Friday, 27 March 2015

Diduga Black campaign, Ichwan Diserang Via Selebaran


IPUH – Kekuatan dukungan kepada Drs. Ichwan Yunus, CPA,MM untuk maju sebagai calon Gubernur di Kabupaten Mukomuko sudah tak terbendung. Ia diprediksi bisa menang penuh di daerah yang sudah dipimpinnya selama 2 periode ini. Kenyataan tersebut, tak dipungkiri membuat kandidat lain ketar-ketir, apalagi di daerah lain, Ichwan juga tergolong disukai, berkat suksesnya membangun Mukomuko. Namun ini juga bisa jadi masalah bagi dirinya, karena rawan diserang oleh lawan politik atau orang-orang yang tidak menyukainya. Seperti kemarin, warga di Kecamatan Ipuh disuguhkan dengan selebaran, yang diduga Black campaign untuk menjatuhkan pamor orang nomor wahid di Mukomuko ini. Selebaran, disebar melalui kendaraan orang tak dikenal (OTD). Selain diarahkan pada Ichwan juga pada Calon gubernur lain ditulisnya SN.
Isi selembaran tersebut cukup mengemparkan masyarakat, khususnya di Ipuh. Di dalam selembaran tersebut terulis berbagai macam penjelaskan Ichwan. Salah satu diantaranya Bupati Kabupaten Mukomuko telah melanggar kode etik aturan udang-udang pernikahan dan adat istiadat yang menjadi pedoman masyarakat. Parahnya lagi ada cacian yang tak pantas dituliskan. Di alinea berikutnya disampaikan, bahwa tokoh Pelopor Tertua Nikah Siri Online Bengkulu.
Sisi lain selembaran tersebut menyarankan agar pesaing Bupati Mukomuko pada pilkada mendatang, yakni yang berinisial SN belajar kepada Bupati Mukomuko bagaimana resep agar bergairah dalam menikah dan awet muda. Sebab disampaikan bahwa SN tidak berselera dengan wanita. Selain itu juga disampaikan jika Bupati Mukomuko terpilih menjadi gubernur sudah bisa dipastikan program pokoknya membuat Perda Nikah Siri Syah.
Salah seorang warga Medan Jaya, Julian saputra yang menemukan selembaran tersebut mengatakan, ditemukan olehnya di pinggiran jalan. Tempat yang paling banyak di temukan di depan kebun.
‘’Saya tidak tahu siapa yang menyebarkannya, namun yang pasti selembaran ini banyak di temukan di depan kebun mertuanya koordinator Kecamatan untuk relawan Ichwan Yunus,’’ujar Julian.
Ketika di konfirmasi kepada salah seorang tokoh masyarakat Di Kecamatan Ipuh, Rifai Amir SH mengatakan masyarakat jangan terpedaya oleh isu yang beredar tersebut. Dia menyanyangkan adanya oknum yang berbuat demikian, karena selama memimpin Kabupaten Mukomuko Ichwan Yunus dinilai cukup berhasil membawa masyarakat Mukomuko lebih maju lagi. Disamping itu disampaikan bahwa SN yang dimaksud bukan tidak berselera terhadap wanita, namun belum tiba waktunya.
‘’Saya harap masyarakat tidak menelan mentah mentah isu yang beredar, namun dicermati yang baiknya. Sangat disayangkan ada oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan hal tersebut. Saya rasa pak Ichwan cukup berhasil dalam memimpin Mukomuko. Jika NS yang dimaksud Wakil Gubernur saat ini, beliau bukan tidak berselera dengan wanita, namun beliau belum sampai waktunya untuk menikah, mungkin dalam waktu dekat ini beliau akan menikah dengan wanita pilihannya,’’ ungkap Rifai.
Rifai menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan suatu trik yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menjatuhkan kedua nama tersebut. karena tahun ini merupakan tahun politik, untuk itu diharapkan masyarakat lebih bijak untuk menyikapinya.
‘’Mungkin ini langkah yang dilakukan oleh piahk ketiga untuk menjatuhkan nama pak Ichwan dan Pak NS. Sebab tahun ini merupakan tahun politik. Saya harap warga harus bisajk dalam menaggapi isu yang beredar tersebut,’’ tutur Rifai.(ide)

Sapuan 8 Kursi, Huda 7, Gafrie 5 dan Burhan 5

Prediksi Peta Kandidat dan Parpol Pengusung
METRO – Saat ini 4 kandidat kuat calon bupati Mukomuko tengah berjibaku mencari dukungan dari partai politik (Parpol). Berdasarkan prediksi yang diambil dari isu berkembang, H Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Choirul Huda,SH sudah mengunci dukungan dari beberapa partai politik. Ir. Gafrie Zainuddin juga dikabarkan telah deal dengan beberapa partai. Sedangkan Burhandari,S.Pd,M.Si masih menunggu izin final dari PKS, bisa jadi ia benar-benar maju, atau akan membuat keputusan lain, dengan memberi dukungan penuh kepada salah satu dari kandidat. Satu-satunya partai yang diprediksi berpeluang bersinergi dengan PKS mengusungnya adalah NasDem. Untuk nama-nama lain, sejauh ini berkembangannya belum tampak jelas.
Adapun prediksi peta dukungan parpol pada masing-masing adalah, Sapuan berpeluang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PKP Indonesia, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat dengan total kursi di DPRD Mukomuko 8. Choirul Huda diisukan diusung PAN, Partai Hanura dan Golkar dengan total 7 kursi. Gafrie berpeluang diusung Gerindra dan PPP. Sedangkan Burhandari berkesempatan maju jika diusung PKS dan NasDem. Namun sekali lagi ditegaskan, ini baru sebatas prediksi sesuai dengan isu berkembang, bisa saja, tidak demikian adanya.
Salah seorang tokoh Mukomuko yang juga dosen Fakultas Hukum, Unib H. Hamdani Makir,SH,M.Hum  mengakui bisa jadi petanya demikian adanya. Yang jelas saat ini belum ada kandidat yang dipastikan diusung oleh salah satu partai. Sebab semuanya masih berjuang mencari celah mendapat pengakuan dari setiap partai. Karena syarat maju adalah dukungan dari partai politik, seminim-minimnya 5 kursi di DPRD.
‘’Masing-masing sedang berjibaku mencari dukungan dari partai politik, mungkin ada yang sudah deal, juga belum tercapai kesepakatan. Namun bayangannya sudah bisa ditebak-tebak,’’ katanya.
Ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon tidak menapik jika peluang Sapuan diusung parpolnya cukup besar. Dari beberapa orang yang mengambil formulir pendaftaran hanya Sapuan yang mengembalikan. Ini membuktikan Sapuan memiliki kepercayaan dengan PKB. Ia yakin Sapuan calon terkuat, meskipun jarang turun ke daerah, perhatian Sapuan terhadap masyarakat Mukomuko sangat tinggi. Melalaui saudara, rekan dan tim Sapuan telah banyak membantu masyarakat.
‘’Pemberian bantuan ambulance geratis, bukti nyata kepedulian beliau terhadap masyarakat. Sudah tidak terhitung lagi warga yang terbantu dengan adanya ambulance geratis ini,’’ tambah Adrizon.
Walau banyak pihak yang mengklaim sudah mendapat tanda tangan dari para petinggi kepala banteng, namun kenyataannya sampai sekarang PDI Perjuangan Mukomuko belum memutuskan siapa calon bupati yang akan diusungnya. Ada 3 nama yang berpeluang diusung PDI Perjuanga, yaitu Mujiono, S.IP, Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Choirul Huda,SH. Surat lamaran dan hasil pengujian kelayakan di tingkat kabupaten telah disampaikan ke pusat.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Mukomuko, Dedi Kurniawan, S.Sos mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada pembicaraan serius dengan kandidat bupati manapun. Maka jika ada yang mengklaim sudah diusung si ‘’moncong putih’’ tidak benar, hanya pengakuan pribadi. Untuk menetapkan calon, PDI Perjuangan melalui beberapa tahapan, yang semuanya harus melibatkan pihak kabupaten.
‘’Belum ada satupun calon bupati yang kami usung, memang ada 3 nama yang kita ajukan, salah satunya kader sendiri. Maka kalau ada yang mengklaim, itu sifatnya hanya pernyataan sepihak saja,’’ ungkapnya.(jar)

Prediksi Peta Kandidat dan Parpol Pengusung
Calon            Parpol
Sapuan            PKB, PKPI, PD dan PDIP   
Choirul Huda        PAN, Hanura dan Golkar
Gafrie            Gerindra dan PPP
Burhandari         PKS dan NasDem

Tanpa Calon Incumbent, Pilbup Bakal Sengit
Agustus Mukomuko Tanpa Bupati   
METRO – Pemilihan bupati Mukomuko yang dijadwalkan Desember kelak, serentak dengan Pilkada di beberapa daerah lainnya, bakal berlangsung sengit. Calon kuat bisa saja tumbang sebelum waktunya. Sebab kali ini Pilbup tanpa incumbent, agustus nanti atau sebelum kampanye berlangsung, jabatan kepala daerah sudah berakhir. Artinya status Choirul Huda, SH sebagai salah satu calon bakal sama dengan kandidat lainnya. Selain itu, calon yang kurang mantap dalam finansial dan juga mental, bakal kewalahan.
Disampaikan oleh salah seorang tokoh Mukomuko yang juga dosen Fakultas Hukum, Unib H. Hamdani Makir,SH,M.Hum pilkada kali ini akan jauh berbeda dari sebelumnya. Calon yang dikatakan kuat pada saat sekarang, tidak dijamin bisa terus mempertahankan diri. Selain waktu masih panjang, juga pada saatnya kelak tidak ada lagi calon yang berstatus pejabat aktif, sebab masa jabatan bupati sudah habis. Selain itu masalah finansial dan isu lain, juga dapat mempengaruhi dukungan kepada masing-masing kandidat.
‘’Oke kali ini ada calon yang dianggap kuat, kita belum bisa jamin, sebab waktu masih panjang. Apalagi pada saatnya nanti, pengaruh kandidat yang masih mengemban jabatan akan habis. Saya pikir calon yang mungkin dianggap belum kuat, bisa berubah drastis,’’ paparnya.
Panasnya persaingan, sebetulnya sudah dimulai dari sekarang. Terutama persaingan dalam melakukan lobi politik dengan partai. Satu partai politik direbut oleh beberapa orang calon. Untuk pergerakan di lapangan, memang sudah ada yang gencar, tapi calon lain punya prinsip lain. Mereka tengah ‘’wait and see’’. Saatnya nanti akan terjun dengan full kemampuan yang dimiliki.
‘’Jika sasarannya tepat, dalam waktu singkat calon bisa mendapat dukungan maksimal dari masyarakat. Saya menilai begitu, ada calon yang tampak santai, namun punya strategi yang sudah matang, maka saya katakan sekarang belum tahu siapa sebenarnya akan bersaing ketat. Bisa Sapuan dengan Huda, atau Gafrie dengan Sapuan, maupun Gafrie dengan Huda,’’ paparnya.
Masih disampaikan Hamdani, wakil bupati juga akan membawa pengaruh besar terhadap dukungan. Salah menetapkan wakil, bisa membuat calon tidak bergeming. Masyarakat sudah sangat cerdas soal pemilihan, mereka butuh orang yang bisa dipercaya dan mampu. Kesukuan tidak berlaku di tengah masyarakat, karena tidak akan berpengaruh terhadap kehidupan mereka, jika calon tersebut tidak punya kemampuan.
‘’Ketokohan wakil juga akan mempengaruhi, masyarakat tidak terpecah dalam sukuisme. Siapapun jadi bupati, harapan mereka harga sawit mahal, harga kebutuhan murah, urusan tidak sulit. Tidak ada istilah bupati pribumi hanya perhatikan warga pribumi, juga bupati dari kelompok trans tidak mungkin berpihak ke trans seluruhnya,’’ tutupnya.(jar)


Monday, 23 March 2015

Sapuan Didukung 4 Parpol Besar, Yusril Izha Mahendra Penasehat


METRO – Tampaknya H. Sapuan, SE,Ak,MM,CA tidak main-main menghadapi Pemilihan bupati (Pilbup) kali ini. Ia terus menyiapkan diri dari semua lini. Kabar teranyar putra kelahiran Teramang Jaya ini sudah mengunci dukungan dari 4 partai besar, yaitu Gerindra, PKB, PKPI dan PDI Perjuangan. Sementara PPP, PKS dan Golkar masih dalam perundingan, diperkirakan juga akan memberi dukungan. Sementara dengan NasDem, Demokrat dan Hanura belum ada pembicaraan serius, namun kabarnya juga dalam incarannya. Tidak hanya itu, Sapuan juga sudah menunjukkan seorang ahli hukum tata negara kenamaan, yaitu Prof. Yusril Ihza Mahendra sebagai penasehat hukumnya.
Novesta Herman, yang merupakan orang dekat Sapuan, membenarkan SPN sudah mendapat dukungan dari partai politik. Dimana beberapa hari lalu proposal yang diajukan ke partai dibalas. Sapuan langsung dipanggil dan diminta menyiapkan segala sesuatunya, untuk persiapan mendaftara di KPU kelak. Sebagian besar parpol tertarik dengan lamaran Sapuan, karena disertai dengan hasil survey resmi LSI yang menunjukkan  Sapuan bisa memenangi Pilkada kelak.
‘’Kalau saya katakan sudah pasti, kita belum mendaftar ke KPU, yang jelas dukungan dari partai sudah ada. Semua yang memberi dukungan adalah partai besar,’’katanya.
Terkait dengan penunjukkan Yusril sebagai penasehat hukumnya, Herman membenarkannya. Bahkan dua hari lalu Sapuan dan Yusril sudah melakukan penandatanganan kontrak kerjasama. Tujuannya hanya selaku penasehat, jika memang terjadi permasalahan kemudian hari hingga ke PTUN, maka Yusril sebagai pengacaranya.
‘’Yusril sebagai penasehat hukum, itu tujuannya untuk membimbing dalam melaksanakan berbagai kegiatan terutama menyangkut dengan Pilkada kelak,’’ tegasnya.
Herman juga menanggapi isu adanya pejabat atau PNS yang mengarah dukungan pada salah satu kandidat. Mereka mengharapkan semua itu hanya sebatas isu, namun jika terbukti, maka akan digugat secara hukum. Sebaiknya pejabat tidak ikut dalam persaingan Pilkada nanti. Jika Sapuan keluar sebagai pemenang Pilkada, maka pemerintahannya mengutamakan orang-orang yang profesional.
‘’Sebaiknya pejabat tetap profesional, Sapuan ingin menciptakan pemerintahan yang bersih kalau terpilih. Tidak ada istilah orang dekat atau mendatangkan pejabat dari luar. Ia ingin bekerjasama dengan orang-orang yang profesional. Kalau terbukti pejabat berpolitik, siap-siap saja kita tidak segan bawa ke meja hukum,’’ tutupnya.
Dikutib dari Account FB nya, Sapuan secara terbuka mengatakan dirinya siap menjadi salah seorang bakal calon bupati Mukomuko periode mendatang. Ia tengah mengikuti proses mekanisme pengusungan bakal calon bupati melalui organisasi partai politik, mulai dari proses di tingkat kabupaten, provinsi sampai dengan pusat. Dikarenakan Undang-Undang tentang pemilihan kepala Daerah baru seumur jagung sambil menunggu detail juklak/juknis yang masih diproses, Sapuan mengakui berencana akan menunjuk penasehat hukumnya, yaitu ahli tatanegara yaitu Prof. Yusril Ihza Mahendra.(jar)

Dewan Ingatkan Bupati, Agustus Lepas Jabatan

//Dilarang Melakukan Mutasi Pejabat
METRO – Sesuai dengan masa jabatannya, diperkirakan bulan Agustus kelak, Bupati Drs. H Ichwan Yunus, CPA,MM dan Wakil Bupati Choirul Huda,SH harus menyerahkan tahtanya. Kabarnya pimpinan DPRD Mukomuko sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada bupati, jika mereka harus siap-siap meninggalkan kantor bupati, rumah dinas dan melepas semua aset daerah yang melekat. Menjelang diangkatnya bupati yang baru sesuai hasil pemilihan kepala daerah, maka ditunjuk pejabat pelaksana tugas bupati atau caretaker.
Ketua DPRD Mukomuko, Armansyah, ST mengakui jika pihaknya sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada bupati, jika masa jabatannya akan berakhir. Dasarnya adalah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 1 tahun 2014  pasal 4 ayat 2, yang mengatur tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali kota.
‘’Dijelaskan dalam aturan ini, DPRD kabupaten/kota memberitahukan secara tertulis kepada bupati/wali kota dan KPU kabupaten/kota mengenai berakhirnya masa jabatan bupati/wali kota dalam waktu paling lambat enam bulan sebelum masa jabatan bupati/wali kota berakhir. Atas dasar ini kita lakukan pemberitahuan tersebut,’’ kata Armansyah.
Disinggung mengenai isi surat, Armansyah mengaku biasa saja. Terkait larangan dan kewajiban lain dari kepala daerah menjelang masa akhir jabatannya, diminta pemda bisa meninjau aturan yang berlaku. Biasanya, bupati dan wakil bupati tidak diperbolehkan untuk melakukan dan atau mengambil kebijakan-kebijakan strategis. Diantaranya tidak diperbolehkan lagi melakukan roling jabatan pegawai di lingkungan pemkab. Ini seperti tertuang dalam pasal 71 ayat 2 UU 1/2015 yang sebelumnya adalah Perppu 1/2014. Juga pada ayat 3 dijelaskan, dilarang menggunakan program dan kegiatan Pemerintahan Daerah untuk kegiatan Pemilihan 6 (enam) bulan sebelum masa jabatannya berakhir. Pada ayat (4) Dalam hal melakukan hal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3), patahana dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota.
‘’Kalau soal apa saya larang dan ketentuan lain, kita harapkan pihak pemda bisa mempelajari sebagaimana yang sudah diatur dalam undang-undang,’’ paparnya.
Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Mukomuko, Ir. Zulfahni juga mengatakan. Jika memang sudah diatur dalam undang-undang, 6 bulan sebelum masa jabatannya habis, bupati dilarang membuat kebijakan penting, maka harus diikuti. Jika tetap dilakukan, maka akan ada konsekwensi yang bakal diterima oleh pejabat tersebut.
‘’Kalau memang sudah diatur dalam undang-undang, masa mau dilanggar, artinya tidak ada lagi mutasi pejabat nantinya,’’ tutup Zulfahni.(jar)


Sapuan dan Gafrie Berpeluang Diusung Gerindra
// Huda dan Burhan Juga Direkomendasi
POLITIK RM – Diprediksi tidak lama lagi, Gerindra segera menetapkan kandidat calon bupati  yang diusungnya pada Pilkada kelak. 4 nama calon yang mendaftar sudah disampaikan ke pusat untuk diambil salah satunya. Sesuai permintaan DPP, Gerindra Mukomuko juga telah membuat opini mengenai masing-masing calon tersebut.
 Adapun 4 calon yang direkomendasikan adalah, H Sapuan,SE,Ak,MM,CA, Ir. Gafrie Zainuddin, Choirul Huda,SH dan Burhandari, S.Pd,M.Si. Namun isunya pemilik peluang paling besar diusung oleh ‘’kepala garuda’’ ini adalah Gafrie, selanjutnya Sapuan. Huda juga punya peluang bersama Gerindra. Sedangkan Burhandari lebih diarahkan cocok untuk menjadi wakil calon bupati kelak.
Disampaikan oleh Sekjen Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Mukomuko, Armansyah, ST yang memasukkan berkas ke Gerinra cukup banyak, yaitu sekitar 7 orang calon. Namun sebagaimana permintaan pusat, mereka hanya merekomendasikan 4 calon saja. Ini sesuai dengan hasil tes oleh tim penjaring calon bupati, juga berdasarkan survey serta isu media. Terkait info peluang Gafrie lebih besar, Armansyah tidak menapiknya, karena Gafrie terus berkomunikasi hingga ke pusat. Namun Sapuan juga punya kans besar, sesuai disertasi yang disampaikan ke pusat. Juga demikian dengan Huda dan Burhandari.
‘’Sebetulnya semua punya peluang, memang kabarnya komunikasi Gafrie lebih baik ke pusat. Kita lihat saja nanti, bisa Sapuan, Huda. Burhandari memang hasil telaah kita lebih diarahkan untuk menjadi wakil,’’ katanya.
Lanjutnya, dalam menetapkan kandidat, Gerindra cukup objektif dan selektif. Calon yang diusung harus siap bersaing secara penuh dan keluar sebagai pemenang Pilkada. Maka pusat minta tulisan yang menggambarkan tentang kandidat tersebut. Ia yang langsung membuat opnini, langsung melakukan telah ke lapangan, dari isu  yang berkembang inilah dasar, ia menyampaikan beberapa calon layak.
‘’Pusat ingin kita betul-betul objektif dalam menetapkan calon, jika memang tidak ada yang diyakini menang, pusat menyarankan tidak perlu mengusung calon. Mudah-mudahan saja beberapa nama yang kita sampaikan bisa diambil salah satunya,’’ tutup ketua DPRD Mukomuko ini.(jar)