Thursday, 5 March 2015

PAW Diproses KPU Provinsi, Gusti Hampir Pasti Gantikan Khairanzar

METRO – Peluang Ramadan Gusti, SH untuk duduk di Komisi Pemilihan Umum (KPU) terbuka lebar. Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 15 tahun 2011 tentang perlengkapan pemilih, pasal 27 ayat 5 huruf C, anggota Kpu Kab/Kota digantikan oleh calon anggota kpu kab/kota urutan berikutnya dari hasil pemilihan yang dilakukan oleh KPU provinsi. Artinya Gusti yang berada di posisi 6 punya kans besar diangkat untuk menggantikan Khairanzar yang mundur lantaran memilih CPNS.
Adapun isi lengkap UU tersebut adalah, Penggantian antar waktu anggota KPU, KPU Provinsi, atau KPU Kabupaten/Kota yang berhenti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan ketentuan: a. Anggota KPU digantikan oleh calon anggota KPU urutan peringkat berikutnya dari hasil pemilihan yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra, mengakui mereka akan melaksanakan PAW sesuai dengan UU nomor 15 tahun 2011 tersebut. Kecuali ada persoalan yang dapat membatalkan yang bersangkutan, maka dirubah ke posisi berikutnya. Yang jelas KPU akan melakukan pengecekan kembali terhadap adminitrasinya serta memanggil langsung urutan hasil tes sebelumnya.
‘’Kami akan memprosesnya sesuai yang diatur dalam UU Nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu pasal 27 ayat 5(c); anggota KPU kab/kota digantikan oleh calon anggota KPU kab/kota urutan berikutnya dari hasil pemilihan yang dilakukan oleh KPU provinsi,’’ kata Irwan.
Ia juga mengakui jika surat pengunduran dari Khairanzar yang memilih menjadi CPNS sudah diterima. Sekarang sedang dalam proses untuk dikeluarkan surat pemberhentian secara resmi. Setelah itu, KPU Provinsi Bengkulu langsung melaksanakan penetapan penggantinya. Jangka waktunya tidak akan lama, karena mengingat KPU sedang bersiap menghadapi Pilkada.
‘’Surat pengunduran diri beliau sudah kami terima, dan untuk penggantian antar waktu, segera akan kami proses,’’ tegasnya.
Sebelumnya, Khairanzar menyatakan bahwa ia sekarang sudah resmi tidak lagi sebagai komisioner KPU. Karena berdasarkan aturan yang berlaku, anggota KPU harus bekerja penuh. Sementara sebagai CPNS ia tidak mungkin dapat maksimal. Peryantaan mundurya sebagai anggota KPU juga telah disampaikan ke Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Mukomuko dan Sekda.
‘’Karena saya sudah mundur, maka saya sudah melepas semuanya yang berhubungan dengan komisioner KPU, baik itu hak ataupun kewajiban. Saya berharap dengan keputusan ini semuanya dapat semakin membaik,’’ ujarnya.(jar)

6 Balon Daftar ke NasDem, Anak Amandeka Amir Muncul
METRO – Hingga kemarin, sebanyak 6 politisi sudah mengambil berkas pendaftaran bakal calon bupati ke Partai NasDem. Namun hanya H. Sapuan, SE,Ak,MM,CA yang sudah mengembalikannya sesuai persyaratan yang diminta partai. Anehnya ada beberapa wajah baru yang ikut ambil berkas, salah satunya adalah, Edi Gunawan Amandeka yang merupakan anak dari Amandeka Amir, mantan caretaker Bupati Mukomuko dan sempat mencalon pada Pilkada 2005 lalu. Selain itu, politisi PKP Indonesia, Wisnu Hadi, SE, Firmansyah Zakaria, Choirul Huda, SH, dan ketua DPD NasDem sendiri, Busri.
Staf penerima berkas, Rudhi mengakui sampai kemarin 6 berkas sudah berjalan dan baru 1 yang kembali, yaitu atas nama Sapuan. Selebihnya belum kembali, diperkirakan dalam dua hari ini semuanya sudah lengkap. Karena tim seleksi mulai melakukan penyeleksian berkas dan pengujian kandidat.
‘’Kalau yang mengambil berkas sudah 6 orang, termasuk ketua partai, juga ada Edi Amandeka dari Ipuh, namun baru Sapuan yang melengkapi berkasnya,’’ kata Rudhi.
Sekjen DPD NasDem, Musfar Rusli juga mengakui jumlah pendaftar telah mencapai 6 orang, hingga hari ini mereka masih menunggu pendaftar berikutnya. NasDem akan memberi kesempatan yang sama kepada siapa saja yang ingin mendaftar. Karena calon yang direstui sesuai hasil pengujian oleh tim seleksi, tidak ada keistimewaan bagi kader sendiri.
‘’Kami dari awal sudah memberi kesempatan sebesar-besarnya bagi calon yang ingin mendaftar. Untuk seleksi semua sama, tidak ada keistimewaan, sebab NasDem ingin mencari calon terbaik,’’ paparnya.
Ketua DPD NasDem sendiri, mengakui jika penetapan calon bupati melalui seleksi ketat. Pengurus kabupaten hanya merekomendasikan beberapa nama ke pusat, selanjutnta dilakukan rapat bersama untuk menetapkan calon yang diusung. Untuk tingkat kabupaten, tim penguji sudah ditetapkan yang diketuai oleh Supardji, S.Pd.
‘’Kita sesuai dengan perintah dari pusat, sekarang diterima dulu, nanti diseleksi, mana yang pantas direkomendasikan ke pusat,’’ tegas Busril.
Ir. Zulfani Jamal yang menyerahkan berkas Sapuan, mengaku sudah melengkapi persyaratan sesuai dengan permintaan dari partai. Sapuan sendiri tidak bisa hadir karena ada kesibukan lain di Jakarta. Ia yakin NasDem akan selektif dan objektif menjaring calon bupati. Sapuan sudah menyetakan kesiapannya untuk memenuhi semua ketentuan yang diinginkan oleh NasDem.
‘’Kami dari keluarga sudah menyampaikan berkas sesuai keinginan dari Sapuan, yang jelas kita menunggu persetujuan dari partai, Sapuan menginginkan NasDem bersamanya kelak,’’ tutup Zulfani.(jar)

Wismen Redup, Busril Siap Gandeng Sabar
METRO – Wismen A Razak yang sempat menggebu-gebu akan maju sebagai bakal calon bupati, belakangan mulai meredup. Isunya salah seorang pengurus pusat NasDem ini menunda rencananya tersebut. Namun bukan berarti NasDem tidak menyiapkan kadernya untuk berlaga pada Pilkada kelak. Kabarnya ketua DPD NasDem Mukomuko yang juga salah seorang anggota DPRD Mukomuko, Busril siap maju, bahkan ia sudah menetapkan berpasangan dengan mantan ketua DPRD Mukomuko, H. Paulus Sabar Sudio, S.Sos.
Ditemui di sekretariat NasDem Mukomuko, Busril mengakui sudah mendaftar sebagai salah satu bakal calon bupati di NasDem. Ia niat maju bukan karena ada alasan tertentu, melainkan lantaran merasa sudah siap. Anggota Komisi I ini juga mengakui jika memang mendapat restu dari partai, ia akan berpasangan dengan Sabar. Partai lain yang juga bakal diupayakannya bisa memberi dukungan, diantaranya Hanura, juga beberapa partai lain. Ia tidak muluk-muluk, mencari dukungan partai sesuai syarat yang diminta KPU saja.
‘’Kalau nanti partai mendukung, kita serius akan maju pada Pilkada, NasDem ada 3 kursi, artinya kami hanya mencari dukungan 2 kursi lagi, Hanura sudah kita lobi. Pasangan sudah kita tetapkan, pak Sabar,’’ katanya.
Lanjutnya, terkait dengan peluangnya diusung NasDem, Busril mengakui sama dengan kandidat lain yang mendaftar ke NasDem. Karena seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari kabupaten hingga pusat. Ia juga mengklaim sudah siap secara finansial dan mental untuk bersaing dengan calon lain, merah dukungan dari partai, ataupun mendapat dukungan dari masyarakat.
‘’Kita sekarang berjuang dulu, untuk mendapar restu dari partai, jika memungkinkan kita sangat siap, kita sudah memahami bagaimana kerasnya persaingan pada Pilkada kelak,’’ tutupnya.(jar)

Selisih 1 Suara Jadi Bupati, Persaingan Bakal Lebih Sengit
METRO – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan digelar Desember kelak bakal lebih sengit. Masing-masing kandidat akan berjuang habis-habisan untuk mengalahkan lawan-lawannya. Siapa yang memperoleh suara terbanyak, maka ia akan memimpin Mukomuko untuk 5 tahun mendatang. Sebab berdasarkan undang-undang terbaru Pilkada, hasil revisi Perppu, pemilihan hanya 1 putaran saja. Suara terbanyak akan keluar sebagai pemenang walau hanya lebih 1 suara dari lawannya.
Salah seorang tokoh masyarakat Mukomuko yang juga dosen Fakultas Hukum Unib, H. Hamdani Makir,SH,M.Hum mengatakan Pilkada kali ini warna politiknya bakal lebih ramai. Sejak awal persaingan bakal panas, karena setiap calon ingin meraih dukungan maksimal. Mereka tidak lagi menargetkan berapa persen, sebab tidak ada batasan angka aman, yang jadi target mereka bagaimana bisa meraih dukungan lebih banyak dari calon lain. Satu suara saja akan menentukan nasib masing-masing untuk berikutnya.
‘’Aturannya adalah suara terbanyak, Pilkada tidak lagi menggunakan sistem dua putaran. Maka mau tidak mau persaingan bakal lebih sengit, sebab satu suara menentukan status para calon,’’ katanya.
Lanjutnya, pengawasan perlu ditingkatkan pada Pilkada kelak, karena untuk mencapai tujuan, kandidat atau tim pendukungnya bisa berbuat lebih nekad lagi. Peluang pelanggaran paling banyak adalah praktek money politik atau pengerahan dukungan oleh atasan kepada bawahannya, diantaranya adalah melibatkan PNS dalam politik. Selain itu juga politik hitam lain yang dapat mencidrai demokrasi yang diinginkan masyarakat.
‘’Jelas Pilkada akan lebih rawan terhadap dugaan pelanggaran dan sebagainya, maka harus betul-betul melakukan pengawasan dengan maksimal, masyarakat perlu bijak dan menolak calon yang membuat pelanggaran,’’ tegasnya.
Masih Hamdani, Pilkada kali ini harus menghasikan pemimpin yang betul-betul lebih baik lagi dan profesional dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Sehingga tujuan pembangunan yang dicita-citakan tercapai. Masyarakat harus menolak pemberian dari calon yang sifatnya money politik, karena calon yang berani bayar, niatnya diragukan setelah terpilih kelak.
‘’Masyarakat harus lebih cerdas, kita butuh bupati yang bisa membangun daerah, jangan malah bupati yang memanfaatkan kekuasaannya untuk menindas atau mengayakan diri semata,’’ tutupnya.(jar)


Dapat Sinyal Dari Gerindra, Burhandari Giat Blusukan
METRO – Burhandari, S.Pd, M.Si adalah salah satu dari kandidat bupati Mukomuko yang diprediksi banyak pihak bakal menjadi pesaing berat bagi Choirul Huda, SH, Sapuan, SE,Ak,MM,CA dan kandidat lainnya. Ia punya modal awal, dikenal oleh masyarakat Mukomuko, karena selama menjabat  sebagai anggota DPRD Mukomuko dan dewan Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko, ia dianggap bisa mengemban amanah yang diberikan. Maka wajar Gerindra turut mencantumkan profilnya ke pusat untuk diusung sebagai calon bupati bersamaan dengan kandidat lainnya.
Bersamaan dengan itu, sejak beberapa waktu lalu Burhandari yang sudah mendapat pengakuan  dari PKS, mulai bergerak aktif membangun kekuatan di tengah masyarakat. Untuk Dapil III, sudah digarapnya secara total, semua kecamatan telah didatangi. Juga ia telah belukan di Dapil II dari jauh-jauh hari. Dalam waktu dekat, Burhandari mulai serius merapat ke Dapil I, ia akan mendatangi setiap kecamatan untuk menyampaikan pamitan pada masyarakat.
Dikatakan Burhandari, ia akan berjuang secara maksimal untuk mendapat pangakuan dari partai politik. Harapannya semua partai bisa menetapkan kandidat bupati secara objektif dan selektif. Gerindra merupakan salah satu partai yang ditargetkannya bisa bersama-sama pada Pilkada kelak. Karena partai berlambang kepala Garuda merupakan partai pemenang pemilu yang dipastikan memiliki massa pendukung cukup banyak.
‘’Mudah-mudahan saja semuanya berjalan lancar, yang jelas kita siap berjuang untuk memenangi Pilkada, kami segera bergerak ke Dapil I untuk turing menyampaikan maksud dan tujuan menuju Pilkada kelak. Mudah-mudahan Gerindra bisa memberi dukungannya kepada kita,’’ kata Burhandari.
Burhandari menargetkan dukungan penuh dari partai koalisi merah putih. Dalam hal ini  Gerindra, PKS, PAN, PPP dan Demokrat. Jika tidak seluruhnya ia hanya butuh tambahan dukungan 3 kursi dewan lagi. Selain itu saat ini tim seleksi Cawabup juga sudah mulai bergerak, ada beberapa nama bakal kandidat yang masuk dalam pantauan dan tengah dikaji lebih jauh.
‘’Kita berusaha maksimal untuk mendapat pengakuan dari partai, sebetulnya 3 kursi sudah cukup untuk mendaftar ke KPU ditambah dengan 2 kursi PKS. Kalau memang memungkinkan kita ingin bersama dengan seluruh partai merah putih,’’ tutupnya.(jar)