Monday, 21 April 2014

Saksi Adu Data, Pleno KPU Alot


METRO – Rapat pleno perekapan suara DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko berlangsung alot. Banyak dugaan kejanggalan yang disampaikan oleh pihak saksi atau peserta pemilu yang hadir. Diantaranya tidak singkronnya jumlah surat suara yang terpakai, untuk DPRD, DPR RI dan DPD. Juga ada temuan lain, diantaranya C1 yang dinilai aspal.
Hasil rapat pleno di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) diragukan hingga KPU diminta menggunakan datang yang ada di KPU dan membuka kembali C1 plano. Bahkan untuk Kecamatan Selagan Raya terjadi penundaan, sebab diduga ada pemalsuan tandatangan pada form rekapan suaran. Selain itu kotak suara disalah satu TPS Desa Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko terpaksa dihitung ulang. Hingga berita ini diturunkan Pukul 20.00 WIB, pleno yang dikawal ketat oleh Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik yang langsung memimpin anggotanya ini, masih merekap suara DPR RI.
Baru saja KPU membuka jalannya sidang Pleno beberapa saksi partai sudah menyampaikan kelemahan pemilu. Diantaranya Muslim Caniago, SH dari Partai Golkar. Dimana ia sempat membagikan kesimpulan tertulis dari temuannya mengenai pemilu. Juga menunjukkan beberapa bukti ketidak cocokan yang terjadi, berupa C1 dan berkas lainnya.
‘’Kita minta KPU dan Panwaslu selaku penyelenggara pemilu mempertimbangkan semua ini. Dimana pemilu bersih dan tertip yang digadang-gadangkan sejak awal, saya juga tanyakan, seharusnya ada meja untuk kami, sebab ini pleno, banyak berkas yang mau kami kembangkan,’’ kata Muslim.
Saksi Partai Bulan Bintang (PBB), Jafridin, dengan nada cukup tinggi ikut membeberkan temuannya. Terutama menyangkut ketidak singkronan antara jumlah pemilih dengan surat suara yang terpakai. Juga mengenai temuan adanya C1 yang bukan dari KPU, melainkan dipalsukan oleh pihak tertentu. Oleh sebab itu, ia memberikan tiga pilihan kepada KPU, pertama lakukan pemilihan ulang, kedua, hitung kembali surat suara yang terpakai atau paling mudah adalah tidak menggunakan hasil pleno PPK, melainkan berdasarkan C1 Plano.
‘’Saya pikir pilihan terakhir adalah sangat mungkin dilakukan, karena kalau dasarnya pleno di PPK jelas tidak sesuai, sebab C1 yang digunakan palsu, saya ada buktinya,’’ tegas Jafridin.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menjelaskan, semua penyampaian dari saksi peserta pemilu mereka pertimbangkan. Jika memang terjadi kekeliruan akan dibahas bersama selusi terbaiknya. Ia tidak menafik adanya kesalahan penjumlahan yang terjadi oleh petugas pemilu dan kesalahan dalam menulis angka lainnya.
‘’Dalam pleno ini kita sesuaikan data sebenarnya dengan temuan peserta pemilu. Kalau ada perbedaan dan kesalahan lainnya akan kita benahi bersama-sama,’’ kata Dawud.
Terkait dengan diperkirakan molornya penyelesaian sidang pleno ini, salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Padlu Azmi, SH menjelaskan pleno dilakukan paling lama sampai Pukul 00.00. Jika tidak juga selesai dilanjutkan besoknya (hari ini red).
‘’Kalau tidak selesai sekarang besok (hari ini red) hari terakhir, kalau tidak juga selesai, Panwaslu akan mengambil kesimpulan, mengenai proses ini, sebab tidak ada perpanjangan jadwal,’’ tegasnya.
Tak hanya itu, para pengurus partai dan caleg yang ikut datang ke lokasi pleno mengaku kecewa. Pasalnya mereka tidak diizinkan masuk menyaksikan proses pleno. Mereka juga menilai persiapan KPU untuk rapat pleno ini masih sangat kurang. Semestinya jika mereka tidak bisa masuk dalam ruangan, disediakan tempat duduk di luar dan ada fasilitas TV yang langsung menyiarkan pleno tersebut.
‘’Sidang pleno tersebut seharusnya terbuka dan bisa disaksikan oleh orang lain, ini jangankan bisa masuk, tempat di luar saja tidak disediakan, kita melihat ini sangat kurang,’’ pungkasnya.(jar)

Pemuda Air Bikuk Diduga Tenggelam
PONDOK SUGUH – Radut Hutosoit Sihombing, yang akrab disapa Ucok (21) warga Air Bikuk, Kecamatan Pondok Suguh diduga tenggelam. Kejadiannya seore kemarin, sekitar pukul 16. 25 WIB, saat korban hendak menyeberangi sungai Teramang Besar di Desa Teramang Jaya, Kecamatan Teramang Jaya. Hingga berita ini diturunkan, korban belum berhasil ditemui. Sementara warga masih melakukan pencarian dengan menggunakan alat, senter, perahu, jaring dan lainnya.
Kades Teramang Jaya, Safei, membenarkan kejadian ini, menurut rekan-rekannya, Ucok tenggelam saat menyebrangi sungai. Korban saat itu hendak  pulang ke desanya sepulang dari Gereja di Kecamatan Penarin.
‘’Mungkin korban tidak bisa berenang, sehingga tenggelam saat menyeberang sungai. Menurut keterangan temannya, mereka ingin pulang dan kemudian menyeberang sungai. Memang kondisi sungai agak dalam, sekitar 4 meter. Sempat membuat heboh warga, sampai sekarang kita bersama yang lainnya masih melakukan pencarian,’’ ungkap Safei.
Ketua Kelompok Pengawas Kecamatan Teramang Jaya, Hanasrum, juga membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya bersama sejumlah anggotanya ikut dalam proses pencarian. Sayangnya pencarian hanya mengandalkan peralatan seadanya.
‘’Sampai saat ini (kemarin,red) belum ditemukan. Kita masih melakukan pencarian bersama warga. Namun sayang hanya mengandalkan peralatan seadanya,’’ imbuh Hanasrum.
Sekdes Air Bikuk, Iwan, pihaknya sudah mengetahui informasi tersebut. Korban dipastikan warga Air Bikuk.
‘’Memang benar korban adalah warga kita. Dia hilang setelah pulang dari sembahyang digereja. Kemudian pergi bermain ke Teramang. Dari informasi yang kita terima, korban tenggelam saat berenang di sungai,’’ demikian Iwan. (nek)


Kantongi Bukti Baru, Gunarto Melapor Lagi
POLITIK RM – Beberapa hari lalu Gunarto caleg Partai Gerindra Dapil 2, kembali melaporkan rekan separtainya, Fitri, SE. Laporan baru tersebut, masih sekitar dugaan money politik, dimana ia mengklaim mengantongi bukti kuat, sudah terjadi pelanggaran. Adapun barang bukti baru ini berupa pengakuan dari salah  ketua RT Bumi Mulya Kecamatan Penarik, Koswara yang diminta oleh terlapor membagikan uang kepada 26 orang pemilih.
Menurut keterangan dari Gunarto melalui juru bicaranya, Imam Sayuti HM Putra, yang langsung hadir ke kantor Radar Mukomuko, sebagai bukti berupa surat pernyataan di atas materai 6000 yang ditandatangani oleh , Koswara. Adapun bunyi surat pernyataan tersebut. ‘’Saya telah benar-benar membagikan uang dari tim kemenangan Fitri, SE caleg no urut 1 dari Partai Gerindra dengan tujuan memenangkan dalam pil caleg 2014 sebesar Rp. 150 000/orang kepada sebanyak 26 orang di Desa Bumi Mulya,’’.  Namun sayang saat akan dikonfirmasi langsung  surat ini dengan Koswara Via telepon tidak diangkat.
Dijelaskan Imam, surat pernyataan dari Koswara ini hanya salah satunya saja, masih banyak pengakuan lain dari masyarakat. Yang jelas laporan sudah diserahkan kepada pihak Panwaslu Mukomuko untuk ditindak lanjuti secepatnya.
‘’Kami sudah sampaikan kepada Panwaslu laporan tersebut untuk ditindak lanjuti, ini bukti kuat dan jelas, pihak yang membuat pernyataan adalah ketua RT dan ia siap memberi ketarangan secara langsung,’’ kata Imam.
Lanjutnya, pihaknya akan upayakan semaksimal mungkin, agar dugaan pelanggaran pemilu bisa diselesaikan dengan baik. Pasalnya dampaknya adalah  untuk demokrasi di Kabupaten Mukomuko mendatang, apalagi dalam waktu dekat ada Pilpres dan pilkada. Kalau masih saja seperti saat sekarang, maka demokrasi di Mukomuko jadi rusak.
‘’Kalau dibiarkan saja, maka akan lebih buruk lagi pada masa berikutnya, maka kita akan terus lakukan tuntutan sampai ada kejelasannya,’’ tutup Imam diamini Gunarto.(jar)


Dilalap Api Rumah dan Isinya Ludes
PONDOK SUGUH – Satu unit rumah kontrakan semi permanen yang ditempati Komar (50) di Desa Karya Mulya Kecamatan Pondok Suguh ludes dilalap api. Kebakaran ini terjadi kemarin, sekitar pukul 10.31 WIB, dalam rumah hanya ada salah seorang anak korban yang dikenal mengalami gangguan mental.
Camat Pondok Suguh, Khairul Anwar, SH mengatakan berdasar informasi yang kita peroleh sementara, Api diduga berasal putung rokok anak salah seorang anak korban yang mengalami gangguan mental. Karena anak korban biasanya merokok dan membuang putung rokok sembarangan. Sedangkan Komar bersama sang isteri pada saat kejadian tengah bekerja. 
‘’Perkiraannya api berasal dari putung rokok anak korban yang berada di ruang tengah. Kemudian api membesar dan menghanguskan seluruh isi rumah. Beruntung anak korban dapat diselamatkan,’’ ujar Khairul.
Khairul menambahkan, akibat kejadian tersebut diperkirakan kerugian mencapai Rp 50 jutaan. Dimana tidak ada isi rumah yang berhasil diselamatkan kecuali tabung gas elpiji. Lebih jauh Khairul meminta kepada pemda untuk dapat mengalokasikan mobil Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) untuk wilayah Kecamatan Pondok Suguh. Kurun 2 bulan terakhir sudah ada 2 kasus kebakaran yang terjadi. Dan semuanya rata dengan tanah.
‘’Kita sangat mohon pemda dapat segera mengalokasikan mobil PBK sekaligus para petugasnya untuk Kecamatan Pondok Suguh. Karena dalam 2 bulan terakhir sudah 2 rumah habis terbakar. Sedangkan menunggu mobil PBK dari Ipuh itu memakan waktu yang cukup jauh,’’ tutur Khairul.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Pondok Suguh, Iptu. A. Robani membenarkan terjadinya peristiwa kebakaran tersebut. Dan ini masih proses penyelidikan pihaknya.
‘’Ya sekitar pukul 10.31 WIB kemarin telah terjadi kebakaran satu  di Desa Karya Mulya. Dugaan sementara api berasal dari korsleting arus listrik. Dan kerugian sementara ditafsir lebih dari Rp 50 jutaan,’’ tutup Kapolsek.(dum)