Friday, 13 December 2013

Politik Terkini


KPU Bolehkan Caleg Tampil di Media
POLITIK RM – Hingga kini aturan mengenai sosialisasi Calon anggota legislatif (Caleg) tampil di media masih menjadi perdebatan, termasuk di kalangan penyelenggara dan pengawas jalannya pemilu. Di Kabupaten Mukomuko sendiri belum banyak caleg yang menggunakan jasa media untuk mengenalkan diri, berbeda halnya dengan kabupaten lain. Para caleg rela merogoh kocek untuk bisa tampil di media lokal setempat.
Menanggapi perdebatan aturan sosialisasi caleg di media, Ketua KPU Kabupaten Mukomuko, Dawud, S.Ag menerangkan, berdasarkan aturan yang berlaku, caleg dianggap melanggar aturan jika memenuhi tiga kriteria. Yakni memajang foto, kata-kata yang bersifat ajakan serta menampilkan visi misinya. Jika baru memenuhi dua kategori atau malah sebatas memasang foto di koran, KPU menilai belum termasuk pelanggaran.
‘’Kalau kami tentu mengikuti tiga unsur itu, kurang satu saja maka belum dianggap sebagai pelanggaran. Memang sampai sekarang persoalan itu menjadi perdebatan, kejadiannya bukan daerah kita saja, di tempat lain juga seperti itu,’’ kata Dawud.
Penjelasan Dawud bukan tanpa dasar. Ia terus berkoordinasi baik dengan KPU Provinsi Bengkulu maupun KPU pusat terkait aturan kampanye.
‘’Kita pada dasarnya tetap mengikuti aturan. Setiap surat masuk dari panwaslu menyangkut pelanggaran oleh caleg dan partai akan kita tindaklanjuti,’’ tutup Dawud.(jar)

Di Teras Terunjam, Suhu Politik Dingin
POLITIK RM – Siapa yang akan mewakili Kecamatan Teras Terunjam di DPRD Kabupaten Mukomuko pada periode mendatang sejauh ini belum ada kejelasan. Tingkat persaingan antar caleg berdasarkan pantauan Radar Mukomuko (RM) belum seperti di kecamatan lain, meski ada beberapa nama yang disebut-sebut berpeluang mengahiri krisis perwakilan dari kecamatan induk dari Kecamatan Selagan Raya dan Penarik ini. Diantaranya dari PAN, NasDem dan juga Gerindra serta beberapa parpol lainnya yang memiliki caleg asal Teras Terunjam.
‘’Hari ini caleg yang satu datang, besok datang yang lain dan terus begitu. Masyarakat Terunjam yang memang sejak lama dikenal terbuka, selalu memberi sambutan. Siapa sebetulnya yang mendapat dukungan sejauh ini masih sama-sama kuat,’’ kata Herman, salah seorang pemuda setempat.
Untuk ketokohan memang ada beberapa caleg yang namanya sudah dikenal masyarakat sejak lama, seperti mantan kades, mantan dewan dan tokoh masyarakat lainnya yang nyaleg. Setidaknya dibalik banyaknya caleg ini, ada segelintir masyarakat yang punya ide agar masyarakat bisa menyatukan suara mereka, demi mengutus seorang wakil di DPRD Mukomuko. Sebab kalau suara terpecah, ditakutkan, Teras Terunjam kembali mengalami kekosongan wakil di DPRD Mukomuko.
‘’Mudahan saja, ada wakil kita di DPRD Mukomuko mendatang, caranya masyarakat harus punya kekompakan untuk memilih satu atau dua orang saja, kalau semua punya jagoan, dampaknya kita tidak dapat apa-apa, hanya menambah suara untuk caleg asal daerah lain,’’ tutupnya.(jar)

Pemilih Pemula Antusias Sambut Pemilu
POLITIK RM – Hari pencoblosan tinggal beberapa bulan lagi, setiap calon juga sudah melakukan banyak hal untuk menarik minat calon pemilih. Namun sejauh ini beberapa perwakilan dari pemilih pemula yang sempat ditanyai mengaku belum punya pilihan dan ketertarikan dengan caleg. Meski demikian mereka tetap mengetahui siapa-siapa saja caleg yang maju sebagai calon anggota dewan saat ini.
Seperti diungkapkan oleh Radi. Pemuda satu ini mengaku belum serius memikirkan Pemilu 2014. Meski demikian ia mengenal beberapa calon, bahkan beberapa kandidat dikenalnya dengan baik. Ia berencana baru menetapkan pilihan beberapa saat sebelum pemilihan. Satu hal yang pasti ia akan menggunakan hak pilihnya, sebab akan menjadi yang pertama baginya.
‘’Saya akan memilih, sebab ini adalah kali pertama bagi saya, tahun dulu saya tidak memilih karena belum cukup umur. Saya juga belum tahu siapa yang akan saya pilih, nanti sebelum memilih saja saya tentukan,’’ ungkap Radi.
Senada diungkapkan oleh Rina, ajang pemilu pertama bagi mereka akan dimanfaatkan dengan menyalurkan suaranya. Calon yang akan dipilih harus adalah caleg yang dikenal dan diyakininya mampu menjalankan tugas sebagai dewan setidaknya dilihat dari segi pendidikannya. Bagi Rina, pilihan kemungkinan jatuh kepada caleg muda. Ia tidak akan tergoda untuk menerima pemberian.
‘’Yang jelas kalau memang ada caleg muda yang hebat kita harus dukung, karena anak muda lebih kreatif dan punya ide lebih maju, caleg tua mengandalkan pengalaman, padahal banyak pengalaman masa lalu untuk kedepan tidak lagi seperti itu,’’ demikian Rina.(jar)

 Caleg Diingatkan Tak Umbar Janji
POLITIK RM – Salah seorang politisi senior Mukomuko yang sudah memastikan diri tidak akan maju pada Pemilu 2014 Rusman Aswardi, SP mengingatkan pada seluruh caleg agar jangan mengumbar janji di tengah masyarakat. Apalagi janji tersebut dinilai terlalu muluk, seperti menjanjikan meluluskan anak pendukungnya dalam tes CPNS ataupun member bantuan yang sifatnya continue. Satu caleg bisa pasang janji dengan ratusan warga, seakan jadi anggota dewan bisa bertindak sejauh itu. Ini perlu diperhatikan oleh masyarakat, semua itu adalah bohong, karena dewan tidak punya kuasa menetapkan itu semua.
‘’Dewan mana yang bisa mengangkat orang jadi PNS, kalau ia berjuang untuk itu, paling yang jadi sasarannya adalah anak atau ponakannya saja dan tidak akan lebih dari satu. Cara itu sudah salah, sebab menganiaya sekian banyak peserta tes CPNS lainnya. Apalagi mereka bisa janjikan kepada ratusan orang, omong besar saja dan itu pembodohan,’’ kata anggota Komisi III DPRD Kabupaten ini.
Lebih tegas Rusman menyarankan agar masyarakat bisa lebih cerdas mencermati setiap janji dari seorang caleg tersebut. Meskipun perjanjian dibuat di atas materai juga tidak akan terpenuhi oleh seorang anggota dewan. Ia berani menyatakan itu semua, karena mengetahui betul sejauh mana peran seorang anggota dewan tersebut. Caleg yang menjanjikan itu semua, sudah menampakkan jika niat untuk menjadi dewan sudah tidak merakyat lagi.
‘’Kenapa saya berani katakan itu, saya sudah hampir satu periode di dewan ini. masyarakat jangan mau dibodohi, pilih orang yang dinilai mampu menjalankan misinya sebagai wakil rakyat,’’ tegas Rusman.
Ditimpali oleh Ketua Fraksi Kerakyatan, Adrizon N, dewan bukan mengangkat seseorang jadi PNS, dewan mengawasi jalannya proses itu semua agar tidak terjadi kecurangan. Calon dewan yang berani janjikan itu semua, berarti tujuannya sudah tidak lagi benar sebagai seorang anggota dewan. Dewan bukan wakil dari satu orang, melainkan dari masyarakat di daerah ini.
‘’Kita ini bukan utusan dari keluarga semata, yang harus diperjuangkan itu masyarakat banyak. Maka tidak benar caleg bisa berjanji sedemikian rupa,’’ tutup Adrizon.(jar)

Awal Tahun, 3.032 Pengurus NasDem Dilantik
POLITIK RM – Sebanyak 3032 orang pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Mukomuko akan dilantik pada awal tahun depan. Pelantikan sesuai dengan rencanakan awal, yaitu langsung dihadiri oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Patrice Rio Capella. Sejak dini berbagai persiapan menyambut acara akbar ini muali dipersiapkan oleh Ketua DPD NasDem Busril bersama jajarannya.
Dijelaskan oleh Busril, untuk persiapan pada dasarnya tidak banyak lagi, sebab jauh sebelumnya mereka sudah melakukan berbagai persiapan. Hanya saja acara tersebut sempat ditunda lantaran padatnya kegiatan partai di pusat. Termasuk susunan pengurus sudah lengkap seluruhnya dan sudah disampaikan ke DPP sejak lama. Hanya yang perlu persiapan perlengkapan saat acara dilangsungkan.
‘’Sekarang kita melakukan berbagai hal untuk keperluan dalam acara pelantikan nanti, jumlah keseluruhan yang dilantik lebih dari 300 orang. Pada dasarnya tidak banyak lagi yang perlu kami lakukan, hanya mematangkan saja,’’ kata Busril.
Adapun jumlah pengurus yang akan dilantik ini terdiri dari 2637 pengurus tingkat desa, 345 pengurus kecamatan dan sebanyak 90 orang pengurus kabupaten. Masing-masing pengurus nantinya dikoordinasikan sesuai daerah masing-masing. Dengan pengurus DPP sendiri sudah dikondisikan rencana pelantikan ini. Namun untuk tempat dilaksanakannya kegiatan mereka belum bisa memastikan, sebab disesuaikan dengan lokasi dan juga hal lainnya.
‘’Yang jelas persiapan kita matangkan, kalau soal tempat masih disesuaikan, bisa saja di Kota Mukomuko atau daerah lainnya. Sebab kehadiran Rio saat itu selain pelantikan pengurus juga terkait dengan pencalonannya sebagai Caleg DPR RI Dapil Bengkulu,’’ tutup Busril.(jar)



Terakhir, KPU Peringatkan Caleg
POLITIK RM – Bagi caleg yang merasa belum mundur dari jabatannya sebagai perangkat desa, PNS, Honorer maupun pengurus PNPM, BUMD dan pekerjaan lain yang digaji menggunakan dana yang bersumber dari APBN dan APBD perlu diperhatikan dengan serius. Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengingatkan untuk yang terakhir kalinya, agar segera menyerahkan surat pengunduran diri. Hingga kedepannya tidak menimbulkan masalah bagi caleg ataupun partai politiknya.
Dijelaskannya untuk saat ini surat pengunduran diri masih dapat diterima, maka sebaiknya bagi yang merasa agar tidak menganggap remeh imbauan yang diberikan. Sebab pada saatnya nanti tetap akan diketahui dan menjadi kendala bagi caleg bersangkutan. Juga kepada ketua partai diminta menegaskan kembali kepada caleg mereka terkait persyaratan pencalonan ini.
‘’Sungguh kami minta agar caleg yang belum menyerahkan surat pengunduran diri sebagai penerima gaji bersumber dari APBD dan APBN untuk secepatnya. Jangan sampai karena kelalaian mereka berdampak untuk diri dan partainya sendiri,’’ kata Dawud.
Bagi caleg yang tidak mundur dan pada saatnya nanti terbukti maka ancamannya adalah pembatalan sebagai pemenang pemilu hingga suara yang bersangkutan hangus. KPU sendiri mengaku sejak awal sudah memberitahukan syarat tersebut, namun tetap diingatkan kembali untuk suksesnya peserta pemilu. Sebab meski saat ini tidak ada yang mengungkitnya, bakal tetap jetahuan pada akhirnya nanti.
‘’Meski saat ini mereka tetap bisa ikut pemilu, kalau memang masih aktif dengan pekerjaanya tetap akan ketahuan, damapknya caleg itu sendiri yang rugi. Suara mereka bisa dihanguskan, sebab ini merupakan syarat dari pencalonan,’’ tutupnya.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Padlul Azmi, SH juga menegaskan pihaknya terus mamantau status caleg. Mereka akan cek data caleg tersebut dan juga meminta kepada seluruh petugas Panwascam untuk melakukan tugasnya. Jika terbukti maka akan langsung diproses menurut ketentuan yang ada.
‘’Memang kami diminta oleh Bawaslu untuk melakukan cek ulang data ini, kita akan sampaikan kepada seluruh petugas untuk melakukan penelusuran langsung setiap caleg tersebut,’’ tutupnya.(jar)

KPU & Parpol Gelar Rapat Validasi DCT
POLITIK RM – Jika tidak ada aral melintang, besok Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko akan menggelar rapat validasi terakhir data Daftar Calon Tetap (DCT) 12 partai politik (parpol) peserta pemilu 2014. Rapat akan dihadiri oleh setiap ketua parpol yang bertempat di kantor  Sekretariat KPU. Setiap parpol akan diminta membuat berita acara terkait dengan daftar caleg mereka yang sudah diumumkan KPU secara terbuka sejak awal.
Disampaikan oleh salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar, SE, validasi data ini terkait dengan nama caleg yang terdaftar. Jika ada kesalahan dapat dilakukan perubahan, namun untuk pemasangan gelar, untuk caleg yang mendaftar tidak melampirkan ijazah sarjana tidak dapat dilakukan. Selanjutnya masing-masing partai diminta membuat berita acara yang menyatakan jika daftar caleg mereka sudah sah dan tidak ada kesalahan dalam penulisan dan sebagainya.
‘’Semua ketua partai kita harapkan bisa hadir, atau boleh diwakilkan asal memang orang yang berkompeten untuk membuat berita acara nanti. Bagusnya ketua partai, sebab mereka menguasai secara keseluruhan data calegnya dan bertanggung jawab melakukan koreksi,’’ kata Khairanzar.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag juga menjelaskan perbaikan sebetulnya tidak ada lagi, sebab selama diumumkan beberapa waktu lalu tidak ada yang mengajukan protes atas penulisan nama dan data lainnya. Yang pasti rapat nanti merupakan penyampaian terakhir kepada ketua partai, bahwan mulai minggu ini surat suara langsung dicetak. Maka apapun alasannya, tidak ada lagi perubahan. Usai validasi nanti, mereka langsung mengirim data ke pusat untuk proses berikutnya. Saat ini salah ada anggota KPU yang tengah berada di Jakarta untuk mengikuti proses terakhir ini.
‘’Setelah pembuatan berita acara dari caleg ini kita langsung sampaikan ke pusat untuk di cetak, tidak ada perubahan yang dilakukan, hanya kroscek saja. Untuk penambahan gelar, itu tidak dapat dilakukan, sebab syarat dalam kesempatan ini tidak dapat dilengkapi lagi,’’ tutupnya.(jar)

Caleg Cuma Ngotot di Awal
POLITIK RM – Pada awalnya, seluruh kader parpol yang maju sebagai caleg, gembar-gembor akan memenangi pemilu dengan target suara yang tak sedikit. Namun belakangan ini, para caleg tersaring secara alami. Satu persatu mereka yang tidak siap menghadapi kerasnya persaingan mulai tersisihkan. Sementara caleg yang betul-betul punya keinginan untuk duduk dan memiliki anggaran kampanye terus unjuk gigi.
Salah seorang politisi seinor asal Dapil III, H Tarmizi mengungkapkan setiap saat suasana politik terus mengalami perubahan. Jelasnya, caleg yang punya kans untuk memenangi pemilu masih terus bergerak mencari dukungan dengan cara masing-masing. Sedangkan caleg yang mulai mengakui sulitnya bersaing, satu persatu mundur secara teratur dan hanya bergerak seadanya dengan mengandalkan bantuan dari partai.
‘’Mana caleg yang berpeluang dan yang hanya sekedar mengisi daftar sudah terlihat. Awalnya semua bersemangat, namun terakhir mereka tersaring. Ini biasa dalam dunia politik, banyak faktor yang membuat seseorang lemah dan kuat,’’ kata Tarmizi.
Meski sudah banyak caleg yang melemah, namun persaingan antara caleg pendatang baru dengan calon incumbent masih seimbang. Saling serang antar caleg antar basis masing-masing sudah makin jelas terlihat. Masyarakat sendiri sejauh ini belum begitu terpengaruh dengan gerakan para caleg, mereka tetap melakukan penjaringan, untuk mencari calon yang betul-betul siap.
‘’Semua sudah mulai panas, saling serang basis itu mulai terjadi. Kalau masyarakat sejauh ini terbuka, mereka masih menjaring siap nanti yang dipercaya,’’ lanjut Tarmizi.
Kades Bumi Mekar Jaya (BMJ) Kecamatan Pondok Suguh, Dede mengakui untuk BMJ dan desa sekitarnya, persaingan antar caleg  itu masih datar saja. Namun demikian menurutnya caleg yang berpeluang mendapat dukungan sudah tampak. Diantara yang bersaing ketat di daerahnya, adalah caleg PDI perjuangan, Gerindra dan Caleg NasDem. Masyarakat sendiri nampaknya sejauh ini belum begitu terpengaruh, sebab kehadiran caleg baru sebatas perkenalan saja.
‘’Kalau yang kuat ada caleg baru dengan incumbent, namun pada dasarnya semua masih berpeluang di dukung. Caleg yang datang masih sekedar perkenalan saja,’’ demikian Kades.(jar)