Thursday, 27 November 2014

Kans Mahyudin Yacub Diusung Gerindra Lebih Besar


POLITIK RM – Selain H. Sapuan, SE,MM,Ak,CA, Choirul Huda, SH dan Burhandari, S.Pd, M.Si, dua kandidat calon bupati lainnya juga berpeluang diusung Gerindra. Keduanya adalah Mahyudin Yacub atau Jhon Yacub dengan Gafrie Zainuddin. Kans Jhon Yacub diprediksi lebih besar untuk mendapat mandat sebagai calon bupati Mukomuko pada pemilihan bupati kelak dari partai berlambang kepala garuda ini.
Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Mukomuko, Bassendri, SE. Menurutnya semua kandidat calon bupati yang sudah berani unjuk diri di media massa maupun depan umum, kemungkinan benar-benar siap maju. Namun menurutnya peluang terbesar sebagai calon bupati ada pada kandidat asal Dapil III. Selain penduduknya lebih banyak, sejauh ini kekompakan warga Dapil III lebih menonjol dalam mengusung tokohnya sendiri.
‘’Saya pikir Jhon Yacub berpeluang, karena ia saat ini cukup diminati di Dapil III. Kami dari Gerindra tidak menutup kemungkinan mengusungnya, ataupun Gafrie Zainuddin. Semua  calon sebetulnya punya peluang yang sama, karena sekarang kita belum putuskan,’’ katanya.
Lanjutnya, pada dasarnya semua orang belum dapat mengukur kekuatan dukungan dan juga kemampuan pembiayaan pilkada setiap calon. Kandidat yang mengklaim punya dana besar dan berani umbar kemampuan, belum tahu yang sebenarnya. Yang jelas Gerindra selalu terbuka dan akan mengusung kandidat yang berani menghadapi tantangan untuk memenangi pemilukada.
‘’Kita belum tahu siapa calon yang benar-benar siap secara dukungan dan finansial. Kita akui calon butuh anggaran, kalau tidak maka bakal jadi pelengkap saat pilkada,’’ tegasnya.
Terkait dengan isu dukungan pada Sapuan, Huda dan Burhandari lebih kuat, menurutnya untuk saat ini secara kasat mata bisa jadi demikian. Yang jelas sebagaimana yang disampaikan ketua DPRD sebelumnya, Gerinra menginginkan calon yang siap menang. Dalam hal ini harus dekat dengan masyarakat dan sudah dikenal.
‘’Namanya juga kita targetkan menang, calon yang kita usung meski dekat dengan masyarakat, bisa jadi tiga nama tersebut lebih dikenal saat ini, namun bisa saja berubah, kita selalu memantau perkembangannya,’’ tutupnya.(jar)

Wednesday, 26 November 2014

Kalender Sapuan Bertebaran


POLITIK RM - Sebagaimana yang diinformasikan sebelumnya, sejak beberapa hari lalu alat peraga untuk sosialisasi pencalonan H. Sapuan, SE, MM, Ak, CA sebagai calon bupati Mukomuko mulai bertebaran. Saat ini yang mulai beredar luas di rumah-rumah penduduk adalah kalender tahun 2015 bergambarkan Sapuan dan gambar-gambar komunity lainnya. Selain itu, baliho terbaru juga kabarnya segera hiasi berbagai tempat di Kabupaten Mukomuko.
Dalam setiap kalender, di bagian tenganya terdapat poto Sapuan disertai nama lengkap. Selanjutnya bertuliskan ‘’Isyaallah Sapuan sebagai calon bupati Mukomuko’’. Ini membukti jika Sapuan mulai kibar bendera untuk memenangi pemilihan bupati kelak.
Novesta Herman saat ditanyai mengenai bertebarnya gambar Sapuan ini, mengaku semuanya untuk menyapa masyarakat. Khusus kalender Sapuan, bukan hal yang baru lagi. Terlepas dari isu pencalonan, setiap tahun SPN selalu membagikan kalender kepada masyarakat sebelum memasuki tahun baru. Tujuannya agar masyarakat tidak menghabiskan anggaran sekedar untuk membeli kalender saja.
‘’Memang ada baliho dan spanduk juga, namun khusus kalender itu sudah setiap tahun dibagikan, tujuannya agar masyarakat tidak perlu membeli kalender. Apalagi saat ini kalender sangat penting bagi setiap orang,’’ katanya.
Terkait rencana pencalonannya, Sapuan dipastikan terus mempersiapkan diri untuk maju. Diantaranya dengan ‘’mengunci’’ beberapa partai politik, sebagai partai pengusungnya. Selain itu tim keluarga dan sahabat Sapuan terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana kedepan. Awal tahun depan, Sapuan akan turun langsung dan mulai menyampaikan kepada publik tentang rencananya untuk maju.
‘’Yang jelas awal tahun, kemungkinan SPN mulai bergerak untuk mempersiapkan segalas sesuatunya di tengah masyarakat. Untuk saat ini selain fokus dengan bisnis, Sapuan juga berusaha untuk mengajak banyak partai bersama-sama,’’ tutupnya.(jar)

Sapuan, Huda dan Burhandari Masuk Kategori Gerindra


POLITIK RM – Meski belum menetapkan siapa kandidat bupati yang akan diusungnya, namun Partai Gerindra mulai mengerucutkan calon bupati yang berpeluang diusungnya. Yaitu ada 3 nama yang dianggap layak dan pantas untuk mendapat tanda tangan dari partai berlambang kepala geruda ini. Ketiganya tidak jauh beda yang diprediksi banyak pihak lainnya, yaitu H. Sapuan, SE, MM. Ak, CA, Choirul Huda, SH dan Burhandari, S .Pd, M.Si.
Ketiganya dianggap punya potensi mendapat dukungan dari masyarakat, karena mereka sudah berbuat kepada masyarakat dan namanya juga sudah sangat akrab dimulut warga. Selain itu ketiganya dianggap punya kemampuan dan keuletan untuk memenangi Pemilihan bupati dam diprediksi dapat membangun daerah secara bersama-sama dengan masyarakat kedepannya. Juga ada spesifik lain yang melatarbelakangi Gerindra menilai ketiganya layak diusung.
Sekjen Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Mukomuko, Armansyah, ST menjelaskan untuk proses penjaringan tetap berlangsung secara alami. Namun diakuinya sejauh ini Gerindra belum begitu fokus, karena menunggu sistem pasti pemilihan dan juga masih fokus dengan kegiatan lainnya. Namun demikian, ia mengakui pandangan sementara 3 nama tersebut yang paling berpotensi saat ini. Apakah nanti akan dipilih salah satunya oleh Gerindra atau ada kebijakan lain belum dapat ditebak.
‘’Kalau penjaringan tetap berjalan secara alami, sejauh ini ada 3 nama yang kita anggap cukup dikenal masyarakat dan kemungkinan lebih diinginkan sebagai calon bupati. Yaitu Sapuan, Choirul Huda dan Burhandari, namun kita belum mengatakan mendukung,’’ katanya.
Siapa yang paling dijagokan dari ketiganya? Ketua DPRD Mukomuko ini belum mau menjelaskannya, karena belum ada kemunikasi yang betul-betul serius dengan ketiganya. Yang jelas sebagai partai pemenang pemilu, Gerindra akan mengutus calon bupati untuk berlaga pada pilkada kelak. Kuncinya hanya satu, agar bisa bersama Gerindra, calon tersebut harus mendapat dukungan dari masyarakat secara maksimal. Maka penilaian terhadap kandidat, ukurannya isu di lapangan, terutama yang disebarkan oleh media massa.
‘’Kalau cuman Gerindra yang dukung, jelas calon tersebut tidak akan menang, maka kami mengambil ukuran adalah isu di lapangan, terutama melalui informasi media. Belakangan ini dari media massa, tiga kandidat ini cukup potensial,’’ tutupnya.(jar)