Thursday, 16 January 2014

Pemilu Mukomuko 2014

Kandidat






Bengkulu Barat 3

 
Presidium Bengkulu Barat Dukung Ichwan Maju Pilgub
IPUH - Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Bengkulu Barat, HM Rifa’I Amir, SH menyatakan dukungannya penuh pada Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM maju pencalonan Gubernur Bengkulu mendatang. Bukan sebatas pribadi, Rifa’I memastikan tokoh-tokoh lain yang tergabung dalam presidium dan juga masyarakat memberikan dukungannya. Sebab majunya Ichwan Yunus diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kelangsungan pembangunan di Kabupaten Mukomuko kedepan, serta pastinya kelancaran perjalanan pemekaran Bengkulu Barat.
Terkait isu yang berkembang bahwa wacana pemekaran Bengkulu Barat ditunggangi misi politis sejumlah kandidat cagub dari daerah lain, Rifa’I dengan tegas menampiknya. Termasuk kehadiran salah seorang bupati dalam acara deklarasi yang bertempat di lapangan Medan Jaya, Ipuh lalu, Rifa’I mengaku tidak ada melayangkan undangan. Sebaliknya, anggapan bahwa pihak panitia acara deklarasi tidak berkoordinasi ataupun mengundang Ichwan dan jajaran untuk hadir, Rifa’I menerangkan pihaknya sudah mencoba untuk menemui langsung Ichwan namun belum berhasil.
‘’Jadi ini yang ingin kita luruskan, kita sangat mendukung Bupati Mukomuko (Ichwan, red) maju sebagai calon gubernur Bengkulu. Bahkan saya pastikan semua masyarakat dari enam kecamatan di calon wilayah Bengkulu Barat ini mendukung full. Kita sama sekali tidak ada berhubungan dengan kandidat calon gubernur lainnya. Baik itu dari Kepahiang, Bengkulu Utara ataupun daerah lain. Kita bukannya tidak melibatkan bupati, pemerintah Kabupaten Mukomuko ataupun DPRD. Tetapi untuk saat ini kita masih mengumpulkan data lapangan. Kita pun sudah empat kali mencoba menemui beliau (bupati, red) namun belum berhasil bertemu langsung,’’ jelas  Rifa’I kemarin.
Rifa’I lebih lanjut meminta kepada semua pihak untuk tidak berupaya membuat jurang antara wilayah yang menurut rencana memekarkan diri menjadi sebuah kabupaten dengan kabupaten induk, yakni Kabupaten Mukomuko. Sembari terus bergerak, Rifa’I telah memberi komando pada jajaran presidium untuk membantu Pemkab Mukomuko, terkhusus Ichwan Yunus  merealisasikan program-program pembangunannya.
Secara terpisah, Ichwan menerangkan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan secara resmi disertai dokumen-dokumen yang menjadi dasar dan persyaratan rencana pemekaran Kabupaten Bengkulu Barat. Karenanya Ichwan lebih menilai Bengkulu Barat masih sebatas wacana.
‘’Itu kan masih sebatas wacana. Dan lagi yang mendeklarasinya itu  siapa,’’ singkat Bup.(dum)

Sang Senator Bertekad Lanjutkan Perjuangan
POLITIK RM – Yuan Rasugi Sang, S.Sos, MH ‘’Sang Senator’’ yang kembali bersaing pada pemilu 9 April mendatang masih yakin akan mendapat dukungan dari masyarakat untuk kembali mewakili Provinsi Bengkulu sebagai anggota Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI). Ditemui disela-sela kehadirannya pada saat deklarasi Presdium pemekaran Bengkulu Barat beberapa waktu lalu, ‘’Sang Senator’’ dengan percaya diri, yakin masyarakat masih menginginkannya untuk menjabat.
Sejauh Yuan masih fokus menjalankan tugasnya sebagai anggota DPD RI, terkait dengan gerakan kampanye untuk kembali duduk, Yuan Rasugi Sang mengaku tetap dilakukan bersama dengan masyarakat dan tokoh yang menginginkannya. Sebagai wakil dari daerah, ia harus mengunjungi setiap daerah untuk meninjau dan mendengar aspirasi mereka terkait pembangunan serta cita-cita lain dari masyarakat Bengkulu.
‘’Kita biasa-biasa saja, menjalankan tugas yang dipercayakan dan berusaha melakukan yang terbaik. Untuk pemilu 2014 saya juga berusaha semaksimal mungkin disela-sela kesibukan sekarang. Mudahan saja dan saya yakin masyarakat yang menentukan wakilnya,’’ kata Yuan.
Mengenai basis suaranya, Yuan mengaku secara global Provinsi Bengkulu dibawah binaannya dan menjadi kewajibannya selaku anggota DPD untuk memikirkan dan memperjuangkan kemajuannya. Termasuk Kabupaten Mukomuko baginya bukan daerah yang asing, sebab ia memiliki keluarga besar dan rekan-rekan seperjuangan yang siap memberi support untuk dirinya. Harapannya masyarakat Mukomuko terus bersemangat dan memberi dukungan, karena itu akan menentukan lanjutan dari perjuangannya saat ini.
‘’Mudahan saja, bagi saya semuanya masyarakat yang harus kita bela dan bisa, termasuk di Mukomuko ini, adalah daerah kita sendiri, mudahan saja masyarakat menginginkan saya untuk duduk lagi melanjutkan tugas yang ada,’’ harap Yuan.
Mengenai kehadirannya saat deklarasi Bengkulu Barat pada (12/1) lalu, Sang Senator ini mengaku karena punya beban dan diminta untuk hadir. Tidak ada gerakan politik dibalik kehadirannya tersebut, sebab sebagai anggota DPD ia harus menampung aspirasi masyarakat. Ia menyatakan siap mengusung rencana pemekaran ini di DPD RI nantinya, karena sudah layak dan masyarakatnya juga sudah sangat siap.
‘’Kita hadir sebagai anggota DPD demi masyarakat, karena diminta oleh kawan-kawan untuk ikut menyaksikannya. Tidak ada gerakan politik, perjuangan pemekaran ini wajar dan bisa saja terjadi,’’ tutupnya.(jar)

Baliho dan Spanduk Caleg Dilirik Panwaslu
POLITIK RM – Spanduk dan baliho caleg yang mulai hiasi jalan dan berbagai tempat di Kabupaten Mukomuko mulai dilirik oleh Panwaslu Mukomuko. Setiap pemilik alat peraga kampanye sudah didata dan masuk dalam catatan dugaan pelanggaran pemilu oleh peserta pemilu. Jika terbukti melanggar akan ditindak lanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Padlul Azmi, SH mengatakan ia sudah mengerahkan seluruh anggota Panwasli Kecamatan (Panwascam) dan petugas Panwaslu lainnya untuk melakukan peninjauan keberadaan alat peraga caleg tersebut. Jika memang terbukti melanggar aturan pemilu sebagai mana yang diatur pada peraturan KPU dan undang-undang yang berlaku, maka akan ditindak.
‘’Kita sudah minta petugas di lapangan untuk mendata dan mempelajari keberadaan baliho dan juga spanduk tersebut, yang jelas kita cek dulu dan bandingkan dengan aturan yang berlaku, kalau melanggar tentu ditindak,’’ kata Padlul.
Selagi tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku dan menimbulkan masalah di lapangan, maka mereka tidak punya hak untuk menindak setiap peraga caleg yang terpasang. Sebab selaku petugas pengawas pemilu, mereka menjalankan tugas sesuai aturan yang ada. Selain peraga yang terpasang berupa spanduk dan peraga lainnya, masih ada beberapa dugaan pelanggaran oleh peserta pemilu yang mereka catat untuk dipelajari.
‘’Yang jelas kita melakukan tugas sesuai perintah dan undang-undang, kalau memang tidak pelanggaran dan diluar wewenang panwas, maka kami tidak akan mempersoalkan. Pelanggaran bukan hanya spanduk dan baliho bisa jadi dalam bentuk lain,’’ tutupnya.(jar)

DPD PAN Gelar Rapat
//Bahas Caleg, Pilpres Hingga Pilkada
POLITIK TM – Kemarin para petinggi Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko yang dipimpin langsung ketua DPD Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM menggelar rapat penguatan. Yang jadi pokok bahasan dalam rapat ini terkait pemenangan pemilu 2014, yaitu kesiapan dari caleg, tim pemenangan dan partai sendiri. Juga sempat singgung mengenai persiapan menghadi Pilpres dan Pilkada baik Bupati maupu Gubernur.
Sekjen PAN Mukomuko, Eranardi, S.IP mengatakan cek kesiapan ini amat penting dilakukan. Tujuannya untuk menjaga kebersamaan antar kader PAN dan juga mengenai peningkatan peluang untuk memenangi pemilu atau setidaknya mengejar target yang sudah disepakati. Dalam hal ini tentu kesiapan caleg dalam bersaing menjaga basis suara dan mendapatkan dukungan secara merata menentukan. Termasuk gerakan dari tim pemenangan yang dipercaya oleh partai sejauh ini bagaimana?
‘’Kroscek kekuatan caleg dan tim di lapangan ini penting, Ketua DPD menginginkan setiap caleg bergerak aktif mencari suara sebanyak-banyaknya. Target partai yang sudah disepakati sejak awal menimal 5 kursi harus dicapai,’’ kata Era.
Pada pertemuan ini, Ketua DPD yang juga adalah Bupati Mukomuko ini, mengingatkan kepada setiap caleg temui langsung warga, sampaikan visi dan misi partai. Caleg PAN tidak diperkenankan memberi kepada masyarakat yang masuk dalam ketegori money politik. Yang paling penting adalah menjual figur caleg dan tokoh PAN itu sendiri kepada masyarakat. sebab sejauh ini kader dan petinggi PAN masih diidolakan masyarakat Mukomuko.
‘’Banyak pesan disampaikan ketua untuk kita dalam rangka memenangi pemilu ini, diantaranya peringatan bagi caleg untuk bergerak, jangan melakukan praktek tidak baik dalam pemilu namun harus tetap bisa menang,’’ tegasnya.
Kader PAN lainnya, Chaidirrisman, SH yang juga hadir pada rapat ini, mengatakan, persiapan memenangi pemilu rutin dilakukan oleh partai. Terutama menyangkut kesiapan dari caleg dan kelemahan yang dihadapi. Secara besama dipecahkan untuk menjaga suara PAN di setiap sudut. Ia merasa yakin, kemenangan 2014 nyaris bisa dipastikan bisa digapai partai berlambang matahari putih ini.
‘’Pesan dari ketua ini sangat penting, meski pada dasarnya PAN sudah punya kans besar menang, namun satu hal perlu diingat perjuangan panjang dan semua harus bergerak,’’ tutupnya.(jar)

Tuesday, 14 January 2014

Radar Mukomuko Amris










Politik 2014 2

6 Anggota PPK Diganti
POLITIK RM – Hasil peninjauan ulang terhadap petugas Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, untuk sementara dipastikan sebanyak 6 orang PPK akan diganti dengan yang baru. Jumlah ini masih berpeluang bertambah, jika memang ada temuan yang mengakibatkan anggota PPK dianggap tidak layak. Adapun alasan pergantian diantaranya, petugas PPK memiliki hubungan kekeluargaan dengan Calon Anggota Legislatif (Caleg), pendidikan tidak cukup dan juga hasil penilaian kinerjanya kurang memuaskan.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengatakan 6 orang yang sudah dipastikan diganti ini, setelah melakukan telaah dengan baik dan juga sesuai keterangan beberapa pihak yang dapat dipercaya KPU. Syarat menjadi anggota PPK adalah berada pada posisi indipendent, memenuhi syarat dan mampu menjalankan tugas dengan baik. Jika itu dilanggar, maka mau tidak mau harus digantikan.
‘’Kita sudah pelajari dengan baik SE dari pusat, maka mau tidak mau mereka yang tidak mencukupi syarat sesuai aturan harus digantikan. Untuk sementara ini hanya 6 orang saja, kalau memang ada laporan dan temuan lain nanti, bisa saja kita pertimbangkan yang lainnya untuk diganti,’’ kata Dawud.
Untuk calon pengganti sekarang sedang mereka seleksi, yang jelas adalah calon PPK yang sebelumnya masuk 10 besar penjaringan. Namun sayangnya, Dawud belum bisa menyebutkan dari mana saja dan siapa saja PPK yang akan diganti tersebut. Untuk SK pembaharuan atau pengangkatan kembali PPK yang sudah ada akan keluar dalam minggu ini. Harapannya semua bisa melanjutkan pekerjaannya dengan baik untuk suksesnya pemilu.
‘’Kita sedang persiapakan SK untuk pengangkatan baru PPK, diusahakan dalam dua hari ini bisa selesai dan mereka bisa meningkatkan kinerjanya untuk menyukseskan pemilu 2014,’’ papar Dawud.
Anggota KPU lainnya, Sofia Diana, SE senada mengungkapkan, selesi ulang PPK mereka lakukan secara langsung. Data yang didapat tentang keberadaan seorang petugas sudah falid. Harapan mereka kerjasama KPU dan PPK bisa lebih baik lagi. Karena tugas ke depannya akan lebih berat dihadapi, kalau tidak siap maka pemilu terancam tidak sukses.
‘’Harapan kami, semua bisa bekerja lebih baik lagi, sebab tugas yang akan dihadapi jauh lebih berat, beberapa saat lagi pemilihan akan dilakukan, selanjutnya Pilpres sudah menunggu,’’ tutupnya.(jar)

Politik Butuh Biaya Bukan Berarti Politik Uang
POLITIK RM – Nama besar atau terkenal saja tidaklah cukup untuk mengantar seorang caleg ke kursi panas gedung wakil rakyat. Terus apa saja yang dibutuhkan? Salah seorang tokoh Mukomuko yang juga sebagai dosen senior Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum mengatakan, amunisi juga merupakan faktor paling menentukan untuk seorang politisi mencapai tujuannya.
Dijelaskannya, politik itu butuh biaya, bukan berarti money politic. Mulai dari anggaran sosisalisasi hingga pembiayaan aktivitas politik itu sendiri. Meski seseorang memiliki nama besar dan dikenal, kalai tidak melakukan sosialisasi saat sudah terjun ke dunia politik maka sulit mencapai tujuannya.
‘’Politik adalah gerakan seseorang menuju tujuannya, maka dalam pemilu legislatif, nama besar saja tidak cukup. Butuh dana untuk menjalankan misi dan mencapai tujuan, uang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan kampanye seperti kaos serta alat pendukung lainnya’’ kata Hamdani.
Lanjutnya, kecuali di Amerika dan beberapa daerah yang sudah maju lainnya, seorang yang diinginkan masyarakat bisa memenangi pemilu, meski tidak memiliki modal besar. Namun bukan juga mereka tidak punya dana, sebab masyarakat yang mendanai langsung. Untuk Indonesia, sejauh ini belum ada keinginan dari masyarakat sedemikian. Bukan berarti masyarakat yang salah, namun prilaku itu sudah demikian sejak lamanya. Kendala anggaran inilah, menyebabkan kepemimpinan di daerah ini sulit membaik. Orang yang hebat tidak punya dana tetap tidak bisa, akhirnya mereka yang sudah bermodal tetap bertahan.
‘’Maka pergantian kepemimpinan itu sulit dilakukan, sebab mereka yang sudah lama punya dana untuk membiayai politik. Sedangkan politisi muda yang dikenal cerdas, tertinggal dalam hal pendanaan,’’ tutupnya.(jar)

DPD NasDem Matangkan Persiapan Caleg
POLITIK RM – Untuk mengincar kemenangan pada Pemilu nanti, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Mukomuko terus mematangkan persiapan. Kemarin lusa, segenap caleg dan petinggi NasDem Mukomuko menggelar rapat bersama di sekretariatnya di Kelurahan Banda Ratu Kecamatan Kota Mukomuko. Pokok pembahasan dalam pertemuan ini adalah pematangakan kesiapan memenangkan pemilu.
Ketua DPD NasDem Mukomuko, Busril menerangkan, pertemuan tersebut dihadiri oleh para pengurus dan caleg. Mereka membahas mengenai kesiapan dan apa saja yang sudah dilakukan untuk memenangi pemilu. Evalusasi ini untuk lebih mematangkan kesiapan dan ketepatan dari setiap langkah politik para caleg dan kader. Caleg yang sudah gencar diminta terus meningkatkan perjuangan dan caleg yang selama ini belum banyak bergerak diharapkan bisa melakukan kampanye semaksimal mungkin.
‘’Kita rapat meninjau kesiapan dan langkah yang sudah dilakukan oleh kawan-kawan selama ini. Semua kita harapkan bergerak dan melakukan yang terbaik demi mencapai target memenangi pemilu 2014 nanti,’’ kata Busril.
Beberapa hal yang paling utama adalah penggunaan atribut oleh caleg selama ini. Juga menampung kemungkinan ada masukan terkait kebutuhan caleg menghadapi masa kampanye ini. Mengenai rencana kedatangan Patrice Rio Capella sendiri belum menjadi prioritas. Pasalnya selain menyesuaikan dengan jadwal Rio, mereka juga harus merumuskan, bagaimana Rio hadir langsung kampanye secara besar-besaran.
‘’Kalau sekarang ini, kampanye belum boleh dilakukan secara besar-besaran, untuk mendatangkan Rio bukan hal yang mudah. Maka kemungkinan kita sesuaikan dengan masa kampanye terbuka nanti. Yang penting saat ini persiapan kita,’’ tutupnya.(jar)

//Syamsuri Wakil Rakyat yang Peduli
SANTAI namun pasti, itulah gambaran pintas sosok dari H. Syamsuri Rustam, ST calon anggota DPRD Mukomuko Dapil III Nomor urut 1 dari Partai Amanat Nasional (PAN). Sudah dua periode ia mewakili masyarakat Dapil III di DPRD Mukomuko dan pencalonannya kali ini adalah yang ke tiganya. Tidak ada alasan untuk mencela sosok ini selaku calon Incumbent. Meski sudah dua periode menjabat sebagai anggota dewan, ia tetap Syamsuri seperti sebelumnya. Tidak ada kesan kemewahan dalam hidupnya apalagi kesombongan setelah menjabat. Ia tidak memiliki rumah mewah seperti kebanyakan dewan dari daerah lain, apalagi kendaraan yang mahal.
Alasan itulah salah satu, mengapa masyarakat Dapil III masih terus ingin mengutusnya sebagai wakil rakyat. Termasuk PAN sendiri, ingin tetap mempertahankan sosok Syamsuri sebagai caleg DPRD Mukomuko demi menjaga basis dukungan yang sudah ada. Soal perannya sebagai anggota dewan juga tidak diragukan lagi. Berbagai kebijakan dan program pemerintah selama kurang lebih 10 tahun terakhir tidak ada yang lepas dari keikut sertaannya selaku dewan. Juga tidak sedikit lagi pembangunan yang sukses ia perjuangkan untuk Dapil III ini. Mulai dari jalan, jembatan, infrastruktur pertanian serta bantuan-bantuan sosial lainnya.
Sosok Syamsuri juga dikenal sebagai wakil rakyat yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia tidak pernah segan membantu masyarakat yang membutuhkan, baik melalui uang pribadinya maupun dengan cara memperjuangkan masyarakat agar mendapat bantuan dari pemerintah untuk pengobatan dan sebagainya. Bahkan baru-baru ini ia mengunjungi salah seorang penderita lumpuh di Kecamatan Air Rami, Desi, setelah mengetahui dari Koran Radar Mukomuko, jika ia butuh bantuan untuk penyakit lumpuh yang dideritanya. Syamsuri sempat memberi bantuan dan mengajak para donatur bersama-sama membantunya. Ia juga berusaha agar korban bisa dibantu pemerintah daerah untuk pengobatan.
‘’Kita melakukan apa yang bisa dilakukan, masyarakat memberi kepercayaan, harus kita jalani sesuai apa yang diinginkan meraka. Kita harus bersukur dan tidak melupakan tugas dan tanggungjawab selaku wakil rakyat,’’ ujar Syamsuri.
Wajar masyarakat Dapil III ingin terus mengutusnya sebagai wakil rakyat.
Pada periode berikutnya, Syamsuri ingin melakukan lebih baik lagi dan melanjutkan apa yang belum sukses diperjuangkannya. Soal basis, Syamsuri memiliki dukungan yang tersebar di seluruh daerah Dapil III, meskipun ia berdomisili di Kecamatan Ipuh.(jar)

Panwascam Tuding Atribut Caleg Melanggar
POLITIK RM - Ketua Pengawas Kecamatan (Panwascam) Air Dikit, Apriansyah, menerangkan dari penelusurannya banyak Calon anggota legislatif (Caleg) yang diduga melanggar peraturan pemilu. Pelanggaran dimaksud berupa pemasangan atribut di jalur yang semestinya steril.
‘’Terus terang saja, memang secara aturan mereka para Caleg yang memberanikan diri untuk memasang baliho di tempat umum itu jelas melanggar aturan. Seperti di wilayah kita, memang sudah banyak baliho yang terpasang, padahal memang belum waktunya,’’ ungkap Apriansyah kepada Radar Mukomuko (RM) kemarin.
Apriansyah menyebutkan, pihaknya akan mencoba melakukan penertiban dengan melakukan tindakan persuasif dengan caleg maupun timnya. Jika memang tidak diindahkan nantinya, pihaknya akan melayangkan surat resmi ke Panwaslu Kabupaten untuk ditindaklanjuti.
‘’Hingga sekarang ini kita sudah memiliki data sementara dan itu tetap akan kita laporkan jika mereka tidak sesegera mungkin untuk membuka balihonya. Sebelumnya kita mencoba untuk melakukan pendekatan kepada Caleg untuk memberikan teguran lisan, kalau memang tidak bisa di tertibkan, tunggu saja langkah selanjutnya,’’ imbuh Apriansyah.
Hasil temuan di lapangan, di kawasan Desa Sumber Sari, Pondok Lunang ditemukan beberapa baliho caleg yang terpampang di tepi jalan raya. Ada yang dipasang di batang pohon dan ada juga sengaja untuk memasang baliho di rumah-rumah warga.
‘’Bagi Caleg yang melanggar aturan itu bisa dituntut secara hukum nantinya, kita tunggu saja tanggal mainnya. Yang jelas kita komit untuk melakukan penertiban,’’ demikian Apriansyah.(nek)

Politik 2014 Mukomuko 1

NasDem dan PBB Paling Miskin
//Dana Kampanye 2014
POLITIK RM – Dari 12 Partai Politik (Parpol) yang ikut pemilu 2014 di Kabupaten Mukomuko, Partai Bulan Bintang (PBB) terkategori paling miskin jumlah dana kampanyenya. Dimana sesuai dengan laporan dana kampanye yang masuk ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, dana kampanye parpol ini pada pemilu 2014 hanya Rp 150 ribu saja. Kemudian disusul oleh Partai NasDem dengan jumlah Rp 1 juta saja. Sementara parpol keuangan kampanyenya tertinggi yang dilaporkan ke KPU Mukomuko adalah PDI Perjuangan sebesar Rp. 371.050.000.
Dana kampanye terbanyak kedua yang dilaporkan ke KPU adalah Partai Amanat Nasional (PAN) berjumlah Rp 247 736 000, disusul Partai Demorat Rp 220 000 000, Hanura 202.190 000, PKP Indonesia Rp 196 300 000, PKS Rp 150 612 182, Gerindra Rp 122 958 314, PPP Rp 98 938 000, PKB Rp 90 893 500 dan Partai Golkar Rp 71 800 000 . Jumlah ini sesuai dengan rekapan KPU hasil laporan dari rekening kampanye partai politik.
 Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag didampingi anggotanya Sofia Diana, SE menjelaskan jumlah keuangan partai ini sudah mereka rekap dan dilaporkan. Terkait dengan jumlahnya sesuai laporan dari pengurus partai tersebut. Mengenai ada dugaan parpol dan caleg tidak melampirkan seluruh dana kampanyenya, merupakan tanggungjawab masing-masing partai tersebut.
‘’Soal jumlahnya kita enggan mengomentari, yang jelas dana itu sesuai laporan dari setiap partai yang sudah masuk ke KPU. Kalau ada yang tidak dilaporkan itu tanggungjawab dari masing-masing partai tersebut,’’ kata Dawud.
Juga anggota KPU lainnya, Dedy Desponsory, S.HI mengatakan dana partai yang masuk nantinya akan diaudit oleh tim khusus dari KPU dan Panwaslu. Jika ada kesalahan terutama menyembunyikan, maka dampaknya dianggap illegal dan suara partai tersebut terancam dibatalkan.  Dari awal pihaknya sudah memberi imbauau agar melapor. Caleg tidak bisa main-main dengan aturan PKPU No 17 tentang pelaporan dana kampanye yang dilakukan baik sebelum dan sesudah Pemilu legislatif 9 April 2014. Sanksi dan hukuman adalah dibatalkannya suara caleg yang tidak melaporkan dana kampanye tersebut. Kemudian hal ini bisa saja dilanjutkan ke pengadilan oleh partai politik karena pasti merugikan partai dengan hilangnya suara.
‘’Ada penyataan tertulis di atas materai yang mewajibkan Caleg untuk melaporkan dana kampanye. Apabila dilanggar tentu ini merupakan pelanggaran hukum,’’ tegas Dedy.(jar)

Pemilihan DPR-RI, Dana Dijagokan
POLITIK RM – Sama-sama diketahui, dari 48 orang caleg DPR RI Dapil Provinsi Bengukulu asal 12 Partai Politik (parpol) yang maju pada pemilu 2014 ini, tidak ada satupun yang berasal dari Kabupaten Mukomuko. Terus siapa yang akan menang, apa alasan 119 ribu lebih masyarakat Mukomuko memilih mereka. Menanggapi hal ini tokoh ternama Kabupaten Mukomuko, H Hamdani Makir, SH, M.Hum lebih menjagokan pilihan kepada sosok Dana Anugerah Raffliansyah, caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Dapil Bengkulu nomor urut 2.
Alasannya, Dana satu-satunya caleg DPR RI yang masih ada darah Mukomukonya, meskipun diketahui Dana baru hadir ke Mukomuko saat pencalonannya. Namun sejarah keluarganya sudah cukup alasan mengapa mendukungnya. Ketimbang memilih caleg yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan ‘’Kapuang Sakti Ratau Batuah,’’ ini. Untuk ketokohan dan juga kemampuan, semua caleg yang maju untuk DPR – RI sudah tak diragukan lagi.
‘’Kenapa saya katakan Dana Anugerah lebih berhak dipilih, kita tidak ada calon yang benar-benar berasal dari Mukomuko, hanya dia yang ada sedikit kaitannya dibaca dari sejarah keluarganya dulu. Saya rasa itu cukup alasan masyarakat Mukmuko memberi pilihan,’’ kata Hamdani Makir.
Di daerah lain, masyarakat fokus mendukung caleg yang merupakan putra-putri daerah mereka sendiri, lantaran Mukomuko belum punya, maka pilihan mendukung caleg yang punya sejarah ada hubungan lebih baik. Setidaknya kedepannya ada alasan masyarakat menagih janji politik caleg tersebut, bisa melalui keluarganya yang ada di Mukomuko atau mudah-mudahan lantaran ada keterkaitan, setelah mereka menang masih datang ke Mukomuko.
‘’Kalau caleg yang minta dukungan pasti banyak ke Mukomuko, sebab mereka tahu, kita tidak ada kandidat kuat. Namun demikian, sebaiknya kita tetap fokus memberi dukungan bagi caleg yang ada sedikit hubungan dengan Mukomuko,’’ tutupnya.(jar)

Besok, Apel Siaga PKS Digelar
POLITIK RM – Sesuai dengan jadwal semua, pagi besok Apel Siaga menjemput kemenangan 2014 akan digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD-PKS) Kabupaten Mukomuko. Berbagai persiapan dan kebutuhan untuk suksesnya acara yang dimulai Pukul 9.00 WIB di salah satu hoter ternama di Kecamatan Kota Mukomuko ini sudah rampung oleh dilakukan.
Salah seorang politisi PKS, H Tarmizi menyampaikan, Apel Siaga ini sangat penting bagi semua kader dan caleg PKS, maka disarankan tidak ada yang tidak menghadirinya. Banyak hal akan dibahas dan disampaikan untuk setiap kader, pengurus caleg dan simpatisan terutama menyangkut persiapan memenangi pemilu 2014. Apalagi acara ini akan dihadiri para politisi PKS yang sudah cukup dikenal.
‘’Rugi bagi caleg dan kader kita yang tidak datang, banyak ilmu akan dibagikan kepada kita. Yang hadir ini politisi yang sudah dikenal secara nasional. Juga akan ada informasi lain bagi kita menyangkut pemilu 2014 nanti,’’ kata Tarmizi.
Ketua DPD PKS Mukomuko, Andy Suhery, SE, M.Pd mengatakan kehadiran semua caleg, pengurus, kader dan simpatisan sangat diharapkan guna kebaikan bagi partai pada pemilu mendatang.  Yang jelas banyak ilmu tentang kepemiluan dan tekhnik kampanye yang akan diberikan oleh para politisi senior partai yang hadir. Untuk informasi adanya pembagian atribut dan peraga lain, sampai kemarin belum ada informasi diterimanya.
‘’Kita minta semua bisa hadir, karena banyak ilmu akan dibagikan, untuk pembagian atribut kampanye kemungkinan tidak ada,’’ tutupnya.(jar)


Politisi Muda Terkendala Amunisi
POLITIK RM – Pada pemilu 2014 mendatang, agaknya politisi senior terutama incumbent masih punya peluang lebih besar untuk keluar sebagai pemenang. Mereka memiliki nama besar dan juga anggaran yang cukup untuk membiayai politik. Sementara pemilih muda, kendala utamanya adalah amunisi untuk bergerak mencari dukungan atau publikasi lainnya. Pendapat ini disampaikan oleh tokoh Mukomuko yang juga Dosen senior Unib H Hamdani Makir, SH, M.Hum.
Dijelaskannya, pernyataan biaya politik mahal ada benarnya juga, sesuai dengan fakta yang ada selama ini, tanpa anggaran yang cukup seorang politisi sulit mengejar targetnya. Kendala inilah yang dihadapi politisi muda saat sekarang. Mereka kalah dalam segi pendanaan dan ini ancaman besar untuknya. Bisa jadi mayoritas dewan yang duduk nanti, masih orang-orang lama atau politisi senior yang sudah banyak berkecipung dalam berbagai peristiwa kehidupan.
‘’Potensi ada pada politisi muda kita, mereka cukup memahami dan punya pendidikan yang bagus. Namun itu tidak cukup, politik tetap mengandalkan anggaran dan kiprahnya,’’ kata Hamdani.
Lanjutnya, caleg muda jika punya anggaran yang cukup, sulit bisa ditandingi oleh caleg senior. Sebab tidak difungkiri politisi senior sudah banyak mendapat penilaian dari masyarakat dan kerap mengecewakan. Selain itu juga isu korupsi dan kejanggalan lain selama mereka berkiprah menjadi catatan tersendiri. Sementara politisi muda, masih bersih dari kesan negatif dan punya semangat lebih baik.
‘’Kalau caleg senior sudah meninggalkan kesan negatif meskipun sedikit, sedangkan caleg muda belum terbaca. Sebetulnya ada keseimbangan dalam persaingan nanti. Semua tergantung masyarakat, kalau mau berubah jangan layani politik uang,’’ tutupnya.(jar)

Panwas: Baliho Rosna Tak Melanggar
//Tapi Disarankan Mundur Sebagai Ketua TP PKK
POLITIK RM – Pertanyaan dan kritikan dari banyak pihak, terkait keberadaan baliho atau spanduk berisikan pesan layanan umum yang memuat foto Hj Rosna Ichwan dinyatakan tidak melanggar oleh Panwaslu Mukomuko. Sekalipun Rosna tercatat sebagai Caleg DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Kabupaten Mukomuko Nomor 4 dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Alasannya, Rosna bukan seorang pejabat publik seperti dewan, pegawai BUMD ataupun Kepala Daerah. Ia hanya dalam komposisi sebagai istri dari kepala  daerah.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Ita Hartati, SE, M.BA mengatakan, laporan dan kritikan terkait dengan gambar Caleg PAN kerap mereka terima dan sudah dikaji lebih jauh. Sesuai aturan, bahwan larangan hanya berlaku bagi pejabat publik. Sementara diketahui, Rosna bukan seorang pejabat, melainkan pendamping bupati yang tidak dihonorkan dari anggaran daerah. Untuk anggota dewan aktif dan juga pejabat memang tidak diizinkan.
‘’Kami sudah pelajari itu, untuk ibu Rosna tidak ada masalah, sebab ia tampil di baliho bukan sendiri sebagai pejabat publik melainkan selaku pendamping dari bupati. Maka ini kami harapkan dapat dipahami secara seksama. Kecuali anggota dewan dan pejabat lain yang memang tidak dibolehkan,’’ kata Ita.
Meski mendapat pembelaan dari pihak panwas, bukan berarti Rosna bisa bebas begitu saja. Masih dikatakan Ita, yang jadi perdebatan adalah jabatannya sebagai Ketua TP-PKK, itu semestinya harus dilepas. Kesalahanya dalam hal ini, pelaksana pemilu saat penetapan DPT meloloskan caleg yang syaratnya kurang. Termasuk kegiatan sosial membagikan bantuan seharusnya 5 bulan sebelum pencoblosan atau setelah penetapan DPT tidak boleh lagi dilakukan.
‘’Yang jadi perdebatan adalah jabatan ibu Rosna selaku Ketua TP-PKK kabupaten. Beliau semestinya mundur sebelum penetapan DCT. Untuk kegiatan-kegiatan pemberian bantuan sosial bersumber dari anggaran daerah juga sebenarnya dilarang dilakukan setelah secara resmi menjadi caleg,’’ tegas Ita.
Lebih jauh Ita menjelaskan, aturan pemilu berlaku bagi siapa saja. Mereka dalam hal ini menjalankan undang-undang yang sudah ditetapkan. Selain mengenai Rosna, pada dasarnya Panwaslu juga mendapat laporan tentang dugaan pelanggaran atau penyalahgunaan aset publik oleh caleg. Diantaranya penggunaan kendaraan milik daerah untuk kepentingan pencalonan termasuk pelanggaran pemilu lainnya.
‘’Semua laporan terkait dengan dugaan pelanggaran oleh caleg kita proses, termasuk penggunaan kendaraan dan sebagainya. Dalam hal ini, kita sebatas menjalankan tugas yang diamanahkan undang-undang,’’ tutup Ita.(jar)

Kampanye di Pessel Lebih Bebas
POLITIK RM – Di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat (Sumbar) kabupaten tetangga yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mukomuko, atmosfer pemilu terasa lebih meriah. Pasalnya, di sepanjang jalan dan titik keramaian lainnya, baliho, spanduk dan alat peraga caleg terpasang dengan bebasnya. Hal ini diakui oleh beberapa peserta pemilu asal wilayah tersebut. Terus apakah ada perbedaan aturan pemilu yang diberlakukan?
Wakil Ketua DPRD Pessel, Drs. Ismadi Latif, MM yang sekarang tercatat sebagai caleg PAN Dapil Pessel untuk DPRD Provinsi Sumbar mengatakan. Untuk aturan pada dasarnya tidak ada perbedaan, namun Panwaslu di sana kemungkinan lebih lentur dalam pengawasan pelaksanaan pemilu. Bisa juga banyaknya jumlah baliho dan peraga kampanye yang terpasang, menyulitkan mereka melakukan penertiban.
‘’Kalau aturannya sama saja, namun di daerah kami peraga kampanye tetap dipasang, sebab pemilu itu identik dengan peraga kempanye. Panwaslunya juga kewalahan untuk menertiban ratusan bahkan mencapai seribu peraga yang terpasang,’’ ungkap Ismadi.
Juga diakui oleh Ketua Fraksi Hanura Sumbar yang juga sebagai caleg DPRD Sumbar, peraga kampanye di Pessel memang cukup banyak yang terpasang sepanjang jalan. Ia sempat heran, saat memasuki Mukomuko, tidak terlihat ada baliho dan spanduk caleg, yang tampak hanya bendera partai saja sepajang jalan. Namun demikian ia juga tidak membenarkan apa yang ada di Pessel.
‘’Kami juga heran, kenapa disini tidak banyak caleg. Sepanjang jalan sepi-sepi saja. Mungkin disini mudah dan orang-orangnya tertip dalam melaksanakan kampanye,’’ tutupnya.(jar)

Menangkan Gerindra & Duduk di DPRD
POLITIK RM – Prediksi banyak orang Gerindra bakal keluar sebagai salah satu partai pemenang pemilu 2014 di Dapil III bisa jadi tidak meleset lagi. Pasalnya sebagian besar caleg parpol berlambang kepala burung garuda ini aktif bergerak menggunakan kemampuan dan cara masing-masing. Bahkan sulit diprediksi siapa yang akan keluar sebagai peraih suara terbanyak.
Busra sebagai Caleg Nomor Urut 1 Dapil III mengakui Gerindra adalah partai besar di wilayah yang terdiri dari 5 kecamatan ini. Ia optimis Gerindra akan keluar sebagai pemenang pemilu. Terkait dengan ancaman bagi dirinya yang sejak awal sudah bertekad untuk memenangi pemilu. Busra yang mengklaim memiliki basis utama di 3 kecamatan ini mengaku tidak berpikir gagal menuju kursi DPRD Mukomuko.
‘’Gerindra hampir bisa kita pastikan akan meraih setidaknya satu kursi di Dapil III, mudahan saja kita bisa melebihi itu. Semua caleg bergerak dengan aktif mencari dukungan melalui cara masing-masing. Saya sama sekali tidak merasa terancam, bagi kami kemenangan Gerindra yang pertama,’’ ujarnya.
Ditegasnya dalam Gerindra kemenangan partai merupakan kemenangan bersama semua kader. Maka setiap caleg diwajibkan bergerak mencari dukungan sebanyak-banyaknya. Sesama caleg Gerindra tidak ada kecemburuan apalagi saling jatuhkan. Misi mereka menang secara indivisi, memenangi partai dan mengantar Prabowo ke kursi Presiden RI periode mendatang.
‘’Misi kita memenangi pemilu demi mengantar Prabowo sebagai Presiden, maka setiap caleg selalu diminta bergerak atif memenangi pemilu,’’ tutupnya.(jar)