Sunday, 10 November 2013

Mukomuko Memanas



 Ikutilah Jalan Santai Spektakuler
METRO – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-4 Surat Kabar Harian (SKH) Radar Mukomuko (RM) diadakan acara Jalan Santai Spektakuler. Dinamakan spektakuler lantaran doorprize yang disuguhkan serba empat. Mulai dari doorprize utama 4 unit sepeda motor, 4 unit mesin cuci, 4 unit tv, 4 unit notebook, 4 unit hp dan doorprize hiburan lain.
Selain dalam rangka HUT RM, acara juga diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) serta HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Ditambah lagi keikutsertaan penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengusung slogan mewujudkan Pemilu Damai 2014. 
Sejauh ini sejumlah pihak sudah memastikan ambil bagian sebagai sponsor. Sebut saja Agung Automall Bengkulu, Mitsubishi, Indomie, Edi Nevian Centre (Enter), BUMD Kabupaten Mukomuko dan masih banyak lagi sponsor.  
Ketua Panitia Jalan Santai, Amris Tanjung mewakili General Manager (GM), Ahmad Kartubi menargetkan jumlah peserta mencapai 5 ribu hingga 6 ribu-an orang. Selain dari PGRI, pelajar, pegawai di lingkungan Pemkab dan kecamatan, anggota kepolisian, pengurus dan simpatisan parpol serta masyarakat umum.
‘’Kita sampai saat ini masih mempersiapkan segala sesuatunya. Untuk doorprize sudah kita sepakati serba empat. Doorprize utamanya empat unit motor. Selain dalam rangka HUT RM ke-4, acara juga berkenaan dengan peringatan HGN, HUT PGRI serta sosialisasi pemilu damai oleh KPU. Cara mendapatkan doorprize cukup mudah. Peserta tinggal membeli formulir lalu diisi dan dimasukkan ke dalam kotak yang pada hari H disediakan oleh panitia,’’ papar Amris.
Ir. Edi Nevian yang berpartisipasi sebagai salah satu sponsor acara menyambut positif diadakannya acara jalan santai. Terlebih penyelenggarannya Harian RM, yang notabene satu-satunya koran harian lokal milik masyarakat Kabupaten Mukomuko.
‘’RM sekarang saya nilai sudah semakin dewasa. Berita-beritanya semakin berbobot dan lebih banyak nilai membangun dan mendidiknya. Harapan saya masyarakat Kabupaten Mukomuko bisa ikut memeriahkan acara. Insya Allah saya akan hadir saat acara,’’ ungkap Edi yang menjabat Kadis Pertanian Provinsi Bengkulu.(red)

Agromuko & Masyarakat Merugi
V KOTO – Putusnya jembatan Bailly PT. Agromuko Sei Kiang pada hari Jumat (8/11) lalu sekitar pukul 20.05 WIB akibat diterjang air bah sungai Air Manjuto yang mencapai ketinggian 6.45 meter mengakibatkan hasil panen kelapa sawit tak bisa dikeluarkan. Tak pelak, kerugian pun harus diderita, baik dari pihak Agromuko maupun masyarakat umum. Untuk diketahui, jumlah panen per harinya dari perkebunan Agromuko sebanyak 100 ton/hari sementara hasil panen masyarakat sekitar 20 ton/hari.
Manager Agromuko Sei Kiang, Risal mengemukakan, buah sawit yang tertahan di dalam kebun sekitar 170 ton akibat putusnya jembatan.
‘’Sejak putusnya jembatan, aktivitas pengangkutan hasil panen berhenti total. Dan buah yang sudah dipanen saat ini sekitar 170 ton,’’ ujar Risal ketika dihubungi kemarin.
Kades Lalang Luas, Aman Zikri menyampaikan tak hanya perusahaan yang mengalami kerugian. Hasil panen masyarakat sekitar 20 ton/hari pun juga terancam membusuk. Disamping itu, dijelaskan Aman, jalan alternaitf selain jembatan tersebut ada 2 jalur, baik melalui jembatan bendungan dengan menyusuri pinggir irigasi sayap kanan maupun lewat Desa Lubuk Pinang yang juga menyusuri irigasi. Namun, persoalannya tentu harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari pihak PU Pengairan.
‘’Hasil Kebun warga juga terancam membusuk. Untuk itu, diharapkan pihak balai mengizinkan warga melintasi jalan di dekat saluran irigasi untuk mengeluarkan hasil panennya,’’ ungkap Aman.
Aman melanjutkan, jembatan tersebut dibangun sekitar tahun 1995 lalu. Pembangunannya dilakukan oleh PT. Agromuko Sei Kiang yang bekerja sama dengan pemerintah. Terkait besarnya air bah yang datang seketika, diduga karena pembukaan lahan perkebunan dan juga maraknya dugaan illegal logging.
‘’Bencana ini terjadi karena daerah serapan yang seharusnya menahan laju air hujan sudah tidak ada karena pembukaan kebun tersebut. sedangkan mengenai pembangunan jembatan, berdasarkan informasi yang saya ketahui besi jembatan merupakan pinjam pakai dengan pemerintah,’’ tutur Aman.
Pengawas Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII, L. Budi Raharjo, SP, M.Si menyebutkan pada dasarnya jalan infeksi di saluran irigasi tidak diperbolehkan untuk kepentingan umumn. Namun jika itu menyangkut hajat hidup orang banyak, jalan tersebut bisa digunakan.
‘’Kalau warga tidak perlu izin. Namun bagi perusahaan yang ingin melaluinya untuk mengeluarkan hasil panen, tentu harus memperoleh izin dari pihak BWS,’’ terang Budi. 
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto melalui Kapolsek V Koto, Ipda. Ependi menekankan kepada pihak perusahaan mapun pemerintah untuk segera mengamankan aset jembatan yang tersisa, terutama besi baja jembatan. Karena dikhawatirkan adanya oknum tertentu yang memanfaatkan situasi dengan mengambil besi tersebut.
‘’Peristiwa bencana alam tersebut tidak ada memakan korban jiwa. Hanya saja kita berharap pihak perusahaan maupun pemerintah agar dapat segera mengamankan besi baja yang tersisa. Karena sejauh ini kita sudah beberapa kali menegur berbagai pihak yang ingin merusak besi jembatan,’’ imbau kapolsek. 
Di lain sisi, pada malam putusnya jembatan puluhan pedagang dari berbagai penjuru yang menjual dagangannya mulai dari untuk kebutuhan sehari-hari, pakaian serta kebutuhan lainnya terjebak di dalam.
Zaitun mengatakan siangnya sekitar pukul 13.00 WIB puluhan pedagang dari berbagai penjuru berdatangan masuk menuju ke dalam perumahan perusahaan untuk menjajakan dagangan. Mulai dari pedagang kebutuhan pokok, pakaian serta berbagai berabotan rumah tangga lainnya. dimana pada hari tersebut bertepatan dengan gajian karyawan.
‘’Memang biasanya ketika karyawan gajian, banyak pedagang yang masuk ke dalam perusahaan untuk menjajakan dagangannya. Sehingga berbagai pedagang tersebut pun terjebak di dalam perusahaan,’’ ujar Zaitun.
Disamping itu, Zaitun menyampaikan pada malam itu, ada sekitar empat  kendaraan pedagang yang keluar dengan melintasi jalan infeksi irigasi. Baik yang melalui jembatan bendungan Air Manjuto maupun yang menuju Desa Lubuk Pinang.
‘’Untungnya pedagang banyak terjebak di jembatan sungai bahan karena air bah yang menggenangi jalan. jika tidak mungkin sudah banyak pedagang yang terlanjur melewati jembatan,’’ ungkap Zaitun.
Zaitun menyebutkan, akibat terjebak tersebut berbagai pedagang sempat mengalami kelaparan.
‘’Kita cukup kasian terhadap sebagian pedagang yang kelaparan. Untuknya mereka menghubungi pihak keluarga yang kemudian mengantarkan makanan ke mereka,’’ tutur Zaitun.'


CSR Perusahaan di Mukomuko Terburuk
METRO - Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan di Kabupaten Mukomuko dinilai tidak berjalan. Dari puluhan perusahaan di Kabupaten Mukomuko yang bergerak di bidang perkebunan, pengolahan serta tambang hanya beberapa perusahaan saja yang telah menyumbangkan CSR khususnya untuk desa penyangganya. Suka tidak suka, faktanya CSR perusahaan-perusahaan di Kabupaten Mukomuko dinilai terburuk dibandingkan perusahaan di 9 kabupaten dan kota se Provinsi Bengkulu.
Salah satu faktornya lantaran Peraturan Daerah (Perda) tentang CSR belum ditetapkan. Jalan keluarnya, Pemkab Mukomuko serta DPRD Kabupaten Mukomuko didesak untuk segera melakukan pembahasan dan penetapan perda.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Inzani Muhammad mengatakan setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan CSR. Jika tidak, perusahaan itu wajib diberikan tindakan tegas. Pekab dan DPRD Kabupaten Mukomuko mesti mempercepat penetapan perda CSR. Karena sampai saat ini perusahaan di Kabupaten Mukomuko dinilai tidak peduli dengan masyarakat.
‘’CSR perusahaan di Mukomuko itu belum maksimal dan kami nilai hanya beberapa perusahaan saja yang sudah menyerahkan CSR untuk masyarakat di desa penyangga perusahaan itu. Padahal sudah menjadi kewajiban minimal 1 tahun sekali. Kita dukung penuh informasi tengah ada pembahasan perda CSR dan harus dipercepat lagi. Kasian kalau tidak ada sumbangsihnya untuk masyarakat, karena sedikit banyaknya aktivitas perusahaan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,’’ ungkap Inzani.
Menurut Inzani, jika seluruh perusahaan di Kabupaten Mukomuko menyerahkan CSR secara keseluruhan, maka masyarakat didinilai bakal sejahtera. Pasalnya, CSR yang diberikan seperti untuk pembangunan jalan, bantuan pembangunan mesjid dan sarana lainnya diyakini bisa meningkatkan aktivitas masyarakat dalam peningkatan ekonomi. Dengan demikian, perusahaan dan masyarakat termasuk Pemkab Mukomuko akan sama-sama diuntungkan.
‘’CSR itu bisa dalam bentuk apapun dan kita yakin akan membantu peningkatan aktivitas masyarakat. Jalan, jembatan dan kebutuhan infrastruktur lainnya bisa dibangun sesuai kebutuhan. Dengan itu, masyarakat bisa sejahtera dan aktivitas perusahaan akan berjalan lancar. Kita minta pihak-pihak terkait jangan tinggal diam, karena ini semua untuk kepentingan bersama,’’ demikian Inzani.(ray)

7 Parpol Belum Laporkan Jurkam
POLITIK RM – Hingga kemarin masih ada 7 partai politik (parpol) yang belum menyerahkan daftar juru kampanye (jurkam) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Padahal pemberitahuan sudah disampaikan sejak awal September lalu baik secara langsung maupun melalui media.
Adapaun parpol yang sudah menyerahkan daftar jurkamnya, DPD Partai Hanura, Partai Demokrat, PAN, Gerindra dan PPP. Sementara 7 parpol yang belum menggubris permintaan KPU ini adalah, Golkar, PKS, PBB, NasDem, PDI Perjuangan, PKB dan PKP Indonesia. Kepada masing-masing pengurus 7 parpol ini diminta segera mentaati aturan tersebut.
Salah seorang angora KPU Mukomuko bidang teknis pemilu, Sofia Diana, SE menegaskan semua parpol sudah diberitahukan sejak awal untuk menyerahkan daftar jurkamnya. Namun sayang kebanyakan parpol terkesan menganggap enteng dan kurang respon dengan permintaan KPU. Hingga hingga sekarang masih ada 7 parpol belum melakukannya. Ia minta bagi parpol-parpol tersebut untuk tidak menunda-nunda waktu lagi.
‘’Kita minta yang merasa belum melakukannya untuk segera menyerahkan nama-nama jurkamnya kepada KPU secepatnya. Kita sudah sampaikan sejak awal, sebab ini bagian dari persyaratan dari setiap parpol,’’ tegas Diana.
Juga Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag membenarkan jika sejauh ini sebagian besar parpol masih tidak serius memenuhi persyaratan yang diminta oleh KPU. Pihaknya akan tetap menunggu hingga beberapa hari ke depan, jika tetap tidak dilakukan, maka data yang sudah masih langsung disampaikan ke KPU provinsi dan juga panwaslu. Tujuannya lain tidak bukan untuk kemudahan bagi parpol sendiri, sebab panwaslu berhak melarang kegiatan kampanye jika tidak ada pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah jurkam.
‘’Setiap kegiatan kampanye penanggung jawabnya adalah jurkam parpol, kalau tidak ada jurkam maka sama halnya tidak ada penang