Friday, 13 February 2015

Sapuan Sudah Kunci 3 Parpol?


METRO – Salah satu bakal calon bupati kuat Mukomuko, H. Sapuan, SE,AK,MM,CA telah meminang setidaknya 7 partai politik (Parpol), sejak dibukanya pendaftaran oleh masing-masing partai. Diantaranya Hanura, PKB, PPP, PKPI, PDI Perjuangan, Golkar dan PKPI, termasuk dengan petinggi PKS isunya sudah ada pembicaraan serius. Kabarnya saat ini Sapuan sudah mengunci atau memastikan dukungan dari 3 partai politik dengan total kekuatan 8 kursi dewan. Namun partai mana saja belum bisa dijelaskan rinci. Walau demikian Sapuan belum puas, ia masih berjuang untuk memboking beberapa partai lagi, demi melenggang BD 1 N Mukomuko.
Novesta Herman, salah seorang dekat Sapuan mengakui jika sudah mengajukan lamaran ke setiap partai politik yang memberi kesempatan. Namun ada beberapa partai dipastikan tidak akan dilamarnya karena alasan pribadi dan juga disebabkan suatu hal. Terkait dengan isu Sapuan sudah mengunci dukungan dari beberapa partai, Herman enggan memberi bocoran yang sebenarnya. Namun soal pembicaraan serius dengan beberapa partai, Herman tidak membantahnya.
‘’Memang lamaran sudah kita ajukan, ada beberapa partai yang memang tidak kita lamar, karena ada hal pribadi. Dengan setiap partai ada pembicaraan serius, mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat. Namun soal dukungan yang sudah pasti, kita belum bahas itu, yang jelas ada dukungan dari partai,’’ paparnya.
Lanjutnya, Sapuan tidak akan bersama tiga partai saja, diupayakan sebanyak-banyaknya. Karena semakin banyak kawan dalam berjuang maka kemenangan lebih dekat. Selain itu juga membangun daerah tidak bisa oleh beberapa orang saja, melainkan perlu dukungan dari banyak pihak, terutama para wakil rakyat. Untuk saat ini status semua partai yang dilamar sama, tergantung dari hasil penilaian nantinya.
‘’Kita usahakan dukungan sebanyak-banyaknya, selain target menang, memang untuk membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri, butuh banyak orang yang bekerja dan berpikir,’’ paparnya.
Sapuan sendiri saat diminta tanggapannya belum mau banyak memberi penjelasan, yang jelas upaya untuk mendapat dukungan dari partai politik terus ia lakukan. Untuk fokus ke politik, ia masih menunggu ketetapan aturan Pilkada. Juga karena sekarang disibukkan oleh pekerjaan dan kegiatan lainnya. Rencannya dalam waktu dekat ia akan pulang kampung dan mulai mempersiapkan diri.
‘’Sekarang kita masih menunggu, yang jelas sebagaimana permintaan dari partai kita ikuti. Mudah-mudahan ada dukungan maksimal, fokus saya masih pada pekerjaan, waktu Pilkada masih lama dan aturan mainnya juga belum final,’’ tutupnya.(jar)

Thursday, 12 February 2015

Huda Tak Persoalkan, Satu Paket Atau Tidak



METRO – Wakil Bupati Mukomuko, Choirul Huda, SH yang merupakan salah satu kandidat kuat calon bupati Mukomuko tak persoalkan Pemilihan bupati satu paket atau tidak. Jika memang harus ada wakil, maka ia siap berkolaborasi dengan putra terbaik Mukomuko lainnya. Jikapun hanya wakil bupati, setelah terpilih ia juga akan mencari wakil yang betul-betul berkompeten dan siap bekerjasama membangun daerah untuk kesejahteraan masyarakat.
Dijelaskan Huda, siapa bupati mendatang adalah sesuai dengan keinginan masyarakat. Ia yakin masyarakat ingin calon terbaik untuk menjabat bupati. Jika memang ia diinginkan, maka tanpa wakilpun dalam pemilihan, ia akan mendapat dukungan dari masyarakat.  Namun kalau memang diminta harus satu paket, maka ia akan memilih wakil tarbaik yang selalu siap bekerjasama membangun dan mensejahterakan masyarakat.
‘’Soal menang atau tidak itu tergantung keinginan rakyat, yang jelas kita selalu siap sesuai aturan yang ada. Masyarakat ingin bupati terbaik dan diyakini mampu membangun daerah,’’ kata sosok yang dikenal agamis ini.
Lanjutnya, saat ini ia fokus menyiapkan perahu sebagai syarat mendaftar ke KPU dan sebagai kawan yang diharapkan dapat mengantar dirinya sebagai pemenang Pilkada. Untuk wakil Huda masih menunggu ketetapan resmi undang-undang hasil revisi dari Perppu. Wakil bisa saja dari partai politik ataupun non partai. Untuk menentukannya tentu ia minta pertimbangan dengan tokoh masyarakat dan terutama partai pengusungnya kelak.
‘’Sekarang kita fokus dulu untuk mengajak partai politik bersama-sama, setelah itu baru kita pikirkan wakil, untuk memutuskannya tentu perlu konsultasi dengan tokoh masyarakat dan keputusan bersama dengan partai pengusung,’’ tutup Huda.
Wakil Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPR Saan Mustopa mengakui ada empat poin yang masih menjadi perdebatan. Yakni, waktu pelaksanaan pilkada, ambang batas kemenangan, paket pimpinan kepala daerah, dan syarat pendidikan kepala daerah. Hanya ada satu poin yang disepakati, yakni terkait dengan penyelenggara pilkada. ”Tetap KPU yang menyelenggarakan,” ujarnya.
 Yang tidak kalah alot adalah perdebatan terkait dengan paket pimpinan kepala daerah. Saan menyatakan, ada fraksi yang menginginkan kepala daerah dan wakilnya dipilih satu paket. Namun, ada juga yang berpendapat hanya kepala daerah yang dipilih. Wakilnya nanti dipilih langsung oleh kepala daerah. Demokrat dan PDIP sepakat dengan opsi kedua.
Anggota baleg dari PDIP Arif Wibowo mengatakan, syarat pendidikan tidak penting untuk dibahas. Sebab, saat ini syarat pendidikan untuk menjadi presiden hanya SMA. Menurut dia, tidak ada korelasi antara pendidikan dan kemampuan seseorang. ”Itu poin yang tidak perlu diubah. Cukup SMA,” ujarnya. Untuk paket dan nonpaket, Arif menjelaskan PDIP memilih nonpaket. Alasannya, tidak sedikit wakil kepala daerah yang ingin menjatuhkan pimpinan daerah setelah dilantik. Konflik itu dipicu lantaran tidak ada kesamaan visi antara keduanya.(jar/net)

Isunya Ditawari Cawabup, Agus Harvinda Tersenyum
//KNPI Dukung Calon Yang Menang
METRO – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD-KNPI), Agus Harvinda, ST,M.Si isunya dilirik oleh beberapa kandidat calon bupati Mukomuko untuk pendamping atau wakil Bupati. Sosoknya dianggap bisa mengakamodir suara generasi muda di ‘’Kapuang sakti ratau batuah’’ ini. Saat ditanyai langsung, Agus Harvinda tidak membantah dan tidak menolak, pula tidak membenarkan isu tersebut, ia hanya tersenyum.
Dikatakan Harvinda, untuk persoalan yang satu ini perlu dipikir masak-masak. Selain belum begitu bersemangat terjun ke dunia politik bebas ini, Harvinda juga tampaknya masih begitu menikmati statusnya sebagai PNS. Sebab maju pada Pilkada, sesuai undang-undang ASN, PNS harus mengundurkan diri.
‘’E, kalau masalah itu kita belum bisa memberi statemen lantang, perlu dipikir masak-masak. Sebagai PNS kita harus siap mengundurkan diri, sebab sudah diatur dalam Undang-undang ASN,’’ kata Harvinda.
Terkait dengan arah politik KNPI yang dipimpinnya, Harvinda memastikan tidak ada calon yang maju mengatas namakan utusan dari KNPI. Sebagai induk organisasi kepemudaan KNPI dipastikan bersikap netral. Namun demikian KNPI akan memberi dukungan penuh kepada calon bupati yang keluar sebagai pemenang Pilkada kelak. Dukungan diberikan dengan cara ikut menyukseskan program pemerintah bersama-sama.
‘’Kami tetap netral pada Pilkada kelak, tidak ada calon utusan KNPI, jikapun ada kader KNPI yang maju bukan atas nama organisasi. Kita akan memberi dukungan kepada bupati yang terpilih kelak,’’ katanya.
Masih Harvinda, KNPI akan ikut menyukseskan Pilkada dengan cara sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, tanpa mengarahkan kepada salah satu kandidat. Bahkan juga ikut mengawasi jalannya persaingan para kandidat, agar semua berjalan dengan sportif dan bermakna.
‘’Sebagai organisasi kita tentu harus ikut menyukseskan pesta rakyat, namun tidak mendukung salah satu kandidat,’’ tutupnya.(jar)

Diparkir, Kasmidi : Sarat Politik
//Pergerakan Mutasi Belum Berhenti
METRO – Sebagaimana prediksi semula, puncak dari mutasi dengan sistem cicilan, Jumat (6/2) lalu mutasi besar-besaranpun terjadi. Dimana 56 pejabat dari eselon II, Eselon III dan Eselon IV masuk daftar mutasi, rotasi dan promosi. 12 orang pejabat yang tidak hadir dijadwalkan hari ini dilantik, kemungkinan bersamaan dengan mutasi pejabat lainnya. Yang jelas, isunya mutasi kali ini bukan pemungkas, akan ada mutasi berikutnya. Beberapa pejabat eselon II berpeluang masuk kotak, bersamaan dengan naiknya pejabat yang selama ini dinonjobkan. Diantara nama-nama pejabat yang diisukan bakal muncul kembali sebagai pemegang jabatan setrategis adalah, mantan Sekda BM Hafrizal,SH, Drs. H Bustari Maler, M.Hum mantan Sekwan dan eks kepala BPMPD Jasni Bahari, S.Pd serta beberapa nama lainnya.
Salah seorang pejabat senior yang juga adalah tokoh pemekaran Mukomuko, Ir. Kasmidi Kasim yang dinonjobkan dari Asisten I ke staf Ahli menilai mutasi kali ini sarat dengan politik.
‘’Mutasi ini sarat dengan kepentingan politik,’’ ujar Kasmidi singkat saat dihubungi via telepon genggam.
Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Jodi, S.Pd yang dipindahkan sebagai camat Teras Terunjam menilai mutasi adalah hak dari atasannya. Ia tidak mempermasalahkan jabatan barunya ini. Apalagi Teras Terunjam merupakan tempat ia bertugas sebelumnya.
‘’Apapun tugas yang diberikan pimpinan kepada kita, akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya. Dimana saja ditempatkan bagi saya semua sama. Saya yakin pejabat yang baru nanti lebih baik lagi. Selama 5 bulan saya menjadi Kasatpol PP, komplek pemda sudah bebas dari kotoran ternak,’’ungkap Jodi.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan  (BKPPD) yang baru saja dilantik, Seri Utami, S.Pd tidak membenarkan isu akan ada mutasi susulan tersebut. Bahkan ada kemungkinan mutasi kemarin, merupakan pergeseran pejabat terakhir pada tahun ini atau selama masa jabatan bupati sekarang.
‘’Insaallah ini mutasi yang terakhir tahun ini, besok (hari ini red) ada 12 orang yang tidak hadir saat mutasi akan dilantik,’’ujar Seri Utami.
Adapun pejabat yang dimutasi Jumat lalu, diantaranya Drs. Nur Alam dari jabatan lama sebagai kepala BKKB dan PP menjadi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Kepala DKP sebelumnya Junaidi, SP dinonjobkan sebagai staf ahli bidang pemerintahan. Kepala BKKB dan PP yang baru H. Badri Rusli, SH yang sebelumnya parkir di staf ahli. Drs. Arinal Basri yang sebelumnya juga sebagai staf ahli naik menjadi asisten I atau bertukar tampat dengan Ir. Kasmidi Kasim. Jodi,S.Pd yang sebelumnya menjabat Kepala Satpol-PP berganti jabatan dengan camat Teras Terunjam Drs. Khairul Anwar. Seri Utami dari sekretaris promosi ke jabatan baru sebagai kepala BKPPD Mukomuko. Sardi,A.Ma yang sebelumnya parkir selaku fungsional umum di BKKB dan PP ditarik mendampingi Seri Utami di BKPPD dengan jabatan sekretaris. Amirudin sebelumnya sekretaris BPMPD pindah dalam jabatan yang sama di Disporapar atau berganti tempat dengan Sabrin, S.Sos. Selain nama-nama diatas terdapat 47 orang eselon III dan IV yang juga bergeser.(dul) 


Ichwan Lebih Pede Dijalur Independent
POLITIK RM – Walau mengajukan lamaran ke beberapa partai politik, namun Bupati Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM tampaknya lebih nyaman maju sebagai calon Gubernur Bengkulu melalui jalur independent. Alasannya lebih merakyat dan peluang untuk menang juga sangat besar. Karena sejak awal mengumpulkan dukungan, calon independent telah bersama-sama dengan masyarakat.
Diminta keterangannya, Ichwan menjelaskan maju melalui jalur dukungan nyata, membuat ia lebih leluasa bergerak dan berhubungan dengan masyarakat. Program yang akan ia usung pada Pilkada semuanya berdasarkan keinginan rakyat tanpa ada campur dengan visi dan misi partai politik. Saat ini ia sudah menyiapkan 50 ribu poto Copy KTP dari 150 ribu yang dibutuhkan. Ia optimis sampai jadwal pendaftaran ke KPU, semuanya terpenuhi.
‘’Maju independent jauh lebih leluasa, kita takut dikemudian hari ada permasalahan serta perbedaan visi dan misi dengan partai. Karena pada akhirnya dapat merugikan masyarakat. Sekarang sudah terkumpul 50 ribu dukungan dari masyarakat, saat mendaftar kelak kita akan membawa dukungan 150 ribu paling minim,’’ kata Ichwan.
Namun demikian, tidak menutup kemungkinan ia akan maju melalui jalur partai politik, jika memang ada dukungan sesuai syarat. Selain itu partai yang mengusungnya harus menerima visi dan misi kerakyatan yang akan ia dengungkan. Ia juga mengakui mendapat dukungan dari partai politik sesuai persyaratan cukup berat, sebab semua calon mengajukan lamaran ke partai. Ia sendiri sudah mengajukan dukungan ke beberapa partai politik seperti PDI Perjuangan, Gerindra, Partai Demokrat dan partai lainnya.
‘’Saya berencana maju melalui jalur independent, bukan karena menggunakan partai tidak ada peluang. Kita juga siap maju melalui pertai kalau memang diinginkan partai sesuai ketentuan,’’ ungkapnya.
Masih disampaikan Ichwan disela-selaka kegiatan penanaman padi menggunakan mesin kemarin lusa, tim kemenangannya yang dinamai, relawan Ichwan for gubernur semakin menyebar. Disebagian besar kabupaten, kota dan kecamatan telah dibentuk, sekarang masih terus berlanjut penguatan relawan di berbagai daerah. Mereka yang sudah dibentuk mulai bergerak mengumpulkan dukungan nyata dari masyarakat.
‘’Memang kita sudah ada melakukan pendaftaran ke beberapa partai seperti PDIP dan Gerindra. Namun kita masih terus melakukan perundingan dengan mereka, kalau memang sesuai nanti kita jalan. Kalau boleh memilih saya akan tetap maju independent. Untuk saat ini dari 150 ribu syarat, tim kita sudah kumpulkan 50 ribu KTP.  Selain itu saya juga sudah masuk ke semua kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu dan membentuk tim kemenangan,’’ demikian Ichwan.(lia)