Saturday, 26 April 2014

Caleg Gagal ke Kursi Panas Dewan


Kecewa tak Dududuk dan Bangga Masih Didukung
MESKI belum ditetapkan secara resmi, namun berdasarkan catatan suara yang mereka peroleh, nama-nama dewan yang terpilih sudah terang. Mereka adalah 25 orang dari 294 caleg yang bertarung pada pemilu 2014 dari 12 partai peserta pemilu yang hampir usai. Artinya sebanyak 269 orang  gagal dan harus menunggu 5 tahun lagi. Berbagai cerita dan isu berkembang soal mereka yang tidak lolos ke parlemen. Apa saja tanggapan dari mereka-mereka yang gagal tersebut, berikut laporannya.

AMRIS TANJUNG – Kabupaten Mukomuko

SEBAGIAN besar orang kerap beranggapan negatif terhadap mereka-mereka yang belum beruntung mewakili suara masyarakat. Ada isu mudah stress atau panik, berubah sikap dari sebelumnya, hingga tudingan menari berbagai sumbangannya. Hingga hari ini anggapan tersebut belum banyak terbukti, bahkan belum satupun ada informasi caleg yang mengidap gangguan jiwa di Mukomuko. Beberapa diantara mereka malah tampak biasa saja dan juga ada yang kecewa.
Beberapa diantara mereka yang ditemui, mengakui ada rasa kecewa melihat hasil pemilu tersebut. Bahkan menyisa rasa tidak percaya terhadap orang lain. Pasalnya banyak pembicaraan dari orang-orang dianggapnya sudah dekat tidak terbukti. Juga ada perasaan malu dan marah saat mengingat bagaimana usaha yang sudah dilakukan. Juga ada yang menganggap lucu setiap isu tentang caleg tersebut. Hingga menjadi bahan ketawaan ‘’genyia’an’’ antar mereka sesama caleg yang gagal.
Sekretaris DPC PAN Mukomuko, Eranardi, S.IP yang harus mengakui keunggulan caleg separtainya, tak menafik kerap salah tingkah. Pada dasarnya baginya, tidak duduk bukan persoalan berat, hanya soal waktu dan kesiapannya. Yang jadi pikiran, malah kadang ada saja guyonan dari kawan-kawannya, terutama sesame caleg.
‘’Malah kalau kami lagi ngumpul ketawa terbahak-bahak, melihat kawan sedang menung, dituduh mikir kalah. Bahkan masang topi saja kadang agak miring jadi guyonan kawan. Kalau kecewa, bohonglah bila dikatakan tidak. Namun kita akui saja dan legowo, mungkin ada yang terbaik lain atau pada waktu yang akan datang,’’ kata Era.
Caleg yang berpedapat sama dengan Era cukup banyak, Pada hari pertama saat mengetahui suaranya jauh dari cukup, memang sedikit terkejut. Namun kemudian lupakan itu semua dan fokus lagi menatap kedepan. Sebab tidak mungkin semua caleg harus duduk. Soal ada dana yang sudah dikeluarkan dan juga biaya lain, itu sudah komitmen saat terjun kedunia politik.
‘’Kita legowo saja, apalagi saya sudah biasa kalah. Setidaknya saya merasa lebih beruntung karena merasakan langsung perjuangan dan kalah tersebut. Mungkin banyak kawan-kawan yang lain hanya mengira-ngira, tetapi rasa sebenarnya mereka tidak tahu. Kalau bertemu kawan-kawan biasa saja, tidak ada masalah, bahkan ada bahan ketawa baru,’’ kata ketua DPC PPP Mukomuko, Masripani Maas, SH.
Tidak sedikit pula dari caleg, meskipun kalah namun ada rasa kebanggaan dihatinya. Seperti mereka yang tidak duduk, namun menang di basisnya dan mendapat suara cukup besar, juga ketua partai politik, meski tidak menang namun partainya makin besar. Seperti Adrizon N, meski kalah ia mengaku bangga karena masih mendapar dukungan dari masyarakat dengan total suara pribadinya seribu lebih, tambah lagi partainya sukses meraih 3 kursi. Juga Ketua DPC PDIP, I Wayan Adnyana dengan total suara Pribadinya mendekati angka seribu. Kemudian Haidir, S.IP dengan suara pribadi 1.237 suara dan banyak lagi caleg lain. Sementara beberapa caleg yang duduk suaranya hanya enam ratusan hingga 800 saja.
‘’Kalau kecewa wajar, kita sudah melakukan perjuangan. Namun saya bangga dan berterimakasih kepada masyarakat, karena masih memberi dukungan kepada saya. Dibanding pemilu sebelumnya, suara saya tidak jatuh, hanya saja ada suara kader PKB lebih tinggi dari saya dan itu wajar,’’ tutup Adrizon.(**)