Monday, 21 April 2014

PDIP Raih Suara Terbanyak DPR RI

POLITIK RM – Setelah melalui proses pleno yang panjang dan alot, akhinya untuk DPR RI kelar. Dimana hasil akhirnya PDIP meraih suara terbanyak dengan total 15.156 suara. Berikutnya disusul oleh Gerindra dengan perolehan 8.512 suara, PAN 8.350 dan NasDem 8.338 suara. Jumlah perolehan suara beberapa partai terjadi pengurangan, karena ada perbaikan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari data awal. Bahkan pihak saksi NasDem sempat menolak menandatangani hasil akhir ini.
Dikatakan oleh saksi NasDem, Rudi pihaknya keberatan atas perubahan tersebut, sebab data awal suara NasDem untuk DPR RI adalah 8.347 suara. Mereka punya bukti lengkap perolehan ini. Dengan itu ia belum menandatangai hasil akhir pleno KPU untuk DPR RI.  
‘’Saya jujur keberatan menandatangani sebab data tersebut merugikan, dimana jumlah suara NasDem untuk DPR RI jadi berkurang dari hitungan awal,’’ kata Edi.
Saksi dari PBB Jafridin mengaku menerima hasil akhir ini, karena dinilai sudah sesuai. Namun tidak mutlak, sebab proses pleno DPD, DPRD belum dilakukan, kalau ada perbedaan data nantinya, maka semua bisa cacat. Salah satu solusinya adalah mengecek kembali C1 jumbo dan menyesuaikan dengan angka yang ada di dalam rekapan.
‘’Karen kita menilai ada kecocokan maka kita setujui dulu, namun nanti akan kita sesuaikan dengan data rekapan untuk DPD dan DPRD, jika ada perbedaan DPT, maka bisa batal secara hukum seluruhnya,’’ papar Jafridin.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar, SE mengakui ada saksi yang belum tandatangan hasil akhir ini. Yang jelas data yang ada tersebut sudah disesuaikan dengan hitungan masing-masing. Untuk selanjutnya DPD dan DPRD. Soal usulan membuka C1 jumbo, tidak dilakukan secara keseluruhan, melainkan bila ada permasalahan di salah satu TPS.
‘’Kalau buka seluruhnya kertas plano tidak mungkin, kecuali ada masalah. Yang jelas untuk DPR RI sudah diselesaikan, tinggal yang berikutnya,’’ tutupnya.(jar)


Eni Khairani Menang, Syaiful Paling Kecil
/Hasil Pleno Calon DPD RI
METRO – Suara terbanyak untuk calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Kabupaten Mukokomuko, diraih oleh Eni Khairani dengan perolehan 13.667 suara. Untuk peraih suara terbanyak berikutnya, Bambang P Suroso dengan 9209 suara, terbanyak ke tiga diraih Eri Yanto dengan 8057 suara. Suara terkecil atau paling sedikit di raih oleh Syaiful Anwar Bachsin dengan hanya meraih 339 suara. Secara keseluruhan anggota DPD mendapat dukungan dari masyarakat Mukomuko.
Rapat pleno untuk calon DPD yang dilakukan setelah DPR RI oleh KPU Mukomuko, berjalan lebih lancar, hanya butuh 2 hingga 3 jam untuk menyelesaikannya. Padahal pleno DPR RI menghabiskan waktu cukup panjang dan dihadapkan dengan berbagai aksi protes dari saksi partai. Hingga berita ini diturunkan, untuk DPRD Provinsi, pleno masih berlangsung.
Saksi sekaligus calon DPD asal Mukomuko, Eri Yanto mengakui jika proses pleno DPD jauh lebih mudah. Selain calon sedikit juga saksi yang hadir tidak banyak menyampaikan protes, mereka hanya menyampaikan apa yang dirasa kurang pas, kemudian dibenahi dan mereka terima.
‘’Kalau semuanya sudah jelas, kita tentu tidak keberatan, maka untuk pleno DPD rasanya jauh lebih murah dibanding dengan pleno yang lain,’’ kata Eri.
Ahmad Kanedi meski tidak hadir langsung menyaksikan rapat pleno ini, menerima hasil tersebut. Ia menyadari tidak maksimalnya perolehan suara di Mukomuko lantaran jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya kecil. Untuk daerah lain, ia sudah unggul dan yakin akan mampu menembus kursi parlemen.
‘’Bagaimanapun, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada kawan-kawan yang ada di Mukomuko, karena sudah banyak membantu. Saya rasa jumlah tersebut cukup besar, mudahan niat baik kita ini dikabulkan,’’ kata eks wali kota Bengkulu yang akrab disapa Bang Ken ini.
Salah seorang anggota KPU, Syofia Diana, SE mengakui proses pleno untuk DPD jauh lebih simple, karena jumlah calon yang dihitung jauh lebih sedikit. Semua hasil rakapan tersebut sudah disetujui oleh saksi calon yang hadir. Pleno akan terus berlanjut, hingga semuanya selesai.
‘’Untuk DPD RI dan DPR RI sudah, semuanya sudah direkap dan ditandatangani para saksi yang hadir, untuk DPD lebih cepat, sebab prosesnya lebih mudah,’’ tutupnya.(jar)
1. Ahmad Hamim Wicaksono          4469
2. Ahmad Kanedi                7345
3. Babulhairien               2823
4. Bambang Prajitno Soeroso         9209
5. Cupli Risman                 2533
6. Dinmar                     4917
7. Djatmiko                 1927
8. Eni Khairani             13667
9. Eri Yanto                 8057
10. Iqbal Bastari             1305
11. Mohammad Saleh             4192
12. Muhammad Kosim             3288
13. Muspani                 3690
14. Radianto Star             504
15. Rahmullah                831
16. Riri Damayanti             7714
17. Ruslan Wijaya             2396
18. Salamun Haris             1778
19. Syaiful Anwar Bachsin         339
20. Yuan Rasugi Sang            3268

4 Ketua Partai Gagal ke DPRD
POLITIK RM – Pertaruang menuju kursi DPRD Kabupaten Mukomuko sudah selesai, tinggal menunggu hasil rekapan suara terakhir. Dari data sementara ada 4 ketua partai politik (parpol) yang ikut nyaleg, namun gagal menemubus kursi DPRD Kabupaten Mukomuko. Mereka adalah, Adrizon ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC-PKB) yang maju di Dapil I.
Berikutnya Mukti Ali, S.IP ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) nyaleg di Dapil 2, kemudian I Wayan Adnyana ketua DPC PDI Perjuangan. Berikutnya Masripani Maas, SE, ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Untuk ketua DPC Gerindra dan Demokrat, tidak nyaleg di Kabupaten, melainkan ke Provinsi Bengkulu. Ketua DPC PAN sendiri tidak maju sebagai caleg.
Ketua DPC PBB, Mukti Ali diminta tanggapannya mengakui jika ia sendiri tidak dapat lagi mempertahankan kursinya. Ia menerima hasil pemilu dengan legowo, karena masyarakat yang punya keputusan, terlepas dari banyaknya dugaan kecurangan yang terjadi selama pemilu berlangsung. Namun ia masih optimis, PBB di Dapil 1 masih ada harapan untuk mendapat jatah kursi, sebab dari hitungan sementara ada perbedaan.
‘’Itu sudah keputusan masyarakat, kita tidak bisa berbuat apa, yang jelas kami sudah berusaha yang terbaik, hasilnya berbeda itu diluar keinginan kita,’’ kata Mukti Ali.
Juga disampaikan oleh ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon menurutnya hasil pemilu tersebut adalah yang terbaik bagi masyarakat. Meski ia tidak lagi duduk sebagai anggota dewan periode berikutnya, namun setidaknya ia sukses membawa PKB meraih kemenangan di Mukomuko. Artinya siapa saja yang jadi dewan, adalah kader terbaik PKB dan harus menjalankan perannya dengan baik untuk membela masyarakat.
‘’Itu yang terbaik, walau tidak lagi menjadi dewan, namun kita tetap bangga karena sukses membawa PKB ke barisan pemenang pemilu, jika sebelumnya hanya ada satu orang dewan, sekarang berubah menjado 3 orang, itu luar biasa bagi kami,’’ tutupnya.(jar)

Gagahi Anak Dibawah Umur 2 Pemuda Dijel
METRO – Dua orang pemuda, masing-masing berinisial  St (21) dan Ry (21) asal Desa Rawa Bangun Kecamatan V Koto, terpaksa mendekam di sel Mapolres Mukomuko. Keduannya diduga setubuhi anak dibawah umur, Bunga (15) (nama samaran red). Korban yang mengalami trauma ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mukomuko.
Data terhimpun, kejadian ini sudah dilakukan sebanyak 3 kali, TKP nya di kawasan perkebunan abrasi Mukomuko. Pertama kali melakukannya, St yang adalah pacar korban sendiri. Informasinya perbuatan cabul keduanya, diketahui oleh Ry yang merupakan teman dekat dari St. Entah bagaimana kisahnya, akhirnya Ry ikut melakukan perbuatan cabul tersebut terhadap korban. Diduga ketagihan, perbuatan tersebut dilakukan berulang-ulang, hingga 3 kali . Kejadian ini terungkan setelah korban yang merasa tersiksa melaporkan kejadian itu ke polisi.
Berdasarkan laporan korban pada hari Rabu (16/4) lalu kedua tersangka langsung diringkus di kediamannya masing-masing. Kedua tersangka diancam dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sementara itu, korban saat ini mengalami trauma dan tengah ditangani unit PPA.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP. Dauglas Mahendra Jaya, SH, S.Ik mengatakan kedua pelaku sudah diamankan di Mapolres. Dan berdasarkan penyelidikan keduanya kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Kedua tersangka diancam dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Korban saat ini mengalami trauma dan tengah ditangani unit PPA.
‘’Setelah menerima laporan. Kita langsung lakukan penangkapan kedua tersangka dikediamannya di Desa Rawa Bangun.  Pada saat ditangkap kedua tersangka tidak melakukan perlawanan,’’ ujar Kasat Reskrim.(dum)


Si Jago Merah Ngamuk Lagi, 2 Rumah Jadi Abu
Dinsos Bantu Sembako, Sapuan Bantu Seng
V KOTO – Si jago merah mengamuk lagi, 2 unit rumah di Desa Talang Sepakat, Kecamatan V Koto hangus, masing-masing milik Regen dan Safri. Bahkan rumah kades, Niswan yang berdekatan, juga sempat dijilat api hingga mengalami kerusakan cukup parah. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (20/4) malam sekitar pukul 20.10 WIB, api baru bisa dipadamkan sekitar  pukul 11.30 WIB. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian mancapai ratusan juta rupiah., 19 jiwa kehilangan tempat tinggal. 
Sekdes  Talang Sepakat, Mastarli (28) mengatakan, sumber api pertama kali diketahui berasal dari ruang belakang rumah Safri (40) yang posisinya berada di tengah antara rumah Regen dan Niswan.  Bangunan rumah yang terbuat dari kayu, membuat api cepat membesar dan sulit untuk dikendalikan. Meskipun pada waktu kejadian hujan turun dengan lebat, tapi warga kewalahan menjinakkan api yang hanya menggunakan alat sederhana.
‘’Kebetulan malam itu masih banyak warga yang belum tidur, sehingga rumah pak Kades (Niswan, red) tidak ikut habis. Namun demikian hapir seluruh prabotnya juga rusak. Karena kepanikan warga  saat mengangkut juga mengakibatkan kerusakan,’’ ungkap Mastarli.
Diceritkan Safri, pada saat kejadian  dirinya bersama keluarga sudah tertidur, ia terbangun saat asap sudah memenuhi seluruh ruangan, dan api sudah menghanguskan sebagian besar rumahnya.  Ia juga mengaku tidak sempat lagi menyelamatkan harta bendanya.
‘’Waktu saya terbangun, api sudah besar, saya tidak tahu sumber api berasal dari mana. Saya tidak sempat menyelamatan harta sama sekali,  yang teringat menyelamatkan anak yang masih  7 bulan,’’ jelas Safri.
Mengetahui kejadian tersebut, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans)  langsung turun. Mereka langsung menyalurkan sabagai tanggap darurat. Bantuan yang disalurkan berupa sembako, perlengkapan dapur, selimut, perlengkapan sekolah, dan juga terpal.
‘’Hari ini (Kemarin, red) dari dinas langsung memberikan bantuan tanggap darurat, bantuan berupa sembako, perlengkapan dapur termasuk juga perlengkapan anak sekolah,’’ ungkap Kepala Dinas HM.Badri Rusli, SH.
Mengetahui kejadian tersebut, Sapuan, SE, Ak, MM juga langsung menurunkan bantuan, berupa seng sebagai tempat berteduh sementara para korban. Bantuan disalurkan melalui orang kepercayaannya.
‘’Kami langsung yang menyerahkan bantuan kepada korban berupa seng, ini permintaan dari pak Sapuan, yang mengetahui kejadian tersebut. Bantuan ini hanya sebagai bentuk kepedulian beliau terhadap para korban,’’ papar Viktor Hadi.(dul)