Saturday, 26 April 2014

Caleg Gagal ke Kursi Panas Dewan


Kecewa tak Dududuk dan Bangga Masih Didukung
MESKI belum ditetapkan secara resmi, namun berdasarkan catatan suara yang mereka peroleh, nama-nama dewan yang terpilih sudah terang. Mereka adalah 25 orang dari 294 caleg yang bertarung pada pemilu 2014 dari 12 partai peserta pemilu yang hampir usai. Artinya sebanyak 269 orang  gagal dan harus menunggu 5 tahun lagi. Berbagai cerita dan isu berkembang soal mereka yang tidak lolos ke parlemen. Apa saja tanggapan dari mereka-mereka yang gagal tersebut, berikut laporannya.

AMRIS TANJUNG – Kabupaten Mukomuko

SEBAGIAN besar orang kerap beranggapan negatif terhadap mereka-mereka yang belum beruntung mewakili suara masyarakat. Ada isu mudah stress atau panik, berubah sikap dari sebelumnya, hingga tudingan menari berbagai sumbangannya. Hingga hari ini anggapan tersebut belum banyak terbukti, bahkan belum satupun ada informasi caleg yang mengidap gangguan jiwa di Mukomuko. Beberapa diantara mereka malah tampak biasa saja dan juga ada yang kecewa.
Beberapa diantara mereka yang ditemui, mengakui ada rasa kecewa melihat hasil pemilu tersebut. Bahkan menyisa rasa tidak percaya terhadap orang lain. Pasalnya banyak pembicaraan dari orang-orang dianggapnya sudah dekat tidak terbukti. Juga ada perasaan malu dan marah saat mengingat bagaimana usaha yang sudah dilakukan. Juga ada yang menganggap lucu setiap isu tentang caleg tersebut. Hingga menjadi bahan ketawaan ‘’genyia’an’’ antar mereka sesama caleg yang gagal.
Sekretaris DPC PAN Mukomuko, Eranardi, S.IP yang harus mengakui keunggulan caleg separtainya, tak menafik kerap salah tingkah. Pada dasarnya baginya, tidak duduk bukan persoalan berat, hanya soal waktu dan kesiapannya. Yang jadi pikiran, malah kadang ada saja guyonan dari kawan-kawannya, terutama sesame caleg.
‘’Malah kalau kami lagi ngumpul ketawa terbahak-bahak, melihat kawan sedang menung, dituduh mikir kalah. Bahkan masang topi saja kadang agak miring jadi guyonan kawan. Kalau kecewa, bohonglah bila dikatakan tidak. Namun kita akui saja dan legowo, mungkin ada yang terbaik lain atau pada waktu yang akan datang,’’ kata Era.
Caleg yang berpedapat sama dengan Era cukup banyak, Pada hari pertama saat mengetahui suaranya jauh dari cukup, memang sedikit terkejut. Namun kemudian lupakan itu semua dan fokus lagi menatap kedepan. Sebab tidak mungkin semua caleg harus duduk. Soal ada dana yang sudah dikeluarkan dan juga biaya lain, itu sudah komitmen saat terjun kedunia politik.
‘’Kita legowo saja, apalagi saya sudah biasa kalah. Setidaknya saya merasa lebih beruntung karena merasakan langsung perjuangan dan kalah tersebut. Mungkin banyak kawan-kawan yang lain hanya mengira-ngira, tetapi rasa sebenarnya mereka tidak tahu. Kalau bertemu kawan-kawan biasa saja, tidak ada masalah, bahkan ada bahan ketawa baru,’’ kata ketua DPC PPP Mukomuko, Masripani Maas, SH.
Tidak sedikit pula dari caleg, meskipun kalah namun ada rasa kebanggaan dihatinya. Seperti mereka yang tidak duduk, namun menang di basisnya dan mendapat suara cukup besar, juga ketua partai politik, meski tidak menang namun partainya makin besar. Seperti Adrizon N, meski kalah ia mengaku bangga karena masih mendapar dukungan dari masyarakat dengan total suara pribadinya seribu lebih, tambah lagi partainya sukses meraih 3 kursi. Juga Ketua DPC PDIP, I Wayan Adnyana dengan total suara Pribadinya mendekati angka seribu. Kemudian Haidir, S.IP dengan suara pribadi 1.237 suara dan banyak lagi caleg lain. Sementara beberapa caleg yang duduk suaranya hanya enam ratusan hingga 800 saja.
‘’Kalau kecewa wajar, kita sudah melakukan perjuangan. Namun saya bangga dan berterimakasih kepada masyarakat, karena masih memberi dukungan kepada saya. Dibanding pemilu sebelumnya, suara saya tidak jatuh, hanya saja ada suara kader PKB lebih tinggi dari saya dan itu wajar,’’ tutup Adrizon.(**)

Choirul Huda dan Sapuan Sudah Mantap Menuju BD 1



METRO – Siapa calon kuat Bupati Mukomuko 2015-2020? Setiap pertanyaan ini dilemparkan, nama Wakil Bupati, Choirul Huda, SH dan Runner up pemilihan bupati 2010, Sapuan, SE, Ak, MM selalu dikuatkan. Terus bagaimana dengan 2 tokoh ini sendiri, apakah mereka sudah matang untuk bersaing pada pilbup mendatang?. Dihubungi via telepon genggam kemarin, kedunya tampaknya sudah sangat siap memimpin ‘’kapuang sakti ratau batuah’’ ini.
Bukan saja itu, sempat diisukan berada dibalik beberapa partai politik pemenang pemilu 9 April lalu. Isu ini pun dikuat dengan dengan pengakuan mereka, jika punya hubungan dekat dan sudah ada kominikasi yang baik dengan para ketua partai politik.
Chorul Huda dengan jelas mengatakan jika hubungannya baik dengan para ketua partai pemenang pemilu tersebut. Namun bukan berarti ia ada dibalik partai tersebut. Soal pencalonannya sendiri, Huda belum mau buka-bukaan, namun satu kata kunci yang ia berikan saat menjawab pertanyaan dengan balik bertanya, ‘’setelah wakil bupati apalalagi?’’. Bahkan Huda kabarnya sudah menjalin pembicaraan dengan beberapa tokoh, sebagai calon pendampingnya.
Namun ia mengaku belum ada persiapan untuk maju, karena ingin fokus menyelesaikan tugasnya bersama dengan bupati Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM membangun dan melayani masyarakat. Pertanyaan mengenai kesiapannya menyambut pemilihan bupati ini, diakui oleh Huda datang dari masyarakat dan berbagai pihak.
‘’Kawan-kawan banyak menanyakan soal apalagi setelah menjadi wakil bupati. Jawaban kita sama saja, setelah wakil bupati apalagi?. Masyarakat kita sudah sangat pintar dan tahu apa yang harus mereka perbuat. Soal hubungan dengan partai, semuanya kita dekat, tidak membedakan antar yang satu dengan yang lain,’’ tegasnya.
Tak kalah dengan jawaban Choirul Huda, Sapuan juga memberi keterangan cukup politis. Walau tidak mengakui, Sapuan tidak menafik, isu yang menyebutkan ia berada dibalik beberapa partai pemenang pemilu. Untuk kepastian pencalonannya juga belum ada, sebab ia akan mengirim tim survey ke Mukomuko untuk melihat sejauh mana dukungan masyarakat terhadap dirinya.
‘’Yang jelas kita terus berkomunikasi dengan pihak partai sejak dulu, bukan setelah pemilu saja. Itu wajar karena kita satu kampung. Mengenai pertanyaan apakah saya maju atau tidak, kita akan jawab melalui hasil survey dari pihak independen. Kalau kita yang tanya semua mendukung, wajar dong kita ini orang timur, basa-basi itu penting,’’ kata Sapuan.
Isu mengenai ia sudah tidak ada rencana mencalon, karena mendapat job bagus di luar negeri dengan hasil lebih besar dari seorang bupati, Sapuan membantah hal tersebut. Menurutnya memimpin daerah tidak ada kaitannya dengan pendapatan. Tetapi adalah menyangkut dengan pengabdian dan keinginan membangun dan mensejahterakan masyarakat. Sapuan juga mengingatkan, apapun bantuan yang diturunkan untuk masyarakat, orang miskin dan anak yatim, tidak ada kaitan dengan pencalonannya, melainkan semata sebagai bentuk kepedulian saja. Itu sudah ia lakukan sejak dulu, sebelum pencalonannya 2010 dan setelah itu.
‘’Memang kadang berbagai isu dikembangkan, padahal kita tidak bicara apa-apa isunya ada. Kita maklumi itu, yang jelas apapun yang saya katakan itulah adanya, mari kita dukung pemerintahan sekarang sampai tuntas,’’ tutupnya.(jar)

Siapa Akan Kuasai 2 Ruangan Waka Dewan?
POLITIK RM – Jangan lupa setiap ketua dewan didampingi oleh beberapa wakil ketua. Untuk DPRD Kabupaten Mukomuko, ada dua ruangan mewah untuk 2 orang wakil dewan termasuk kendaraan dinas yang berkelas. Jika Ketua dewan milik Gerindra, maka untuk wakil ketua adalah menjadi hak partai peraih kursi terbanyak lainnya. Sesuai hitungan hasil pemilu, partai pemenang nomor 2 adalah PAN yang berhak atas waka 1 dan Waka 2 menjadi milik PKB. Masing-masing partai ini punya 3 wakil, siapa yang paling layak diantara mereka?.
Jika berdasarkan suara terbanyak, calon dewan PAN periode 2014-2019 yang berhak menjadi ketua adalah Badrun Hasani, SH, suara pribadinya 1.279 suara. Untuk segi pengalaman, Badrun tidak perlu diragukan lagi, ia sudah pernah menjabat sebagai Waka 1 DPRD Mukomuko pada periode sebelumnya. Nama kuat lainnya, Eri Zulhayat, SE, M.Si, suaranya memang dibawah Badrun, yaitu sebanyak 1.147 suara, kelebihannya saat ini, masih sebagai anggota DPRD aktif dan kinerjanya juga cukup bagus. Sedangkan Fajar Anita Puspitasari, SE yang hanya memperoleh 816 suara, rasanya berat. Ia juga masih baru dan belum punya pengalaman memadai soal dewan. Namun tidak menutup kemungkinan, apalagi Anita satu-satunya dewan perempuan di Mukomuko berikutnya.
Disegi pendidikan, tiga dewan PAN terpilih sama-sama serjana. Sedangkan jika dilihat dari paktor kader, ke tiganya sudah menjadi kader, namun tidak ada yang benar-benar militant. Badrun dan Eri jelas, baru bergabung dengan PAN sebelum pemilu, sedangkan anita juga belum banyak dikenal dijajaran PAN.
‘’Soal waka itu adalah hak partai, siapaun nanti diantara 3 dewan PAN yang terpilih. Kalau pertimbangannya saya juga kurang jelas, namun dari yang ia ketahui dasarnya adalah, diusulkan oleh ketua DPD ke DPW dan ke DPP,’’ kata Sekjen DPD PAN Mukomuko, Eranardi, S.IP.
Waka 2 jadi milik PKB, siapa diantara dewannya yang terpilih tersebut, juga belum ada kepastian. Namun satu hal yang jelas ke tiganya punya kans besar. Suara terbanyak milik Maskur dengan total 1.439 suara. Namun bicara kader, Safaat punya kans lebih besar, termasuk Khusairi punya peluang menduduki ruangan mewah Waka 2 DPRD Mukomuko.
‘’Itu menjadi hak partai dengan berbagai petimbangan, sampai saat ini kami belum bahas itu,’’ tutup ketua DPC PKB, Adrizon, N.(jar)


Sudah Tahu Tak Terpilih Sebelum Pemilihan

POLITIK RM – Meski gagal mempertahankan tahtanya di DPRD Kabupaten Mukomuko, yang sudah 2 periode dipegangnya, H. Syamsuri Rustam, ST tidak menyesal. Ia menerima kekasalahan tersebut dengan legowo, bahkan sebelum pemilihan suatu punya pirasat jika dirinya tidak terpilih lagi. Yang ia sesalkan, pesta demokrasi yang begitu penting ini dikotori oleh dugaan money politik dan sebagainya.
Dikatakan Syamsuri, kalah merupakan hal biasa, itu membuktikan jika ia masuk dalam datar peserta. Bahkan ia mengaku beberapa jam sebelum pemilihan, jumlah suaranya sudah diketahui dengan pasti dan tidak maleset sedikitpun. Beberapa hari sebelum pemilihan ia masih mendapat dukungan cukup besar, namun tiba-tiba peta politik berubah. Ia menduga itu dampak dari permainan yang tidak fair dari beberapa pihak.
‘’Saya tidak terkejut saat mengetahui kalah, sebab sebelumnya sudah terbaca hal itu. Kalah biasa saja, yang kita sayangkan permainannya kurang mendidik. Saya jujur tidak melakukan money politik, hanya andalkan figure dan hubungan saja. Sebab saya tahu fungsi dewan, apa gunanya jabatan yang didapat dengan cara merugikan orang lain,’’ kata Syamsuri.
Ia juga mengakui, sempat ditawari oleh pihak tertentu bermain uang, namun ia tolak karena menilai tidak benar. Ia memutuskan menerima kekalahan tersebut, namun bukan berarti tidak lagi aktif berpolitik. Baginya dunia politik sudah menjadi dunianya sejak lama. Untuk selanjutnya, ia akan fokus dengan wiraswasta dan tugas lainnya.
‘’Kita akan habiskan dulu masa tugas di dewan, selanjutnya fokus dengan kegiatan biasa. Saya berterimakasih kepada masyarakat yang sudah memberi kepercayaan kepada saya selama 2 periode. Kekalahan saya bukan karena masyarakat tidak suka, melainkan ada faktor lain,’’ tutupnya.(jar)


Partai Terlambat Serahkan Laporan Dana Kampanye?

POLITIK RM – Berdasarkan ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU), kemarin Kamis (24/4) merupakan batas akhir penyerahan laporan akhir dana kampanye peserta pemilu ke KPU. Dalam surat edaran yang dikirimkan KPU kepada parpol dan calon anggota DPD disampaikan batas penyerahan pukul 18.00 waktu setempat. Namun informasinya ada beberapa partai yang belum menyerahkan dana kampanye mereka ke KPU Mukomuko.
Bahkan sampai sore kemarin, partai yang sudah menyerahkan dana kampanye baru, Gerindra, Hanura, Demokrat, PKB dan PAN. Beberapa partai lainnya, baru nongol beberapa saat sebelum waktu berakhir. Hingga Pukul 18.30 WIB kemarin masih ada partai yang mengurus persyaratannya, padahal waktunya habis Pukul 18.00 WIB. Dana kampanye dari peserta pemilu harus berisi laporan secara keseluruhan mengenai penerimaan dan penggunaan dana sejak 11 Januari 2013 atau tiga hari setelah penetapan peserta pemilu hingga 17 April atau satu pekan setelah pelaksanaan pemungutan suara. Dasarnya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012.
‘’Sebelumnya hany ada 6 partai, sore kemarin sebelum waktu habis datang semua, ada yang masih mengerjakannya, namun sudah melapor secara lisan,’’ kata salah seorang staf KPU, Perawati yang menangangi laporan keuangan partai ini.
Aturannya, apabila ada calon anggota legislatif yang tidak menyerahkan laporan dana kampanye, partai memiliki kewajiban untuk menyatakannya dalam formulir khusus, yaitu Formulir DK 12. Form ini menyatakan bahwa ada calon anggota legislatif yang tidak menyampaikan laporan dana kampanye. Laporan tersebut, dibuat oleh partai politik yang di dalamnya menyertakan lampiran penerimaan dan penggunaan dana dari seluruh calon anggota legislatif partai yang bersangkutan. Partai politik yang tidak menyerahkan laporan dana kampanye hingga batas akhir penyerahan terancam sanksi, yaitu caleg yang terpilih bisa digugurkan.
‘’Kami sudah sejak awal serahkan dana kampanye, sesuai jadwal kemarin adalah terakhir, kalau aturannya partai yang tidak laporkan dana kampanye bisa disangsi,’’ tutup petugas sekretariat Demokrat, Musbihan.(jar)


Thursday, 24 April 2014

Ini 25 DPRD Kabupaten Mukomuko

Gerindra Suara Terbanyak, PBB Tidak Kebagian Kursi
METRO -  Setelah melewati berbagai tahapan dan terakhir pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, 25 anggota DPRD Mukomuko yang terpilih ditetapkan. Hasilnyapun sesuai dengan prediksi semula. Gerindra dengan 11.717 suara ditetapkan sebagai pemenang pemilu dengan meraih 3 kursi, diikuti PAN dengan 10.077 suara dan PKB yang mengantongi 9.792 suara juga tiga kursi.
Partai NasDem dan PKPI, meski tidak masuk 3 besar, mereka juga berhak atas 3 kursi di DPRD Mukomuko atau 1 kursi per-dapil. PBB yang sebelumnya memiliki 1 kursi di DPRD Mukomuko, harus gigit jari karena parpol yang diarsiteki oleh, sekretaris Komisi 2 DPRD Mukomuko ini gagal memperoleh kursi. PDIP dan Demokrat juga tidak sukses, pada periode sebelumnya, dua partai ini sebagai pemenang pemilu, kali ini beruntung selamat di dapil 2 saja dan juga mengutus perwakilan ke DPRD Provinsi Bengkulu. Prestasi gemilang diraih PKB, dari satu kursi menjadi pemenang ke 3 dan PKPI pada pemilu 2009 gagal total. Golkar, Hanura, PPP dan PKS mendapat jatah yang adil, yaitu masing-masing 2 dewan. Satu-satunya anggota dewan dari kaum hawa di DPRD Mukomuko, adalah dari Partai PAN Dapil 1, atas nama Fajar Anita Puspitasari, SE, yang merupakan putri tercinta dari kepala Dinas Dukcapil, Jawoto, SE, M.Pd.
‘’Hasil pemilu ditetapkan berdasarkan penghitungan yang dilakukan dari tingkat TPS, KPPS, PPK hingga pleno KPU, ini dinyatakan sah, jika ada keberatan dapat disampaikan kemudian,’’ kata ketua KPU saat membaca hasil rapat pleno kemarin malam.
Pleno tingkat Kabupaten tidak sepanas prediksi awal, bahkan untuk Dapil 3 berjalan dengan mulus, tanpa ada sanggahan yang berarti. Di dapil 2 dan Dapil 1 juga demikian. Bahkan beberapa kotak yang dibuka, berdasarkan usulan peserta pemilu kepada Panwaslu karena diduga ada kecurangan sama sekali tidak terbukti.  Alhasil semua partai setuju dengan hasil pleno tersebut dan membubuhkan tandatangan saksinya. Sampai kemarin tidak ada informasi, adanya saksi partai yang mengisi D2 atau pernyataan keberatan.
‘’Kami pikir semuanya berjalan dengan baik, beberapa kecurigaan dari saksi tidak terbukti dan masing-masing menerimanya dengan baik dan legowo,’’ kata Ketua DPD NasDem, Busril.
Caleg yang meraih suara pribadi terbanyak dan duduk sebagai anggota dewan, pertama Wisnu Hadi, SE dari PKPI Dapil 3 dengan memperoleh 2174 suara. Berikutnya caleg andalan PDIP, Dedy Kurniawan, S.Sos Dapil 2 dengan 2154. Sedangkan di Dapil 1, yang sukses mengantongi suara cukup signifikan dengan 1439 suara adalah, Maskur dari PKB. Secara umum caleg yang berhasil menembus kursi DPRD Mukomuko dari Partainya masing-masing mengantongi suara lebih dari seribu.
‘’Kami bukan partai pemenang pertama, suara terbanyak yang kita raih sama saja dengan peraih suara lainnya yang duduk. Saya bersukur, ini kepercayaan dari masyarakat untuk kita jalankan,’’ papar Wisnu.
Sedangkan incumbent yang sukses mempertahankan tahtanya di DPRD Mukomuko, hanya 4 orang dari 18 orang yang maju. Pertama Eri Zulhayat, SE dari PAN Dapil 2 dan Sardiman, S.IP dari Partai Demokrat juga Dapil 2. Untuk Dapil 1, ada Ali Saftaini, SE dari Partai Golkar Dapil 1 dan Hermansyah, M.Kom dari Partai Hanura ditambah dewan periode pertama dari PKS, Andy Suhary. SE, M.Pd. Untuk Dapil 3, tidak ada satupun incumbent yang duduk, namun ada 2 mantan dewan periode pertama yang naik kembali, yaitu Sadariun dari Golkar dan Badrun Hasani, SH dari PAN. Selebihnya dewan Kabupaten Mukomuko akan dihiasi oleh wajah baru.
‘’Kita berterimakasih karena diberi kepercayaan kembali, mudah-mudahan bisa lebih baik lagi dalam menjalankan tugas. Kita melihat pemilu berjalan sukses dan sesuai harapan,’’ tutupnya.(jar)


Yakin Tidak Cacat Hukum, Dilaporkan KPU Tak Gentar
METRO – Meski pleno sudah dilakukan, namun pemilu belum selesai bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU), maupun bagi beberapa peserta pemilu. Sebab proses masih ada hasil pemilu yang belum diterima oleh pihak peserta, bahkan dugaan kecurangan pemilu ini sudah dilaporkan ke Panwaslu dan Gakumdu. Menanggapi laporan tersebut, pihak komisioner KPU Mukomuko sama sekali tidak gentar dan siap memberi penjelasan yang sejelas-jelasnya bila diminta.
Sebagaimana disampaikan oleh salah seorang komisioner KPU Mukomuko, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd laporan yang diberikan oleh saksi wajar saja dan adalah hak mereka. Sebagai komisioner KPU, mereka merasa yakin tidak ada kecurangan yang terjadi selama proses pemilu. Apa yang ditemukan dari 2 kotak suara yang sempat dibuka, semata kesalahan oleh petugas di lapangan. Bahkan salah seorang saksi partai, karena tidak terbukti ada kecurangan, telah menarik laporannya ke Panwaslu Mukomuko.
‘’Kami dari KPU yakin tidak ada melakukan kecurangan dalam proses pemilu, soal laporan dari pihak partai tersebut, itu hak mereka. Apa yang ditemukan sebelumnya, semata kesalahan penjumlahan saja,’’ kata Siregar.
Lanjutnya, mengenai keraguan beberapa pihak terhadap legalitas anggota KPU, juga menurutnya tidak benar. Sebab setiap anggota KPU yang lolos sudah melalui tahapan seleksi ketat dari sekian banyak peserta tes. Apapun yang terjadi nantinya, rapat pleno KPU sudah sah, sebab ada 3 orang saja dari anggota KPU dianggap forum. Apalagi mereka hadir semuanya sejak awal, hingga akhir. Secara keseluruhan proses pemilu berjalan dengan baik, untuk DPRD Kabupaten, DPD RI dan DPR RI semuanya berjalan lancar dan diterima oleh peserta pemilu.
‘’Saya rasa tidak ada masalah, kalau tidak memenuhi syarat mana mungkin kita menjadi komisioner KPU, sebab prosesnya cukup panjang. Kita tidak akan membahas masalah itu, secara umum pemilu berjalan dengan baik,’’ tegas Regar.
Salah seorang caleg Hanura DPRD Provinsi Bengkulu, Anton Hidayat, memastikan tetap akan menggugat hasil pemilu ini sampai kemana saja. Ia tidak memvonis ada yang curang, hanya menduga saja. Tujuannya untuk mencari kejelasan informasi tersebut. Termasuk mengenai keraguannya bersama beberapa kandidat lain tentang legalitas komisioner KPU, akan dikejar sampai akhir.
‘’Saya ingin mendapatkan kebenaran saja, soal duduk atau tidak bukan jadi hal utama. Kalau semuanya nanti benar yang disampaikan KPU, saya menerimanya, namun saat ini saya ragu. Sebab permintaan kami untuk mengecek hasil pemilu secara total belum dikabulkan,’’ tutupnya.(jar)

Sst..! Caleg Kalah Usir Warga
AIR  MANJUTO – Informasinya Wawan (32) bersama keluarnya di Desa Pondok Makmur, Kecamatan Air Manjuto terpaksa pindah dan membongkar rumah yang sudah ditempatinya selama 7 tahun. Pasalnya ia diminta oleh anak pemilik tanah tempat ia membangun rumah tersebut, yang juga adalah salah seorang caleg DPRD Mukomuko Dapil 1 dari Partai berlambang bintang dan bulan, yang kalah pemilu. Namun apakah ada hubungannya dengan kegagalan menembus kursi parlemen, tidak ada yang tahu pasti. Yang jelas, Wawan dikenal oleh warga sekitar mendukung dan kerap mengkampanyekan caleg tersebut untuk dipilih.
Permintaan meninggalkan tanah ini disampaikan melalui pesan singkat telepon genggam atau SMS. Dalam pesan ini tidak ada disebut, permintaan pindah karena ada hubungan dengan pencalonannya, melainkan karena yang bersangkutan akan membuat bangunan baru. Itupun dibuktikan dengan dimulainya pembongkaran pada Selasa (22/4) kemarin lusa. Adapun isi lengkap SMS tersebut adalah.
‘’Aslm…Om Iko …(Nama Caleg, red) lb png bkn menyangkut msh yg lain2 tp lah direncanakan jauh hari  kalau lokasi bengkel om itu kami ndak bangun ruko dlm minggu kn mulai kerjo jd loksitu hrs dikosongkan dlm 2 atak 3 hari iko…tg’’
Pesan inipun langsung dipahami oleh Wawan, ia menilai SMS ini sebagai bentuk pengusiran secara halus. Wawan juga mengaku, jika caleg yang mengirim SMS masih keluarga, tanah tersebut adalah milik orang tuanya. Wawan mengaku tidak ada rasa sedih atau benci dengan hal itu.
‘’Saya justru merasa berterima kasih kepada orang tuanya, karena telah diberikan kesempatan tinggal di atas tanah tersebut selama lebih dari 7 tahun,’’ kata Wawan.
Lanjut Wawan, selama ini yang bersangutan tidak pernah menyinggung soal rencana pembangunan ruko ini. Pembangunan disampaikan dua hari yang lalu, itupun melalui pesan singkat, padahal sebelum pemilu Ia sempat datang untuk minta dukungan. Wawan juga mengakui hasil penghitungan surat suara di TPS 3 Pondok Makmur suara untuk PBB dengan nomor urut 2 hanya sebanyak 6 suara, dan TPS terdekat lainnya hanya 3 suara.
‘’Kita bukan anak kecil lagi, tentu tahu maksud dari SMS ini. Saya tinggal di sini sejak dari nol dulu. Dengan usaha di tanah ini, saya bisa membeli tanah dan membuat rumah. Setelah selesai membereskan rumah ini, saya akan datang untuk mengucapkan rasa terima kasih saya, telah diberi kesempatan menumpang. Kalau nanti tidak sempat datang paling tidak saya ucapkan lewat telpon atau SMS,’’ tutup Wawan.(du)

Korban Tenggelam Ditemukan Meninggal
TERAMANG JAYA – Korban tenggelam Radut Hutosoit Sihombing (21), warga Air Bikuk, Kecamatan Pondok Suguh, di Muara Teramang, Desa Teramang Jaya, Kecamatan Teramang Jaya ditemukan mengapung di laut dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan oleh nelayan Pasar Bantal saat hendak melaut. Korban ditemukan sekitar Pukul 9.25 WIB kemarin, yang berjarak 4 mil lebih kurang dari pinggir pantai.
Kronologisnya, pada awalnya 3 orang nelayan yang terdiri dari Idris Sardi, Rudi dan Budi L ini merasa heran melihat benda yang mengapung di tengah laut, setelah didekati ternyata sesosok mayat. Mereka sendiri juga mengetahui jika salah seorang warga desa tetangga beberapa hari lalu tenggelam di muara aliran teramang. Oleh para nelayan ini mayat tersebut langsung dievakuasi menggunakan perahu mereka, hingga kemudian pihak dari Basarnas bersama warga yang sudah beberapa hari melakukan pencarian datang menyusul. Setelah dievakuasi dengan bantuan tim Basarnas Bengkulu dan Mukomuko beserta warga, jasad korban dibawa ke rumah duka di Desa Air Bikuk dengan menggunakan mobil ambulace.
Ketua Kelompok Pengawas Kecamatan Teramang Jaya, Hanasrum mengatakan korban tenggelam sekitar empat hari yang lalu telah ditemukan oleh tiga orang nelayan dalam kondisi mengapung dan tidak bernyawa. Penemuan ini secara kebetulan, ketika nelayan tersebut hendak berlayar memancing ikan. Belum lagi sempat menghamburkan pancing, di tengah perjalanan menuju lokasi pemancingan, nelayan itu melihat sosok seperti jasad manusia yang jaraknya tidak seberapa jauh dari keberadaan kapal mereka.
‘’ Kebetulan informasi adanya orang tenggelam ini sudah menyebar dan diketahui warga. Ternyata dugaan mereka benar, sebelum dievakuasi, nelayan itu sempat melaporkan temuan itu ke warga desa melalui via Hp,’’ungkap Hanasrum.
Hanasrum menambahkan, untuk proses evakuasi jasad korban, nelayan juga mendapat bantuan dari tim Basarnas yang sempat menyusul dengan menggunakan perahu karet ke tengah laut. Selang waktu jasad korban sampai ke tepi pantai, diperkirakan ratusan warga terlihat ramai untuk menyaksikan kebenarannya. Sekitar lebih kurang 1 jam, jasad korban berhasil dievakuasi ke tepi pantai dan selanjutnya di bawa ke rumah duka dengan menggunakan mobil ambulance.
Warga Pondok Baru, Satria Edi, menyampaikan sejak kejadian, pencarian jasad korban terus dilakukan. Selain warga desa, juga dibantu tim Basarnas dan nelayan Pasar Bantal. Namun penemuan  jasad korban ini secara tidak disengaja, kebetulan nelayan bermaksud ingin memancing ikan di wilayah perairan tersebut. Menurut keterangannya, nelayan itu belum sempat melempar pancing mereka, setelah menemukan jasad korban, kemudian berbalik arah dan membantu menyelamatkan jenazah untuk dibawa ke tepi pantai.
‘’Pencarian korban tenggelam ini warga juga mendapat bantuan dari Basarnas, bahkan juga menggunakan penerawangan orang pintar. Ini secara kebetulan saja, nelayan itu ingin pergi memancing ikan dan mereka menemukan jasad korban mengapung di dalam laut. Selanjutnya dievakuasi, kemudian dibawa ke rumah duka untuk proses penguburan,’’ terang Satria.
Kades Air Bikuk, Alwi, atas kepedulian masyarakat dalam melakukan pencarian hingga membantu proses evakuasi korban, sebagai pemerintah desa dirinya mengucapkan terimakasih. Selain itu juga kepada tim Basarnas dan nelayan yang bersedia meluangkan waktu dan tenaga.
‘’Kami atas nama pemerintah desa hanya bisa mengucapkan terimakasih banyak kepada warga masyarakat, nelayan dan Basarnas yang turut serta dalam meluangkan waktu dan tenaganya untuk melakukan pencarian korban hingga ditemukannya,’’ ujar Alwi.
Camat Teramang Jaya, M Tamin, membenarkan penemuan jasad korban tenggelam tersebut oleh nelayan Pasar Bantal. Sebelumnya, untuk pencarian korban, warga terlihat antusias dan memiliki rasa peduli.
‘’Kita akui rasa kepedulian masyarakat terhadap musibah ini cukup tinggi, mereka bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk turut serta dalam proses pencarian, hingga proses evakuasi jasad korban setelah ditemukan oleh nelayan,’’ tutup Tamin. (nek)

Wednesday, 23 April 2014

Hasil Pleno KPU Mukomuko - DPRD Bengkulu

 
PAN, PDIP, PPP dan PD Lolos ke DPRD Provinsi
Hasil Pleno Ditolak
METRO – Sebagaimana prediksi awal, sesuai dengan hasil pleno KPU, Partai Amanat Nasional (PAN) menempati posisi teratas perolehan suara untuk DPRD Provinsi Bengkulu  dengan 12.540 suara. Dimana Caleg nomor urut 4, Rosna yang berhasil meraih suara terbanyak dan berhak atas 1 jatah kursi DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko. Selanjutnya kursi kedua, menjadi milik, Mujiono, S.IP caleg PDIP dengan total 9924 suara, kursi ke tiga milik caleg PPP, Yulia Susanti yang mengantongi 7967 suara. Untuk kursi terakhir milik incumbent Ir. Muharamin dari Partai Demokrat (PD) dengan 7783 suara total.
Namun sayangnya hasil rapat pleno kemarin tidak langsung ditandatangi saksi partai, sebab diduga sudah terjadi kecurangan. Bahkan usai ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengetuk palu, sempat terjadi kehebohan, karena beberapa saksi menilai hasil pleno belum layak diumumkan. Beberapa saksi memilih mengambil form D2, atau surat pernyataan keberatan atas hasil tersebut serta, kemarin saksi dari PKB, Hanura, PKS dan Golkar langsung melaporkan dugaan kecurangan ini kepada pihak polres Mukomuko.
Disatu sisi KPU punya hak membuat keputusan dengan menetapkan langsung hasil pleno lewat ketukan palu, disisi lain alasan penolakan oleh para saksi ini juga cukup kuat. Diantaranya dugaan sudah terjadi penggelembungan suara, hal ini dibuktikannya dengan hasil pengcekan dari 2 TPS kotak suara dari 2 TPS di Ujung Padang Kota Mukomuko yang dibuka. Pada TPS 1, ditemukan penambahan suara salah seorang caleg PAN, dari 6 suara menjadi 36 suara. Sedangkan di TPS 3 terjadi pembengkakan suara hampir seluruh partai.
‘’Kami memilih untuk tidak menyetujui hasil pleno ini, kita akan minta surat suara dihitung ulang di KPUD Provinsi Bengkulu. Kami menghormati kerjakeras dari KPU yang sudah melaksanakan tugasnya, kami butuh keadilan dan kami minta siapkan form keberatan untuk seluruh saksi,’’ kata caleg PKS yang juga anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Burhandari, S.Pd, M.Si usai ketua KPU mengetuk palu.
Caleg PKB juga anggota DPRD Kabupaten Mukomuko, Bambang Apriadi, ST mengatakan mereka tidak bisa menerima hasil tersebut, karena dugaan adanya kecurangan sangat kuat. 2 TPS yang dibuka hanya sebagai contoh, adanya kecurangan, besar kemungkinan sudah terjadi penggelembungan disebagian besar TPS di Mukomuko. Maka keputusannya, adalah melaporkan permasalahan ini kepihak yang berwenang dan meminta dilakukan peninjauan kinerja pelaksana pemilu serta penghitungan ulang suara di KPUD Provinsi.
‘’Kita sepakatnya demikian, maka hasil pleno tidak bisa kita terima, logikanya dua TPS saja yang dibuka, temuan sudah demikian, maka besar kemungkinan sudah seluruhnya digelembungkan,’’ terang Bambang diamini oleh caleg Hanura Ir. Anton Hidayat.
Ketua KPU Mukomuko, dalam forum kemarin mengatakan soal ada yang tidak menyetujui hasil ini, silahkan mengajukan keberatan setelahnya. Karena KPU harus melanjutkan proses pleno yang berikutnya. Yang berhak menyampaikan pendapat dalam forum adalah saksi saja.
‘’Kalau memang tidak setuju dengan hasil ini, peserta dapat mengajukan keberatan, kita sudah siapkan blangkonya,’’ tutup Dawud.(jar)


KPU Diserang Dari Segala Arah
Pelaksanaan Pemilu Dikritik, Legalitas Komisioner KPU Dipertanyakan
METRO – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, tampaknya harus siap menerima serangan dari para peserta pemilu maupun pihak lainnya. Selain terkait dengan dugaan banyak temuan kejanggalan dalam pemilu, diantaranya penggelembungan suara, ketidak falitan data pemilih hingga masalah lain terkait pemilu. Juga menyangkut dengan legalitas para komisioner KPU itu sendiri, mulai dihembuskan ke permukaan.
Dalam hal ini, adalah posisi Khairanzar, SE yang sudah lolos sebagai CPNS K2 dan juga Dedy Desponsori, S.Hi yang masih menunggu hasil tes K2 Kementerian Agama. Karena keduanya sudah menyatakan mundur dari honorer saat mendaftar sebagai peserta test KPU, selain itu tidak ada aturan yang membolehkan seorang CPNS bisa menjadi komisioner KPU.
‘’Kawan-kawan mempertanyakan hal itu, apa dasarnya dan bagaimana bisa demikian. Semestinya seorang komisioner KPU itu bukan dari CPNS, trus kalau sudah mundur dari honorer mengapa tetap bisa test CPNS,’’ kata salah seorang caleg Hanura DPRD Provinsi, Ir. Anton Hidayat diamini Burhandari, M.Si.
Lanjutnya bisa jadi posisi mereka sebagai komisioner KPU tidak sah lagi secara hukum. Maka dampak terbesarnya pleno KPU tidak sah, bahkan proses pemilu ini perlu dikaji ulang. Belum lagi banyaknya kejanggalan yang ditemukan di semua tingkatan pelaksana pemilu.
‘’Kita betul-betul ragu dengan semuanya ini, kok pemilu bisa berlangsung seperti ini. Temuan saat dibukanya kotak TPS 3 Ujung Padang hanya contoh kecil saja, tidak menutup kemungkinan TPS lain lebih parah lagi,’’ tegas Anton.
Burhandari juga mengaku sangat kecewa dan merasa dirugikan dengan kejadian tersebut. Padahal sejak awal, semua sepakat ingin membentuk pemilu yang bersih jujur dan mentaati aturan. Kalau temuan seperti demikian, jelas sudah merusak rencana bersama. Dimana katanya pemilu kali ini dijamin lebih baik dan lebih teratur dari sebelumnya.
‘’Kita sudah sepakat, untuk melaksanakan pemilu dengan benar dan jujur, kalau masih saja ada keraguan dan temuan demikian, artinya tidak benar,’’ tegas Burhandari.(jar)


Suara Partai Membengkak, Saksi PKB Walk Out
KPU Diminta Hitung Ulang Kertas Suara
METRO – Sesuai usulan dari peserta pemilu kepada Panwaslu Mukomuko, akhirnya kemarin C1 jumbo atau kertas plano hasil penghitungan suara untuk DPRD Provinsi Bengkulu di TPS 3 dan TPS 1 Desa Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko dibuka. Alhasil sungguh mengejutkan, dimana terjadi kenaikan suara semua partai cukup signifikan, yang paling diuntungkan adalah partai politik dengan suara terbanyak. Adu mulut antara saksi dengan pelaksana pemilupun tak terhindarkan. Bahkan saksi dari partai kebangkitan bangsa (PKB) walk Out dari rapat pleno, setelah mendapat tantangan dari komisioner KPU untuk melaporkan dugaan pelanggarannya ke meja hukum.
‘’Saya pilih walk out, saya minta forum untuk pengajuan gugatan pemilu,’’ kata saksi PKB Adrizon sembari cabut dari ruangan.
Jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT hanya 207, suara yang muncul 374 atau terjadi penambahan 178 pemilih. Anehnya semua partai mendapat jatah penambahan, NasDem suara awalnya hanya 31 menjadi 60 suara, PPP dari 34 menjadi 67 suara, PAN dari 28 menjadi 55 suara dan Hanura yang semestinya hanya 11 suara menjadi 22 suara. Begitupun dengan partai lainnya menerima pembengkakan. Untuk TPS 1 hanya terjadi penambahan suara caleg PAN dari 6 menjadi 36 suara.
Ketua DPC PKS Mukomuko, Andy Suhary, SE, M.Pd mengaku kecewa dan sangat mengejut melihat hasil setelah C1 jumbo dibuka kembali. Tidak menutup kemungkinan kesalahan ini juga terjadi pada TPS lainnya. Modus penggelembungannya juga cukup aneh dan tergolong baru. Dimana setiap suara partai ditambah dan yang diuntungkan adalah partai dengan perolehan suara terbanyak.
‘’Aneh sekali cara penggelembungannya, kita tidak terbaca sistim itu sejak awal, suara partai lain ikut ditambahkan. Ini bukti ada kesalahan terjadi selama pemilu, hanya 1 TPS yang dibuka,’’ kata Andy.
Juga diungkapkan oleh caleg Hanura, Anton Hidayat kesalahan yang terlihat pada TPS 3 perlu menjadi pertimbangan bagi semua pihak. Pilihan yang termudah dan paling adil adalah menghitung ulang surat suara yang sudah digunakan. Kemungkinan adanya kesalahan di TPS lain sangat terbuka, sebab 1 saja yang dibuka, terjadi penambahan suara cukup banyak. Perlu diketahui untuk mendapat suara itu tidak mudah, mereka harus mengorbankan banyak hal.
‘’Pikir dong, mencari satu suara saja sulit, kok bisa-bisanya suara membengkak tidak sesuai dengan faktanya. Ini sangat tidak masuk diakal, maka kami minta KPU lakukan hitung ulang surat suara,’’ tegasnya.
Juga disampaikan oleh saksi dari Golkar, Muslim Caniago, SH, kebobrokan pemilu itu sudah terbukti dari satu TPS yang dibuka. Tidak masuk akal, ada penambahan suara dengan sekian banyaknya, maka KPU mengklaim partisipasi masyarakat mencapai 90 persen tersebut tidak masuk diakal. Bukan angka golput yang berkurang, melainkan dugaan penyelewengan jumlah suara yang terjadi.
‘’Dimana ada masyarakat memilih sebanyak itu, yang terjadi orang tidak memilih tapi suaranya ada, kita tidak membual, satu TPS itu membuktikan, banyak dugaan lainnya,’’ tegas Muslim.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Syofia Diana, SE menjelaskan, bukan penggelembungan yang terjadi, melainkan ada kesalahan dalam menghitung oleh pihak petugas di TPS. Dimana suara caleg dimasukkan kembali ke suara partai, kemudian dijumlah lagi, maka terjadi penambahan. Kejadin itu bukan pada satu partai saja melainkan ke seluruh partai. Mengenai usulan membuka kotak suara, menurut Diana tidak mungkin dilakukan, itu hanya terjadi bila ada rekomendasi dari Panwaslu dan ditunjukkan titiknya.
‘’Itu bukan penggelembungan melainkan kesalahan, memang ada penambahan dampak dari itu. Untuk membuka kota tidak bisa, ada aturannya, harus ada rekomendasi dari Panwaslu,’’ tutupnya.(jar)

Korban Tenggelam Dihabitat Buaya
Libatkan Paranormal, Nelayan dan Basarnas
TERAMANG JAYA – Pencarian korban tenggelam masih terus berlanjut, higga sore kemarin belum juga ada hasil. Bahkan proses pencarian, korban yang tenggelan di air teramang yang dikenal dengan habitat buaya ini, melibatkan para normal, nelayan dan juga Basarsar dan tim dari Dinsosnakertrans  dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko. 
Menurut penerawangan dari para normal, korban masih berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Namun juga yang menyebutkan bahwa korban telah hanyut ke arah utara menyisiri pinggir pantai. Hingga berita ini diturunkan, pencarian terus dilakukan.
Ketua Kelompok Pengawas Kecamatan Teramang Jaya, Hanasrum, menyebutkan pencarian korban tenggelam terus berlanjut, hingga batas waktu yang ditentukan. Saat ini warga masih berupaya untuk terus mencari tau keberadaan korban. Dia juga menyebutkan dalam pencarian ini juga melibatkan dukun.
‘’Nelayan sengaja diminta untuk tidak melaut dan ikut dalam mencari korban tenggelam. Selain bantuan peralatan dan tim dari Basarnas, juga memakai dukun kampung. Tetapi banyak versi, ada yang menyebutkan korban sudah jauh dari tempat kejadian karena terbawa arus sungai muara dan ada juga yang menerka tidak jauh dari lokasi kejadian. Selain itu, tetap dilakukan dengan menggunakan perlatan perahu, jaring dan dengan menyelam menyisir sungai, namun belum berhasil ditemukan. Tetapi warga tetap terus melakukan pencarian hingga batas waktunya,’’ ungkap Hanasrum.
Camat Teramang Jaya, M Tamin membenarkan bahwa pencarian tidak hanya dikawasan pinggiran pantai tempat kejadian saja. warga sengaja berpencar dengan dua arah, Utara dan Selatan dengan menyisiri bibir pantai.
‘’Pencarian terus dilakukan dengan menyisiri pantai. Warga dibagi dua bagian, ada yang ke arah Utara dan ada ke Selatan. Tetapi belum juga ketemu,’’ imbuh Tamin.
Kades Teramang Jaya, Safei, membenarkan pihaknya juga meminta bantuan dari warga desa tetangga untuk memberi bantuan pencarian korban. Harapannya korban bisa segera bisa ditemukan.
’’Pencarian tidak hanya dari warga kita, tetapi juga mendapat bantuan dari warga desa tetangga,’’ tutup Safei.
Untuk diketahui, Radut Hutosoit Sihombing, yang akrab disapa Ucok (21) warga Air Bikuk, Kecamatan Pondok Suguh diduga tenggelam. Kejadiannya seore (20/4), sekitar pukul 16. 25 WIB, saat korban hendak menyeberangi sungai Teramang Besar di Desa Teramang Jaya, Kecamatan Teramang Jaya. Hingga berita ini diturunkan, korban belum berhasil ditemui. Sementara warga masih melakukan pencarian dengan menggunakan alat, senter, perahu, jaring dan lainnya.(nek)

300 Pegawai Naik Pangkat
METRO – Sebanyak 300 pegawai di lingkungan Pemdakab Mukomuko naik pangkat. Kepastian ini berdasarkan jawaban atas usulan dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Mukomuko. Jumlah pegawai yang diusulkan naik pangkat sebanyak 600 orang, namun baru keluar kepastiannya untuk separaohnya, sementara sebagian lagi menunggu pemberitahuan berikutnya. Kenaiakan pangkat tersebut merata mulai dari golongan II hingga IV.
Kepala BKPPD Kabupaten Mukomuko Jaskani, S.Pd, M.Si melalui Kabid Mutasi dan Kepangkatan, Azwardi, S.Sos, M.Kes mengatakan sebanyak 300 dari 600 pegawai yang diajukan BKPPD akan mengalami kenaikan pangkat. Ini setelah adanya jawaban dari pihak BKN regional VII Palembang beberapa waktu lalu.
‘’Kalau saat ini baru 300 pegawai yang akan naik pangkat berdasarkan di acc BKN Regional VII Palembang ini. Dan sebagian lainnya masih dalam verifikasi,’’ ujar Azwardi.
Azwardi menambahkan, kenaikan pangkat itu merata disetiap golongan. Mulai dari golongan II, III dan IV. Kenaikan pangkat adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pegabdian pegawai negeri sipil terhadap Negara. Kenaikan pangkat ini secara regular 4 tahun sekali bagi setiap pegawai. Namun juga ada kenaikan pangkat pilihan.
‘’Kalau yang kita ajukan golongan II sebanyak 274 pegawai, III sebanyak 326 dan IV sebanyak 40. Dari jumlah tersebut adanya pegawai yang pindah golongan dan juga ada hanya naik ditempat. Misalnya dari golongan IIa ke IIb, IIb ke IIc dan sebagainya,’’ ungkap Azwardi.
Lebih lanjut Azwardi menyampaikan untuk BKPPD ada 6 pegawai yang mengalami kenaikan pangkat yakni dari golongan II ke III satu orang, IIIa ke IIIb dua orang, IIIb ke IIIc satu orang dan III ke IV dua orang.
‘’Kalau di BKPPD ada 6 orang yang sudah pasti naik pangkat, diantaranya Sekretaris BKPPD, Seri Utami, S.Pd dan Kabid Data dan Pengembangan Pegawai, Edy Suntono, SH naik dari golongan III ke IV. Kemudian empat pegawai lainnya,’’ tutup Azwardi.(dum)


Monday, 21 April 2014

PDIP Raih Suara Terbanyak DPR RI

POLITIK RM – Setelah melalui proses pleno yang panjang dan alot, akhinya untuk DPR RI kelar. Dimana hasil akhirnya PDIP meraih suara terbanyak dengan total 15.156 suara. Berikutnya disusul oleh Gerindra dengan perolehan 8.512 suara, PAN 8.350 dan NasDem 8.338 suara. Jumlah perolehan suara beberapa partai terjadi pengurangan, karena ada perbaikan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari data awal. Bahkan pihak saksi NasDem sempat menolak menandatangani hasil akhir ini.
Dikatakan oleh saksi NasDem, Rudi pihaknya keberatan atas perubahan tersebut, sebab data awal suara NasDem untuk DPR RI adalah 8.347 suara. Mereka punya bukti lengkap perolehan ini. Dengan itu ia belum menandatangai hasil akhir pleno KPU untuk DPR RI.  
‘’Saya jujur keberatan menandatangani sebab data tersebut merugikan, dimana jumlah suara NasDem untuk DPR RI jadi berkurang dari hitungan awal,’’ kata Edi.
Saksi dari PBB Jafridin mengaku menerima hasil akhir ini, karena dinilai sudah sesuai. Namun tidak mutlak, sebab proses pleno DPD, DPRD belum dilakukan, kalau ada perbedaan data nantinya, maka semua bisa cacat. Salah satu solusinya adalah mengecek kembali C1 jumbo dan menyesuaikan dengan angka yang ada di dalam rekapan.
‘’Karen kita menilai ada kecocokan maka kita setujui dulu, namun nanti akan kita sesuaikan dengan data rekapan untuk DPD dan DPRD, jika ada perbedaan DPT, maka bisa batal secara hukum seluruhnya,’’ papar Jafridin.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar, SE mengakui ada saksi yang belum tandatangan hasil akhir ini. Yang jelas data yang ada tersebut sudah disesuaikan dengan hitungan masing-masing. Untuk selanjutnya DPD dan DPRD. Soal usulan membuka C1 jumbo, tidak dilakukan secara keseluruhan, melainkan bila ada permasalahan di salah satu TPS.
‘’Kalau buka seluruhnya kertas plano tidak mungkin, kecuali ada masalah. Yang jelas untuk DPR RI sudah diselesaikan, tinggal yang berikutnya,’’ tutupnya.(jar)


Eni Khairani Menang, Syaiful Paling Kecil
/Hasil Pleno Calon DPD RI
METRO – Suara terbanyak untuk calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Kabupaten Mukokomuko, diraih oleh Eni Khairani dengan perolehan 13.667 suara. Untuk peraih suara terbanyak berikutnya, Bambang P Suroso dengan 9209 suara, terbanyak ke tiga diraih Eri Yanto dengan 8057 suara. Suara terkecil atau paling sedikit di raih oleh Syaiful Anwar Bachsin dengan hanya meraih 339 suara. Secara keseluruhan anggota DPD mendapat dukungan dari masyarakat Mukomuko.
Rapat pleno untuk calon DPD yang dilakukan setelah DPR RI oleh KPU Mukomuko, berjalan lebih lancar, hanya butuh 2 hingga 3 jam untuk menyelesaikannya. Padahal pleno DPR RI menghabiskan waktu cukup panjang dan dihadapkan dengan berbagai aksi protes dari saksi partai. Hingga berita ini diturunkan, untuk DPRD Provinsi, pleno masih berlangsung.
Saksi sekaligus calon DPD asal Mukomuko, Eri Yanto mengakui jika proses pleno DPD jauh lebih mudah. Selain calon sedikit juga saksi yang hadir tidak banyak menyampaikan protes, mereka hanya menyampaikan apa yang dirasa kurang pas, kemudian dibenahi dan mereka terima.
‘’Kalau semuanya sudah jelas, kita tentu tidak keberatan, maka untuk pleno DPD rasanya jauh lebih murah dibanding dengan pleno yang lain,’’ kata Eri.
Ahmad Kanedi meski tidak hadir langsung menyaksikan rapat pleno ini, menerima hasil tersebut. Ia menyadari tidak maksimalnya perolehan suara di Mukomuko lantaran jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya kecil. Untuk daerah lain, ia sudah unggul dan yakin akan mampu menembus kursi parlemen.
‘’Bagaimanapun, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada kawan-kawan yang ada di Mukomuko, karena sudah banyak membantu. Saya rasa jumlah tersebut cukup besar, mudahan niat baik kita ini dikabulkan,’’ kata eks wali kota Bengkulu yang akrab disapa Bang Ken ini.
Salah seorang anggota KPU, Syofia Diana, SE mengakui proses pleno untuk DPD jauh lebih simple, karena jumlah calon yang dihitung jauh lebih sedikit. Semua hasil rakapan tersebut sudah disetujui oleh saksi calon yang hadir. Pleno akan terus berlanjut, hingga semuanya selesai.
‘’Untuk DPD RI dan DPR RI sudah, semuanya sudah direkap dan ditandatangani para saksi yang hadir, untuk DPD lebih cepat, sebab prosesnya lebih mudah,’’ tutupnya.(jar)
1. Ahmad Hamim Wicaksono          4469
2. Ahmad Kanedi                7345
3. Babulhairien               2823
4. Bambang Prajitno Soeroso         9209
5. Cupli Risman                 2533
6. Dinmar                     4917
7. Djatmiko                 1927
8. Eni Khairani             13667
9. Eri Yanto                 8057
10. Iqbal Bastari             1305
11. Mohammad Saleh             4192
12. Muhammad Kosim             3288
13. Muspani                 3690
14. Radianto Star             504
15. Rahmullah                831
16. Riri Damayanti             7714
17. Ruslan Wijaya             2396
18. Salamun Haris             1778
19. Syaiful Anwar Bachsin         339
20. Yuan Rasugi Sang            3268

4 Ketua Partai Gagal ke DPRD
POLITIK RM – Pertaruang menuju kursi DPRD Kabupaten Mukomuko sudah selesai, tinggal menunggu hasil rekapan suara terakhir. Dari data sementara ada 4 ketua partai politik (parpol) yang ikut nyaleg, namun gagal menemubus kursi DPRD Kabupaten Mukomuko. Mereka adalah, Adrizon ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC-PKB) yang maju di Dapil I.
Berikutnya Mukti Ali, S.IP ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) nyaleg di Dapil 2, kemudian I Wayan Adnyana ketua DPC PDI Perjuangan. Berikutnya Masripani Maas, SE, ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Untuk ketua DPC Gerindra dan Demokrat, tidak nyaleg di Kabupaten, melainkan ke Provinsi Bengkulu. Ketua DPC PAN sendiri tidak maju sebagai caleg.
Ketua DPC PBB, Mukti Ali diminta tanggapannya mengakui jika ia sendiri tidak dapat lagi mempertahankan kursinya. Ia menerima hasil pemilu dengan legowo, karena masyarakat yang punya keputusan, terlepas dari banyaknya dugaan kecurangan yang terjadi selama pemilu berlangsung. Namun ia masih optimis, PBB di Dapil 1 masih ada harapan untuk mendapat jatah kursi, sebab dari hitungan sementara ada perbedaan.
‘’Itu sudah keputusan masyarakat, kita tidak bisa berbuat apa, yang jelas kami sudah berusaha yang terbaik, hasilnya berbeda itu diluar keinginan kita,’’ kata Mukti Ali.
Juga disampaikan oleh ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon menurutnya hasil pemilu tersebut adalah yang terbaik bagi masyarakat. Meski ia tidak lagi duduk sebagai anggota dewan periode berikutnya, namun setidaknya ia sukses membawa PKB meraih kemenangan di Mukomuko. Artinya siapa saja yang jadi dewan, adalah kader terbaik PKB dan harus menjalankan perannya dengan baik untuk membela masyarakat.
‘’Itu yang terbaik, walau tidak lagi menjadi dewan, namun kita tetap bangga karena sukses membawa PKB ke barisan pemenang pemilu, jika sebelumnya hanya ada satu orang dewan, sekarang berubah menjado 3 orang, itu luar biasa bagi kami,’’ tutupnya.(jar)

Gagahi Anak Dibawah Umur 2 Pemuda Dijel
METRO – Dua orang pemuda, masing-masing berinisial  St (21) dan Ry (21) asal Desa Rawa Bangun Kecamatan V Koto, terpaksa mendekam di sel Mapolres Mukomuko. Keduannya diduga setubuhi anak dibawah umur, Bunga (15) (nama samaran red). Korban yang mengalami trauma ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mukomuko.
Data terhimpun, kejadian ini sudah dilakukan sebanyak 3 kali, TKP nya di kawasan perkebunan abrasi Mukomuko. Pertama kali melakukannya, St yang adalah pacar korban sendiri. Informasinya perbuatan cabul keduanya, diketahui oleh Ry yang merupakan teman dekat dari St. Entah bagaimana kisahnya, akhirnya Ry ikut melakukan perbuatan cabul tersebut terhadap korban. Diduga ketagihan, perbuatan tersebut dilakukan berulang-ulang, hingga 3 kali . Kejadian ini terungkan setelah korban yang merasa tersiksa melaporkan kejadian itu ke polisi.
Berdasarkan laporan korban pada hari Rabu (16/4) lalu kedua tersangka langsung diringkus di kediamannya masing-masing. Kedua tersangka diancam dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sementara itu, korban saat ini mengalami trauma dan tengah ditangani unit PPA.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP. Dauglas Mahendra Jaya, SH, S.Ik mengatakan kedua pelaku sudah diamankan di Mapolres. Dan berdasarkan penyelidikan keduanya kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Kedua tersangka diancam dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Korban saat ini mengalami trauma dan tengah ditangani unit PPA.
‘’Setelah menerima laporan. Kita langsung lakukan penangkapan kedua tersangka dikediamannya di Desa Rawa Bangun.  Pada saat ditangkap kedua tersangka tidak melakukan perlawanan,’’ ujar Kasat Reskrim.(dum)


Si Jago Merah Ngamuk Lagi, 2 Rumah Jadi Abu
Dinsos Bantu Sembako, Sapuan Bantu Seng
V KOTO – Si jago merah mengamuk lagi, 2 unit rumah di Desa Talang Sepakat, Kecamatan V Koto hangus, masing-masing milik Regen dan Safri. Bahkan rumah kades, Niswan yang berdekatan, juga sempat dijilat api hingga mengalami kerusakan cukup parah. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (20/4) malam sekitar pukul 20.10 WIB, api baru bisa dipadamkan sekitar  pukul 11.30 WIB. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian mancapai ratusan juta rupiah., 19 jiwa kehilangan tempat tinggal. 
Sekdes  Talang Sepakat, Mastarli (28) mengatakan, sumber api pertama kali diketahui berasal dari ruang belakang rumah Safri (40) yang posisinya berada di tengah antara rumah Regen dan Niswan.  Bangunan rumah yang terbuat dari kayu, membuat api cepat membesar dan sulit untuk dikendalikan. Meskipun pada waktu kejadian hujan turun dengan lebat, tapi warga kewalahan menjinakkan api yang hanya menggunakan alat sederhana.
‘’Kebetulan malam itu masih banyak warga yang belum tidur, sehingga rumah pak Kades (Niswan, red) tidak ikut habis. Namun demikian hapir seluruh prabotnya juga rusak. Karena kepanikan warga  saat mengangkut juga mengakibatkan kerusakan,’’ ungkap Mastarli.
Diceritkan Safri, pada saat kejadian  dirinya bersama keluarga sudah tertidur, ia terbangun saat asap sudah memenuhi seluruh ruangan, dan api sudah menghanguskan sebagian besar rumahnya.  Ia juga mengaku tidak sempat lagi menyelamatkan harta bendanya.
‘’Waktu saya terbangun, api sudah besar, saya tidak tahu sumber api berasal dari mana. Saya tidak sempat menyelamatan harta sama sekali,  yang teringat menyelamatkan anak yang masih  7 bulan,’’ jelas Safri.
Mengetahui kejadian tersebut, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans)  langsung turun. Mereka langsung menyalurkan sabagai tanggap darurat. Bantuan yang disalurkan berupa sembako, perlengkapan dapur, selimut, perlengkapan sekolah, dan juga terpal.
‘’Hari ini (Kemarin, red) dari dinas langsung memberikan bantuan tanggap darurat, bantuan berupa sembako, perlengkapan dapur termasuk juga perlengkapan anak sekolah,’’ ungkap Kepala Dinas HM.Badri Rusli, SH.
Mengetahui kejadian tersebut, Sapuan, SE, Ak, MM juga langsung menurunkan bantuan, berupa seng sebagai tempat berteduh sementara para korban. Bantuan disalurkan melalui orang kepercayaannya.
‘’Kami langsung yang menyerahkan bantuan kepada korban berupa seng, ini permintaan dari pak Sapuan, yang mengetahui kejadian tersebut. Bantuan ini hanya sebagai bentuk kepedulian beliau terhadap para korban,’’ papar Viktor Hadi.(dul)

Saksi Adu Data, Pleno KPU Alot


METRO – Rapat pleno perekapan suara DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko berlangsung alot. Banyak dugaan kejanggalan yang disampaikan oleh pihak saksi atau peserta pemilu yang hadir. Diantaranya tidak singkronnya jumlah surat suara yang terpakai, untuk DPRD, DPR RI dan DPD. Juga ada temuan lain, diantaranya C1 yang dinilai aspal.
Hasil rapat pleno di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) diragukan hingga KPU diminta menggunakan datang yang ada di KPU dan membuka kembali C1 plano. Bahkan untuk Kecamatan Selagan Raya terjadi penundaan, sebab diduga ada pemalsuan tandatangan pada form rekapan suaran. Selain itu kotak suara disalah satu TPS Desa Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko terpaksa dihitung ulang. Hingga berita ini diturunkan Pukul 20.00 WIB, pleno yang dikawal ketat oleh Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik yang langsung memimpin anggotanya ini, masih merekap suara DPR RI.
Baru saja KPU membuka jalannya sidang Pleno beberapa saksi partai sudah menyampaikan kelemahan pemilu. Diantaranya Muslim Caniago, SH dari Partai Golkar. Dimana ia sempat membagikan kesimpulan tertulis dari temuannya mengenai pemilu. Juga menunjukkan beberapa bukti ketidak cocokan yang terjadi, berupa C1 dan berkas lainnya.
‘’Kita minta KPU dan Panwaslu selaku penyelenggara pemilu mempertimbangkan semua ini. Dimana pemilu bersih dan tertip yang digadang-gadangkan sejak awal, saya juga tanyakan, seharusnya ada meja untuk kami, sebab ini pleno, banyak berkas yang mau kami kembangkan,’’ kata Muslim.
Saksi Partai Bulan Bintang (PBB), Jafridin, dengan nada cukup tinggi ikut membeberkan temuannya. Terutama menyangkut ketidak singkronan antara jumlah pemilih dengan surat suara yang terpakai. Juga mengenai temuan adanya C1 yang bukan dari KPU, melainkan dipalsukan oleh pihak tertentu. Oleh sebab itu, ia memberikan tiga pilihan kepada KPU, pertama lakukan pemilihan ulang, kedua, hitung kembali surat suara yang terpakai atau paling mudah adalah tidak menggunakan hasil pleno PPK, melainkan berdasarkan C1 Plano.
‘’Saya pikir pilihan terakhir adalah sangat mungkin dilakukan, karena kalau dasarnya pleno di PPK jelas tidak sesuai, sebab C1 yang digunakan palsu, saya ada buktinya,’’ tegas Jafridin.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menjelaskan, semua penyampaian dari saksi peserta pemilu mereka pertimbangkan. Jika memang terjadi kekeliruan akan dibahas bersama selusi terbaiknya. Ia tidak menafik adanya kesalahan penjumlahan yang terjadi oleh petugas pemilu dan kesalahan dalam menulis angka lainnya.
‘’Dalam pleno ini kita sesuaikan data sebenarnya dengan temuan peserta pemilu. Kalau ada perbedaan dan kesalahan lainnya akan kita benahi bersama-sama,’’ kata Dawud.
Terkait dengan diperkirakan molornya penyelesaian sidang pleno ini, salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Padlu Azmi, SH menjelaskan pleno dilakukan paling lama sampai Pukul 00.00. Jika tidak juga selesai dilanjutkan besoknya (hari ini red).
‘’Kalau tidak selesai sekarang besok (hari ini red) hari terakhir, kalau tidak juga selesai, Panwaslu akan mengambil kesimpulan, mengenai proses ini, sebab tidak ada perpanjangan jadwal,’’ tegasnya.
Tak hanya itu, para pengurus partai dan caleg yang ikut datang ke lokasi pleno mengaku kecewa. Pasalnya mereka tidak diizinkan masuk menyaksikan proses pleno. Mereka juga menilai persiapan KPU untuk rapat pleno ini masih sangat kurang. Semestinya jika mereka tidak bisa masuk dalam ruangan, disediakan tempat duduk di luar dan ada fasilitas TV yang langsung menyiarkan pleno tersebut.
‘’Sidang pleno tersebut seharusnya terbuka dan bisa disaksikan oleh orang lain, ini jangankan bisa masuk, tempat di luar saja tidak disediakan, kita melihat ini sangat kurang,’’ pungkasnya.(jar)

Pemuda Air Bikuk Diduga Tenggelam
PONDOK SUGUH – Radut Hutosoit Sihombing, yang akrab disapa Ucok (21) warga Air Bikuk, Kecamatan Pondok Suguh diduga tenggelam. Kejadiannya seore kemarin, sekitar pukul 16. 25 WIB, saat korban hendak menyeberangi sungai Teramang Besar di Desa Teramang Jaya, Kecamatan Teramang Jaya. Hingga berita ini diturunkan, korban belum berhasil ditemui. Sementara warga masih melakukan pencarian dengan menggunakan alat, senter, perahu, jaring dan lainnya.
Kades Teramang Jaya, Safei, membenarkan kejadian ini, menurut rekan-rekannya, Ucok tenggelam saat menyebrangi sungai. Korban saat itu hendak  pulang ke desanya sepulang dari Gereja di Kecamatan Penarin.
‘’Mungkin korban tidak bisa berenang, sehingga tenggelam saat menyeberang sungai. Menurut keterangan temannya, mereka ingin pulang dan kemudian menyeberang sungai. Memang kondisi sungai agak dalam, sekitar 4 meter. Sempat membuat heboh warga, sampai sekarang kita bersama yang lainnya masih melakukan pencarian,’’ ungkap Safei.
Ketua Kelompok Pengawas Kecamatan Teramang Jaya, Hanasrum, juga membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya bersama sejumlah anggotanya ikut dalam proses pencarian. Sayangnya pencarian hanya mengandalkan peralatan seadanya.
‘’Sampai saat ini (kemarin,red) belum ditemukan. Kita masih melakukan pencarian bersama warga. Namun sayang hanya mengandalkan peralatan seadanya,’’ imbuh Hanasrum.
Sekdes Air Bikuk, Iwan, pihaknya sudah mengetahui informasi tersebut. Korban dipastikan warga Air Bikuk.
‘’Memang benar korban adalah warga kita. Dia hilang setelah pulang dari sembahyang digereja. Kemudian pergi bermain ke Teramang. Dari informasi yang kita terima, korban tenggelam saat berenang di sungai,’’ demikian Iwan. (nek)


Kantongi Bukti Baru, Gunarto Melapor Lagi
POLITIK RM – Beberapa hari lalu Gunarto caleg Partai Gerindra Dapil 2, kembali melaporkan rekan separtainya, Fitri, SE. Laporan baru tersebut, masih sekitar dugaan money politik, dimana ia mengklaim mengantongi bukti kuat, sudah terjadi pelanggaran. Adapun barang bukti baru ini berupa pengakuan dari salah  ketua RT Bumi Mulya Kecamatan Penarik, Koswara yang diminta oleh terlapor membagikan uang kepada 26 orang pemilih.
Menurut keterangan dari Gunarto melalui juru bicaranya, Imam Sayuti HM Putra, yang langsung hadir ke kantor Radar Mukomuko, sebagai bukti berupa surat pernyataan di atas materai 6000 yang ditandatangani oleh , Koswara. Adapun bunyi surat pernyataan tersebut. ‘’Saya telah benar-benar membagikan uang dari tim kemenangan Fitri, SE caleg no urut 1 dari Partai Gerindra dengan tujuan memenangkan dalam pil caleg 2014 sebesar Rp. 150 000/orang kepada sebanyak 26 orang di Desa Bumi Mulya,’’.  Namun sayang saat akan dikonfirmasi langsung  surat ini dengan Koswara Via telepon tidak diangkat.
Dijelaskan Imam, surat pernyataan dari Koswara ini hanya salah satunya saja, masih banyak pengakuan lain dari masyarakat. Yang jelas laporan sudah diserahkan kepada pihak Panwaslu Mukomuko untuk ditindak lanjuti secepatnya.
‘’Kami sudah sampaikan kepada Panwaslu laporan tersebut untuk ditindak lanjuti, ini bukti kuat dan jelas, pihak yang membuat pernyataan adalah ketua RT dan ia siap memberi ketarangan secara langsung,’’ kata Imam.
Lanjutnya, pihaknya akan upayakan semaksimal mungkin, agar dugaan pelanggaran pemilu bisa diselesaikan dengan baik. Pasalnya dampaknya adalah  untuk demokrasi di Kabupaten Mukomuko mendatang, apalagi dalam waktu dekat ada Pilpres dan pilkada. Kalau masih saja seperti saat sekarang, maka demokrasi di Mukomuko jadi rusak.
‘’Kalau dibiarkan saja, maka akan lebih buruk lagi pada masa berikutnya, maka kita akan terus lakukan tuntutan sampai ada kejelasannya,’’ tutup Imam diamini Gunarto.(jar)


Dilalap Api Rumah dan Isinya Ludes
PONDOK SUGUH – Satu unit rumah kontrakan semi permanen yang ditempati Komar (50) di Desa Karya Mulya Kecamatan Pondok Suguh ludes dilalap api. Kebakaran ini terjadi kemarin, sekitar pukul 10.31 WIB, dalam rumah hanya ada salah seorang anak korban yang dikenal mengalami gangguan mental.
Camat Pondok Suguh, Khairul Anwar, SH mengatakan berdasar informasi yang kita peroleh sementara, Api diduga berasal putung rokok anak salah seorang anak korban yang mengalami gangguan mental. Karena anak korban biasanya merokok dan membuang putung rokok sembarangan. Sedangkan Komar bersama sang isteri pada saat kejadian tengah bekerja. 
‘’Perkiraannya api berasal dari putung rokok anak korban yang berada di ruang tengah. Kemudian api membesar dan menghanguskan seluruh isi rumah. Beruntung anak korban dapat diselamatkan,’’ ujar Khairul.
Khairul menambahkan, akibat kejadian tersebut diperkirakan kerugian mencapai Rp 50 jutaan. Dimana tidak ada isi rumah yang berhasil diselamatkan kecuali tabung gas elpiji. Lebih jauh Khairul meminta kepada pemda untuk dapat mengalokasikan mobil Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) untuk wilayah Kecamatan Pondok Suguh. Kurun 2 bulan terakhir sudah ada 2 kasus kebakaran yang terjadi. Dan semuanya rata dengan tanah.
‘’Kita sangat mohon pemda dapat segera mengalokasikan mobil PBK sekaligus para petugasnya untuk Kecamatan Pondok Suguh. Karena dalam 2 bulan terakhir sudah 2 rumah habis terbakar. Sedangkan menunggu mobil PBK dari Ipuh itu memakan waktu yang cukup jauh,’’ tutur Khairul.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Pondok Suguh, Iptu. A. Robani membenarkan terjadinya peristiwa kebakaran tersebut. Dan ini masih proses penyelidikan pihaknya.
‘’Ya sekitar pukul 10.31 WIB kemarin telah terjadi kebakaran satu  di Desa Karya Mulya. Dugaan sementara api berasal dari korsleting arus listrik. Dan kerugian sementara ditafsir lebih dari Rp 50 jutaan,’’ tutup Kapolsek.(dum)