Thursday, 24 April 2014

Ini 25 DPRD Kabupaten Mukomuko

Gerindra Suara Terbanyak, PBB Tidak Kebagian Kursi
METRO -  Setelah melewati berbagai tahapan dan terakhir pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, 25 anggota DPRD Mukomuko yang terpilih ditetapkan. Hasilnyapun sesuai dengan prediksi semula. Gerindra dengan 11.717 suara ditetapkan sebagai pemenang pemilu dengan meraih 3 kursi, diikuti PAN dengan 10.077 suara dan PKB yang mengantongi 9.792 suara juga tiga kursi.
Partai NasDem dan PKPI, meski tidak masuk 3 besar, mereka juga berhak atas 3 kursi di DPRD Mukomuko atau 1 kursi per-dapil. PBB yang sebelumnya memiliki 1 kursi di DPRD Mukomuko, harus gigit jari karena parpol yang diarsiteki oleh, sekretaris Komisi 2 DPRD Mukomuko ini gagal memperoleh kursi. PDIP dan Demokrat juga tidak sukses, pada periode sebelumnya, dua partai ini sebagai pemenang pemilu, kali ini beruntung selamat di dapil 2 saja dan juga mengutus perwakilan ke DPRD Provinsi Bengkulu. Prestasi gemilang diraih PKB, dari satu kursi menjadi pemenang ke 3 dan PKPI pada pemilu 2009 gagal total. Golkar, Hanura, PPP dan PKS mendapat jatah yang adil, yaitu masing-masing 2 dewan. Satu-satunya anggota dewan dari kaum hawa di DPRD Mukomuko, adalah dari Partai PAN Dapil 1, atas nama Fajar Anita Puspitasari, SE, yang merupakan putri tercinta dari kepala Dinas Dukcapil, Jawoto, SE, M.Pd.
‘’Hasil pemilu ditetapkan berdasarkan penghitungan yang dilakukan dari tingkat TPS, KPPS, PPK hingga pleno KPU, ini dinyatakan sah, jika ada keberatan dapat disampaikan kemudian,’’ kata ketua KPU saat membaca hasil rapat pleno kemarin malam.
Pleno tingkat Kabupaten tidak sepanas prediksi awal, bahkan untuk Dapil 3 berjalan dengan mulus, tanpa ada sanggahan yang berarti. Di dapil 2 dan Dapil 1 juga demikian. Bahkan beberapa kotak yang dibuka, berdasarkan usulan peserta pemilu kepada Panwaslu karena diduga ada kecurangan sama sekali tidak terbukti.  Alhasil semua partai setuju dengan hasil pleno tersebut dan membubuhkan tandatangan saksinya. Sampai kemarin tidak ada informasi, adanya saksi partai yang mengisi D2 atau pernyataan keberatan.
‘’Kami pikir semuanya berjalan dengan baik, beberapa kecurigaan dari saksi tidak terbukti dan masing-masing menerimanya dengan baik dan legowo,’’ kata Ketua DPD NasDem, Busril.
Caleg yang meraih suara pribadi terbanyak dan duduk sebagai anggota dewan, pertama Wisnu Hadi, SE dari PKPI Dapil 3 dengan memperoleh 2174 suara. Berikutnya caleg andalan PDIP, Dedy Kurniawan, S.Sos Dapil 2 dengan 2154. Sedangkan di Dapil 1, yang sukses mengantongi suara cukup signifikan dengan 1439 suara adalah, Maskur dari PKB. Secara umum caleg yang berhasil menembus kursi DPRD Mukomuko dari Partainya masing-masing mengantongi suara lebih dari seribu.
‘’Kami bukan partai pemenang pertama, suara terbanyak yang kita raih sama saja dengan peraih suara lainnya yang duduk. Saya bersukur, ini kepercayaan dari masyarakat untuk kita jalankan,’’ papar Wisnu.
Sedangkan incumbent yang sukses mempertahankan tahtanya di DPRD Mukomuko, hanya 4 orang dari 18 orang yang maju. Pertama Eri Zulhayat, SE dari PAN Dapil 2 dan Sardiman, S.IP dari Partai Demokrat juga Dapil 2. Untuk Dapil 1, ada Ali Saftaini, SE dari Partai Golkar Dapil 1 dan Hermansyah, M.Kom dari Partai Hanura ditambah dewan periode pertama dari PKS, Andy Suhary. SE, M.Pd. Untuk Dapil 3, tidak ada satupun incumbent yang duduk, namun ada 2 mantan dewan periode pertama yang naik kembali, yaitu Sadariun dari Golkar dan Badrun Hasani, SH dari PAN. Selebihnya dewan Kabupaten Mukomuko akan dihiasi oleh wajah baru.
‘’Kita berterimakasih karena diberi kepercayaan kembali, mudah-mudahan bisa lebih baik lagi dalam menjalankan tugas. Kita melihat pemilu berjalan sukses dan sesuai harapan,’’ tutupnya.(jar)


Yakin Tidak Cacat Hukum, Dilaporkan KPU Tak Gentar
METRO – Meski pleno sudah dilakukan, namun pemilu belum selesai bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU), maupun bagi beberapa peserta pemilu. Sebab proses masih ada hasil pemilu yang belum diterima oleh pihak peserta, bahkan dugaan kecurangan pemilu ini sudah dilaporkan ke Panwaslu dan Gakumdu. Menanggapi laporan tersebut, pihak komisioner KPU Mukomuko sama sekali tidak gentar dan siap memberi penjelasan yang sejelas-jelasnya bila diminta.
Sebagaimana disampaikan oleh salah seorang komisioner KPU Mukomuko, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd laporan yang diberikan oleh saksi wajar saja dan adalah hak mereka. Sebagai komisioner KPU, mereka merasa yakin tidak ada kecurangan yang terjadi selama proses pemilu. Apa yang ditemukan dari 2 kotak suara yang sempat dibuka, semata kesalahan oleh petugas di lapangan. Bahkan salah seorang saksi partai, karena tidak terbukti ada kecurangan, telah menarik laporannya ke Panwaslu Mukomuko.
‘’Kami dari KPU yakin tidak ada melakukan kecurangan dalam proses pemilu, soal laporan dari pihak partai tersebut, itu hak mereka. Apa yang ditemukan sebelumnya, semata kesalahan penjumlahan saja,’’ kata Siregar.
Lanjutnya, mengenai keraguan beberapa pihak terhadap legalitas anggota KPU, juga menurutnya tidak benar. Sebab setiap anggota KPU yang lolos sudah melalui tahapan seleksi ketat dari sekian banyak peserta tes. Apapun yang terjadi nantinya, rapat pleno KPU sudah sah, sebab ada 3 orang saja dari anggota KPU dianggap forum. Apalagi mereka hadir semuanya sejak awal, hingga akhir. Secara keseluruhan proses pemilu berjalan dengan baik, untuk DPRD Kabupaten, DPD RI dan DPR RI semuanya berjalan lancar dan diterima oleh peserta pemilu.
‘’Saya rasa tidak ada masalah, kalau tidak memenuhi syarat mana mungkin kita menjadi komisioner KPU, sebab prosesnya cukup panjang. Kita tidak akan membahas masalah itu, secara umum pemilu berjalan dengan baik,’’ tegas Regar.
Salah seorang caleg Hanura DPRD Provinsi Bengkulu, Anton Hidayat, memastikan tetap akan menggugat hasil pemilu ini sampai kemana saja. Ia tidak memvonis ada yang curang, hanya menduga saja. Tujuannya untuk mencari kejelasan informasi tersebut. Termasuk mengenai keraguannya bersama beberapa kandidat lain tentang legalitas komisioner KPU, akan dikejar sampai akhir.
‘’Saya ingin mendapatkan kebenaran saja, soal duduk atau tidak bukan jadi hal utama. Kalau semuanya nanti benar yang disampaikan KPU, saya menerimanya, namun saat ini saya ragu. Sebab permintaan kami untuk mengecek hasil pemilu secara total belum dikabulkan,’’ tutupnya.(jar)

Sst..! Caleg Kalah Usir Warga
AIR  MANJUTO – Informasinya Wawan (32) bersama keluarnya di Desa Pondok Makmur, Kecamatan Air Manjuto terpaksa pindah dan membongkar rumah yang sudah ditempatinya selama 7 tahun. Pasalnya ia diminta oleh anak pemilik tanah tempat ia membangun rumah tersebut, yang juga adalah salah seorang caleg DPRD Mukomuko Dapil 1 dari Partai berlambang bintang dan bulan, yang kalah pemilu. Namun apakah ada hubungannya dengan kegagalan menembus kursi parlemen, tidak ada yang tahu pasti. Yang jelas, Wawan dikenal oleh warga sekitar mendukung dan kerap mengkampanyekan caleg tersebut untuk dipilih.
Permintaan meninggalkan tanah ini disampaikan melalui pesan singkat telepon genggam atau SMS. Dalam pesan ini tidak ada disebut, permintaan pindah karena ada hubungan dengan pencalonannya, melainkan karena yang bersangkutan akan membuat bangunan baru. Itupun dibuktikan dengan dimulainya pembongkaran pada Selasa (22/4) kemarin lusa. Adapun isi lengkap SMS tersebut adalah.
‘’Aslm…Om Iko …(Nama Caleg, red) lb png bkn menyangkut msh yg lain2 tp lah direncanakan jauh hari  kalau lokasi bengkel om itu kami ndak bangun ruko dlm minggu kn mulai kerjo jd loksitu hrs dikosongkan dlm 2 atak 3 hari iko…tg’’
Pesan inipun langsung dipahami oleh Wawan, ia menilai SMS ini sebagai bentuk pengusiran secara halus. Wawan juga mengaku, jika caleg yang mengirim SMS masih keluarga, tanah tersebut adalah milik orang tuanya. Wawan mengaku tidak ada rasa sedih atau benci dengan hal itu.
‘’Saya justru merasa berterima kasih kepada orang tuanya, karena telah diberikan kesempatan tinggal di atas tanah tersebut selama lebih dari 7 tahun,’’ kata Wawan.
Lanjut Wawan, selama ini yang bersangutan tidak pernah menyinggung soal rencana pembangunan ruko ini. Pembangunan disampaikan dua hari yang lalu, itupun melalui pesan singkat, padahal sebelum pemilu Ia sempat datang untuk minta dukungan. Wawan juga mengakui hasil penghitungan surat suara di TPS 3 Pondok Makmur suara untuk PBB dengan nomor urut 2 hanya sebanyak 6 suara, dan TPS terdekat lainnya hanya 3 suara.
‘’Kita bukan anak kecil lagi, tentu tahu maksud dari SMS ini. Saya tinggal di sini sejak dari nol dulu. Dengan usaha di tanah ini, saya bisa membeli tanah dan membuat rumah. Setelah selesai membereskan rumah ini, saya akan datang untuk mengucapkan rasa terima kasih saya, telah diberi kesempatan menumpang. Kalau nanti tidak sempat datang paling tidak saya ucapkan lewat telpon atau SMS,’’ tutup Wawan.(du)

Korban Tenggelam Ditemukan Meninggal
TERAMANG JAYA – Korban tenggelam Radut Hutosoit Sihombing (21), warga Air Bikuk, Kecamatan Pondok Suguh, di Muara Teramang, Desa Teramang Jaya, Kecamatan Teramang Jaya ditemukan mengapung di laut dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan oleh nelayan Pasar Bantal saat hendak melaut. Korban ditemukan sekitar Pukul 9.25 WIB kemarin, yang berjarak 4 mil lebih kurang dari pinggir pantai.
Kronologisnya, pada awalnya 3 orang nelayan yang terdiri dari Idris Sardi, Rudi dan Budi L ini merasa heran melihat benda yang mengapung di tengah laut, setelah didekati ternyata sesosok mayat. Mereka sendiri juga mengetahui jika salah seorang warga desa tetangga beberapa hari lalu tenggelam di muara aliran teramang. Oleh para nelayan ini mayat tersebut langsung dievakuasi menggunakan perahu mereka, hingga kemudian pihak dari Basarnas bersama warga yang sudah beberapa hari melakukan pencarian datang menyusul. Setelah dievakuasi dengan bantuan tim Basarnas Bengkulu dan Mukomuko beserta warga, jasad korban dibawa ke rumah duka di Desa Air Bikuk dengan menggunakan mobil ambulace.
Ketua Kelompok Pengawas Kecamatan Teramang Jaya, Hanasrum mengatakan korban tenggelam sekitar empat hari yang lalu telah ditemukan oleh tiga orang nelayan dalam kondisi mengapung dan tidak bernyawa. Penemuan ini secara kebetulan, ketika nelayan tersebut hendak berlayar memancing ikan. Belum lagi sempat menghamburkan pancing, di tengah perjalanan menuju lokasi pemancingan, nelayan itu melihat sosok seperti jasad manusia yang jaraknya tidak seberapa jauh dari keberadaan kapal mereka.
‘’ Kebetulan informasi adanya orang tenggelam ini sudah menyebar dan diketahui warga. Ternyata dugaan mereka benar, sebelum dievakuasi, nelayan itu sempat melaporkan temuan itu ke warga desa melalui via Hp,’’ungkap Hanasrum.
Hanasrum menambahkan, untuk proses evakuasi jasad korban, nelayan juga mendapat bantuan dari tim Basarnas yang sempat menyusul dengan menggunakan perahu karet ke tengah laut. Selang waktu jasad korban sampai ke tepi pantai, diperkirakan ratusan warga terlihat ramai untuk menyaksikan kebenarannya. Sekitar lebih kurang 1 jam, jasad korban berhasil dievakuasi ke tepi pantai dan selanjutnya di bawa ke rumah duka dengan menggunakan mobil ambulance.
Warga Pondok Baru, Satria Edi, menyampaikan sejak kejadian, pencarian jasad korban terus dilakukan. Selain warga desa, juga dibantu tim Basarnas dan nelayan Pasar Bantal. Namun penemuan  jasad korban ini secara tidak disengaja, kebetulan nelayan bermaksud ingin memancing ikan di wilayah perairan tersebut. Menurut keterangannya, nelayan itu belum sempat melempar pancing mereka, setelah menemukan jasad korban, kemudian berbalik arah dan membantu menyelamatkan jenazah untuk dibawa ke tepi pantai.
‘’Pencarian korban tenggelam ini warga juga mendapat bantuan dari Basarnas, bahkan juga menggunakan penerawangan orang pintar. Ini secara kebetulan saja, nelayan itu ingin pergi memancing ikan dan mereka menemukan jasad korban mengapung di dalam laut. Selanjutnya dievakuasi, kemudian dibawa ke rumah duka untuk proses penguburan,’’ terang Satria.
Kades Air Bikuk, Alwi, atas kepedulian masyarakat dalam melakukan pencarian hingga membantu proses evakuasi korban, sebagai pemerintah desa dirinya mengucapkan terimakasih. Selain itu juga kepada tim Basarnas dan nelayan yang bersedia meluangkan waktu dan tenaga.
‘’Kami atas nama pemerintah desa hanya bisa mengucapkan terimakasih banyak kepada warga masyarakat, nelayan dan Basarnas yang turut serta dalam meluangkan waktu dan tenaganya untuk melakukan pencarian korban hingga ditemukannya,’’ ujar Alwi.
Camat Teramang Jaya, M Tamin, membenarkan penemuan jasad korban tenggelam tersebut oleh nelayan Pasar Bantal. Sebelumnya, untuk pencarian korban, warga terlihat antusias dan memiliki rasa peduli.
‘’Kita akui rasa kepedulian masyarakat terhadap musibah ini cukup tinggi, mereka bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk turut serta dalam proses pencarian, hingga proses evakuasi jasad korban setelah ditemukan oleh nelayan,’’ tutup Tamin. (nek)