereka telah berhasil merekrut kurang lebih 900 orang saksi. Para saksi ini pada saat pencoblosan memiliki tugas masing-masing, satu orang saksi khusus untuk di dalam TPS, dan 2 orang saksi di luar, untuk memantau proses pemilihan sejak warga hadiri di TPS tersebut.
‘’Untuk Dapil I sudah hampir selesai, tinggal beberapa TPS saja, juga Dapil II dan Dapil III sedang dalam proses perekrutan. 5 saksi per TPS ini memiliki tugas masing-masing pada hari pencoblosan mendatangm’’ kata Syamsuri.
Lanjutnya, para saksi yang mereka rekrut, jelang pemilihan akan menjalani pelatihan oleh para politisi dan pengurus PAN. Mereka tidak merekrut saksi asalan, melainkan harus orang-orang yang terpecaya dan siap bekerja dengan masksimal. Mereka bertanggungjawab penuh untuk menjaga suara PAN pada hari pemilihan mendatangm selain itu para saksi PAN punya peran penting untuk memastikan pemilu bisa berjalan dengan bersih.
‘’Tujuan kita selain untuk menjaga suara PAN itu sendiri juga untuk mengawal pemilu ini dengan baik, hingga tidak ada kecurangan yang terjadi, maka saksi yang kita tugaskan akan diberi pelatihan tentang kepemiluan dan juga mengenai pengetahun politik lainnya,’’ tutup Syamsuri.(jar)

Caleg Prov Gerindra Nyantai
POLITIK RM – Untuk pemilu tingkat Kabupaten Partai Gerindra cukup diperhitungkan oleh berbagai pihak. Bahkan banyak yang memperkirakan parpol ini akan keluar sebagai pemenang pemilu. Setiap adapil seluruh caleg aktif bergerak dan sukses memperkenalkan parpol berlambang kepada garuda ini kepada masyarakat. Namun untuk tingkat Provinsi bahkan pusat sejauh ini Gerindra dinilai lemah, sebab belum ada gerakan yang berarti.
Dihubungi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Mukomuko, Bassendri, SE yang juga adalah caleg DPRD Provinsi Bengkulu, mengakui jika ia belum banyak bergerak sejauh ini. Namun bukan berarti sama sekali tidak bergerak. Mereka satu paket dengan caleg kabupaten, maka gerakan caleg kabupaten termasuk juga untuk kemenangan Gerindra secara keseluruhan.
‘’Kalau untuk bergerak full kami dari Provinsi belum secara langsung, kita menunggu waktu yang tepat. Namun sejauh ini peran caleg kabupaten cukup besar dalam membesarkan parpol, ini juga bagian dari untuk kemenangan parpol,’’ kata Bas.
Lanjutnya, tahapan saat ini masih sekedar sosialisasi secara umum kepada para calon pemilih. Ia tetap menargetkan kemenangan bagi Gerindra pada pemilu mendatang. Untuk jaminan 1 kursi per dapil, Gerindra hampir bisa memastikannya, namun itu tidak cukup untuk membawa Gerindra sebagai pemenang pemilu. Maka disarankan agar semua caleg Gerindra tetap bersemangat untuk mencari dukungan sebanyak-banyaknya.
‘’Sosialisasi pada dasarnya untuk saat ini masih secara umum, semua caleg kita minta bergerak. Kita menargetkan Gerindra bisa memenangi pemilu tidak sekedar memperoleg kursi,’’ demikian Bas.(jar)

Ketua Parpol Ditegur Panwaslu
POLITIK RM – Banyaknya temuan dugaan pelanggaran yang ditengarai dilakukan oleh Calon anggota legislatif (Caleg) memaksa Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten mendatangi beberapa petinggi parpol. Mereka minta agar ketua parpol bisa mengingatkan para caleg maupun tim suksesnya tidak melanggar aturan pemilu yang sudah disepakati. Adapun parpol yang diduga calegnya melakukan pelanggaran terdiri dari, NasDem, PBB, Hanura, PKP Indonesia, Gerindra dan beberapa parpol lainnya. Diantara jenis pelanggaran adalah pemasangan spanduk serta baliho.
Diminta keterangannya Ketua panwaslu Mukomuko, Mukhtadir Munib, SE saat mendatangi kantor NasDem kemarin mengakui sudah mendata banyak pelanggaran yang dilakukan oleh para caleg ataupun timnya. Diantara jenis pelanggaran adalah, pemasangan spanduk, baliho dan bentuk lainnya.
‘’Kita menyampaikan beberapa dugaan pelanggaran yang ditemukan di lapangan, tidak semua parpol melakukannya. Kami tidak berhak mengeksekusinya maka disampaikan kepada pengurus partai untuk diambil tindakan,’’ kata Muchtadir.
Lanjut Muchtadir menyampaikan bahwa sejauh ini pada dasarnya perjalanan pemilu di Mukomuko masih sangat tertib jika dibanding dengan sejumlah  daerah lain. Salah satunya, di sepanjang jalan terlihat pemasangan baliho maupun alat peraga dalam berbagai bentuk oleh para caleg. Politisi di Mukomuko cukup cepat menanggapi setiap teguran yang disampaikan. Namun demikian mereka tetap harus mengingatkan, agar tidak ada caleg yang bermasalah kemudian hari.
‘’Kalau soal ketertiban Mukomuko sudah cukup baik, namun kami selaku petugas tentu harus menjalankan tugas setidaknya mengingatkan,’’ lanjutnya.
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Mukomuko, Busril mengaku siap menjalankan aturan pemilu yang sudah ada. Ia juga mengingatkan kepada para caleg NasDem dan tim pemenangan agar dalam melaksanakan misi memenangi pemilu tidak menimbulkan masalah, baik terhadap caleg ataupun parpol. Baginya apa yang disampaikan anggota Panwaslu tersebut cukup baik demi terciptanya pemilu yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
‘’Kami berterimakasih kepada panwaslu yang sudah datang dan memberi tahukan beberapa hal yang dilarang dan dibolehkan dalam pemilu ini. Yang jelas NasDem bertekat agan melaksanakan misi memenangi pemilu tanpa menimbulkan pelanggaran,’’ demikian Busuril.(jar)

Logistik Pemilu Dijamin Aman
POLITIK RM – Saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko tengah menunggu petunjuk penyaluran logistik Pemilu 2014. Belum diketahui pasti apakah logistik yang dikirim dari pusat dan Provinsi akan ditumpukkan ke sekretariat KPU ataupun akan langsung didistribusikan ke setiap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Disampaikan oleh salah seorang anggota KPU, Khairanzar, SE yang jadi persoalan itu untuk logistik berupa kotak suara maupun bilik suara. Sebab dibawa dari Jakarta atau provinsi dengan jarak sekian jauhnya, terlalu berisiko jika banyak di bongkar. Maka ada peluang akan langsung di singgahkan ke sekretariat PPK. Kecuali surat suara dan segel lainnya, itu harus di KPU lebih dulu, sebab perlu dipastikan jika jumlahnya sesuai dan tidak ada kesalahan. Yang jelas losgitik akan mendapat penjagaan ketat dari kepolisian ataupun pihak lainnya.
‘’Kita masih menunggu proses di pusat, mungkin ada beberapa pertimbangan nantinya untuk logistik di TPS. Entah semuanya dibawa ke KPU atau langsung ke PPK, sebab ini terkait dengan keamanan dan keselamatan logistik itu sendiri,’’ ungkap Khairanzar.
Lanjutnya, logistik merupakan faktor penting dalam penyelenggaraan pemilu, dan dari sekarang mereka perlu menyiapkan segala hal dengan baik. Sebab terjadi satu kesalahan saja akan berdampak sangat besar terhadap kesuksesan pemilu mendatang. Ia juga mengakui saat penyaluran logistik adalah masa kerja yang menegangkan bagi KPU.
‘’Kita berupaya tidak ada kendala sedikitpun, sebab logistik adalah hal yang menentukan,’’ demikian Khairanzar.(jar)