Wednesday, 22 July 2015

WAR 14 Kursi, SPN 6, Huda 5


//Peta Partai Pengusung Cabup-Cawabup
METRO – Inilah peta terakhir partai pengusung bakal calon bupati dan wakil bupati Mukomuko periode 2015-2020. Ir. Wismen A Razak,M.Si akan menjadi kandidat yang didukung mayoritas, yaitu 6 partai politik (parpol). Masing-masing NasDem, PKP Indonesia, PAN, PPP, Partai Demokrat dan Golkar dengan total kursi di DPRD Mukomuko 14 kursi. Sementara Sapuan,SE,Ak,MM,CA 6 kursi dewan yang dimiliki PKB, PDI Perjuangan dan PKS. Terakhir Choirul Huda,SH yang diusung oleh dua partai dengan 5 kursi, yaitu Gerindra dan Hanura.    
Dihubungi via telepon genggam, Wismen mengatakan untuk partai sejak awal ia sudah sampaikan akan diusung oleh koalisi besar. Maka saat pendaftaran nanti, dirinya akan diusung sekitar 14 hingga 16 kursi dewan. Terkait dengan kandidat lain, Wismen enggan berkomentar. Siapa yang akan jadi lawannya saat pemilihan kelak tidak dipersoalkan. Di Mukomuko ada 25 kursi dewan, artinya tidak semua mendukung dirinya.
‘’Yang jelas kita akan diusung oleh koalisi besar, kemungkinan sekitar 6 hingga 7 partai, dengan kursi mencapai 14 atau 16 kursi. Lawan kita tentu partai lainnya, jumlah kursi parpol di Mukomuko banyak kok. Kalau tidak ada yang siap kita aklamasi, andai diizinkan KPU,’’ kata Wismen.
Masih disampaikan Wismen, banyaknya partai yang mendukungnya tentu dengan alasan yang jelas. Sebab tidak ada parpol yang rela, calon yang diusungnya kalah dalam pilkada. Selain itu, partai memiliki kriteria yang fokus untuk calonnya, baik dari segi program maupun kesiapan dari segala sektor.
‘’Banyaknya partai, karena ingin menjadi pemenang, insyaallah kita siap untuk itu. Setiap parpol kita lamar sesuai dengan mekanismenya, proses partai memberi dukungan cukup teliti,’’ paparnya.
Choirul Huda,SH sendiri mengaku tidak gentar menghadapi Pilkada walau hanya akan diusung 5 hingga 7 kursi dewan. Pilkada beda dengan pemilu legislatif, masyarakat tidak memilih parpol, melainkan memilih calon bupatinya. Artinya sedikit atau banyak partai sama, pemenangnya masyarakat yang menentukan. Baginya Gerindra dan Hanura adalah partai kuat dan pemilik ketua dewan. Artinya pemerintahannya dengan dewan bakal sejalan.
‘’Biarlah, ini bukan pemilihan legislatif, tapi calon bupati. Masyarakat memilih orangnya bukan partai. Saya yakin warga Mukomuko sangat cerdas dalam menentukan pilihan, sebab menyangkut Mukomuko kedepannya,’’ papar Huda.
Sapuan,SE,Ak,MM,CA melalui Novesta Herman mengatakan untuk partai pengusung yang sudah pasti ada 3, PKS, PKB dan PDI Perjuangan, juga ada peluang beberapa partai lagi dengan 6 hingga 9 kursi dewan. Untuk pastinya akan terlihat saat pendaftaran di KPU. Soal banyaknya partai akan mengusung calon lain, mereka juga tidak ragu. Tiga partai pengusung mereka merupakan parpol terbaik yang dikenal memiliki massa yang setia.
‘’PKB, PKS dan PDI Perjuangan dikenal sebagai partai dengan massa cukup setia. Untuk Mukomuko tiga partai ini sangat disukai dan memiliki tokoh-tokoh ternama,’’ tutupnya.(jar)


Wis Mendua, Wakil Wismen Masih Rahasia

//Wismen : Saat Deklasi Akan Diketahu
METRO – Kabarnya Anggota DPRD Mukomuko dari PKPI mendua untuk maju sebagai calon wakil bupati dari Ir. Wismen A Razak. Tidak diketahui apa pasalnya, dugaan sementara karena ia merasa berat melepas kursi dewan dan juga belum mendapat restu sepenuhnya dari pihak keluarga. Jika benar demikian, siapa yang akan mendampingi tokoh nasional Partai NasDem ini?.
Dikonfitmasi langsung dengan Wismen, ia mengaku wakilnya sudah pasti, namun siapa sosok tersebut belum bisa dijelaskan. Alasannya akan menjadi kejutan tersendiri saat deklarasi partai dan wakil pada 26 Juli mendatang. Yang jelas wakilnya merupakan tokoh terkemuka di Kabupaten Mukomuko yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Mengenai isu, nama Sabar S Sudibyo, S.Sos, Inzani Muhammad dari PAN, juga Burhandari,S.Pd,M.Si dari PKS, Wismen mengaku semuanya bisa jadi, karena mereka adalah tokoh partai.
‘’Yang jelas ada wakil, untuk nama lengkap dan data lengkapnya nanti, sebab bakal menjadi kejutan pada saat deklarasi nanti. Bisa jadi Wisnu atau tokoh lainnya, yang jelas ia adalah sosok yang sangat dikenal oleh warga,’’ tuturnya.
Tidak hanya soal wakil, untuk partai politik Wismen juga belum bisa dijelaskan dengan rinci. Ia mengklaim total parpol yang akan mengusungnya 6 hingga 7 partai, atau mencapai 14 hingga 16 kursi dewan. Untuk parpol yang sudah hampir pasti adalah NasDem, PPP, Partai Demokrat, PAN dan PKPI. Sekarang ia sedang mengincar Hanura, Golkar dan juga PKS, walau pada dasarnya partai ini telah mengusung kandidat lain sebelumnya.
‘’Pada 26 Juli semua alat peraga kita sebar, disana langsung dipaparkan calon wakil dan lambang partai-partai pengusungnya. Kita usahakan partai sebanyak mungkin, prediksi mencapai 7 parpol,’’ tutupnya.(jar)


Haidir Pamit Dampingi Huda

POLITIK RM – Malam kemarin, Haidir,S.IP mengumpulkan sekitar 200 tokoh masyarakat di kediamannya. Mantan anggota DPRD Mukomuko ini berpamitan dan mohon doa restu untuk maju pada Pilkada kelak, sebagai wakil bupati mendampingi calon kuat, Choirul Huda,SH. Penyampaian dari Haidir langsung disambut haru oleh pendukungnya dan mereka siap memberi dukungan penuh.
Dikatakan Haidir, pertemuan tersebut masih bersipat keluarga, memang belum banyak dilibatkan. Masyarakat yang hadir sekitar 450 orang. Saat itu dirinya hanya menyampaikan niatnya untuk maju, andai mendapat dukungan. Hasilnya masyarakat cukup antusias membantu, sehingga dirinya semakin mantap bersaing pada pemilihan kelak.
‘’Tampaknya keluarga dan masyarakat cukup mantap memberi dukungan, maka sayapun bersemangat dan semakin yakin menghadapi Pilkada kelak. Memang tahap awal pertemuan masih terbatas, kedepannya tentu kita lakukan di setiap desa,’’ paparnya.
Tokoh masyarakat Sungai Rumbai, H.Tarmizi mengakui adanya pertemuan ini dan dirinya ikut hadir. Masyarakat cukup antusias memberi dukungan, dan pasangan Huda – Haidir dianggap paling ideal pada Pilkada kelak. Bahkan tim Haidir menargetkan bisa menguasai suara dapil III mencapai 90 persen. Huda sosok yang agamis dan mewakili kaum yang tua-tua, sementara Haidir mewakili kaum mudanya.
‘’Yang jelas khusus Sungai Rumbai dukungan bulat, Haidir sangat cocok mendampingi pada Huda, kita yakin mereka bisa memenangi Pilkada nanti,’’ katanya.
Huda sendiri saat dihubungi mengaku sudah mantap berpasangan dengan Haidir pada Pilkada kelak. Ia juga meyakini, Haidir adalah sosok yang paling ideal akan bersama dengannya membangun Mukomuko kedepan. Mereka akan mendaftar ke KPU pada 27 juli nanti.
‘’Kita sudah mantap akan bersama-sama, insyaallah semunya berjalan dengan baik dan lancar,’’ tutupnya.(jar)

Final, Dedy Bersedia Dampingi Sapuan
POLITIK RM –Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dedy Kurniawan, S.Sos menyatakan kesiapannya untuk maju menjadi peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Mukomuko periode 2015-2020. Selaku kader partai, ia telah menerima mandat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP sebagai calon wakil bupati,  mendampingi Calon Bupati (Cabup) Mukomuko, H Sapuan, SE, AK, MM, CA.
‘’Bagi kita tidak ada istilah mundur, lebih lagi telah mendapat restu dari dewan pimpinan pusat untuk maju sebagai calon pada Pilkada kelak. Soal mundur dari anggota dewan, itu merupakan konsekuensi yang harus kita jalani. Apapun resikonya, kita harus patuh terhadap keputusan MK (Mahkamah Konstitusi, red) yang mengharuskan wakil rakyat jika ingin mencalon harus bersedia mengundurkan diri,’’ kata Dedy Kurniawan ketika dihubungi Radar Mukomuko (RM) kemarin.
Ia menyebutkan, sebelum melangkah lebih jauh dalam kancah politik pesta demokrasi Pilkada, ia akui banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan. Karena banyak aspirasi masyarakat yang mesti diperjuangkan ketika duduk di lembaga dewan.Menurutnya, setelah mendapat pertimbangan yang matang, aspirasi masyarakat akan lebih leluasa diperjuangkan ketika terpilih menjadi kepala daerah.
‘’Kita akui, mungkin  masih banyak aspirasi masyarakat,yang belum berhasil diperjuangkan selama duduk di lembaga dewan. Ini salah satu menjadi pertimbangan. Keputusan itu telah final, sebagai pertimbangannya, jika diamanahkan menjadi kepala daerah, lebih leluasa berbuat. Karena kita direstui pusat dan disertai dengan niat iklas untuk membangun kedepannya lebih baik,’’ demikian Dedy. (nek) 

Tuesday, 21 July 2015

Parpol dan Cawabup Masih Ngambang


Pendaftaran 5 Hari Lagi
METRO – Pada 26 hingga 28 Juli nanti, atau sekitar 5 hari lagi, bakal calon bupati dan wakil bupati akan mendaftar secara resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Namun anehnya, hingga saat ini kabarnya belum semua partai politik, memfinalkan siapa calon yang akan diusungnya. Termasuk calon wakil bupati, masih berpeluang berubah. Beberapa kandidat, infonya belum memiliki dukungan yang cukup untuk mencalonkan diri, yaitu 20 persen kursi partai di DPRD Mukomuko.
Diantara partai yang masih teka-teki yaitu, PKS antara mendukung Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Andy Suhary,SE,M.Pd ataupun Burhandari,S.Pd,M.Si. Kemudian PKPI antara mendukung Sapuan, Andy Suhary dan Ir. Wismen A Razak,M.Si. Partai Golkar bahkan sama sekali belum ada ketetapan pasti, termasuk PAN dan Partai Demokrat. Yang sudah final menetapkan calon, infonya NasDem dan PPP mengusung Wismen, selanjutnya PKB dan PDI Perjuangan mengajukan Sapuan, kemudian Hanura dan Gerindra menjagokan Choirul Huda,SH. Kondisi ini berpeluang adanya kejutan baru menjelang pendaftaran ke KPU.
Menanggapi isu ini, H.Hamdani Makir,SH,M.Hum mengatakan sebetulnya beberapa partai sudah menetapkan, tapi posisinya masih labil, sehingga masih berpeluang berubah. Ini terbukti sampai sejauh ini belum satu calonpun menampilkan spanduk atau baliho yang memuat gambar partai pengusungnya.
‘’Memang faktanya demikian, partai masih sangat labil, peluang berubah arah dukungan masih ada. Para calon sendiri belum berani menampilkan partai pengusungnya di alat peraga,’’ katanya.
Finalnya akan terlihat sekitar 23 hingga 25 Juli nanti, sebab saat itu calon akan mengambil formulir di KPU, parpol wajib sudah ada. Ia memperkirakan calon tetap tidak lebih dari 3 orang, yaitu Sapuan, Huda dan Wismen. Untuk Andy Suhary, Burhandari kemungkinan sulit, kalaupun maju posisinya sebagai wakil.
‘’Kalau kami melihat posisinya demikian, jelang pendaftaran baru dirincikan partai pengusung masing-masing. Kita menyakini sebagaimana prediksi awal, calon tetap 3 pasang,’’ tegasnya.
Ketua DPD PKS, Andy Suhary mengakui sampai sekarang PKS belum final menetapkan bakal calon bupati. Termasuk beberapa partai lainnya, belum mengeluarkan ketetapan resmi mengusung calon mana saja. Saat ini dirinya masih menunggu beberapa partai yang sudah dilamarnya. Jika memang diberi kesempatan, maka ia siap mundur dari dewan untuk mencalon bupati.
‘’Memang kondisinya demikian, belum semua partai menetapkan calon. PKS saja sampai hari ini belum ada SK resmi, meski memang arahnya ke kita. Partai lainpun belum semua, sebab saya menunggu itu,’’ tutupnya.(jar)

  
Isunya, Bupati Mulai Tinggalkan Rumdin
METRO – Sejak beberapa waktu lalu, hingga lebaran kemarin, rumah dinas (Rumdin) bupati yang terletak di Kelurahan Bandaratu terlihat sepi, seolah ditinggalkan penghuninya. Bahkan sama sekali tidak ada aktivintas, mobil dinas dan kendaraan pribadi yang biasa nongkrong di halaman rumah ini pun tidak terlihat. Kabarnya rumah bupati ini mulai dikosongkan, menyambut kehadiran pemimpin baru, yaitu caretaker bupati yang akan masuk pada 15 Agustus mendatang.
Asisten I Setdakab Mukomuko, Drs. Arinal Basri tidak menampik hal tersebut. Namun ia membantah jika Rumdin mulai ditinggalkan untuk persiapan akhir jabatan bupati. Sepinya rumah dinas bupati saat ini disebabkan karena banyaknya kesibukan Bupati diluar daerah. Baik sebagi bupati Mukomuko maupun kesibukan untuk mengurus persyarakat untuk maju sebagai bakal calon gubernur Bengkulu.
‘’Memang beberapa bulan terakhir ini bupati sudah jarang berada ditempat karena ada dinas di luar daerah. Kalau sekarang sepi saya rasa wajar, kemungkinan mereka yang ditugaskan untuk merawat rumdin sedang mudik labaran,’’ sampainya.
Meskipun Bupati tidak berada di tempat namun semua staff maupun pengurus rumah dinas selalu ada di tempat. Karena tidak tertutup kemungkinan, akan ada tamu yang hendak berkunjung. Kemudian terkait adanya informasi pemindahan barang dari rumah dinas tersebut ia mengakui tidak mengetahuinya.
‘’Rumah tersebut tidak pernah kosong, kalaupun tidak ada bupati di rumah. Tetap ada orang yang ditugaskan untuk merawat rumah dinas tersebut. selain itu juga selalu ada penjaga. Namun kalau ada aktivitas pemindahan barang saya kurang tahu itu,’’ demikian Arinal.(cw1)