Wednesday, 14 May 2014

Anggota DPRD Mukomuko Terpilih



Partisipasi Pemilih 82 %, Pleno Penetapan Sederhana
25 Dewan Terpilih Tinggal Menunggu Pelantikan
METRO – Partisipasi masyarakat Kabupaten Mukomuko pada pemilu kali ini tergolong tinggi, yaitu mencapai 82 persen lebih atau 96.370 suara sah dari 118 ribu lebih pemilih. Masing-masing Dapil 1 suara sah 33.070 suara, dapil 2 suara sah 31.837 dan Dapil 3 suara sah 31.463. 25 Anggota DPRD terpilih pada pemilu 9 April 2014 resmi ditetapkan. Mereka yang terpilih sama dengan prediksi awal, yaitu Gerindra, PAN, PKB, NasDem dan PKPI masing-masing 3 kursi. Golkar, Hanura, PPP dan PKS masing-masing 2 kursi.  Sementara PDIP dan Demokrat hanya kejatahan 1 kursi masing-masing. PBB sama sekali tidak kebagian dari 3 dapil di Mukomuko. Angka bilangan pembagi pemilih (BPP) per dapil juga mengalami kenaikan dari pemilu sebelumnya. Dapil 1 BPP 3.674, Dapil 2. 973 dan dapil 2 sebanyak 3.932.
Rumus penghitungan suara BPP yang digunakan oleh pihak KPU berdasarkan aturan yang berlaku. Langkah pertama adalah mencari BPP dengan cara suara sah dibagi dengan jumlah kursi. Setelah didapatkan BPP, langkah selanjutnya adalah pembagian kursi tahap pertama. Bagi partai yang memperoleh suara melebihi dari BPP akan mendapatkan satu kursi. Namun, jika dua kali lipat, parpol tersebut meraup dua kursi. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah pembagian kursi tahap dua. Pada tahapan ini, partai yang perolehan suaranya di bawah BPP menjadi suara sisa.
 ‘’Partisipasi pemilih cukup tinggi, pada pemilu sebelumnya angka pemili yang menggunakan hak suaranya hanya sekitar 80 persen, kali ini mencapai 82 persen lebih. Kita bersukur, ini membuktikan jika pemilu berlangsung baik dan masyarakat semaki  peduli,’’ kata ketua KPU Mukomuko Dawud, S.Ag.
Pleno penetapan dewan terpilih yang berlangsung di aula salah satu hoter tenama di Kabupaten Mukomuko, secara umum berlangsung sukses. Hanya saja, dibanding dengan pleno penetapan pada pemilu sebelumnya, rapat pleno kali ini terbilang sepi dan sederhana. Bahkan beberapa dewan terpilih sama sekali tidak hadir dalam rapat tersebut. Sementara 5 anggota KPU hadir semua memimpin jalannya pleno. Juga ikut hadir Wabup Choirul Huda, SH, Sekda, Syafkani, SP, Kejari dan pejabat lainnya.
‘’Kalau dibanding sebelumnya memang tidak terlalu meriah, kalau dulu waktu pleno diluar penuh oleh masyarakat dan para anggota partai, mungkin ada perubahan disistimnya,’’ kata salah seorang politisi Sardiman, S.IP.
Sekda diminta tanggapannya terkait dengan proses pemilu kali ini, mengaku secara umum berlangsung dengan sukses. Jikapun ada isu dilapangan tidak banyak. Sepantas masyarakat memberi apresiasi terhadap pelaksana pemilu di Mukomuko.
‘’Secara umum kita melihat pemilu berlangsung dengan sukses, mudahan kedepan lebih baik lagi,’’ kata Syafkani.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.IK melalui Kabag Ops. Kompol. Laba Meliala, diminta tanggapannya juga menilai proses pemilu berlangsung dengan baik. Terkhusus untuk bidang keamanan, petugas kepolisian yang dibantu dengan pengamanan lainnya tidak menemukan ada kejadian yang mengganggu proses pemilu yang berlangsung.
‘’Kalau kita melihat dari sisi keamanan semua berjalan dengan baik, tidak ada gangguan yang menunda proses pemilu,’’ tutupnya.(jar)

Perolehan Kursi Masing-masing Partai
Partai    Suara     Kursi
NasDem     8021        : 3 Kursi
PKB        9901        : 3 Kursi
PKS        7762        : 2 Kursi
PDIP        7789        : 1 Kursi
Golkar    7564        : 2 Kursi
Gerindra     11.717    : 3 Kursi
Demokrat     6219        : 1 Kursi
PAN        10.077    : 3 Kursi
PPP        7053        : 2 Kursi
Hanura     6319        : 2 Kursi
PBB        5113        : 0 Kursi
PKPI        8832        : 3 Kursi


Kuota CPNS untuk Tenaga Medis 221 Orang
METRO – Kuota untuk tenaga medis diperkirakan cukup tinggi pada test CPNS mendatang. Dimana berdasarkan usulan yang disampaikan oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Mukomuko, khusus medis sebanyak 221 orang, 33 diantaranya untuk Bidan.
Kepala BKPPD Kabupaten Mukomuko, Jaskani, S.Pd, M.Si melalui Kabid Data dan Pengembangan Pegawai, Edy Suntono, SH mengatakan berdarkan Analisis Jabatan (Anjab) selama 5 tahun mendatang Kabupaten Mukomuko membutuhkan sebanyak 221 tenaga medis baik itu dokter, perawat serta bidan dengan jenjang pendidikan mulai dari Diploma III (D3) hingga Strata 1 (S1). 
‘’Kalau mengacu Anjab selama 5 tahun kedepan, maka ada sebanyak 221 pegawai untuk tenaga medis yang dibutuhkan, diantaranya untuk tenaga bidan sebanyak 33 orang selebihnya untuk perawat dan dokter,’’ ujar Edy.
Lebih jauh Edy menyampaikan mengenai pengutamaan putra daerah, maka bisa saja dilakukan. Dimana hal ini harus dibuatkan aturan sendiri yang mengaturnya dengan persetujuan bupati, DPRD serta gubernur.
‘’Untuk pengutamaan putra daerah KemenPAN dan RB sudah memberikan sinyal. Dan itu bisa dibuatkan aturan tersendiri atas persetujuan bupati, dewan serta Gubernur.
Bersamaan itu, formasi SMA yang diajukan sebanyak 525 yakni untuk Satpol PP, Polisi Hutan (Polhut), supir, caraka dan sekdes. Kemudian formasi guru yang telah diajukan sebanyak 617. Selanjutkan untuk D4 Perikanan sebanyak 18 orang, Hukum, Akuntansi, Ekonomi, Teknik Sipil dan Mesin serta beberapa formasi lainnya.  Disamping itu juga diajukan untuk formasi jalur khusus.(dum)


Kakek 7 Cucu Cabuli Anak Tiri
TERAS TERUNJAM – Jika benar, sungguh kejam perilaku menyimpang yang dilakukan seorang kakek asal Desa Pondok Kopi, Kecamatan Teras Terunjam berinisial Sa (64). Ia ditangkap oleh Reskrim Polsek Teras Terunjam dikediamannya sekitar pukul 20.01 WIB Senin (12/5) lalu, atas dugaan percobaan pencabulan anak tirinya sendiri, sebut saja namanya Mawar (12) (nama samaran red) yang masih duduk di kelas VI SD.
Kronologis kejadiannya dari data terhimpun, dugaan pencabulan ini terjadi pada 19 April 2014 sekitar pukul 22.01 WIB. Saat kejadian, korban (Mawar, red) tengah tertidur pulas diatas kursi dirumahnya. Sa tiba-tiba terbangun dan keluar dari kamarnya, Sa melihat Kumtum tertidur. Entah setan apa yang merasukinya, Sa lalu mendekati Kuntum dan melancarkan aksinya. Untungnya kejadian ini belum terlalu jauh, namun kabarnya celana dalam korban sudah dibuka dan Sa sendiri sudah sempat memainkan kemaluan dengan jari dan menggesek-gesekkan ‘’anunya’’ pada korban.
Kapolres Mukomuko, AKBP Wisnu Widarto,S.Ik melalui Kapolsek Teras Terunjam, Ipda. Budimansyah, didampingi Kanit Reskrim, Budiyono, membenarkan jika pihaknya sudah mengamankan Sa. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan keterangan korban, kakek yang telah memiliki tujuh orang cucu ini resmi ditetapkan sebagai tersangka (tsk) dan telah mendekam disel tahanan Mapolsek untuk menjalani proses hukum. Penangkapan pelaku tindaklanjut dari laporan warga.  Aksi pelaku terjadi tanggal 19 April 2014 pukul 22.01 WIB.
 ‘’Benar kita telah melakukan penahanan salah seorang warga Pondok Kopi yang diduga mencabuli anak di bawah umur yang merupakan anak tirinya. Pelaku resmi ditetapkan tersangka dan saat ini dalam sel tahanan mapolsek,’’ ungkap Kapolsek.(nek)

Kasubbag dan Kasi Kejari Berganti
METRO – Dua orang petugas Kejari Mukomuko, masing-masing Kasubbag Pembinaan, Ida Bagus Arsana, SH dan Kasi Pidana Umum (Pidum), Junita Triana, SH pidah tugas. Dimana Bagus pindah ke Kejari Amplapura Kabupaten Karangasem, Bali dengan tugas yang sama. Sedangkan Junita pindah dalam jabatan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) di Kejari Arga Makmur Bengkulu Utara (BU).  Pindah tugasnya dua petugas kejari ini berdasarkan keputusan Kejati Bengkulu.
‘’Ya saya memang sudah mendapatkan surat tersebut. Selain saya Kasi Pidum pun juga turut pindah,’’ ujar Bagus.
Bagus menambahkan, untuk jabatan yang ditinggalkannya akan ditempatkan oleh Mahdalia, SH yang saat ini menjabat sebagai Kaur Kepegawaian di Kejari Mukomuko. Sedangkan untuk jabatan Kasi Pidum akan ditempatkan oleh Elfin Arjuna dari Bengkulu yang juga pernah ditugaskan di Kejari Mukomuko pada tahun 2007 lalu.
‘’Kalau merujuk surat tersebut, Jabatan saya nantinya akan ditempatkan oleh Kaur Kepegawaian dari Kejari Mukomuko sendiri. Dan untuk jabatan Kasi Pidum akan isi oleh Elfin Arjuna yang seblumnya juga pernah ditugaskan di Mukomuko,’’ ungkap Bagus.
Ketika disinggung mengenai sertijab, Bagus menyebutkan masih menunggu intruksi lebih lanjut dari Kajari Mukomuko, Azhari, SH, MH. Namun kemungkinan dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan.
‘’Sebelum pindah tentu akan menyelesaikan tugas disini (Kejari Mukomuko,red) terlebih dahulu. Dan setelah dilakukan sertijab, maka saya akan bertolak ke Kejari Amplapura untuk melaporkan kepindahan,’’ tutur Bagus.(dum)


Sukses Antar Pemilu, Polisi Tatap Pilpres
METRO – Pemilu anggota legislatif 2014 di Kabupaten Mukomuko baru saja selesai dilaksanakan. Selain kecekatan dari pelaksana pemilu dengan didukung oleh banyak pihak, suksesnya pemilu juga tak lepas dari kerja keras tanpa lelah anggota Polres Mukomuko, Brimob dibantu TNI dan Linmas. Dimana sepanjang waktu, sejak gendrang pemilu ditabuh, anggota Polres Mukomuko aktif melakukan pengamanan setiap proses pemilu.
Untuk kepastian, masyarakat bisa menggunakan hak suaranya dengan nyaman, serta demi lancarnya kegiatan petugas pemilu, polres menerjunkan hampir sebagian besar anggotanya. Bahkan sejak logistik pemilu mulai didistribusikan, hingga proses pleno dilakukan,  pengamanan berlangsung selama 24 jam. Namun pelaksana pemilu dan keamanan belum bisa bernapas lega, sebab mereka sudah dihadang oleh agenda lain, yaitu pengamanan Pilpres mendatang.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.IK melalui Kabag Ops. Kompol. Laba Meliala, S.Ik diminta tanggapannya menjelaskan, dengan sudah ditetapkannya pemenang pemilu dan dewan terpilih, rangkaian untuk legislatif hampir selesai dan tidak terlalu menguras tenaga kedepan untuk pengamanan. Menurutnya dari setiap rangkaian pemilu, tidak terdapat gangguan yang berakibat fatal.
‘’Selama pemilu, sudah menjadi tugas kita dari anggota Polri melakukan pengamanan. Kita melibatkan sebagian besar anggota dan seluruhnya dalam keadaan siap turun kapan saja jika diperlukan. Sementara, proses pemilu legislatif berlangsung aman,’’ kata Laba.
Terkait dengan persiapan pengamanan Pemilihan Presiden, Komisaris satu bunga sudut lima ini menerangkan, operasi pengamanan  Mantabrata Pilpres sama dengan Pileg. Sifat pengamanannya masih tetap sama atau berkesinambungan. Namun pihaknya masih menunggu instruksi selanjutnya dari Kapolri, melalui Kapolda dan Polres Mukomuko.
‘’Pengamanan sama saja, sebab sifatnya berkesinambungan, tugas masing-masing tidak berubah namun disesuaikan,’’ terangnya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Dawud, S.Ag mengakui, jika mereka selanjutnya dihadang oleh persiapan pilpres. Ia juga mengakui lancarnya setiap rangkaian kegiatan KPU, tak lepas dari peran polisi dan pengamanan lainnya. Termasuk untuk Pilpres keberadaan petugas pengamanan merupakan kunci untuk suksesnya pemilu.
‘’Tentu peran polisi dan pengamanan lain sangat menentukan suksesnya pemilu. Selanjutnya kita juga bersiap untuk pilpres, berharap kerjasama dari semua pihak,’’ tutupnya.(jar)

Tuesday, 13 May 2014

DPRD Dikuasai 5 Parpol

Hari Ini Pleno Penetapan Pemenang Pemilu
METRO – Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, dijadwalkan menggelar sidang pleno terbuka, menetapkan secara resmi 25 anggota dewan Mukomuko 2014-2019 terpilih. Diperkirakan pemenang pemilu yang ditetapkan sama dengan perkiraan sebelumnya. Dimana Gerindra keluar sebagai pemenang pemilu dengan total suara 11.717 suara, dengan 3 kursi di DPRD Mukomuko. Kedua PAN dengan 10.077 suara juga 3 kursi dewan dan PKB yang mengantongi 9.792 suara juga tiga kursi. Meski tidak masuk 3 besar pemenang pemilu, Partai NasDem dan PKPI juga memperoleh dua kursi.
Sedangkan PBB diperkirakan satu-satunya partai yang gagal meraih jatah kursi di DPRD Mukomuko. 6 Partai lainnya, masing-masing Golkar meraih 2 kursi, Hanura 3 kursi, PDIP 1 kursi, PPP 2 kursi, Partai Demokrat 1 kursi dan PKS juga dua kursi.
Caleg yang meraih suara pribadi terbanyak dan duduk sebagai anggota dewan, Wisnu Hadi, SE dari PKPI Dapil 3 dengan memperoleh 2.174 suara dan total dukungan 3.555 . Berikutnya caleg PDIP, Dedy Kurniawan, S.Sos Dapil 2 dengan 2.154 atau total suara PDIP di dapil 2 sebanyak 3.801 suara. Yang ketiga, caleg dengan dukungan signifikan adalah, Maskur dari PKB dengan 1.439 suara atau total dukungan 4.418 suara.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag membenarkan jika pleno penetapan akan diselenggarakan hari ini. Menurutnya pleno hanya pembacaan hasil rekapan yang sudah ada. Pertama membaca jumlah pemilih, selanjutnya menetapkan kuota 1 kursi. Setelah itu, dihitung suara partai, untuk mendapatkan partai yang memenuhi kuota 1 kursi. Setelah didapat, jika masih kurang, maka digunakan metode perangkingan suara 12 partai yang tersisa. Selanjutnya KPU menyiapkan SK untuk dilaporkan kepada pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah dan KPU Provinsi. Tidak ada penghitungan ulang atau melakukan perubahan dari yang sudah direkap secara bersama.
‘’Besok (Hari ini red) pleno penetapan dilaksanakan, dalam hal ini hanya membaca hasil pemilu yang sudah ada sesuai hasil pleno perekapan sebelumnya. Selanjutnya KPU menyiapkan SK untuk disampaikan kepada pemerintah daerah dan ditembuskan ke yang berhubungan lainnya,’’ kata Dawud.
Pleno dilakukan dengan terbuka dan diikuti semua partai politik, dari kepolisian, pemerintah daerah, kejaksaan dan undangan lainnya. Rencananya acara dimulai Pukul 13.30 WIB sampai dengan selesai. Ia yakin pleno akan berjalan dengan lancar. Undangan sudah disebarkan, begitu pula dengan persiapan lainnya sudah selesai.
‘’Kalau persiapan sudah semua, kita harapkan undangan bisa hadir sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Pihak partai hanya diberi kesempatan menyampaikan sambutan diakhir acara, terkait dengan pelaksanaan pemilu yang sudah dilangsungkan,’’ papar Dawud.
Komisioner KPU lainnya, Dedy Desponsori, S.HI juga membenarkan akan diselenggarakan pleno penetapan hari ini. Menurutnya persiapan sudah matang secara keseluruhan. Pleno penetapan tidak akan berlangsung lama dan sulit, sebab tidak ada lagi proses rekap atau sanggahan dari pihak partai politik. Mereka melakukan penetapan dan penghitungan berdasarkan metode yang ada dalam aturan pemilu.
‘’Mudahan saja bisa lancar, karena pleno penetapan dilaksanakan secara terbuka dan dalam kesempatan ini tidak ada lagi sanggahan dari pihak partai. Kita hanya menetapkan berdasarkan rekapan suara yang sudah ada, tidak ada perubahan sedikitpun,’’ tegas Dedy.
Ketua DPC Hanura, Hermansyah, M.Kom mengakui sudah mendapat undangan dari KPU untuk penetapan dewan terpilih. Ia memastikan akan hadir sesuai dengan jadwal. Partainya tidak ada persiapan apa-apa menghadapi penetapan dari KPU, sebab agendanya hanya membacakan hasil pemilu, selanjutnya menetapkan dewan terpilih berdasarkan medote hitungan.
‘’Kita akan hadir sesuai undangan, tidak ada persiapan apa-apa sebab kesempatan ini hanya membaca hasil rekapan yang sudah ada. KPU akan menjumlahkan suara dan kuota satu kursi dewan masing-masing dapil. Selanjutnya dengan metode penghitungan yang berlaku, partai mana yang dapat jatah kursi, partai dengan kuota cukup lebih dahulu, selanjutnya sistem rangking,’’ tutup Hermansyah.(jar)

KPU Dilaporkan ke DKPP

POLITIK RM – Peserta pemilu dari Partai Golkar, Muslim Caniago, SH memastikan melapor anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) . Adapun materi laporannya, yaitu dugaan ketidak profesionalan penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya dan juga berbagai dugaan pelanggaran saat berlangsungnya sidang pleno oleh KPU beberapa waktu lalu. Sementara rencana untuk melapor ke Makamah Konstitusi (MK) sepenuhnya diserahkan kepada partai politik.
Disampaikan Muslim, laporan sudah ia sampaikan kepada DKPP  sesuai dengan apa yang ia janjikan sebelumnya. Karena KPU  sudah mengecewakan mereka saat berlangsungnya pemilu dan terkhusus waktu dilangsungkannya sidang pleno. Diantara kesalahan KPU yang menurutnya pantas untuk disangsi adalah, tidak serius saat melakukan pleno, sering keluar masuk ruangan, membatalkan perjanjian untuk membuka kotak suara, padahal sudah disetujui, juga beberapa kesalahan lainnya.
‘’Ini janji saya sejak awal, sudah kita laporkan, kalau soal materi laporan sesuai dengan bukti yang ada. Bukan saya saja yang mengetahui, melainkan banyak pihak. Untuk  jelasnya nanti kita lihat saat berlangsungnya sidang pleno oleh KPU,’’ kata Muslim.
Terus apa targetnya dari laporan ini? Muslim mengaku tidak punya target apa-apa, setidaknya kesalahan yang sama tidak terjadi pada moment berikutnya. Sebab tugas sebagai anggota KPU bukan ringan dan dapat dianggap sepele. Jika memang DKPP menilai itu salah, jelas harus ada sangsi atau kebijakan lebih lanjut. Laporan ke DKPP sifatnya lebih kepada perbaikan pemilu, bisa dilakukan oleh perorangan.
‘’Itu laporan saya secara perorangan, kita ingin ada perbaikan kedepannya, sebab pemilu dilaksanakan rutin. Kalau penyelenggaranya tidak bisa bekerja profesional, dampaknya mengecewakan bagi banyak pihak,’’ tegas Muslim.
Mengenai laporan ke MK, menurut Muslim itu sudah diserahkan kepada partai. Dimana ia sudah sampaikan kepada petinggi parpol, data dugaan pelanggaran yang terjadi juga kejanggalan lainnya. Mudahan saja diakamodir dan ada prosesnya.
‘’Untuk ke MK itu mengatas namakan partai, sepenuhnya sudah ia serahkan kepada tim dari partai. Harapannya juga ada tindakan lebih lanjut terhadap semua itu,’’ tegasnya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengaku pasrah dan menilai itu adalah hak dari seiap peserta pemilu. Ia siap bila ada permintaan untuk menjelaskan pelaksanaan pemilu di Mukomuko. Yang jelas, mereka sudah menjalankan tugas sebagaimana mestinya untuk terselenggaranya pemilu di Mukomuko. Dawud juga mengakui, bukan pekerjaan mudah menghadapi setiap tahapan dari pemilu tersebut.
‘’Kami sudah berupa melakukan yang terbaik untuk menyukseskan pemilu, kalau memang ada yang kecewa dan merasa belum puas, kita tentu akan berikan penjelasan sesuai permintaan dari pihak yang berwenang,’’ tutupnya.(jar)

Disambar Petuih, Warga Lubuk Bento Meninggal
PONDOK SUGUH – Untuk kedua kalinya dalam 2 bulan terakhir warga Desa Lubuk Bento Kecamatan Pondok Suguh meninggal diduga disambar petir (Petuih red). Jika sebelumnya seorang pemuda, kemarin giliran Budiman (60), kejadiannya Sabtu (10/5) sekitar Pukul 13.30 WIB, di kawasan perkebunan Air Berau. Saat kejadian korban tengah membersihkan kebun. Jasad korban baru ditemukan oleh warga setempat sekitar Pukul 20.30 WIB. Sekujur tubuhnya melepuh dan menghitam, layaknya luka bakar atau kesentrum arus listrik.
Dari data terhimpun, korban pagi harinya usai sholat sumbuh, berangkat ke kebun seorang diri, dengan membawa bekal secukupnya untuk sehari. Sekitar Pukul 13.00 WIB kemarin, beberapa daerah di Kecamatan Pondok Suguh diguyur hujan, saat itulah diduga korban tersambar petir. Pihak keluarga baru menyusul korban, lantaran hingga Magrib belum juga pulang dari kebun. Setelah melakukan pencarian sekitar 2 jam dalam kawasan perkebunan ini, korban ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Awalnya sempat kesulitan untuk membawa korban ke desa, karena jaraknya cukup jauh. Beruntung dibantu oleh kendaraan PT. DDP. Sekitar Pukul 23.00 WIB mayat korban tiba di rumah duka.
Terkait dengan dugaan korban disambar petir, sempat meragukan, awalnya disangka korban menalami daerah tinggi. Bahkan masyarakat yang menemukan mayat korban sampai ke rumah duka, tidak menduga korban disambar petir, sebab semua peralatan dan pakaiannya utuh, tanpa ada bekas luka bakar sedikitpun. Baru diketahui saat baju kaos yang digunakan korban dibuka dengan cara digunting, sekujur tubuhnya ternyata sudah melepuh dan menghitam. Jerit tangispun semakin menggema saat mengetahui hal tersebut, pasalnya korban disambar petir sebelumnya, masih keluarnya, yang tinggal satu rumah.
Salah seorang keluarga Korban, Safriadi mengakui, memang pada awalnya pihak keluarga sempat ragu jika ia terwas terkena petir. Maka pihak keluarga memutuskan utuk memeriksa mayat korban ke pihak Puskesmas Pondok Suguh agar ada kepastian. Apalagi korban selama ini dikenal mengidap darah tinggi. Pihak keluarga meski cukup terpukul atas kejadian beruntun ini, namun mereka sudah merelakan, korban dipanggil oleh yang maha kuasa.
‘’Kalau dari pemeriksaan pihak dokter memang terkena petir, kita memang  ragu, sebab pakaian korban tidak ada yang terbakar. Yang jelas keluarga menerima musibah ini dengan lapadang dada,’’ paparnya.
Kepala Puskesmas Pondok Suguh, dr. Vipi Sosilawati melalui dokter piket, dr. Kanya Ahmad K, menjelaskan dari hasil pemeriksaan pihaknya terhadap mayat korban, penyebab meninggalnya kemungkinan besar terkena sambaran petir. Dasarnya sekujur tubuh korban mengalami luka bakar, diantaranya bagian dada, perut, kedua lutut dan lainnya. Kejadiannya diperkirakan antara pukul 14.00 WIB  atau 15.00 WIB usai makan siang. Terkait dengan kondisi pakaian korban yang tidak terbakar atau robek, menurutnya saat kejadian kemungkinan pakaian korban basah, hingga tidak menimbulkan kebakaran saat terkena sambaran petir.
‘’Ya kita menemui ada bekas luka bakar melepuh disekujur tubuh korban. dan luka bakar terkena petir itu lah yang diduga menjadi penyebab utama korban meninggal. Sedangkan korban meninggal diperkirakan siang hari sesaat setelah menyantap makan siang,’’ tutup Kanya.(jar/dum)


Pleno Penetapan Dewan Terpilih Besok
METRO – Penetapan anggota dewan terpilih atau pemenang pemilu 2014,  dilangsungkan pada Selasa (13/5) besok. Alasannya masih ada tahapan penetapan di tingkat Provinsi. Sedangkan untuk tingkat Kabupaten masih ada waktu selama 3 hari. Meski demikian, dipastikan tidak ada kendala atau persoalan dalam persiapan rapat penetapan ini.
Salah seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Syofia Diana, SE menerangkan, sebetulnya bukan diundurkan, sebab memang jadwal untuk penetapan sampai dengan (13/5). Hari ini pihaknya akan menyiapkan segala sesuatu untuk penetapan tersebut termasuk menyampaikan undangan  kepada segenap partai politik serta pihak terkait lainnya dan SK penetapan dewan terpilih 2014.
‘’Penetapan untuk Mukomuko diputuskan pada tanggal 13, karena masih ada tahapan di Provinsi, segala sesuatu sedang kita siapkan. Insyaallah tidak ada kendala pada saatnya nanti,’’ kata Diana.
Masih Diana, penetapan dewan terpilih dan pemenang pemilu dilakukan secara terbuka. KPU akan membacakan hasil pleno perekapan yang sudah dilakukan sebelumnya dan langsung menetapkan SK untuk disampaikan ke berbagai pihak. Diantaranya dilaporkan kepada pemerintah daerah, sekretariat DPRD juga ke KPU Provinsi Bengkulu. Penetapa merupakan tahapan akhir dari pemilihan legislatif di tingkat daerah. Selanjutnya mereka akan masuk agenda untuk persiapan pilpres.
‘’Rapat pleno dilakukan secara terbuka dengan dihadari peserta pemilu dan dari pemerintah daerah. Selain itu juga pihak keamanan dari Polres Mukomuko. Setelah ini habis, kita fokus untuk persiapan pilpres,’’ tegasnya.
Ketua DPC Gerindra, Basshendri, SE mengaku belum menerima undangan untuk menghadiri pleno penetapan dari KPU Mukomuko. Ia memastikan akan hadir bila ada pemberitahuan. Harapannya proses penetapan dapat berjalan sesuai dengan jadwal dan juga berlangsung dengan aman dan tertib.
‘’Kita belum ada mendapat pemberitahuan dari pihak KPU mengenai penetapan ini, yang jelas kami akan hadir,’’ tutupnya.(jar)

Tanduk Median Jalan, Avanza Tagolek
METRO – Giliran Toyota Avanza nopol BA 1863 VC yang menanduk median perbatasan jalan dua jalur di Kelurahan Bandaratu Kecamatan Kota Mukomuko.  Kejadian ini sudah ke tiga kalinya, setelah sebelumnya mobil fuso dan dum truk. Meski Avansa yang dikendarai oleh  Randi (17) seorang pelajar SMA, bersama Eko (20) asal Desa Tanjung Alai Kecamatan Lubuk Pinang sempat terbalik dan mengalami kerusakan cukup parah, namun tidak ada korban jiwa. Kejadiannya malam kemarin Sabtu (10/5) sekitar pukul 21.05 WIB.
Kronologis kejadiannya berdasarkan hasil oleh TKP Sat Lantas Polres Mukomuko,  Avanza yang dikemudikan Randi melaju dalam kecepatan tinggi dari arah Lubuk Pinang. Diduga tidak fokus melihat kondisi jalan, sebelah kanan kendaraan itu menabrak median jalan yang berada ditengah-tengah jalan 2 jalur.  Mobil lalu terhempas dan bagian body sebelah kiri sempat terseret beberapa meter serta berputar. beruntungnya kejadian itu tidak mengakibatkan luka serius terhadap kedua korban.
‘’Sesaat usai kejadian kita langsung turun ke TKP,  Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Randi bersama satu penumpang Eko melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak.  Kondisi mobil rusak cukup parah,’’ ujar Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Lantas AKP. Marwan Fajrin, S.Ik ketika dijumpai di TKP.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Mukomuko, Dexy Efendi, SE mengatakan kejadian kecelakaan mobil menghantam median jalan dua jalur Soekarno Hatta tersebut sudah sering kali terjadi. Menurut Dexy, hal ini mesti ditanggapi serius oleh pihak terkait dalam hal ini mencari solusi agar tidak terjadi lagi kecelakaan. Dexy menambahkan kondisi malam hari di kawasan tersebut terbilang rawan karena belum terpasang rambu-rambu lalulintas dan lampu jalan.
‘’Kita mendesak pihak terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk segera mencari solusi terbaiknya, setidaknya memasang rambu-rambu imbauan kepada pengguna jalan untuk hati-hati dan lampu jalan agar kawasan ini terlihat terang. Dikawatirkan akan kembali terjadi kecelakaan,’’ imbuh Dexy.
Kepala Dishubkominfo Kabupaten Mukomuko, Drs. Hariyadie Nazar, membenarkan bahwa seringnya terjadi kecelakaan terutama mobil yang menghantam median jalan. Menurut Hariadie, peristiwa ini merupakan yang ke empat. Pihaknya  memasang rambu jalan, tetapi tidak bertahan lama. Menurut Haridie, sebagai langkah selanjutnya, pihaknya bersama kepolisian juga pernah mengajukan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pemotongan aset median jalan yang baru saja dibangun sekitar tahun 2013 lalu.
‘’Kita akui sudah sering terjadi kecelakaan mobil menghantam median jalan di kawasan itu. Tetapi kita telah berupaya memasang rambu-rambu lalulintas namun tidak bertahan lama. Bahkan pernah diusulkan ke pihak dinas PU untuk memotong median jalan sepanjang 20 meter, juga belum terealisasi sampai sekarang,’’ tutup Hariyadie.(dul/dum)


Ichwan Diminta Tak Terpancing
//Mukomuko Digarap Kandidat Gubernur Lain
METR0 – Bagaimanapun serangan dari kandidat lain ke Kabupaten Mukomuko, diyakini Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM tetap akan mendapat dukungan penuh untuk mencalon Gubernur Bengkulu. Untuk itu, Ichwan diminta tidak terpancing dengan serangan lawan-lawan politiknya, melainkan tetap harus fokus dan secara bertahap menggarap semua wilayah di Provinsi Bengkulu.
Disampaikan oleh salah seorang tokoh Kecamatan Sungai Rumbai, H. Tarmizi untuk Mukomuko sebetulnya Ichwan tinggal meminta restu dari orang tua dan tokoh-tokoh yang ada. Karena sosoknya sudah dikenal baik oleh semua lapisan masyarakat. Sehebat apapun serangan yang masuk dari lawan politik, akan mentah, sebab masyarakat Mukomuko lebih mengutamakan orang terdekatnya. Buktinya saat pemilihan dewan yang lalu, seorang caleg selalu menang dibasisnya sendiri. Padahal setiap saat ada pertemuan caleg lain di desa tersebut.
‘’Fokus dengan kegiatan sosialisasi, biar bagaimana pun lawan masuk ke wilayah sendiri tidak akan bisa berbuat banyak, sebab sifat warga Mukomuko sudah jelas, mereka memilih orang terdekatnya. Itulah yang terjadi pada pemilu lalu, setiap caleg menang dibasisnya masing-masing,’’ kata Tarmizi.
Selain itu, juga saat memasuki basis lawan, harus punya pertimbangan yang matang. Sebab sekeras apapun berusaha, hasilnya tetap tidak mampu mengalahkan tuan rumah. Sebaiknya lebih diarahkan ke kabupaten yang tidak mengutus kandidat Gubernur pada pilkada kelak. Dengan demikian setiap pergerakan ada hasil yang nyata. Terpancing dengan serangan lawan, dapat merugikan dan memecah konsentrasi.
‘’Ini hal yang penting harus diperhatikan oleh bupati, kalau terpancing dengan aksi lawan, dampaknya konsentrasi pecah. Fokus dan terus melangkah dengan pasti, mudahan akan keluar sebagai pemenang,’’ tegasnya.
Masih Tarmizi, ia yakin jika sudah meminta restu dari tokoh yang ada, Ichwan mendapat dukungan bulat di Mukomuko. Ia juga mengakui sejak beberapa waktu lalu, beberapa kandidat calon Gubernur sudah masuk ke Mukomuko. Walau masyarakat menyambutnya dengan meriah, bukan berarti mendukung, karena sudah sifatnya orang timur bermanis muka saat didatangi oleh siapa saja.
‘’Kalau lawan, memang sudah banyak yang datang ke Mukomuko, meski mendapat sambutan, tidak banyak pengaruhnya. Orang kita memang sifatnya demikian, basa basi tinggi, suka atau tidak tetap dilayani,’’ tutup Tarmizi.(jar)