Thursday, 19 March 2015

Wakil Sapuan Dapil I, Wakil Huda Dapil III

Nama Inzani dan Umar Murasyd Menguat
METRO – Berdasarkan informasi teranyar, Choirul Huda,SH kemungkinan besar tidak mengambil wakil dari Dapil I ataupun Dapil II. Ia kabarnya sudah hampir pasti, memilih wakil dari Dapil III. Sementara Sapuan, SE, Ak,MM,CA juga diisukan sudah hampir pasti memilih wakil dari kalangan trans dan berasal dari Dapil I. Namun siapa tokoh tersebut, sampai sekarang belum ada yang buka-bukaan.
Untuk wakil Huda, jika benar-benar dari Dapil III, kemungkinan besar adalah Inzani Muhammad. Juga berpeluang dua mantan dewan, H. Suharto dan Haidir, S.IP. Untuk wakil Sapuan sendiri sejauh ini yang menguat adalah, kader PKB, Umar Murasyd kemudian Mujiono, S.IP dari PDI Perjuangan. Nama lain dari tokoh jawa adalah, Ngadiono kepala UPTD pengairan dan Safaat, S.HI anggota DPRD Mukomuko dari Dapil II.  
Diminta tanggapannya, Huda mengaku belum memastikan siapa calon wakilnya kelak. Yang jelas ia bersama timnya akan mempertimbangkannya dengan matang. Wakil bupati aktif ini, mengaku banyak mendapat masukan jika wakilnya harus dari Dapil III. Ini akan menjadi pertimbangan sendiri bagi dirinya. Bagaimana dengan nama Risber? Huda mengaku cukup baik, namun status sebagai PNS nya bakal menjadi kendala.
‘’Kemungkinan saja dari Dapil III, yang jelas kita pertimbangkan dulu, kita butuh masukan dari semua pihak, juga atas dasar isu di media massa,’’ katanya.
Novesta Herman, yang merupakan orang dekat Sapuan, mengakui jika wacananya wakil Sapuan dari Dapil I dan sesuai masukan dari berbagai pihak, kemungkinan dari kelangan Jawa. Sekarang ada beberapa nama yang tengah dipelajari. Yang jelas bukan dari kalangan PNS, tetapi merupakan orang-orang partai politik. Mereka baru umumkan wakilnya setelah memastikan partai pengusung.
‘’Kita lihat saja nanti, gambaran awalnya dari Dapil I dan adalah kalangan Jawa. Ini masukan dari kawan-kawan dan juga berdasarkan hasil survey dan isu berkembang,’’ katanya.
Sekjen DPC PKB Mukomuko, Himawan Mufti, S.Pd mengakui jika Umar Murasyd adalah tokoh PKB. Terkait isu Sapuan meliriknya menjadi calon wakil bupati, Himawan enggan banyak komentar. Yang jelas, menurutnya Umar termasuk tokoh yang disegani dan punya nama baik di tengah masyarakat. 
‘’Kalau tokoh PKB dari jawa cukup banyak, pak Umar adalah salah satunya yang punya nama besar dalam masyarakat. Soal jadi wakil, kita belum bahas itu,’’ tutupnya.(jar)

Maju Pilkada, Bupati dan Wabup Tak Mundur
METRO – Mundur atau tidaknya kepala daerah dan wakil kepala daerah, jika maju kembali dalam jabatan yang sama, masih diperdebatkan. Jika berdasarkan aturan Pilkada hasil revisi Perppu, kepala daerah yang mencalon kembali tidak harus mundur, kecuali jika mereka maju untuk Pilkada di daerah lain. Penjelasan ini terdapat dalam Pasal 7 huruf (f) revisi Undang-undang (UU) nomor 1 tahun 2015. Tentang perubahan atas UU nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan perppu nomor 1 tahun 2014 yang mengatur pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.
Artinya Choirul Huda, SH yang kabarnya maju pada Pilkada kelak, tetap bisa menjalankan tugasnya sebagai wakil bupati, hingga berakhinya masa kerja pemerintahannya pada Agustus kelak. Namun untuk bupati, Drs. H Ichwan Yunus, CPA,MM belum jelas, apakah harus mundur karena maju sebagai gubernur atau tidak.  Sebab dalam UU ini, jika maju untuk daerah berbeda harus mundur.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Dawud, S,Ag mengakui jika dalam undang-undang yang beru tersebut, tidak ada dijelaskan incumbent harus mundur. Namun ia sendiri belum bisa memastikannya, karena masih menunggu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang mengatur juklak-juklis pemilihan dan penjelasan lain atas peraturan yang ada.
‘’Kita belum menerima PKPU, kalau dari undang-undang yang kita pelajari tidak ada diterangkan jika maju pilkada incumbent harus mundur. Ada pengecualian di dalamnya, yaitu bila maju untuk daerah yang berbeda maka wajib mundur,’’ kata Dawud.
Namun ia juga belum bisa menjelaskan secara rinci, terkait aturan pemilihan bupati, karena dasar utamanya ada PKPU. Pemilihan baru dilangsungkan pada Desember kelak, sedangkan tahapan pemilihan diperkirakan baru dimulai pada Mei mendatang. KPU akan umumkan ke publik setiap tahapan yang dilakukan. Dalam aturan baru pemilihan, ada beberapa perubahan mendasar, diantaranya KPU tidak lagi harus melakukan uji public setiap kandidat.
‘’Nanti jika semuanya sudah jelas, kita langsung sampaikan ke publik, diperkirakan tahapan baru berjalan pada bulan Mei mendatang,’’ tuturnya.
Dikutip dari berita online, Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk meminta setiap kepala daerah menanggalkan jabatan politik saat maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada akhir tahun 2015 ini. Sebab, menurut dia, kepala daerah merupakan jabatan politik yang menjadi domain partai politik (parpol) pengusungnya, sehingga tidak bisa disamakan dengan jabatan di pemerintahan seperti TNI/Polri dan PNS yang mengharuskan seorang calon kepala daerah harus mundur dari jabatannya.
"Aturan di UU Pilkada tidak mengharuskan kepala daerah lepas jabatan politik. Yang diatur itu dari TNI/Polri dan PNS yang merupakan jabatan karir harus mundur dari jabatannya bila ikut Pilkada karena dikhawatirkan pengaruhi institusinya. Jadi ikuti saja ketentuan UU yang berlaku," kata Riza Patria.(jar)

Persaingan Choirul Huda Vs Sapuan Lebih Menyengat

Isu Politik Jelang Pemilihan Bupati
METRO – Meski ada beberapa kandidat yang akan maju pada Pilkada kelak, namun sejauh ini persaingan Choirul Huda,SH dan H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA lebih menyengat. Semuanya dinilai wajar, karena dari sekian banyak kandidat, dua calon inilah yang sejak lama sudah menebar pesona di tengah masyarakat. Suasana bisa berubah, kala kandidat lain mulai beraksi secara full untuk persaingan Pilkada. Sapuan dan Huda bisa saja mereka kalahkan.
Dari pantauan, Huda diketahui sejak awal atau sekitar dua tahun silam mulai menampakkan gerakan politiknya, sebagai cikal bakal calon bupati. Posisinya sebagai wakil bupati, mempermudah ia terus membangun komunikasi positif dengan masyarakat dan berbagai kalangan. Upayanya tidak sia-sia, nama Huda saat ini digadang-gadang sebagai calon kuat. Bahkan banyak pihak memprediksi, jika Pilkada dilangsungkan hari ini, maka ia lah bupati Mukomuko. Apalagi belakangan ini mulai secara terbuka, menyatakan niatnya untuk memimpin ‘’Bumi sakti ratau batuah’’ ini.
Sapuan sendiri, walau sosoknya jarang nongol di tengah masyarakat, karena berada di luar daerah. Namun Sapuan sejak usai Pilkada 2010 lalu, ia tidak pernah melonggarkan sedikitpun perhatiannya kepada masyarakat. Bahkan isunya tim pemenangannya pada Pilkada yang sempat membuat incumbent ketar ketir, sampai sekarang masih setia berjuang bersamanya. Ia menanamkan perhatian melalui berbagai bantuan sosial pada masyarakat. Hampir setiap tahun, Sapuan selalu menyisihkan rezekinya untuk membantu, baik langsung pada warga, rumah ibadah, kegiatan pemuda dan sebagainya. Bukti kongkritnya adalah beroperasinya 3 unit ambulan bantuan Sapuan di tengah masyarakat. Tanpa dipungut biaya siap antar jemput warga yang membutuhkan. Walau pihak Sapuan menganggap itu, sebagai aksi sosial semata, namun mau tidak mau, sosialnya sukses menanamkan kekaguman masyarakat padanya. Apalagi kala Sapuan sudah turun langsung nantinya, rasanya tidak terlalu sulit baginya untuk menggapai kursi nomor wahid di daerah ini.
Menanggapi masalah ini, salah seorang orang dekat Sapuan, Novesta Herman mengaku yakin bisa memenangi Pilkada kelak. Sapuan sudah membuktikan pada Pilkada 2010 lalu, walau tidak menang, namun ia bisa mengimbangi incumbent yang kala itu betul-betul kuat. Sekarang persiapan Sapuan sudah jauh lebih matang dan berani. Terkait kegiatan sosial Sapuan, sekali lagi ia menegaskan semuanya hanya sebatas perhatian, karena ia memiliki rizki yang bisa dibagikan dengan masyarakat yang dicintainya.
‘’Bisa jadi Pilkada kali ini sebagai Pilkada yang lebih mudah untuk kita lalui. Yang jelas, Sapuan sudah menyatakan kesiapannya dengan baik dan apapun bentuk persaingan nantinya, Sapuan tidak pernah gentar,’’ kata Herman.
Choirul Huda sendiri, mengaku terus berusaha semaksimal mungkin. Terkait kegiatannya di tengah masyarakat, menurutnya sepenuhnya sebagai tugas selaku wakil bupati. Dimana saat bupati tidak ada di Mukomuko maka ia  akan turun menghadiri undangan dan sebagainya. Terkait dukungan masyarakat yang terus menguat, Huda mengaku semakin pede menghadapi Pilkada kelak.
‘’Isyaallah kita siap, yang jelas sebagai wakil bupati kita berusaha menyelesaikan tugas ini dengan maksimal. Untuk masalah politik, sekarang masih persiapan partai,’’ tutupnya.(jar)

Hanya 4 Kandidat Cabup Berpeluang Punya Perahu
METRO – Sejak beberapa waktu lalu, bakal calon bupati Mukomuko berlomba-lomba memasukkan berkas lamarannya ke setiap partai politik pemilik parlement. Dari data Radar Mukomuko, yang terus memantau perkembangan di setiap partai politik ataupun langsung dengan kandidat dan orang-orang dekatnya, setidaknya ada 9 nama. Tetapi dari sekian banyak nama tersebut, yang diprediksi berpeluang meraih dukungan dari partai hanya 3 atau 4 calon saja. Selebihnya diprediksi akan ‘’layu sebelum berkembang’’. Adapun 3 calon yang punya kans besar mendapat perahu, Choirul Huda, SH, H. Sapuan, SE,Ak,MM,CA dan Ir. Gafrie Zainuddin. Yang ke empat juga diprediksi ada peluang Burhandari, S.Pd,M.Si. Sementara beberapa nama lain, seperti Mahyudin Yacub, Ir. H Sudirman Saleh,MM dan lainnya, juga punya peluang. Namun sejauh ini, belum bisa diprediksi dengan jelas perkembangan lobi partai yang mereka lakukan.
Huda diisukan  sudah mendekati deal dengan 3 partai politik, yaitu Hanura, NasDem dan Golkar. Selanjutnya Sapuan, diisukan punya kans besar bersama, PKP Indonesia, PKB, PDI Perjuangan dan PKS. Sedangkan Gafrie diisukan berpeluang didukung Gerindra dan PPP. Sementara Burhandari bisa bersama PAN jika PKS tidak kembali mendukung Sapuan. Sementara Partai Demokrat sampai sekarang, arah dukungannya belum terbaca. Namun perlu dipahami, peta dukungan partai ini baru sebatas prediksi berdasarkan isu lobi masing-masing.
Ketua DPD II Golkar, Ali Saftaini, SE diminta tanggapannya, mengaku belum ada ketetapan pasti mengenai dukungan partainya. Menurutnya siapa saja punya peluang berada dibawah ‘’beringin’’ tersebut. Kandidat akan melalui beberapa tahapan untuk ditetapkan sebagai calon bupati.
‘’Kita belum tetapkan calon bupati, yang jelas Golkar akan mengusung calon, siapa orangnya kita lihat saja nanti. Semua yang mendaftar punya kans didukung,’’ kata Ali.
Ketua DPD NasDem Mukomuko, Busril menyampaikan hal senada, menurutnya NasDem tengah melakukan penjaringan. Hasil penjaringan di tingkat kabupaten akan disampaikan ke Provinsi dan pusat. Selanjutnya calon yang direkomendasikan akan menghadapi tahapan seleksi di pusat berdasarkan catatan dari bawah.
‘’Calon juga akan melalui uji public, maka sampai sekarang belum ada ketetapan kandidat bupati yang kita usung, bisa jadi kita sendiri yang gunakan partai ini,’’ katanya.
Novesta Herman, yang diketahui sebagai orang dekat Sapuan, mengaku sudah mendekati deal dengan beberapa partai politik. Namun ia belum mau menyebutkan, partai mana saja yang sudah hampir pasti akan mengantar Sapuan ke kursi nomor wahid Mukomuko nanti. Yang jelas Sapuan sudah mengajukan lamaran dan mengikuti tahapan pengujian dengan beberapa partai politik.
‘’Yang jelas kita sudah siap, partai telah diupayakan semaksimal mungkin dan persiapan lain telah dimatangkan. Kalau pastinya partai mana saja, nanti akan kita sampaikan secara resmi,’’ tutupnya.(jar)