Saturday, 30 November 2013

Kabupaten Mukomuko



130 Mahasiswa AK Mukomuko Diwisuda
PENDIDIKAN RM – Sebanyak 130 orang mahasiswa/I Diploma I (D1) Akademi Komunitas (AK) Mukomuko angkatan pertama telah menyelesaikan proses perkuliahan. Dijadwalkan pada hari ini, bertempat di ruang pola kantor  Bappeda Kabupaten Mukomuko mereka akan diwisuda untuk mendapatkan gelar disertai ijazah. Adapun mahasiswa/I yang diwisuda terdiri dari program Studi Teknik Informatika sebanyak 87 orang, Tanaman Perkebunan 29 orang dan Budidaya Perikanan berjumlah 14 orang.
Selain akan dihadiri senat Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang berjumlah 15 orang, Direktur Polinela, Ir. Joko SS Hartono, M.T.A. Kemarin dilakukan persiapan akhir menyambut pelaksanaan wisuda sekaligus gladi.  
Sebelum akhirnya diputus menggunakan ruang pola Bappeda, seperti disampaikan Bodi Rahmat Sentosa, SH selaku Penjamin Mutu AK Mukomuko, pihaknya berencana menggunakan aula gedung DPRD kabupaten. Tapi setelah dikonfirmasi dengan pihak sekretariat, usulan tersebut tidak disetujui. 
‘’Itulah yang kita sayangkan dan pertanyakan. Kenapa tidak boleh menggunakan gedung itu. Gedung itu kan gedung dewan, miliknya rakyat bukan milik anggota dewan. Padahal tujuan kita menggunakan gedung itu untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi,’’ kritik Bodi.
Di sela mengikuti gladi, Kabag Administrasi Polinela, I Wayan Sudarse menyampaikan lulusan AK Mukomuko mesti siap bersaing dengan wisudawan lain. I Wayan juga berpesan agar lulusan AK tidak bergantung dengan perusahaan ataupun instansi pemerintah dalam mencari pekerjaan melainkan lebih membuka lapangan pekerjaan. 
‘’Siap tidak siap, harus tetap siap, untuk menerapkan ilmu yang diperolehnya, serta mampu bersaing dengan sarjana dari unversitas lain. Dalam memperebutkan lowongan kerja atau menciptakan lapangan kerja sendiri,’’ I Wayan.(cw2) 


Tak Tahan Godaan Disarankan Mundur!
METRO – Gayung bersambut, publik se Kabupaten Mukomuko ramai membicarakan wacana yang mencuat terkait ancaman bagi seorang pemimpin terperangkap dengan Trilogi Ta, Harta, Tahta dan Wanita yang kesemuanya berujung pada kehancuran. Sebagaimana fakta yang diselipkan, dimana tidak sedikit karir hingga kehidupan pribadi kepala daerah, wakil rakyat hingga pejabat yang berakhir tragis.
Publik di Mukomuko berharap para pemimpin mereka tidak ada yang sampai tergoda ‘’fitnah dunia’’ tersebut. Terlebih kabupaten yang letaknya paling ujung Provinsi Bengkulu ini masyarakatnya terkenal agamis serta menunjung tinggi adat istiadat peninggalan nenek moyang mereka. Jika kenyataannya ada oknum-oknum pemimpin yang tak tahan dengan godaan, masyarakat menyarankan agar pemimpin tersebut mundur demi kebaikan bersama.
Dicontohkan oleh Wiwit, salah seorang warga Pasar Mukomuko, kasus nikah siri yang dilakoni mantan Bupati Garut, Aceng Fikri. Nama baik daerah Garut, termasuk masyarakat di dalamnya menjadi tercemar di mata publik se nasional. Hampir saban detik media selalu memblowup pemberitaan tentang Aceng. Padahal itu merupakan ulah pribadi Aceng.
‘’Kita ambil contoh kasusnya Aceng Fikri, bukan hanya dia pribadi yang jelek, nama Kabupaten Garut dan masyarakatnya juga ikut menjadi tercemar. Tentunya kita di Mukomuko tidak ingin kasus seperti itu terjadi,’’ ungkap Wiwit.
Salah seorang warga Desa Lubuk Gedang, Kecamatan Lubuk Pinang, Amanar sepakat dengan usulan mundur bagi para pemimpin yang imannya lemah. Kendati pada dasarnya semua manusia memiliki nafsu. Namun Amanar yakin para pemimpin di daerah ini masih bisa mengendalikan diri mereka, terutama dengan yang namanya ‘’daun muda’’__sebutan untuk wanita muda.
‘’Demi kebaikan mereka (para pejabat red) dan demi menjaga nama baik daerah atau instansi yang mereka pegang, jika tidak mampu menahan godaan baik harta, tahta maupun wanita sebaiknya mundur saja,’’ saran Amanar. 
Berbeda lagi tanggapan Fauzan, warga Bandar Ratu. Virus 3 Ta menurutnya sudah mewabah sampai ke Kapuang Sakti Rantau Batuah. Meskipun belum pernah ada pembuktian, berdasarkan pemberitaan di media-media, terdapat oknum pejabat atau mantan pejabat yang diduga  selingkuh. Itu merupakan realita yang tidak bisa dipandang sebelah mata. 
‘’Sudah menjadi rahasia umum jika banyak kepala daerah, anggota dewan hingga pejabat yang suka daun muda. Mudah-mudahan saja, kita sama-sama saja berdoa supaya di daerah kita tidak ada yang seperti itu,’’ demikian Rahmad, warga Air Manjuto.(cw2)

Incar Jabatan ‘’Basah’’, Pejabat Gencar Lobi-Lobi
METRO – Seiring berhembusnya informasi gerbong mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Mukomuko akan terus berlanjut mengarah ke Eselon II, diperoleh informasi ada pejabat yang gencar melakukan lobi-lobi untuk menduduki jabatan di instansi yang ‘’basah’’. Sasaran lobi oknum pejabat tersebut tidak sebatas Baperjakat namun juga ‘’orang-orang dekat’’ pemangku kebijakan tertinggi di kabupaten ini.
Adapun diantara instansi yang tengah jadi incaran terdiri dari, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pendapatan dan Kekayaan Daerah (DPKD), Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (P3K), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Dimintai tanggapannya, Ir. Kasmidi Kasim, M.Si, Kepala DPKD mengatakan, landasannya dirinya dalam mengemban amanah pekerjaan adalah  profesionalisme dan kemampuan. Itu semata-mata dalam rangka pengabdian kepada daerah dan menjalankan sistim pemerintahan yang ada.
‘’Kalau kami tidak pernah memaksakan harus duduk (menjabat, red) dimana. Yang penting adalah berupaya mengerahkan kemampuan semaksimal mungkin dalam bekerja. Kalau sekiranya mampu, kita siap untuk ditempatkan dimana saja dengan cara yang profesional,’’ ungkap Kasmidi.
Salah seorang praktisi pemerintahan, Agus Yakum, M.Si mengatakan, 75 persen pejabat yang menduduki jabatan vital kerap melakukan lobi-lobi untuk mendapatkan jabatan. Tidak menutup kemungkinan juga terjadi di Kabupaten Mukomuko. Untuk mengantisipasi hal itu, ia menyarankan kepala daerah untuk melakukan pengkajian.
‘’Selama kami melakukan di sejumlah penelitian khususnya kinerja para pejabat itu banyak yang tidak sesuai tupoksi. Itu lantaran dalam menempatkan para pejabat terdapat unsur kolusi dan nepotisme. Banyak hal-hal yang dilakukan untuk mendapatkan jabatan vital. Ya, salah satunya dengan lobi-lobi yang disertai uang. Itu tidak boleh terjadi, karena akan berdampak pada pekerjaan. Bagaimana tidak, orang itu ditempatkan tidak sesuai dengan kemampuannya ya percuma saja. Bupati kita sarankan untuk mengkaji. Kalau sekiranya tidak mampu jangan dipaksakan,’’ tegas Agus.
Hal senada disampaikan praktisi pemerintahan dari Universitas Bengkulu (Unib), Yamani Komar, SH, MH. Ia tak menampik di lingkungan pemerintahan penempatan pejabat berlatarbelakang unsur kedekatan dan kekeluargaan dengan kepala daerah. Sedangkan kinerja dan kemampuannya tidak dipertimbangkan. Akibatnya roda pemerintahan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
‘’Memang benar kalau sekarang ini dalam hal apapun seperti di pemerintahan sendiri banyak sekali unsur-unsur nepotisme. Jadi, seorang pejabat ditempatkan karena kedekatan dan kekeluargaan. Artinya memanfaatkan aji mumpung. Padahal itu tidak boleh terjadi. Menempatkan pejabat harus dilihat kemampuannya dan loyalitas, bukan karena lobinya hebat. Kita sarankan itu tidak terjadi di Kabupaten Mukomuko, karena akan berdampak serius pada sistim pemerintahan,’’ terang Yamani.(ray)



Turnamen Sepak Bola Berujung Ricuh 
V KOTO – Perangkat Desa Pondok Tengah, Kecamatan V Koto melayangkan protes terhadap pelaksanaan turnamen sepak bola Tanjung Alai Cup I.  Bahan protes sebagaimana tertuang dalam surat resmi yang diketahui kades, ketua BPD dan ketua karang taruna setempat mulai dari dugaan penganiayaan terhadap pemain kesebelasan Desa Pondok Tengah yang ditengarai diprovokatori, kemudian dugaan perbuatan tidak menyenangkan oleh salah seorang warga Tanjung Alai lalu pemutusan sepihak dari panitia terhadap hasil pertandingan yang menggugurkan kedua kesebelasan.
Misran, mantan Ketua Karang Taruna Pondok Tengah menjelaskan, pihaknya merasa tidak senang dengan perkataan yang dianggap menghina.
‘’Arti kata-kata itu, kami ini orang yang tidak tahu apa-apa. Dia juga menyebutkan turnamen ini dia yang punya, semua anggota intel dan buser di lapangan dia yang menghadirkan. Sebenarnya sejak awal sudah diprediksi pertandingan akan keras, jadi kita ada memberitahukan kepada pemain jangan terpancing emosi. Meski sempat kiper kita  dikasari pemain lawan, pemain lawan itu hanya diberi kartu kuning,’’ kata Misran.
Ketua Karang Taruna Pondok Tengah, Idil Adha menambahkan, pada Selasa (26/11) lalu mereka bertanding sesuai jadwal. Lawan yang mereka hadapi adalah tuan rumah. Awalnya pertandingan berjalan dengan lancar. Namun memasuki 9 menit terakhir, dimana tim Pondok Tengah dalam posisi unggul 1-0 terjadilah keributan. Pemain dan suporter Pondok Tengah jadi bulan-bulanan tim lawan sehingga ada yang mengalami cidera.
‘’Kami sudah menang, waktu tinggal 9 menit lagi tiba-tiba keributan itu  terjadi. Nampaknya mereka sudah takut, karena kalah. Malah keputusannya kami digugurkan oleh panitia termasuk tim lawan kami,’’ terang Idil.
Berbeda lagi keterangan dari salah seorang tokoh masyarakat Tanjung Alai, Jafridin, ST, M.Pd. Keputusan menggugurkan kedua tim adalah benar, sudah sesuai dengan tata tertib pertandingan.
‘’Pada poin 9 sudah jelas, jika terjadi keributan, pemukulan terhadap wasit dan membuat keributan maka tim tersebut digugurkan dan didenda. Poin ini juga sudah disampaikan, tapi mereka tidak terima. Mengenai kehadiran saya di lokasi tidak lain untuk membantu melerai, menengahi. Saya punya hak untuk itu. Mengenai kabar adanya laporan dari Pondok Tengah ke polisi, sampai saat ini saya ataupun panitia belum mendapat panggilan,’’ kata Jafridin.
Joko, Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Tanjung Alai Cup I menambahkan bahwa yang memicu keributan disaat salah seorang pemain tim Pondok Tengah diduga memukul pemain tuan rumah. 
‘’Saksi dugaan pemukulan itu tiga orang wasit. Dan memang, mengacu dengan aturan kalau terjadi keributan kedua tim digugurkan. Aturan itu ditandatangani di atas materai. Beruntung panitia hanya menggugurkan, tidak menyertai denda. Kalau memang dari Pondok Tengah akan melaporkan masalah itu ke polisi, kita akan melaporkan balik,’’ tegas Joko.
Terpisah, Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik mengatakan pihaknya sudah mengetahui perihal tembusan laporan dari perangkat Desa Pondok Tengah terkait pelaksanaan turnamen sepak bola. Menanggapi tudingan keberadaan anggota polisi di lokasi karena dikerahkan oleh seseorang, kapolres menjelaskan bahwa sudah menjadi tugas polisi untuk hadir dalam setiap kegiatan masyarakat.
‘’Baik untuk memonitor maupun pengamanan. Baik diundang ataupun tidak, polisi akan hadir. Jadi tidak benar kalau ada anggapan kehadiran polisi karena ada yang mengerahkan. Seyogyanya dalam turnamen itu sportivitas dijunjung tinggi. Semua permainan ada aturan mainnya. Hendaknya masing-masing pihak mengintrospeksi diri. Kalau semua pihak sportif, permasalahan bisa diselesaikan oleh panitia. Masyarakat harus membiasakan diri taat terhadap norma-norma yang berlaku. Misalkan, di dalam mesjid ada normanya. Kemudian, bertamu juga ada normanya, bertetangga ada normanya, dalam bekerja ada normanya, dan begitu juga dalam pertandingan olahraga, ada norma yang harus ditaati,’’ pesan kapolres.(jar)

Friday, 29 November 2013

Rekso Wardoyo: Silaturrahmi Bersama Masyarakat Kab. Mukomuko di :...

Rekso Wardoyo: Silaturrahmi Bersama Masyarakat Kab. Mukomuko di :...: Kecamatan Air Manjuto   Bersama Masyarakat Kab Mukomuko di Kec Air Manjuto  Bersama Bupati, Wakil Bupati, FKPD, Tomas, Toga ...

Mukomuko Caleg


Rekso Makin Menguat di Mukomuko
POLITIK RM – Sosok Rekso Wardoyo, Caleg DPR RI asal Partai Amanat Nasional (PAN) Kabuaten Mukomuko makin menguat di Kabuaten Mukomuko. Seluruh masyarakat yang sudah didatanginya menyambut baik, pencalonannya sebagai anggota dewan. Sejak beberapa hari lalu, pengusaha sukses ini berkeliling dari desa ke desa, menyampaikan misi politiknya dihadapan masyarakat. Mudahnya Rekso diterima warga Mukomuko tak lepas dari keramahannya dengan masyarakat setiap bertatap muka. Selain itu dukungan dari kader PAN dan kedekatannya dengan Bupati Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM akan menjadi salah satu penunjang besarnya Rekso di Mukomuko.
Sekjen Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Mukomuko, Eranardi, SIP mengakui Rekso salah satu caleg PAN yang diprediksi bakal mendapat dukungan dari masyarakat Mukomuko. Dalam melaksanakan misi politiknya, Rekso lebih mengutamakan tatap muka secara langsung dengan pemuka-pemuka warga. Ia juga seorang pengusaha yang tampil sederhana dan tidak pandang bulu bergaul dengan masyarakat.
‘’Saya rasa pak Rekso salah satu caleg yang cukup berpeluang memenangi pemilu untuk DPR RI di Mukomuko. Sebab ia dikenal ramah dan mudah dekat dengan siapa saja, selain itu pak Rekso dikenal sebagai sosok yang dermawan,’’ kata Era.
Ditemui kemarin, Rekso mengaku berharap mendapat dukungan di Mukomuko, ia cukup senang menemui masyarakat ‘’Kapuang Sakti Ratau Batuah’’ ini karena terbuka dan aktif setiap bertemu. Bahkan Rekso memasukkan Kabupaten Mukomuko sebagai salah satu daerah basis utamanya. Dalam mencari dukungan, Rekso mengaku tidak mau muluk-muluk apalagi umbar janji. Ia lebih mengutamakan kedekatan dan tatap muka langsung dengan masyarakat. Terkait menguatnya beberapa nama Caleg DPR RI di Mukomuko, Rekso sama sekali tidak mempersoalkannya.
‘’Kita berharap dukungan dari masyarakat dengan tidak banyak berjanji yang muluk-muluk. Kami lebih mengutamakan kedekatan dan kebersamaan. Juga dukungan dari kawan-kawan dari PAN Mukomuko menjadi salah satu faktor penting bagi kita kedepannya,’’ papar Rekso.(jar)

Caleg Golkar Diminta Hargai Pemilih
POLITIK RM – Seluruh Caleg Golkar Kabupaten Mukomuko dituntut aktif berkampanye menuju pemilu 2014. Jangan menunggu dukungan dari pemilih, tetapi harus jemput bola, langsung mendatangi mereka. Sebab dukungan tidak akan datang begitu. Disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD II) Golkar Kabupaten Mukomuko, Ali Saftaini, SE.
Dijelaskan, Ali masyarakat akan merasa dihargai jika langsung didatangi. Maka caleg Golkar ditekankan turun secara langsung di tengah masyarakat. Cara ini jauh lebih baik, ketimbang tebar gambar dimana-mana dan menggunakan orang lain semata untuk mengampanyekan diri. Juga dari sekarang, semua caleg Golkar sudah harus begerak dengan menggunakan waktu semaksimal mungkin.
‘’Menggunakan tim boleh saja, namun jangan terlena, caleg secara langsung harus mendatangi pemilih. Cara itu lebih efektif dan masyrakat merasa dihargai. Apalagi pampang gambar semata, itu tidak akan banyak membantu,’’ ungkap Ali.
Terkait dengan isu pusat yang hadapi Golkar saat ini, Ketua Komisi I DPRD Mukomuko mengaku sama sekali tidak  akan mempengaruhi suara golkar di tingkat bawah. Sejauh ini mereka masih tetap percaya Aburizal Bakri sebagai calon presiden Golkar. Target Ali, Golkar bisa memenangi pemilu di Mukomuko 2014. Untuk itu semua caleg diberi kebebasan berusaha mencari dukungan sebanyak-banyaknya.
‘’Semua caleg diminta bergerak, jangan terpengaruh dengan isu di pusat, sebab tidak akan berpengaruh ke daerah. Target kita adalah memenangkan  Pemilu 2014,’’ tutup Ali.(jar)

Thursday, 28 November 2013

Mukomuko ATJ

Pemimpin Diingatkan Bahaya Harta, Tahta & Wanita
METRO – Terungkapnya skandal nikah siri Bupati Kotawaringin, Timur Supian Hadi dengan penyanyi dangdut, Vita KDI menambah panjang daftar pemimpin atau kepala daerah yang terjebak fitnah kehidupan dunia. Untuk diketahui, wanita termasuk ke dalam fitnah dunia selain dari harta dan tahta. Sebelum Supian, sejumlah karir kepala daerah dan wakil rakyat hancur usai terjebak godaan ‘’daun muda’’.
Sebut saja mantan Bupati Garut, Aceng Fikri, Dedi Supadi, Bupati Cirebon, Deni Ramdani Sagara, Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dan Walikota Palembang, Eddy Santana Putra yang dikabarkan memiliki istri simpanan bernama Eva Ajeng Permana.
Dalam Alquran dan hadits sendiri menyebutkan fitnah wanita yang paling dahsyat. Bahkan, Surat Ali Imran 14 menempatkan wanita sebagai urutan pertama yang banyak dicintai oleh manusia dan pada saat yang sama menjadi fitnah yang paling berbahaya untuk manusia. Rasulullah SAW bersabda, ”Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih besar bagi kaum lelaki melebihi fitnah wanita” (HR Bukhari dan Muslim). Jadi, fitnah wanita dapat menimpa siapa saja dari seluruh level tingkatan manusia baik dari kalangan pemimpin maupun rakyat biasa. Sejarah telah membuktikan kenyataan tersebut. Banyak para pemimpin dunia yang jatuh karena faktor fitnah wanita.
Salah seorang tokoh presidium pemekaran Kabupaten Mukomuko, HM Darwis Rajo Lelo terpanggil untuk mengingatkan para pemimpin di daerah ini akan bahaya Trilogi Ta, harta, tahta dan wanita. Mulai dari bupati, wabup, Ketua DPRD hingga kepala dinas/badan/kantor. Darwis meminta para pemimpin di Mukomuko tidak menganggap remeh ancaman trilogi ta, karena siapapun saat sedang berada di atas dan memiliki segala-galanya bisa terlena dan akhirnya terjebak. Sebagai salah satu saksi hidup perjuangan pemekaran Kabupaten Mukomuko, Darwis menegaskan dirinya tidak ingin melihat daerah ini hancur lantaran pemimpinnya diperbudak nafsu.
‘’Tidak perlu kita sebutkan, sudah banyak tokoh nasional dan kepala daerah yang karir hingga kehidupannya hancur akibat godaan harta, tahta dan wanita. Ini hendaknya bisa menjadi pelajaran para pemimpin kita di Kabupaten Mukomuko. Jangan memperpanjang daftar pemimpin yang hancur akibat harta, tahta dan wanita. Saya sebagai salah satu tokoh pemekaran sudah memperjuangkan daerah ini bersama teman-teman saat itu hingga mekar dan berdiri sendiri. Jadi saya menitipkan Kabupaten Mukomuko ini kepada generasi muda dan pemimpin yang sekarang agar lebih maju, berkembang dan masyarakatnya hidup sejahtera,’’ pesan Darwis.
Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mukomuko lebih menyoroti prilaku kepala daerah yang menikah siri. Meski secara agama diperbolehkan, namun dampak dari itu cenderung ke arah negatif. Terlebih yang melakoninya seorang publik figur atau pemangku kebijakan.
‘’Jika ditimbang-timbang antara sisi baik dan sisi buruknya maka sisi buruknya lebih banyak,’’ kata Munir.(cw2)

Tak Laporkan Dana Kampanye, Caleg Menang Batak Dilantik
POLITIK RM -  Peringatan keras bagi para caleg yang dari semua partai politik (Parpol) peserta pemilu 2014. Bila tidak melaporkan dana kampanyenya secara rinci ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka pelantikannya dapat dibatalkan bahkan suara yang diperoleh dianggap tidak  sah. Hal ini berdasarkan aturan KPU nomor 17 2013 yang baru saja disosialisasikan dengan ancaman tidak dilantik.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengatakan caleg terpilih pada Pemilu 2014 akan dibatalkan kemenangannya jika tak melaporkan sumber dana yang dipakainya untuk kampanye.  Sesuai aturan semua dana sumbangan yang akan digunakan oleh partai politik atau caleg harus diaudit oleh lembaga akuntan publik yang ditunjuk KPU. Caleg bisa secara lansung melaporkan ke KPU atau melalui partai politiknya.
‘’Kita sudah adakan bintek terkait aturan ini, maka semua parpol dan caleg harus memahami, jangan sampai karena tidak melaporkan dana yang digunakan, usaha mereka selama pemilu tidak berbuah manis,’’ kata Dawud.
Guna dana kampanye dilaporkan agar tidak ada penggunaan dana yang tidak sah. Sesuai aturan yang berlaku untuk dana kampanye dilarang berasal dari sumbangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) termasuk anak usahanya serta sumbangan dari perorangan tanpa identitas. Jika ada perorangan yang menyumbang harus dijelas secara detail.Sedangkan untuk besaran jumlah dana yang disumbangkan, maksimal Rp 1 miliar untuk sumbangan kampanye dari perorangan. Sedangkan sumbangan dari kelompok , badan usaha atau perusahaan maksimal Rp. 7,5 miliar.
‘’Pelaporan kepada akuntan publik itu harus mencantumkan nama penyumbang, alamat pekerjaan, NPWP, pekerjaan, umur dan identitas lainnya. Sesuai dengan ketentuan UU No 8/2012 tentang Pemilihan Umum Legislatif jika tak ada pelaporan sumber dana ini akan diberi sanksi tidak ditetapkannya calon anggota DPR, DPRD menjadi calon terpilih,’’ tutup Dawud.(jar)

Geliat Politik di Air Rami Masih Dingin
POLITIK RM – Meski di beberapa daerah, suhu persaingan politik antar caleg sudah sangat terasa, namun berbeda halnya di Kecamatan Air Rami. Sejauh ini sepak terjang para caleg di kecamatan paling ujung Kabupaten Mukomuko yang berbatasan dengan Bengkulu Utara ini masih dingin alias datar-datar saja. Padahal masyarakat setempat menjagokan caleg asal daerah mereka untuk duduk di kursi DPRD kabupaten. Setidaknya ada tiga orang caleg yang mereka gadang-gadangkan.
Kades Arga Jaya Kecamatan Air Rami, Siswanto saat ditanyai soal pergerakan caleg di daerah ini, mengaku belum dapat mereka-reka siapa yang paling kuat saat ini. Sebab yang memasang atribut hanya ada beberapa parpol saja dan itupun tidak disertai dengan sosialisasi langsung. Namun ia mengakui ada beberapa caleg di Air Rami saat ini kerap disebut-sebut berpeluang memenangi pemilu. Namun ia enggan merincikannya, sebab selaku kades ia bertindak netral.
‘’Kalau aksi politik sudah ada, namun sejauh ini saya belum melihat gerakan caleg yang betul-betul giat. Namun  karena ada caleg diwilayah itu, maka beberapa nama sering disebut-sebut sebagai kandidat cukup berpeluang,’’ ungkap Siswanto.
Lanjutnya, persaingan dan siapa yang bakal menguat baru terlihat saat semua caleg sudah bergerak. Terkait dengan penerimaan masyarakat, Sis menyebutkan, jika selama ini warga Air Rami dikenal terbuka dengan siapa saja. Artinya semua caleg berpeluang mendapat dukungan dari warga setempat, tinggal lagi bagaimana mereka masuk dan berusaha mendapat simpati.
‘’Masyarakat Air Rami mudah menerima siapa saja, artinya caleg mana saja kalau mereka bisa mendekati warga, maka mendapat dukungan sangat mudah. Namun tetap saja, semua warga ingin yang terbaik untuk wakilnya,’’ demikian Kades.(jar)

Pengurus Ranting NasDem Belum Lengkap
POLITIK RM – Rencananya awal tahun 2014 mendatang pengurus ranting NasDem dari tingkat Kecamatan hingga desa akan dilantik langsung oleh Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Patrice Rio Capella. Namun hingga saat ini belum semua kepengurusan terbentuk, terutama di kecamatan kota, ranting NasDem belum merata, termasuk di beberapa kecamatan lainnya. Oleh sebab itu, Ketua DPD NasDem, Busril mendesak para caleg dan pengurus kecamatan melengkapi data pengurus desa di daerah masing-masing.
Dikatakan Busril, untuk wilayah Dapil I masih ada beberapa desa yang belum ditetapkan, pengurus NasDem. Semestinya semua sudah selesai dan disiapkan SK nya, hingga saat pelantikan pada bulan januari, sudah langsung bertugas. Saat ini baru sekitar 80 persen data pengurus yang sudah masuk ke kantornya.
‘’Masih banyak yang belu, maka kita minta setiap caleg dan pengurus kecamatan melaporkan nama-nama pengurus ditinkat desa. Karen kita akan mengeluarkan SK nya sebelum pelantikan dilakukan,’’ kata Busril.
Penunjukan pengurus di tingkat desa, secara penuh diserahkan kepada caleg di dapil tersebut dan bekerjasama dengan pengurus kecamatan. Tujuannya agar orang-orang yang ditunjuk betul-betul siap dengan bergabung dan membesarkan partai nomor 1 ini. Jumlah pengurus NasDem se kabupaten ini disiapkan lebih kurang 3 ribu orang.
‘’Jumlah pengurus NasDem itu cukup banyak, maka harus bekerja cepat, karena setelah ada orangnya, perlu dikeluarkan SK nya dan juga urusan lainnya,’’ lanjutnya.
Pengurus NasDem lainnya, Basir, S.Pd asal dapil III, mengaku untuk kecamatan Pondok Suguh tidak ada masalah lagi. Bersama pengurus NasDem lainnya, ia telah membentuk pengurus lengkap di 11 desa. Nama-nama pengurus sendiri sudah dilaporkan dan tinggal menunggu SK. Harapannya juga di kecamatan lain sama, sehingga saat pelantikan dilakukan, bisa hadir secara keseluruhan.
‘’Kalaun di kecamatan Pondok Suguh dan dapil III tidak ada masalah lagi, mungkin ada yang belum, itupun lantaran belum dilaporkan saja. Kami menunggu SK pengurus saja, hingga pelantikan,’’ tutup Basir.(jar)

Caleg PKB Dilarang Umbar Janji

POLITIK RM – Pesan dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Adrizon N Kabupaten Mukomuko untuk para calegnya, dilarang mengumbar janji kepada calon pemilih bila tidak sanggup menepati janjinya. Masing-masing caleg lebih diminta berbuat nyata di tengah masyarakat, ketimbang banyak bicara yang hanya memberi harapan palsu.
Dikatakan, Adrizon caleg PKB yang membohongi masyarakat dengan janji-janji palsu harus siap menerima risiko. PKB adalah patai yang lebih mengutamakan rasa kebersamaan dan perjuangan suci menuju kebaikan bagi semua lapisan masyarakat dan makhluk. Maka caleg yang membohongi masyarakat bukan caleg PKB. Katakan kepada masyarakat apa yang pantas dan lakukan sesuai kemampuan.
‘’Ini penting bagi semua caleg, berjanji palsu sama halnya mempermalukan partai, maka kita minta tidak ada caleg PKB melakukan. Kalau kedapatan, maka parpol akan memberi sangsi bagi caleg tersebut,’’ kata Adrizon.
Untuk gerakan politik kata Adrizon, caleg diberi kebebasan mencari dukungan sebanyak-banyaknya  dengan cara masing-masing. Namun dilarang melanggar aturan pemilu maupun ketentuan dari parpol. Selain itu sesama caleg PKB diharapkan saling berkoordinasi dan memberi support. Sebab target PKB adalah memenangi pemilu, secara total disetiap dapilnya.
‘’Silahkan semua caleg melakukan aksi politiknya, namun jangan melawan aturan yang berlaku. Selain itu kita harus menang dengan cara yang benar dan lewat perjuangan serta kebersamaan,’’ tegasnya.
Juga sekjen, PKB  Himawan Musti, S.Pd menegaskan kemenangan yang didapat melalui cara yang tidak santun akan merugikan partai dan juga masyarakat. Maka semua caleg PKB harus berjuang keras dengan tetap mengutamakan sikap hormat. Selain dilarang saling sikut sesama caleg PKB, juga dilarang menjatuhkan calon dari parpol lain.
‘’Kita bermain deal saja, jangan membuat masyarakat kecewa, boleh bersaing namun dilara melanggar aturan dan norma yang berlaku. Kemenangan harus dikejadi dengan cara terhormat,’’ tutup Himawan.(jar)

Tuesday, 26 November 2013

Kabupaten Mukomuko



Yanzuri Gantikan Eviyanti, Mutasi Eselon II Menyusul
METRO – Gerbong mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Mukomuko bergerak cukup dinamis. Setelah sebelumnya dua orang pejabat dilantik, masing-masing Heri Prasetyo, S.STP sebagai Kabag Hukum Setdakab dan Mulyadi, S.Pd sebagai Kabag Orpeg Setdakab, kemarin giliran enam orang pejabat III dan IV yang terkena mutasi. Pelantikan para pejabat tersebut dipimpin oleh Sekdakab, Syafkani, SP dan dihadiri sejumlah pejabat.
Eviyanti, SH yang semula memimpin Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) pindah ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) sebagai sekretaris. Penggantinya, Yanzuri Nawawi, SE. Yanzuri untuk diketahui sudah cukup lama bercokol di Bagian Humas dan Protokoler Setdakab mulai dari Plt hingga akhirnya didefinitifkan. Sebelumnya ia sempat digadang-gadang menggantikan Abu Hasan Rusli, S.Pd di Kantor Kesbangpol dan Sandi.
Selain Eviyanti, Hamzah Kurniawan, SE yang menjabat Kasi Pelayanan dan Perizinan di KPTSP juga pindah ke Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) sebagai Kasi Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga, Bidang Olahraga. Jabatan yang ditinggal Hamzah diamanatkan pada Jumaidi, SH. Jumaidi sendiri sempat menyandang jabatan Plt Kabag Hukum Setdakab sebelum akhirnya kembali lengser menjadi Kasubag HAM dan Bantuan Hukum lantaran Heri dikukuhkan sebagai Kabag Hukum definitif.
Seterusnya, Aida Mehawani, S.Sos dari Staf Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Mukomuko diangkat menjadi Kasubag Peliputan, Pengolahan Informasi dan Komunikasi, Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Mukomuko serta Zonni Fourwanda, SS dari Staf Bagian Humas dan Protokoler menjadi Kasubag Protokoler Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Mukomuko.
Dasar mutasi dan pelantikan pejabat Eselon III adalah SK Bupati Mukomuko bernomor: 821.23-343/2013. Sedangkan untuk Eselon IV mengacu dengan SK Bupati Mukomuko Nomor: 821.24-344/2013.
Ada hal menarik dalam pelantikan kemarin, dimana yang melantik para pejabat tersebut bukanlah Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM melainkan sekda. Bupati sendiri diketahui memilih melantik Kades Ujung Padang terpilih, Yan Daryat Arahman di kantor desa. Saat coba dikonfirmasikan, sekda menyampaikan bahwa mutasi yang dilakukan menyesuaikan kebutuhan organisasi sekaligus juga bentuk penyegaran.
‘’Ya, mutasi ini sebagai bentuk penyegaran dan memenuhi kebutuhan organisasi. Ini sengaja kita lakukan secara bertahap sembari menghitung kebutuhan yang lainnya. Jujur saja, kita sekarang ini masih kekurangan pejabat,’’ ungkap sekda.
Terkait kabar yang diperoleh Radar Mukomuko (RM) bahwa selanjutnya sasaran mutasi adalah pejabat Eselon II, sekda tak menampik.
‘’Ya, mutasi berikutnya juga akan kembali digelar untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong. Ini semua karena kebutuhan,’’ terang  Syafkani.
Jumaidi, diminta komentarnya mengatakan bahwa menjadi seorang abdi negara sudah seharusnya siap untuk bekerja dan ditempatkan dimanapun juga. Jadi baginya tidak ada kata tidak siap ketika mendapat amanah dari pimpinan.
‘’Pekerjaan inikan amanah, jadi harus tetap dilaksanakan penuh tanggung jawab dan ikhlas. Sebagai PNS atau abdi negara, semua orang harus siap. Dan saya juga siap untuk menjalankan amanah ini,’’ kata Jumaidi.
Berbeda halnya dengan Yanzuri. Bagi Yanzuri, mutasi kali ini merupakan penyegaran bagi dirinya yang telah lama memikul jabatan sebagai Kabag Humas dan Protokoler. Mantan reporter RRI ini akan berupaya mengerahkan kemampuannya yang terbaik dalam memimpin KPTSP yang semasa dipimpin Eviyanti telah banyak menorehkan prestasi, bukan hanya di tingkat kabupaten namun juga di nasional.(ray)

Niatan Membela Anak, Kepala Markis Dipukul
LUBUK PINANG – Niatan semula membela sang anak yang terlibat pertengkaran dengan mertuanya berujung nahas bagi Markis. Pagi kemarin, sekitar pukul 08.01 WIB, Markis menjadi korban dugaan penganiayaan oleh AS, tidak lain mertua dari anaknya, Aljani yang juga besannya Markis. Kepala Markis mengalami luka serius akibat terkena pukulan kayu. 
Markis sempat dilarikan ke puskesmas sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD untuk mendapat penanganan intensif. AS sendiri, menyadari kesalahannya langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Lubuk Pinang.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Lubuk Pinang, Iptu. Djaliman didampingi Kanit Reskrim, Brigpol. Isnan  mengatakan, kasus tersebut sedang ditangani pihaknya. Pelaku hingga berita ini diturunkan masih diamankan.
‘’Kita sudah mengumpukan keterangan dari keduanya, baik dari pihak korban maupun pelaku. Sampai saat ini pelaku masih kita tahan menunggu proses penyelesaian dari pihak adat dan desa,’’ kata kanit.
Kades Arah Tiga, Marius menyampaikan, persoalan yang melibatkan antar keluarga itu akan diupayakan diselesaikan secara kekeluargaan. 
‘’Selaku pihak desa kita akan lakukan upaya yang terbaik bagi kedua belah pihak. Karena kedua belah pihak merupakan besanan. Harus dipikir panjang untuk menyelesaikan masalah melalui jalur hukum,’’ terang Marius.
Kronologis kejadian, sebagaimana disampaikan korban, semula dirinya mengantarkan uang kepada anaknya yang sudah menikah dengan anak AS di Desa Tanjung Alai. Setibanya di rumah, korban mendapati sang anak  sedang terlibat pertengkaran dengan mertuanya. Konon pemicu keributan lantaran anak korban hendak mengajak istrinya pergi merantau. AS keberatan dengan rencana tersebut.
‘’Saya sebenarnya berniat mengantar uang hasil panen sawit ke anak saya. Ternyata saat saya datang anak saya itu sedang bertengkar sama mertuanya. Saya lalu berniat ingin menengahkan. Tapi dia (AS, red) malah mengatakan ingin membunuh anak saya. Saya kemudian bilang langkahi dulu mayat saya. Saat itulah dia langsung memukuli saya sebanyak dua kali dengan menggunakan kayu. Setelah itu saya tak sadarkan diri lagi,’’ tutur korban saat ditemui di ruang perawatan puskesmas.(dum)

4 Ha Lahan TNKS Ditanami Sawit

PENARIK – Tak dipungkiri, tingkat dugaan perambahan hutan di wilayah Kabupaten Mukomuko cukup memprihatinkan. Fakta terbaru hasil patroli tim gabungan Polsek Penarik dan Balai Besar (BB) Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) di Desa Sido Mulyo, Kecamatan Penarik kemarin, ditemukan tanaman sawit yang ditanami di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektare (Ha). Mirisnya, areal lahan yang ditanami sawit tersebut termasuk ke hutan TNKS. Diluar yang sudah digarap dan ditanami sawit, diperkirakan sudah puluhan hektare lahan TNKS setempat  yang dirambah.
Temuan areal perkebunan sawit di atas lahan TNKS bermula dari rencana tim mengecek tunggul kayu yang merupakan Barang Bukti (BB) penangkapan kayu oleh jajaran polsek.
Kapolres Mukomuko, ABKP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Penarik, Ipda. Kartono yang didampingi Kanit Reskrim, Bripka. Budiyono membenarkan pihaknya bersama dengan tim BB TNKS menemukan lahan TNKS yang sudah dijadikan perkebunan sawit.
‘’Berdasarkan temuan tim, ada lahan sekitar sepuluh hektare yang diduga dirambah dan siap untuk dijadikan lahan perkebunan. Kemudian ditambahkan dengan yang sudah menjadi kebun sawit sekitar 4 hektare. Untuk sementara ini, pihak BB TNKS masih melacak lebih lanjut dan mereka masih berada di dalam hutan selama 5 hari kedepan,’’ ungkap kapolsek.
kapolsek menambahkan, dari jarak batas kawasan hutan, diperkirakan letak titik koordinat kawasan hutan yang sudah dirambah tersebut sekitar 2 atau 3 kilometer (Km) ke arah dalam. Ini tidak bisa dibiarkan dan akan ditindaklanjuti.
‘’Kita akan upaya untuk menindaklanjutinya. Ketika di dalam hutan kita tidak menemukan penggarap,’’ tegas kapolsek.(nek)

Hanura Mukomuko



Hanura Santuni Warga Pasar Baru
POLITIK RM – Lagi-lagi program asuransi yang digalakkan Partai Hanura  direalisasikan kepada warga Kabupaten Mukomuko yang mendapat musibah, meninggal dunia. Besaran santunan yang diberikan adalah Rp 1 juta. Yang menerimanya warga Desa Pasar Baru Kecamatan Ipuh, Malaya, suami dari almarhum Albukhari yang meninggal beberapa waktu lalu. Santunan langsung diserahkan oleh Ketua DPD Hanura Provinsi Bengkulu, H Muslihan Diding Sutrisno, S.Sos, MM sebagai anggota DPR RI Dapil Bengkulu bersama dengan Ir. Anton Hidayat, Caleg DPRD Provinsi Dapil Mukomuko Nomor Urut 1 beserta tim pemenangan, pengurus dan Caleg DPRD Mukomuko asal Dapil III lainnya.
Dijelaskan Anton, penyerahan santunan ini sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan bagi pemegang kartu asuransi parpol. Pencairan klaim asuransi sebagai bentuk tanggung jawab dan realisasi atas digulirkannya program asuransi yang diberikan Hanura. Sesuai dengan ketentuan, santunan yang diberikan sebesar Rp 1 juta.
‘’Almarhum terdaftar sebagai pemilik Kartu Kader Penggerak Hanura, untuk itu kita berikan santunan sesuai ketentuan, kami langsung mendatangi keluarganya untuk menyampaikan ucapan duka atas musibah yang terjadi,’’ kata Anton.
Anton melanjutkan, selain Muslihan dan dirinya juga kader parpol lain, saat penyerahan juga hadir keluarga ahli waris dan pemerintah desa setempat. Harapannya, pemberian secara langsung ini bisa menyentuh hati nurani pada keluarga penerima santunan. Asuransi ini diperuntukkan bagi seluruh lapisan masyarakat dan tanpa dipungut biaya. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan sendiri tindakan nyata yang diberikan Hanura.
‘’Untuk kali ini, kita berikan secara langsung karena kebetulan ketua DPD dan kader lain tengah berada di Mukomuko dalam rangka silaturahmi dengan masyarakat,’’ ungkapnya.
Sekjen DPC Hanura Mukomuko, Jon Simamora menambahkan, asuransi tak memerlukan proses yang panjang untuk mengklaim asuransi ini. Pemilik kartu hanya cukup melampirkan fotokopi KKPH, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), surat tanda kematian. Untuk warga yang meninggal akibat kecelakaan akan diberikan santunan sebesar sembilan juta rupiah dan yang meninggal karena sakit diberikan sebesar Rp 1 juta.
‘’Tak perlu proses yang panjang untuk mengklaim asuransi ini, ahli waris tidak dikenakan biaya, uang asuransi langsung diserahkan oleh pengurus Hanura,’’ demikian Jon.(jar)

NasDem Ditegur Panwaslu
POLITIK RM – Pemasangan atribut parpol berupa bendera di sepanjang jalan utama Kecamatan Kota Mukomuko saat menyambut kehadiran Sekjen DPP NasDem, Patrice Rio Capela mendapat teguran dari Panwaslu Kabupaten Mukomuko. Seluruh atribut tersebut dideadline segera dibersihkan karena dianggap melanggar aturan. Tak ingin memperpanjang masalah, pihak NasDem pun langsung menuruti instruksi panwaslu dengan menurunkan atribut.
‘’Pada saat itu juga atribut langsung dibuka oleh pihak NasDem, namun karena ini pelanggaran maka tetap kita teruskan ke provinsi sebagai temuan. Jalur kota merupakan kawasan bebas atribut sebagaimana yang sudah kita sepakati sebelumnya,’’ kata Ketua Panwaslu, Muchtadir Munib, SE.
Alasan dari pihak DPD NasDem ketika ditegur, yang bertanggungjawab soal pemasangan atribut adalah kader dan simpatisan. Bukan murni kehendak pengurus DPD. Terlepas dari alasan itu, Muchtadir berharap pelanggaran serupa tidak terulang. Bagi partai lain diminta untuk tidak ikut-ikutan.
‘’Kita berharap semua parpol bisa mematuhi aturan pemilu hingga masyarakat bisa menikmati jalannya pesta demokrasi dengan aman dan tertib,’’ papar pria yang dekat dengan awak media ini.
Ketua DPD NasDem, Busril saat dikonfirmasi mengakui pemasangan atribut yang dilakukan oleh beberapa kader NasDem ini karena terlalu bersemangat saat menyambut kedatangan Rio Capella.
‘’Kita tidak mengelak apa yang disampaikan oleh panwaslu, karena kita akui melanggar aturan dan juga kesepakatan mengenai penetapan jalur bebas atribut,’’ tutup Busril.(jar)

Sunday, 24 November 2013

Mukomuko




























Galeri HUT  RM ke 4

Hanura dan NasDem

Predikat Bersih dari Korupsi Bangkitkan Semangat Hanura
POLITIK RM – Predikat sebagai partai terbersih dari korupsi secara nasional, menjadi pemacau semangat para ‘’awak’’ Hanura Kabupaten Mukomuko dan Provinsi Bengkulu untuk mencapai hasil maksimal pada pemilu 2014. Masuk 3 besar merupakan target secara nasional, bahkan di Kabupaten Mukomuko Parpol Nomor Urut 10 ini pasang target menjadi pemenang utama. Bangkitnya semangat para politisi dan kader parpol ini tergambar jelas dalam pertemuan dalam rangka silaturahmi, koordinasi dan pelantikan PAC Hanura pada sabtu lalu.
Memenangi Pemilu 2014 di Kabupaten Mukomuko dan mengutus ketua DPD Hanura Provinsi Bengkulu, H Muslihan Diding Sutrisno, S.Sos, MM sebagai anggota DPR RI Dapil Bengkulu, kemudian memenangkan caleg Provinsi Dapil Mukomuko merupakan target yang akan mereka usahakan. Tampak hadir dalam acara yang bertempat disalah satu hotel ini, Ir. Anton Hidayat, Caleg DPRD Provinsi Dapil Mukomuko nomor urut 1 dan caleg provinsi lainnya.
Dalam sambutannya, Muslihan banyak memberi motivasi kepada para caleg DPRD Kabupaten yang hadir termasuk bagi pengurus Hanura lainnya. Ia mengaku bangga, di Mukomuko Hanura diklaim sebagai salah satu partai besar yang berpeluang menjadi pemenang pemilu 2014. Muslihan yakin dengan nama baik parpol secara nasional ini akan membei kepercayaan dari masyarakat.
‘’Mulai dari anggota dewan, kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung oleh Hanura belum ada yang tersangkut dengan kasus korupsi ataupun kehatan lainnya. Atas dasar itu semua, maka Hanura pantas mendapat predikat sebagai partai terbersih,’’ ungkap Muslihan.
Ketua DPC Hanura Mukomuko, Hermansyah dalam sambutannya juga banyak memberi semangat. Ia berjanji akan berjuang bersama kader Hanura untuk memenangkan Muslihan di DPR RI Dapil Bengkulu di Mukomuko. Sejauh ini Muslihan masih dikenal baik oleh masyarakat Mukomuko dan lebih layak untuk mewakili Bengkulu. Terus kapada caleg diharapkan tetap fokus dan bersemangat hingga pemilihan kelar dilakukan.
‘’Kita harus memenangkan DPD kita ke DPR RI, dan Hanura di Kabupaten Mukomuko. Maka semuanya butuh semangat dan kesiapan yang matang. Sejauh ini hasil survey menunjukkan jika Hanura berada di 3 besar,’’ papar Ketua Komisi III DPRD Mukomuko ini.
Sekjen DPC Hanura Mukomuko, Jon Simamora juga menegaskan memenangi pemilu merupakan target yang harus dicapai. Keberadaan pak Muslihan pada dasarnya membawa dampak bagi Hanura di Mukomuko, sebab dari sekian banyak caleg DPR RI saat ini hanya Muslihan sosok yang kenal betul dan punya dasar yang jelas untuk didukung oleh masyarakat.
‘’Dari sekian banyak caleg DPR RI yang masuk ke Mukomuko, sosok pak Muslihan masih menjadi yang terbaik. Kedatangannya ke Mukomuko tentu juga membawa pengaruh besar bagi Hanura di Mukomuko nantinya,’’ tutup Jon.(jar)

Rio Capella Bekali Kader NasDem
POLITIK RM – Usai menghadiri acara Jalan Santai HUT ke 4 Radar Mukomuko, kemarin Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Patrice Rio Capella langsung merapat ke Sekretariat DPD NasDem Mukomuko. Kedatangan tokoh nasional ini langsung dimanfaatkan oleh para pengurus NasDem Mukomuko untuk memimpin Rakerda yang sebelumnya sempat tertunda. Pada kesempatan ini Rio memberikan bekal kepada para politisi, pengurus dan kader NasDem Mukomuko, terkait strategi untuk memenangkan Pemilu 2014.
Dalam sambutannya, Rio mengingatkan untuk bisa memenangi pemilu butuh kesiapan yang matang, mulai dari ketokohan hingga pendanaan yang memadai. Jika itu tidak dilakukan, maka sulit bagi sebuah parpol agar bisa bersaing untuk mendapat dukungan. Sejauh ini, ia melihat para caleg NasDem Mukomuko memiliki kriteria tersebut, tinggal lagi bagaimana  pelaksanaannya.
‘’Banyaknya dewan dari partai kecil yang duduk Pada pemilu 2009  menandakan, jika ketokohan seseorang itu sangat menentukan, termasuk dukungan dana. Maka dilihat dari nama-nama caleg yang ada dalam NasDem, menang di Mukomuko bukan hal yang tidak mungkin,’’ kata Rio.
Ketua DPD NasDem Busril dihadapan Rio Capella juga Pimpinan DPW NasDem yang hadir menegaskan, target mereka memenangi pemilu dengan meraih 5 kursi, dan itu akan diupayakan semaksimal mungkin. Berada di Nomor Urut 1 merupakan keuntungan tersendiri bagi NasDem. Ia juga melaporkan, jika NasDem di Mukomuko hingga sekarang terus berkembang.
‘’Kami akan berupaya memenangi pemilu, dengan semangat yang dimiliki kawan-kawan dan juga keberadaan parpol pada nomor pertama. Setidaknya untuk DPRD Mukomuko 5 kursi harus kita dapatkan, hingga memenangkan caleg Provinsi dan Caleg DPR RI,’’ tutupnya.(jar)

HUT RADAR MUKOMUKO



Jalanan Dibanjiri Lautan Manusia
METRO – Sungguh luar biasa animo peserta Jalan Santai Spektakuler yang diadakan Harian Radar Mukomuko (RM) bekerjasama dengan PGRI kabupaten kemarin. Jalan utama Kota Mukomuko berubah menjadi lautan manusia saat para peserta yang jumlahnya tidak kurang dari ribuan orang melangkahkan kaki menuju finish di lapangan bundaran dengan diiringi tabuhan musik drumband SMPN 3 dan SMAN 3. Selain orang dewasa dan anak muda, anak balita pun terlihat antusias. Malahan tampak juga para lansia.
Turut bergabung dalam barisan peserta jalan santai, Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM, Wabup, Choirul Huda, SH, Ketua TP PKK kabupaten, Hj Rosna Ichwan, Sekda, Syafkani, SP, Kepala Dinas/Badan/Kantor, Unsur FKPD, Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Prof. Sudarwan Danim, M.Pd, Ketua PGRI kabupaten, Drs. Suwarto, M.Pd serta General Manager (GM) RM, Ahmad Kartubi.
Setibanya di bundaran, sebelum dibukanya rangkaian acara formal dipandu duet MC, Aida Mehawani, S.Sos dan Siti Khadijah, para peserta diajak melemaskan tubuh dengan senam Dahlan Iskan (DI Style) dan Goyang Caesar.
Dari seluruh peserta yang berpartisipasi memasukkan formulir undian jalan santai, empat orang peserta ketiban rezeki nomplok. Bagaimana tidak? Potongan formulir keempatnya yang terdiri dari, Interisti Fans, Feri Handayani, S.Pd, Putri Nabila dan Iwan Afriadi tercabut oleh bupati, Sekjen DPP NasDem, Patrice Rio Capella, Suwarto, Pabung 0423, Kapten.Inf Widiyanto serta Kajari, Azhari, SH, MH yang beruntung membawa pulang empat unit sepeda motor Honda Revo. Menariknya, satu dari keempat peserta masih berstatus murid SD di SDN 3 Mukomuko. 
Kartubi didampingi Ketua Panitia, Amris Tanjung menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada segenap peserta acara jalan santai. Sepanjang RM menggelar acara serupa, diklaim kali inilah yang paling spektakuler. Spektakuler dari segi doorprizenya, spektakuler dari jumlah pesertanya hingga spektakuler dari tamu undangan yang hadir. 
‘’Kepada pak bupati, pak wabup, ibu Ketua TP PKK, bapak Rio Capella, bapak Edi Nevian yang berhalangan hadir dan semua pihak yang telah mendukung serta berpartisipasi dalam acara kami ucapkan banyak terima kasih. Penghargaan tertinggi kami berikan pada segenap pembaca setia RM. Tanpa pembaca, RM bukanlah apa-apa, bahkan sulit bertahan hingga usianya yang keempat. Sungguh luar biasa jumlah peserta acara kali ini. Ini tak lepas juga dari peran PGRI yang mengerahkan seluruh guru dan murid-murid untuk mengikuti jalan santai. Bagi pengguna jalan saat berlangsungnya acara kami memohon maaf jika perjalanan anda terganggu. Pada pihak kepolisian yang sudah mengawal sejak awal acara hingga akhir kami ucapkan terima kasih,’’ urai Kartubi.
Selain membagi-bagikan doorprize persembahan sponsor yang diawal acara dilakukan pembacaan doa oleh Kepala MAN Mukomuko, Mat Salimin, S.Ag, M.Pd, panitia juga membagikan kaset VCD lagu Mukomuko Mengimbau dan kaos cantik atas inisiatif Rosna Ichwan serta bibit pohon dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (P3K). 
‘’Selamat Ulang Tahun untuk Radar Mukomuko. Semoga selalu menjadi media bermanfaat dan mendidik masyarakat Kabupaten Mukomuko serta mitra bagi pemerintah dalam membangun daerah hingga kedepannya,’’ ungkap bupati dalam kata sambutannya.
Ucapan serupa disampaikan Rio Capella yang sengaja hadir dalam acara, didampingi istri tercinta dan rombongan dari DPW NasDem Bengkulu. Caleg DPR RI ini berharap agar RM eksis berkarya hingga menjadi media kebanggaan masyarakat Kabupaten Mukomuko.(red)