Friday, 18 April 2014

Orang Hilang

 
Pulanglah Igo, Keluarga Menunggumu
PONDOK SUGUH – Sudah memasuki minggu ke 3, Igo (25) warga Desa Air Bikuk Kecamatan Pondok Suguh belum juga kembali. Bahkan pihak keluarga belum mengetahui kenapa dan dimana menghilangnya Igo. Untuk itu, pihak keluarga berharap, Igi bisa segera pulang, dan bagi yang menemukannya dapat segera menghubungi pihak keluarga.
Pencarian terus dilakukan, mulai dari mencari informasi dari teman dekat hingga sanak famili nya yang berada di Provinsi Bengkulu dan Kota Padang Sumatra Barat (Sumbar), tetapi hasilnya nihil. Pihak keluarga sangat mengkhwatirkan kondisi igo serta berharap igo untuk segera Pulang.
Menurut keterangan kakak kandungnya Yarmadi bahwa Igo pergi dari rumah pada hari Rabu (2/04) paginya seperti biasa ingin pergi main ke rumah teman sebayanya. Igo  mengendarai motor serta memakai baju kemeja kotak berwarna coklat. Namun setelah 3 hari Igo tidak pulang,  hanya ditemukan motornya yang ia tinggalkan di rumah temannya.
‘’Kami sekeluarga heran karena setelah 3 hari Igo juga belum pulang. Padahal sebelumnya dia tidak pernah seperti ini. saya ingat sekali dia pergi memakai baju kemeja kotak warna coklat. Saat kami cari di rumah temannya, kami temukan hanya motornya. Bahkan temannya sendiri saat kami tanyakan tidak mengetahui keberadaannya. Kami sangat mencemaskan keadaannya, kami ingin ia segera pulang ke rumah,” kata Yarmadi.
Dilanjut Yarmadi bahwa pihak keluarga telah berbagai upaya melakukan pencarian.  Selain itu ia berharap bagi warga yang melihat Igo untuk dapat menghubungi pihak keluarga.
‘’Hanya satu yang kami inginkan sekarang yaitu mengetahui keberadaan Igo, kabar dari Igo, serta berharap Igo pulang ke rumah untuk dapat berkumpul lagi dengan keluarga. Bagi warga yang melihat Igo untuk segera memberitahukan pihak keluarga atau menghubungi dengan via Handphone (085268196414 atau 085266855421),’’ ungkap Yarmadi
Kades Air Bikuk, Alwi membenarkan hal tersebut, hingga kini pihaknya terus melakukan pencarian.
‘’Saya beserta warga akan terus melakukan pencarian hingga Igo di temukan. Namun saya harap jika warga yang mengetahui keberadaan Igo untuk segera melapor kepada kami,’’ tutup Alwi.(ae)

Perebutan Jatah Kursi DPRD Tingkat II

Masih Memanas
METRO – Sebagian besar caleg mungkin bisa tenang, karena posisinya sudah kokoh sebagai pemenang pemilu. Namun berbeda dengan beberapa caleg lainnya, walau berdasarkan hitungan ditingkat kecamatan, posisi mereka masih aman, namun bisa berbeda dengan hasil pleno KPU nantinya. Pasalnya caleg peraih suara terbanyak lain dalam partai yang sama juga masih ngotot dan yakin hitungan di tingkat PPK tidak seluruhnya benar.
Diantaranya, dibarisan caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil 3, meski Khusairi sudah diatas angin, namun caleg nomor urut 1, Syamsurizal belum mau mengakuinya. Begitupun dengan caleg PPP Dapil 2, Frenky Janas untuk saat ini ia masih berada dipuncak perolehan suara, namun caleg dibawahnya masih ngotot untuk menunggu hasil akhir.
Seperti disampaikan oleh caleg PKB, Syamsurizal dari hitungannya sementara ini, suara yang ia miliki  lebih tinggi dari suara yang dimiliki Khusairi. Dimana suaranya berdasarkan C1 di KPU, sebanyak 725 suara, sementara Khusairi beradai dibawahnya dengan perolehan 722 suara atau hanya berbeda 3 suara saja. Maka meski banyak hitungan yang menyebutkan Khusairi unggul, ia tetap bertahan dengan hitungannya tersebut.
‘’Kami menghitung berdasarkan C1 yang ada di Web KPU, jelas suara saya lebih unggul, maka dengan itu saya yakin yang berhak duduk di dewan adalah saya, bukan Khusairi,’’ kata Syamsurizal.
Bahkan Syamsurizal akan mempertahankan hitungannya ini pada pleno KPU kelak, sebab kalau ada perbedaan itu semua kesalahan dan diduga ada permainan. Ia berharap semua pihak bisa mengawasi proses penghitungan oleh KPU nantinya dan KOU juga harus siap melakukan cek ulang terhadap kejanggalan yang terjadi.
‘’Kami minta semua pihak ikut mengawasi jalannya penghitungan suara nanti, sebab saya sangat yakin sebagai pemenang pemilu,’’ tegasnya.
Serupa disampaikan caleg PPP Dapil 2, Novrianto, SH ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyesuaikan data penghitungan di KPU dan yang ada di kecamatan. Dari data C1 yang ia miliki, saat ini suaranya masih unggul dari Frenky. Kalaupun ada yang berbeda, ia menduga ada kesalahan dalam perhitungan atau masalah lain.
‘’Kami belum puas dengan yang ada sekarang, sebab menurut hitungan kami, saya masih memimpin perolehan suara, mungkin ada kesalahan yang terjadi,’’ tutupnya.
Khusairi ketika diminta tanggapannya menyebutkan, dirinya memilih introspeksi diri dan tidak gegabah dalam menerima hasil Pemilu. Menurut Khusairi, jangan sampai persaingan politik ini mempengaruhi pergaulan selama ini. Meskipun berdasarkan hasil perhitungan sementara dia digadang-gadangkan memperoleh suara terbanyak dari internal partai PKB dapil 3, hal itu belum bisa dipastikan. Karena masih ada proses selanjutnya yang mesti lebih penting dan penentu, duduk atau tidaknya pada kursi dewan.
’’Kalah dan pemenang itu pasti ada. Namun bagaimana kita menyikapi hal tersebut tentu harus dengan pemikiran yang jernih dan tidak bisa gegabah, saat ini saya belum puas dan belum merasa menang, karena itu masih dalam proses perhitungan sementara,’’ tutupnya.(jar/ce6)


Jatah 2 Kursi DPRD Prov Milik Siapa?
PPP dan Partai Nomor 7 Unggul
METRO – Kursi nomor 1 dan nomor 2 DPRD Provinsi hampir positif menjadi milik PAN dan PDIP. Terus siapa pemilik 2 kursi sisanya? Hingga hari ini belum bisa dipastikan, sebab semua partai masih ngotot dan mengklaim hasil rekapan sementara, mereka masuk dalam 4 besar. Namun hasil hitungan cepat dari banyak pihak PPP dan Demokrat dianggap paling berpeluang. Jauh beda dengan data yang dipaparkan sebelumnya, dimana Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Golkar masuk 4 besar. Prediksi lain lagi, menyebutkan yang bersaing ketat adalah, Hanura, PKS dan Demokrat.
Seperti disampaikan oleh Caleg Hanura Ir. Anton Hidayat, dalam hitungan mereka dengan dasar C1 yang sah, Hanura bersaing dengan Demokrat dan PKS. Untuk beberapa partai lainnya sangat jauh dari angka 1 kursi tersebut. Namun ia tetap menunggu hasil pleno oleh KPU nantinya. Dugaan kejanggalan dalam hitungan sekarang cukup banyak dan tidak nyambung dengan data realnya.
‘’Kita masih yakin akan duduk, namun kita tetap berpedoman dengan hasil pleno nanti, karena kalau data sekarang tidak bisa dipedomani, termasuk hasil pleno di PPK sendiri,’’ kata Anton.
Salah seorang tokoh masyarakat yang selalu peduli dengan jalannya pesta demokrasi ini, H. Suahrto juga mengaku bingung dan ragu. Ia sendiri sulit menerka partai mana saja yang lebih dekat dengan kursi dewan Provinsi. Untuk kursi nomor 1 dan 2 ia sepakat jika PDIP dan PAN lebih dijagokan. Dari beberapa isu yang ia dengar, partai yang paling berpeluang adalah, PPP, Demokrat, Golkar kemudian PKS.
‘’Kita tidak melakukan penghitungan, cuman kalau dari kawan-kawan itu yang diprediksikan. Bisa saja yang ada di RM tersebut, sebab sekarang ini kita masih bingung dengan jumlah suara caleg,’’ tegas anggota Komisi II DPRD Mukomuko ini.
Ir. Muharamin caleg Demokrat sendiri dalam hitungan yang mereka lakukan, masih yakin mampu mempertahankan tahtanya. Bahkan untuk posisi nomor 3, ia juga menepatkan PPP dan Demokrat di posisi ke 4. Harapannya semua bisa berjalan dengan baik, apapun hasil pleno KPU nanti, itulah hasil pemilu yang sebenarnya.
‘’Kita yakinlah akan duduk lagi, namun kita lihat saja hasil akhirnya nanti, apapun ketetapan KPU adalah yang terbaik bagi masyarakat,’’ tutupnya.(jar)


Pleno KPU Bakal Ramai
Hasil Rekapan PPK Dinilai Tidak Nyambung
METRO – Jika tidak ada aral melintang besok (20/4) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko akan menggelar rapat pleno. Acara akan dipusatkan di salah satu aula hotel ternama di Kecamatan Kota Mukomuko. Karena hingga sekarang diduga masih ada caleg yang belum terima atas kekalahannya dan menduga adanya kecurangan, maka rapat pleno diprediksi belangsung panas.
Beberapa hal yang bakal dipertanyakan dalam rapat pleno, sesuai dengan isu di lapangan, pertama menyangkut hasil dan proses perhitungan di tingkat kecamatan, juga dugaan kejanggalan lainnya. Selain itu caleg yang menduga adanya penggelembungan suara oleh caleg pemenang pemilu.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengatakan persiapan rapat pleno sudah dilakukan. Sesuai kesepakatan dan berbagai pertimbangan, pleno bertempat disalah satu hotel di Mukomuko. Soal adanya isu akan banyak protes dari caleg dan pendukungnya, KPU tidak ambil pusing. Pleno hanya diikuti oleh pihak partai, Panwaslu dari keamanan juga saksi. Pendukung caleg tidak diundang untuk masuk ke arena rapat dilangsungkan.
‘’Kita mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, undangan sudah disampaikan dan juga dengan keamanan telah ada koordinasi. Soal ada protes dan sebagainya, itu isu semata, kita yakin semuanya berjalan dengan baik, sebab kita tidak mengundang pendukung caleg,’’ kata Dawud.
Boleh saja menyampaikan keberatan dan protes terhadap hitungan suara, dengan syarat harus jelas bukti dan dokumentasinya. Kalau memang disepakati dan diragukan, KPU tidak keberatan untuk membuka secara rinci hasil pemilihan asli ditingkat TPS, berupa C1 dan kertas pleno termasuk dokumen lain.
‘’Kita tidak ragu, kalau memang ada yang diragukan, akan kita akan buktikan, tapi setahu kami, pleno ditingkat kecamatan semua hasilnya disetujui oleh saksi partai atau calon,’’ papar Dawud.
Salah seorang caleg Hanura, Anton Hidayat dengan tegas menyatakan tidak percaya dengan jumlah yang terlihat saat sekarang. Berbagai kejanggalan terjadi, diantaranya kalau melihat perolehan suara masing-masing, sangat tidak mungkin. Dimana jumlah total pemilih sudah lebih dari 100 ribu, padahal jumlah masyarakat yang memilih tidak sebanyak itu. Termasuk dugaan penggelembungan lainnya.
‘’Saya sendiri lucu melihatnya, kok bisa jumlah suara total partai masing-masing segitu banyaknya, padahal jumlah pemilih tidak mungkin sebanyak itu. Maka KPU harus hitung semua suara rusak, suara tak digunakan dan cek kejanggalan lain dalam pleno nanti,’’ tegas Anton.
Ketua DPC PPP, Masripani Maas, SE mengatakan yang mereka pertanyakan dan ragukan hanya untuk hasil di Dapil 3. Mereka akan minta dicek ulang hasil sebenarnya, sebab mereka tidak yakin suara beberapa partai diatas suara PPP. Kalau memang semuanya cocok dan sesuai dengan hasil sebenarnya, PPP tidak keberatan.
‘’Kita akan pertanyakan hasil pemilihan di dapil 3, karena kami belum yakin dengan hasil sekarang. Salah satunya KPU harus buka kembali C1 pleno tersebut,’’ tutup Masri.(jar)


Pileg Usai, Gerbong Mutasi Bergerak?

METRO – Kabarnya dalam waktu dekat, atau setelah semua prosesi pemilu legislatif (Pileg) selesai, akan ada mutasi di lingkungan pemda Mukomuko. Isu ini sudah beredar dikalangan pejabat hingga ke tingkat kecamatan. Bahkan dianggap sebagai ‘’Tsunami’’ karena mutasi tersebut besar-besaran.
Namun isu ini hanya sebatas kabar burung saja, bahkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPPD) Kabupaten Mukomuko, Jaskani, S.Pd, M.Si, membantah keras hal tersebut. Ia  menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini belum ada rencana bakal dilakukannya mutasi. Pihaknya belum mendapatkan instruksi apa pun mengenai mutasi tersebut. 
‘’Kalau dalam waktu dekat ini kita belum ada merencanakan mutasi. Apalagi jika dihubung-hubungkan dengan pelaksanaan pileg lalu. Itu tidak ada hubungannya,’’ ujar Jaskani.
Namun mutasi tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan kapan saja. Sebab evaluasi terhadap kinerja pejabat terus dilakukan. Tujuan mutasi untuk  mengoptimalkan tugas dan fungsi pemerintah guna mewujudkan kinerja yang baik. Pemerintah akan melihat potensi setiap pejabatnya sesuai dengan keahlian dan bidang masing-masing.
‘’Mutasi itu merupakan hal yang wajar dilakukan. Hal ini tujuan dasarnya untuk memperbaiki serta meningkatkan kinerja dari pemerintah itu sendiri,’’ ungkap Jaskani.
Sekda Kabupaten Mukomuko, Syafkani, SP menyampaikan hal senada. Pemda dalam waktu dekat ini belum akan melakukan mutasi. Sebab mutasi dilakukan  melalui persiapan yang matang dan proses lainnya.
 ‘’Ya belum lah, belum ada rencana kita lakukan mutasi dalam waktu dekat ini. Karena itu butuh persiapan. Dan seandainya pun mutasi dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kinerja pemerintah,’’ tutur Syafkani.(dum)

Thursday, 17 April 2014

PAN dan PDIP Kokoh, PKB & Golkar Ngikut




Dapil - 1
XIV Koto – V Koto – Air Manjuto – Lubuk Pinang – Air Manjuto - Kota Mukomuko
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1587       + 231     + 840 + 220 +      = 2878 + 740       = 3618 (III)
885         + 154     + 445 + 824 +      = 2308 + 405       = 2713
445         + 216     + 614 + 294 +      = 1569 + 469       = 2038
2786       + 298     + 536 + 781 +      = 4401 + 795       = 5196 (I)
1636       + 770     + 622 + 650 +      = 3678 + 998       = 4676 (II)
510         + 369     + 392 + 507 +      = 1778 + 516       = 2294
636         + 94        + 923 + 544 +      = 1924 + 660       = 2857
650         + 493     + 487 + 696 +      = 2326 + 1235     = 3561 (IV)
597         + 255     + 400 + 647 +      = 1899 + 1340     = 3239
654         + 594     + 224 + 687 +      = 2159 + 656       = 2815
332         + 505     + 175 + 749 +      = 1761 + 553       = 2314
215         +  55       + 54   + 125  +     = 449  + 230         = 679
===============================================
Dapil - 2
Penarik – Selagan Raya – AIR dIKIT - Teramang Jaya – Teras Terunjam –
855         + 452 + 283 + 872  +          = 2462 + 385 = 2847
1314       + 824 + 110 + 621  +         = 2869 + 118 = 2987 (IV)
961         + 294 + 108 + 250  +         = 1613 + 326 = 1939
2954       + 781 + 336 + 529  +         = 4600 + 349 = 4949 (I)
997         + 650 + 164 + 158  +         = 1969 + 457 =
1634       + 507 + 254 + 285  +         = 2680 + 358 = 3038 (III)
1216       + 544 + 317 + 862  +         = 2939 + 572 = 3511 (II)
253         + 696 + 352 + 1010 +        = 2311 + 362 = 2673
954         + 647 + 424 + 443  +         = 2468 + 439 = 2907
798         + 687 + 397 + 186  +         = 2068 + 209 =
145         + 749 + 580 + 546  +         = 2020 + 206 =
483         + 125 + 58  + 357  +           = 1023 + 43   =
==============================================
Dapil 3
Malin Deman - Pondok Suguh - Sungai Rumbai - Air Rami - Ipuh
116         + 653     + 615 + 196 + 282              = 1862
719         + 302     + 378 + 725 + 1000            = 3124 (III)
439         + 448     + 585 + 595 + 1846            = 3913 (II)
218         + 384     + 548 + 656 + 505              = 2311
198         + 404     + 153 + 904 + 646              = 2305
313         + 325     + 364 + 339 + 571              = 1912
105         + 569     + 216 + 157 + 244              = 1391
559         + 333     + 508 + 904 + 1786            = 4090 (I)
242         + 262     + 114 + 651 + 480              = 1749
190         + 457     + 169 + 625 + 1199            = 2640
165         + 2067   + 469 + 196 + 217              = 3114 (IV)
150         + 84        + 49  + 423 + 385               = 1091
==============================================
JUMLAH SUARA PARTAI SEKABUPATEN SEMENTARA
1.       8327
2.       8824
3.       7890
4.       12456
5.       9407
6.       7244
7.       7759
8.       10324
9.       7895
10.   7732
11.   7654
12.   2836


Prediksi Sementara untuk DPRD Provinsi
METRO – Siapa yang berhak mendampingi PAN dan PDIP ke kursi panas DPRD Provinsi Bengkulu dapil Kabupaten Mukomuko?. Jawaban pastinya hanya bisa didapat setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno. Berdasarkan data yang dikumpulkan crew Radar Mukomuko (RM), dengan sumber yang dapat dipercaya, hasilnya cukup mengejutkan. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang awalnya tidak diunggulkan, masuk dalam lingkaran 4 besar dengan 8.706 suara. Berada diatasnya Golkar dengan perolehan 8.950 suara. Namun data ini setiap saat dapat berubah, sebab selisih suara dengan PPP, PKS, NasDem cukup dekat.
Sementara PDIP sendiri dengan perolehan suara mencapai 12.456 hampir dipastikan melenggang ke Provinsi. Begitupun dengan PAN yang sudah mengantongi suara 10.324 versi RM, tidak tergoyahkan lagi.
Diminta tanggapannya, salah seorang caleg PKB, Bambang Apriadi, ST, menilai jika hitungan di media tersebut tidak jauh dengan hitungan dari pihaknya sendiri. Dimana PKB berada pada urutan ke 4 atau titik aman terakhir. Sebab di Dapil 3 PKB menang cukup besar, mencapai 3.000 suara. Begitpun di Dapil 2, suara PKB cukup besar, beriringan dengan PDIP dan Demokrat.
‘’Di Dapil 3, PKB, PAN, PKS dan Hanura menang, di dapil 2 juga cukup signifikan, di Kecamatan Penarik saja 1.300 lebih. Belum lagi di dapil 1, PKB punya dukungan cukup besar,’’ papar Bambang.
Namun beda dengan rekapan partai Demokrat yang dipelihatkan kepada RM kemarin, PDIP dan PAN tetap dijagokan, posisi nomor 3 milik PPP dengan 7.903 suara dan Partai Demokrat sendiri diposisi ke 4 dengan perolehan 7.787 suara. Mereka yakin rekapan yang diklaimnya bersumber dari C1 dan hasil pleno ini sudah sah.
‘’Ini rekapan yang benar, minta tolong diterbitkan di koran nantinya, supaya tidak ada upaya penggelembungan lagi,’’ kata Muharamin saat datang ke markas RM kemarin.
Sementara itu, Anton Hidayat dari Hanura, belum mau mengakui rekapan dari banyak pihak saat ini, ia yakin masuk 4 besar dan menduga terjadi penggelembungan suara oleh pihak tertentu. Dasarnya jelas, C1 yang ada di situs KPU, jika jumlah suara beberapa partai tidak singkron lagi.
‘’Kita akan cek secara seksama, maka nanti baru kita ungkapkan saat pleno, sebab dasarnya adalah C1 bukan rekapan setiap orang,’’ tegasnya.
Ketua KPU sendiri, Dawud, S.Ag menegaskan hitungan cepat dan prediksi di media ataupun pihak lain, bukan hasil resmi pemilu. Masyarakat dapat mempercayainya atau tidak. Meski ada persentase kebenarannya, namun hasil pasti pemilu adalah setelah pleno KPU.
‘’Silahkan saja, semua pihak punya hak untuk membuat prediksi dan menghitung, rekapan KPU tidak berdasarkan itu, melainkan hasil pemilu itu sendiri,’’ tutupnya.(jar)


Pendukung Gunarto ‘’Serbu’’ Panwaslu
METRO – Tampaknya, pendukung caleg Gerindra Dapil 2, nomor urut 1, Gunarto, tidak puas dengan kinerja Panwaslu Mukomuko dalam hal menangani dugaan money politik. Buktinya kemarin, Gunarto didampingi beberapa orang timnya langsung ‘’menyerbu’’ markas Panwaslu Mukomuko. Perdebatan pun tak terelakkan antara kedua pihak. Juga jajaran Polres Mukomuko yang tergabung dalam Gakumdu ikut menengahi perdebatan ini.
Mereka sengaja datang ke Panwaslu ingin mempertanyakan, pernyataan pihak Panwaslu melalui media massa yang sudah memutuskan jika dugaan money politik tidak terbukti. Meski mengakui jika tidak ada unsur pidana pemilu dalam kasus tersebut, namun secara aturan pemilu, jelas merupakan pelanggaran yang meski ada konsekwensinya.
‘’Aneh, Panwaslu menyatakan tidak ada sangsi bagi money politik. Banyak kejanggalan dari kenerja KPU, mereka ternyata tidak mengawasi pekerjaan yang seharusnya dilakukan, seperti menyangkut ada atau tidaknya tim sukses dari caleg. Beda antara tim suskes caleg dengan tim partai,’’ kata juru bicara dari Gunarto, Imam Sayuti HM Putra, saat berkunjung ke kantor Radar Mukomuko kemarin.
Dijelaskan Imam, mengenai alasan pihak yang dilaporkan bukan tim pemenangan karena tanpa SK, semua itu tidak bisa diterima. Sebab  tidak ada seluruh caleg yang punya tim dengan dilaporkan kepada Panwaslu atau KPU.
‘’Dengan logika Sabirin tidak punya mandat sebagai tim dari caleg kami tidak terima. Karena tidak ada caleg yang menyerahkan berkas tim kampanyenya kepada panwaslu atau KPU. Beda dengan tim dari caleg, tolong tunjukkan kepada kami mana berkas tim caleg yang dilaporkan. Sudah jelas ditangkap di rumah Fitri dengan permintaan tolong tambahkan suara untuk Fitri,’’ tegas Imam.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Muchtadir Munib, SE bersama dua anggotanya tampak lebih tenang menghadapi tim dari Gunarto ini. Enggan banyak berkomentar ia menjelaskan sesuai dengan proses yang sudah dilakukan. Untuk tindak lanjutnya Panwaslu akan berkoordinasi dengan KPU menyangkut beberapa hal yang disampaikan pihak dari Gunarto ini.
‘’Kita terima semua yang disampaikan untuk ditindak lanjuti, menyangkut tim pemenangan dan sebagainya, mereka akan koordinasikan dengan pihak KPU,’’ papar Muchtadir.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP. Douglas Mahendra Jaya, SH, S.Ik yang tergabung dalam tim Gakumdu, sempat memberi tanggapan terkait yang disampaikan pihak Gunarto. Terutama menyangkut ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara yang sudah diselesaikan tersebut.(jar)


Idap cyclopia, Bayi Malang ini Meninggal
//Termasuk Kasus Langka di Dunia
METRO – Meski hanya sesaat datang ke dunia ini, yaitu lebih kurang setengah jam, lalu meninggal dunia. Namun bayi malang yang lahir secara normal dengan berat badan 2,8 kg, yang ditangani langsung pihak dokter RSUD Mukomuko pantas dikenang. Pasalnya anak ke 3 dari pasangan Nita dan Jon asal Kecamatan teramang Jaya ini, mengidap cyclopia atau dalam bahasa indonesianya, lahir hanya dengan mata satu.
Ia tidak memiliki hidung layaknya bayi normal lainnya, tetapi ia memiliki 12 jari tangan dan kaki serta tidak diketahui jenis kelaminnya. Ia lahir malam kemarin (16/4) sekitar pukul 01.31 WIB.
Dokter Poli Kebidanan RSUD Mukomuko, dr. Dodi Hendra, SpOG mengatakan kasus ini, merupakan yang pertama di RSUD Mukomuko, bahkan sangat jarang terjadi di dunia. Dimana dalam istilah kedokteran disebut dengan cyclopia.
‘’Pasien dirujuk ke RSUD pada hari Selasa (15/4) sekitar pukul 23.01 WIB. Dan bayi lahir pada pukul 01.31 WIB dini hari secara normal. Namun ketika lahir sang bayi hanya bertahan setengah jam karena tidak memiliki saluran pernapasan,’’ ujar Dodi.
Dodi menambahkan, dalam kasus yang ini tidak sempurnanya kondisi sang bayi terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan. Dimana pada saat itu merupakan masa pembentukan. Sehingga ketika itu dimungkinkan mengalami kelainan atau kerusakan pada gen/kromosom.
‘’Kondisi bayi tersebut akibat gangguan pada pertemuan otak depan pada saat masa pertumbuhan bayi. Dan biasanya kelainan ini terjadi lantaran sang ibu sering mengkonsumsi obat anti kanker. Namun untuk kasus kali ini berdadasarkan informasi yang didapatkan dari sang ibu menyebutkan bahwa tidak pernah mengkonsumsi obat tersebut,’’ ungkap Dodi. 
Orang tua sang bayi, Jon ketika ditemui Radar Mukomuko (RM) di RSUD Mukomuko menyampaikan bahwa semasa hamil tidak ada keanehan yang dialami Nita (istri). Hanya saja istri nya pernah terpeleset saat sedang hamil ketika akan ke kamar mandi.
‘’Kalau semasa hamil kita tidak menemukan adanya suatu yang aneh. Namun sayangnya malah kenyataannya seperti ini. Dan ini merupakan anak kedua kami yang meninggal. Karena sebelumnya anak pertama juga meninggal, tapi dalam dengan kondisi fisik yang normal,’’ tutur Jon.(dum/cw6)


Hasil Pleno KPU Berpeluang Beda
METRO – Prediksi caleg pemenang pemilu yang ditampilkan di RM hingga hari ini, diakui banyak pihak memiliki kalkulasi kebenaran mencapai 90 bahkan lebih. Namun demikian, benarkah nama-nama yang ada saat ini akan duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Mukomuko?. Siapa diantara mereka yang rawan tergusur?.
Ada beberapa nama yang masih menjadi tanda tanya oleh beberapa pihak, diantaranya caleg partai yang menepati posisi terakhir, sesuai jatah kursi di dapilnya. Selain itu, meski partainya sudah kokoh sebagai pemenang, namun selisih suaranya dengan caleg lain berdekatan. Sebab ada informasi caleg dengan perolehan suara lebih kecil meragukan hitungan saat ini. Sedangkan partai yang berada pada posisi rawan menurut hitungan banyak pihak diantaranya, PKPI di Dapil 2, karena PKS memiliki jarak suara tidak terlalu signifikan dengan partai nomor urut 15 ini. Selanjutnya posisi Hanura di Dapil 3, karena PDIP berada tidak terlalu jauh diposisi ke 9. Untuk dapil 1, meski PPP unggul, namun ada PBB dan Demokrat dibelakangnya.
‘’Kita akan terus berjuang sampai ambang batas sesuai dengan ketetapan KPU dan aturan berlaku. Karena kita merasa belum kalah, sebab ada perbedaan jumlah suara dari rekapan kami,’’ kata salah seorang caleg PPP, Novrianto, SH.
Selain ragu terhadap hitungan sementara, juga beberapa caleg peraih suara terbanyak sementara saat ini, digugat oleh rekannya yang berada dalam perahu yang sama. Diantara caleg yang masih rawan adalah, Fitri, SE dari Gerindra Dapil 2, Frenky Janas dari PPP Dapil 2 karena Novrianto belum mengakui sepenuhnya jarak suara mereka. Termasuk Safaat dari PKB, sebab caleg nomor urut 2 juga masih meragukan jumlah suaranya. Di Dapil 3, posisi Khusairi dari PKB dapil 3 juga belum kukuh, sebab caleg nomor 1 belum terlalu yakin dengan jarak suara mereka.
‘’Kita akan tunggu hasil pleno KPU dan akan kita minta kroscek secara total untuk memastikannya, sebab kami masih ragu dengan  selisih yang ada,’’ tutup salah seorang caleg, Syamsurizal dari PKB.(jar)

Wednesday, 16 April 2014

Hanura Salib PDIP



Persaingan Kursi Terakhir DPRD Tingkat 2 Belum Tuntas
POLITIK RM – Persaingan untuk kursi terakhir tampaknya hanya bisa dihentikan oleh hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasalnya hasil rekapan masing-masing partai selalu ada perbedaan. Rekapan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) banyak yang diragukan oleh pihak partai.
Untuk Dapil 3, PDIP yang sempat berada dititik aman, tampaknya terancam digusur oleh Hanura. Hitungan terakhir suara Hanura mendekati angka 2500 suara, sementara PDIP masih bertahan di angka 2000 lebih. Jika itu bertahan sampai akhir, Indra Jaya, S.IP harus gigit jari, caleg Hanura nomor 1, Saili, S.IP, melenggang ke kursi parlemen.
‘’Mudahan kita bisa duduk, kalau hitungan sementara sesuai dengan C1 maupun hasil pleno di PPK jelas kita yang unggul,’’ kata Dadang Suhendar, tim dari Saili.
Di Dapil 1 dan di Dapil 2, tampkanya komposisi sesuai prediksi awal tidak lagi berubah. Partai Demokrat, PBB dan PDIP harus bersiap-siap gigit jari, lantaran tidak kebagian jatah kursi dapil 1. Di Dapil 2 sendiri, Golkar, Hanura, PBB dan PKS juga meski legowo menerima hasil pemilu kali ini. Namun tetap saja, belum bisa dijadikan acuan pasti, karena yang berhak menetapkan hasil sah pemilu adalah KPU. Maka ada baiknya partai yang diprediksi masuk kotak ini tetap menunggu sampai garis finish.
‘’Kita akui hasil pemilihan ini, saya memang tidak mengeluarkan banyak modal, Golkar paling bersih di dapil 2, tidak ada money politik atau pelanggaran lainnya,’’ kata caleg incumbent dari Golkar Husni Tamrin.
Salah seorang anggota KPU, Khairanzar, SE mengakui jika prediksi di media massa tersebut ada benarnya dan bisa saja ada kurangnya. Media punya hak membuat prediksi dengan tidak menjatuhkan siapa-siapa. Ia sendiri, sangat terhibur dengan prediksi tersebut, sebab kadang ada yang dinaikkan kemudian berganti lagi. Jangankan seorang caleg, yang baca sendiri juga berharap-harap dan kembali menunggu kelanjutannya.
‘’Opini media itu memang hebat, saya melihat persentase kebenarannya ada sesuai isu yang kita dengar di lapangan. Saya sendiri kalau bukan baca media belum tahu siapa caleg yang bersaing. Hasil pasti pemilu itu setelah pleno dilakukan,’’ tutup Khairanzar.(jar)


Suara PKS Terbukti Membengkak? Rekapan PPK Terancam Ditolak
Pleno KPU Bakal Alot
METRO – Pleno perekapan hasil pemilu ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kelar. Selanjutnya menunggu jadwal pleno ditingkat KPU yang akan dilangsungkan pada tanggal 20-21 April mendatang. Infonya beberapa peserta pemilu tidak menerima hasil rekapan PPK ini. Alasannya ada kecurigaan penggelembungan suara oleh oknum tertentu, lantaran berbeda dengan hasil rekapan masing-masing caleg atau partai sesuai C1 yang mereka pegang. Baik untuk tingkat DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPRD RI maupun DPD RI. Bahkan kemarin suara PKS untuk Provinsi di Kecamatan Ipuh ditunda rekapannya, karena diduga terjadi penggelembungan di Desa Sibak Kecamatan Ipuh. Maka tidak menutup kemungkinan pleno KPU bakal berjalan cukup alot.
Bukan saja terkait dugaan penggelembungan suara antar partai politik, isu penggelembungan suara antar caleg dalam perahu yang sama, juga bakal menguak pada saat pleno mendatang. Selain tipisnya jarak antara peraih suara terbanyak pertama dan kedua sesuai hitungan sementara. Juga ada perbedaan jumlah suara dari hasil rekapan caleg masing-masing yang mengklaim sama-sama berdasarkan C1.
Seperti saat pleno di PPK Kota Mukomuko kemarin, aksi protes sempat disampaikan oleh saksi peserta pemilu. Karena jumlah suara di C1 yang ada di website KPU dengan jumlah yang ada di tingkat PPK tidak sama, terutama banyak dugaan pengurangan.
‘’Kenapa ini tidak sesuai dengan ada di website KPU, seperti di TPS 4 kelurahan Pasar Mukomuko, suara saya 159, sementara yang timbul hanya 156,’’ kata salah seorang calon DPD yang hadir saat pleno kemarin.
Juga terdapat protes lain dari para saksi caleg. Aksi protes karena adanya perbedaan ini, tidak hanya di kecamatan Kota Mukomuko, bahkan dibeberapa kecamatan lain berjalan lebih alot.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar, SE menanggapi hal ini, menjelaskan jumlah suara caleg tidak dapat digelembungkan. Meski ada upaya untuk itu dan sukses ditingkat PPK, nanti akan terlihat saat pleno di tingkat KPU. Sebab KPU sudah mengantongi C1 yang sah dari TPS dan juga dokumen yang dapat menjadi dasar jelas. Selain itu C1 sudah dikantongi oleh banyak pihak, maka tidak dapat dirobah oleh satu pihak saja.
‘’Jangan ragu, bagaimanapun upaya penggelembungan dibawah, data KPU tidak bisa ditipu. Kalau satu berkas diragukan, ada data lain hasil pemilihan di tingkat TPS,’’ kata Khairanzar.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag juga sudang sangat siap dengan segala kemungkinan tersebut. Kuncinya kalau berbeda dengan C1 plano dan bukti lainnya, maka akan diproses. Penggelembungan suara itu aksi kejahatan ada hukumnya. Bukti hasil pemilihan itu tidak hanya ada pada pelaksana pemilu, tetapi juga dipegang Panwaslu, Politi, masyarakat dan orang-orang partai bahkan masyarakat yang menyaksikan langsung pemilu itu.
‘’Kita tidak ragu, kalau memang ada protes kita siap tunjukkan buktinya, jika memang berbeda, harus sesuaikan dengan data asli di KPU. Ada C1 plano yang dimiliki banyak pihak, tidak bisa dirobah ditingkat PPK apalagi hanya C1 yang dipegang pihak tertentu,’’ tutup Dawud.(jar)

2 Kursi Provinsi Masih Rebutan
METRO – Perebutan dua kursi terakhir DPRD Provinsi Bengkulu masih sengit. Selain ada 3 parpol incumbent, yaitu Demokrat, PKS dan Golkar, terbaru PPP dan Hanura juga punya kans besar. Termasuk Gerindra dan NasDem punya peluang meyakinkan. Prediksi sementara PKB, PBB, PKPI masih cukup jauh dari lingkran 4 besar, namun bukan tidak mungkin bisa langsung menyusup.
Untuk kursi nomor 1 dan 2, PAN dan PDIP belum tergoyahkan, data terakhir
Suara PDIP sudah mendekati angka 9000 atau dibawah PAN yang sudah diatas 9000.
Salah seorang politisi yang aktif memperhatikan perkembangan politik di daerah ini, H. Suharto sepakat dengan perkiraan awal, PDIP dan PAN bakal melenggang mulus ke Provinsi. Untuk kursi ke 3 dan ke 4, ia sendiri belum berani menyebutkan partai mana saja yang lebih berpeluang. Pasalnya persaingan masih seimbang. Termasuk partai incumbent punya peluang sama dengan partai lainnya.
‘’Saya rasa ada persaingan ketat untuk kursi 2 terakhir, kalau untuk satu dan dua, mungkin sama dengan yang ada di koran. Namun kita tunggu saja hasil pleno KPU nanti,’’ kata Suharto.
Calon kuat anggota dewan Provinsi dari PDIP, Mujiono, S.IP dihubungi mengaku yakin dan percaya bisa lolos ke Provinsi. Semua itu tak lepas dari dukungan masyarakat yang terus berdatangan sejak awal. Ia belum berani terlalu terbuka, sebab hasil akhir akan ditentukan oleh pleno KPU mendatang.
‘’Kita tunggu saja, yang jelas entah saya duduk atau tidak, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Mukomuko dan kawan-kawan semuanya,’’ kata Mujiono.
Salah seorang caleg Hanura, Anton Hidayat, mengaku belum puas dengan angka yang ada saat ini, ia akan menunggu hasil perhitungan sampai akhir. Selain itu dugaan penggelembungan suara harus ditinjau secara keseluruhan. Bukti adanya aksi penambahan ini, adalah terjadi saat pleno di Kecamatan Ipuh.
‘’Bagaimanapun kita harus kawal ini, karena dugaan penggelembungan suara itu sudah sangat jelas, ada contohnya,’’ tutup Anton.(jar)


Final, Money Politik Tak Terbukti

Fitri, Sardiman dan Alpian Menuju Parlemen
METRO – Dugaan money politik yang warnai pemilu legislatif di Kabupaten Mukomuko tidak terbukti. Hal ini disampaikan langsung Panwaslu dalam jumpa pers di ‘’markasnya’’ kemarin. Secara otomatis, Sardiman, S.IP dari demorat, Fitri, SE dari Gerindra dan Alpian, SE dari PKPI, yang sempat dilaporkan, melenggang bebas menuju kursi panas DPRD Mukomuko.
Ketetapan tersebut, berdasarkan proses yang sudah dilakukan ditingkat Panwaslu hingga Gakumdu dengan diahiri 2 gali gelar perkara.
Ketua Panwaslu Kabupaten Mukomuko, Muchtadir Munib, SE kepada wartawan menyampaikan, pihaknya telah menjalani tugas sebagaimana mesti untuk menindaklanjuti laporan, terkait adanya dugaan politik uang yang dilakukan oleh tim sukses (Timses) Caleg. Tetapi setelah dilakukan gelar perkara melalui Gakumdu, ternyata kasus tersebut tidak memenuhi unsur pidana sebagai pelanggaran pemilu.
‘’Gelar perkara dalam proses dugaan kasus money politics berjalan alot. Tetapi sesuai dengan aturan yang berlaku tentang pelanggaran Pemilu, ternyata ke 3 kasus tersebut tidak bisa diproses, karena tidak memenuhi unsur pidana pelanggaran Pemilu. Terlapor bukan sebagai peserta pemilu, bukan petugas Pemilu dan juga bukan petugas kampanye,’’ ungkap Muchtadir Munib, didampingi Padlul Azmi, SH dan Ita Hartati, SE, MBA.
Muchtadir menambahkan, setelah   adanya ketetapan ini jelas persoalan kasus ini tidak bisa dilanjutkan kembali. Semua barang bukti (BB) yang disita segera dikembalikan kepada pihak pelapor.
‘’Hari ini, (kemarin, red) kita segera menyerahkan BB kepada pelapor  dengan jumlah total 19 lembar amplop. Sebanyak 14 lembar dikembalikan kepada pelapor Caleg Gerindra, 3 lembar kepada pelapor Caleg PKPI dan 2 lembar uang pecahan Rp 100 ribu dikembalikan kepada pada pemiliknya, terlapor dugaan money politik Caleg Partai Demokrat,’’ tutup Muchtadir.(nek)

Media Massa Terbukti Dongkrak Dukungan Caleg

METRO – Media massa dapat mendongkrak suara caleg, semestinya harus diakui oleh para politisi di daerah ini. Buktinya dari hasil perhitungan cepat oleh berbagai lembaga di Kabupaten Mukomuko, caleg atau partai politik yang kerap muncul di media massa mampu meraih suara maksimal. Walau tidak semuanya memenangi pemilu. Namun setidaknya dukungan yang mereka peroleh cukup maksimal dan menjadi pesaing dalam partainya.
Diantara caleg yang menggunakan media massa dan memperoleh suara cukup tinggi adalah, Dedy Kurniawan, S.Sos dari PDIP Dapil 2 dengan dukungan total hampir 2000 suara. Kemudian Wisno Hadi, SE yang juga sejak awal gambarnya nongol di Radar Mukomuko dalam bentuk sosialisasi dan poling dewan awak. Ia mampu meraih dukungan hingga 2000 suara lebih bahkan besar kemungkinan sebagai peraih suara terbesar untuk caleg DPRD Mukomuko padahal PKPI pada awalnya tidak masuk dalam prediksi sebagian orang selaku pemenang pemulu.
‘’Kita akui publikasi di Koran Radar Mukomuko sangat mempengaruhui opini masyarakat, bagaimanapun tantangan dan isu butuk terhadap saya di lapanga, namun masyarakat mampu saya yakinkan melalui berita di media,’’ kata Dedy.
Caleg lain yang sosialisasi di Radar Mukomuko dan diprediksi sukses menembus kursi DPRD Mukomuko adalah, Busra dari Dapil 3, Ketua DPC NasDem Busril dari dapil 1, Frenky Janas dari PPP, H. M Maril caleg NasDem dapil 2, Sardiman, S.PI dari Demokrad Dapil 2, Andy Suhary, Se dari PKS, Ketua DPD II Golkar, Ali Saftaini, SE, Hermansyah, M.Kom dan hampir semua caleg yang lolos pernah dipublikasikan, baik berupa iklan, berita profil dan di poling dewan awak. Juga caleg Provinsi, Mujiono, S.IP dan Hj. Rosna Ichwan.
‘’Untuk pesentasenya pasti ada, terutama di daerah yang sudah maju seperti di kota, peran media cukup besar. Namun kalau di daerah terpencil masih minim, sebab media belum sepenuhnya menjangkau mereka,’’ papar Hermansyah.
Beberapa caleg yang juga kerap nongol di media massa namun diprediksi sementara tidak mampu menembus kursi parlemen juga cukup banyak. Namun perolehan suara mereka juga cukup tinggi. Diantaranya Masripani Maas, SE dari PPP, Haidir, S.IP dan Arifin MZ dari Gerindra dapil 3, Yusniar, S.Pd dari PKPI, Nur Rokhim dari Partai Demokrat dan caleg lainnya.(jar)


Adrizon Berpeluang Diusung ke BD 1 N
POLITIK RM  - Hitungan sementara hasil pemilu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Mukomuko akan masuk 5 besar. Bahkan parpol yang dipelopori anggota dewan aktif, Adrizon N ini, berpeluang berada dijajaran pimpinan DPRD Kabupaten Mukomuko. Sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang memegang pucuk pimpinan tertinggi partai ini, tidak menutup kemungkinan Adrizon punya peluang diusung maju ke BD 1 N atau sebagai calon bupati Mukomuko pada pilkada tahun depan.
Dihubungi via telepon genggam kemarin, Adrizon mengaku ada wacana yang muncul untuk mengusung dirinya. Namun ia tidak memberi jawaban dan enggan menanggapi serius hal tersebut. Sebab untuk mencalon sebagai kepala daerah, harus punya persiapan matang disegala segi. Diantaranya dukungan dari keluarga, dukungan dari masyarakat dan kesiapan mental maupun materil.
‘’Itu wacana lepas saja, saya belum berani berpikir sejauh  itu. Namun kita lihat dulu nanti, jika memang siap kenapa tidak. Yang jelas perjuangan  tahap awal membesarkan PKB tercapai, meski saya sendiri tidak terpilih lagi,’’ kata Adrizon.
Karena sukses membawa PKB memenangi pemilu, Adrizon mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat Kabupaten Mukomuko. Ia berjanji, jika PKB siap memperjuangkan aspirasi masyarakat. Mereka dari unsur pimpinan PKB sendiri, akan mengawasi kinerja setiap anggota dewannya. Jika terdapat dewan PKB yang menghianati rakyat, maka partai siap memberi teguran, bahkan jika memang fatal akan diproses lebih jauh.
‘’Saya sejak sudah legowo kalau memang hasil penghitungan KPU saya tidak duduk lagi. Siapapun dewan PKB harus siap menampung aspirasi masyarakat, kalau terbukti mengecewakan dan tidak bekerja sebagaimana mestinya, partai siap memberi teguran,’’ tutupnya.(jar)


4 Dewan Sukses Jaga Tahta
POLITIK RM – Hasil hitungan sementara pemilu 2014, dari 18 orang anggota dewan yang maju kembali  sebagai caleg untuk DPRD Mukomuko, diperkirakan hanya 4 orang yang sukses mempertahankan tahtanya. Yaitu Hermansyah, M.Kom dari Hanura Dapil 1, Ali Saftaini, SE dari Golkar dapil 1, Eri Zulhayat, SE, M.Si dari dapil 2 dan Sardiman, S.IP dari Partai Demokrat dapil 2. Jumlah ini sama dengan hasil pemilu 2009 lalu, dimana mayoritas dewan diwarnai wajah baru.
Hermansyah diminta tanggapannya mengaku senang, ia mengucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan yang masih diberikan kepada dirinya. Semua itu tak lepas dari kerjakeras semua mesin partai Hanura maupun timnya yang sudah berjuang sejak awal. Ia sendiri berusaha meningkatkan kinerjanya sebagai anggota dewan, jika hasil penetapan oleh KPU nanti benar-benar duduk lagi.
‘’Terimakasih kepada semua pihak, kalau memang nanti masih diberi kepercayaan saya berusaha melakukan yang terbaik, saat ini KPU belum menetapkan siapa pemenang pemilu sebenarnya, kalau hitungan sementara memang ada 4 dewan lama yang bertahan,’’ kata Hermansyah.
Ketua DPC Hanura ini juga mengakui perjuangan untuk mendapat dukungan pada pemilu kali ini cukup berat. Karena semua calon, baik incumbent maupun politisi  baru sama-sama punya kans besar. Untungnya dalam partai Hanura ia masih berada pada urutan teratas peraih suara, walau pada dasarnya suara yang ia dapat tidak sebesar saat pemilu 2009 lalu.
‘’Saya kebetulan saja masih dipercaya dalam partai Hanura, sebenarnya persaingan cukup berat, bahkan saya merasa kurang pede pada awalnya. Caleg baru punya dukungan besar dan mereka lebih bersemangat, menang saya tipis dan caleg belum beruntung juga kalahnya tipis,’’ paparnya.
Senada disampaikan oleh Eri Zulhayat, SE, M.Si menurutnya persaingan politik 2014 ini, lebih sengit dari sebelumnya. Ia beruntung karena masih dipercaya oleh masyarakat. Ungkapan terimakasih ia sampaikan kepada masyarakat yang sudah memberi dukungan dan juga kepada tim sukses terkhusus untuk tim pemenangan PAN itu sendiri. PAN besar tak lepas dari campur tangan banyak pihak, terutama pengaruh dari pimpinan tertinggi parti ini di Mukomuko, Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM.
‘’Saya berterimakasih karena masih dipercaya, terkhusus kepada bapak pimpinan partai. Juga kami mengucapkan selamat kepada penyelenggara pemilu yang sudak sukses menjalankan tugasnya,’’ tutup Eri.(jar)


Kalah, Incumbent Legowo
POLITIK RM – Sikap kesatria ditunjukkan oleh anggota DPRD Kabupaten Mukomuko yang gagal mempertahankan kursinya. Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko belum menetapkan siapa pemenang pemilu, namun dari hitungan sementara saja mereka sudah menerima kekalahan tersebut. Tetap saja ada goresan kekecewaan terhadap jalannya pemilu kali ini.
Seperti disampaikan oleh Husni Tamrin, dengan santa terbuka menyatakan legowo dengan kekalahan dirinya. Namun yang ia sesalkan, pemilu kali ini diluar prediksi semula, karena ada dugaan praktek kampanye hitam dilakukan oleh beberapa caleg. Sementara partai Golkar berupaya melakukan kampanye dengan jujur dan mematuhi aturan dari KPU.
‘’Kalah itu biasa saja, namun saya merasa hasil pemilu tidak sesuai dengan prediksi semula, ini dampak dari kegiatan kampanye hitam bahkan dugaan money politik yang dilakukan oleh beberapa peserta pemilu,’’ kata Husni.
Ada kesan dari beberapa caleg dewan itu jabatan sangat menggiurkan, hingga mereka tak segan mengeluarkan anggaran cukup besar bahkan diluar perkiraan awal. Ia juga mengaku mengeluarkan anggaran kampanye, namun tidak untuk money politik. Selama 2 periode menjabat sebagai anggota dewan, ia tahu betul berapa gaji dewan tersebut dan apa yang bisa didapatkan.
‘’Mengeluarkan dana besar untuk apa, tidak akan bisa mengembalikan dana tersebut di dewan ini. Kita punya anggaran sudah ditetapkan sebagai gaji dan sebagainya,’’ papar Husni.
Juga politisi PKS Purwanto, ia mengakui usaha caleg lain lebih keras dari dirinya. Terutama disegi anggaran politik, ia hanya mengeluarkan dana untuk pembelian atribut dan pembelanjaan lainnya. Meski demikian, kekecewaan tetap ada, sebab isu money politik dan kepentingan sesaat masih marak. Dampaknya tidak baik untuk kedepan dan juga pendidikan bagi politik masyarakat.
‘’Kita tetap legowo dengan hasil ini, namun dugaan adanya kecurangan dan money politik yang terjadi sangat butuk untuk kebaikan masyarakat kedepannya,’’ tutup Purwanto.(jar)



Tuesday, 15 April 2014

Anggota Dewan Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko

PDIP Utus 1 Wakil
PAN, PKS dan Demokrat Masih Kokoh?
METRO – Berdasarkan suara sementara perebutan kursi DPRD Provinsi Bengkulu, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berada pada titik aman. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat diprediksi mampu pertahankan tahtanya. Namun bukan tidak mungkin disalip oleh NasDem, Gerindra, Hanura, Golkar ataupun PBB. Untuk PPP, PKPI dan PKB tampaknya ruang untuk menembus kursi DPRD Provinsi masih jauh, namun bukan tidak mungkin menyusup masuk.
Informasi yang diperoleh, suara PAN dan PDIP hingga kemarin sudah menembus angka 8.000 suara, disusul oleh PKS dan Partai Demokrat diangka 7.000 suara lebih. Sedangkan untuk partai lainnya berada pada angka 5.000 hingga 7.000 kurang. Untuk pemenang sah dan pastinya, tetap berdasarkan hasil perhitungan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Caleg PKS, Burhandari, M.Si mengakui jika 4 partai tersebut lebih berpeluang menuju kursi DPRD Provinsi. Ia sendiri selaku calon incumbent masih sangat yakin untuk meraih dukungan maksimal dan mempertahankan kursinya.
‘’Itu sah kami yakin masuk 3 besar sebagai peraih suara terbanyak, namun kita lihat saja nanti hasil lengkapnya,’’ paparnya.
Andai PDIP benar-benar meraih 1 kursi ke Provinsi, maka yang berhak duduk adalah caleg nomor 1, Mujiono, S.IP. Sedangkan PAN suara terbanyak sementara diraih oleh Rosna atau Hj. Rosna Ichwan, namun tidak menutup kemungkinan disalip oleh H. Yusmardi, SH.
‘’Kita tunggu saja penghitungan suara, mudahan menang, kalau melihat dukungan sementara ini kita yakin saja dulu. Semua itu tak lepas dari dukungan masyarakat Kabupaten Mukomuko,’’ kata Mujiono saat diminta tanggapannya.
Dilihat dari angka perolehan suara sementara, caleg partai besar diuntungkan oleh tingginya dukungan untuk partai dari masyarakat. Suara yang mencoblos lambang partai cukup besar bahkan mengalahkan suara caleg. Diperkirakan persaingan untuk masuk 4 besar, sesuai dengan jatah kursi ke Provinsi ini masih sengit hingga KPU menetapkan pemenang pemilu.
‘’Sekarang jumlah suara belum terkumpul semua, kita sangat yakin akan masuk lingkaran 4 besar tersebut. Kami menunggu hasil akhir resmi dari KPU nantinya,’’ papar Ketua DPC Gerindra Basshendri, SE.(jar)


Politisi PKPI Dilaporkan Money Politik

METRO – Meski proses pencoblosan sudah selesai dan pelaksana pemilu tengah merekap hasil pemilu, namun bukan berarti persaingan antar caleg juga selesai. Informasinya saling intip caleg peraih suara terbanyak pertama dengan peraih suara terbanyak kedua masih saja terjadi. Terbaru politisi PKPI pemilik suara terbanyak sementara Dapil 1 Mukomuko, dilaporkan ke Panwaslu Mukomuko dengan dugaan money politik.
Informasi terbaru laporan yang melibatkan internal PKPI sendiri ini, disertai dengan barang bukti berupa uang Rp 200 ribu, serta saksi yang mengaku sebagai penerima uang dari ketua politisi PKPI untuk memilihnya tersebut.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Ita Hartati, SE menjelaskan bahwa laporan sudah mereka terima, para saksi dan pihak yang melaporkan sudah diminta keterangannya. Dari pengakuan para saksi tersebut, terlapor dituding memberi uang sebelum pencoblosan lalu. Dimana ia dititipkan uang Rp 200 ribu, untuk dirinya sendiri dan kakanya.
‘’Memang ada laporan tersebut, Alpian dituding membagikan uang, barang bukti dan laporan resmi kita terima lebih dulu, akan diproses sesuai aturan yang berlaku,’’ kata Ita.
Lanjutnya, yang mereka sesalkan laporan tersebut terlalu lama diberikan kepada Panwaslu, karena waktu tenggang untuk laporan persoalan pemilu berakhir hari ini. Belum lagi mereka harus memprosesnya, baik keterangan lengkap dari saksi maupun pemanggilan pihak terlapor.
‘’Semuanya kita terima dan kita proses sesuai aturan, Panwaslu sebatas itu saja, proses lanjutannya ada Gakumdu dan juga hingga ke Banwaslu Provinsi nantinya,’’ tegasnya.
Politisi PKPI ini sendiri saat diminta keterangannya mengaku tidak melakukan hal tersebut, ia menduga ada kepentingan politik dibalik laporan yang disampaikan ke Panwaslu ini. Sebagai peraih suara terbanyak, ia berjanji siap memberi keterangan jelas dan tidak akan mundur selangkahpun.
‘’Itu tidak jelas namanyam masa laporan sekarang saya money politik pemilu sudah selesai kok, untuk apa saya melakukan money politik,’’ tutupnya.(jar)


Posisi Pemenang Sementara Labil

METRO – Walaupun dari hitungan dan prediksi sementara, mendulang suara terbanyak, sebagian caleg belum bisa tidur nyenyak. Pasalnya selisih suara dengan caleg lainnya terutama peraih suara terbanyak dibawahnya sangat tipis, belasan hingga puluhan suara saja. Bisa saja dari hasil pleno pelaksana pemilu nanti hasilnya berbeda.
Begitupun dengan partai politik yang berada pada titik aman terakhir sesuai dengan jatah kursi per dapilnya. Selisih hitungan sementara saat ini dapat berbeda dengan hasil rapat pleno di KPU nantinya. Sebab kemungkinan eror hitungan oleh caleg ataupun prediksi di media cukup terbuka.
Di Dapil 1, sempat diisukan caleg PAN nomor 8, Ewit Chacha, ST, perolehan suaranya nyaris mendekati peraih suara sementara dari prediksi RM, Fajar Anita P, SE. Begitupun dengan PKS, Ir. Nurlina Zamdial, M.Si tidak menutup kemungkinan bisa saling kejar suara.
‘’Itu isu saja, saya sudah mengaku kalah dan sebatas itulah kemampuan saya mendapat dukungan, peraih kursi dari PAN sudah ditetapkan, saya secara legowo menerimanya dan mengucapkan selamat. Siapapun itu tetap kemenangan bagi PAN,’’ kata Ewit saat dihubungi.
Di Dapil 2 sendiri, sampai saat ini persaingan antara Fitri, SE dan Gunarto dari Gerindra belum final. Di NasDem sendiri, meski H. M. Maril masih kokos selaku peraih suara terbanyak, namun jaraknya dengan caleg nomor 1 tidak signifikan, yaitu kurang dari 30 suara. Itupun terjadi di jajaran caleg PPP, Novrianto, SH sempat memimpin perolehan suara, kemudian seiring dengan ngumpulnya suara dari berbagai tempat, bergantian Frenki Janas yang memimpin. Sampai saat ini keduanya masih sama-sama berharap.
‘’Suara kita memang jaraknya tidak jauh, namun data kami sudah sangat falid,’’ kata Maril.
Di Dapil 3, dari hitungan sementara jarak antara caleg PKB nomor urut 2 selaku peraih suara terbanyak dengan caleg nomor 1 kabarnya tak lebih dari 13 suara. Juga di lingkaran caleg Gerindra, Busra saat ini memimpin perolehan suara, namun caleg nomor 2 belum mau mengakuinya termasuk caleg nomor 8 masih punya asa. Termasuk antara caleg Golkar, Sadariun, S.Pd selaku peraih suara terbanyak dengan caleg peraih suara kedua tertinggi partai nomor 5 ini.
‘’Kita yakin hasil pleno dengan hitungan kami tidak akan jauh beda, sebab dasarnya sama C1 dari setiap TPS. Saya tidak pikirkan itu, kalau memang rizki kita tidak akan lari,’’ kata Khusairi.
Untuk partai pemenang terakhir yang masih labil dan berpeluang ditekel oleh peraih suara terbanyak lainnya, adalah PKPI dan PPP di dapil 1. Dibawahnya ada Partai PBB dan Demokrat dengan jarak tidak terlalu besar dari hitungan atau prediksi sementara. Untuk Dapil 2, pada dasarnya hampir tidak ada perubahan, namun PKPI bisa saja disalip PKS dan partai lainnya juga masih punya peluang. Sedangkan di Dapil 3, Persaingan sengit masih terjadi antara, PDIP, NasDem dan Hanura. Salah satu dari 3 partai ini harus siap-siap gigit jari, meski pada saat ini Hanura lebih tipis peluangnya untuk lolos ke parlemen.
‘’Kami yakin NasDem akan mendapat satu kursi per dapilnya, di dapil 3 dari data yang dimiliki partai jelas kita unggul jauh dari partai dibawahnya,’’ tutup ketua DPD NasDem Mukomuko, Busril.(jar)

Pemilu Mukomuko HOT

Busril Lolos ke Kursi Parlemen, Moncong Putih Buktikan Merahnya
PPP, Demokrat dan Hanura Terancam Tanpa Kursi Dapil 3
POLITIK RM – Sebagai mana prediksi semula, persaingan untuk kursi terakhir antar partai politik (parpol) masih terjadi pada setiap dapilnya, seiring dengan ngumpulnya perolehan suara per-TPS. Titik terang partai pemenang pemilu pun makin jelas. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Mukomuko, Busril Pede akan melenggang ke kursi panas dewan, padahal partai nomor 1 ini sempat diragukan di dapil 1. Persaingan diperkirakan masih terasa dan berlanjut hingga KPU ketuk palu, menetapkan pemenang pemilu.
‘’Kami awalnya memang agak pesimis, karena suara belum masuk semua, sekarang kita berada pada urutan 6 dan 7, sudah dipastikan dapat kursi,’’ kata Busril.
Di Dapil 1 hingga kemarin, PPP yang awalnya pede menatap parlemen, malah sekarang terbirit-birit. Pasalnya Partai Bulan Bintang (PBB) mulai memepet peraihan suaranya. Meski masih belum diunggulkan Partai Demokrat dan PDIP juga tidak menutup kemungkinan bisa mengejar, sebagaimana yang terjadi di dapil 3.
‘’Memang kalau berdasarkan hitungan kita, PPP berada pada nomor 9, dibawah kita ada PBB, tapi kami yakin akan meraih kursi di Dapil 1, kalau dapil 3 kita tunggu saja akhirnya nanti,’’ papar ketua DPC PPP, Masripani Maas, SH.
Sementara di dapil 2 sendiri, perebutan 2 kursi terakhir mulai ada titik terangnya. Demokrat dan PPP tetap punya kans lebih besar, PBB, PKS, Golkar dan Hanura masih terbenam di zona terbawah untuk mengejar 8 jatah kursi di Dapil 2. Namun semuanya masih berpeluang berubah, karena ketetapan pasti tetap berdasarkan perhitungan resmi oleh KPU.
Dapil 3 diperkirakan paling panas, kejutan demi kejutan terus terjadi. Terkini, PDIP yang awalnya sama sekali tidak lagi diunggulkan, karena rendahnya perolehan suara caleg, tiba-tiba bersemi kembali. Mereka diselamatkan oleh suara masyarakat yang mencoblos moncong putih atau lambang partai nomor 4 tersebut. Caleg Incumbent Indra Jaya, S.IP pun sudah dapat berharap lebih jauh untuk mempertahankan tahtanya di DPRD Mukomuko. Bahkan informasi terakhir PDPI berada pada urutan ke 7 setelah PKB. Caleg Hanura yang punya suara lebih baik, terancam tidak berguna, karena secara total suara mereka bisa lebih rendah dari PDIP di Dapil 3 atau NasDem. PPP yang sempat punya asa, agaknya harus gigit jari bersama dengan PBB dan Partai Demokrat. Namun tetap saja mereka masih berpeluang sebelum KPU punya keputusan resmi.
‘’Memang mengejutkan, tiba-tiba peta politik berubah begitu saja. PDIP punya suara partai cukup signifikan, kalau saya melihat peluang mereka sekarang lebih baik dari Hanuran dan PPP,’’ kata H. Tarmizi yang aktif memantau perkembangan suara partai di dapil 3 ini.
Partai yang diperkirakan berada pada titik aman untum meraih 1 kursi di dapil 1, PKS, PKB, Gerindra, PAN, Hanura, Golkar dan NasDem. Sedangkan PKPI dan PPP untuk saat ini masih berada pada lingkaran peraih kursi di DPRD Mukomuko, namun dibelakangnya ada PBB, Demokrat dan PDIP yang menguntit.
Di Dapil 2, partai yang diprediksi paling aman adalah, PDIP, PKB, PAN, NasDem dan Gerindra. Partai Demokrat, PKPI dan PPP juga berada pada lingkran 8 besar peraih kursi. Namun ada PBB, Golkar, Hanura dan PKS diperkirakan belum menyerah. Serupa di dapil 3, Gerindra, PAN, PKPI, Golkar, PKS dan PKB masih berada pada titik aman. PDIP sendiri diperkirakan lebih aman dari NasDem yang berdekatan dengan Hanura. Termasuk Demokrat, PPP dan PBB masih mengancam. Namun apapun prediksi yang ada, tidak bisa menjadi patokan, hasil akhirnya sesuai hitungan pelaksana pemilu.
‘’Kita masih yakin dan akan tetap menunggu hasil akhirnya nanti,’’ kata caleg Hanura Dapil 3 Saili.(jar)


Busra Unggul, Prenky dan Safaat Dijagokan Kejar-kejaran suara Masih Sengit
POLITIK RM – Kejar-kejaran suara antar caleg dalam beberapa partai masih sengit. Beberapa caleg mengklaim punya suara lebih banyak, berdasarkan rekapan masing-masing. Namun demikian secara bertahap siapa pemilik suara terbanyak sebenarnya mulai terang. Namun dibeberapa partai jarak suara antara caleg peraih suara pertama sementara dengan caleg peraih suara terbanyak kedua tidak terlalu besar, puluhan bahkan hanya belasan saja.
Busra caleg nomor 1 Gerindra Dapil 3, tampaknya lebih dekat dengan kursi dewan, setelah sebelumnya kejar-kejaran suara dengan incumbent Haidir, S.IP. Namun bukan berarti sudah pasti, kabarnya selain Haidir, caleg nomor 2 Arifin MZ juga belum mau mengakui keunggulan kawan separtainya. Pasalnya ia juga punya rekapan sendiri dan suaranya diatas caleg lain.
‘’Kita tetap menunggu hasil rekapan akhir KPU, sekarang saya belum percaya suara saya lebih rendah. Bahkan kalau ada yang lebih tinggi, itu kita ragukan kebenarannya,’’ kata Arifin.
Juga antara caleg PPP dapil 2, meski awalnya Novrianto, SH diunggulkan, namun belakangan berbalik, Frenky mengaku lebih dijagokan sebagai peraih suara terbanyak. Termasuk Safaat dari PKB Dapil 2, informasinya lebih dijagokan dari Mukti Ali. Kemudian dijajaran caleg Gerindra Dapil 2, Fitri, SE tetap percaya diri (pede) akan menang, meskipun Gunarto belum berada pada posisi kalah dalam persaingan perebutan suara.
Juga antara caleg PKB Dapil 3, meski sejak awal hingga kemarin, caleg nomor 2, Khusairi masih diunggulkan, namun jaraknya dengan caleg nomor 1, Syamsurizal tidak jauh atau dibawah 50 suara dengan angka awal sama-sama tujuh ratusan. Serupa juga dalam kubu NasDem di dapil 2, H.M. Maril memang selalu unggul, namun jaraknya dengan caleg nomor 1, H. Paulus Sabar Sudibyo, S.Sos dibawah 50 suara dengan jumlah total sama-sama delapan ratusan.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar mengatakan untuk saat ini belum ada pemenang, karena proses penghitungan masih berjalan. Soal apa yang ada di media tidak dapat jadi dasar, kita tetap mengesahkan hasilnya sesuai dengan data pasti dari hasil pemilihan.
‘’Unggul satu suara saja sudah menang, apalagi puluhan suara. Kita sekarang belum tahu, sebab proses masih berlangsung, kalau media itu haknya namanya juga prediksi,’’ tutupnya.(jar)


Peluang Partai Meraih 2 Kursi Per-Dapil
Partai Harus Penuhi Kuota Lebih Dulu
POLITIK RM – Banyak pertanyaan dari masyarakat, terkait dengan peluang satu partai untuk meraih 1 kursi di satu Daerah pemilihan (Dapil). Untuk menjawab semua itu, tentu berdasakan suara partai dan juga tergantung dengan system penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menetapkan kuota suara perkursi.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar yang dihubungi kemarin menjelaskan, peluang satu partai meraih 2 kursi per dapil terbuka, asal suaranya mencukupi. Untuk penetapan suara 1 kursi, dasarnya jelas. Tahap awal dihitung suara sah seluruh partai politik. Setelah didapat suara sah, maka dibagi dengan jumlah kursi dalam dapil tersebut. Hasil bilangan pembagian inilah dasar penetapan jumlah suara perkursi disatu dapil.
‘’Misalnya, suara sah di salah satu dapil 40 ribu, jumlah kursinya 8, maka 40 ribu dibagi delapan. Hasilnya 5000, maka itulah jumlah suara untuk 1 kursi harus dipenuhi satu partai.
Selanjutnya dilakukan penghitungan suara setiap partai, pertama diambil partai yang suara mencukupi kuota 1 kursi. Kelebihan suara dari satu kursi tersebut dimasukkan lagi dalam perangkingan. Jika sudah tidak ada yang memenuhi jumlah suara 1 kursi, maka dilakukan perekingan suara terbanyak partai peraih suara. Partai dengan suara lebih besar mendapat sisa kursi dari yang sudah memenuhi kuota. Andai kelebihan suara partai yang sudah memenuhi 1 kursi, lebih tinggi dari jumlah suara partai lainnya, maka berhak mendapat kursi kedua. Misal, partai A mendapat 8000 suara, partai B mendapat 7000 suara, artinya partai tersebut sudah memiliki 1 kursi sah.
‘’Kalau partai lain suaranya tidak sampai 5000, maka dilakukan perengkingan. Karena ada dua yang sudah dapat, artinya masih tersisa 6 kursi lagi. Partai yang memiliki suara lebih dekat dengan 5000 akan mendapat kursi berikutnya, andai kelebihan suara partai A lebih tinggi dari jumlah suara partai lain yang lebih dekat dengan 5000, maka A dan B tadi berhak mendapat kutsi berikutnya,’’ papar Khairanzar.
Ketua DPC Gerindra Mukomuko, Basshendri, SE mengaku masih optomis meraih 2 kursi di satu dapil. Pasalnya disetiap dapil Gerindra diperkirakannya sebagai pemenang suara terbanyak. Namun mereka tetap menunggu hasil akhir dan sistem penghitungan oleh pelaksana pemilu.
‘’Kalau jumlah global kita optimis untuk dua kursi, namun kita lihat dulu sistem penghitungan suara yang digunakan oleh KPU. Harapan kita dapat dan 1 kursi ke provinsi,’’ tutupnya.(jar)


Pleno PPK Tarik Ulur, Caleg Curiga
POLITIK RM – Rapat pleno perekapan suara pemilu di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terus tarik ulur. Bahkan beberapa PPK yang dijadwalkan melakukan pleno kemarin kembali ditunda, namun sebagian kecamatan pleno tetap berlangsung, tetapi tidak seluruhnya tuntas, baru hari ini akan dilanjutkan.
Kecamatan yang menunda jadwal plenonya di dapil 1, Kecamatan Kota Mukomuko dan XIV Koto. Di Dapil 2 seluruh kecamatan sudah menggelar pleno. Untuk Dapil 3 yang belum pleno, Ipuh dan Air Rami saja, namun untuk Pondok Suguh belum selesai hingga sore kemarin.
Ketua PPK Kota Mukomuko, Dodi Syahtra Dinata SE, membenarkan jika terjadi penundaan pleno perekapan suara di daerah pemilihannya. Alasannya beberapa petugas PPK tidak dapat hadir, karena ada ujian semester di kampusnya. Juga kotak suara dari Desa Ujuang Padang datang terlambat, hingga harus direkap kembali. Rencananya hari ini akan dilangsungkan pleno yang berpusat di aula kantor camat Kota Mukomuko.
‘’Penundaan tidak menyalahi, sebab jadwalnya dari 13 April hingga 17 April, masih ada waktu untuk menyelesaikannya. Kaki yakin akan selesai sesuai waktu yang diberikan KPU,’’ kata Dodi.
Sedangkan di Kecamatan XIV Koto tidak ada penundaan, mereka memang menjadwalkan pleno pada hari ini. Untuk persiapan pada dasarnya sejak awal sudah tidak ada kendala lagi.
‘’Kita sebetulnya sudah tidak ada kendala, hanya saja kita memang belum jadwalnya untuk menggelar pleno, rencananya besok (hari ini red),’’ tegas ketua PPK XIV Koto, Meriyanto, S.Pt.
Salah seorang caleg Arifin MZ mengaku kecewa dengan penundaan pleno di PPK. Bahkan menurutnya ada kesan memberi ruang untuk bermain dari pihak tertentu. Panwaslu sendiri mengungkut dengan masalah ini terkesan tidak berkutik, hingga tidak menutup kemungkinan ada kecurangan di PPK. Maka ia minya KPU merekap berdasarkan hasil C1 dari TPS bukan dari PPK.
‘’Jelas kita sangat curiga dengan tarik ulurnya pleno  tersebut, ini seakan memberi ruang bermain bagi pihak tertentu,’’ tutupnya.(jar)


Siswa Begadang Tunggu Bocoran
//Hari ini UN Diikuti 1.600 Peserta
METRO – Hari ini sebanyak 1.600 Siswa SMA/MA dan SMK yang terbagi dalam 97 ruangan se Kabupaten Mukomuko akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Seperti sebelumnya, UN kali ini juga diwarnai oleh informasi kebocoran soal dengan bertebarnya kunci jawaban. Bahkan bebera peserta UN siap begang menunggu kunci jawaban 20 model soal yang akan keluar malam tadi melalui media online.
‘’Ya kita akan menunggu kunci jawaban itu subuh ini. Dan tiap subuh sebelum ujian kunci jawaban akan diberikan. Kalau asalnya dari salah satu sekolah di Bengkulu,’’ ujar siswa yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) 2014 Kabupaten Mukomuko, Apani, M.Pd kembali menegaskan bahwa para siswa jangan mempercayai kunci jawaban yang beredar. Karena itu tidak diyakini kebenarannya. Dan jangan sampai hal itu merugikan siswa itu sendiri.
‘’Jangan percaya kunci jawaban itu lah. Lebih baik para siswa percaya diri dan yakin dengan kemampuan yang dimiliki dari pada perpedoman kunci jawaban itu,’’ ungkap Apani.
Apani menambahkan, untuk persiapan pelaksanaan UN sudah semuanya dipersiapkan. Bahkan berkas UN yang tiba di Mukomuko pada hari Sabtu (12/4) lalu tidak ada. Kendala.
‘’Semua persiapan sudah kita siapkan semuanya. Mulai dari berkas ujian, petugas pengawas, ruangan serta hal lainnya. Dan insyaallah besok (hari ini,red) kita siap melaksanakannya. Untuk itu kita doakan tidak ada kendala,’’ tutup Apani.(dum)

Tabrak Carry, Pemuda Tewas
IPUH – Jalan Lintas Barat (jalinbar) kembali memakan korban. Kali ini terjadi di perbatasan Desa Air Buluh Kecamatan Ipuh sekitar pukul 09.15 WIB kemarin. Antara mobil Suzuki Mega Carry  BD 9893 NA yang dikemudikan Fauder (40) bertabrakan dengan Yamaha RX King BD 2415 AC yang dikendarai Ardianto (17) warga Bukit Mulya Kecamatan Air Rami. Akibatnya Ardianto mengalami patah kaki sebelah kanan, dan pendarahan dari mulut serta hidung
Kronologis kejadiannya berdasarkan olah TKP dari Polsek Ipuh mobil Suzuki carry dikemudikan Fauder dari arah Bengkulu diduga dalam kecepatan cukup tinggi menuju Mukomuko. Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor Yamaha RX King yang dikendarai Ardianto juga dalam keadaan cukup tinggi. Lantaran keduanya tidak dapat mengendalikan kendaraannya di tikungan tajam Desa Air Buluh, tabrakan pun tak bisa dihindarkan. Sehingga membuat pengendara sepeda motor mengalami patah patah kaki kanan serta pendarahan dari mulut dan hidung. Dan langsung dirujuk ke RS Bengkulu. Namun dalam perjalanan nyawa korban tidak tertolongkan. 
‘’Kalau data sementara kedua kendaraan diduga dalam kecepatan cukup tinggi. Dan ketika ditikungan tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Akibatnya tabrakan tidak dapat dihindari,’’ ujar Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Ipuh, Iptu. Daryanto. 
Ketua Adat Desa Air Buluh, Asmara membenarkan adanya kejadian kecelakaan tersebut. Dimana sesaat usai tabrakan warga berbondong-bondong mendatangi TKP.
‘’Ya memang ada kecelakaan ditikungan tajam itu tadi pagi (kemarin,red) antara mobil Suzuki carry dan motor Rx king yang merupakan warga Kecamatan Air Rami. Dan korban mengalami luka yang cukup serius,’’ ungkap Asmara.(dum)