Monday, 23 June 2014

Cabup Mukomuko Diprediksi Hanya 4 Orang

Kandidat Lain Sekedar Naikkan Daya Tawar
POLITIK RM – Diperkirakan calon bupati (Cabup) Kabupaten Mukomuko, yang berkal bersaing pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 mendatang hanya 4 pasang saja. Sementara sebagian besar tokoh yang mengklaim atau diisukan juga akan maju, hanya sebatas memperkenalkan diri semata dan untuk menaikkan daya tawar, agar diajak berpasangan atau didekati oleh kandidat lainnya. Pendapat ini disampaikan langsung oleh salah seorang tokoh Mukomuko yang juga dosen senior Fakultas hukum Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum.
Dijelaskannya, untuk maju sebagai calon bupati tidak sebatas klaim saja, melainkan ada syarat tertentu yang harus dipenuhi. Secara administrasi wajib punya partai pengusung, jika tidak melalui jalur independent. Selain itu punya pengalaman dan ada anggaran untuk membiayai kampanye mereka nantinya. Apalagi bagi seorang kepala daerah atau PNS, harus mengundurkan diri, ini sesuai aturan terbaru. Maka kemungkinan besar, tokoh yang selama ini mengatakan siap maju, hanya sekedar menaikkan daya tawar saja, dengan harapan ada yang meliriknya.
‘’Punya uang saja tidak cukup, pengalaman juga tidak menjamin, ada banyak hal harus dipenuhi, baik secara administrasi dalam hal ini syarat wajib dan juga syarat-syarat lainnya. Maka kalau saya lihat dari sekian banyak tokoh yang mengklaim ingin maju, mereka yang serius hanya 4 orang atau paling banyak 5 orang saja, selebihnya sekedar gertakan,’’ kata Hamdani.
Terus siapa saja kandidat yang menurutnya serius? Hamdani mengatakan untuk saat ini, yang diprediksi  benar-benar siap adalah, Sapuan, SE, Ak, MM, Ir. H. Gafrie Zainyddin, Hj. Rosna Ichwan dan juga Choirul Huda, SH. Prediksi ini berdasarkan gerakan yang sudah mereka lakukan, seperti Gafrie baru saja pamit dengan warga untuk maju. Terus bagaimana dengan nama lain, seperti Ir. Edi Nevian, Burhandari, S.Pd, M.Si dan lainnya?. Hamdani mengatakan masih diragukan keseriusan dan kesiapan mereka, kalaupun berpeluang mereka untuk wakil saja.
‘’Edi Nevian mungkin serius, tapi pertanyaannya siap apa tidak dia mundur dari PNS nya. Ini aturan yang berlaku, tidak bisa sekedar cuti seperti sebelumnya.  Mudahan saja semuanya serius, maka masyarakat makin banyak pilihan,’’ tegasnya.
Bagaimana masyarakat harus bersikap? Hamdani hanya menyampaikan pesan singkat. Warga diminta tetap menyaring informasi yang berkembang, jangan terjebak dalam isu kepentingan seseorang. Untuk mencalon itu ada syaratnya, tidak sekedar ingin saja. Maju melalui jalur independen adalah pilihan terakhir bagi mereka yang buntu untuk mendapatkan partai.
‘’Masyarakat sebaiknya tidak terlalu fokus dengan isu itu, jangan terjebak dalam kepentingan politik seseorang. Mungkin mereka minta dilirik atau berharap didekati calon bupati lain, sebagai tim sukses dan sebagainya,’’ tutup Hamdani.(jar)



122.141 Susu Sudah di KPU
POLITIK RM – Sejak sabtu lalu sebanyak 122.141 surat suara (Susu) ditambah seribu susu cadangan sudah tiba di sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Sebelum dikirim ke masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan disampaikan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), Susu akan dibuka lebih dulu di KPU untuk dilakukan penyortiran dan dilipat, sama halnya dengan Susu Pileg lalu.
Komisioner KPU, defisi tekhnis Syofia Diana, SE mengatakan Susu pilpres sudah tiba di sekretariat KPU sejak (21/6) lalu. Susu diamankan sementara di KPU dibawah pengawalan ketat aparat keamanan dan pengawasan dari anggota Panwaslu Mukomuko. Susu sampai ke KPU dengan jumlah 31 kotak atau kardus, masing-masing kardus berisi 4000 susu. Jumlah ini menurutnya sesuai dengan jumlah mata pilih dan juga ditambah dengan susu cadangan sebanyak 1000 lembar.
‘’Surat suara untuk sementara diamankan di KPU, untuk jumlahnya sesuai dengan data tertulis, sesuai kebutuhkan dan ada susu cadangan sebanyak 1000 lembar,’’ kata Diana.
Untuk saat ini belum diketahui pasti apakah semua surat suara dalam kondisi baik atau jumlahnya pas sesuai catatan. Sebab masih perlu dilakukan penghitungan ulang, dilipat dan dibagikan berdasarkan jumlah pemilih di setiap TPS. Untuk surat suara cadangan, tetap berada di KPU, dikeluarkan jika dibutuhkan.
‘’Prosesnya sama dengan pileg lalu, dimana surat suara yang disapaikan ke kecamatan sudah siap dibagikan ke setiap TPS untuk digunakan pada 9 juli kelak,’’ tegasnya.
Selain surat suara juga ada beberapa logistik lain yang sudah tiba di KPU Mukomuko, yaitu sebanyak 387 lembar daftar calon presiden dan wakil presiden untuk setiap TPS dan sebanyak 776 unit botol tinta yang akan digunakan pemilih usai menggunakan hak suaranya di TPS. Untuk logistik lain diperkirakan dalam waktu dekat juga akan menyusul.
‘’Untuk sementara itu saja yang sudah datang, yang lain kabarnya dalam proses pengiriman, diperkirakan akan datang dalam waktu dekat,’’ tutup Saipul TU Sekretariat KPU.(jar)

Edi Nevian dan Huda Sementara Unggul
//Poling Radar Mukomuko
POLITIK RM – Ir. Edi Nevian untuk sementara puncaki perolehan suara untuk kandidat calon bupati Kabupaten Mukomuko berdasarkan poling Radar Mukomuko dengan dukungan mencapai 301 suara. Berikutnya diikui oleh Choirul Huda, SH  yang memperoleh 119 suara. Sapuan, Ak, MM berada ponor urut 4 dengan perolehan 26 suara, sementara nomor 3 diperolehan oleh ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Mukomuko yang juga ketua Komisi III DPRD Mukomuko, Hermansyah, M.Kom.
Kejar mengejar angka perolehan suara terus terjadi setiap saat ini, sebab sejak poling ini diterbitkan, tanggapan masyarakat cukup baik. Bahkan secara tidak langsung mereka sudah dapat mengenal siapa kandidat calon bupati Mukomuko mendatang. Berkaca dari pileg lalu, sebagian besar pemenang poling RM benar-benar sukses meraih dukungan dari masyarakat dan duduk sebagai anggota DPRD Mukomuko. Diantaranya Busra, Wisnu Hadi, SE, Ir. Zulfahni, Frenki Janas dan juga H. Muspar serta lainnya.
Hermansyah, mengakui jika pengaruh poling media cukup besar bagi seseorang. Nama-nama yang masuk dalam poling menjadi sebutan di tengah masyarakat. Meski untuk memilih tidak terpengaruh dengan itu, setidaknya pengenalan diri dalam masyarakat cukup efektif. Ia mengaku bangga bisa masuk dalam daftar nama kandidat bupati di poling tersebut.
‘’Untuk mengenalkan diri cukup bagus, masyarakat juga memperhatikan poling dengan baik. Mereka bisa mengenal siapa tokoh yang bakal maju pada pilkada kelak,’’ kata Hermansyah.
Koordinator poling, Fitri mengatakan untuk pendukung masing-masing kandidat bisa langsung mengirim poling ke kantor RM atau melalui agen dan crew terdekat. Caranya guting dan isi poling yang ada di halaman RM setiap hari tersebit. Poling yang sudah masuk akan diundi, pengirim poling yang beruntung berhak atas uang jajan dari RM Rp 500 ribu untuk dua orang pemenang setiap pengundian dilakukan.
‘’Sampaikan dukungan terhadap calon pilihan pembaca, caranya sangat mudah. Beli koran RM gunting poling yang ada di halaman belakang, isi dan kirim ke redaksi RM,’’ tutupnya.(jar)