Friday, 26 July 2013

Headline Mukomuko

Siswi SMAN 7 Tewas
AIR DIKIT – Nyawa Amelia Lestari (18), warga Pantai Indah Mukomuko (PIM), Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko tak tertolong lagi. Memei (sapaan akrabnya) menjadi korban dugaan lakalantas setelah terjatuh dari atas motor Honda Honda Spacy nopol BD 2137 NQ. Bersamaan  dengan terjatuhnya korban ke arah jalan, melintas Truk CPO nopol BA 9652 BU yang dikendarai warga Kota Padang berinisial EW (41). Seketika itu tubuh korban tertabrak. 
Dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD, korban yang masih duduk di bangku sekolah mengalami patah tulang lengan kanan disertai luka robek, patah tulang paha dan betis, patah di bagian dagu dan rahang, luka robek di kepala belakang serta pelipis mata.
Oleh anggota Satlantas Polres Mukomuko yang tiba di TKP, jalan raya abrasi Air Punggur – Air Dikit usai menerima laporan, truk dan sepeda motor milik korban langsung dibawa ke markas. Sedangkan sopir truk sempat menghilang sesaat setelah kejadian. Dalihnya menyelamatkan diri sembari mencari kantor polisi terdekat untuk menyerahkan diri. Setelah ditunggu ternyata memang sopir truk mendatangi markas satlantas.   
‘’Kami langsung turun ke TKP, korbannya meninggal dunia diduga tertabrak truk CPO. Sopir sempat melarikan diri ke arah Desa Air Dikit. Kalau pengakuannya untuk mencari bantuan dan menyerahkan diri ke polisi. Sekarang ini sudah kita amankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,’’ Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Lantas, Iptu. Sukamso, S.Pd.
Kronologis kejadian, dari data terhimpun. Petang itu korban berpamitan dengan orangtuanya mengikuti acara buka puasa bersama di sekolahnya, SMAN 7. Sepulang dari acara, korban mengantar temannya yang bernama Vera ke Air Dikit. Setelah itu, korban pun melajutkan motornya pulang ke rumah. Tiba di TKP, dengan kondisi cuaca hujan rintik diduga pandangan korban terhalang. Korban yang tidak melihat lagi di depannya terdapat tumpukan material batu proyek penahan abrasi akhirnya menabrak.
Dokter RSUD yang menangani korban, dr. Erfina menguatkan hasil pemeriksaan bahwa korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya. Selain mengalami patah tulang, korban mengalami luka akibat benturan di beberapa bagian tubuhnya. Menurutnya, korban meninggal dunia sebelum tiba di RSUD.
‘’Ya, kami bersama perawat menangani korban lakalantas. Lukanya cukup serius dan menyebabkan korban meninggal dunia. Kita hanya melakukan pemeriksaan lanjutan, karena korban sudah meninggal sebelum tiba di sini (RSUD, red). Setelah kita otopsi, korban dibawa pulang ke rumah duka,’’ pungkas Erfina.(ray)

Alamat Diragukan, CJH Diduga Eksodus
METRO – Sementara kepastian mengenai kuota Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Mukomuko sudah didapat pasca pemangkasan besar-besaran oleh pemerintah pusat, beredar informasi adanya CJH diduga eksodus. Dari daftar CJH yang bakal berangkat, salah satunya diketahui beralamat di Desa Agung Jaya, Kecamatan Air Manjuto. Namun berdasarkan keterangan sejumlah warga setempat, termasuk mantan kades, Hartono, di desanya tidak terdapat warga yang bernama seperti tertera pada daftar CJH.
‘’Memang benar untuk perekrutan dan pendaftaran CJH harus jelas. Di desa kami ada CJH yang sama sekali tidak dikenal. Sementara alamatnya jelas di Desa Agung Jaya. Kami heran kenapa itu terjadi, ada apa? Seharusnya setiap CJH yang berangkat itukan ada laporannya dan dari desa mengeluarkan surat pengantar,’’ ungkap Hartono.
Sementara itu, di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko  terdapat CJH yang sebelumnya ikut diragukan keabsahan alamatnya. Namun disampaikan Lurah, Amin Zikri, AMa.Pd, alamat CJH tersebut ternyata ditemukan dan yang bersangkutan benar warga Koto Jaya. CJH tersebut tinggal bersama anaknya.
‘’Dari kelurahan kita memang ada CJH yang berangkat ke tanah suci, dan identitas mereka memang ada dan tinggal bersama anaknya. Kami berharap kalau memang ada CJH yang diragukan harus dicek seluruhnya,’’ terang Amin.
Terpisah, Kasi Urais dan Penyelenggaraan Ibadah Haji Kanmenag Kabupaten Mukomuko, H Busral, M.Pd membantah jika ada CJH eksodus. Menurutnya dari awal pendaftaran pihaknya mengacu pada persyaratan yang telah ditetapkan. Terkait salah 1 CJH asal Desa Agung Jaya, Busral menegaskan bahwa BPIH CJH tersebut telah dikembalikan namanya pun sudah dicoret dalam daftar.
‘’Tidak ada CJH yang eksodus. Sekarang ini 139 CJH siap berangkat usai dilakukan pemangkasan. Kalau kami memberikan pelayanan sesuai dengan persyaratan, kalau lengkap otomatis kita layani. Dan kita juga tidak mungkin terjun ke lapangan ngecek satu per satu CJH. Kalau 1 orang CJH di Agung Jaya memang kita coret dan seluruh BPIH-nya dikembalikan,’’ pungkas Busral.(ray)

THR PNS Turun, Rp 150 Rb
METRO – Jika dari konfirmasi sebelumnya pihak Pemkab Mukomuko terkesan enggan mengumumkan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para PNS, berdasarkan informasi diperoleh di lapangan sebagian pegawai sudah mengambil jatah THR nya. Besaran THR yang diterima mengalami penurunan dibanding tahun lalu, dari Rp 200 ribu menjadi Rp 150 ribu. Secara resminya pembagian THR pada Senin (29/7) mendatang.
Sekdakab Mukomuko, Syafkani, SP dikonfirmasi kembali membenarkan bahwa  pencairan THR PNS sudah dimulai sejak kemarin. Besarannya Rp 150 ribu.
‘’Ya, THR PNS sudah mulai dibagikan kepada PNS dan honorer. Besarannya Rp 150 ribu/orang. Pembagian THR itu mulai dilakukan tadi (kemarin, red). Dan ada juga yang dibagikan hari Senin (lusa, red),’’ ungkap Syafkani.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Drs.H Ruslan, M.Pd turut membenarkan telah cairnya THR. Ruslan berharap dengan dibagikannya THR dapat memacu motivasi kinerja pegawai, terlebih jelang memasuki masa liburan hari raya.
‘’Kalau informasinya pembagian THR memang sudah. Tetapi sebagian ada yang belum dibagikan. Kemungkinan hari senin nanti,’’ terang Ruslan.
Sementara itu, Kabid Dikdas Disdikbud, Apani, M.Pd juga menerangkan guru PNS se Kabupaten Mukomuko juga telah menerima THR.
‘’Guru PNS juga sudah menerima THR termasuk Honda,’’ singkap Apani.
Kepala SMAN 6 Mukomuko, Drs. Sugiyanta mengatakan untuk PNS dan Honda telah menerima THR. Sedangkan untuk honor lepas akan mendapatkan THR berdasarkan kebijakan sekolah.
‘’Kalau guru PNS dan Honda memang sudah dianggarkan THR-nya. Sedangkan honor lepas, kita yang menentukan kebijakannya. Dan pastinya seluruhnya juga mendapatkan THR,’’ ujar Sugiyanta.
Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemeneterian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, H Suardi Abbas, SH, MH mengatakan untuk PNS kemenag tidak ada THR dari pusat. Namun, kebijakan masing-masing kanmenag bisa menerapkan pembagian THR.
‘’Dari dulu memang kita tidak ada anggaran khusus untuk THR PNS. Tetapi kalau ada kanmenag yang membuat kebijakan untuk memberikan THR itu tidak masalah. Kita tetap mengimbau agar kinerja PNS kanmenag tetap berjalan sebagaimana mestinya,’’ pungkas Suardi.(ray/cw1) 

 ‘’Lebih Muda, Lebih Mantap’’ 
Kata Ichwan Terkait Pergantian Sekjen PAN
METRO – Pentolan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Mukomuko, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM akhirnya angkat bicara terkait mundurnya Chaidirisman, SH sebagai Sekjen DPD PAN yang kemudian digantikan oleh Eranardi, S.IP.
Kepada Radar Mukomuko (RM), Ichwan mengemukakan tidak ada alasan lain selain faktor kesehatan dari Chaidir yang membuatnya tidak memungkinkan memikul beban dan tanggung jawab besar. Terlebih Pemilu 2014 sudah semakin dekat.  
Ichwan sendiri yang disodori pengajuan pengunduran diri oleh Chaidir tidak bisa berbuat banyak. Sekalipun disadari bahwa kemampuan dan juga pengalaman Chaidir sulit disamai oleh figur lain namun Ichwan tetap optimis partainya akan eksis dan menjadi pemenang pemilu. 
‘’Kita ganti dengan yang lebih muda, lebih mantap lagi,’’ singkat  Ichwan.
Di lain pihak, politisi PAN, H Syamsuri Rustam, ST turut menanggapi isu terjadinya kisruh di internal partainya. Syamsuri menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Mundurnya Chaidir dan 3 orang caleg atas keinginan pribadi, bukan karena permasalahan partai ataupun individu pengurus partai.
Chaidir sendiri kendati mundur sebagai sekjen bukan berarti sepenuhnya mundur dari kancah politik. Chaidir masih tetap tercatat sebagai Caleg PAN untuk DPRD kabupaten Daerah pemilihan (Dapil) I nomor urut 1.
‘’Tidak ada konflik ataupun masalah lain. Pak Chaidir mundur dengan alasan yang jelas dan dengan cara baik-baik. Ia bukan mundur dari PAN sepenuhnya melainkan sebagai sekretaris saja. Kita memaklumi, sebab tugas pengurus PAN kedepan semakin berat dan dituntut kesehatan yang baik. Sebagai caleg pak Chaidir bisa tetap membesarkan partai dan membina politisi muda PAN,’’ kata Syamsuri.
Senada dengan ketua umum, Syamsuri optimis PAN akan mencapai target pada pemilu, yakni sebagai pemenang.
‘’Sekarang kita malah makin solid. Tidak ada terjadi konflik dan sebagainya. Kami akan tetap keluar sebagai pemenang pemilu,’’  demikian Syamsuri.(jar)

Politik Radar Mukomuko


Tiga Caleg Wanita PAN Resmi Diganti
POLITIK RM – Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko memastikan 3 caleg wanita asal dapil II yang menyatakan mundur diganti. Kepastian ini sesuai dengan hasil rapat bersama petinggi PAN dan kadernya di Dapil II kemarin lusa. Calon penggantinya tengah digodok dan paling lambat 27 Juli 2013 sudah disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko.
Disampaikan oleh Sekjen PAN yang baru Eranardi, S.IP, ia langsung memimpin pertemuan dengan seluruh caleg di Dapil II yang mengambil tempat di Penarik. Keputusannya semua caleg wanita diganti dengan calon lain dan sekarang sedang penjajakan siapa yang layak. Ketiganya mundur dengan alasan yang jelas dan bisa diterima oleh parpol. Sebab mereka tidak siap memenuhi persyaratan dari KPU.
‘’Kebetulan mereka guru honda yang digaji oleh daerah, untuk mencalon ya harus mengundurkan diri. Setelah sekian lama dipertimbangkannya, ternyata mereka berat meninggalkan tugas sebagai tenaga honor tersebut. Kita tidak masalahkan, karena itu pilihan mereka, yang jelas kami memastikan segera menetapkan calon penggantinya,’’ kata Era.
Lanjutnya, kejadian ini pada dasarnya belum diketahui sepenuhnya oleh ketua dan rencananya akan dilaporkan hari ini. Yang jelas ia menjamin PAN Mukomuko akan tetap solid seperti dulu kala dan merupakan kandidat kuat pemenang pemilu 2014. Selain 3 caleg ini tidak ada perubahan lain daftar caleg PAN dari DCS yang sudah ditetapkan KPU. Untuk dapil lain, semuanya solit dan siap menhadapi persaingan pemilu yang akan segera bergulir.
‘’yang jelas PAN tetap solid, masalah yang ini tidak akan banyak mempengaruhi kesiapan PAN menghadapi pemilu, bahkan kami rasa akan lebih memperkuat kesiapan semua caleg. Di dapil lain tidak ada perubahan daftar caleg, semua siap tempur,’’ demikian Era.(jar)

Pukul 00.00 WIB, Dewan Harus Mundur
POLITIK RM – Pukul 00.00 WIB pada 1 Agustus 2013 merupakan kesempatan terakhir anggota DPRD Mukomuko asal parpol non peserta pemilu 2014 untuk menentukan sikap, mundur atau gagal nyaleg. Hal ini sesuai dengan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 13 Tahun 2013 tentang syarat pencalonan anggota dewan yang loncat parpol dan caleg yang digaji dari APBN dan APBD.
Ditegaskan oleh salah seorang anggota KPU Mukomuko, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd saat ditemui di kantornya kemarin. Aturan tersebut tidak bisa diganggugat kembali. Pihaknya dalam hal ini hanya sebatas melaksanakan aturan sesuai dengan titah tugas yang mereka emban dari KPU pusat dan Mendagri.
‘’Pukul 00.00 WIB pada tanggal yang ditetapkan dewan loncat parpol wajib mengundurkan diri bila mau mencalonkan diri. Setelah itu calon yang tidak melengkapi syarat langsung dicoret dan tidak ada pergantian kembali. Aturan ini juga berlaku bagi pegawai pemerintah atau honorer dan kariawan BUMD yang digaji dari APBN dan APBD,’’ kata Siregar didampingi Dedy Desponsori, S.Hi dan Khairanzar.
Lanjutnya, lewat Pukul 00.00 WIB, pihaknya akan langsung melakukan penetapan calon yang akan diajukan untuk DCT. Mereka yang tidak memenuhi syarat akan langsung dicoret dari DCS. Dan harus diingat bagi calon yang sudah menyatakan mundur tidak dapat menarik kembali pernyataannya dengan alasan apapun. Keterangan ini sudah dijelaskan dengan rinci dalam aturan pemilu.
‘’Mereka yang tidak memenuhi syarat kita coret itu perintah undang-undang. Mereka yang sudah mengundurkan diri tidak lagi dapat menerik penyataannya tersebut,’’ tegas Siregar.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Mukomuko, Drs. H Bustari Maler, M.Hum, mengakui belum ada satupun dewan yang menyatakan mundur dari jabatannya dengan alasan akan maju sebagai calon dewan kembali. Ia tidak mengetahui, apakah mereka tetap memutuskan nyaleg atau tidak. Yang jelas masih ada waktu beberapa hari lagi bagi mereka untuk mengambil keputusan.
‘’Sampai sekarang belum ada dewan yang menyatakan mudur secara tertulis yang kita terima. Kami dalam masalah ini tidak banyak ikut campur, hanya menunggu keputusan masing-masing mereka saja,’’ demikian sekwan.(jar)

Sambut Lebaran, Eks Cabup Gelar Acara
POLITIK RM – Informasinya tim sukses Eks calon bupati Sapuan, AK, SE, MM, lebaran nanti akan menggelar pertemuan akbar yang bertajuk ''Jalin silaturahmi''. Acara yang dipusatkan di Kota Kabupaten Mukomuko ini, juga dilengkapi dengan jamuan bersama. Untuk menu masakannya sudah dirancang dan disiapkan, diantaranya beberapa ekor kerbau. Akan diundang secara terbuka keluarga besar Sapuan di Mukomuko, mantan pendukung dan simpatisannya.
Dihubungi via telepon genggam, Sapuan tidak membantah informasi ini. Ia sudah pernah dihubungi oleh rekan-rekannya selaku penggagas acara. Tujuan untuk terus terjalinnya kerjasama yang baik antar sesama. Sapuan diminta hadir, namun hingga sekarang ia belum bisa memastikannya. Sebab Sapuan punya agenda lain pada saat lebaran mendatang di Jakarta.
‘’Kawan-kawan seperjuangan ingin berkumpul, mungkin sekedar mengenang perjuangan selama ini. Saya hanya diminta untuk hadir, waktunya setelah lebaran. Janjinya mereka mau memotong kerbau untuk jamuan terhadap masyarakat kita di kabupaten ini,’’ kata Sapuan.
Apakah ini ada hubungannya dengan isu ia akan kembali maju sebagai calon Bupati 2015 mendatang? Sapuan membantah hal tersebut. Menurutnya belum saatnya berpikir untuk ke arah sana. Ia sendiri sekarang ingin fokus melakoni pekerjaan yang sedang digulutinya. Baginya kegiatan silaturahmi bersama kawan-kawan seperjuangan adalah hal biasa apalagi mereka selama ini sibuk dengan aktivitas masing-masing.
‘’Tidak ada, saya dengan kawan-kawan di Mukomuko selalu berhubungan baik sejak lama. Wajar dong, sekali-kali kita ngumpul bersama dan sekalian ajak yang lain juga. Belum saatnya kita bicara soal pencalonan, dewan saja belum terpilih. Mari kita sama-sama dukung pemerintahan sekarang, itulah pesan saya untuk rekan-rekan di sana dan masyarakat kita,’’ lanjut Sapuan.
Juga dibenarkan oleh Herman, rencana dari keluarga besar di Mukomuko ini kabarnya sudah matang. Mereka menyiapkan kerbau untuk jamuan bersama. Tujuannya lain tidak bukan untuk menjaga silaturahmi dan kebersamaan yang selama ini sudah terjalin. Herman juga tidak setuju kegiatan ini dihubung-hubungkan dengan isu pencalonan Sapuan.
‘’Ini semata-mata kegiatan kebersamaan, kita sejak dulu selalu berhubungan baik, kami tidak ada istilah tim dan sebagainya, yang ada kawan-kawan seperjuangan,’’ demikian Herman.(jar)

Panwaslu Masih Nyantai
POLITIK RM – Meski suhu politik sudah mulai memanas terutama di kalangan politisi, parpol bahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Namun bagi Panwaslu Kabupaten Mukomuko, situasi jelang pemilu masih adem ayem. Keberadaan mereka yang bermarkas di Kelurahan Koto Jaya Kecamatan Kota Mukomuko masih tenang-tenang saja. Belum ada laporan dan temuan yang mereka dapat.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Muchtadir Munib, SE, ditemui di ruangannya mengakui sejauh ini mereka belum menemukan pelanggaran pemilu yang dilakukan parpol ataupun KPU sendiri. Semua masih berjalan dengan baik dan mengikuti petunjuk yang sudah ada. Begitu juga laporan dari masyarakat atau pihak tertentu tentang kejanggalan pemilu tidak pernah diterimanya.
‘’Kita menyimpulkan masih adem ayem saja, proses persiapan pemilu berjalan sebagaimana mestinya. Kami tidak menemukan ada kejanggalan yang patut kita tindaklanjuti ataupun menerima laporan,’’ kata Muchtadir.
Tugas panwas terus berjalan, memantau proses di KPU kemudian turun ke lapangan meninjau proses verfikasi dan pendataan untuk pemilu. Semua hasil pantauan dilaporkan ke KPU Provinsi. Ia memprediksikan panwaslu baru full skejul dan banyak mendapat laporan setelah masa kampanye terbuka dimulau atau sebelum dan setelah pemilihan.
‘’Kini caleg juga sekedar bergerak di lingkungannya saja, belum ada pelnggaran berarti yang terjadi. Kita sejak awal terus melakukan pengawasan dengan seksama,’’ demikian Muchtadir.(jar)

Diundang KPU, PPK Mengeluh
POLITIK RM – Kemarin berlangsung pertemuan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko dengan ketua Penitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se kabupaten. Dalam bertempat di aula sekretariat KPU ini, membahas tentang masa perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPD). Dalam pertemuan yang dihadir Kepala Dinas Dukcapil, Jawoto, S.Pd, SE, M.Pd dan tim pengawas pemilu (Panwaslu), PPK banyak menyampaikan keluhan selama mereka menjalankan tugas.
Diantara masalah yang mereka keluhkan adalah, data yang harus dilengkapi terlalu besar, kurangnya kesadaran calon pemilih, adanya warga yang tidak punya KTP bahkan KK juga banyak persoalan lain. Termasuk mengenai fasilitas PPK sendiri masih minim. Juga dalam hal ini KPU meminta PPK untuk memperbaiki data pemilih yang belum lengkap sebelumnya untuk dilengkapi sesuai petunjuk.
Salah seorang anggota KPU yang memimpin rapat, Khairanzar, menjelaskan data yang kurang perlu dilengkapi. Tahap selanjutnya, setiap laporan dari masyarakat soal DPS harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai saat DCT ditetapkan ada nama pemilih yang sudah memberi laporan tidak masuk dan ini akan berdampak butuk bagi pelasana pemilu.
‘’Dalam pengambilan data sudah ada petunjuk yang jelas dan harus menjadi pedoman. Kesalahan harus dibenahi dan laporan dari warga yang namanya belum masuk, pastikan kebenarannya dan masukkan ke DPS untuk ditetapkan sebagai DCT,’’kata Khairanzar.
Kepala Dukcapil, Jawoto, mengatakan pada dasarnya proses pendataan oleh KPU melalui petugasnya sudah sangat simple. Untuk nomor NIK tidak perlu, tinggal data-data inti saja. Selama ini Capil memproses data dengan jauh lebih rumit. Untuk itu meski bukan lagi wewenangnya Dukcapil berharap semua berjalan sebagaimana mestinya.
‘’Dalam DP4 sudah ada semuanya, namun kita tidak pungkiri tetap ada kekeliruan, maka ada perbedaan data. Sekarang tugas pendataan oleh petugas pemilu sipatnya lebih simple dibanding dengan yang ada di dinas,’’ demikian Jawoto.(jar)

Pengunduran Sekjen Pengaruhi Citra PAN
METRO – Sebagai partai penguasa di Kabupaten Mukomuko, gerak gerik Partai Amanat Nasional (PAN) selalu jadi sorotan publik. Mundurnya Chaidirisman, SH sebagai Sekjen menyisakan tanda tanya besar. Alasan yang dikemukakan Chaidir yakni lantaran faktor kesehatan yang tidak mendukung dinilai bukan sebagai alasan utama. Lantas apa sebenarnya yang terjadi di internal DPD PAN? Hingga kemarin Radar Mukomuko (RM) belum berhasil mendapatkan konfirmasi resmi dari Ketua Umum, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM.
Dari kacamata salah seorang praktisi politik Unib, mundurnya Chaidir dapat mempengaruhi citra parpol sekaligus mengancam kepercayaan publik. Sebab andil Chaidir dalam membesarkan PAN selama kepemimpinan Ichwan Yunus cukup besar. Bahkan Chaidir juga lah yang mengantar pasangan Ichwan Yunus - Choirul Huda duduk di singgasana Bupati – Wakil Bupati kali kedua.
‘’Walaupun masih ada ketua, sekjen tetap berpengaruh. Karena seluruh administrasi sekjenlah yang mengelolanya. Pengurus PAN harus mengambil sikap secepatnya agar masalah itu tidak berkepanjangan. Bukan tidak mungkin nantinya bakal muncul masalah baru yang lebih serius. Kalau tidak segera ditindaklanjuti menjelang pemilu ini tentu akan mempengaruhi citra dan tingkat kepercayaan masyarakat juga akan menurun. Sekarang ini kami menerima informasi selain sekjen ada caleg yang mengundurkan diri juga. Artinya, di tubuh PAN sendiri mulai ada permasalahan. Setiap masalah harus diselesaikan secepatnya dan pengurus harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah timbulnya masalah baru,’’ ungkap Sugeng.
Terpisah, tokoh masyarakat Kabupaten Mukomuko, Hamdani Makir, SH, M.Hum turut menyayangkan adanya informasi bertukarnya Sekjen DPD PAN. Jika PAN ingin segera mengembalikan citra dan tidak menjadikan masyarakat bertanya-tanya, Hamdani menyarankan untuk ketua umum mengambil langkah dengan menggelar rapat dengan seluruh pengurus. Jika ini dibiarkan maka bukan tidak mungkin sebelum pemilu digelar PAN sudah lebih dulu keok. 
‘’Kalau di tubuh PAN ada masalah jelas banyak menjadi sorotan. Bisa saja warga berpandangan negatif. Kalau terbukti tentunya akan menimbulkan gejolak,’’ demikian Hamdani.(ray)