Thursday, 30 May 2013

Mukomuko Politik 31 Mei



20 Bacaleg TMS, NasDem Terbanyak
METRO – Proses verifikasi terhadap berkas pencalonan sebanyak 300 orang Bakal calon legislatif (Bacaleg) dari 12 Partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2014 telah berakhir. Hasilnya diketahui sebanyak 20 orang bacaleg Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Yang terbanyak berasal dari partai NasDem, sebanyak 8 orang bacaleg. Disusul PPP 7 bacaleg, 3 bacaleg dari PBB, 1 bacaleg PKPI dan 1 bacaleg Golkar.
Kesalahan yang mendominasi adalah pada legalisir ijazah dimana menurut KPU tidak sesuai aturan. Selain itu masih ada ditemukan bacaleg yang belum cukup umur serta permasalahan pada kartu identitas berupa KTP.
Bagi parpol tempat bernaung para bacaleg yang dinyatakan TMS tersebut tidak memiliki pilihan selain dari mengganti mereka. Tenggang waktu pergantian sendiri mulai tanggal 26 Juni hingga 1 Agustus.
Dijelaskan oleh Ketua KPU Mukomuko, Nasir Ahmad, S.Pi, M,Si, didampingi Amrozi, SE, M.Pd, sebelum ditetapkan TMS, pihaknya sudah menyampaikan terlebih dulu atau konfirmasi kepada parpol bersangkutan mengenai permasalahan apda berkas bacalegnya. Namun lantaran hingga waktu berakhir tidak juga dilakukan perbaikan, maka pihak KPU langsung memberi tanda TMS.
‘’Ini sudah final, tidak ada masa perbaikan lagi. Parpol dapat melakukan penggantian pada saatnya kelak. Kesalahan paling banyak adalah masalah Ijazah juga kesalahan fatal lainnya. Kami bekerja diatur jadwal, dan disana jelas tidak ada masa perbaikan kembali. Hanya bagi BB4 hingga BB7 yang belum lengkap bisa dilengkap sampai dengan 1 agustus mendatang. Untuk syarat lain tidak ada petunjuk bisa diperbaiki,’’ jelas Nasir diamini anggota KPU lain, Merida Susanti, SH dan Zulhazi.
Dimintai tanggapannya, Sekjen DPD II Partai Golkar Kabupaten Mukomuko, Muslim Caniago, SH, mengklaim bahwa semua bacaleg yang diusung telah  memenuhi syarat. Terkait hasil verifikasi KPU ada bacaleg Golkar yang tidak memenuhi syarat, pihaknya siap mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.
‘’Calon Golkar adalah orang-orang yang siap, maka kami yakin tidak ada kesalahan. Kalau memang ada ya kita siap menindaklanjutinya,’’ kata Muslim kepada Radar Mukomuko (RM).
Terpisah, pentolan DPD NasDem Kabupaten Mukomuko, Busril mengaku belum mengetahui adanya masalah dengan calon mereka. Namun demikian ia siap menunggu informasi lebih lanjut dari KPU. Mengenai langkah ke depannya ia akan bicarakan dengan pengurus partai lainnya.
‘’Saya belum dapat informasi pastinya, besok kita cek kembali. Memang kabarnya ada 1 belum lengkap,’’ demikian Busril.(jar)

Partai         Jumlah Bacaleg TMS 
NasDem         8 Orang
PPP            7 Orang
PBB            3 Orang
PKPI            1 Orang
Golkar        1 Orang



Ini Dia Prediksi 5 Besar KPU
METRO – Jelang babak akhir penetapan 5 besar anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko terpilih, publik ramai memperbincangkan prediksi siapa saja yang akan menduduki kursi anggota KPU selama 5 tahun kedepan. Dari informasi dihimpun Radar Mukomuko (RM) di lapangan kemarin, terdapat 2 versi nama-nama yang diprediksi lolos ke 5 besar.
Versi pertama ada nama Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd, Dawud, S.Ag dan Sri Murniati, M.Pd. Sedangkan untuk calon incumbent, Amrozi, SE, M.Pd disebut-sebut memiliki kans terbesar ketimbang Zulhazi yang masih fifty-fifty dengan Khairanzar, SE.
Menurut salah seorang pemerhati politik, H Hamdani Makir, SH, M.Hum, keberadaan Abdul Hamid Siregar, Dawud dan Sri Murniati di KPU sebagai pendatang baru yang berdasarkan hasil seleksi dianggap layak dan berkompeten. Bagi Hamdani sudah sewajarnya KPU didominasi wajah baru agar menciptakan suasana kerja yang baru namun tetap kompak dan harmonis.
Sedangkan sosok Amrozi dikenal sudah berpengalaman dalam berkarir di KPU. Selain itu, Amrozi piawai dalam menjalin hubungan komunikasi dengan publik, termasuk dengan parpol yang menjadi peserta pemilu.
‘’Nah kalau incumbent lain, Zulhazi prediksi kita 50 persen : 50 persen dengan Khairanzar. Pada dasarnya siapapun yang akan terpilih nantinya diharapkan siap secara lahir dan batin. Bisa bekerja dengan baik, kompak dan profesional. Karena sudah menjadi rahasia umum saban  penyelenggaraan pemilu KPU rentan diintervensi atau disusupi kepentingan politik. Harapan kita ini jangan sampai terjadi pada KPU di Mukomuko,’’ ungkap Hamdani. 
Bagaimana dengan versi kedua? Informasi dihimpun dari beberapa sumber, nama Abdul Hamid Siregar kembali diyakini unggul. Diikuti oleh Syofia Diana, SE, Ramadhan Gusti, S.IP, Khairanzar dan Amrozi.
Pemerhati politik lain, Muslim Chaniago, SH mengatakan dirinya lebih menyerahkan sepenuhnya penetapan 5 besar KPU kepada KPU Provinsi Bengkulu.
‘’Harapannya penetapan yang dilakukan nanti benar-benar memenuhi kriteria atau persyaratan yang ditentukan. Yang terpenting harus dilihat track record calon anggota di lapangan, lalu bagaimana hubungannya dengan publik serta memiliki visi yang jelas. Tugas KPU itu kan memiliki risiko yang tinggi, terutama dalam menyelenggarakan pemilu sampai pilkada. Jadi anggota KPU dituntut memiliki kredibilitas, integritas, intelektualitas serta akuntabilitas dalam bekerja,’’ pungkas Muslim.(ray)

Bacaleg PBB Dapil 2 Bermasalah
POLITIK RM – Susunan nomor urut Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) Partai Bulan Bintang (PBB) Dapil Mukomuko 2 diduga bermasalah. Pasalnya susunan bacaleg mereka tidak sesuai dengan petunjuk yang sudah diatur dengan jelas dan rinci dalam aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU).  Dimana calon perempuan tidak diposisikan dalam 3 nomor urut caleg teratas. Hal ini diketahui dari hasil verifikasi KPU Mukomuko yang sudah berakhir (29/5) lalu.
Dibenarkan oleh salah seorang anggota KPU Mukomuko, Merida Susanti, SH, kuota perempuan PBB secara keseluruhan cukup 30 persen. Namun memang ada kesalahan dalam penepatan caleg perempuan.  Dimana seharunya dari 3 nama calon paling atas salah satunya harus perempuan, sedangkan PBB tidak melakukan itu. Secara otomatis berdasarkan aturan KPU, bacaleg PBB Dapil II dinyatakan BMS.
‘’Karena tidak sesuai kita beri tanda silang, artinya PBB di Dapil II belum bisa masuk DCS. Dalam aturan sudah jelas petunjuk menepati calon dan telah pula kami sosialiasasikan secara langsung dan terbuka,’’ kata Merida.
Terkait solusi perbaikannya, Merida, mengaku perlu dibahas lebih jauh. Sebab masa perbaikan tidak ada lagi, berdasarkan aturan dan jadwal yang ditetapkan KPU pusat. Kesalahan ini sebelumnya juga pernah terjadi di beberapa parpol, namun kemudian di robah pada masa perbaikan. Namun PBB tidak melakukan dengan alasan yang tidak jelas. KPU sendiri dalam perkara ini tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perubahan nomor urut.
‘’Untuk sementara kami tetapkan tidak sesuai, mengenai apakah ada solusi kalau berdasarkan jadwa tidak ada lagi, namun perlu telaah kembali terhadap aturan KPU nomor 7. Kita lihat saja nanti, kami yang pastinya tidak bertindak diluar aturan yang berlaku,’’  terang Merida.
Dikonfirmasi salah seorang petinggi DPC PBB Mukomuko, Agus Suarli, SE, mengaku tidak melakuka kesalahan dalam penyusunan caleg. Sebab mereka melakukannya sesuai aturan dan petunjuk dari KPU. Namun apakah ada perubahan kembali dari apa yang sudah dilakukan sebelumnya ia tidak memahaminya. KPU juga diminta tidak asal klaim mengenai kesalahan parpol, harus ada pemberitahuan kepada pengurus.
‘’Saya rasa itu tidak benar, sebab kami sudah melakukannya dengan benar sebelum menyerahkannya ke KPU, namun kalau ada perubahan kembali saya belum tahu. KPU jangan dulu asal putuskan sebelum menginformasi dengan kami,’’ demikian Agus.(jar)


Legalisir Ijazah Calon Dicurigai
POLITIK RM – Legalisir Ijazah salah seorang Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) dicurigai di palsukan. Dasarnya pihak yang melegalisir Ijazah tamatan 1995 di salah satu sekolah di Kabupaten Kulong Progo ini masih kepala sekolah yang sama pada Mei 2013. Selain itu tanda-tangan juga diduga tidak pas dengan yang ada pada ijazah tersebut.
Ketua KPU Mukomuko, Nasir Ahmad, S.Pi, M.Si, terkait dengan ini untuk sementara berkas yang bersangkutan diberi tanda Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Namun demikian pihaknya akan mencari informasi lebih jauh untuk memastikannya. Sebab secara logis jarang ada kepala sekolah menjabat dalam waktu 18 tahun. Jika memang nanti terbukti tidak benar, maka KPU akan menyatakan yang bersangkutan tidak layak dan pilihan bagi parpol tersebut mengganti atau tidak.
‘’Memang kita curigai legalisirnya dipalsukan, namun dalam hal ini kami akan pastikan lagi. Untuk sementara kami beri tanda Tidak Memenuhi Syarat sebagai calon,’’ kata Nasir.
Juga anggota KPU lainnya, Merida Susanti, SH, yang langsung melakukan  verifikasi berkas calon bersangkutan, menyatakan sudah menandai berkas calon tersebut. Kecurigaan mereka dasarnya jelas dan akan dilakukan kroscek lebih jauh. Jika terbukti maka mereka akan melakukan pencoretan nama calon tersebut, parpol dapat mengganti pada waktu yang sudah ditentukan.
‘’Jika terbukti ada pemalsuan maka dicoret, serahkan kepada parpol, apakah akan diganti atau tidak. Kami dalam hal ini hanya menjalankan tugas mengecek setiap detail berkas calon,’’ demikian Merida.(jar)

Wednesday, 29 May 2013

Politik Mukomuko 30 Mei 2013

Predikat Bersih, Modal Hanura 2014
POLITIK RM – Predikat sebagai parpol terbersih dari kasus dugaan korupsi secara nasional yang didapat Partai Hanura sesuai hasil survey salah satu tim, dianggap sebagai modal penting bagi Hanura mendapat kepercayaan masyarakat pada pemilu 2014. Wajah bangga dan optmis para caleg serta kader DPC Hanura Mukomuko terlihat saat berlangsung rapat koordinasi yang berlangsung disalah satu aula hotel ternama di Mukomuko kemarin.
Wakil Sekjen DPD Hanura Bengkulu yang juga sekretaris tim bapilu Hanura Provinsi Bengkulu, Prayanto Ateng, dalam sambutannya kemarin mengatakan. Dalam survey resmi Hanura berada dalam 3 besar pemenang pemilu 2014. Hasil ini tak lepas dari harapan masyarakat Hanura tetap mampu menjadi parpol yang bersih dan dapat dipercaya kedepannya.
‘’Ingat kita ada pada 3 besar pemenang pemilu sesuai hasil survey, ini tidak lepas dari keberadaan Hanura selama ini yang merupakan parpol paling bersih dari tindakan korupsi secara nasional,’’ ungkap Prayanto.
Ketua DPC Hanura Mukomuko, Hermansyah, M.Kom, dalam sambutannya mengaku semua persyaratan caleg sudah hampir rampung secara keseluruhan, hanya saja masih ada catatan kecil dari KPU yang harus dilengkapi. Namun ia tetap merasa kecewa, sebab semangat para caleg belum tumbuh, hal ini terlihat dari lambannya gerakan sosialiasi dan juga belum berkibarnya atribut Hanura di kediaman caleg dan kader.
‘’Kita belum begitu semangat melihat kawan-kawan, sebab sosialisasi dinilai lamban. Orang lain gencar dan sudah meramaikan setiap sudut dengan bendera mereka, kita sepi-sepi saja. Saya ingatkan kalau ada yang ragu silahkan bicara sekarang,’’ ungkap Hermansyah.
Sekjen DPD Hanura, Jhon Simamora, mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran semua caleg dan pengurus Hanura pada acara ini. ia berharap kedepannya kader Hanura lebih siap menghadapi pemilu untuk mengejar target keluar sebagai pemenang pemilu.
‘’Rapat koordinasi ini terlaksana berkat kerhasama yang baik semua caleg dan kader Hanura di Mukomuko. Kita berharap dari sekarang komunikasi antar kader terus terjadi demi mempererat hubungan dan menyamakan visi dalam perjuangan bersama,’’ demikian Jhon.(jar)

Jangan Memilih Karena Uang
POLITIK RM – Jika alasan masyarakat memilih lantaran dapat sesuatu dari calon anggota dewan atau ada kesepakatan, seperti pengoralan jalan dan memberi barang untuk kepentingan kelompok, itu kesalahan besar. Pasalnya sikap ini merugikan warga dan juga daerah kedepannya. Wakil yang akan duduk di DPR/DPRD adalah orang-orang menghalalkan semua cara untuk duduk. Jasa masyarakat yang memilih mereka sudah tidak ada lagi, lantaran dibayar sebelumnya.
Disampaikan oleh tokoh Kabupaten Mukomuko sekaligus akademisi Unib Bengkulu, Hamdani Makir, SH, M.Hum.  Memilih lantaran ada embel-embel lain merupakan kesalahan besar, sebab jasa warga habis setelah pemilihan berlangsung. Mereka yang duduk di DPRD akan semena-mena dan tidak punya beban dalam pembangunan maupun membantu masyarakat yang butuh bantuan. Calon yang berani bayar secara tidak langsung sudah menunjukkan kepada warga jika ia bukan orang yang dapat dipercaya ke depannya.
‘’Jangan memilih karena menerima sesuatu, itu mengakibatkan kerugian panjang bagi masyarakat dan daerah ke depannya. Kapan perlu jangan dilayani, sebab sikap mereka sudah menggambarkan jika calon tersebut tidak siap menjadi pemimpin yang jujur dan amanah, malah menghalalkan semua cara,’’ kata Hamdani.
Lanjutnya, termasuk memilih karena hubungan keluarga semata adalah kesalahan. Sebab wakil rakyat bukan wakil keluarga dan kelompok. Sebainya pilih calon dengan kemampuan yang baik dan memiliki nilai positif dalam bermasyarakat serta yang tak kalah penting orang dengan latar belakang pendidikan yang baik. Pasalnya tugas seoarang dewan tidak cukup dengan duduk dan bersuara besar.
‘’Pilih dewan yang pintar, dikenal baik dan bergaul dengan masyarakat bisa sama rata. Sebab kita perlu dewan itu untuk mewakili kita dalam segala aspek kehidupan.  Keluarga oke asal mampu, kalau tidak ya percuma juga,’’ demikian Hamdani.(jar)


Turnamen Volly Bernuansa Politis?
POLITIK RM – Ada isu turnamen volly Rosna Ichwan Cup ke-1 Desa Mekar Mulya, KJS, Kecamatan Penarik dikaitkan dengan politik 2014. Seleting isu ini berawal dari warna lapangan yang kebanyakan merah. Selain itu Ketua TP PKK Kabupaten Mukomuko, Hj Rosna Ichwan selaku donatur utama turnamen ini adalah Bacaleg Provinsi yang diusung PAN. Hanya saja jika Rosna yang mengaitkannya dengan politik, maka warna lapangan bukan merah melainkan sesuai warna parpolnya.
Ketua DPRD Mukomuko, Drs. Arnadi Pelam yang hadir pada saat pembukaan turnamen mengaku tidak mengetahui mengenai dugaan adanya politisi atau parpol yang menompangi turnamen ini. Sebab dari spanduk dan juga penyampaian dari panitia, turnamen ini berjudul Rosna Ichwan, Cup I. Namun ia tidak membantah jika lapangan volley tersebut berwarna merah.
‘’Kalau warna lapangan memang ada merah, tetapi tidak semuanya. Apalagi mengenai ada parpol yang menompangi, saya sama sekali tidak berpikir kesana,’’ kata politisi Partai Demokrat ini.
Sementara ketua TPPD DPD PAN Mukomuko, Eranardi, S,Ip mewakili sekjen PAN Mukomuko, Chaidirisman, SH mengaku tidak mengerti mengenai hal tersebut. Termasuk mengenai turnamen ini didanai kader caleg Provinsi PAN mereka tidak pernah diberi tahukan. Menurutnya Rosna, adalah istri bupati, maka kegiatannya tidak ada hubungan dengan PAN, wajar jika ia membantu karang taruna dan warga setiap kegiatan. Namun terkait dengan isu turnamen ditompangi parpol lain, mereka berharap tidak terjadi yang sedemikian.
‘’Kami tidak tahu, yang jelas ibuk memberi sumbangan kesana bukan atas nama parpol, hal seperti itu wahar saja, karena dia adalah istri bupati dan sudah menjadi tugasnya membina setiap masyarakat,’’ papar Era Nardi.
Salah seorang Panitia Dedi Kurnia, S.Sos, diminta keterangannya mengaku tidak ada unsure politik dalam turnamen ini. Mengenai warna lapangan merah, menurutnya jauh sebelumnya sudah demikian adanya.
‘’Tidak ada unsur politik, warna merah lapangan itu sudah sejak lama seperti itu. Ditengah lapangan ada lambang karang taruna. Kami tidak ada urusan dengan parpol manapun,’’ demikian Didik.(jar)


KPU Verifikasi Faktual Dukungan DPD
POLITIK RM – Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko memulai verifikasi faktual berkas dukungan terhadap Bakal Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Bengkulu. Diketahui calon DPD yang mendapat dukungan dari warga Mukomuko terdapat sebanyak 17 orang dengan sample dukungan 10 persen, maka yang harus diverfikasi sebanyak 764 orang.
Adapun bentuk dukungan yang dicek oleh KPU kebenarannya, berupa poto copy KTP pendukung calon DPD yang sudah didaftar ke KPU Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu. Tim verifikasi akan langsung mendatangi masing-masing pemilik KTP dukungan tersebut ke rumahnya satu persatu. Proses verifikasi berlangsung hingga (6/6) nanti.
Ketua KPU Mukomuko, Nasir Ahmad, S.Pi, M.Si, diminta keterangannya mengakui perintah untuk melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan baru saja ia terima. Dari sekian banyak calon DPD terdapat 17 orang yang memiliki pendukung di Mukomuko. Petugas KPU akan dibagi dalam beberapa tim mendatangi setiap alamat yang tertera di dalam KTP yang ada.
‘’Kami akan kerja sepanjang hari nanti dalam bentuk tim mendatangi rumah-rumah pendukung calon yang dipilih secara acak. Dari sekian banyak dukungan yang akan diverfikasi sebanyak  764 KTP. Kami akan bekerja cepat sebab waktunya hanya sampai 6 Juni,’’ kata Nasir.
Lanjutnya, dalam proses ini mereka diberi petunjuk, pendukung yang mengakui dukungannya akan diberi tanda benar dan bagi yang menolak maka diminya membuta surat pernyataan, yang intinya ia tidak mendukung calon DPD tersebut. KPU Mukomuko hanya menjalankan proses sesuai ketentuan, tidak membuat keputusan apakah calon itu memenuhi syarat atau tidak. Hasil dari faktual yang mereka lakukan akan direkap dan disampaikan ke KPU Provinsi.
‘’Perkara apapun yang kami temukan tidak akan memutuskan apakah calon memenuhi syarat atau tidak, sebab ini akan dicek oleh KPU Provinsi, kami hanya menyampaikan keterangan sesuai hasil verifikasi,’’ demikian Nasir.(jar)



Di Kota PKB ‘’Mati Suri’’
POLITIK RM – Kalau bukan kerap ditampilkan di Media Massa, kemungkinan warga Kota Kabupaten Mukomuko tidak mengetahui jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah salah satu peserta pemilu 2014. Pasalnya parpol dengan nomor urut 2 ini seakan ‘’Mati Suri’’. Sekretariat tampak kosong dan atribut yang terpasang juga sudah lusuh dimakan waktu.
Dihubungi via HP, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB (DPC-PKB) mengakui hal ini. Pihaknya memang masih fokus berkonstrasi menyiapkan keperluan parpol dalam menghadapi masa verifikasi di DCS di KPU. Selain itu selama ini semua urusan parpol di pusatkan di rumah pribadi ketua DPC yang dilengkapi dengan berbagai peralatan yang dibutuhkan sebagai pendukung kegiatan.
‘’Kita memang belum pasang atribut baru di sana, sebab masih fokus kepada urusan caleg. Pada waktunya nanti akan kita meriahkan seluruhnya, walau demikian PKB paling siap menghadapi pemilu,’’ Kata Adrizon.
Lanjutnya, meski di sekretariat pusat kabupaten mereka tidak begitu tampak meriah. Namun untuk di derah seperti di kediaman pengurus dan kader, PKB sudah berkibar dengan semangatnya. Dalam waktu dekat memang mereka berencana mengibarkan atribut sebanyak mungkin di setiap tempat untuk sosialisasi kepada masyarakat. Hingga pesta hijau 2014 bisa terlihat lebih meriah lagi.
‘’Kalau di beberapa tempat atribut kita sudah meriah, seperti di Teramang Jaya, Air Rami dan daerah lainnya. Pada waktunya nanti kota Mukomuko akan kita hijaukan dengan atribut PKB,’’ demikian ungkap anggota Komisi I DPRD Mukomuko ini.(jar)

Tuesday, 28 May 2013

Politik Mukomuko





Bendera Merah Putih Dikalahkan Bendera Parpol
POLITIK RM – 5 Sekretariat Partai Politik (Parpol) di Kecamatan Kota Mukomuko diketahui tidak mengibarkan bendera merah putih yang sedianya terdapat di halaman depan kantor. Sebaliknya, bendera parpol dipasang sebanyak-banyaknya, bahkan hingga ke rumah-rumah kader mereka. 5 parpol tersebut diantaranya, PKB, Partai Demokrat, Hanura, PPP dan PBB. Sementara di markas PDIP merah putih diposisikan lebih rendah dan berukuran lebih kecil dari bendera parpol. Seyokyanya merah putih sebagai bendera kebangsaan harus didahulukan serta diposisikan lebih tinggi dari atribut partai.
Salah seorang tokoh Kabupaten Mukomuko, Hamdani Makir, M.Hum, menilai tindakan dari pengurus parpol tersebut adalah kesalahan besar. Ada dua factor penyebab mengapa mereka melakukan kesalahan demikian. Peratama lantan rasa kebangsaan yang sudah luntur dikalangan politisi dan kedua memang disebabkan ketidak tahuan mereka terhadap mekanisme dalam berbangsa dan berorganisasi. Hingga yang diutamakan kelompoknya saja dan menganggap itulah jadi penyatu.
‘’Ini kesalahan besar yang dilakukan oleh pengurus parpol. Mereka tidak punya rasa kebangsaan dan kadang tidak tahu aturan main, lantaran keterbatasan pengetahun tentang aturan dalam berbangsa dan bernegara. Semestinya merah putih dahulu baru atribut partai,’’ kata Hamdani.
Lanjutnya, merah putih merupakan jati diri bangsa, untuk mempertahankannya sekian banyak nyawa yang melayang dan harta benda musnah. Maka apapun lembaganya wajib memberlakukan merah putih secara terhormat. Dalam hak ini pemerintah daerah melalui kesbangpol harus mengingatkan dan memberi pemahaman kepada pengurus parpol, seperti seminar dan sebagainya. Bahkan aparat terkait berhak untuk menarik setiap atribut organisasi yang tidak mengutamakan merah putih tersebut.
‘’Semestinya kesbangpol harus tegas dan bertindak sebagai pembina setiap organisasi yang ada, bukan malah diatur oleh mereka. Maka dalam hal ini selain parpol pemerintah juga kadang tidak punya taji dan kepedulian mendalam dengan Negara,’’ lanjutnya.
Ketua DPC Hanura Mukomuko, Hermansyah, M.Kom, mengakui jika belum memasang merah putih di sekretariatnya. Ia berencana memasangkannya dalam waktu dekat. Semua terjadi lantaran ia selama ini belum fokus memperhatikan sekretariat lantaran sibuk dengan tugasnya. Sementara stafnya sampai sekarang nampaknya belum memahaminya.
‘’Akan segera kita pasang, kebetulan benderanya belum dibeli. Saya terlalu banyak tugas belakangan ini, hingga ada hal penting seperti itu terabaikan,’’ ungkap Hermansyah.(jar)

Umur Bacaleg Diragukan
Hasil Verifikasi KPU
POLITIK RM – Dari hasil verifikasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, ditemukan bacaleg diragukan sudah cukup umur 21 tahun pada saat mendaftar. Dimana dalam KTP umur bacaleg sudah cukup sementara di Ijazah kurang hingga beberapa bulan. Ada indikasi umur calon tersebut dipercepat dalam indentitasnya.
Salah seorang anggota KPU, Zulhazi, ditemui kemarin menerangkan memang ada umur caleg yang diragukan sudah cukup, namun ia tidak mengetahui berapa jumlahnya. Pihaknya akan menelusuri lebih jauh atas keraguan ini untuk mendapat kepastian. Sebab sesuai aturan umur calon harus cukup 21 pada saat ia mendaftar ke KPU.
‘’Kita tidak katakan umurnya kurang tetapi diragukan cukup, sebab ada perbedaan di identitasnya dengan data lain. untuk memastikannya kami berencana menelusuri lebih jauh,’’ kata Eri.
Lanjutnya, selain itu banyak kesalahan lain, terutama perbedaan nama di KTP dan ijazah serta legalisir yang salah lainnya. Namun ini masih diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan hingga ditetapkan sebagai calon tetap. Usai verifikasi KPU akan melakukan pleno untuk memastikan apakah calon bersangkutan bisa masuk DCS atau tidak.
‘’Kami akan gelar pleno untuk menentukan kelayakan seorang bacaleg masuh dalam DCS, karena ada beberapa kesalahan dalam berkas. Untuk yang telah lengkap dan memenuhi syarat dipastikan masuk,’’ papat Ezi.
Juga anggota KPU lainnya, Amrozi, SE, M.Pd, menjelaskan proses untuk pengolahan data DCS masih cukup panjang. Yang jelas semua kekeliruan yang ditemukan sudah mereka beri tanda untuk disampaikan kembali kepada pengurus parpol agar dapat dimengerti. Jadwal pleno masih menunggu instruksi dari ketua KPU yang pada saat sekarang tengah berada di luar dalam rangka dinas.
‘’Untuk pleno kita tunggu ketua, kapan ada kesempatan kemungkinan langsung dilakukan, sebab kita juga dikejar jadwal yang sudah diatur oleh pusat,’’ demikian Amrozi.(jar)

Di Kota PKB ‘’Mati Suri’’
POLITIK RM – Kalau bukan kerap ditampilkan di Media Massa, kemungkinan warga Kota Kabupaten Mukomuko tidak mengetahui jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah salah satu peserta pemilu 2014. Pasalnya parpol dengan nomor urut 2 ini seakan ‘’Mati Suri’’. Sekretariat tampak kosong dan atribut yang terpasang juga sudah lusuh dimakan waktu.
Dihubungi via HP, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB (DPC-PKB) mengakui hal ini. Pihaknya memang masih fokus berkonstrasi menyiapkan keperluan parpol dalam menghadapi masa verifikasi di DCS di KPU. Selain itu selama ini semua urusan parpol di pusatkan di rumah pribadi ketua DPC yang dilengkapi dengan berbagai peralatan yang dibutuhkan sebagai pendukung kegiatan.
‘’Kita memang belum pasang atribut baru di sana, sebab masih fokus kepada urusan caleg. Pada waktunya nanti akan kita meriahkan seluruhnya, walau demikian PKB paling siap menghadapi pemilu,’’ Kata Adrizon.
Lanjutnya, meski di sekretariat pusat kabupaten mereka tidak begitu tampak meriah. Namun untuk di derah seperti di kediaman pengurus dan kader, PKB sudah berkibar dengan semangatnya. Dalam waktu dekat memang mereka berencana mengibarkan atribut sebanyak mungkin di setiap tempat untuk sosialisasi kepada masyarakat. Hingga pesta hijau 2014 bisa terlihat lebih meriah lagi.
‘’Kalau di beberapa tempat atribut kita sudah meriah, seperti di Teramang Jaya, Air Rami dan daerah lainnya. Pada waktunya nanti kota Mukomuko akan kita hijaukan dengan atribut PKB,’’ demikian ungkap anggota Komisi I DPRD Mukomuko ini.(jar)

Hadang Pemilu, Kader Hanura Merapat
POLITIK RM – Hari ini dijadwalkan pertemuan seluruh bakal calon anggota legislating (Bacaleg), pengurus dan kader Hanura Kabupaten Mukomuko disalah satu aula hotel ternama di Kecamatan Kota Mukomuko. Kegiatan yang bertajuk rapat koordinasi Hanura ini, merupakan langkah parpol nomor 10 ini menghadang ketatnya persaingan pada pemilu 2014.
Disampaikan oleh ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC-Hanura) Kabupaten Mukomuko Hermansyah, M.Kom. Selain dihadiri kader Hanura di Kabupaten juga dijadwalkan acara ini akan dihadiri oleh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Provinsi Bengkulu. Acara dijadwalkan pahi hari ini. Semua bacaleg dan kader Hanura sudah diberitahukan melalui undangan resmi atapun via hp.
‘’Rapat koordimasi dalam rangka persiapan menghadapi pemilu dan pemantapan keperluan lainnya bagi parpol ataupun caleg dan tim menghadapi pemilu mendatang,’’ kata Hermansyah.
Lanjutnya, dalam pertemuan ini nanti pihaknya akan memastikan keseriusan caleg menghadapi pemilu. Bagi mereka yang masih ragu dapat memperjelaskan dengan partai agar ada langkah ke depan yang diambil.  Sebab parpol tidak menginginkan saat KPU sudah memutuskan peserta sah pemilu, ada yang down. Juga akan dibicarakan mengenai jurus dalam berkampanye dan usulan lain dari semua kader agar Hanura bisa keluar sebagai winner pemilu 2014.
‘’Tidak ada orang yang tidak penting dalam Hanura, maka semua bisa menyampaikam pendapat dan visi mereka untuk kebailan parpol menghadapi pemilu mendatang,’’ demikian Hermansyah.(jar)

Sunday, 26 May 2013

Ular Mukomuko

Ular Piton Seberat 80 Kg Ditangkap
LUBUK PINANG – Warga Dusun I, Desa Sumber Makmur, Kecamatan Lubuk Pinang dihebohkan dengan aksi penangkapan seekor ular jenis Piton. Ular dengan berat sekitar 6 Meter dan berat 80 Kg tersebut ditangkap oleh salah seorang warga, Khairul. Saat ditemukan Sabtu (18/5) tengah malam, posisi ular berada di dekat kandang sapi milik Khairul.
Diperkirakan ular yang merupakan jenis ular terpanjang di dunia ini tengah mengincar jawing lantaran lapar.
Ditemui Radar Mukomuko (RM) kemarin, Khairul mengaku dirinya sudah 6 kali menangkap ular serupa di lokasi berbeda namun masih wilayah setempat. Tentunya fakta ini patut disikapi pihak terkait. Tak terbayangkan jika ular sebesar itu mengincar warga, terutama anak-anak.
Diceritakan Khairul, yang kali pertama melihat ular adalah Nur Syarifudin, tidak lain anak Khairul. Nur semula ingin memberi makan sapi peliharaannya di dalam kandang. Saat sedang berjalan di dekat kandang, Nur melihat cahaya di tengah kegelapan. Saat didekati, sumber cahaya itu rupanya mata ular yang tubuhnya sedang melingkar.
Lantaran takut, Nur pun menelpon Khairul via Hp. Bersama keempat warga lain, Khairul mendatangi lokasi. Tidak mudah bagi Khairul dan warga menangkap ular tersebut. Butuh waktu tak kurang dari 30 menit. Usai berhasil menangkapnya, ular langsung dibawa ke rumah.
‘’Kami sempat kewalahan karena tenaganya kuat sekali. Saya kebetulan hobi berburu babi, jadi sudah sering ketemu ular besar. Ini sudah yang keenam kali saya menangkap ular,’’ kata Khairul.
Ditanya akan diapakan ular yang kulitnya biasa dijadikan bahan baku tas, sepatu, ikat pinggang, dompet dan lain-lain, Khairul berencana akan menjualnya. Namun sejauh ini Khairul belum mendapat peminat. 
Pantauan lain RM di rumah Khairul, cukup banyak warga bukan hanya dari desa namun juga dari luar yang berdatangan untuk melihat penemuan ular itu. Salah satunya Jumanto.
‘’Untuk koleksi saja saya poto-poto ular ini. Bagi saya yang pertama kalinya melihat ular sebesar iini,’’ demikan Jumanto.(cw2)