Thursday, 24 October 2013

Profil Anggota DPRD Mukomuko



Kerja Keras dan Cerdas
KARMADI, SH lahir di Desa Pondok Lunang 8 Oktober 1980. Merupakan salah satu anggota dewan termuda di DPRD Mukomuko. Ia lolos sebagai anggota dewan berkat dukungan dari keluarga dan masyarakat Kecamatan Air Dikit sekitarnya, meski pada pemilu 2009 namanya belum begitu dikenal banyak orang. Sekarang Karmadi tercatat sebagai anggota Komisi III dan adalah ketua Fraksi PAN DPRD Mukomuko. Selain itu juga ia pernah di banggar dan banleg.
Karmadi dikenal sebagak sosok muda yang memiliki banyak ide pada forum rapat dewan. Ia juga seoarang pekerja keras yang tidak pernah menganggap remeh setiap tugas yang diembannya. Berbagai aspirasi masyarakat sudah dipastikan banyak yang sukses diperjuangkan oleh sosok dewan yang satu ini.
Karmadi awalnya sekolah di SD 15 Pondok Lunang Kecamatan Air Dikit atau di desa kelahirannya, kemudian melanjutkan di SMPN 1 Mukomuko. Kemudian menerukan pendidikan di SMK Jakarta dan berhasil mendapat gelar S1 setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Unihaz Bengkulu dengan gelar Serjana Hukum (SH).
Ia juga dikenal aktif dalam desa dan kepemudaan, buktinya sekarang masih menjabat sebagai ketua Karang Taruna Pondok Lunang, juga pernah menjadi ketua BPD. Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai sekretaris PNPM Mandiri Kecamatan Kota Mukomuko sebagai anggota KNPI dan sebagainya. Karmadi juga bukan sosok yang langsung senang, ia lahir dari keluaga sederhana dengan 8 orang bersaudara. Sebelum sebagai anggota dewan, Karmadi pernah kerja serabutan dan juru ketik di salah satu usaha di Mukomuko.
‘’Saya pernah bekerja sebagai juru ketik, tukang poto kopi dan sebagainya, itu adalah perjalanan hidup sebagai masyarakat. yang jelas hidup butuh kerja keras dan ikhlas,’’ ungkap Karmadi.
Suami dari Angga Yolanda Putri, Amd.Kes ini terjun ke dunia politik sejak 2006 lalu, diawali sebagai ketua DPC PAN Air Dikit. Selanjutnya sebagai pengurus DPD. Maju sebagai caleg pada pemilu 2009 dan langsung terpilih. Sekarang Politisi PAN ini kembali tercatat sebagai caleg PAN Dapil II Nomor urut 2.(jar)


Mukti Ali, S.Pt
Pemberani dan Merakyat
SOSOK dewan awak kali ini adalah putra asal Kecamatan  Selagan Raya, yaitu Mukti Ali, S.Pd. Suami dai Rila Angra, S.Kep ini dikenal sebagai sosok anggota dewan yang tampil sederhana. Namun ia adalah seorang politisi yang pemberani dalam forum dewan maupun mengajukan protes terhadap kebijakan yang dinilainya tidak memihak kepada masyarakat.
Mukti Ali yang sudah dikaruniai seorang anak ini, lahir di Desa Sungai Jerinjing 7 Juni 1978. Ia sosok yang sangat mencintai daera asalnya, hal ini dibuktikan, walau sudah sukses ia tetap berdomisili di desa kelahirannya. Sebagai anggota dewan pada daarnya ia sudah berjuang cukup keras untuk mendapat jatah pembangunan di daerahnya, sebagian berhasil dan juga banyak yang belum berhasil, lantaran terbatasnya anggaran daerah.
Anak kedua dari 4 bersaudara yang kerap disapa Buyung oleh rekan-rekannya ini sekolah SD hingga SMP di Selagan Raya. Kemudian melanjutkan di STM Bengkulu dan menyelesaikan S1 di Fakultas Pertanian Unib. Ia juga pernah bekerja di perusahaan swasta sebelum turun ke dunia politik.
‘’Kita ini dari anak petani, ya harus kembali ke desa dimana kita dilahirkan, bagaimanapun bentuknya hidup dikampung lebih baik,’’ ungkap Mukti Ali.
Terjun ke dunia politik pada 2006, ia termasuk politisi yang setia, sejak awal sampai sekarang masih tetap di Partai Bulan Bintang (PBB). Sebelumnya ia menjabat sebagai sekretaris DPC Mukomuko dan sejak 2010 sampai sekarang menjabat sebagai ketua DPC. Sekarang Mukti Ali juga tercatat sebagai caleg nomor urut 1 PBB Dapil II Mukomuko. Di DPRD Mukomuko sendiri, ia menjabat sebagai sekretaris Komisi II, anggota Badan Anggaran (Banggar) dan anggota Fraksi Kerakyatan. Muti Ali memili motohidup ‘’Sampaikan yang benar itu benar dan yang salah itu salah,’’.(jar)

Dikenal Santun dan Berwibawa
TURUN ke Dunia Politik sejak masa orde baru, tepatnya pada tahun 1085. Bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membidangi devisi publikasi dan sosialisasi di Sumatera Barat (Sumbar). Seiring dengan bergulirnya reformasi, ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Itulah sepintas sosok dari Ketua Fraksi PAN DPRD Mukomuko, H. Syamsuri Rustam, ST.
Ia pertama kali menjabat sebagai wakil ketua DPC PAN Mukomuko selatan. Kemudian sebagai ketua DPC PAN MUkomuko Selatan. Pada pemilu 1999, suami dari Hj. Elviani ini maju sebagai caleg untuk DPRD Bengkulu Utara (BU). Ia gagal memenangi pemilu yang masih menggunakan sistim nomor urut tersebut. Selanjutnya ia mendapat kepercayaan sebagai pengurus untuk DPC PAN Mukomuko dengan berbagai devisi pernah dipegangnya, diantaranya sebagai wakil bendahara, wakil ketua dan sebagainya.
Pada Pemilu 2004, Syamsuri kembali maju sebagai caleg untuk DPRD Periode pertama Kabupaten Mukomuko. Ia langsung terpilih mewakili masyarakat Ipuh dan Dapil III pada umumnya. 2009 kembali mencalon dan sukses mempertahankan kursinya hingga sekarang. Sebagai wakil rakyat 2 periode berturut-turut, dipastikan, ayah dari 5 orang anak ini sudah melakukan berbagai hal untuk Mukomuko. tidak banyak kebijakan pembangunan daerah yang lepas dari pengawasan ataupun persetujuan darinya. Ia pernah di Komisi III pada periode 2004-2009, sebagai sekretaris dan juga menjabat ketua Fraksi PAN dari awal hingga sekarang. Selain itu Syamsuri di Banggar, Banleg, sebagai ketua Pansus dan juga sekarang anggota Komisi II. Atas permintaan partai, pada pemilu 2014 ini Syamsuri kembali maju untuk caleg PAN dari Dapil III nomor urut 1.
Tak dipungkiri nama besar laki-laki yang lahir pada 22 Juli 1962 ini, pada awalnya tak lepas dari sosok sang ayah yang bernama H Rustam, selain sebagai tokoh Ipuh, juga adalah tokoh ternama Muhamadiah di Mukomuko. Syamsuri juga termasuk sosok yang mencintai kampungnya, lahir di Ipuh sampai sekarang masih berdomisili di Ipuh, yaitu di Desa Medan Jaya. Tamat SD di Ipuh, kemudian SMP dan SMK di Sumatera Barat hingga S1 di Fakultas Tekhnik Industri Universitas Bung hatta jurusan elektro.
Perjalanan hidup, tentu Syamsuri sudah melewatinya seiring dengan kiprah dan juga usia. Sebelum sebagai anggota dewan, Syamsuri dikenal sebagai wiraswasta sukses salah satunya sebagai kontraktor. Ia juga sama dengan kebanyakan warga lainnya, yaitu bertani. Pengalaman beroganisasinya cukup mempuni, pada masa masih kuliah ia termasuk mahasiswa yang aktif dalam berbagai organisasi kampus. Juga pernah menjabat ketua Pemuda Pancasila (PP) Mukomuko Selatan dan di desa pernah menjabat BPD dan LKMD.
‘’Kebanggan hidup itu apabila kita sukses melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain,’’ ungkap sosok yang berkulit sawo matang dan tubuh tinggi dan kekar ini.(jar)

H Tarmizi
Kritis dan Berani
PUNYA peran besar dalam membangun desa, itulah sosok H Tarmizi anggota Komisi II DPRD MUkomuko asal Dapil III dari partai Keadilan Sejahtera (PKS). Meski baru satu periode duduk sebagai wakil rakyat, namun pria kelahiran 1954 ini sudah melalang buana dalam dunia politik. Ia terjun pertama kali ke politik pada tahun 1980-an. Saat itu ia bergabung dengan Partai Persatuan pembangunan (PPP). Selanjutnya bergabung dengan Golkar beberapa tahun dan juga sempat aktif di PAN sebelum bergabung dengan PKS. Meski sudah memasuki berbagai parpil, bapak dari 4 orang anak dan sudah memiliki 9 orang cucu ini maju  sebagai caleg hanya satu kali lewat PKS pada pemilu 2009. Ia langsung terpilih sebagai anggota dewan setelah mendapat dukungan penuh dari masyarakat Retak Mudik dan dapil III pada umumnya.
‘’Saya sudah mulai bergabung dengan parti sejak tahun 80-an, saat itu saya masuk PPP. Namun kalau nyaleh hanya sekali melalui PKS dan duduk langsung sebagai dewan atas dukungan dari masyarakat,’’ ungkap Tarmizi.
Di Dewan sendiri suami dari Hj. Rosdiana ini sudah pernah merasakan bagaimana duduk di Komisi I sebelum bergabung dengan Komisi II sekarang. Selain itu juga pernah di banggar, banmus dan sekarang aktif sebagai anggota banleg. Soal perannya sebagai anggota dewan tidak perlu diragukan lagi, ia dikenal sebagai pilitis yang kritis dan tidak pernah pandang bulu. Jika sesuatu dinilainya tidak memihak kepada rakyat dan ada kepentingan lain di balik itu, maka secara spontan akan ditolak dan tak segan-segan digugatnya secara terbuka.
Tarmizi lahir di Retak Mudik, setelah menamatkan SD di desa ini ia melanjutkan pendidikan di PGA Mukomuko dan juga pernah di madrasah Paya Kumbuh Sumatera Barat (Sumbar). Selanjutnya ia kembali ke Retak Mudik dan menghabiskan masa mudanya dengan mengabdi terhadap desa dan juga aktif sebagai seorang petani. 1975 is menjabat sebagai sekdes, 1976 hingga 1986 menjadi ketua Karang Taruna selanjutnya pada 1990 menjadi kades beberapa periode hingga memutuskan nyaleg. Banyak lagi jabatan lain pernah di jabatnya di Desa Retak Mudik. Tarmizi Nikah pada 1976 dan naik haji pada 1990 bersama sang istri.(jar)


Suntoko, S.Pd
//Dikenal Serius & Kritis
SOSOK dewan awak kali ini, Suntoko, S.Pd terpilih sebagai wakil rakyat pada Pemilu 2009 melalui Partai PNBK untuk Daerah pemilihan (Dapil) II Mukomuko. Suami dari Sugaitmi ini sekaligus ia menjabat selaku pimpinan tertinggi parpol ini di Kabupaten Mukomuko hingga sekarang. Namun untuk Pemilu 2014 lantaran PNBK tidak masuk sebagai peserta pemilu, ia akhirnya mencalon dari Partai Hanura Dapil II Nomor Urut 1.
Didewan sendiri ia awalnya sebagai Wakil Ketua Komisi I, kemudian pindah ke Komisi II hingga sekarang. Selain itu ia juga pernah sebagai anggota Banmud dan Sekretaris Badan Legislasi (Banleg). Perannya selaku wakil  rakyat tentu tidak perlu diragukan lagi, sebab Suntoko termasuk sosok yang dikenal kritis dan senantiasa menyumbangkan pemikirannya dalam berbagai topik yang dibahas dewan.
Selain itu juga Suntoko dikenal sebagai dewan yang kerap memberi masukan dan solusi dalam berbagai pembahasan dewan. Satu hal lagi ia dikenal sebagai dewan yang tidak mau ‘’neko-neko’’. Bila dirasakanya tidak sesuai atau memihak dengan masyarakat, maka secara langsung akan dimentahkannya.
Sebelum menjabat sebagai anggota dewan, pria kelahiran Jati-Jawa Tengah 18 April 1973 ini aktif di desanya. Berbagai jabatan pernah disandangnya, seperti selaku Ketua Karang Taruna Suka Maju pada 1995 hingga 1997,  anggota LKMD pada 1997 hingga 1999 dan menjadi kades selama satu periode, dari tahun 2000 hingga 2006. Selain itu ia sama dengan kebanyakan masyarakat lainnya, bertani dan wiraswasta.
‘’Kita berusaha melakukan yang terbaik, mencari kepercayaan lebih mudah ketimbang mempertahankan kepercayaan,’’ ungkap Suntoko.
Istrinya Sugiatmi, berstatus guru PNS sekarang mengajar di SDN Suka Maju. Sedangkan dua orang anaknya masing-masing, Tommy Nur Hayadi (19) baru saja menamatkan SMA dan anak keduanya Ivan Nur Abi Manyu (14) masih sekolah di SMP. Sekarang Suntoko berdomisili di Desa Maju Makmur yang merupakan desa pemekaran dari Suka Maju. Meski lahir di Jawa Tengah Suntoko sejak kecil sudah berada di Mukomuko, SD hingga SMP di Penarik, kemudian SMAN Ipuh dan berhasil menamatkan S1 di Fakultas Pendidikan Unihaz Bengkulu.(jar)


Sardiman, SIP 
Santai dan Berani Ambil Risiko 
SOSOK Dewan kali ini dikenal dengan gayanya santai dan berwibawa. Selain itu juga rendah hati dan selalu terbuka dalam berbagai hal. Ia adalah Sardiman, SIP atau yang akrap disapa Eman motor atau Eman Musik. Meski terlihat tidak begitu ambisional, namun Eman adalah pria yang selalu bersikap berani dan nekad terhadap keinginannya. Sebagai contoh saat mencalon sebagai anggota dewan, banyak orang tidak yakin ia mampu, berangkat dari keraguan banyak pihak, akhirnya dibuktikannya. Semua ini tak lepas dari slogan yang ia pegang, ‘’Harus Bisa!’’. ‘’Jangan pernah mengatakan tidak bisa sebelum mencoba dan jangan meragukan kemampuan orang lain, beri setiap orang kesempatan untuk berbuat, baru diberi penilaian,’’ Singkat Suami Titin Sumarni jebolan D3 UT ini. Sekarang Sardiman adalah anggota Komisi II DPRD Mukomuko, menjabat ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Mukomuko hampir satu periode. Selain itu, Sardiman juga sebagai anggota badan anggaran (banggar), Badan Legislasi (Banleg) dan selaku anggota fraksi Demokrat. Sardiman terpilih sebagai anggota dewan pada pemilu 2009 dan ia politisi yang sukses mengantar partai RI 1 ini sebagai pemenang pemilu di Mukomuko. Eman memperoleh suara terbanyak dalam parpolnya bahkan termasuk salah satu dari dewan pengumpul dukungan terbanyak pada pemilu 2009 di DPRD Mukomuko. Perannya sebagai anggota dewan sudah tak diragukan, ini terbukti banyaknya proyek pembangunan di Kecamatan Penarik sejak 5 tahun lalu. Bapak dari Hendri Prayoga mahasiswa Unila Lampung ini, merupakan politisi yang setia dengan parpolnya. Ia mulai berpolitik pada 2008 dan parpolnya adalah Demokrat, diawali sebagai ketua PAC Penarik. Kemudian langsung nyaleg dan atas dukungan keluarga, masyarakat dan rekan-rekannya akhirnya ia langsung terpilih. Meski pada awalnya berbagai cemoohan dan cibiran datang kepada dirinya. Ia semakin dipercaya oleh Demokrat, sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua II DPC Partai Demokrat Mukomuko. Untuk pemilu 2014 mendatang, Sardiman kembali maju dan tercatat sebagai caleg nomor urut 1 Dapil II. ‘’Saya berangkat dari keraguan banyak orang, namun saya tidak mau diam, maka saya punya tekat harus bisa. Alhamdulillah berkat dukungan keluarga, rekan-rekan dan warga, saya terpilih sebagai dewan. Saya merasa masih ada yang belum saya lakukan, maka maju kembali untuk pemilu 2014 sebagai caleg Demokrat nomor 1,’’ tegas Sardiman. Soal pengalaman hidup, orang tua Endramedi Atdiansyah siswa SMAN Lampung ini juga sudah penuh. Ia mengaku butuh waktu lama untuk menceritakan, bagaimana ia pernah hidup, apa saya yang ia lakukan untuk mencari makan. Diantaranyanya pernah menjadi pengamen atau pemain musik keliling hingga ia bisa melahirkan organ tunggal ternama di Mukomuko (Eman Musik red). Selanjutnya sebagai petani, pedagang sperpak motor yang dikenal dengan bengkel Eman Motor di KJS. Bakat politikk Eman sudah ada sejak masih SMA, ia pernah menjabat ketua Osis, ketua karang taruna dan adalah salah seorang ketua tm pemenangan presiden SBY di Mukomuko yang dikenal dengan LSM Scoci Indo Ratu. Sardiman lahir di Lampung Tengah 10 Juni 1967, ia adalah anak ke 5 dari 7 bersaudara. SD dan SMP di kampung kelahirannya dan tamat SMEA Teknelogi Pertanian Metro Lampung. Gelar S1 didapatnya dari STSIP Bekas setelah sebelumnya pernah kuliah di UT namun tidak tamat. Bersama istrinya tercinta Titin, Eman sudah dikaruniai 4 orang anak. Anak ke 3 nya sekarang sekolah di MTs Lubuk Mukti Penarik dan anak terakhirnya Ersa Marsel Prayuda di SDN Penarik. Sekarang Eman berdomisi di Desa Mekar Mulya Penarik. ‘’Berangkat dari rasa keprihatinan dan melihat kondisi masyarakat, saya bertekat membawa perubahan,’’ tutup Eman.(jar)


 Rusman Aswardi, SP 
Energik dan Bersahabat 
BERSAMA Istrinya tercinta Aria Nurjanah, sosok dewan satu ini sudah dikaruniai 5 orang anak. Lahir di Lubuk Sanai 25 Agustus 1968 dan sekarang juga berdomisi di desa kelahirannya tersebut. Ia adalah Rusman Awasrdi, SP, anggota Komisi III dan kabarnya tengah proses kepindahannya ke Komisi I DPRD Mukomuko. Rusman juga sebagai anggota banggar dan pernah di Banleg serta adalah anggota Fraksi Kerakyatan. Rusman terpilih sebagai anggota dewan pada pemilu 2009 dari Partai Demokrasi Pembangunan (DPD). Sebelumnya juga Rusman pernah bergabung dengan partai PITA, namun parpol ini gagal sebagai peserta pemilu 2014. Rusman bukan sosok yang terlalu emosional dalam mengambil keputusan. Kebanyakan orang menganggap politik itu kejam dan siapa saja bisa menjadi lawan. Namun bagi Rusman tidak selalu demikian, tenggang rasa dan saling meghormati tetap yang paling penting. Sebagai bentuk penghargaannya terhadap orang lain, Rusman memastikan akan melepas kursinya pada pemilu 2014 mendatang. Ia tidak lagi terdaftar sebagai caleg, tetapi memilih memberi kesempatan bagi yang lain untuk merasakan terjun ke dunia politik tersebut. Sekarang Rusman lebih fokus sebagai anggota dewan yang tidak dipusingkan dengan kesiapan pemilu 2014. ‘’Ambisi itu harus ada, namun tetap kita utamakan etika dalam berbagai hal. Apapun alasannya kawan tetapkan kawan, jangan terpisah oleh hal yang sifatnya sementara,’’ kata Rusman. Ruman menamatkan SD Lubu Sanai, kemudian SMP Mukomuko selanjutnya sekolah di SMAN 1 Kota Bengkulu. Ia sempat menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian Unib, namun tidak sampai akhir. Ia baru menyelesaikan S1 nya setahun lalu di Unihas Bengkulu dengan gelar Serjana Pertanian (SP). Soal pengamalam beroganisasi juga Rusman cukup disegani, saat kuliah di Unib ia aktif sebagai pencinta alam yang tergabung dalam organisasi Kampala, juga sebagai ketua Karang Taruna XIV Koto dan adalah wakil ketua Karang Taruna Kabupaten Mukomuko. Selain itu, di tengah desa Rusman juga cukup aktif. Ia pernah menjabat sebagai anggota LPM Lubuk Sanai. Juga banyak organisasi lain yang ia ikuti, seperti dalam organisasi burung bakicau yang ada saat ini. Bahkan bersama kawan-kawannya, Rusman sukses menggelar berbagai ajang yang berhubungan dengan burung ini. Untuk pekerjaan Rusman juga sudah banyak melakoni berbagai aktivitas kerja untuk memenuhi nafkah keluarganya sebelum menjadi anggota dewan. Seperti selaku pedagang, petani dan juga wiraswasta lainnya. Semuanya ia jalani dengan sungguh-sungguh dan terbilang sukses dilakoninya. Dalam mencapai keinginannya, Rusman termasuk sosok yang terbilang bersemangat. Ia tidak akan berhenti melakukan sesuatu apa bila ia menginginkan sesuatu dari pekerjaannya itu. Ia bukan pria yang suka menunggu dan berharap tanpa melakukan usaha secara maksimal. Namun demikian ia tetap sebagai bapak yang hati-hati dan sangat mencintai keluarganya. ‘’Sesuatu Mungkin akan mendatangi mereka yang mau menunggu, Namun hanya didapatkan oleh mereka yang bersemangat mengejarnya,’’ tutup Rusman yang menjelaskan motto hidupnya.(jar)


 Ir. NURLINA ZAMDIAL, M.Si.
Intelektual, Sederhana, Rendah Hati Dan Peduli Rakyat
ANGGOTA DPRD
Kabupaten Mukomuko 2009-2014 ini besar di dunia pendidikan. Karirnya dimulai dari bawah. Dari staf biasa sampai menduduki Jabatan Setara Eselon II yaitu sebagai Pembantu Direktur II Akademi Manajemen Informatika (AMIK) Remox Bengkulu (1990-1992),  yaitu cikal bakal Universitas Dehasen Bengkulu sekarang, Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (PD II) Fakultas Pertanian Unihaz Bengkulu (1992-1995), dan terakhir sebelum terjun kedunia politik adalah Kepada Biro Adminsitrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UNIHAZ Bengkulu. Pada Pemilu Legislatif 2009, Ir. Nurlina Zamdial, M.Si. maju sebagai Caleg dari Partai Kedaulatan dan Alhamdulillah terpilih sebagai satu-satu anggota DPRD Kabupaten Mukomuko dari golongan perempuan.
Lahir di Solo Jawa Tengah dari keluarga pendidik, karena Bapaknya Sulaiman Kadir, BA (Alm.) adalah seorang guru dan juga pernah menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Utara selama 2 periode (1979-1989). Dan selama menjabat kepala dinas pendidikan, orangtuanya banyak membangun gedung sekolah dasar di Mukomuko. Dan suami  Ibu Nurlina yaitu Ir. Zamdial Ta’alidin, M.Si. juga seorang pendidik yaitu dosen Fakultas Pertanian UNIB. Hebatnya lagi, suami Ibu Nurlina ini pernah memegang jabatan Eselon II di Kabupaten Mukomuko yaitu sebagai Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (2005-2008) dan sebagai isteri dia mendorong suaminya berkeja keras untuk rakyat sehingga secara gemilang suaminya berhasil membangun sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Mukomuko. Suaminya juga pernah menjabat kepala Bappeda (2009-2010) serta Kepala Badan Ketahanan Pangan (2011). Walaupun anak seorang pejabat dan bersuamikan juga seorang pejabat, tapi dia tidak pernah menonjolkan diri, tetap sederhana dan rendah hati. Pembawaannya sehari-hari memang ramah, murah senyum dan selalu ringan tangan membantu orang-orang yang membutuhkan sesuai kemampuan yang ada pada dirinya.
Masyarakat memberikan nilai positif kepada Ibu Nurlina Zamdial, karena dia dikenal bukan sebagai orang yang “AJI MUMPUNG”. Dia sama sekali tidak pernah memanfaatkan jabatan suaminya untuk kepentingan pribadi dan keluarga.
Lulusan Pascasarjana Universitas 17 Agustus (UNTAG) Surabaya ini berkata,”Begitu terpilih menjadi Anggota DPRD, saya langsung memperhatikan masyarakat yang dulu sudah memilih saya, karena saya mengerti bahwa tanpa dukungan rakyat maka tidak mungkin saya duduk sebagai anggota DPRD. Saya tidak mau menjadi orang yang seperti “Kacang lupa dengan kulitnya”. Dan motto hidup saya sebagai Anggota DPRD Kab. Mukomuko adalah : HIDUP AKAN LEBIH BERARTI APABILA KITA DAPAT BERGUNA UNTUK ORANG LAIN”.
Memang Ir. Nurlina Zamdial, M.Si. yang akrab dengan panggilan “BUNDA” ini sudah sangat banyak berbuat bagi masyarakat. Beliau lah satu-satunya anggota DPRD Kabupaten Mukomuko yang pernah melakukan PENGOBATAN GRATIS di Desa Ranah Karya, Desa Ujung Padang, Desa Rawa Bangun (SP 10) dan terakhir di Pantai Indah Mukomuko. Dia juga mendirikan, membina dan mendanai Kelompok Koperasi skala kecil diberbagai desa. Dia memberi bantuan fasilitas kepada banyak kelompok tani dan POKDAKAN berupa bibit tanaman, bibit ikan dan pompa air serta memberi pelatihan praktis keahlian wiraswasta berupa pengetahuan memasak kue kepada berbagai kelompok ibu-ibu di Dapil 1. Golongan kaum  muda pun tidak luput dari perhatiannya, dengan mendukung kegiatan berbagai karang taruna seperti olah raga, ulang tahun karang taruna dan festival band di Mukomuko.
Sesuai fakta nyata, dari 25 anggota DPRD Kabupaten Mukomuko, maka sosok Ibu Nurlina Zamdial inilah yang paling banyak berbuat untuk masyarakat. Dia memang tidak pernah berkoar-koar atau “omong doang”, tapi hidupnya memang diabdikan untuk rakyat kecil. Kita lihat saja bentuk kepeduliannya yang lebih hebat dan spektakuler lagi akhir-akhir ini, yaitu menyediakan MOBIL AMBULANCE GRATIS untuk masyarakat yang membutuhkan, khusunya di DAPIL 1. Dia kesampingkan kepentingan anak-anaknya demi memperhatikan kepentingan rakyat.
Bahkan dengan mata yang berkaca-kaca, dia menuturkan,”Jika Allah menghendaki saya terpilih kembali untuk menjadi Anggota DPRD Kabupten Mukomuko periode 2014-2019, ada terselip dalam hati saya untuk menambah mobil ambulance 1 buah lagi agar bisa melayani seluruh rakyat di Kabupaten Mukomuko. Ya…, ini tergantung semuanya kepada dukungan rakyat yang memilih dan takdir dari Allah Azza Wa Jalla”.
Dalam perjalanan karirnya di Mukomuko Bunda Nurlina juga selalu di zhalimi dan ingin dijegal oleh banyak orang, bahkan oleh teman sendiri. Bahkan pernah THR (Tunjangan Hari Raya) nya tahun 2013 ini diambil orang (walaupun akhirnya dibayar juga). Suaminya dilengser dan dikembalikan ke UNIB karena banyak pihak yang merasa tidak nyaman dengan prestasi kerja beliau. Kalangan petani mengakui keberhasilan suaminya membangun pertanian di Mukomuko, tapi malah dianggap menjadi saingan oleh banyak orang, sehingga harus dilengserkan. Banyak masyarakat yang menyayangkan dilengsernya suami beliau. Namun Bunda Nurlina  tetap tegar dan bersyukur serta terus bekerja untuk kepentingan rakyat. Mudah-mudahan Allah Swt. memberikan hikmah yang lebih besar atas semua perbuatan zhalim terhadap dirinya dan suaminya.
Memang Bunda Nurlina Zamdial, diminta kembali oleh berbagai kelompok masyarakat terutama di desa-desa agar maju pada Pemilu Legislatif 2014-2019. Hal ini merupakan dukungan positif dari masyarakat karena mereka memang sudah melihat dan merasakan langsung bahwa Ibu Nurlina Zamdial memang perduli dan tetap menjaga amanah sebagai anggota DPRD yang dipilih oleh rakyat. Dan dia menerima aspirasi rakyat tersebut untuk bertarung kembali pada Pemilu 2014 yang akan datang.
 “Saya hanya punya 2 anak, yaitu Ramadhan Fajar Arieza yang sudah menamatkan Sarjana Pendidikannya di FKIP Unib dan Husna Candra Nurani Oktavia yang Semester Akhir di Fakultas Ekonimi UNPAR Bandung. Saya tidak punya beban lagi. Saya dan suami merasa hidup ini sudah cukup seadanya saja. Keinginan saya hanya ingin  berbuat sebanyak mungkin untuk rakyat, ingin membantu rakyat, ingin membangun masyarakat,” kata Ir. Nurlina Zamdial, M.Si.
Bunda Nurlina yang punya jiwa nasionalisme tinggi ini, yang tidak pernah membeda-bedakan orang menyambut baik aspirasi rakyat yang memintanya mencalon kembali sebagai anggota DPRD Kapubaten Mukomuko 2014-2019. Maka, dengan segala kerendahan hati dia memohon doa restu, dukungan dan kembali memilih dia pada tanggal 9 April 2014 mendatang agar bisa meneruskan lagi perjuangannya untuk mendengar, melihat dan memberi serta peduli (3 MP) untuk rakyat.(rls)


 H. Suharto
Bekerja Ikhlas dan Berpikir Cerdas
TIDAK pernah neko-neko dan selalu berpikir cerdas serta bekerja ihklas untuk melakukan yang terbaik bagi rakyat dan mendapat ridho dari Yang Maha Kuasa. Inilah kunci sukses sosok dewan yang satu ini, ia adalah H. Suharto anggota Komisi II DPRD Mukomuko. Ia juga sekarang aktif sebagai anggota Badan Legislasi (Banleg) dan anggota Badan kehormatan (BK) DPRD. Selain itu Suami dari Hj Herwati ini tercatat sebagai anggota farksi kerakyatan dan anggota Badan Musyarah (Banmus) DPRD.
Ia lahir di Desa Semudan 1 Juli 1967, Kecamatan Ipuh yang sebelumnya dikenal dengan Kecamatan Mukomuko selatan. Sebagai putra daerah yang mencintai daerahnya, bersama keluarga besarnya, Suharto tetap berdomisili di desa kelahirannya ini. pertama sekolah di MIN Semudan kemudian SPMN Ipuh dan melanjutkan di SMEA Arga Makmur. Ia juga pernah mengenyam pendidikan perguruan tinggi di Unihas naming tidak sampai tamat.
Bersama istrinya tercinta, Suharto sudah dikaruniai dua orang anak, Ia berangkat ke Mekah memenuhi panggilah agama untuk melaksanakan haji sebagai orang yang mampu pada 2009 atau dua bulan setelah ia dinyatakan terpilih sebagai anggota dewan. Di rumahnya suasana keagamaan sangat terasa, semua jeluarganya selalu dianjurkan untuk patuh melaksanakan perintah agama.
‘’Hidup ini tujuannya untuk mencari ridho dari yang maha kuasa dan bagaimana kita dapat berbuat baik antar sesame. Saya bersama keluarga bersukur diberi nikmat oleh yang maha kuasa sebagai anggota dewan,’’ ungkapnya.
Suharto pada dasarnya punyan kehidupan yang cukup sederhana, ia bekerja sama dengan warga lainnya yaitu bertani dan wiraswasta. Selain itu dalam desa ia juga cukup disegani sebagai sosok yang banyak memberi berbagai masukan. Ia pernah aktif di KNPI dan Kosgoro pada masa Orde Baru. Meski ia lolos sebagai anggota dewan dari Partai Barnas saat pemilu 2009, namun pada dasarnya Suharto awalnya adalah kades PDI Perjuangan. Ia langsung duduk sebagai wakil rakyat dalam satu kali mencalon. Untuk pemilu 2014, Suharto memastikan diri pension, ia tidak lagi maju sebagai caleg dengan alasan pribadi.(jar)

Wednesday, 23 October 2013

Batu Ejung POLITIK

 
Harga 1 Kursi Rp 200 Jt - Rp 500 Jt
POLiTIK RM – Berkaca dari pengalaman Pemilu 2009 lalu, seorang caleg yang ‘’ngebet’’ untuk duduk di kursi dewan bisa menghabiskan dana sampai melebihi Rp 100 juta, pada Pemilu 2014 diprediksi terjadi kenaikan signifikan. Perkiraan harga 1 kursi dewan di DPRD Mukomuko di atas Rp 200 juta, bahkan seorang caleg bisa habiskan dana mencapai Rp 500 juta lebih untuk menadanai kampanyenya.
Ini disampaikan oleh salah seorang politisi senior Kabupaten Mukomuko asal PKS H Tarmizi. Diperkirakan Tarmizi, caleg yang hanya memiliki dana kampanye di bawah Rp 200 juta tidak akan bisa bergerak banyak. Apalagi caleg yang tidak menyiapkan anggaran untuk politik dengan hanya mengandalkan untung semata.
''Kalau saya habis dana kurang dari Rp 50 juta. Namun ada yang habiskan dana sekitar 200 juta, kalau sekarang jelas naik drastis. Kalau tidak ada dana sekitar Rp 200 juta sulit bergerak,’’ kata Tarmizi.
Alokasi yang paling besar adalah untuk operasional dalam rangka sosialisasi, baik oleh caleg ataupun tim suksesnya. Kalau full bergerak kebutuhan anggarannya sekitar Rp 150 juta. Belum lagi dana untuk pengadaan atribut seperti kaos, spanduk, baliho, biaya iklan dan sebagainya. Itu dipastikan di atas Rp 75 juta.
Ia mengakui saat ini sudah ada caleg yang merogoh kocek mencapai seratus juta lebih. Semuanya tak lepas dari sikap masyarakat saat ini dan juga faktor kebutuhan.
''Ingat, berapapun dana yang dihabiskan belum menjamin kita duduk, bisa saja yang punya anggaran kecil yang duduk. Namun usaha dengan kemampuan harus dilakukan,'' tutupnya.
Ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon N mengakui politik itu butuh dana yang cukup besar. Namun demikian uang bukan yang menentukan, sebab bisa jadi uang diambil oleh masyarakat sedangkan pilihan tetap kepada orang yang mereka yakini bisa mewakilinya terutama kerabat dekat. Masyarakat Mukomuko sudah pintar dan mereka tidak ada menggunakan pilihannya sekedar mengharapkan pemberiaan sesaat.
‘’Mau tidak mau politik butuh anggaran besar, namun bukan berarti yang tidak punya dana tidak dipilih. Ia mencalon pada 2009 tidak memiliki dana apa-apa, namun berkat kepercayaan dari masyarakat, akhirnya ia terpilih,’’ demikian Adrizon.(jar)


Persaingan Caleg Dinilai Rumit
POLITIK RM - Persaingan antar politisi menuju kursi panas DPRD dinilai sedikit rumit dibanding dengan pemilu sebelumnya. Semuanya terjadi lantaran aturan yang diberlakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini. Dimana caleg dilarang masang baliho yang disertai poto dan juga larangan-larangan alat peraga lainnya.
Disampaikan Caleg salah seorang caleg DPRD Provinsi Bengkulu asal Partai Golkar, Muslim Caniago, SH. Menurut larangan penggunaan beberapa jenis alat peraga oleh KPU ada positifnya dan negatifnya. Sisi baik dari aturan tersebut, caleg dituntut langsung menemui calon pemilih, hingga masyarakat betul-betul mengetahui sosok caleg tersebut. Sebab dulu caleg hanya dikenali lewat gambar ataupun selogannya. Sedangkan segi buruknya, para caleg menjadi rumit dalam berkampanye, mereka betul-betul habiskan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat.
''Kita ambil baiknya saja, caleg bagusnya memang dikenal langsung masyarakat, bukan sekedar tampil di baliho atau layar saja. Dengan demikian hasil pemilu akan lebih jelas dan terbuka,'' kata Muslim.
Implementasi dari aturan ini harus jelas, petugas yang ditunjuk meski mampu menjalankannya dan semua peserta pemilu juga harus mematuhinya. Ia sendiri selama ini lebij fokus turun kemasyarakat menyampaikan posisinya sebagai caleg dan memberitahukan apa yang membuat dirinya memilih terjun ke dunia politik ini.
''Saya sekarang terus berupaya, dari masyakat ke masyarakat. Srtidaknya dengan ini ada kepuasan diri saat menerima hasil akhirnya nanti,'' tutupnya.(Jar)

PAN Rekrut 2 Ribu Saksi TPS
POLITIK RM – Sejak beberapa waktu lalu Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai AManat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko mulai melakukan perekrutan saksi untuk 386 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pemilu 2014 di Kabupaten Mukomuko. Masing-masing TPS ditugaskan sebanyak 5 orang saksi. Hingga PAN membutuhkan kurang lebih 2000 orang saksi  yang bertugas pada hari pencoblosan mendatang.
Disampaikan oleh salah seorang politisi PAN Kabupaten Mukomuko, H Syamsuri Rustam, ST proses perekrutan sedang berlangsung, hingga saat ini mereka telah berhasil merekrut kurang lebih 900 orang saksi. Para saksi ini pada saat pencoblosan memiliki tugas masing-masing, satu orang saksi khusus untuk di dalam TPS, dan 2 orang saksi di luar, untuk memantau proses pemilihan sejak warga hadiri di TPS tersebut.
‘’Untuk Dapil I sudah hampir selesai, tinggal beberapa TPS saja, juga Dapil II dan Dapil III sedang dalam proses perekrutan. 5 saksi per TPS ini memiliki tugas masing-masing pada hari pencoblosan mendatangm’’ kata Syamsuri.
Lanjutnya, para saksi yang mereka rekrut, jelang pemilihan akan menjalani pelatihan oleh para politisi dan pengurus PAN. Mereka tidak merekrut saksi asalan, melainkan harus orang-orang yang terpecaya dan siap bekerja dengan masksimal. Mereka bertanggungjawab penuh untuk menjaga suara PAN pada hari pemilihan mendatangm selain itu para saksi PAN punya peran penting untuk memastikan pemilu bisa berjalan dengan bersih.
‘’Tujuan kita selain untuk menjaga suara PAN itu sendiri juga untuk mengawal pemilu ini dengan baik, hingga tidak ada kecurangan yang terjadi, maka saksi yang kita tugaskan akan diberi pelatihan tentang kepemiluan dan juga mengenai pengetahun politik lainnya,’’ tutup Syamsuri.(jar)

Caleg Prov Gerindra Nyantai
POLITIK RM – Untuk pemilu tingkat Kabupaten Partai Gerindra cukup diperhitungkan oleh berbagai pihak. Bahkan banyak yang memperkirakan parpol ini akan keluar sebagai pemenang pemilu. Setiap adapil seluruh caleg aktif bergerak dan sukses memperkenalkan parpol berlambang kepada garuda ini kepada masyarakat. Namun untuk tingkat Provinsi bahkan pusat sejauh ini Gerindra dinilai lemah, sebab belum ada gerakan yang berarti.
Dihubungi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Mukomuko, Bassendri, SE yang juga adalah caleg DPRD Provinsi Bengkulu, mengakui jika ia belum banyak bergerak sejauh ini. Namun bukan berarti sama sekali tidak bergerak. Mereka satu paket dengan caleg kabupaten, maka gerakan caleg kabupaten termasuk juga untuk kemenangan Gerindra secara keseluruhan.
‘’Kalau untuk bergerak full kami dari Provinsi belum secara langsung, kita menunggu waktu yang tepat. Namun sejauh ini peran caleg kabupaten cukup besar dalam membesarkan parpol, ini juga bagian dari untuk kemenangan parpol,’’ kata Bas.
Lanjutnya, tahapan saat ini masih sekedar sosialisasi secara umum kepada para calon pemilih. Ia tetap menargetkan kemenangan bagi Gerindra pada pemilu mendatang. Untuk jaminan 1 kursi per dapil, Gerindra hampir bisa memastikannya, namun itu tidak cukup untuk membawa Gerindra sebagai pemenang pemilu. Maka disarankan agar semua caleg Gerindra tetap bersemangat untuk mencari dukungan sebanyak-banyaknya.
‘’Sosialisasi pada dasarnya untuk saat ini masih secara umum, semua caleg kita minta bergerak. Kita menargetkan Gerindra bisa memenangi pemilu tidak sekedar memperoleg kursi,’’ demikian Bas.(jar)

Ketua Parpol Ditegur Panwaslu
POLITIK RM – Banyaknya temuan dugaan pelanggaran yang ditengarai dilakukan oleh Calon anggota legislatif (Caleg) memaksa Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten mendatangi beberapa petinggi parpol. Mereka minta agar ketua parpol bisa mengingatkan para caleg maupun tim suksesnya tidak melanggar aturan pemilu yang sudah disepakati. Adapun parpol yang diduga calegnya melakukan pelanggaran terdiri dari, NasDem, PBB, Hanura, PKP Indonesia, Gerindra dan beberapa parpol lainnya. Diantara jenis pelanggaran adalah pemasangan spanduk serta baliho.
Diminta keterangannya Ketua panwaslu Mukomuko, Mukhtadir Munib, SE saat mendatangi kantor NasDem kemarin mengakui sudah mendata banyak pelanggaran yang dilakukan oleh para caleg ataupun timnya. Diantara jenis pelanggaran adalah, pemasangan spanduk, baliho dan bentuk lainnya.
‘’Kita menyampaikan beberapa dugaan pelanggaran yang ditemukan di lapangan, tidak semua parpol melakukannya. Kami tidak berhak mengeksekusinya maka disampaikan kepada pengurus partai untuk diambil tindakan,’’ kata Muchtadir.
Lanjut Muchtadir menyampaikan bahwa sejauh ini pada dasarnya perjalanan pemilu di Mukomuko masih sangat tertib jika dibanding dengan sejumlah  daerah lain. Salah satunya, di sepanjang jalan terlihat pemasangan baliho maupun alat peraga dalam berbagai bentuk oleh para caleg. Politisi di Mukomuko cukup cepat menanggapi setiap teguran yang disampaikan. Namun demikian mereka tetap harus mengingatkan, agar tidak ada caleg yang bermasalah kemudian hari.
‘’Kalau soal ketertiban Mukomuko sudah cukup baik, namun kami selaku petugas tentu harus menjalankan tugas setidaknya mengingatkan,’’ lanjutnya.
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Mukomuko, Busril mengaku siap menjalankan aturan pemilu yang sudah ada. Ia juga mengingatkan kepada para caleg NasDem dan tim pemenangan agar dalam melaksanakan misi memenangi pemilu tidak menimbulkan masalah, baik terhadap caleg ataupun parpol. Baginya apa yang disampaikan anggota Panwaslu tersebut cukup baik demi terciptanya pemilu yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
‘’Kami berterimakasih kepada panwaslu yang sudah datang dan memberi tahukan beberapa hal yang dilarang dan dibolehkan dalam pemilu ini. Yang jelas NasDem bertekat agan melaksanakan misi memenangi pemilu tanpa menimbulkan pelanggaran,’’ demikian Busuril.(jar)

Logistik Pemilu Dijamin Aman
POLITIK RM – Saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko tengah menunggu petunjuk penyaluran logistik Pemilu 2014. Belum diketahui pasti apakah logistik yang dikirim dari pusat dan Provinsi akan ditumpukkan ke sekretariat KPU ataupun akan langsung didistribusikan ke setiap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Disampaikan oleh salah seorang anggota KPU, Khairanzar, SE yang jadi persoalan itu untuk logistik berupa kotak suara maupun bilik suara. Sebab dibawa dari Jakarta atau provinsi dengan jarak sekian jauhnya, terlalu berisiko jika banyak di bongkar. Maka ada peluang akan langsung di singgahkan ke sekretariat PPK. Kecuali surat suara dan segel lainnya, itu harus di KPU lebih dulu, sebab perlu dipastikan jika jumlahnya sesuai dan tidak ada kesalahan. Yang jelas losgitik akan mendapat penjagaan ketat dari kepolisian ataupun pihak lainnya.
‘’Kita masih menunggu proses di pusat, mungkin ada beberapa pertimbangan nantinya untuk logistik di TPS. Entah semuanya dibawa ke KPU atau langsung ke PPK, sebab ini terkait dengan keamanan dan keselamatan logistik itu sendiri,’’ ungkap Khairanzar.
Lanjutnya, logistik merupakan faktor penting dalam penyelenggaraan pemilu, dan dari sekarang mereka perlu menyiapkan segala hal dengan baik. Sebab terjadi satu kesalahan saja akan berdampak sangat besar terhadap kesuksesan pemilu mendatang. Ia juga mengakui saat penyaluran logistik adalah masa kerja yang menegangkan bagi KPU.
‘’Kita berupaya tidak ada kendala sedikitpun, sebab logistik adalah hal yang menentukan,’’ demikian Khairanzar.(jar)