Wednesday, 3 December 2014

Mahyudin Yacub Bagikan Kartu ‘’Sakti’’


POLITIK RM – Jurus ‘’kartu sakti’’ Jokowi bakal merembet ke daerah. Kabarnya tim pemenangan bakal calon (Balon) Bupati Mukomuko, Mahyudin Yacub,SIP mulai bergerak membagikan puluhan ribu kartu. Mereka turun ke desa, bertemu langsung dengan masyarakat.  Mulai dari kalangan tokoh masyarakat, pemerintah desa hingga masyarakat biasa. Kemarin, tokoh masyarakat pekal, Saidil Ma’rub, tokoh masyarakat Malin Deman, Hamdan bersama ketua tim pemenangan, Drs. Gunawan Nur menyempatkan diri singgah ke redaksi Radar Mukomuko (RM) untuk menyatakan kesiapan Mahyudin alias Jhon untuk menjadi calon Bupati Mukomuko periode 2015-2020. 
Saidil Ma’rub menyampaikan, pihaknya akan mengunjungi sejumlah desa di dareah ini dengan tujuan menjalin silaturahmi dengan masyarakat. Selain itu, sekaligus mengenal sosok calon bupati yang bakal didukung pada periode Pilkada mendatang.
‘’Kita mencoba untuk berjuang, dengan bertemu langsung dengan masyarakat. Dengan demikian, kita sekaligus memperkenalkan sosok calon yang akan maju pada Pilkada nanti. Kita dari masyarakat pekal, yang siap memberi dukungan kepada Mahyudin,’’ kata Saidil.
Hamdan selaku tim keluarga, ia juga menyampaikan keseriusan Mahyudin untuk maju juga mendapat dukungan dari pihak keluarga. Bahkan telah dirapatkan sebelumnya, bahwa dari pihak keluarga besar siap untuk pasang badan memberi dukungan kepada Mahyudin.
‘’Setelah kami mempertimbangkan, insyaallah Mahyudin tidak mengecewakan keluarga untuk maju menjadi bupati. Dengan demikian, kami dari pihak keluarga besar telah menemukan kata sepakat untuk mendorong keinginan beliau,’’ kata Hamdan.
Baik dari kemampuan mental, fisik, kecerdasan dan kemampuan,menurut Hamdan, Mahyudin diperkirakan memiliki kesiapan untuk memimpin daerah ini. Begitu juga dari sisi pendanaan, ia mengakui Mahyudin telah mempersiapkan hal itu.
‘’Mangkanya kami dari tim juga tidak ragu lagi, apakah dipilih rakyat atau melalui dewan. Yang lebih menguatkan niat kami untuk memberi dukungan, adalah ketika Mahyudin menyebutkan bahwa dirinya tidak mencari kekayaan jika amanah menjadi pemimpin itu dititipkan kepadanya. Kalau soal kekayaan, mungkin sudah cukup melalui bisnis dan usaha yang sedang dijalaninya saat ini,’’ papar Hamdan.
Selain itu, Gunawan Nur, juga menyampaikan, tim sudah bergerak dan bertatap muka langsung dengan masyarakat sejak pekan lalu. Menurut Gunawan, pihaknya mencoba untuk memberikan pandangan sekaligus meminta infput dari masyarakat, sosok pemimpin yang diinginkan masyarakat.
‘’Kita memang sudah mulai bergerak untuk mensosialisasikan bakal calon bupati yang siap untuk membangun daerah ini. Di samping itu, kita juga mencoba untuk menampung aspirasi masyarakat, bagaimana sosok seorang pemimpin yang layak menurut mereka untuk membangun daeah ini kedepan. Untuk sementara ini, kita sudah mengunjungi beberapa desa, dan ini terus berlanjut hingga Pilkada mendatang. Adapun dalam kegiatan ini, kami tetap menjaga keharmonisan dengan tim calon yang lain, dijamin tidak ada politik hitam,’’ demikian Gunawan. (nek)

Sapuan Dinilai Lebih Unggul
POLITIK RM – Menurut penilaian dari tokoh masyarakat Kecamatan Pondok Suguh, Syahril untuk saat ini, H. Sapuan, SE, MM, Ak, CA lebih unggul dari kandidat calon bupati lainnya. Alasannya Sapuan yang bukan seorang pejabat, sudah melakukan banyak hal untuk masyarakat. Sebagai contoh adalah keberadaan 3 unit ambulance dan juga perhatiannya kepada masyarakat, yang selalu ada setiap saat.
Dikatakan Suahril, sebagai tokoh yang tidak memihak kepada calon manapun untuk sementara ini, menurutnya posisi Sapuan saat ini lebih unggul dari kandidat manapun. Jika Pilkada dilakukan sekarang, ia yakin Sapuan akan mendapat dukungan maksimal. Sebab masyarakat mengakui, jika Sapuan cukup peduli dengan masyarakat. Sebagai tokoh dan bukan pejabat, menyediakan ambulan dan rutin menyerahkan bantuan saat ada bencana dan berbagai dengan anak yatim dan orang miskin merupakan hal yang sangat luar biasa.
‘’Saya bukan timnya, namun secara jujur kita harus akui, karena berani berbuat dan pedulu dengan warga, saat ini Sapuan jauh lebih unggul dari kandidat lainnya,’’ kata Syahril.
Masih disampaikan Syahril, kandidat lain selama ini juga terus melakukan pendekatan kepada masyarakat. Namun karena baru sebatas menyampaikan ingin maju, tapi belum berbuat nyata, tanggapan warga masih minim. Meski nama mereka dikenal, tapi bukan berarti akan mendapat dukungan. Posisi paling kuat kandidat bupati dapat berubah setiap saat, semua tergantung gerakan yang dilakukan oleh yang  bersangkutan.
‘’Ini sementara, kita lihat saja kedepannya, semua bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung kegiatan sosialisasi yang dilakukan calon tersebut,’’ tutupnya.(jar)


PKS dan Balon-Bup Masih Saling Lirik
POLITIK RM – Sampai saat ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum menetapkan, siapa kandidat bupati Mukomuko yang bakal diusungnya. Alasannya tetap serupa, masih menunggu kepastian kedudukan aturan pemilihan kepala daerah. Namun demikian, partai beridiologi islam ini mengaku sudah melirik beberapa kandidat untuk diseleksi sebagai calon bupati. Dilain sisi beberapa tokoh, baik dari kader atau non kader sudah melakukan pendekatan dengan PKS.
Disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Mukomuko, Andy Suhary, SE, M.Pd untuk calon yang mendekati partainya sudah cukup banyak. Namun belum ada deal untuk sama-sama memenangi Pilkada kelak. Dilain sisi, ia juga mengakui jika ada beberapa tokoh yang tengah dipelajari oleh PKS.
‘’Kita tentu terus menyiapkan diri untuk menghadapi Pilkada, ada beberapa kandidat bupati yang tengah kita pelajari, baik kesiapannya maupun keinginan dari masyarakat terhadap bersangkutan. Mudahan akan ada salah satu yang sesuai dengan misi dan visi partai,’’ kata Andy.
Lanjutnya, PKS akan menetapkan calon bupati setelah ada kepastian sistem pemilihan dari pusat. Karena segala sesuatunya harus jelas, itu akan mempengaruhi bagaimana kesiapan partai untuk memenangkan calon bupati. Target dari PKS, calon bupati yang diusung harus keluar sebagai pemenang  pemilu dan siap membangun daerah secara maksimal.
‘’Kalau kita menargetkan calon bupati yang diusung menang, memenangkannya adalah tugas dari PKS. Maka kita perlu kepastian sistem pemilihan, rumusnya akan beda, antara pemilihan oleh dewan dengan dipilih rakyat,’’ tegas Andy.
Masih Andy calon bupati akan ditetapkan lewat musyawarah partai dari tingkat kabupaten hingga tingkat pusat. Mereka dari DPD akan mengusulkan beberapa nama, kemudian disampaikan ke DPW dan DPP. Baru setelah itu dilakukan musyawarah bersama. Siapapun calon yang diusung, harus dimenangkan oleh setiap kader.
‘’Tentau ada jenjangnya, kalau untuk calon bupati berasal dari kita dibahas bersama. Karena calon itu kedepan bakal menjadi tanggungjawab bersama memenangkannya,’’ tutup Andy.(jar)