Friday, 22 May 2015

Caretaker Bupati, Ismed Menguat


METRO – Meskipun Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah, M.Pd baru dikabarkan mengusulkan nama-nama calon kandidat caretaker Bupati Mukomuko, namun siapa yang bakal mengisi kekosongan kursi bupati Mukomuko sudah mulai terbaca.  Nama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu, Ismed Lakoni, SE tampaknya lebih dijagokan. Selain lantaran dirinya sumando warga Mukomuko, mantan Kepala Biro (Karo) Ekonomi Pemprov Bengkulu ini memiliki pengalaman birokrasi yang cukup matang. Juga diisukan ada unsur politik dalam penetapan dirinya sebagai caretaker. Namun selain dirinya juga ada kandidat lain yang berpeluang, yaitu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Bengkulu, Ir. Edi Nevian. Termasuk nama Kautsar Agus Hutari.
Dihubungi, suami dari anggota DPRD Provinsi Dapil Mukomuko ini belum mau terlalu umbar diri. Menurutnya kabar masuknya namanya, masih sebatas itu yang dikembangkan pihak media. Namun ia berharap, itu semua sebagai doa dan dukungan dari masyarakat.
‘’Kita mengucapkan terimakasih kepada masyarakat atas penilaian positifnya. Informasi tentang usulan caretaker itukan, masih seputar opini media massa, kebenarannya sampai sekarang belum kita ketahui. Namun secara pribadi, kita mengucapkan syukur alhamdulillah karena masuk sebagai kandidat, meski masih sebatas informasi. Karena sampai sekarang, Gubernur Bengkulu belum menyampaikan secara prinsip mengenai hal itu ke kita,’’ kata Ismed.
Dia menyampaikan, menjadi caretaker artinya menjadi pemimpin dan harus siap dengan berbagai tantangan. Dengan demikian, ia mengakui tak bisa terlalu banyak berharap, penetapan amanah menjadi pemimpin semuanya diserahkan kepada Yang Maha Kuasa (YME).
‘’Kehendak dan ketetapan itu adalah milik Yang Maha Kuasa. Dan kita ikuti saja seperti air mengalir. Kalau memang itu diamanahkan ke kita, ya harus dijalani. Kalau benar, ya mari kita sama-sama membangun daerah,’’ imbuhnya.
Berakhirnya masa jabatan Bupati Mukomuko lebih kurang dua bulan kedepan. Menurutnya, jika Bupati Mukomuko juga berminat menjadi peserta Pilkada harus mengacu kepada PKPU. Setelah memasuki tahapan pendaftaran calon, secara otomatis akan mengundurkan diri dari jabatan. Namun sebaliknya, jika tidak menjadi peserta Pilkada, tentu caretaker menunggu masa jabatan bupati berakhir.
‘’Kita lihat Juknis dari PKPU, mulai mereka mendaftar sebagai calon kandidat kepala daerah, tentu harus mengundurkan diri. Namun jika tidak, mereka menjabat bupati hingga 14 Agustus. Mau tidak mau, suka tidak suka setelah jabatan bupati defenitif berakhir caretaker harus dilantik, namun kita lihat dulu peraturan PKPU. Lihat lah nanti, kalau memang diamanahkan dengan kita, insyaallah kita siap dimanapun ditugaskan,’’ paparnya.
Jabatan caretaker untuk wilayah Kabupaten Mukomuko diperkirakan terhitung sejak Agustus hingga Mei 2016. Hal ini tergantung dengan perputaran politik dalam pelaksanaan Pilkada serentak. Ia mengatakan, sesuai dengan perhitungan untuk saat ini, jabatan caretaker sekitar 8 bulan.
‘’Lama masa jabatan caretaker khususnya untuk Kabupaten Mukomuko, mungkin sampai Mei 2016. Namun belum dapat dipastikan, kalau pelaksanaan Pilkada serentak mundur dari jadwal sementara, bisa saja satu tahun atau lebih. Yang pasti, jabatan berakhir hingga pelantikan bupati baru,’’ demikian Ismed.(nek) 



Calon Bupati Diyakini Tetap 3 Pasang
METRO – Walau ada beberapa kandidat mulai menunjukkan keseriusannya maju sebagai calon bupati, namun diprediksi pasangan yang akan bersaing pada pilkada kelak tetap 3. Bisa saja terjadi 4 pasang, namun itu sulit terjadi, karena kursi parpol tidak mencukupi. Maju melalui calon independen kemungkinan besar tidak ada, sebab waktu sudah mendesak.
Parpol cukup hati-hati dalam mengambil keputusan, lebih memilih mendukung kandidat yang betul-betul siap memenangi Pilkada kelak. Dengan demikian ada beberapa bakal calon berpeluang tidak mendapat kepercayaan dari partai, disisi lain ada kandidat yang mendapat dukungan maksimal dari banyak partai. Alasannya partai yang berhasil memenangi pemilihan kepada daerah, berpeluang menguat pada pemilu berikutnya.
Salah seorang tokoh Mukomuko yang juga Dosen Unib, H. Hamdani Makir,SH,M.Hum mengatakan, untuk 4 pasang cukup sulit, apalagi dua partai berpeluang tidak bisa ikut Pilkada, lantaran didera konflik internal. Kemungkinan besar 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati saja yang bersaing pada Pilkada kelak. Partai cukup teliti, calon yang tidak menguat tidak ada diusungnya.
‘’Saya tetap yakin, paling banyak pasangan calon bupati Mukomuko 3 pasang, kalau 4 cukup sulit, karena partai tidak cukup. Dilihat dari perkembangannya, partai lumayan selektif, calon yang bakal diusung adalah, diyakini menang,’’ katanya.
Ia memperkirakan bulan depan bakal calon bupati yang mendapat dukungan dari partai politik sudah jelas. Karena berdasarkan isu di pusat, ada beberapa partai mengerucutkan arahnya. Artinya bersamaan dengan itu, persaingan politik mulai ter-arah dengan baik. Berikutnya calon bupati akan menentukan pasangannya. Saat itulah suhu politik yang mulai lebih panas, bersamaan dengan itu dukungan masyarakat juga mulai jelas.
‘’Kalau sekarang baru awal, siapa calon sebenarnya belum jelas. Kalau partai telah menetapkan calon, pasangan bupati sudah ada, maka kemana dukungan sebenarnya dari masyarakat mulai tampak. Kalau sekarang, mana yang ramai saja,’’ tutupnya.(jar)

Thursday, 21 May 2015

Sesaat Lagi, Panggung Politik Makin Ramai


METRO – Masyarakat Kabupaten Mukomuko harus siap-siap menyambut ‘’tsunami’’ politik Pemilihan bupati (Pilbup). Diprediksi dalam waktu dekat, masing-masing kandidat mulai menggelontorkan amunisinya untuk menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak. Masyarakat diminta menikmati pertunjukan masing-masing pasangan calon, jangan sampai terpancing, sehingga mengakibatkan timbulnya gesekan yang mengarah pada perpecahan.
Berdasarkan pantauan dan juga isu berkembang, masing-masing kandidat sudah mulai menyusun persiapan untuk unjuk kemampuan dalam berbagai segi, untuk menarik perhatian calon pemilih. Diantaranya jor-joran dalam pemasangan baliho, spanduk di berbagai tempat juga di kendaraan-kendaraan pribadi. Tidak menutup kemungkinan juga jor-joran dalam mensponsori berbagai kegiatan masyarakat.
Novesra Herman yang merupakan orang dekat, calon bupati, Sapuan,SE,Ak,MM,CA mengakui sekarang pergerakan mereka belum dimulai sepenuhnya, sebab masih persiapan. Setelah waktunya dianggap tepat, maka Sapuan akan fokus. Mengerahkan armada, atribut dan tim sudah pasti akan dilakukan. Sekarang masyarakat diminta bersabar, karena selalu ada kejutan kemudian hari.
‘’Kita sudah berpengalaman dalam hal ini, Sapuan sudah buktikan pada Pilkada lalu. Meski tidak menang, setidaknya ia memberi perlawanan sengit pada incumbent yang memang kala itu sedang berkuasa penuh,’’ katanya.
Calon kuat lainnya, Choirul Huda juga mengaku belum mau terlalu menggebu-gebu. Ia masih menunggu saat yang tepat untuk bergerak secara full. Ia juga tidak terpengaruh oleh aksi kandidat lain yang sudah gencar berkampanye. Menurutnya sekarang, masyarakat harus fokus dulu dengan kegiatannya.
‘’Jangan ganggu dulu konsentrasi masyarakat, biar mereka fokus untuk kegiatan ekonominya dan kegiatan lain. Kalau sudah waktunya kita tentu siap,’’ tutur Huda.
Salah seorang tokoh Mukomuko yang juga Dosen Unib, H. Hamdani Makir,SH,M.Hum mengingatkan masyarakat saat gelombang politik bergejolak. Jangan sampai terprovokasi, sehingga penimbulkan perpecahan satu sama lainnya. Sebab serangan politik terhadap kandidat bakal bertubi-tubi datangnya. Pendukung fanatik yang tidak bisa mengendalikan diri mudah terpancing.
‘’Kita sudah pengalaman menghadapi era politik, sama-sama menjaga ketertiban saja. Mendukung boleh tapi jangan sampai memaksakan hal sama pada yang lain. Juga menghadapi isu politik harus tenang, karena provokasi itu sering timbul,’’ ungkapnya.
Calon juga diminta selalu mengendalikan pendukungnya, harus bermain sportif dan mengutamakan kebersamaan. Jangan melakukan Kampanye hitam (Black campaign) untuk menjatuhkan lawan. Juga membalas black campaign dengan tindakan baik untuk menambah simpati masyarakat. Tidak ada manusia yang bersih seratu persen.
‘’Kita lihat pada saat Pilpres, berbagai kesalahan calon masa lalu diungkapkan, setelah Pemilihan diam semua, itu jelas tujuan menjelekkan lawan, hanya untuk kepentingan politik,’’ tutupnya.(jar)


Banyak Calon Kuat, Pejabat Galau

METRO – Sebelumnya diisukan banyak pejabat atau PNS di daerah ini sudah mendekati beberapa bakal calon bupati Mukomuko. Tujuannya tentu untuk mencari selamat, agar tetap dipakai saat terjadi transisi pemerintahan dari yang lama ke bupati baru. Namun belakangan ini, beberapa pejabat mulai goyah untuk mendukung salah satu calon. Mereka galau karena melihat perkembangan persaiangan politik, dimana muncul beberapa nama kuat lain yang berpeluang memenangi Pilkada kelak. Termasuk isu mutasi, membuat beberapa pejabat mulai ciut.
Bukan hanya pejabat, para tokoh masyarakat lainnya, yang kerap berhubungan dengen pemerintah, seperti kontraktor dan sebagainya juga diduga mulai runtuh pendiriannya. Sehingga mereka berpeluang berbelok arah, ke calon lainnya. Namun juga banyak kalangan yang terkesan menjadi ‘’joker’’, sehingga kapan saja bisa mengarah ke kandidat berbeda.
Menanggapi hal ini, tokoh Mukomuko yang juga Dosen Unib, H. Hamdani Makir,SH,M.Hum mengatakan, fenomena demikian merupakan hal yang biasa dalam politik. Semua ingin mencari selamat, bahkan banyak yang berusaha bisa masuk ke kelompok mana saja. Semestinya tidak demikian, pejabat atau PNS dilarang terlibat politik, namun tetap memiliki hak memilih.
‘’Kalau itu biasa terjadi, mereka tahu aturan pejabat dilarang berpolitik praktis. Yang jelas, arahnya adalah pada calon kuat, kecuali memang punya hubungan kekeluargaan yang karib,’’ katanya.
Lanjutnya, sebaiknya kandidat juga harus bisa menahan diri, jangan melibatkan pejabat  atau PNS dalam politiknya. Jika memang duduk sebagai kepala daerah, ambil kebijakan secara profesional. Pejabat yang ditepatkan, harus berdasarkan skillnya bukan karena kedekatan ataupun dukung mendukung. Dampaknya jelas, jika pekerjaan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. Banyak program daerah yang tidak berjalan dengan baik, bahkan sama sekali tidak menghasilkan untuk kepentingan masyarakat.
‘’Kita susah kalau bicara ini, bukan saja di Mukomuko, fenomena ini dimana-mana. Kalau pemimpinnya profesional, tentu tidak akan terjadi yang sedemikian,’’ tutupnya.(jar)


33 Pendaftar Panwascam Gagal Ikut Tes Tertulis
POLITIK RM – Secara resmi Panwaslu Mukomuko sudah menutup pendaftaran calon Panwascam untuk 15 kecamatan. Dari 216 pendaftar yang mengambil berkas, 33 orang gagal ikut tes tertulis. Alasannya 29 orang tidak mengembalikan berkas, 2 orang terlibat partai politik dan 2 lagi belum cukup umur. Artinya mereka yang akan mengikuti tes tertulis adalah sebanyak 183 orang. Pelaksanaannya pada 26 Mei mendatang di aula Bappeda Mukomuko. Untuk mengetahui nama-nama peserta ikut tes tertulis silahkan cek di koran Radar Mukomuko mulai hari ini.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Sujarwanto, S.Sos menerangkan secara resmi pendaftaran sudah ditutup. Mereka yang tidak menyerahkan berkas, secara otomatis gugur. Selain itu ada 4 orang  yang tidak lulus administrasi, karena diduga bergabung dengan parpol dan belum cukup umur. Masyarakat diminta melihat nama-nama yang diumukan. Jika ada yang diketahui bermasalah, silahkan lapor ke Panwaslu untuk ditindaklanjuti.
‘’Ada 83 calon yang kita tetapkan bakal mengikuti tes tertulis, masyarakat diberi kesempatan menyampaikan tanggapannya, jika ada yang terindikasi bermasalah,’’ kata Sujar.
Anggota Panwaslu lainnya, Ita Hartati,SE,MBA menyampaikan hal senada, untuk tanggapan diberi kesempatan sampai dengan 25 Mei. Laporan masyarakat bisa disampaikan secara tertulis ataupun datang langsung ke kantor Panwaslu Mukomuko. Termasuk laporan melalui telepon genggam akan dipelajari kebenarannya. Untuk yang dinyatakan lulus administrasi silahkan bersiap mengikuti tes tertulis pada 26 mei nanti.
‘’Tanggapan masyarakat bisa tertulis juga bisa melalui telepon, waktunya cukup panjang, sebelum tes tertulis dilakukan,’’ ungkapnya.
Anggota Panwaslu lainnya, Deny Setiabudi, SH juga menyampaikan untuk pelaksanaan tes silahkan cek di pengumuman. Karena dicantumkan apa saja perlengkapan yang diperlukan dan tata tertibnya. Yang jelas harus berpakaian pantas, yaitu baju kemeja berkerah. Soal tes langsung dari pusat, akan dibuka segelnya di depan peserta tes kelak.
‘’Tes dilakukan terbuka, soalnya rahasia, kita sendiri tidak tahu, sebab sama dengan soal tes daerah lain. Untuk Bengkulu, tes dilakukan serentak seluruh kabupaten dan kota,’’ tutupnya.(jar)

Ternyata, Banyak Pejabat Diperiksa


//Jaksa Telusuri 3 Kasus Dugaan Penyelewengan
METRO – Ternyata puluhan pejabat, mantan pejabat dan staf di lingkungan SKPD Mukomuko sudah bicara di depan penyidik Kejaksaan Negeri Mukomuko. Mereka dipanggil terkait dengan penyidikan 3 kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mukomuko. Pertama anggaran yang dikelola Badan Koordinasi Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKKB dan PP) tahun 2013/2014. Kedua penggunaan APBD tahun 2011, 2012 dan 2013 yang diberikan khusus untuk koperasi. Ketiga kasus dugaan penggelapan aset barang milik daerah Kabupaten Mukomuko.
Dihadapan awak media, kemarin Kajari Mukomuko, Sugeng Riyanta, SH membeberkan, bahwa sesuai dengan KUHAP, pihaknya telah memanggil dan memeriksa puluhan pejabat, mantan pejabat dan staf di lingkungan Pemda Mukomuko. Dari tiga dugaan penyelewengan yang sedang digarapnya, satu kasus sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan, yaitu dugaan penggelapan aset barang milik daerah.
‘’Secara resmi benar, bahwa Kejaksaan Negeri Mukomuko sudah mengumpulkan proses bahan keterangan atas 3 kasus dugaan korupsi. Bahkan telah memanggil dan memeriksa pejabat, mantan pejabat dan pegawai staf di lingkungan Pemda Mukomuko untuk proses pengumpulan data bahan keterangan. Selain itu juga akan memeriksa pejabat penting di lingkungan Pemda,’’ kata Sugeng Riyanta.
Sugeng mengakui tidak menutup kemungkinan akan menyeret beberapa pejabat di lingkungan Pemda. Namun ia belum menyebutkan pejabat dan pegawai yang bakal terlibat dalam kasus itu. Khusus untuk dugaan penyalahgunaan anggaran yang diberikan secara khusus kepada koperasi. Pihaknya terlebih dahulu memastikan jenis usaha koperasi tersebut. Ia ingin mengkaji lebih jauh, apakah koperasi yang diberikan bantuan dana khusus tersebut bersifat berbadan hukum atau perorangan.
‘’Berdasarkan Undang-Undang 31 tahun 1999, apa yang disebut dengan koperasi adalah bagian kumpulan orang-orang, baik berupa badan baik berbadan hukum atau tidak. Namun kita belum bisa menyebut koperasi bentuknya apa. Ada bantuan yang diserahkan kepada koperasi ini dari dana APBD yang diduga disalahgunakan. Untuk satu kasus hari ini (kemarin,red) secara resmi dinaikkan ketahap penyidikan satu perkara. Surat perintah penyidikan sudah saya teken,’’ imbuhnya.
Kendati telah dinaikkan ke tingkat penyidikan, ia mengakui belum menetapkan tersangka (tsk). Dalam pengungkapan kasus ini, esktra hati-hati.
‘’Meskipun telah dinaikkan ke tingkat penyidikan, tetapi kami belum menetapkan tersangka (tsk). Dalam tahap proses penyidikan ini, akan diperjelas lagi siapa yang harus ditetapkan tersangka. Siapa yang berperan dalam proses penyidikan ini akan ketahuan. Insyaallah saya ingin penyidikan ini cepat dan segera dilakukan penetapan tersangka,’’ tegasnya.
Lanjutnya, proses penyelidikan 3 kasus ini oleh 3 tim penyelidik, semua bekerja dengan maksimal. Untuk penyelidikan dua  dugaan korupsi yang masih dalam proses penyelidikan, berdasarkan  surat printah (sprint) tanggal 5 Mei lalu. Sedangkan untuk 1 kasus yang telah naik status diterbitkan tanggal 7 Mei.
‘’Saya sampaikan sekaligus adalah progres ini adalah proses hukum. Penyelidikan adalah rangkaian untuk mengumpulkan bukti-bukti pemulaan, apakah ada dugaan korupsi atau tidak. Kalau progres ini ditemukan bukti permulaan yang cukup maka kami sesuai koredor KUHAP akan ditingkatkan ketahap selanjutnya yaitu penyidikan,’’ tandasnya.
Terakhir, Kejari mengatakan berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi terbaru, apa yang disebut dengan bukti permulaan yang cukup adalah minimal ditemukan dua alat bukti. Kemudian berdasarkan keputusan MK terkait dengan praperadilan dalam menetapkan tersangka, dengan demikian pengungkapan kasus ini harus benar-benar matang.
‘’Maka saya mengambil satu kebijakan bahwa proses penyelidikan yang kami lakukan harus betul-betul matang, sebagaimana yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Jadi tidak gampang menaikkan ke penyidikan, mana kala belum diperoleh dua alat bukti. Proses sedang berlanjut, dari 3 kasus tersebut semua saksi sudah kita panggil untuk diminta keterangan, secara gilir berganti. Dan satu hari bisa lima atau enam orang. Karena saya tidak ingin kerja santai dan bekerja harus sesuai koridor SOP kejaksaan,’’ demikian Sugeng.(nek)


Jaksa Mulai Garap Pejabat Mukomuko?
METRO – Kabarnya pihak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mukomuko mulai membidik beberapa pejabat Mukomuko dan pihak terkait lain dalam beberapa dugaan kasus. Seperti kemarin, isunya beberapa nama mulai dipanggil untuk diminta keterangannya. Ini juga diperkuat pantauan media yang mendatangi markas kejaksaan, dimana terlihat beberapa wajah yang cukup dikenal dari kelangan pejabat.  Kabarnya yang sedang disidik pihak kejaksaan adalah dugaan penyalahgunaan anggaran pengembangan Produk Unggulan Daerah (PUD), diantaranya Tortilla.
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda), BM Hafrizal, SH mengakui sudah diundang oleh pihak kejaksaan. Selain dirinya juga ada beberapa pihak lain yang dipanggil dalam persoalan yang sama. Kemarin ia terlihat datang mengendarai sepeda motor warna hitam. Tiba di halaman Kejari sekitar pukul 10.05 WIB. BM Hafrizal sempat menyalami sejumlah wartawan.  Sekitar beberapa menit kemudian, BM Hafrizal langsung masuk ke resepsionis Kejari. Selanjutnya, menjalani pemeriksaan sekitar beberapa jam. Berangkat dari informasi yang dihimpun, mantan Sekda Mukomuko ini dicecar 11 pertanyaan terkait dengan alokasi anggaran tortilla semasa masih menjabat.
‘’Kita datang untuk memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri. Terkait masalah dana khusus untuk pengelolaan tortilla tahun 2011 dan 2012. Memang ketika itu kita masih menjabat sebagai Sekda Mukomuko,’’ kata BM Hafrizal.
BM Hafrizal mengakui, pemanggilan dirinya berkaitan dengan dana daerah yang dialokasikan untuk pengelolaan tortilla. Sebagai warga yang taat aturan, ia membenarkan telah memberi keterangan sepanjang pengetahuan dirinya terkait dana tersebut.
‘’Kita diperiksa sekitar dua jam, dan sempat dilempari 11 pertanyaan oleh Jaksa pemeriksa. Dan keterangan yang kita berikan, masih bersifat umum dan sesuai pengetahuan kita selaku Sekda ketika itu. Namun yang lebih mengetahui berapa jumlah anggaran khusus yang dialokasikan untuk tortila adalah Bappeda,’’ imbuhnya.
Selain dirinya ada beberapa orang pejabat Pemda juga terlihat hadir di kejaksaan. Ia memperkirakan juga berkaitan dengan masalah tersebut.
‘’Kita tidak tahu pasti, yang jelas juga ada beberapa orang pejabat Pemda mendatangi kejaksaan. Dan kita perkirakan juga berkaitan dengan masalah anggaran tortilla,’’ paparnya.
Selang waktu sebelum kedatangan mantan Sekda, BM Hafrizal, Kajari Mukomuko,  Sugeng Riyanta, SH melalui Kasi Intel, Beny Wijaya, SH membantah adanya pemeriksaan pejabat di lingkungan Pemda. Bahkan ia sempat memperlihatkan beberapa ruang kerja di kejaksaan dalam posisi kosong kepada wartawan.
‘’Tidak ada pemeriksaan pejabat, silahkan cek ruangan kalau ada,’’ ujar Beny, sembari tersenyum.(nek)

Wednesday, 20 May 2015

PPP Sepakat Dukung Wismen, Huda Juga Berpeluang


METRO – Akhirnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mukomuko menetapkan bakal calon bupati yang direkomendasikan ke pusat untuk diusung pada Pilbup. Adapun kandidat yang ditetapkan adalah, Ir. Wismen A Razak,M.Si dan Choirul Huda,SH. Sementara H. Andy Suhary,SE,M.Pd dan Ir. H Gafrie Zainuddin yang juga ikut berkompetisi belum diberi peluang. Penetapan dua nama tersebut berlangsung cukup menegangkan, dimana setelah 4 calon menyampaikan visi dan misinya, pengurus PPP Mukomuko melakukan pemilihan langsung sistim poling. Adapaun yang memberi hak suara 12 orang, 11 dari kecamatan dan 1 perwakilan dari pengurus DPD. Semestinya 16, namun ada 4 kecamatan tidak mengutus perwakilannya pada Rapimda PPP kemarin lusa.
Wismen terpilih dengan dukungan signifikan, dimana ia menjadi pilihan pertama dengan total 11 suara, hanya 1 suara yang memilih Huda. Sedangkan pada pemilihan tahap 2, Huda mendapat 8 suara, Andi kebagian 1 suara, Wismen 1 dan Gafrie 2 suara. Atas dasar itu, Wismen yang mendapat dukungan penuh di pilihan pertama, memiliki peluang lebih besar  diusung PPP. Namun Huda juga masih terbuka, karena namanya juga direkomendasikan ke pusat sebagai pemilihan ke 2.
Ketua DPD PPP Mukomuko, Masripani Maas,SH mengakui hasil ini, karena sudah menjadi aturan, maka mereka wajib mengusulkan nama Wismen dan Huda ke pusat. Rencananya dalam waktu dekat segera disampaikan ke DPW dan ke DPP. Ia juga mengakui Wismen memiliki peluang lebih besar, jika berdasarkan hasil voting, karena ia menjadi pilihan pertama dan meraih 11 dukungan.
‘’Pilihan masing-masing utusan kecamatan ini murni, kami memberi kebebasan bagi mereka sepenuhnya. Saya sendiri tidak ikut memberi suara, karena diberi kepercayaan pada pengurus kabupaten yang lain. Hasilnya Wismen dan Huda yang ditetapkan, untuk keputusan  akhir tetap di pusat,’’ kata Masri.
Terkait alasan pengurus PPP menjatuhkan pilihan pada Wismen dan Huda, ia mengaku kurang memahami. Tapi ia memperkirakan, yang melantar belakanginya adalah visi dan misi calon, cara penyampaiannya, serta komitmen calon kedepannya. Termasuk keberadaan partai pendamping lainnya. Namun yang jelas, ini sudah diputuskan, maka seluruh kader harus mendukung penuh calon yang sudah dipilihnya.
‘’Alasannya saya kurang tahu, mungkin mereka bisa meyakinkan pemberi hak suara dengan visi dan misi dan juga komitmen untuk pembangunan kedepan,’’ ujarnya.
Menanggapi hal ini, Wismen mengaku bangga dan banyak berterimakasih kepada pihak PPP. Ia akan menjaga kepercayaan dari partai tersebut untuk kedepannya. Dukungan dari PPP sangat berarti bagi dirinya dan juga bagi masyarakat untuk menyambut perubahan yang lebih baik. PPP adalah partai yang punya pengalaman dan memiliki pendukung cukup besar. Terutama di Kabupaten Mukomuko, partai berlambang ka’bah ini masih menjadi idola.
‘’Kita tahulah betapa besarnya PPP, mereka partai berpengalaman dan disukai, maka dukungan dari PPP sangat berarti bagi kita kedepannya,’’ tutup Wismen.(jar)


Diblacklis Golkar, Bakal Cabup Kecewa
METRO – Rencana pengurus DPD 2 Partai Golkar Mukomuko, memblacklis bakal calon Bupati Mukomuko yang mendaftar ke kepengursan Partai Golkar versi Agung Laksono yang diketuai oleh Syaukani Dahari yang menjabat Plt, mengecewakan kandidat. Karena selaku bakal calon, mereka tidak memihak pada pihak manapun.
Disampaikan oleh salah seorang kandidat, Choirul Huda,SH kebijakan memblacklis calon dinilainya tidak tepat. Sebab kandidat tidak bersalah dalam hal ini. Ia akan mendaftar apabila ada yang membuka pendaftaran, bahkan jika ada 10 kubu di Golkar, ia akan mendaftar seluruhnya. Karena, sebagai bakal calon, ia sangat berminat diusung oleh ‘’pohon beringin’’ ini.
‘’Kita mana peduli dengan kubu satu dan kubu dua serta kubu lainnya, sebagai calon saya sangat ingin diusung Golkar, kalau ada sepuluh kubu akan saya daftar seluruhnya. Maka kita sayangkan jika sudah mendaftar di kubu Agung, malah diblacklis,’’ ungkap Huda.
Terkait kabar ia sudah mendaftar ke kubu Agung, melalui Plt DPD, Syaukani Dahari, Huda mengaku belum bisa memastikan. Yang jelas ia tetap berharap akan diusung oleh Golkar pada Pilkada kelak. Sebagai bakal calon, dirinya tidak memihak kemanapun, namun berteman dengan semua pengurus Golkar.
‘’Saya juga kurang tahu pasti, apakah sudah didaftarkan atau belum, tapi sebelumnya mendaftar di pengurus yang lama. Yang jelas saya berharap tetap diusung Golkar,’’ tuturnya.
Sementara Wismen A Razak yang sebelumnya juga dikabarkan sudah mendaftar ke Golkar versi Agung, enggan bicara banyak menyangkut kebijakan partai tersebut. Ia hanya mengikuti alur saja, mudah-mudahan saja bisa diusung Golkar. Saat ini partai Golkar dinilainya masih dilanda konflik, keputusan PTUN yang memenangkan Munas Riau, juga digugat lagi. Kemungkinan saja Golkar benar-benar tidak bisa Pilkada.
‘’Itu belum finas, masih bisa berubah, sebab keputusan PTUN banding lagi, kemungkinan saja Golkar tidak bisa ikut Pilkada. Namun kita tetap berharap, apapun yang terjadi calon tidak dirugikan,’’ tutur Wismen.
Pihak Golkar versi Agung di Mukomuko, masih optimis sebagai partai Golkar yang sah peserta Pilkada. Sebab mereka dengan dalih telah memegang SK Menkumham dan diakui pemerintah.
‘’Benar berdasarkan keputusan PTUN, dikembalikan ke kepengurusan Golkar hasil Munas Riau. Tetapi itu belum final, kami dari Partai Golkar kubu Agung Laksono masih upaya banding. Dan kami optimis sebagai partai yang sah menjadi peserta Pemilu. Dengan demikian, berhak untuk mengusung calon pada Pilkada mendatang. Selagi proses hukum berlanjut, Golkar kubu Agung Laksono yang sah secara hukum dan diakui pemerintah, karena mengantongi SK Menkumham,’’ kata  Plt DPD Partai Golkar Kabupaten Mukomuko, Syaukani Dahari ketika menghubungi RM dan menyebutkan dirinya sedang mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim) Partai Golkar di pusat.
Dia menyebutkan, Partai Golkar kubu Ical tidak bisa mengklaim begitu saja dan mengatakan partai mereka yang berhak dan diakui pemerintah. Terutama untuk mengusung Cabup pada Pilkada mendatang.
‘’Kepada bakal calon yang telah mendaftar ke kita, jangan ragukan hasil keputusan PTUN. Dan kita yakin, yang diakui pemerintah dan yang bakal menjadi peserta Pemilu adalah Golkar kubu Agung karena telah memiliki kekuatan hukum,’’ demikian Syaukani Dahari.
Untuk diketahui sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta membatalkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) tentang pengesahan kepengurusan DPP Partai Golkar pimpinan Agung Laksono. Selain membatalkan SK Menkumham, PTUN juga memutuskan kepengurusan DPP Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke VIII yang digelar di Riau tahun 2009 lalu, masih berlaku. Dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham.
Keputusan ini tentu berdampak hingga ke daerah, seluruh kepengurusan Golkar versi Agung dinyatakan tidak sah sebagai peserta Pilkada. Untuk Mukomuko Golkar versi Agung dipimpin oleh Syaukani Dahari yang menjabat Plt DPD 2. Tidak hanya itu, bahkan bakal calon Bupati Mukomuko yang sudah mendaftar ke pengurus DPD 2 Golkar versi Agung, bakal diblacklis.(jar)


IMI Akui, Sirkuit Wismen Termeriah
METRO – Grasstrack putaran ke 3, di sirkuit permanen BST KJS Penarik yang disponsori Bakal calon Bupati Mukomuko, Ir. Wismen A Razak,M.Si tak terbantahkan lagi, sebagai acara termeriah. Bahkan Penanggungjawab balapan, Ikatan Motor Indonesia (IMI) mengakui acara ini sebagai grasstrack paling spektakuler sepanjang sejarah, turnamen balapan di Kabupaten Mukomuko. Padahal mereka sudah menyelenggarakan acara yang sama berulangkali di lokasi tersebut. Kemeriahan acara dilihat dari segi penonton dan juga peserta.
Fakta ini tentu, membuktikan jika pencalonan Wismen sebagai Bupati Mukomuko disambut antusias oleh masyarakat. Tidak menutup kemungkinan, akan memuluskan langkahnya untuk mewujudkan perubahan besar di ‘’kapuang sakti ratau batuah’’ ini. Total pentonton tidak bisa dipastikan, namun diperkirakan mencapai 10 ribu orang. Ini bisa dilihat dari jumlah kendaraan penonton yang terparkir di lokasi dan juga kepadatan setidap sudut sekitar arena balapan. Warga yang hadir, berasal dari seluruh penjuru Mukomuko.
Ketua IMI Provinsi Bengkulu, Medi Saputra mengaku puas dan salut dengan kegiatan yang diselengarakan pada Sabtu dan Minggu lalu. Ia mengaku sudah tidak bisa mengingat, berapa kali mengadakan acara yang sama di Mukomuko. Namun demikian, diakuinya mulai dari jumlah peserta ataupun penonton, Serkuit Wismen paling meriah. Ia tidak ingin membahas di segi politik, karena itu bukan kewenangannya dan juga mereka tidak terpaut dengan itu.
‘’Saya rasa inilah acara paling ramai selama kita adakan di Mukomuko, kami tidak ingin bahas politik. Namun kalau soal pengalaman, memang yang di sponsori pak Wismen cukup spektakuler,’’ ungkapnya.
Salah seorang penonton, Mardizon juga mengakui, acara yang diselengarakan oleh Wismen ini paling meriah. Sebagai masyarakat yang hobi dengan cross, ia selalu hadiri setip ada acara dilakukan, namun tidak se meriah kali ini. Ia juga berharap Wismen bisa menjadi bupati, sehingga kreatifitas anak muda di kabupaten ini betul-betul mendapat pembinaan dan diperhatikan. Selama ini acap kali, para atlet dan utusan perlombaan lain ke daerah luar, terpaksa mengemis mencari dana untuk membawa nama baik daerah. Kedepan di bawah kepemimpinan Wismen diharapkan, banyak prestasi  yang bisa diraih daerah dalam berbagai bidang.
‘’Ini luar biasa, masyarakat harus memanfaatkan kesempatan ini, jika Wismen menjadi bupati, kemungkinan pembinaan prestasi daerah akan lebih baik. Kita tahu, selama ini, banyak keluhan, atlet tidak punya dana, bahkan ada yang meminta-minta untuk dana berangkat mengikuti pertandingan di luar daerah,’’ harapnya.
Wismen saat diminta tanggapannya, juga mengaku puas dengan antusiasme peserta dan penonton mengikuti jalannya acara ini. Tujuannya adalah untuk menghibur masyarakat dan juga menjaring bakat grasstrack di Mukomuko. Ia akan berusaha membina generasi berbakat di daerah ini secara berkelanjutan. Tidak hanya di segi balapan motor, ia juga akan mensuport bidang olah raga lain juga segi pendidikan serta mendukung pengembangan karya masyarakat. Juga diakuinya daerah ini memiliki begitu banyak potensi, hanya saja belum digarap dengan baik.
‘’Kita bangga dengan tingginya antusias masyarakat, yang jelas kita ingin kedepan semuanya lebih baik, tidak hanya di satu bidang, juga di sektor lain akan kita bangkitkan,’’ ungkapnya.
Menyangkut dengan persiapan Pilkada sendiri, Wismen memastikan ia sudah sangat matang untuk memenangi Pilkada kelak. Karena sejauh ini dukungan dari warga terus berdatangan. Apa yang ia lakukan sekarang baru tahap awal, dalam waktu dekat terutama menjelang pemilihan, akan banyak pertunjukan spektakuler lain yang akan ia persembahkan untuk masyarakat Mukomuko.
‘’Kita semakin yakin dengan dukungan masyarakat, ini untuk kepentingan daerah, saatnya kita berjuang untuk membangun daerah lebih baik,’’ tutupnya.(jar)


Tuesday, 19 May 2015

Kubu Ical Menang, 4 Cabup Diblacklis


Mendaftar ke Golkar Versi Agung
METRO - Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta membatalkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) tentang pengesahan kepengurusan DPP Partai Golkar pimpinan Agung Laksono. Selain membatalkan SK Menkumham, PTUN juga memutuskan kepengurusan DPP Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke VIII yang digelar di Riau tahun 2009 lalu, masih berlaku. Dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham.
Keputusan ini tentu berdampak hingga ke daerah, seluruh kepengurusan Golkar versi Agung dinyatakan tidak sah sebagai peserta Pilkada. Untuk Mukomuko Golkar versi Agung dipimpin oleh Syaukani Dahari yang menjabat Plt DPD 2. Tidak hanya itu, bahkan bakal calon Bupati Mukomuko yang sudah mendaftar ke pengurus DPD 2 Golkar versi Agung, bakal diblacklis.
Untuk diketahui ada 4 calon Bupati Mukomuko yang diisukan sudah mendaftar ke Golkar versi Agung, diantaranya, Ir. Gafrie Zainudin dan Badrun Hasani, SH, Choirul Huda, SH dan Ir Wismen A Razak, M.Si. Artinya peluang Andy Suhary, Burhandari dan Sapuan terbuka di Golkar. Karena mereka tidak mendaftar kembali ke Golkar versi Agung yang dipimpin oleh  Syaukani Dahari.
Ketua DPD 2 Golkar Mukomuko, Ali Saftaini,SE mengatakan kepengurusan di Mukomuko yang dibentuk dadakan dan menyatakan diri versi Agung tidak sah. Yang akan mengikuti Pilkada sesuai keputusan PTUN adalah Golkar versi Riau. Sesuai perintah, calon bupati Mukomuko yang sudah mendaftar kepengurusan versi Agung juga dinyatakan di blacklis dari calon Golkar. Alasannya dianggap pelecehan terhadap kepengurusan yang sah.
‘’Sekarang keputusan sudah tetap, versi Agung batal, yang mengikuti Pilkada adalah Golkar hasil munas Riau. Kita juga menetapkan, calon yang sudah mendaftar ke versi Agung tidak bisa diusung. Bahkan diblacklis, karena dianggap melecehkan kepengurusan kami yang sah,’’ kata Ali.
Lanjut Ali, nama-nama kandidat yang sudah mendaftar sebelumnya dan tidak mendaftar kembali ke versi Agung akan direkomendasikan ke pusat untuk ditetapkan sebagai calon. Selaku kader Golkar, ia taat pada keputusan dari DPP yang sah sesuai keputusan hukum. Ia juga memastikan dari keputusan PTUN ini, Golkar akan menjadi peserta Pilkada dan mengusung kadidat.
‘’Ini keputusan DPP, maka kita menjalankan tugas sesuai perintah. Golkar resmi sebagai peserta Pilkada dan akan mengusung calon yang tidak mendaftar ke versi Agung,’’ tuturnya.
Sementara itu, Pengacara kubu Agung Laksono, OC Kaligis, langsung mendaftarkan memori banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) begitu Majelis Hakim PTUN membatalkan Surat Keputusan Menkum HAM yang mengesahkan kepengurusan DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol. Pengacara kondang yang baru saja dikalahkan oleh Yusril Ihza Mahendra selaku pengacara kubu Aburizal Bakrie itu mengatakan dengan banding, maka putusan PTUN tidak langsung berlaku.
"Kita sudah banding, sudah kita daftarkan tadi," kata OC Kaligis begitu selesai mendaftarkan memori banding di PTUN Jakarta Timur, Senin (18/5), selaku tergugat intervensi.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Bambang Soesatyo menyatakan putusan PTUN yang memenuhi permohonan gugatan DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (ARB) bukan berarti perjuangan telah selesai."Perjuangan ini belum selesai. Masih ada tahapan berikutnya yakni banding atau kasasi yang mungkin saja dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM," kata Bamsoet, sapaan karib Bambang Soesatyo, di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (18/5).
Sebelum hal tersebut terjadi, dia meminta kubu Agung Laksono dan Menkumham tidak melakukan banding atau kasasi. "Kami imbau, jangan lanjutkan, jangan jadi pengkhianat partai. Sikap yang terbaik, mari konsolidasi," ujar Bamsoet.(jar/jp)


4 Cabup Pamer Jurus di Rapimda PPP
METRO - Sebanyak 4 orang bakal calon Bupati Mukomuko hadir di Rapimda DPD PPP Kabupaten Mukomuko. Masing-masing Ir. Wismen A Razak,M.Si, Ir. H Gafrie Zainuddin, Andy Suhary,SE,M.Pd dan Choirul Huda,SH. Pada kesempatan tersebut mereka juga diberi kesempatan ''pamer jurus'' alias menyampaikan visi dan misinya sebagai bakal calon. Tujuannya untuk dinilai dan diambil kesimpulan, kelayakan diusung oleh partai berlambang ka’bah ini.
Rapimda yang bertempat disalah satu aula hotel ini dibuka  langsung ketua DPW Provinsi Bengkulu, M. Nasir Cahaya, S.IP. Secara keseluruhan acara yang dipandu Ketua DPD Masripani Maas,SH bersama pengurus dan tokoh PPP Mukomuko lainnya berjalan sukses.
Pada awak media, Ketua DPW PPP, Nasir menjelaskan Rapimda ini sebagai persiapan dari PPP untuk menyukseskan Pilkada mendatang. Partainya akan mengusung calon bupati di 8 kabupaten dan 1 provinsi. Maka setiap calon diminta hadir untuk menyampaikan visi dan misinya. Dari beberapa calon yang hadir akan diambil 2 orang untuk direkomendasikan ke pusat. Sebab keputusan akhir calon ada di tangan DPP.
''Dari visi dan misi yang disampaikan akan ditarik kesimpulan, untuk kelayakan mereka diusung. Sebetulnya semuanya baik dan bagus, hanya saja sudah ketentuan, harus 2 nama dikirim ke pusat. Rapimda ini juga sebagai penguatan PPP kedepan,'' turunya.
Lanjutnya, untuk kriteria calon mereka tentu mengutamakan kedekatannya dengan masyarakat dan melihat visi dan misi. Selain itu yang cukup menentukan adalah kesiapan materi dari calon tersebut untuk bersaing pada Pilkada kelak. Karena diakuinya, calon yang tidak kuat dalam pendanaan sulit bersaing. Siapapun kandidat yang diusung PPP nantinya, akan mendapat dukungan penuh dari kader, siapa yang membelot, maka diberlakukan sanksi sesuai AD ART PPP.
''Calon harus siap menang, tentu meski dikenal masyarakat serta memiliki finansial yang cukup untuk bersaing. Siapa saja berpeluang, PPP tidak menuntut harus ada wakil, diserahkan sepenuhnya pada calon, termasuk mengenai partai koalisi lainnya,'' tegasnya.
Ketua DPD PPP Mukomuko, Masripani juga menyampaikan hal senada, PPP memiliki hubungan dekat dengan semua bakal calon bupati. Namun sesuai dengan aturan parpol, mereka tetap hanya bisa mengusung 1 calon. Maka siapa saya yang ditetapkan nantinya, merupakan keputusan dari pusat yang tidak dapat diganggu-gugat. Ia juga melaporkan, PPP Mukomuko memiliki 2 kursi dewan dan 1 dewan provinsi. Kedepan akan ditingkatkan kembali, sehingga bisa meraih lebih banyak kursi. Juga pada Pilkada kelak, PPP menargetkan calon yang diusung memenangi Pilkada.
''Kita berharap PPP terus berjasa, bisa memenangi Pilkada dan meningkatkan kinerja pengurus dan kader menghadapi Pilkada berikutnya,'' tutup Masri.(jar)




PPK dan PPS Siap Bekerja
POLITIK RM - Setelah kemarin lusa melantik 75 orang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), kemarin giliran 443 anggora Petugas Pemungutan Suara (PPS) yang dilantik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko. Dengan demikian Ad hoc KPU untuk Pemilihan Bupati dan Gubernur ini sudah siap melaksanakan misinya menyukseskan pasta demokrasiyang sesaat lagi bergulir. Secara keseluruhan pelantikan berlangsung dengan sukses.
Ketua KPU, Dawud, S.Ag mengatakan para petugas ad hoc KPU ini mulai melaksanakan tugas setelah pelantikan. Tahap awal, mereka segera mempersiapkan pendataan ulang pemilih di wilayahnya masing-masing. Jumlah anggota PPK 5 orang setiap kecamatan dan PPS 3 orang per desa.
‘’Sekarang sudah mulai bekerja, untuk persiapan pendataan penduduk dan tugas lain dalam menyukseskan Pilkada. PPK dan PPS ditetapkan sesuai dengan aturan yang berlaku,’’ tuturnya.
Lanjutnya, setiap petugas yang sudah dilantik meski bisa bekerja secara maksimal. Karena tanggung jawab kesuksesan Pilkada di daerah masing-masing menjadi dipundaknya. Juga PPK dan PPS harus netral, jangan memihak kepada pihak tertentu. Bila diketahui melanggar ketentuan, maka dapat dikelurkan, bahkan bisa dikenakan ancaman hukum sesuai peraturan yang dilanggarnya.
‘’Kita yakin mereka mampu, maka dari sejak awal sudah diingatkan, apabila lalai, maka dampaknya mereka bisa disanksi sesuai aturan berlaku. Petugas harus bisa nentral,’’ tegasnya.
Anggota KPU lainnya, Syofia Diana,SE juga menyampaikan PPK dan PPS yang dilantik, merukapan peserta tes yang dinyatakan lulus sebelumnya. Mereka akan ditugaskan sejak dilantik hingga selesainya pemilihan dan tahapan akhir Pilkada kelak. Tugas Ad hoc KPU ini cukup berat, terutama dalam pendataan pemilih juga saat pemilihan dilangsungkan. Maka mereka perlu serius dan bekerja keras.
‘’Tugas PPK dan PPS juga pertugas lain cukup berat, maka harus sungguh-sungguh dan bisa maksimal. Juga dilarang memihak pada salah satu kandidat,’’ tutupnya.(jar)

Monday, 18 May 2015

Wismen Buka Sirkuit, Andy Tancap Gas



PENARIK – Kemarin berlangsung kejuaraan daerah grasstrack putaran ke 3, di serkuit permanen BST KJS Penarik. Acara yang disponsori oleh Bakal calon bupati Mukomuko, Wismen A Razak ini berjalan spektakuler, ribuan masyarakat tumpah ruah di lokasi, menyaksikan aksi para pembalap-pembalap tangguh yang menguasai arena. Namun yang menarik perhatian, ikut turun Andy Suhary Racing team. Mereka datang dengan konpoi kendaraan dengan berbagai jenis yang dihiasai spanduk Andy. Bahkan timnya mampu memenangi hampir sebagian besar kelas grastrack yang diselenggarakan.
Diminta tanggapannya, Wismen mengaku tidak mempersoalkan, jika Andy numpang kren dalam kegiatan yang diselenggarakannya. Yang jelas tujuan ia menyelenggarakan kegian, untuk menghibur masyarakat dan juga memberi kesempatan pada pecinta balapan untuk unjuk diri. Pada acara tersebut, ia menyediakan doorprize bagi masyarakat dan hadiah untuk peserta.
‘’Biarkan saja, ada yang numpang kren, yang jelas kita mengadakan acara ini bukan soal kalah atau menang. Mereka yang turun paham dengan sistem dan sportifitas dalam bertanding. Tujuan utama kita adalah untuk menghibur masyarakat dan memberi kesempatan kepada mereka peminat balapan,’’ Kata Wismen.
Lanjutnya, kedepan ia akan berusaha bagaimana membina generasi muda dengan baik, di berbagai arena. Karena potensi olahraga dalam berbagai bidang di Mukomuko cukup bagus, hanya belum ada yang peduli. Maka sebagai calon kuta bupati, Wismen mencoba bagaimana membangkitkan semangat masyarakat dan generasi daerah.
‘’Kita mulai membaca kemampuan generasi muda dengan mengajak masyarakat bersama-sama mendukung. Selama ini siapa yang peduli, hanya bisa menyaksikan, yang dibutuhkannya perhatian khusus,’’ ungkap Wismen.
Manager Andy Suhary Racing Team, Anggi Silvis, mengatakan pihaknya berhasil meraih 7 piala dari berbagai kelas pada kejuaraan grasstrack. Anggi menyebutkan, kemenangan ini berhasil ditoreh dari berbagai kelas kejuaraan yang diadakan.
‘’Pada kejuaraan kelas Free For All (FFA) yang paling bergengsi berhasil meraih juara 1. Kemudian juara 2 kelas 2 tak lokal non juara, juara 3 kelas Free For All. Tak kalah saing, kita juga meraih juara 3 kelas bebek 2 tak modifikasi, juara 3 kelas bebek campuran non juara dan juara 3 kelas bebek campuran lokal. Dari beberapa kelas yang kita ikuti, semuanya berhasil meraih juara,’’ kata Anggi.
Dia menjelaskan, pada ajang grasstrack kali ini pihaknya menurunkan crosser-crosser lokal diantaranya, Pindo Sumatera, Kuncung Baros, Waris Benk-Benk, Riska Aprian, Teguh Junior, Hendriansyah, Topik Markuez, Erik Singo dan kawan-kawan serta seluruh crew Eman Motor.
‘’Mereka adalah crosser lokal sebagai joki 20 unit motor yang kita turunkan,’’ imbuhnya.
Andy ketika diminta komentarnya, pihaknya ikut berpartisipasi meramaikan kegiatan olahraga grasstrack kali ini. Dengan harapan, kedepannya olahraga grasstrack ini bisa lebih maju dan berkembang sehingga mampu bersaing dengan daerah lain. Sebagai bakal calon Bupati Mukomuko, ia mengakui cukup mendukung cabang olahraga motor cross ini.
‘’Kita himpun crosser-crosser lokal dari berbagai kecamatan. Langkah ini sebagai bentuk kepdulian kita terhadap olahraga grasstrack yang juga banyak disukai masyarakat. Dengan demikian, perlu kita berdayakan dengan menghimpun dalam bentuk tim. Harapan kita kedepannya lebih maju dan mampu bersaing dengan daerah lain,’’ demikian Andy.(nek)
Huda Pede Menghadapi Pilkada
POLITIK RM – Selaku calon kandidat kuat Bupati Mukomuko, Choirul Huda,SH makin percaya diri (pede) menghadapi persaingan politik Pilkada. Ia tidak persoalkan banyaknnya bakal calon bupati. Bahkan wakil bupati aktif yang dikenal ramah ini berpendapat, semakin banyak pasangan yang maju, maka semakin besar pembagian suara. Sehingga untuk menang ia tidak perlu menguasai 50 persen suara. Walaupun sejauh ini Huda optimis, dukungan untuknya lebih dari 60 persen pemilih di Mukomuko.
Dikatakan Huda, banyaknya calon yang berniat maju pilkada sangat bagus, karena itu sebagai bukti Mukomuko memiliki banyak tokoh yang punya niat yang sama untuk membangun daerah. Masyarakat harus terbuka bagi semuanya, tinggal lagi memilih siapa yang dipercaya. Ia juga berharap semua kandidat bisa bersaingan dengan sportif dan menjaga ketertiban bersama-sama.
‘’Kita tidak persoalkan banyaknya pasangan yang akan maju, kita berharap Pilkada bisa berlangsung dengan sportif sehingga masyarakat menikmati pesta demokrasi nanti. Semua calon punya niat untuk membangun daerah, tinggal masyarakat akan menentukan,’’ tutur Huda.
Lanjutnya, banyaknya calon yang maju tentu akan berdampak pada dukungan suara. Jika hanya dua pasangan, maka jumlah suara yang dibutuhkan untuk menang lebih dari 50 persen. Dengan kandidat yang mencapai 5 orang, maka pembagiannya lebih banyak. Yang jelas ia akan berusaha semaksimal mungkin dan berharap dukungan dari semua masyarakat. Karena tujuannya bukan untuk  menang semata, melainkan menyatukan warga untuk bersama membangun daerah.
‘’Kita berharap dukungan lebih banyak, dengan kebersamaan maka apapun bisa kita wujudkan dengan baik. Tidak ada istilah dapil ataupun suku dan tingkatan sosial, mari bersama untuk kemajuan,’’ paparnya.
Terkait dengan persiapannya sendiri, Huda optimis akan mendapat dukungan dari banyak partai politik. Baginya semakin banyak kawan, maka semakin ringan tugas kedepannya. Untuk pergerakan di lapangan, Huda terus memperkuat jaringannya.
‘’Kita berusaha mencari kawan sebanyak-banyaknya, sehingga tugas kedepan lebih mudah. Termasuk dengan calon lain kita berkawan, pemikiran setiap orang penting untuk mewujudkan pembangunan,’’ tutupnya.(jar)


Burhandari Bisa Kuasai Dapil III
POLITIK RM – Hingga sekarang Burhandari,S.Pd,M.Si masih terus berjuag untuk bisa menyerahkan berkas pencalonannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Juli mendatang. Untuk mewujudkannya, mantan anggota DPRD Provinsi ini meski mengantongi mandat dari PKS ditambah dengan 3 kursi parpol lainnya, atau berklaborasi dengan calon lain, baik sebagai bupati maupun wakil bupati.
Jika nama Burhandari masuk sebagai salah satu kontestan Pilkada, maka keberadaannya tidak bisa dianggap remeh. Karena sejauh ini dari beberapa nama tokoh Dapil III maupun tokoh Pekal yang berniat maju sejak awal, hanya dirinya yang masih komit. Sementara nama-nama lain menghilang begitu saja. Artinya Burhandari bisa menjadi wakil satu-satunya dapil III dan masyarakat pekal untuk menjadi nomor 1. Karena nama-nama lain, baru diisukan untuk pendamping saja.
Diminta tanggapannya, menantu dari tokoh Ipuh, Mukhsinin ini mengaku akan terus berusaha. Saat ini tengah menunggu keputusan final dari PKS, mengenai siapa calon akan diusung. Ia yakin, sampai sekarang namanya masih sebagai calon terkuat dari PKS. Selain itu, dirinya juga direkomendasikan oleh beberapa partai politik untuk diusung.
‘’Kita masih menunggu keputusan PKS, semoga semuanya sesuai dengan keinginan. Juga beberapa partai lain membuka ruang bagi kami sebagai calon,’’ katanya.
Burhandari juga memastikan siap bersaing dengan kandidat mana saja pada Pilkada kelak. Sebagai wakil satu-satunya dari Ipuh dan sekitarnya untuk calon bupati, peluang dirinya menang cukup besar. Apalagi kiprahnya selama menjabat anggota dewan kabupaten maupun dewan provinsi diakui oleh masyarakat. Untuk peluang menjadi wakil, Buhandari mengaku semuanya sesuai dengan pertimbangan politik. Yang jelas untuk saat ini ia fokus untuk maju menjadi bupati, bukan wakil.
‘’Kita siap bersaing, mudahan saja mendapat mandat. Mengenai bersaing dengan calon lain, kami yakin bisa menang, sebab banyak faktor pendukungnya,’’ tutup Burhandari.(jar)


Gelar Rapimda, PPP Tetapkan Cabup

POLITIK RM – Jika tidak ada aral melintang, hari ini akan berlangsung Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mukomuko. Akan hadir seluruh pengurus kabupaten yang dipimpin Masripani Maas,SH dan pengurus kecamatan. Juga akan hadir Pucuk Pimpinan PPP Provinsi Bengkulu serta Waka Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Kemungkinan besar, pada acara yang dilangsungkan di salah satu hotel ternama ini, PPP akan memutuskan siapa kandidat calon bupati Mukomuko akan diusungnya.
Disampaikan Ketua DPD Mukomuko, Masripani acara ini sudah diagendakan sejak awal. Adapaun tujuannya untuk memperkuat PPP di Mukomuko serta langkah akurat menghadapi Pilkada dan pemilu berikutnya. Terkat dengan penetapan calon bupati, Masri mengaku kemungkian juga menjadi agenda. Namun bukan memutuskan langsung, melainkan menetapkan 2 nama untuk diajukan ke pusat dari beberapa nama yang mendaftarkan diri.
‘’Ada 5 nama calon yang muncul di PPP, namun hanya 2 akan kita ajukan ke pusat, kemungkinan pada Rapimda ini akan diputuskan. Yang jelas melalui Rapimda ini PPP ingin memperkuat diri untuk kedepannya,’’ papar Masri.
Untuk persiapan rapat, sudah rampung tinggal pelaksanaannya. Mereka juga mengundang dari pihak pemerintah, pemuda dan parpol lain untuk bisa hadir  pada Rapimda PPP hari ini. Kepada pengurus PPP ia harapkan dapat datang secara keseluruhan pada waktu yang ditetapkan. Karena cukup banyak agenda yang bakal dibahas pada hari ini, termasuk soal perubahan nama kepengurusan dari tingkat kabupaten hingga desa.
‘’Semoga saja acara berjalan dengan baik, maka kita sangat berharap kehadiran dari semua pengurus dan undangan sesuai waktu yang ditetapkan,’’ tutupnya.(jar)