Friday, 17 April 2015

Wismen “Bangun dari Mimpi, Perubahan Segera Datang”


/Calon Bupati Bermunculan
METRO – Dimulai dari spanduk ‘’HIDUP BERAWAL Dari MIMPI’’ Ir. Wismen A Razak sempat menghilang dari isu pencalonan. Kini ia benar-benar terbangun untuk merealisasikan mimpinya. Putra asli Mukomuko tersebut muncul lagi dengan jargon barunya, ‘’PERUBAHAN SEGERA DATANG’’. Melalui kata-kata indah ini, Wismen menegaskan, semua bukan sebatas khayalan. Ia datang kembali dengan membawa bekal keputusan dari NasDem, yang resmi mengusungnya sebagai calon Bupati Mukomuko 2015-2020.
Kemunculan kembali Wismen sekaligus menambah daftar nama-nama calon pengincar kursi nomor wahid di daerah ini. Setelah sebelumnya nama Andy Suhary,SE,M.Pd mencuat kepermukaan sebagai kandidat yang diajukan oleh ‘’keluarga cendana’’ atau oleh Bupati berkuasa saat ini.
Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Mukomuko, Musfar Rusli menjelaskan diusungnya Wismen merupakan hasil dari keputusan rapat internal di sekretariat Partai NasDem pusat pada Selasa malam (14/4) lalu. Ketetapan ini sudah resmi dengan langsung ditanda-tangani oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. NasDem tidak ingin sebatas menjadi penonton dalam pesta demokrasi kelak, harus turun sebagai pemain.
‘’Berdasarkan keputusan rapat pengurus DPP Partai NasDem. Ada beberapa daerah yang bakal melaksanakan pesta demokrasi dan akan diutus sebagai calon dari kader partai. Untuk calon Bupati Mukomuko dipercayakan kepada Wismen A Razak,’’ kata Musfar.
Lanjutnya keputusan ini sudah final, artinya tidak ada lagi kesempatan bagi kandidat lain yang sempat mendaftar ke NasDem. Sebelumnya memang NasDem sempat melakukan penjaringan bakal calon.
‘’Kita mengikuti aturan main partai, dan mematuhi sesuai arahan dan keinginan pengurus pusat. Memang diakui,  sebelumnya dilakukan penjaringan bakal calon yang akan diusung. Tetapi sebagai penentu dan pengambil kebijakan adalah pusat. Siapa yang diutuskan, itu yang akan kita perjuangkan. Apapun konsekuensinya, kita dan sejumlah kader siap untuk berjuang,’’ demikian Musfar. (nek)


Dana Pilkada Diusulkan Rp 11,8 M

METRO – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Dawud Gauraf, S.Ag menyampaikan, usulan anggaran penyelenggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Rp 11,8 miliar.  Usulan ini masih dipertimbangkan pemerintah daerah.
Dikatakannya kebutuhan tersebut sudah dirinci dengan jelas berdasarkan peruntukannya. Karena Pilkada sepenuhnya ditanggung oleh daerah sesuai dengan aturan yang berlaku.
‘’Kalau usulan dana Pilkada sebanyak Rp 11,8 miliar. Apakah nanti dikabulkan atau tidak, itu belum jelas. Karena ada pandangan lain dari pihak Pemda. Semuanya berdasakan kebutuhan ril KPU,’’ katanya.
Dawud mengeluh sulitnya mendapat kepercayaan pada pemda, mereka merasa seperti mengemis untuk mendapatkan anggaran Pilkada. Besaran anggaran yang dipersoalkan oleh pihak Pemda terkait masalah honor. Sebagai dasar usulan untuk hal itu, ia mengakui berdasarkan honor penyelenggara pemilu pada pemilihan legislatif dan Pemilu Presiden.
‘’Mulai dari honor komisioner KPU, PPK maupun PPS, kita mengusulkan ada dasarnya. Di dalam Permendagri nomor 57 tahun 2009, dimana disitu ada SBU yang menyatakan jumlah anggaran termasuk honor penyelenggara Pemilu. Namun itu belum ada kejelasannya, karena Pemda masih berpegang dengan Perbup,’’ kata Daud kepada wartawan kemarin.
Sekretaris KPUD Mukomuko, Aran, S.Pd, membenarkan terkait usulan dana Pilkada masih tarik ulur. KPUD mengusulkan anggaran dana Pilkada berdasarkan Permendagri nomor 57 tahun 2009, tentang Struktur Belanja Umum (SBU) penyelenggara Pemilu. Tetapi Pemda masih tetap bertahan, ia mengakui usulan dari KPU masih menjadi pertimbangan.
‘’Usulan KPU untuk anggaran Pilkada berdasarkan Permendagri nomor 57 tahun 2009 tentang Struktur Pembelanjaan Umum. Kemudian Pemda juga ada dasarnya, Permen 39 tahun 2012, Perbup nomor 20 tahun 2012 dan Perbup nomor 33 tahun 2013 disitu mengatur tentang standar belanja umum. Sementara, KPU berpatok kepada instansi pertikal dan memakai standar SBU pusat. Sehingga standar belanja umum berbeda dengan aturan daerah, karena SBU bersumber dari APBD lebih kecil,’’ ujar Aran.
Seperti halnya SBU honor untuk Komisioner KPU, ia menyebutkan jika berpatok kepada Permendagri nomor 57 tahun 2009 setara dengan eselon II pusat sebesar Rp 2,5 juta, sedangkan di Pemda eselon II paling tinggi hanya Rp 700 ribu.  Begitu juga dengan honor PPK, ia mengakui usulan KPU mencapai Rp 1,5 juta. Jika berpatokan dengan honorarium PNS, hanya berkisar Rp 400 ribu perbulannya.
‘’Sebagai pihak KPU, hanya mengajukan anggaran. Regulasi aturan yang mengatur tentang anggaran Pemilukada sampai kini belum ada. Seandainya ada, tentu kami akan melakukan SBU KPU pusat. Dengan demikian, sampai sekarang belum diketahui berapa jumlah anggaran yang akan ditetapkan,’’  paparnya. (nek)

Wednesday, 15 April 2015

Menuju Pemilihan Bupati, Sapuan Slow Tapi Pasti


METRO – Slow tapi pasti, itulah gambaran langkah H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA menuju pemilihan bupati Mukomuko yang dihelat pada Desember kelak. Ia semakin percaya diri menatap kerasnya persaingan politik hari-hari berikutnya. Alasannya misi mencalon bukan kekuasaan, melainkan untuk berbuat demi daerah dan masyarakat. Sekedar kepentingan pribadi, ia mengaku cukup dengan usaha yang digelutinya saat ini.
Dikatakan Sapuan, upaya untuk memenuhi syarat mendaftar ke KPU terus ia lakukan dengan mengajukan permohonan dukungan dari partai politik. Sudah ada beberapa parpol yang sepakat, tetapi belum bisa dikatakan pasti, sebab rekomendasi tertulis belum dikeluarkan. Kalau semuanya sudah jelas, maka ia akan umumkan secara terbuka ke publik mengenai pencalonannya. Yang jelas, sebagai putra asli Mukomuko, ia siap maju dengan niat yang tulus untuk kepentingan daerah.
‘’Kita berusaha dan menunggu, kalau sekarang mau jelaskan apa, semuanya memang masih belum jelas. Kalau sudah saatnya kita akan bergerak dan umumkan secara terbuka. Partai yang siap mendukung ada, namun belum kita pegang rekomendasi pastinya,’’ kata Sapuan.
Lanjutnya, jika ada kandidat yang memastikan sudah mendapat rekomendasi dari partai, itu bohong besar. Karena parpol belum bisa mengeluarkan rekomendasi, sebab PKPU sedang dibahas oleh KPU dan DPR RI. Setelah PKPU disahkan baru KPU akan bagikan formulir ke partai terkait dengan pengusung bakal calon bupati dan wakil bupati.
‘’Kalau ada yang katakan sudah pasti memperoleh rekomendasi dari partai itu bohong besar, bagaimana partai mengeluarkan rekomendasi, PKPU Pilkada saja sedang dibahas oleh dewan dan KPU RI,’’ tegasnya.
Disamping menunggu kepastian parpol, ia memilih fokus melaksanakan kegiatan usahanya. Tidak ada calon yang tidak memiliki kesiapan secara finansial bisa bersaing pada Pilkada kelak. Masyarakat butuh bukti bukan janji politik semata. Ia juga berharap masyarakat tidak memikirkan mengenai Pilkada, lebih baik konsentrasi dengan pekerjaan untuk ekonomi keluarga.
‘’Kita berusaha, mudah-mudahan ada yang didapat bisa membantu masyarakat secara nyata bukan sebatas janji. Maka fokus dulu dengan pekerjaan, masyarakat juga untuk saat ini cukup simak saja isu yang dikembangkan,’’ tutupnya.(jar)


Ichwan Restui Andy Maju Pilbup
METRO – Tampaknya rencana Andy Suhary,SE,M.Pd maju sebagai calon bupati Mukomuko meneruskan program Drs. H Ichwan Yunus,CPA,MM sudah tak terbendung lagi. Kemarin dihubungi Via telepon genggam, orang nomor wahid di Kabupaten Mukomuko, menegaskan Andy adalah utusan cendana dan seluruh keluarga siap memberi dukungan untuknya.
Dijelaskan Ichwan, bahwa Andy cocok dan memahami kondisi masyarakat dan daerah, maka dialah kandidat yang cocok untuk diusung. Bahkan menurutnya Andy jauh lebih baik melanjutkan programnya agar semua program daerah yang sudah dibangunnya sejak lama bisa terus dilanjutkan dan ditingkatkan lagi. Dengan terbuka Ichwan juga memastikan semua keluarga mendukung pencalonan Andy sebagai bupati.
‘’Saya pikir itulah yang terbaik untuk daerah ini, Andy mengerti mengenai daerah ini dan ia punya pengetahuan yang cukup mengenai daerah. kita memang butuh sosok yang bisa lanjutkan program mensejahterakan masyarakat sebagaimana sudah berjalan,’’ kata Ichwan.
Lanjutnya, rencana ini sedang dibahas dalam internal keluarga dan juga tengah dipersiapkan langkah-langkah kongkrit agar bisa mendaftar sebagai kontestan Pilkada. Ichwan yakin, masyarakat setuju dengan keputusannya ini, maka ia minta seluruh pendukungnya selama ini bisa bersiap-siap menyambut kandidat baru yang melanjutkan tujuan pembangunan menuju masyarakat yang sejahtera.
‘’Masyarakat harus mendukunglah, mungkin sudah saatnya semuanya mulai bersiap menyambut kandidat baru kita yang lebih baik dan cocok untuk memajukan daerah ini,’’ paparnya.
Salah seorang politisi PKS, H. Musfar diminta tanggapannya mengenai isu majunya ketua DPD PKS, mengaku belum ada yang bisa dijelaskan. Sesuai dengan berita yang ada, sekarang proses penjaringan masih berlangsung dilingkungan partai. Semuanya punya peluang untuk diusung, tergantung keputusan akhir nantinya.
‘’Kalau dari partai kami belum bisa berkomentar, selaku kader tentu kita akan mendukung calon yang diusung partai, saat ini setahu saya belum ada yang diputuskan,’’ tutupnya.(jar)


Lengkapi Sayarat, Gusti Jabat Komisioner KPU

//Irwan : Kalau Diputuskan Belum
METRO – Proses pergantian antar waktu (PAW) komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko masih berlangsung. Walau demikian dari 5 kandidat yang masuk 10 besar tes KPU sebelumnya, hanya Ramadhan Gusti, SH diposisi urut 6 yang diproses oleh KPU Provinsi Bengkulu. Karena berdasarkan undang-undang, urut 6 yang berhak, jika siap menjalankan tugas KPU dan tidak ada halangan lain. Nomor urut 7 baru bisa naik jika nomor 6 bermasalah dengan administrasinya. Sementara Khairanzar,SE yang lolos sebagai CPNS, sudah resmi mengundurkan diri dari anggota KPU.
Disampaikan langsung oleh Ketua KPU Provinsi Irwan Saputra, pergantian antar waktu berpedoman dengan aturan yang berlaku. Memang hanya Gusti kandidat yang mereka panggil untuk diwawancarai kesiapannya maju sebagai anggota KPU. Namun sampai sekarang Gusti belum diputuskan sebagai pengganti Khairanzar karena masih diminta melengkapi persyaratan administrasinya.
‘’Memang Gusti satu-satunya yang kita proses, karena sesuai aturan nomor urut 6 yang berhak. Namun saya tegaskan, Gusti belum diputuskan sebagai anggota KPU, karena masih diminta melengkapi syarat administrasi,’’ kata Irwan.
Calon lain bisa diangkat apa bila urut 6 tidak melengkapi syarat administrasinya, seperti izin dari bupati dan lainnya. Yang jelas sejauh ini belum ada pemanggilan terhadap yang lainnya, sebab Gusti sudah menyerahkan surat kesiapannya menjalankan tugas sebagai anggota KPU. Untuk Khairanzar, KPU sudah keluarkan surat pemberhentiannya dengan mencabut semua aset KPU yang ada dan juga menghentikan haknya sebagai komisioner KPU.
‘’Kita proses dulu Gusti, kalau nanti memang ada kendala, seperti keberatan dari bupatinya, maka bisa saja kita naikkan kandidat lain,’’ tegasnya.
Sekretaris KPU Mukomuko, Aran, S.Pd mengaku ada surat dari provinsi menyangkut dengan PAW, namun sampai sekarang surat tersebut belum ia terima, sehingga tidak tahu apa isinya. Apakah terkait dengan pengangkatan Gusti atau yang lainnya belum jelas. Sebab untuk PAW wewenang penuhnya ada di provinsi.
‘’Katanya memang ada surat dikirim dari Provinsi, tapi saya belum baca apa isinya,’’ kata Aran.
Gusti sendiri saat diminta tanggapannya, juga belum bisa menjawab pasti. Namun ia mengakui sudah dipanggil oleh KPU provinsi dan diminta melengkapi syarat sebagai anggota KPU. Secara pribadi ia mengaku sangat siap menjadi anggota KPU, dan tidak akan melanggar aturan yang berlaku di dalamnya.
‘’Kita diminta melengkapi syarat, mudah-mudahan saja nanti diangkat, kita tentu siap dengan semua mekanismenya,’’ tutup Gusti.(jar)

Tuesday, 14 April 2015

Cendana Utus Andy?


Bupati Tetapkan Pewaris Pemetahannya
METRO – Teka-teki kemana arah keluarga cendana (istilah untuk keluarga bupati red) pada Pilkada kelak semakin terang. Yang jelas mereka tidak mungkin sebatas menjadi penonton saat pesta demokrasi bergejolak. Kabarnya Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD-PKS) yang juga anggota DPRD Mukomuko, Andy Suhary,SE,M.Pd dijagokan untuk mewariskan estapet pemerintahan sekarang.
Majunya Andy sebagai pewaris, atas permintaan langsung dari Bupati Mukomuko Drs. H Ichwan Yunus,CPA,MM. Bahkan isunya rencana ini, sudah dibahas secara serius dalam keluarga. Mereka mulai menyusun kekuatan dengan menggerakkan kembali jaringan politik cendana, yang sukses mengantar Ichwan dua periode memegang kendali ‘’kapuang sakti ratau batuah’’ ini.
Jika kabar ini benar adanya, maka persaingan politik menuju BD 1 N akan lebih sengit dan menarik untuk ditunggu. Karena siapapun calon yang diutus dari keluarga penguasa saat ini, tidak bisa dianggap remeh. Disegala segi mereka lebih siap, terutama menyangkut dengan finansial dan juga kekuatan lobi politiknya, apalagi Ichwan yang sudah begitu melekat dengan daerah ini ikut turun langsung.
Dihubungi langsung, keluarga bupati yang tidak diragukan lagi kapasitasnya dalam urusan rumah tangga keluarga cendana, yang enggan disebut namanya, tidak membantah kabar tersebut. Bahkan ia mengakui bupati telah memberi sinyal kuat untuk itu. Andy sendiri telah diminta kesiapannya.
‘’Ini baru sebatas rencana yang kebetulan langsung dari bupati, tampaknya serius, sehingga kami langsung membahasnya dalam keluarga,’’ paparnya.
Dikonfirmasi langsung dengan bersangkutan, Andy belum mau terlalu terbuka, bahkan ia sempat ketawa lepas. Namun dari raut wajahnya mengindikasikan, jika isu ini benar adanya. Dengan sedikit mencoba mengelak, Andy mengaku tergantung dari partai dan juga masyarakat. Karena maju syaratnya harus ada dukungan dari partai politik, serta meski mendapat dukungan dari masyarakat, agar nantinya tidak sebatas meramaikan.
‘’Hehe, apa mungkin kita maju. Kalau partai siap mendukung dan masyarakat setuju apa salahnya, nanti kita lihat dulu apa perkembangannya,’’ tutur Andy.
Terus bagaimana dengan rencana Burhandari,S.Pd,M.Si yang juga kader PKS?, Andy menjelaskan PKS menyeleksi beberapa nama yang dianggap siap dan berkompeten. Baik itu dari kader sendiri ataupun non kader. Sampai saat ini proses seleksi masih berlangsung, bisa saja kader atau non kader yang diusung nantinya. Kalau memang PKS menginginkan dirinya, tentu sebagai kader ia tidak bisa menolak.
‘’PKS belum menetapkan calon, kita mengusulkan beberapa nama, keputusannya nanti tergantung hasil penilaian partai itu sendiri. Bisa jadi kader atau non kader,’’ tutupnya.(jar)



Siap Saingi Huda dan SPN, Gafrie Mulai Blusukan

//Calon Bupati Mulai Bergerilya
METRO – Persaingan politik menuju pemilihan bupati Mukomuko mulai lebih terbuka. Kabarnya Ir. Gafrie Zainuddin selama ini, dinilai belum begitu membumi mulai unjuk gigi. Sejak beberapa waktu lalu ia blusukan ke desa-desa. Aksi Gafrie ini tentu dapat mengancam Choirul Huda,SH dan Sapuan,SE,Ak,MM,CA yang selama ini dianggap sebagai calon paling berpeluang memimpin Mukomuko kedepannya.
Meski nama Gafrie tergolong baru masuk bursa calon bupati, sementara Huda dan Sapuan sudah lama dikenal masyarakat sebagai bakal calon, namun Gafrie tidak sulit menandingi mereka. Karena sosoknya pernah memegang kendali pemerintahan Mukomuko yaitu selaku carateker selam 6 bulan. Selain itu, ia punya pengalaman birokrasi cukup baik, selama menjadi PNS dan pernah menepati hampir sebagian besar jenjang jabatan dalam pemerintahan daerah.
Dihubungi kemarin, Gafrie mengaku sedang keliling ke desa-desa dalam rangka silaturahmi dengan masyarakat. Langkah ini ia lakukan untuk berpamitan maju sebagai calon bupati. Rencananya blusukan ke desa-desa akan dilakukannya selama beberapa hari.
‘’Kebetulan sekarang saya sedang di desa, berkunjung ke kawan-kawan dan silaturahmi, sekaligus memberi tahukan rencana untuk mencalonkan diri sebagai bupati,’’ kata Gafrie.
Ia juga mengaku tidak gentar sedikitpun dengan kandidat-kandidat lain, karena Pilkada adalah hubungannya dengan rakyat dan ini menyangkut kepentingan daerah kedepan. Baginya siapapun calon adalah kawan, yang punya niat besar untuk membangun daerah. Hanya saja setiap orang memiliki program yang dijual ke masyarakat.
‘’Biarkan saja, yang penting kita terus berusaha, program yang kita ajukan jelas, tinggal masyarakat nanti yang menilainya. Bagi kita semuanya adalah rekan, kita berkawan baik dilain sisi,’’ tegasnya.
Huda sendiri mengaku tidak persoalkan setiap calon yang bakal menjadi seterunya kelak. Semua punya cara dan hak masing-masing untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Soal siapa yang akan memimpin Mukomuko kedepan, diyakininya itu masyarakat akan menentukan dan memang sudah digariskan oleh yang maha kuasa. Ia sendiri masih fokus melaksanakan tugas sebagai wakil bupati.
‘’Biarkan saja, kita tetap berusaha dengan cara masing-masing. Terlepas dari persaingan untuk Pilkada, kami berhubungan baik satu sama lainnya,’’ tutup Huda.(jar)