Wednesday, 22 January 2014

Kabupaten Mukomuko Berpolitik

Dinilai Berjasa, Kans Mbah Limin Besar 
POLITIK RM – Dari beberapa nama Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Mukomuko yang berdomisili di SP 5, Desa Tirta Makmur dan Tirta Mulya, Kecamatan Air Manjuto, nama Sulimin atau yang akrab disapa Mbah Limin memiliki kans besar meraup dukungan penuh. Dari keterangan sejumlah warga saat ditemui Radar Mukomuko (RM) kemarin, sosok Mbah Limin dinilai berjasa saat merintis membuka wilayah penduduk transmigrasi di Kabupaten Mukomuko bersama-sama pemerintah. Karenanya, sebagai bentuk hormat dan penghargaan terhadap Mbah Limin, warga menyatakan dukungan.
‘’Kalau di SP 5 ini, Sulimin masih kuat, karena warga masih mengingat jasa-jasanya pada saat pembukaan wilayah transmigrasi dulu. Selain itu, Sulimin juga mempunyai jaringan yang cukup luas, bukan hanya di daerah penduduk transmigrasi tapi juga dengan warga asli Mukomuko. Kalau untuk caleg yang lain mungkin jadi pelengkap administrasi  saja,’’ ungkap Gani, warga Tirta Makmur.
Sementara dari pandangan Tomo, juga warga Tirta Makmur yang akan menyaingi perolehan suara Sulimin adalah Edi Sutanto dan Purwanto.
‘’Contoh nyata dari Sulimin, pada saat menjabat kepala desa dulu pernah dia didemo warga. Tapi begitu mencalon lagi masih terpilih. Itu membuktikan bahwa Sulimin masih mempunyai pendukung yang militant dan kuat. Itu baru di SP 5 saja, jaringan dia (Sulimin, red) di SP lain juga kuat,’’ analisa Tomo.
Berbeda lagi dengan salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Pur, begitu panggilan akrabnya. Pur yang mengaku tidak mengikuti betul perkembangan politik di Kabupaten Mukomuko mengisyaratkan mendukung calon yang ia kenal dan rumahnya berdekatan. Calon tersebut adalah Edi, asal Partai Golkar. 
‘’Kalau saya paling pilih yang dekat saja. Kita nggak enak, ada calon yang dekat kenapa harus pilih yang jauh dan enggak kita kenal,’’ kata Pur polos.(cw2)


Kepindahan Alamsyah Cs Tidak Mempengaruhi PDIP
POLITIK RM – Rupanya bukan baru-baru ini Alamsyah dan beberapa kader Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mukomuko mengundurkan diri dan pindah ke partai lain. Dijelaskan pentolan DPC PDIP, I Wayan Adnyana, Alamsyah cs sudah lama tidak bergabung di PDIP. Dan semenjak ketiadaan mereka, tidak mempengaruhi eksistensi partai. Termasuk dalam menghadapi pemilu.
Sekalipun sebelumnya Alamsyah menjanjikan kemenangan bagi partai barunya, NasDem, I Wayan memastikan partainya tidak tinggal diam. PDIP tetap optimis akan keluar sebagai pemenang pemilu.
‘’Mereka (Alamsyah cs) memang sudah lama tidak bersama dengan kami (PDIP), maka kalau ada mereka menyatakan pindah ke partai lain, itu sama sekali tidak berpengaruh apa-apa dengan partai,’’ tegas I Wayan.
Sekretaris DPC PDIP, Mujiono, S.IP turut membenarkan bahwa Alamsyah cs tidak terdaftar dalam kepengurusan partai sejak lama. Soal pernyataan Alamsyah dirinya ada mengantongi SK dari DPP, itu bukan menandakan bahwa Alamsyah merupakan kader yang ‘’spesial’’ di PDIP. Semua pengurus PDIP memang  di SK-kan langsung dari pusat.
‘’Kami tidak merasa ada yang kurang, sebab mereka sudah lama, itu bisa saja, ke partai manapun mereka pindah wajar saja. Bukan saja di tingkat kabupaten, di pusat orang pindah partai biasa saja,’’ kata Mujiono.
Terkait alasan kepindahan Alamsyah cs karena kecewa kepada pengurus PDIP, terutama yang sudah berhasil duduk di kursi legislatif sama sekali tanpa  sepengetahuan Mujiono. Mujiono juga membantah jika selama ini, pihaknya tidak memperhatikan partai dan kader-kader.
‘’Kita selalu bersama dan memikirkan partai, kalau khusus untuk memanjakan pengurus tidak mungkin, banyak rakyat yang harus kita layani selaku anggota dewan,’’ tutup Mujiono.(jar)

Pentolan PKB Ngaku Jadi Korban Black Campaign
POLITIK RM - Masa kampanye Pemilu 2014 yang sudah berlangsung cukup lama, berangsur tak sehat lagi. Untuk mendapat dukungan dan merusak dukungan bagi lawan masing-masing, aksi dugaan black campaign (kampanye hitam, red) mulai merajalela. Seorang caleg disebutkan tak segan-segan menjelek-jelekkan lawan politiknya, baik dalam perahu yang sama, apalagi berbeda partai.
Kondisi ini diakui oleh ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC-PKB) Kabupaten Mukomuko, Adrizon N. Adrizon sendiri merasa sudah menjadi korban aksi dugaan black campaign oleh lawan politiknya.  Berbagai isu mengenai keburukan dan kelemahannya disebarluaskan ke publik, padahal tidak demikian adanya versi Adrizon.
‘’Kita sangat menyayangkan aksi black campaign ini, perbuatan itu sudah merugikan orang lain dan masyarakat. Saya merasa sudah menjadi korban dan juga kawan-kawan lainnya. Isu yang tidak benar mereka kembangkan di tengah masyarakat hingga membentuk opini,’’ kata Adrizon.
Ia meminta para caleg mencari dukungan dengan cara yang benar dan lebih bermatabat. Aksi black campaign merupakan kejahatan dan dapat merusak hubungan sesama. Persaingan politik hanya terjadi  sesaat saja, seharunya hubungan baik sesama tetap dijaga. Untuk caleg PKB ia menekankan, untuk tidak melakukan cara yang salah dalam berkampanye.
Juga ketua DPC Hanura Mukomuko, Hermansyah, M.Kom mengakui isu politik kotor oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sudah terjadi diberbagai tempat. Seakan-akan ada caleg yang begitu bagusnya, hingga berani mengisukan lawannya dengan tidak baik. Kepada caleg Hanura, ia juga mengingatkan agar lebih menggunakan hati nurani dalam memenangi pemilu.
‘’Masyarakat tahu siapa yang terbaik dan tidak layak, kenama harus saling jatuhkan dengan cara tidak baik. Mari berjuang bersama dengan hati nurani,’’ tutup Hermansyah.(jar)

Rebut Mago Dapek-Dapek Joa Rp 10 Juta
//Persembahan Yuan Rasugi Sang
POLITIK RM – Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko. Yuan Rasugi Sang anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Dapil Provinsi Bengkulu yang saat ini kembali maju sebagai kandidat calon DPD Nomor 20 meluncurkan program berbagi uang atau mago Dapek—Dapek Joa (DDJ). Caranya mudah, gunting iklan sang senator yang berada di halaman depan Koran Harian Radar Mukomuko (RM) lalu isi biodata dan pesan untuk sang senator. Masukkan dalam kotak yang sudah disiapkan di kantor RM setiap harinya. Semain banyak mengirim semakin besar kesempatan mendapatkan uang. 20 orang yang beruntung berhak atas uang Rp 5 juta per bulan atau Rp 10 juta untuk dua bulan.
Pengundian pertama dilakukan pada akhir Februari mendatang. Bagi mereka yang beruntung keluar sebagai pemenang, selain membawa pulang uang, juga akan berpoto bersama dengan sang senator untuk diterbitkan di RM. ‘’Silakan gunting iklan sang senator yang ada di halalam depan Radar Mukomuko, isi dan langsung masukkan ke kotak di kantor Radar Mukomuko, nanti akan diundi langsung oleh sang senator kalau beliau tidak ada agenda di luar,’’ kata Siti Hadijah, karyawati RM.(jar)

2.208 Pemilih Masih Dikaji
POLITIK RM – Jumlah pemilih sah terakhir pemilu 2014 di Kabupaten Mukomuko adalah, 119.095 jiwa. Angka ini setelah dikurang sebanyak 7000 lebih pemilih yang diragukan keberadaanya, sebab diduga ganda dan juga tidak lengkap data dan nomor NIK lainnya. Dari 7000 yang dipangkas ini, sebanyak 2.208 jiwa masih dikaji kembali keabsahannya. Data ini berdasarkan laporan berita acara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko pada rapat sabtu lalu.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Sofia Diana, SE menerangkan rapat yang digelar pada sambtu lalu dihadiri sekitar 5 parpol saja dan undangan lainnya. Rapat ini bukan berupa pleno tetapi penyampaian berita acara hasil invalid data pemilih oleh KPU. Dimana dalam temuan beberapa waktu lalu, terdapat 7000 data pemilih diragukan. Alhasil dari 7.000 ini terisisa sebanyak 2.208 suara yang akan ditindak lanjuti kembali, selebihnya dinyatakan data bermasalah dan langsung di hapus.
‘’Data yang masih dikaji lagi kebenarannya ini, kita serahkan kepada Dinas Kependudukan, untuk dicari nomor NIKnya, sebab data ini hasil dari pendataan oleh PPK di lapangan, maka bisa jadi mereka betul-betul belum mendaftar di dukcapil atau sebagainya,’’ kata Diana.
Lanjutnya, jumlah ini masih bisa berubah seketika, sebab KPU akan terus melakukan hingga beberapa hari sebelum pemilihan dilakukan. Maka masyarakat bisa melaporkan, bila tidak menemukan namanya dalam data pemilih yang sudah disebar luaskan oleh KPU sejak beberapa waktu lalu. Termasuk koreksi jumlah pemilih yang sudah ada,dari data ganda dan hal lainnya juga akan dilakukan kembali. KPU menargetkan, pemilih yang terdaftar betul-betul ada dan menggunakan hak pilihnya.
‘’Kefalitan data menentukan ukuran suksesnya pemilu 2014, maka KPU terus menyesuaikan setiap data pemilih hingga beberapa saat sebelum pemilihan dilakulan,’’ papar Diana.
Ketua KPU, Dawud, S.Ag juga menegaskan data pemilih yang diragukan akan ditelusuri kembali keberadaannya. Ini untuk menghindari data yang tidak benar, hingga mengakibatkan persentase golput tinggi. Dalam koreksi sejak beberapa waktu lalu sesuai temuan panwaslu dan PPK ada sekitar 7000 pemilih yang diragukan datanya. Terakhir dari jumlah ini masih tersisa sekitar 2000 orang lagi.
‘’Kita berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan masyarakat terdaftar sebagai pemilih dan data yang masuk betul-betul sesuai. Maka kawan-kawan PPK dan PPS selalu kita ingatkan,’’ tutupnya.(jar)

Incumbent Jadi Sasaran Empuk

POLITIK RM – Maju kembali sebagai calon anggota legislatif (Caleg),  seorang incumbent tentunya memiliki kelebihan dan juga kelemahan. Satu pihak diuntungkan dengan nama besarnya dan diperkirakan memiliki modal cukup untuk kampanye. Disis lain mereka harus menghadapi berbagai isu politis yang diciptakan oleh lawan politiknya. Kebanyakan yang diungkit adalah kelemahannya saja.
Suasana ini diakui oleh salah seorang politisi Partai Demokrat asal Dapil 2 Kabupaten Mukomuko, Sardiman. Menurutnya sebagai calon incumbent serang politik dari lawan-lawannya sudah menjadi hal biasa. Serang yang datang dari berbagai sisi, setiap gerakan mereka didikte sedemikian rupa, namun isu yang berkembang kebanyakan negatifnya saja. Terutama yang menjadi serangan empuk adalah soal pembangunan, kondisi jalan yang belum merata bagus, misalnya. Dewan menjadi sasaran untuk disalahkan, sementara pembangunan sudah sukses tidak disebutkan.
‘’Kita serahkan saja kepada masyarakat, yang jelas berusaha sesuai kamampuan dan cara masing-masing. Kita selaku incumbent ini bergerak serba salah. Isu yang dikembangkan yang tidak sukses saja, yang sukses tidak. Saya sadari itu, padahal untuk perjuangan, semuanya kita usahakan,’’ kata Sardiman.
Untuk target, sosok yang akrap disapa Eman motor ini, tidak berani pasang target muluk-muluk dalam persaingan kali ini. Baginya mampu mempertahankan jumlah suaranya pada pemilu 2009 lalu sudah maksimal. Kalau memang memungkinkan untuk kemenangan bagi partai, ia akan berjuang lebih keras agar bisa meningkatkannya. Terkait dengan caleg yang berani pasang target hingga 2 ribu suara, menurut Eman, semua hanya Mop saja.
‘’Kalau persaingan, sekarang lebih keras, sebab caleg lebih giat, untuk sebuah partai yang lolos, jumlah suara meningkat. Namun perolehan caleg, diperkirakan berkurang, sebab pembagian suara antar calon lebih rata,’’ tutupnya.(jar)

Kehadiran Rio Capella Ditunda
POLITIK RM – Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Patrice Rio Capella dipastikan gagal datang ke Mukomuko dalam waktu dekat. Jika tetap jadi datang, diperkirakan mendekati waktu pemilihan mendatang atau saat masa kampanye terbuka dilangsungkan. Penundaan ini seiring dengan kesibukan para caleg dan pengurus untuk berkampanye di dapil masing-masing.
Disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Mukomuko, Busril, pihaknya sudah memikirkan matang-matang rencana kehadiran Rio ke Mukomuko pada bulan ini. Maka hasilnya dipastikan urung datang dengan waktu penundaan belum diketahui batasnya. Rencananya Rio akan ke Mukomuko pada saat kampanye terbuka dilangsungkan.
‘’Kalau dalam waktu dekat ini tidak ada agenda Rio ke Mukomuko, kita usahakan nanti tetap datang, kemungkinan mendekati waktu pencolosan pemilu. Sekarang kita fokus bergerak di dapil masing-masing mengejar target menang,’’ kata Busril.
Lanjutnya, gagalnya kehadiran Rio, selain kesibukan  masing-masing caleg dan pengurus juga terkait dengan aturan. Rencananya kahadiran Rio akan disambut ribuan massa NasDem dan juga kegiatan kampanye lainnya. Sementara aturannya, saat ini belum diizinkan mengumpulkan massa dalam jumlah besar. Yang pasti beberapa petinggi NasDem akan didatangkan ke Mukomuko saat masa kampanye.
‘’Kita sudah siapkan, karena aturan belum boleh mengumpulkan massa dalam jumlah besar, maka kita sesuaikan saja waktunya nanti. Yang pasti NasDem Mukomuko akan mendatangkan tim pengurus pusat dan provinsi pada waktuya,’’ tutup Busril.(jar)

Hiburan Warga Jadi Panggung Politik
POLITIK RM – Ada hal yang menarik jelang pelaksanaan pemilu saat ini, para politisi yang masuk dalam barisan peserta pemilu makin percaya diri dan menggunakan berbagai kesempatan untuk menampakkan wajahnya. Termasuk pesta yang digelar masyarakat, baik seperti pesda desa dan perkawinan dalam keluarga lainnya, seolah-olah menjadi panggung politik para caleg. Mereka selalu tampak hadir, hingga menyumbangkan berbagai hal, termasuk ikut nyanyi di atas panggung.
Menanggapi hal ini, salah seorang politisi senior Mukomuko, H Tarmizi menganggap biasa saja. Itu bagian dari rumus seorang politisi mendekatkan diri kepada masyarakat. Tidak hanya di Mukomuko, daerah lain juga sama saja. Bahkan orang yang sebelumnya tak dikenal oleh masyarakat, langsung bicara mengenai kemajuan Mukomuko ke depan. Soal pengaruh tampilnya caleg di pesta-pesta, pada dasarnya tetap ada, sebab mereka langsung bertemi dengan warga.
‘’Saya rasa itu wajar dan memang harus dilakukan, setidaknya menampakkan diri kepada masyarakat. mengenai pengaruhnya tak dipungkiri tetap ada, setidaknya caleg lebih dikenal masyarakat. Kalau sama-sama kita masih wajar, ada yang sebelumnya sama sekali tak dikenal, tiba-tiba datang dan bicara soal kemajuan Mukomuko,’’ kata Tarmizi.
Yang lebih baik dan besar pengaruhnya, menurut Tarmizi adalah aksi door to door atau berkunjung dari rumah ke rumah. Karena masyakat Mukomuko pada dasarnya sangat menghargai aksi saling kunjungi tersebut dan selalu diingat. Namun untuk pilihan utama masyarakat tetap pada caleg yang terdekat hubungannya, baik hubungan kekeluargaan dan kedekatan dalam berbagai hal lainnya. Sejauh ini menurutnya door to door sekarang sudah banyak dijalani caleg.
‘’Kunjungan ke tempat pesta dan ada musibah mungkin perlu, namun soal bicara pengaruh, kunjungan dari rumah ke rumah lebih efektif. Masyarakat memilih kebanyakan berdasarkan kedekatan dan hubungan baik,’’ tutupnya.(jar)