Saturday, 25 May 2013

Pemilu Mukomuko

10 Calon ‘’Serep’’ Masuk DCS
//6 Parpol Kembalikan Berkas
POLITIK RM – Setelah sebelumnya PKS, kemarin 6 parpol kembalikan berkas perbaikan Daftar Calon Sementara (DCS) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. 5 Parpol tersebut adalah Gerindra, PDIP, PAN, Golkar, Demokrat dan Hanura. Diketahui dari berkas DCS parpol ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan. Selain itu 10 calon ‘’serap’’ didaftarkan, masing-masing, 4 bacaleg Gerindra, 3 dari Demokrat dan 3 lagi PDIP.
Ketua KPU Mukomuko, Nasir Ahmad, S.Pi, M.Si, mengakui masih ada kesalahan berkas DCS yang diterima. Saat menerima pengembalian, KPU melakukan pemeriksaan secara rinci terhadap berkas parpol tersebut, jika ditemukan kesalahan dan kekurangan langsung disampaikan dan ditawarkan perbaikan. Waktu diberikan hingga hari ini, jika tidak maka KPU dengan terpaksa sesuai aturan akan mencoret nama tersebut. Mengenai adanya calon baru, berkas mereka akan diverifikasi dari awal kembali.
‘’Yang jelas untuk sekarang kita koreksi lebih dahulu, hingga akhir waktu penyerahan masih diberi kesempatan memperbaiki. Jika tidak dilakukan sampai besok (hari ini red) kami langsung melakukan verifikasi, berkas yang tidak lengkap sesuai aturan akan di TMS kan,’’ kata Nasir.
Ketua DPC Gerindra, Bashenri, SE, mengakui ada pergantian caleg dalam parpolnya. Alasan dilakukan penggantian lantaran calon sebelumnya tidak memenuhi syarat dan terkendala masalah lainnya. Semua berkas yang mereka kembalikan sesuai diminta KPU. Kesalahan berkas tidak ada, hanya ada kelebihan syarat.
‘’Kita ada penggantian caleg lantaran kekurangan syarat dan terkendala masalah lainnya. Yang jelas untuk selanjut kami yakin tidak ada masalah lagi,’’ kata Bas.
Ketua DPC PDIP Mukomuko, I Wayan Adnyana, didampingi sekjennya, Mujiono, S.Ip, juga membenarkan dilakukan penggantian 3 orang bacaleg parpol yang mereka pimpin ini. Semua syarat pengganti dinilai layak dan kebih baik dari sebelumnya. Penggantian terjadi di dapil II dan dapil III saja, untuk Dapil 1 semua sesuai.
‘’Tidak ada masalah, penggantian dengan alasan yang jelas, terkait dengan kekurangan akan mereka lengkapi,’’ papar I Wayan.
Sekjen DPC Hanura Mukomuko, Jhon Simamora, mengaku tidak ada penggantian caleg mereka. Semua sesuai DCS awal saja dengan jumlah yang sama dan berkas yang kurang dan bermasalah sebelumnya sudah dibenahi dengan baik.
‘’Kami tidak melakukan penggantian caleg, semua memenuhi syarat untuk diusung pada pemilu mendatang,’’ demikian Jhon.(jar)

5 Desa Diusulkan Jadi Kelurahan
METRO – Pihak eksekutif, dalam hal ini Pemkab Mukomuko diwakili Wabup, Choirul Huda, SH mengusulkan perubahan status 5 desa menjadi kelurahan kepada legislatif. Kelima desa tersebut masing-masing Desa Medan Jaya, Desa Pondok Kandang, Desa Penarik, Desa Ujung Padang dan Desa Lubuk Pinang. Selain mengusulkan perubahan status 5 desa, pemkab juga menaikkan usulan perubahan status Bukit Damri di Kecamatan Penarik dari semula dusun menjadi desa.
Dasar usulan-usulan ini berdasarkan aspirasi masyarakat di wilayah tersebut dengan mempertimbangkan diantaranya kondisi geografis, tingkat perekonomian serta jumlah penduduk.
Juru bicara Fraksi PAN, H Syamsuri Rustam, ST dalam sambutannya  mendukung usulan pemerintah dan menyatakan perlunya dilakukan pembahasan lebih jauh oleh anggota dewan. Alasan Syamsuri perubahan status itu berdampak pada peluang peningkatan perekonomian penduduk serta memudahkan jalur birokrasi dari tingkat bawah ke atas.
‘’Kami dari fraksi PAN menanggapi usulan peningkatan status desa ini dengan sepenuhnya mendukung dan berharap secara bersama dikaji lebih jauh,’’ kata Syamsuri.
Ketua DPRD, Drs. Arnadi Pelam yang memimpin jalannya sidang turut  memastikan mengakomodir pengajuan dari pemda.
‘’Masukan dari fraksi akan dibahas lebih lanjut oleh komisi dan forum untuk ditetapkan menjadi perda. Kita belum bisa memastikan dan harus menelaah lebih lanjut agar di kemudian hari tidak menimbulkan permasalahan yang akan merugikan masyarakat dan daerah pada umumnya,’’ ungkap Arnadi.(jar)






Total Bacaleg Baru 21 Orang
HASIL perbaikan berkas Daftar Calon Sementara (DCS) 12 partai politik (parpol) tuntas dikembalikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Dari total bacaleg 300 orang, 21 orang merupakan nama baru yang sebelumnya tidak masuk DCS parpol. 21 Bacaleg ini masuk setelah kandidat pertama dinyatakan tidak memenuhi syarat dan juga terdapat mereka yang mundur dengan sukarela.
Adapun 21 orang bacaleg baru ini berasal dari 9 parpol, yaitu 2 orang dari NasDem, PKB 2 orang, PDIP 3 orang, Gerindra 4 orang, Demokrat 3 orang, PPP 2 orang, PBB 1 orang dan PKPI sebanyak 4 orang bacaleg baru.
Sekjen DPC PKB Mukomuko, Himawan Mufti, S.Pd, membenarkan jika 2 orang bacaleg mereka adalah baru. Satu mengisi kekurangan di dapil III dan 1 lagi mengganti nama bacaleg yang mengundurkan diri. Calon yang mereka usung sekarang, hampir dipastikan sudah siap dan memenuhi syarat sebagaimana diminta KPU.
‘’Selain 2 orang yang masuk baru, tidak ada permasalahan lain dengan berkas PKB. Dengan masuknya caleg baru ini, maka total bacaleg kita lengkap 100 persen kuota,’’ kata Himawan.
Salah seorang pengurus DPC PPP Mukomuko, Ana Paulina Rahayu, S.Kom, juga membenarkan 2 orang bacaleg PPP diganti dengan alasan tidak siap maju. Keduanya berasal dari Dapil III Mukomuko. Calon penggantinya yang baru telah memenuhi syarat dan diperkirakan lebih baik lagi.
‘’PPP hanya ada 2 orang penggantian dari DCS pertama, selain itu tidak ada kendala lagi. Penggantian sendiri lantaran yang bersangkutan belum siap,’’ papar Ana.
Sekjen PKPI Gustiadi Badi, SH, juga membenarkan adanya penggantian bacaleg dalam parpolnya. Semua dilakukan bukan lantaran ada masalah, melainkan semata-mata untuk kebaikan parpol kedepannya. Jumlah calon yang mereka usung tetap 25 orang atau sesuai kuota 100 persen jatah kursi.
‘’Penggantian ada, untuk kebaikan parpol, sebab caleg yang bersangkutan tidak memenuhi syarat. Sekarang semuanya lengkap kembali sesuai kuota,’’ demikian Gustiadi.(jar)

Akhirnya, 5 Dewan Mengundurkan Diri
METRO – Kelima orang anggota DPRD Kabupaten Mukomuko yang memutuskan mencalon anggota legislatif pada Pemilu 2014 akhirnya resmi mengundurkan diri sebagai anggota dewan. Kendati masa jabatan mereka masih terbilang lama namun aturan pencalonan memaksa mereka menanggalkan jabatan wakil rakyat, kembali menjadi rakyat biasa.  
Kelima anggota dewan yang sudah melampirkan surat pernyataan pengunduran diri kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam format model BB-5 dalam berkas Daftar Caleg Sementara (DCS) parpol tempat mereka berlabuh saat ini masing-masing Haidir, S.IP, Ir. Nurlina Zamdial, M.Si, Suntoko, S.Pd, Husni Tamrin serta Eri Zulhayat, SE.
Haidir tidak hanya mundur sebagai anggota dewan melainkan juga mundur dari parpol yang mengantarkan dirinya duduk di kursi dewan ada pemilu sebelumnya, yakni PPPI. Saat ini Haidir maju menggunakan Partai Gerindra. Sementara Nurlina, dari Partai Kedaulatan pindah ke PKS, Suntoko dari Partai Patriot ke Hanura, Husni Tamrin dari PKPB ke Partai Golkar sedangkan Eri Zulhayat ke PAN. 
‘’Saya sudah tegaskan dari awal serius akan maju kembali sebagai caleg dengan menyatakan siap mundur dari anggota DPRD Mukomuko. Sebagai  buktinya ini BB-5 saya,’’ kata Haidir.
Serupa dengan Husni Tamrin, dirinya sudah bulat mundur sebagai dewan demi mencalon pada 2014.
‘’Sudah dilengkapi, semua sesuai dengan yang diminta oleh KPU. Kami masih ada waktu sampai 1 Agustus melengkapinya,’’ papar Husni.
Ketua KPU Mukomuko, Nasir Ahmad, S.Pi, M.Si didampingi anggotanya, Zulhazi membenarkan sudah dilengkapinya model BB-5 kelima anggota DPRD aktif tersebut. Lampiran model BB-5 ini mengacu pada Peraturan KPU Nomor 7 tahun 2013, tentang pencalonan anggota dewan aktif. Surat keputusan pengunduran diri paling lambat pada 1 Agustus, maka diperkirakan setelah DCT dewan tidak lagi memiliki hak sebagai anggota dewan.
‘’Yang jelas sesuai aturan yang berlaku, dari beberapa nama dewan yang masuk ke berkas DCS, sudah mengisi BB-5 mereka, ini dinyatakan sah, meskipun surat pengunduran diri belum disampaikan,’’ demikian Zulhazi.(jar)

Daftar Anggota Dewan yang Mundur:
1. Hadir, S.IP
2. Ir. Nurlina Zamdial, M.Si
3. Suntoko, S.Pd
4. Husni Tamrin
5. Eri Zulhayat, SE