Monday, 16 June 2014

Bupati Mukomuko

Merangkum Isu Pilbup di Tengah Masyarakat
5 Tokoh Paling Dijagokan Masyarakat

=== Amris Tanjung – Wartawan Radar Mukomuko ===
WALAU baru dilangsungkan 2015 nanti, isu Calon Bupati Mukomuko tak kalah sengitnya dari panasnya persaingan Calon Presiden (Capres) yang tengah berlangsung. Bahkan, nama-nama kandidat cabup mulai menjadi bahan perbincangan. Dari pembicaraan lepas di warung dan saat ada hajatan atau keramaian tak resmi lainnya, isu cabup kerap menjadi topik utama, agar betah duduk berlama-lama. Setidaknya, dapat disimpul beberapa kandidat kuat yang mulai mendapat tempat dihati masyarakat.
Nama Wakil Bupati aktif Choirul Huda, SH, pengusaha muda Sapuan, SE, AK, MM dan Hj. Rosna Ichwan, masih mendapat porsi yang paling dijagokan. Selanjutnya nama tokoh Mukomuko sukses di Pemprov, Ir. Edi Nevian dan anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko, Burhandari, S.Pd, M.Si. Selain 5 tokoh ini, masih ada beberapa nama yang juga kerap diisukan bakal menguat. Diantaranya H Gafrie Zainudin, Mahyudin Yakub, Drs. Antoni Sitorus, Ir. Wismen A Razak termasuk tokoh muda yang menjabat ketua DPD KNPI Mukomuko Agus Harvinda, ST, M.Si.
Ada beberapa alasan kenapa 5 kandidat tersebut yang paling dijagokan untuk saat ini, Choirul Huda dikenal masyarakat karena kiprahnya selaku wakil bupati aktif.  Huda selalu tampil di tengah masyarakat dalam berbagai moment, baik tugas pemerintahan, acara hajatan keluarga, saat ada musibah atau dalam kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Maka tidak ada lagi masyarakat Mukomuko yang belum bertemu langsung dengannya.
Beda dengan Sapuan yang berusaha di luar daerah, ia jarang bertatap muka langsung dengan masyarakat, hanya pada moment tertentu, seperti hari besar ataupun kegiatan lainnya. Namun walau demikian, namanya cukup membumi di tengah masyarakat. Selain sempat menjadi pemenang nomor 2 dalam Pilbup sebelumnya, ia juga dikenal dermawan. Politis atau tidak, yang jelas sejas, Sapuan selalu aktif menurunkan bantuan kepada masyarakat, seperti untuk masjid, anak yatim, orang miskin, bantuan kurban bahkan terakhir ia menurunkan 3 unit ambulance gratis untuk Mukomuko.
Rosna sendiri, tak jauh beda dengan Huda, ia dikenal karena kiprahnya sebagai ketua TP-PKK. Setiap saat selalu muncul di tengah masyarakat, baik dalam acara resmi, hajatan ataupun saat ada warga yang tertimpa musibah. Selain itu banyak program yang digagasnya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Apalagi selaku tokoh perempuan, Rosna kerap menyambangi warga yang sakit dan memberi bantuan, juga mensponsori kegiatan masyarakat lainnya. Maka hampir seluruh warga Mukomuko mengenalnya dengan baik.
Burhandari dan Edi Nevian, mereka mendapat tempat dihati warga alasannya hampir sama, sebagai putra daerah yang sukses ditingkat Provinsi, mereka tidak pernah lupa dengan kampung halamannya. Tidak sedikit anggaran Provinsi yang diperuntukkan untuk Kabupaten Mukomuko, buah dari perjuangannya. Seperti Edi Nevian begitu dekatnya dengan petani yang merupakan kelompok mayoritas di Mukomuko. Burhandari sendiri selain kiprahnya sebagai anggota dewan cukup baik dan terbilang sukses, ia juga berada ditengah kekuatan massa cukup kuat, terutama dapil III dan Dapil II.
Namun perlu diingat, setiap saat peta politik berubah, apalagi Pilkada Bupati masih cukup lama. Bukan tidak mungkin nama lain yang juga kerap disebut-sebut akan muncul menjadi pesaing berat 5 kandidat ini. Untuk saat ini, mereka belum mendapat tempat, karena belum menunjukkan diri secara terbuka, terkhusus melalui media massa.
Untuk calon wakil bupati, nama H. Yusmardi, SH, Adrizon, N, Drs. Anadi Pelam, Dra. Nurhasni, M.Pd, Mujiono, S.IP, Andy Suhary, SE, M.Pd dan M. Ali Saftaini, SE serta beberapa nama lain masih dijagokan. Namun untuk diketahui catatan ini hanya berdasarkan isu yang berkembang di masyarakat, tanpa ada survey atau teori yang mendalam.(**) 

Posko Penarik Diresmikan, Dukungan Bagi Ichwan Bulat
METRO – Dukungan masyarakat Kabupaten Mukomuko kepada Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM untuk maju sebagai calon Gubernur Bengkulu makin tak terbendung. Dari berbagai penjuru Mukomuko, pernyataan dukungan makin menggema. Posko relawan ‘’Ichwan Yunus For Gubernur’’ bermunculan disetiap kecamatan. Diawali deklarasi sekaligus pendirian posko oleh warga Kecamatan Lubuk Pinang, V Koto, IV Koto, Teras Terunjam, Air Manjuto, Ipuh dan terakhir Sabtu (14/6) di Kecamatan Penarik. Masing-masing relawan, pasang target kemenangan bagi Ichwan di wilayahnya 90 persen.
Tim inisiator pembentukan Posko Relawan Ichwan Yunus For Gubernur, Yanto Supriadi, SE mengatakan kesiapan relawan memenangkan Ichwan Yunus menjadi Gubernur Bengkulu sudah bulat. Berdirinya posko relawan ini, salah satu bentuk keseriusan dukungan terhadap Ichwan pada pemilihan Gubernur Bengkulu 2015 nanti. Sebagai putra daerah Mukomuko, sosok Ichwan Yunus tak diragukan lagi.
‘’Beliau (Bupati Ichwan Yunus,red) merupakan satu-satunya putra Kabupaten Mukomuko yang memiliki niat untuk maju sebagai Gubernur Bengkulu. Ini patut kita dukung bersama. Lebih lagi dua periode memimpin, dia telah berhasil membangun daerah ini. Kemenangan Ichwan Yunus adalah kemenangan kita bersama,’’ kata Yanto.
Yanto menambahkan, posko relawan Ichwan Yunus For Gubernur Bengkulu ini akan dibentuk disetiap kecamatan. Saat ini baru terjamah 7 kecamatan dan itu tetap berlanjut.
‘’Posko relawan akan kita bentuk di setiap kecamatan dan itu sudah menjadi komitmen kita bersama untuk memenangkan putra daerah,’’ pinta Yanto.
Ichwan sendiri dihadapan sejumlah relawan, menyatakan kesiapannya untuk maju jadi Gubernur Bengkulu. Sudah saatnya putra daerah Mukomuko ikut berjuang ditingkat provinsi. Lebih lagi pengamalan memimpin dua periode di Mukomuko, dikatakannya cukup menjadi pengalaman untuk memimpin Provinsi Bengkulu.
‘’Kita mencoba untuk bertanding dan mencalon jadi Gubernur Bengkulu. Ini bukan bearti apa-apa, hanya bukti cinta terhadap daerah. Tentu kita harapkan dukungan itu lahir dari masyarakat. Tujuan kita tiada lain, untuk melanjutkan perjuangan dan berbuat untuk kemajuan daerah,’’ terang Ichwan.
Perwakilan relawan, Kecamatan Penarik, Sapi’i, juga mengatakan kesanggupannya untuk memberi dukungan. Dia berharap jika terpilih menjadi Gubernur nantinya, bisa mengembangkan berbagai sektor pembangunan di daerah ini.
‘’Terutama kendala masalah pertanian dan pembangunan di daerah, kalau lah Gubernur berasal dari daerah kita, saya yakin akan lebih memberi peluang untuk mengembangkan kemajuan di daerah ini. Termasuk masalah harga komoditi seperti sawit masyarakat, diperkirakan bisa lebih meningkat,’’ pinta Sapi’i.(nek)

Peta Mutasi Mulai Terbaca, Jabatan Sekwan Digoyang
METRO – Isu mutasi yang sudah nyaring terdengar sejak beberapa waktu lalu semakin jelas. Bahkan informasi berkembang, jabatan Sekretaris Dewan (Sekwan) yang dipegang oleh Drs. H Bustari Maler, M.Hum ikut digoyang. Namun siapa yang berpeluang menggantikan calon doctor ini belum tahu. Juga beberapa kepala dinas dan kepala kantor dikabarkan masuk dalam peta mutasi. Kabar mutasi tak hanya beredar dikalangan pejabat, melainkan sudah terdengar oleh para wakil rakyat di DPRD Mukomuko.
Seperti disampaikan oleh Ketua Komisi III, Hermansyah, M.Kom mengenai isu itu memang pernah terlintas. Ia mendukung adanya mutasi tersebut, yang penting pejabat yang ditepatkan pada posisinya sesuai keahlian masing-masing, bukan dipengaruhi orang lain. Terkait dengan isu digoyangnya kabatan Sekwan, Hermansyah berharap itu tidak terjadi sebelum selesai tugas dewan yang sekarang. Alasannya banyak hal yang sangat mendasar harus diselesaikan oleh Bustari.
‘’Untuk jabatan Sekwan, usulan kita belum diganti, karena sekarang masih persiapan pergantian dewan baru. Banyak hal mendasar harus dikerjakan, takutnya tidak sejalan lagi, terutama terkait dengan laporan kinerja,’’ kata Hermansyah.
Salah seorang pejabat Mukomuko yang enggan namanya ditulis, membenarkan bahwa rencana mutasi itu sudah mulai dibicarakan. Terutama bagi pejabat eselon II dan III.
‘’Kita akui itu, mutasi sudah mulai jadi bahan pembicaraan, terutama kalangan pejabat. Namun bupati sampai saat ini belum pernah menyebutkan adanya mutasi. Tetapi bagi kita, mutasi, promosi dan rotasi jabatan itu merupakan hal yang biasa,’’ katanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Mukomuko, Ramdani, SE, M.Si menyebutkan bahwa dirinya tidak mengikuti isu mutasi. Dan persoalan mutasi juga bukan kewenangan dirinya. Untuk itu ia lebih memilih melaksanakan tugas yang diembankan padanya dengan maksimal sesuai tupoksi yang berlaku.
‘’Kalau isu mutasi itu saya tidak tahu. Dan belum mendengarkan bakal adanya mutasi.  Untuk itu kita hanya menjalankan tugas dan amanah sesuai dengan ketentuan saja,’’ tutur Ramdani.
Bupati Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM sendiri belum membenarkan isu mutasi tersebut. Belum ada jadwal untuk pelaksanaan mutasi, rotasi dan promosi pejabat.
‘’Sampai sekarang belum ada rencana kita untuk mutasikan pejabat,’’ tutup Ichwan.(dum/nek)

Sunday, 15 June 2014

Mukomuko Raih Opini WTP ke 6


METRO - Pemerintah Kabupaten Mukomuko kembali menoreh prestasi tertinggi yang membanggakan, yakni predikat atau opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) keuangan pemerintahan daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia 2013. Prestasi kali ini merupakan yang keenam kalinya diterima kabupaten yang dikenal dengan ''Kapuang sakti ratau batuah'' ini. Kemarin, Bupati Mukomuko, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM diwakili Sekda Syafkani, SP didampingi anggota DPRD Mukomuko Bambang Apriadi, S.Tp bersama kepala Inspektorat, A. Halim SE, M.Si langsung menerima penghargaan dari Kepala Sub Audittoriat Bengkulu I BPK Perwakilan Bengkulu, Imam Muslih, M.Si, Ak.
Keberhasilan ini tentu, menjadi nilai istimewa yang memuaskan bagi Kabupaten Mukomuko dibawah kepemimpinan Ichwan Yunus. Sekaligus opini WTP semakin mengukuhkan suami dari Hj. Rosna Ichwan ini maju sebagai calon Gubernur Provinsi Bengkulu mendatang. Selain Mukomuko opini WTP juga diraih oleh Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah dan Kaur. Sementara, Kota Bengkulu, Rejang Lebong, Kepahiang dan Bengkulu Selatan meraih Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Bambang Apriadi, mengakui jika ia secara langsung mendampingi Sekda menerima penghargaan tersebut, ini adalah kebanggaan tersendiri bagi Mukomuko. Sebab dari beberapa kabupaten lain yang menerima WTP di Bengkulu, hanya Mukomuko yang mencapai 6 kali. Menurutnya opini WTP diraih lantaran pemerintah sukses menjalankan tugasnya terutama terkait dengan laporan keuangan.
‘’Kita langsung menerima penghargaan tersebut, ini prestasi yang bagus bagi kita dan harus dipertahankan kedepannya,’’ tegas Bambang.
Sementara Kepala Inspektorat Mukomuko, A. Halim juga ikut mendampingi Sekda saat menerima WTP mengaku puas. Menurutnya ini semua bukti suksesnya Ichwan Yunus, memimpin Mukomuko.
‘’Opini WTP kali ini, adalah penilaian standar pelaporan keuangan 2013, Mukomuko pantas bangga selama dibawah kepemimpinan pak Ichwan, karena 6 kali Mukomuko meraih penghargaan bergengsi ini,’’ terangnya.
Ketua DPRD Mukomuko, Drs. Arnadi Pelam diminta tanggapannya, mengaku ikut bangga atas prestasi ini. Opini WTP diperoleh atas dasar penilaian cukup panjang, tidak semua daerah bisa meraihnya, sementara Mukomuko mampu 6 kali. Namun harapannya opini tersebut benar-benar sesuai dengan apa yang ada, juga harus menjadi spirit untuk lebih baik lagi kedepannya.
‘’Ini penghargaan yang diinginkan oleh semua pemda, namun tidak mudah mendapatkan itu. Mukomuko bisa 6 kali, sungguh menjadi prestasi yang membanggakan,’’ tutup Arnadi.(jar/dum)

8 PSK Dihadirkan ke Mapolsek Pondok Suguh
PONDOK SUGUH – Operasi Penyakit masyarakat (Pekat) jelang ramadhan yang dilaksanakan jajaran Polsek Pondok Suguh menuai hasil. 8 orang wanita diduga pekerja seks komersial(PSK) yang kerap beroperasi di wilayah hukumnya dihadirkan ke Mapolsek. Masing-masing adalah Umi Yanti(30)dari Lampung, Kulia Astuti (38)asal Arga Makmur, Nengsi Anjarwati(28) asal Lampung Selatan, Anisa Amsor(21) asal Bengkulu, Sriyanti(30) asal Lampung Utara, Tiara Putri(21) dari Lampung Metro, Anita(35)dari Bengkulu, dan Fitria Ningsih(35) dari Bengkulu Tengah. Namun kepada polisi dua orang wanita ini, yaitu Anita dan Fitria mengaku bukan PSK, mereka hanya tengah mencari keberadaan temannya saat ditangkap. Operasi ini dilakukan malam kemarin Rabu (11/6) sekitar pukul 22.01 WIB.
Berawal dari informasi dari masyarakat, Kapolsek Pondok Suguh Iptu. A. Rabani yang tengah gencar melaksanakan operasi pekat sesuai instruksi Kapolres Mukomuko AKBP Wisnu Widarto, S.Ik menyambut bulan ramadhan, langsung bergerak. Secara diam-diam mereka mendatangi beberapa tempat mangkalnya wanita penghibur tersebut yang berada di kawasan simpang Air Hitam dan kawasan pabrik CPO milik salah satu perusahaan di daerah tersebut. Tidak ada perlawanan dari PSK maupun pihak lainnya saat dilakukan penangkapan, sebab jauh sebelumnya peringatan sudah disampaikan.
Dikatakan A. Rabani penertiban yang dilakukan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jelang ramadhan. Dalam melakukan penertiban, polisi berkerjasama dengan pemerintah desa Tunggang, tokoh pemuda, adat, kepala kaum, dan masyarakat lainnya. Saat operasi hanya 4 wanita yang diamankan langsung, sementara 4 wanita lainnya dipanggil secara baik-baik untuk memberi keterangan. Mereka diminta membuat surat perjanjian untuk tidak lagi beroperasi di kawasan ini.
‘’Dalam penertiban tersebut kami berhasil mengamankan 4 orang wanita. Selanjutnya kembali memanggil 4 PSK yang lain untuk dimintai keteragan dan pernyataan tertulis. Saat dilakukan penertiban tidak ada perlawanan. Kita harap keamanan dan ketertiban dapat dirasakan oleh masyarakat,’’tutup Polsek.(cw6)


Miliki SS, Supir Ambulan Ditakok

METRO – Diduga memiliki dan menggunakan Sabu-sabu (SS), supir ambulance Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) berinisial Ag (23) asal Desa Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko diciduk jajaran Satnarkoba Polres  Mukomuko. Dari tangannya didapat berang bukti (BB) berupa 1 paket SS dan uang tunai Rp 500 ribu. Ag ditangkap saat akan bertransaksi di ATM salah satu Bank di Kelurahan Bandaratu sekitar Pukul 21.45 WIB malam kemarin.
Sebelum penangkapannya, diduga gerak-gerik Ag sudah dipantau oleh anggota Satnarkoba Polres Mukomuko. Hal ini terbukti dengan penangkapan secara tiba-tiba dan berlangsung cukup cepat, kala Ag tengah berada di depan ATM. Aq sempat memberi perlawanan sebelum berhasil dilumpuhkan, namun ia sudah dalam kondisi terkepung oleh anggota dari berbagai arah. Usai dibekuk, Ag langsung dimasukkan dalam mobil dan dibawa ke Mapolres Mukomuko untuk menjalani proses lebih lanjut. Aksi penangkapan Ag bahkan sempat menjadi perhatian warga sekitar.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Narkoba, Iptu. Ardiansyah mengatakan pelaku diamankan dengan BB satu paket SS. Dan pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan. Pihaknya terus menggali keterangan dari pelaku mengenai jaringan serta asal barang haram tersebut. Kasat juga menghimbau kepada orang tua serta semua kalangan untuk dapat bekerjasama dalam mencegah agar jangan sampai barang haram jenis apapun merusak generasi bangsa. Untuk itu diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk dapat memberantas secara tuntas.
‘’Pelaku masih kita mintai keterangan lebih lanjut, selain sebagai pengguna. Dari mana asal barang dan jaringan lebih lanjut,’’ ungkap Kasat.
Direktur RSUD Mukomuko, dr. H Firdaus Yusuf Rusdhy, MPH membenarkan kalau pelaku merupakan supir ambulan RSUD. Sedangkan mengenai kasus yang menimpanya pihak RSUD menyerahkan sepenuhnya pada pihak yang berwajib untuk memproses sesuai hukum yang berlaku.
‘’Kita tidak ada wewenang dalam hal itu. dan ini merupakan tanggung jawab individunya. Kalau memang pelaku terbukti bersalah, silahkan diproses sebagaimana mestinya. Dan mengenai statusnya selaku supir ambulan tergantung hasil dari keputusan pihak kepolisian nantai,’’ tutur Firdaus.(dum)

BWS VII Geram!
//Sebelum Izin Keluar, KSM Tak Berhak Gali DAS
LUBUK PINANG – Ulah PT. Karia Sawit Indomas (KSM) yang menggali Daerah Aliran Sungai (DAS) dan memasang peralatan penyedotan air sungai untuk kepentingan perusahaan mulai mendapat tanggapan dari berbagai pihak. KSM diduga sudah melanggar hukum, karena melaksanakan pekerjaan sebelum mengantongi izin. Selain itu izin penggalian DAS dan pemanfaatan air sungai tak cukup dari Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) semata. Melainkan perlu pengkajian dari banyak pihak. Peringatan keras bagi perusahaan bahkan datang dari Balai Wilayah Sungai (BWS) VII.
Pengawas BWS VII, L. Budi Raharjo,SP, M.Si mengaku sangat menyayangkan ulah KSM ini. Menurutnya penggalian DAS harus dihentikan, pihak terkait juga diminta tidak asal mengeluarkan rekomendasi, apalagi izin kepada perusahaan. Izin penggarapan DAS dan aliran sungai harus melalui pengkajian yang mendalam, diantaranya melakukan survei kelayakan. Jika dari hasil survei lokasi penggalian DAS dinyatakan tidak layak, maka harus dibatalkan.
‘’Pangajuan berkas tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan pengerjaan. Namanya saja pengajuan, bisa diterima bisa juga ditolak. Untuk mengeluarkan izin, kita harus melakukan survei kelayakan lapangan. Jika tidak sesuai tentu izin tidak bisa dikeluarkan,’’ tegas Budi.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Mukomuko Risber A Razak,SH, juga menegaskan PT. KSM belum kantongi izin penggalian DAS. Karena untuk mendapatkan izin harus ada rekomendasi dari KLH. Sedangkan sejauh ini, Risber mengaku pihaknya belum mengeluarkan rekomedasi apapun terkait pemanfaatan air Sungai Manjuto oleh PT. KSM.
‘’Kita belum mengeluarkan rekomendasi apapun, terkait pemanfaatan air sungai Manjuto oleh PT.KSM, karena yang berhak mengeluarkan izin adalah bupati, kita hanya mengeluarkan rekomendasi saja’’ ungkap Risber.
Risber menegaskan, semestinya pihak perusahaan belum melakukan aktivitas apapun, sebelum mengantongi izin. Meskipun sudah mengajukan berkas permohonan, hendaknya pengerjaan baru dilakukan jika izin sudah ada ditangan.
‘’Mestinya perusahaan jangan bergerak dulu sebelum izin itu keluar, selain itu DAS berada dibawah naungan BWS provinsi’’ tutup Risber.(dul)


BPKB & STNK Mobnas Ilang, Pajak Terus Dianggarkan

METRO – Sejak diwajibkannya kendaraan dinas (Kendis) atau plat merah membayar pajak tahun 2012 lalu, hingga kini masih banyak yang tak taat pajak. Keadaan tersebut tentu menjadi contoh buruk bagi masyarakat. Alasan tak bayar pajak cukup aneh, yaitu buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sudah banyak hilang atau tak tahu rimbanya. Ada kesan, selama ini pengguna kendaraan hanya bisa menaiki saja, selebihnya tak diurus.
Sekda Kabupaten Mukomuko, Syafkani, SP mengakui persoalan mendasar tidak dibayarnya pajak itu lantaran BPKB dan STNK kendaran itu hilang. Terutama bagi kendaraan yang sudah berusia tua. Diantaranya Mobil Kuda, Katana, serta kendaraan lainnya yang merupakan hibah kabupaten induk dan pengadaan awal pemekaran.
‘’Yang tak bayar pajak itu persoalannya karena BPKB atau STNK nya sudah hilang. Sehingga menjadi hambatan dalam membayar pajak. Hal ini terjadi pada kendis lama,’’ ujar Syafkani.
Lebih lanjut Syafkani menyampaikan bagi kendaraan yang memiliki kelengkapan BPKB dan STNK tidak ada alasan untuk tidak membayar pajak. Apalagi alokasi anggaran sudah diberikan ke masing-masing instansi dan SKPD.
‘’Kalau surat menyuratnya lengkap, tidak ada alasan untuk tidak taat pajak. Apalagi anggaran sudah kita berikan. Untuk itu yang perlu dipertanyakan pejabat dan para pegawai yang memegang kendaraan tersebut,’’ ungkap Syafknai.
Sementara itu, Kepala Kantor UPPP/Samsat Mukomuko, H Bismarifni BI, SH membenarkan pemegang kendaraan dinas tidak taat pajak, lantaran BPKB dan STNK tak ditemukan. Namun demikian pemegang atau pemda harusnya dapat mencari solusi. Karena pajak ini kegunaannya untuk tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 
‘’Memang berdasaran data kita, mayoritas kendaraan yang tidak membayar pajak merupakan kendaraan yang sudah lama,’’ tutur Bismarifni.
Bismarifni mengakui masyarakat umum jauh lebih taat pajak, terutama kendaraan roda empat, enam dan seterusnya.
‘’Mungkin solusi terbaiknya kendaraan dinas tersebut dilelang. Dari pada membuat beban pemerintah. Dimana pemilik kendaraan nantinya tentu akan melengkapi seluruh surat kendaraannya,’’ tutup Bismarifni.(dum)

Pulang Kampung, Sapuan Tabuh Gendrang Politik?


METRO – Sejak kemarian pengusaha sukses, Sapuan, SE, Ak, MM tengah berada di tanah kelahirannya, tempatnya di Kecamatan Teramang Jaya Kabupaten Mukomuko. Kepulangannya secara tiba-tiba ini menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat. Sebab selama ini, Sapuan jarang muncul, warga hanya tahu berbagai program bantuan yang ia turunkan, seperti santunan anak yatim, bantuan orang miskin, bantuan untuk masjid dan korban bencana lainnya, serta yang terakhir ia menurunkan 3 unit mobil ambulance untuk warga Mukomuko. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah ini menandakan Sapuan mulai menabuhkan gendrang politiknya menuju Pemilihan Bupati (Pilbup) 2015?.
‘’Mungkin Sapuan mulai kampanye langsung, selama ini ia jarang terlihat muncul, hanya ada bantuan saja. Ia pulang waktu ada kegiatan hari besar dan juga bila ada keperluan mendadak. Sedang kakarang bukan lebaran,’’ kata salah seorang warga Syofian.
Dikonfirmasi langsung dengan bersangkutan melalui telepon genggam, Sapuan membantah, jika ia pulang kampung, terkait dengan misi politik. Tetapi kepulangannya dalam rangka menghadiri pesta pernikahan keluarganya di Kecamatan Selagan Raya dan juga dalam rangka kegiatan keluarga lainnya. Ia sudah berada di Bengkulu sejak sehari sebelumnya, baru kemarin berada di Mukomuko.
‘’Tidak ada hubungannya dengan politik, terlalu jauh saya pulang dikaitkan dengan pilkada. Kebetulan pekerjaan sedang tidak begitu sibuk, juga ada pesta keluarga, makanya saya menyempatkan diri untuk pulang,’’ kata Sapuan.
Sapuan atau SPN mengaku, ia kerap pulang kampung, saat libur kerja, namun tidak beritahukan kepada orang lain. Ia hanya menemui keluarga dan rekan-rekannya. Baginya Pulkam tak ada jadwal, kapan ia ingin saja, sebab semua keluaganya berada Kabupaten Mukomuko, di Jakarta ia hanya bekerja. Terkait bantuan yang ia turunkan, juga Sapuan menolak dihubungkan dengan politik, sebab sejak awal jauh sebelum isu Pilkada, selagi ada rizki, ia selalu berusaha berbagi dengan masyarakat.
‘’Kok bisa heran, saya pulang kapan mau saja, biasanya selagi libur kerja, saya meluncur ke Mukomuko. Yang jelas apapun yang saya lakukan tidak ada hubungannya dengan politik, semua ikhlas dan tanpa ada kepentingan apapun,’’ tutupnya.(jar/prw)

Logistik Pilpres Mulai Berdatangan
METRO – Sejak kemarin logistik Pemilihan presiden (Pilpres) mulai berdatangan ke secretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Untuk tahap awal, logistik yang sudah sampai adalah, berupa tinta yang akan digunakan pemilih usai memberi hak suaranya kelak. Diperkirakan, logistik lain akan terus berdatangan dalam bulan ini.
Sekretaris KPU Mukomuko, Junhari, B.Sc mengatakan untuk logistik baru sebagian kecil yang masuk. Diperkirakan dalam minggu ini masih ada beberapa yang datang. Untuk surat suara sendiri diperkirakan akhir bulan nanti. Sampai sekarang belum ada kepastian mengenai persiapan pengiriman surat suara. Diperkirakan sama dengan pengiriman surat suara saat pileg lalu.
‘’Kalau yang sudah masuk baru tinta, kemungkinan untuk yang lain akan nyusul segera, kita tunggu saja dulu. Mengenai surat suara, belum ada kepastian kapan datangnya,’’ kata Junhari.
Lanjutnya, seluruh logistik kecuali kotak suara dan bilik suara adalah baru. Seperti paku menusuk, bantalan dan juga berbagai logistik yang digunakan di TPS lainnya. Pengadaannya langsung dari pusat dan Provinsi, KPU Mukomuko hanya menerima logistik yang sudah ada. Setelah semuanya datang dan disusun sesuai kebutuhan logistik langsung dikirim ke kecamatan dan TPS.
‘’Untuk Pilpres penggunaan logistiknya tidak sebanyak sebelumnya, seperti kotak suara hanya 2 per TPS dan bilik 4 setiap TPS, prosesnya sama saja, nanti kita olah dulu di sini, baru dikirim ke kecamatan sesuai jadwalnya,’’ lanjutnya.
Salah seorang Komisioner KPU Mukomuko, Syofia Diana, SE juga menerangkan untuk logistik sekarang dalam proses pengiriman dari pusat ke daerah. Ia yakin semuanya akan tiba sesuai dengan waktunya. Untuk logistik yang sudah datang langsung disimpan di sekretariat dan mendapat pengawalan ketat.
‘’Bagi logistik yang sudah datang langsung kita amankan disekretariat, sekarang kebanyakan dalam proses pengiriman, diperkirakan akan datang sesuai dengan jadwalnya,’’ tutup Diana.(jar)

Keterangan PPK Akurat, KPU Yakin Dimenang MK
POLITIK RM – Sama dengan pihak penggugat, dalam hal ini Partai Politik (Parpol), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, juga merasa yakin akan memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Dasarnya jelas, kesaksian dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kepada hakim MK beberapa waktu lalu cukup jelas dan dikuatkan dengan berbagai bukti yang akurat. Sementara kesaksian dari saksi yang diajukan oleh pihak Parpol terkesan tidak yakin, yaitu selalu diselipkan dengan kata-kata, ‘’kalau tidak salah’’.
Disampaikan oleh salah seorang komisioner KPU Mukomuko, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd sidang yang berlangsung kemarin lusa berjalan cukup lancar. Para anggota PPK memberi kesaksian melalu video konfrens kepada hakim dari Unib. Setiap pertanyaan dari hakin MK dijawab dengan tenang dan jelas, disertai bukti yang akurat. Menurutnya ini jauh beda dengan keterangan dari saksi Partai yang benyak menggunakan bahasa meragukan keterangannya sendiri.
‘’Kita yakin memenangkan sidang di MK, ini semua berdasarkan keterangan dari PPK yang menjadi saksi. Juga keterangan dari saksi partai yang ragu dengan apa yang dijelaskannya. KPU punya dokumen lengkap pemilihan dan jelas adanya,’’ kata Regar.
Namun demikian, KPU masih menunggu hasil akhir sidang di MK yang belum diketahui waktunya. Apapun putusan MK kelak, mereka siap menjalankannya dengan baik. Sejak awal, tudingan dari banyak pihak terkait pemilu tidak pernah terbukti. KPU berikutnya akan fokus dengan kegiatan persiapan menyukseskan pilpres.
‘’Kita tunggu saja keputusannya, mudahan yang terbaik bagi semura orang, yang jelas KPU sudah melaksanakan tugas dengan maksimal,’’ lanjutnya.
Ketua Panwaslu Mukomuko, diminta tanggapannya terkait dengan sidang di MK ini, mengaku tidak banyak mengetahui. Sebab mereka tidak masuk dalam gugatan di MK tersebut. Namun demikian, ia mengaku memberi laporan secara tertulis kepada Banwaslu Provinsi Bengkulu, mengenai pelaksanaan pemilu yang dilakukan.
‘’Kami juga kurang memahami, sebab kita untuk sidang MK tidak dilibatkan, keterangan tertulis sudah disampaikan kepada Banwaslu Provinsi menyangkut pemilu di Mukomuko,’’ paprnya.
Ketua Bapilu PAN Kabupaten Mukomuko, Ramadani,  mengatakan dilihat dari jalannya proses sidang gugatan di MK, berkemungkinan besar akan terjadi perubahan nama pemenang Pemilu. Dia menilai dari proses sidang yang berlangsung dan paparan saksi, memiliki data kuat dan itu menjadi bahan pertimbangan hakim MK.
‘’Jalannya proses sidang di MK berlangsung alot. Berdasarkan paparan keterangan saksi, baik saksi penggugat maupun tergugat, mereka sama-sama memiliki data yang cukup kuat. Mungkin saja peta pemenang pemilu akan berubah atau pemenang sebelumnya yang telah ditetapkan. Menurut hemat kita, semua ini tergantung pencermatan hakim dalam menentukannya. Kalau lah ini terjadi, tentu akan lebih seru lagi,’’ tutupnya.(jar/nek)