Tuesday, 2 April 2013

Mukomuko Baru-Baru Ini



Pelantikan PPK Mukomuko oleh kerua KPU
===========================================================
Gerobak Tua Puskesmas Mukomuko



Monday, 1 April 2013

120 Imigran Gelap Ditampung di Posko


//Kabur dari Negara Sri Lanka
AIR RAMI – Semenjak terdampar di pantai perairan Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko pada Kamis (28/3) sore, hingga kemarin sebanyak 120 orang imigran gelap asal Negara Sri Lanka masih menetap. Rincinya, pria dewasa 55 orang, wanita dewasa 35 orang dan anak-anak 20. 
Dari 120 orang imigran, hingga berita ini diturunkan, 35 orang berhasil dievakuasi dari dalam kapal menuju ke daratan. Rencananya, keseluruhan imigran tersebut akan diberi tempat bermalam di sebuah posko darurat yang terbuat dari tenda yang diberikan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) kabupaten di tepi pantai.
‘’Sampai pihak kantor imigrasi Medan tiba, untuk kebutuhan makan mereka (imigran, red) kita tanggung. Dari konfirmasi kepada kita, mereka (petugas kantor imigrasi, red) tiba di sini (Air Rami, red) hari minggu atau paling lambat senin. Kita juga akan mendirikan tenda posko untuk tempat bermalam mereka (imigran, red). Dalam penanganan mereka kita berbagi tugas dengan pihak kepolisian, koramil, puskesmas dan kecamatan,’’ terang Kadinsosnakertrans, HM Badri Rusli, SH didampingi Koordinator Tagana, Despardi yang langsung memimpin dan memantau jalannya evakuasi di lapangan.
Despardi menambahkan bahwa sebelum akhirnya bersedia turun dari kapal, para imigran itu bersikeras untuk berdiam diri. Diperkirakan mereka khawatir tidak disambut baik oleh penduduk lokal.
‘’Tadi siang (kemarin, red), kami bersama pihak polsek, tim basarnas, anggota lanal dan kecamatan mengadakan rapat. Bahasannya mengenai sikap para imigran itu yang tidak mau dievakuasi dari dalam kapal. Tapi ternyata mereka (imigran, red) mau juga turun dengan dijemput menggunakan kapal nelayan di sini (Air Rami, red),’’ terang Despardi.
Masih disampaikan Despardi, ia bersama pimpinannya, Badri Rusli dan tim sempat berlayar ke kapal untuk melihat secara langsung kondisi para imigran.  
‘’Kondisi kapalnya sangat memprihatinkan. Selain dari ruang nahkoda, tidak ada atap. Jadi mereka ada yang menggunakan kain sarung, terpal dan peralatan lain untuk menutupi mereka dari hujan panas. Yang lebih memprihatinkan lagi, ada anak-anak diantara mereka itu,’’ kata Despardi.
Berdasarkan keterangan yang didapat Radar Mukomuko (RM) dari sejumlah imigran, tujuan mereka melarikan diri dari negara asal mereka dan nekat mengarungi ganasnya lautan tak lain untuk mencari suaka atau perlindungan. Dalam hal ini tujuan mereka ke Negara Australia.
Mereka sudah lelah menghadapi situasi konflik dan peperangan yang berlangsung sejak lama.
‘’Kami ini ingin mencari suaka ke Australia. Di negara kami terus menerus dilanda konflik dan peperangan. Kami pergi bersama suami dan anak dan warga lain. Kami ada membawa persediaan makanan, air, obat dan lain-lain. Tapi selama dalam perjalanan, semuanya sudah habis,’’ ungkap Razi, salah seorang imigran perempuan yang belakangan diketahui sebagai seorang dokter.
Sebelum akhirnya terdampar di perairan Kabupaten Mukomuko, para imigran tersebut sempat singgah di perairan Negara India. Namun kedatangan mereka ditolak hingga akhirnya mereka terpaksa berlayar lagi. 
‘’Sebelum ke sini (Air Rami, red) kami sempat berlabuh di India. Tapi kami tidak diterima. Kami sudah 25 hari berada di lautan. Persediaan kami sudah habis, termasuk bahan bakar kapal. Kami keluar dari negara kami untuk menyelamatkan diri, meminta suaka. Masih banyak orang-orang di sana (Sri Lanka, red) yang juga mencoba keluar karena sudah tidak tahan lagi,’’ kata imigran lain saat diinterogasi oleh Kapolsek Ipuh, Iptu. Priyo Suhartono dengan menggunakan bahasa Inggris.
Dandim 0423 BU, Letkol Inf. Taruna Jaya melalui Danramil 0423-02 Ipuh, Kapten Inf. Eddy Prayitno turut menjelaskan bahwa jajarannya sejak awal kedatangan para imigran telah mengamankan lokasi serta membantu jalannya evakuasi. 
Terkait kondisi salah seorang imigran anak-anak yang sakit dan sempat ditangani di Puskesmas Air Rami, Sekcam Air Rami, Cartu, S.Pd menerangkan, anak tersebut sudah berangsur membaik. Dari keterangan pihak puskesmas, ia mengidap panas dalam.
‘’Sekarang (kemarin, red) sudah kembali ke posko bergabung dengan keluarganya dan imigran lain. Kita akan terus memantau perkembangan para imigran di posko sampai ada kejelasan mengenai nasib mereka,’’ terang Cartu.(tim)










PERANG RB Media Group

Karyawan RB Media Grup Saling ‘’Tembak’’

BENGKULU RM - Puluhan senapan disertai ribuan peluru, menghiasi silaturahmi segenap unsur pimpinan, wartawan dan karyawan RB Media Grup yang dipimpin langsung oleh pimpinan Rakyat Bengkulu (RB) Media Grup, HM. Muslimin, SH, MH. Masing-masing peserta dengan berpakaian lengkap, layaknya tentara perang angkat senjata dan saling tembak. ‘’Win Or Dead’’  begitulah tema acara War Games RB Media Group ini. Bukan perang sebenarnya, walau sepintas senjata dan pakaian sama dengan tentara namun ini hanyalah geme, yaitu geme soft gun.
Para peserta dibagi per kelompok, dilengkapi rompi anti peluru softgun,  penutup muka dan senapan canggih, masing-masing hanya dibedakan oleh bendera. Yaitu tim penyerang  menggunakan bendera kecil merah, sementara tim bertahan diberi bendera kuning, untuk mebedakan mana lawan dan kawan.  Perang dilangsungkan dalam rimbunan hutan pantai ujung pantai panjang ini. Tim yang menyerah atau semua pasukannya tertembak dianggap kalah. Tidak sedikit mereka yang tertembak dan meninggalkan bekas merah dan biru terkena peluru yang terbuat dari bahan plastik ini. Disatu-sisi asik berperang, juga perserta lainnya bernyanyi dan menikmati makan dan snack yang disediakan panitia pelaksana.
Dikatakan Muslimin dalam sambutannya, dalam perperangan ini, peserta diharapkan bias hati-hati, sebab bila terkena dalam jarak dekat tanpa pelindung yang cukup, maka dampaknya juga berbahaya. Tujuan dilakukan acara ini untuk menjalin silaturrahmi antar media dibawah RB media group. Ia berharap semua bisa menikmatinya dan mengambil hikmah dari kegiatan ini. Jangan ada dendam atau melanggar aturan main yang ada.
‘’Ingat ini hanya game biasa dan untuk menjalin silaturrahmi, jangan nanti malah melempar lawan dengan batu dan sebagainya dan sengaja menembak untuk menganiaya.  Ambillah hikmahnya dan kedepannya bisa lebih baik dagi dalam tugas masing-masing ,’’ kata Muslimin.
Salah seorang peserta, M Basir, asal Radar Mukomuko, usai mengikuti game ia mendapat beberapa bekas terkena peluru softgun, bahkan Ia sempat meringis kesakitan. Namun ini hanyalah game, bekas tembakan tersebut menjadi kenangan tersesndiri dan kebangaannya, sebagai bagian dari RB media group. Sebab tidak banyak perusahaan yang melakukan silaturrahmi dengan cara ini. Ia juga mengaku baru sekali ini ikut game yang betul-betul menantang ini. Banyak makna yang didapat dalam kegiatan ini. Selain merasakan perang, juga ada makna lain dalam kehidupan sehari-hari.
‘’Saya terkena tembakan beberapa kali, meski menggunakan jaket masih juga membekas dan sakit. Tapi saya bangga dan bahagia bisa bergabung dalam kegiatan ini. Mudahan terus dilakukan ke depannya dalam momen yang berbeda,’’ demikian Basir.(jar)