Friday, 1 November 2013

Ter-PANAS di Mukomuko


Masya Allah, Oknum Guru Agama Diduga Cabuli Bocah 
 METRO – Bn (47), warga Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko  harus mempertanggungjawabkan akibat perbuatannya dengan meringkuk di balik terali besi sel Mapolres Mukomuko. Bn yang kesehariannya berprofesi sebagai guru agama berstatus honorer kategori dua (K2) di salah satu sekolah, di Kecamatan Air Dikit diduga mencabuli seorang bocah berusia 7 tahun. Mirisnya, bocah tersebut, sebut saja bernama Mekar masih bagian dari keluarga besarnya.
Perbuatan dugaan asusila yang menyeret Bn ke penjara terjadi pada Sabtu (26/10) lalu, sekitar pukul 16.31 WIB. Bn sendiri ditangkap anggota Sat Reskrim Polres Mukomuko pada Selasa (29/10) sekitar pukul 23.41 WIB di rumahnya. Penangkapan Bn oleh polisi sempat jadi buah bibir masyarakat, terlebih Bn juga dikenal kerap mengisi ceramah agama. Kendati Bn sempat berupaya membantah perbuatannya, namun polisi sudah mengantongi saksi berikut bukti berupa hasil visum.
Dari data terhimpun, kronologis kejadian bermula saat korban bermain ke rumah pelaku sekitar pukul 15.01 WIB. Setiba di rumah pelaku yang jaraknya dekat dengan rumah korban, pelaku meminta korban memijat tubuhnya. Setelah itu, melihat tubuh korban kotor, pelaku pun memandikan korban. Singkat cerita, selain pada saat mandi pelaku diduga meraba (maaf, red) kemaluan korban, setelah mandi pelaku mendudukkan korban di atas perutnya lalu kembali pelaku memainkan jarinya pada kemaluan korban.
Korban sempat diminta membeli kopi di warung terdekat dengan diberi uang Rp 10.000 oleh pelaku. Harga kopi yang hanya Rp 7.000, uang kembaliannya, Rp 3.000 diberikan pelaku pada korban sebagai imbalan. Sebelum pulang ke rumahnya, pelaku mengingatkan korban untuk tidak menceritakan perbuatannya pada orang tua korban. Lantaran diperkirakan korban merasakan sakit pada bagian kemaluannya, korban yang masih lugu itupun menceritakan apa yang dilakukan pelaku.
Bak disambar petir di siang bolong, keluarga korban seketika itu  langsung mendatangi rumah pelaku. Keributan antara keluarga itupun tak terhindari lagi. Tak ingin memperpanjang masalah, dari pihak keluarga korban memilih untuk melapor kepada kepolisian.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Reskrim, Iptu. Douglas Mahendrajaya, SH, S.Ik yang menggelar kasus di mapolres kemarin mengungkapkan bahwa kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum tenaga pendidik masih dalam penyelidikan pihaknya.
‘’Kita mengamankan pelaku dugaan pencabulan anak di bawah umur. Sekarang ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Korban, keluarga termasuk saksi lain juga sudah kita minta keterangan,’’ ungkap kasat.(ray)

Infonya Objek Foto Syur Pejabat Eselon III
METRO – Kabar mengenai temuan foto syur mesra pasangan yang prianya sangat mirip dengan salah seorang pejabat di lingkungan Pemkab Mukomuko sontak membuat heboh. Para abdi negara yang menyandang jabatan mulai dari eselon IV, III hingga II saling mencaritahu, siapakah sosok yang disebut-sebut dalam foto. Bahkan, sejumlah pensiunan pejabat pun ikut dibuat penasaran.
Dari keseluruhan pejabat, yang paling dibuat kalang kabut adalah yang berkumis, baik tipis maupun tebal. Pasalnya, dari informasi awal yang dihimpun Radar Mukomuko (RM), ciri-ciri wajah pria yang mirip pejabat itu memiliki kumis dan bertubuh kurus.
Informasi teranyar yang didapat kemarin, ia saat ini menduduki jabatan Eselon III. Untuk pastinya masih didalami. Terkait apakah penugasannya di sekretariat ataukah dinas, badan, kantor, juga belum berhasil dikorek keterangan lebih jauh.
‘’Sementara ini masih kita cari tahu apa benar pria itu pejabat kita. Saya sendiri banyak menerima pertanyaan, tapi saya benar-benar belum tahu. Kalau memang nanti didapat bukti fotonya, dan pria itu adalah pejabat kita maka akan kita proses sesuai aturan yang berlaku,’’ ungkap Sekdakab, Syafkani, SP dikonfirmasi RM.
Eddy Rosdy, SH, M.Kes adalah satu dari beberapa pejabat yang sempat dibuat panik. Sebab, Eddy memiliki kumis dan juga bertubuh sedikit kurus, sesuai dengan ciri-ciri yang digambarkan. Eddy pun sempat menanyakan kebenarannya pada rekannya sesama pejabat, Gianto, SH. Namun Gianto juga tidak tahu siapakah pejabat dimaksud.
‘’Begitu saya membaca koran tadi (kemarin, red), saya langsung menghubungi pak Asisten III karena beliau jadi salah satu narasumbernya. Tapi ternyata dia tidak juga tahu. Saya juga sempat bertanya dengan pejabat-pejabat yang lain tapi satupun belum ada yang tahu,’’ kata Eddy.
Plt Kabag Hukum Setdakab, Jumaidi, SH dan Sekwan, Drs.H Bustari Maler, S.Sos, M.Hum adalah dua orang pejabat yang juga memiliki kumis. Namun dari ciri-ciri tubuh, keduanya tidak termasuk yang bertubuh kurus. 
‘’Seorang pejabat itu kan publik figur, yang seharusnya memberi contoh positif pada publik, dalam hal ini masyarakat luas. Tidak sepantasnya melakukan perbuatan menyimpang. Kalau memang terbukti benar yang di dalam foto adalah pejabat Mukomuko, harus diberikan sanksi yang pantas. Karena perbuatannya menjadi pukulan bagi pejabat-pejabat lain,’’ jelas Kepala Dinas Pendapatan dan Kekayaan Daerah (DPKD), Ir. Kasmidi Kasim, M.Si.(ray)

Akhirnya, Pemkab Aktifkan Nadir & Zuhur
METRO – Pemkab Mukomuko akhirnya kembali mengaktifkan M Nadir serta Ahmad Zuhur sebagai Kades Penarik, Kecamatan Penarik dan Kades Pondok Kandang, Kecamatan Pondok Suguh. Pengaktifan Nadir berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Mukomuko Nomor 660 Tahun 2013 tentang Pencabutan atas Keputusan Bupati Mukomuko Nomor 185 Tahun 2012 tentang Pengesahan Pemberhentian Kepala Desa Penarik dan Penunjukan Penjabat Sementara Kepala Desa Penarik, Kecamatan Penarik.
Landasan SK adalah Putusan PTTUN Medan Nomor: 129/B/2012/PT.TUN-MDN  untuk melaksanakan ketentuan Pasal 9 Ayat 1 Perda Kabupaten Mukomuko  Nomor 12 Tahun 2006 tentang Organisasi Pemerintah Daerah. Sedangkan Zuhur diaktifkan berdasarkan SK Bupati Mukomuko Nomor 659 tentang  Pencabutan atas Keputusan Bupati Mukomuko Nomor 388 Tahun 2011 tentang Pemberhentian Kepala Desa Pondok Kandang dan Penunjukan Penjabat Sementara Kepala Desa Pondok Kandang, Kecamatan Pondok Suguh. SK tersebut menindaklanjuti Putusan PTTUN Medan nomor 90/B/2012/PT.TUN-MDN.                                               
Kedua SK tersebut kemarin diserahkan Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM melalui Sekdakab, Syafkani, SP kepada Camat Penarik, Saroni, SH dan Camat Pondok Suguh, Khairul Anwar, SH di ruang sekda. Penyerahan disaksikan Asisten I, Edi Rosdy, SH, M.Kes, Asisten III, Gianto, SH, Plt Kabag Hukum, Jumaidi, SH dan Kabag Humas dan Protokoler, Yanzuri Nawawi, SE. Terhitung sejak SK dikeluarkan, Nadir dan Zuhur pun telah aktif kembali sebagai kades.
‘’Ya, dua orang kades kembali kita aktifkan. Ini sebagai bukti Pemkab  Mukomuko taat hukum dan melaksanakan putusan PTTUN,’’ ungkap Syafkani.   
Syafkani lantas menyampaikan pesan dan imbauan bupati, agar kades yang baru diaktifkan kembali untuk melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Selain itu, ucapan terima kasih kepada Pjs kades yang selama ini telah melaksanakan tugas.   
‘’Bupati sedang ada dinas luar dan hanya berpesan agar SK itu dilaksanakan. Kedua kades yang aktif kembali diharapkan bisa bekerja sebagaimana mestinya. Dan camat diminta untuk memberikan pembinaan dan saling berkoordinasi,’’ imbuh Syafkani.
Camat Penarik, Saroni, SH memastikan akan menyerahkan SK tersebut kepada kades bersangkutan Senin (4/11) mendatang. Ia pun akan menggelar acara secara resmi dengan mengundang seluruh perangkat desa, dan tokoh masyarakat.
‘’Kalau tidak ada halangan, hari Senin nanti kita pastikan SK ini kita serahkan secara resmi. Kita undang seluruh kades dan perangkat desa. Dan kita harapkan ini menjadi langkah terbaik untuk semua pihak,’’ pungkas Saroni diamini Khairul Anwar, Camat Pondok Suguh.(ray

Mukomuko Memanas

 Lagi mikir target

BK Warning Dewan Incumbent
Manfaatkan Fasilitas Negara untuk Kampanye
POLITIK RM – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Mukomuko mengingatkan kepada anggota dewan incumbent yang kembali maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) 2014. Peringatan tersebut seputar larangan menyalahgunakan jabatan berikut penggunaan fasilitas negara seperti mobil dinas dan sebagainya untuk kepentingan kampanye.
Disampaikan oleh salah seorang anggota BK, H Suharto, jika sampai  ketahuan ada dewan yang melalaikan tugasnya sebagai wakil rakyat untuk kepentingan politik maka bakal langsung diproses menurut aturan yang berlaku. Sebab saat ini sekian banyak tugas yang harus diselesaikan oleh dewan sesuai dengan fungsinya. Yang paling ditekankan menyangkut kehadiran dalam rapat dewan dan juga saat menjalankan tugas lain, seperti Dinas Luar (DL) dan sebagainya.
‘’Kami atas nama BK mengingatkan saja kepada kawan-kawan di DPRD untuk tidak melalaikan tugasnya sebagai anggota dewan, sebab banyak pekerjaan numpuk yang harus diselesaikan, diantaranya pembahasan Perda, APBD 2014 dan lain-lain,’’ kata Suharto.
Peringatan disampaikan lantaran belakangan ini mereka kerap mendapat pertanyaan dari berbagai pihak mengenai keberadaan dewan yang kembali maju sebagai caleg. Jangan sampai karena persoalan ini, ada dewan yang dicap sebagai wakil rakyat yang tidak menjalankan fungsinya serta mengutamakan aktivitas politik mereka. BK juga siap menerima laporan dari warga mengenai dewan yang dinilai melanggar tertib yang berlaku.
‘’Kita tidak ingin ada kawan-kawan yang mendapat kendala lantaran aktivitas mereka sudah tidak sesuai aturan berlaku. Sebab dewan tidak kebal dengan aturan pemilu yang diberlaku oleh KPU ataupun panwaslu,’’ tutupnya.(jar)

Penyambutan Sekjen DPP NasDem Dimatangkan
POLITIK RM – Kemarin segenap pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Mukomuko menggelar rapat persiapan akhir pelantikan pengurus mulai dari tingkat kabupaten hingga ranting se Kabupaten yang rencananya langsung dihadiri oleh Sekjen DPP NasDem, Patrice Rio Capella. Rapat yang bertempat di kantor sekretariat DPD NasDem ini langsung dipimpin oleh Busril selaku Ketua Umum DPD.
Dijelaskan Busril, pada dasarnya untuk persiapan sudah tidak ada masalah, hanya perlu penyesuaian seluruh rangkaian acara yang akan diselenggarakan. Selain itu acara diputuskan dimajukan dari jadwal sebelumnya menjadi 16 November 2013. Rapat kali ini hanya sebatas kepanitiaan dan juga pengurus parpol yang dilibatkan nantinya.
‘’Ini rapat terakhir yang menetapkan apa saja rangkaian acara yang bakal kita langsungkan. Sebetulnya untuk persiapan sudah tidak banyak kendala lagi, hanya saja menyesuaikan antar devisi kepanitiaan,’’ ungkap Busril.
Lanjutnya jumlah pengurus yang akan dilantik sebanyak 3121 orang yang terdiri dari 2626 pengurus ranting, 326 orang pengurus kecamatan dan 89 orang pengurus DPD. Sekaligus dalam rapat ini juga ditekankan kepada para caleg dalam melaksanakan misi politiknya untuk tidak melanggar aturan yang berlaku dan harus kompak. Sebab caleg NasDem dari pusat hingga ke kabupaten dikenal kompak dan punya semangat juang yang tinggi.
‘’Dengan dibentuknya kepengurusan yang solid secara keseluruhan, maka gerakan NasDem akan lebih merata dan jelas arahnya. Target memenangi pemilu dengan cara yang deal adalah target kita,’’ demikian Busril.(jar)

Caleg Bandel, Panwaslu dan KPU  Siap Beraksi
POLITIK RM – Peringatan keras dari Pengawas Pemulu (Panwaslu) Kabupaten Mukomuko kepada pengurus partai politik (Parpol) yang tidak menggubris peringatan yang diberikan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan caleg. Jika dalam waktu dekat baliho dan peraga kampanye yang melanggar tidak ditertibkan oleh caleg maupun parpol, maka Panwaslu dan KPU bakal turun langsung melakukan eksekusi terhadap atribut tersebut.
Disampaikan oleh anggota Panwaslu Mukomuko bidang pengawasan dan pelanggaran, Padlul Azmi, SH peringatan sudah disampaikan kepada KPU untuk memperingati parpol bersangkutan. Namun hingga kemarin ia mengaku masih ada pelanggaran yang dilakukan oleh para caleg maupun parpol. Maka pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan KPU dan kemungkinan bakal langsung turun melakukan proses penertiban.
‘’Kami mengimbau kepada pengurus parpol dan caleg menindak lanjuti apa yang kita sampaikan, kalau tidak juga dilakukan, maka pihaknya bakal mengambil tindakan tegas, bersama dengan KPU,’’ ungkap Padlul.
Lanjutnya, tujuan disampaikan peringatan ini agar proses pemilu bisa berjalan dengan baik, jangan sampai parpol ataupun caleg terganjal lantaran mereka tidak mentaati aturan pemilu yang berlaku. Pihaknya selaku pengawas yang dipercaya, hanya menjalankan tugas sesuai amanat yang diberikan. Ia berjanji tidak akan pandang bulu dalam mengawasi setiap pelanggaran oleh peserta pemilu.
‘’Kami menjalankan tugas yang diberikan, kepada peserta pemilu kami harapkan bisa memahami. Kami dalam bertindak tidak akan pandung bulu,’’ demikian Padlul.(jar)


Caleg Mulai Saling ‘’Serang’’
POLITIK RM – Persaingan antar calon anggota legislatif (Caleg) dinilai kerap tak menggunakan etika dan sudah mulai saling serang dalam menjalankan misi politik masing-masing. Bahkan kabarnya peraga kampanye yang dipasang caleg diduga kerap dirusak oleh oknum tertentu yang kemungkinan tim sukses atau pendukung caleg lainnya.
Salah seorang politisi Daerah pemilihan (Dapil) III, Busra Caleg Nomor urut 1 Gerindra mengaku pernah menjadi korban kejahilan pihak tertentu. Alat peraga kampanye yang ia pasang di lokasi terbuka di rusak dan tindakan melaporkan alat dirinya kepada petugas pemilu dengan tuduhan melanggar aturan kampanye. Busra mengaku menyayangkan tindakan yang sedemikian,  sebab caleg statusnya sama, yang berhak menindak adalah petugas.
‘’Saya sudah pernah menjadi korban atas tindakan yang kurang bertanggung jawab tersebut, diantaranya perusakan dan juga laporan palsu lainnya. Saya sejauh ini masih tetap bersabar dan berusaha memberi pengertian kepada tim atau pendukung saya,’’ ungkap Busra.
Ketua Komisi II, Husni Tamrin yang sudah malang melintang dalam dunia politik di Mukomuko mengakui jika sekarang aksi politiksi kerap tak lagi saling menghargai. Sebagai contoh pemasangan bendera sepanjang halaman rumah tanpa izin bahkan di depan rumah kader parpol lain. Tindakan ini menciptakan suasana politik yang tidak sehat lagi dan berdampak buruk dengan tujuan pemilu itu sendiri.
‘’Sebaiknya antar caleg maupun pendukung harus saling menghargai dan tetap menjunjung tinggi etika politik. Sebab dengan demikian persaingan yang terjadi tidak membuat masyarakat merasa terganggu,’’ tegas Husni.
Ketua DPC PKB Adrizon N meminta kepada semua caleg PKB untuk bisa menjalankan misi politiknya tanpa melanggar aturan pemilu.  Selain itu juga sesame caleg PKB harus saling mendukung dan dengan caleg parpol lain tetap menjaga etika politik.
‘’Politik saling menghargai itu penting, persaingan bukan berarti harus melanggar aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Apalagi antar caleg masih saling kenal dan bahkan punya hubungan baik jauh sebelumnya.(jar)



212 DPT Mukomuko Bermasalah
//KPU Kerahkan PPK dan PPL
POLITIK RM – Sebanyak 212 mata pilih di Kabupaten Mukomuko masih bermasalah. Data ini berdasarkan rekapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) perbaikan terhadap DPT Komisi Pemilihan Umum (KPU) di pusat. Menindaklanjuti data tersebut, kemarin KPU mengumpulkan segenap ketua-ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk melakukan kroscek kembali terhadap pemilih di masing-masing daerah. Dibanding dengan daerah lain, DPT bermasalah di Mukomuko cukup rendah.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar, SE di depan para pimpinan PPK ini menerangkan, jumlah temuan DPT bermasalah ini memang cukup kecil, namun tidak bisa disepelekan dan harus segera di clearkan sebelum masa perbaikan kedua ini. ia minta bersama-sama seluruh PPK dan PPS melakukan kroscek ulang. Kesalahannya adalah data pemilih ganda yang terdagtar di dua lokais berbeda juga ada dugaan pemilih meninggal dan sebagainya.
‘’Kita cek bersama-sama, perbandingan data itu penting dilakukan, kalau pemilih meninggal tinggal dicoret, permasalahannya banyak pemilih ganda. Kita harus bisa menyelesaikannya dengan rinci sebelum DPT ditetapkan dipusat,’’ kata Khairanzar.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menerangkan mereka melakukan krocek kembali sesuai dengan perintah dari KPU pusat, ini menanggapi temuan dari banwaslu terhadap data KPU. Di Mukomuko dari rekakapan DPT bermasalah ini terdapat sebanyak 212 pemili dan sekarang akan mereka pelajari dan diupayakan selesai sesuai waktu yang diberikan. Ia juga menekankan agar PPK dan PPS bisa memastikan semua data sesuai.
‘’Kita akan usahakan semua jelas secepatnya, saya rasa tidak berat sebab jumlah temuan yang ada di Mukomuko tidak banyak dibanding dengan total pemilih sebenarnya,’’ jelasnya.
Ketua Panwaslu Mukomuko yang ikut hadir dalam pertemuan dengan PPK di sekretariat KPU Mukomuko mengatakan, pada dasarnya permasalahan yang ada masih sangat menim dibanding daerah lain. Ia juga menekan, pada dasarnya apa yang ada ini sebagai bukti jika pengawas pemilu dan KPU bekerja cukup baik dan saling mengingatkan. Mereka akan mendukung setiap proses dari KPU dan memberi teguran jika ada hal-hal yang janggal.
‘’Kita semuanya bekerja sesuai topoksinya, kami memberi dukungan kepada KPU dan jika memang Panwas yang kurang menguasai kami siap diperingati, yang intinya bersama-sama kita sukseskan pemilu ini,’’ tutup Muchtadir.(jar)

Sosialisasi di Sekolah, KPU Dihujani Pertanyaan
POLITIK RM – Seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya, pada Sabtu (26/10) kemarin lusa, tim sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko mulai turun sosialisasi pemilu ke sekolah-sekolah.  SMAN 1 Mukomuko menjadi tujuan pertama tim pelaksana pemilu ini. sebagai nara sumber utama sosialisasi ini, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd anggota KPU Mukomuko membidangi divisi sosialisasi. Juga ikut hadir anggota KPU lainnya dan Panwaslu Mukomuko. Dari sekolah diikuti oleh kepala sekolah dan dewan guru serta puluhan siswa SMAN 1 yang terdaftar sebagai pemilih. Saat diberi kesempatan tanya jawab, berbagai pertanyaan dilontarkan para pemilih pemula ini kepada pelaksana pemilu.
‘’Sambutannya bagus dan kami bisa leluasa menjalankan misi mensosialisasikan pemilu ini. Rasanya mudah kita menjelaskan, sebab para siswa ini begitu cepat memahami dan juga mereka aktif bertanya setiap detail yang kita jelaskan,’’ kata Siregar.
Abdul Hamid lebih lanjut menyampaikan bahwa adapun materi yang banyak mereka sosialisasikan adalah mengenai hak bagi warga negara untuk memilih dan juga menafaat dan tujuan menggunakan hak pilih, termasuk cara melakukannya. Soal siapa yang mereka pilih itu tergantung keinginannya dengan alasan pribadi, sebab KPU turun sekedar mensosialisasikan pemilu bukan menyuruh memilih seseorang. Setelah ini ada banyak lagi sekolah yang akan mereka datangi dalam misi serupa.
‘’Kita menekankan agar pemilih pemula ini mengerti dengan pemilihan yang pertama kali mereka lalui. Kami tidak mengkampanyekan salah satu parpol ataupun caleg, melainkan untuk menekan angka golput pada pemilu mendatang,’’ tegasnya diamini anggota KPU lainnya, Sofia Diana, SE.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Muchtadir Munib, SE yang juga hadir pada kegiatan ini menjelaskan, KPU cukup cekatan dalam menjalankan tugasnya mensosialisasikan pemilu saat ini. Ia juga sempat menjelaskan kepada para siswa ini mengenai beberapa aturan main. Munib ikut memuji para pemilih pemula di SMAN 1 Mukomuko yang dinilaikanya cukup cepat merespon setiap apa yang dijelaskan.
‘’Kita memantau setiap kegiatan dari KPU dan peserta pemilu, sosialisasi di sekolah ini termasuk bagian penting oleh KPU. Kami melihat semuanya berjalan sebagaimana yang semestinya,’’ tutup Muchtadir.(jar)