Thursday, 30 July 2015

KPU Dilaporkan ke Panwas


//Kembalikan Berkas Golkar dan PPP
METRO – Ditolaknya berkas pendaftaran Golkar dan PPP oleh KPU, bakal berbuntut panjang. Kabarnya pihak Golkar kubu Agung dan PPP, sudah menyampaikan laporan ke pihak Panwaslu Mukomuko. Inti dari laporannya, mereka keberatan atas kebijakan KPU dan mendesak Panwas segera memprosesnya sesuai aturan berlaku.
Laporan ini diakui oleh salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, devisi hukum Deny Setiabudi,SH. Laporan yang diantar langsung salah seorang pengurus Golkar kubu agung ini sudah mereka terima dan bakal ditindaklanjuti secepatnya. Mengenai inti laporannya, diakuinya terkait keberatan atas dikembalikannya berkas mereka.
‘’Laporan sudah kita terima dan diproses secepatnya, ada dua laporan pertama dari Golkar dan kedua atas nama pihak PPP,’’ kata Deny.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Sujarwanto,S.Sos juga mengetahui adanya laporan yang masuk ke pihaknya. Ia berjanji akan memprosesnya se adil mungkin berdasarkan aturan undang-undang dan PKPU atau aturan Pilkada itu sendiri. Pihak KPU akan dipanggil untuk mengkonfirmasi laporan ini sebelum diputuskan.
‘’Memang laporan sudah ada masuk, ini akan kita proses dengan baik, berdasarkan aturan yang berlaku,’’ paparnya.
Pihak Golkar kubu Agung, Heri Siahaan,SH membenarkan pihaknya sudah melapor. Inti dari laporan tersebut, mereka kecewa karena KPU sama sekali tidak memberi ruang. Semestinya KPU tidak terlalu ikut campur soal rumah tangga Golkar atau partai lain. Ia berharap Panwaslu tegas dan bisa memberi peringatan kepada KPU dalam menjalankan tugasnya. Terkait dukungan walau tidak diakui sebagai pengusung resmi, mereka tetap komit menangkan pasangan Wismen-Bambang.
‘’Kita itu saja yang disayangkan, semestinya KPU memberi ruang, masa hari itu juga dicek dan dikembalikan. Bagi kami sama dengan penolakan, maka ada rasa dilecehkan. Kita berharap Panwas bisa mengawasi kinerja KPU dengan lebih baik,’’ tutupnya.(jar)


Ichwan Puji Wakil Wismen
//Keluarga ‘’Cendana’’ Belum Memihak
METRO – Bupati Mukomuko Drs. H Ichwan Yunus,CPA,MM memberi penilaian terhadap para pasangan calon bupati dan wakil bupati Mukomuko. Komentar Ichwan terhadap para tokoh terbaik Mukomuko ini cukup mengejutkan. Pasalnya bupati bukannya simpatik dengan calon bupati, malah lebih memuji calon wakil bupati dari Ir. Wismen A Razak,M.Si. Sosok H.Bambang Apriadi,S.Pd dinilainya lebih layak dari 5 kandidat lainnya. Namun demikian, Ichwan menegaskan, penilaian yang ia berikan, bukan sebagai dukungan. Secara pribadi ataupun keluarga ‘’cendana’’ sampai sekarang belum menentukan arah politik.
Dikatakan Ichwan, sosok Bambang lebih santai dan slow, sehingga tampak aura kepemimpinannya kelak. Harapan bupati, ia bisa memberi masukan dan pendapat positif pada Wismen andai terpilih menjadi bupati. Wakil dari Sapuan dan Huda menurutnya tidak buruk, tapi kelihatannya belum begitu matang.
‘’Pada pasangan Wismen ada Bambang yang cukup baik, orangnya slow dan pendiam. Beda dengan yang lain menggebu-gebu belum terarah dengan baik,’’ kata Ichwan.
Terus apakah ini mengisyaratkan Ichwan dan gerbongnya bakal mendukungan pasangan Wismen sepenuhnya? Ichwan menegaskan belum demikian. Untuk saat ini keluarganya ataupun loyalisnya belum menetapkan pilihan atau dukungan. Tidak menutup kemungkinan tidak mengarahkan dukungan atau pada salah satunya.
‘’Kalau keluarga belum ada mendukung, kita lihat dulu kepada siapa daerah ini layak dipercayakan kedepannya. Sebab itu berkaitan dengan kepentingan masyarakat,’’ tegasnya.
Diminta komentarnya,terkait dengan pujian dari bupati ini, Bambang merasa tersanjung dan berharap masyarakat bisa lebih mempercayainya kedepan untuk mendampingi Wismen. Selaku mantan anggota dewan dua periode, tentu dirinya sangat kenal dengan bupati, begitupun bupati sangat mengenali dirinya. Ia paham betul apa yang dibutuhkan daerah kedepannya, sementara Wismen memiliki jaringan ke pusat cukup baik. Sehingga ini bisa disinerjikan, ia akan beri masukan, sementara bupati siap laksanakan dan mendanai melalui relasinya di pusat dan peningkatan PAD.
‘’Seorang bupati kalau sudah bicara demikian, tentu masyarakat lebih dari itu, mudahan ini sebagai berkah untuk memudahkan langkah kami ke depannya. Saya sendiri siap mendampingi pak Wismen karena kita paham sipa dirinya dan bagaimana kemampuannya hingga ke pusat,’’ tutup Bambang.(jar)


Rikky Kasat Lantas, Kapolsek MMS ‘’Srikandi’’

//Kapolres Pimpin Sertijab 7 Perwira
METRO – Sebagaimana informasi semula, kemarin Kapolres Mukomuko AKBP Andhika Vishnu, S.Ik memimpin sertijab 7 perwira. Mereka dimutasi dan dipromosi berdasarkan Keputusan Kapolda Bengkulu nomor: KEP/173/VII/2015 tertanggal 15 Juli 2015, tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan Polda. Menariknya Polsek Mukomuko Selatan (MMS) yang dikenal memeliki wilayah hukum cukup luas dijabat oleh seorang ‘’Srikandi’’ alias perwira polisi wanita yang berprestasi. Ini pertama kali Polsek MS atau Ipuh dipimpin Polwan.
Adapun nama-nama periwira yang dimutasi adalah, AKP Marwan Fajrin, S.Ik sebelumnya menjabat Kasat Lantas Polres Mukomuko diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasiamdal Subditkamsel Ditlantas Polda Bengkulu. Penggantinya, AKP Rikky Operiadi, S.Sos yang sebelumnya Kapolsek Mukomuko Selatan (MS). Polsek Mukmuko Selatan berikutnya dipimpin seorang ‘’Srikandi’’ atau Perwira polisi wanita (Polwan) atas nama Iptu Ritian Handayani, S.Ik yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolsek Air Besi Bengkulu Utara. Kapolsek Mukomuko Utara AKP Elizabet Dewi Rustika, SH berganti posisi dengan Kasat Binmas Polres Mukomuko, Iptu Kartono. Tak hanya itu, Kapolsek Lubuk Pinang Iptu I Made Indra Wijaya, SH dipromosi menjabat Kasat Lantas Polres Lebong, digantikan oleh Iptu Santika Mulyana, sebelumnya Kasi Propam Polres Bengkulu Utara.
Kapolres Mukomuko dalam sambutannya, menyampaikan alih tugas dan jabatan di lingkungan Polri merupakan hal biasa dan pasti terjadi. Ia menyebutkan, itu merupakan penilaian Polri terhadap anggotanya.
‘’Pimpinan Polri mengharapkan alih tugas jabatan Polri dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat dan organisasi,’’ kata Kapolres.
Kapolres dalam kesempatan ini juga menyampaikan terima kasih kepada dua orang perwira di jajarannya, AKP Marwan Fajrin, S.Ik dan Iptu I Made Indra Jaya, SH yang pindah tugas ke tempat yang baru.
‘’Saya selaku pimpinan mengucapkan terimakasih kepada saudara atas pengabdian dan loyalitas dalam menjalankan tugas di Polres Mukomuko selama ini. Dan selamat melaksanakan tugas ditempat yang baru, mudah-mudahan bertambah sukses,’’ harapnya.
Kapolres juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada jajarannya yang selama ini telah menjalankan tugas dengan baik. Tak luput, Kapolres juga mengucapkan selamat datang kepada dua orang perwira Iptu Ritian Handayani, S.Ik dan Iptu Santika Mulyana.
‘’Saya harapkan prestasi yang telah diraih untuk Polres Mukomuko, terus dipertahankan dan dapat ditingkatkan di tempat kerja yang baru,’’ demikian Kapolres.(nek)


Tiga Cabup Jadi Target ‘’ISIS’’

METRO – Para bakal calon bupati dan wakil bupati meski waspada dan teliti saat melaksanakan kegiatan politiknya. Pasalnya pada saat seperti ini, para kandidat bakal menjadi target ‘’ISIS’’ atau yang disingkat pendukung yang Ikut Sini, Ikut Sana (ISIS). Mereka akan mendekati atau menghadiri kegiatan calon manapun, apalagi ada keuntungan dibalik itu semua.  
Menanggapi kemungkinan ini, Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag mengakui keberadaan ‘’ISIS’’ ini sangat rawan pada saat pemilihan. Dikalangan KPU sendiri sudah dibahas bagaimana menindaklanjutinya. Calon juga harus selalu waspada dan jangan memberi sesuatu.
‘’ISIS ini istilah untuk orang-orang yang tidak serius mendukung, mereka hadir ke calon mana saja. Dan memang persoalan ini perlu menjadi perhatian serius,’’ katanya.
Lanjutnya, masyarakat diingatkan untuk menjadi pemilih cerdas bukan sebagai ‘’ISIS’’. Pilih calon yang memang disukai dan diyakini mampu memimpin daerah. Dawud juga berharap pemerintah daerah, ormas dan media massa bisa bersama-sama mencerdaskan masyarakat dalam memilih calon. Sebab aksi ‘’ISIS’’ juga berdampak pada keamanan Pilkada kelak.
‘’Memang tugas kita bersama mengatisipasinya, pemda, LSM, ormas dan media massa harus aktif mengingatkan warga. Dukung jagoan masing-masing dan jangan menjadi penghianat, karena ini dapat mengganggu pelaksanaan pemilihan,’’ tegas Dawud.
Lanjutnya, para calon dalam berpolitik juga harus sportif, jangan memberi uang atau barang kepada pemilih, sebab ini salah satu faktor timbulnya pendukung ‘’ISIS’’. Biasanya orang yang demikian berharap bisa diberi sesuatu saat mendatangi calon, setelah dapat disampaikan pada warga lain, sehingga timbul pendukung ‘’ISIS’’ baru.
‘’Para kandidat sangat berperan menghindari pemilih yang demikian, sebab bisanya mereka mencari keuntungan saat menghadap calon,’’ tutupnya.(jar)

Wednesday, 29 July 2015

3 Cabup Mulai Adu Kekuatan


Hamdani : Kader Partai dan Media Massa Penting

METRO – Adu kekuatan tiga pasangan calon bupati dan wakil Bupati Mukomuko dimulai. Ini dibuktikan dengan aksi masing-masing saat menyerahkan berkas dan mendaftar ke KPU Mukomuko. Dibuka oleh pasangan Ir.Wismen A Razak,M.Si – H.Bambang Apriadi,S.Pt yang menghadirkan ribuan massa saat deklarasi di lapangan SP1 Penarik dan dihibur artis serta arak-arakan kendaraan ke KPU. Kemarin lusa pasangan Sapuan,SE,Ak,MM,CA - Dedy Kurniawan,S.Sos dan pasangan Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP yang unjuk gigi. Pendaftaran mereka ke KPU, menyebab beberapa titik jalibar, di kota Mukomuko macet oleh arak-arakan kendaraan pendukung keduanya. Fakta ini tentu membuat publik sulit memprediksi siapa terkuat dan terbesar dukungannya. Yang jelas, diperkirakan persaingan politik ketiganya layak untuk diikuti hingga babak akhir.
Terkait dengan hal ini, salah seorang tokoh Mukomuko H.Hamdani Makir,SH,M.Hum mengakui jika kekuatan tiga kandidat ini belum bisa diprediksi dengan pasti. Banyak faktor yang bakal mempengaruhi hasil akhirnya kelak. Pertama keseriusan kader partai pengusungnya untuk memenangkan calon. Jika dukungan terpecah atau pengurus dan kader partai pengusung tidak bekerja maksimal, maka calon harus siap-siap kalah. Kedua kemampuan mengembangkan opini di media massa. Berkaca dari pemilihan di berbagai tingkatan, pengaruh opini pemberitaan di media cukup besar, jauh lebih berpengaruh ketimbang baliho dan alat peraga lainnya. Ketiga dipengaruhi oleh kinerja tim pemenangan, terutama korlap, korcam dan kordes. Memilih tim harus pintar, jangan orang yang punya segudang kecacatan dimata masyarakat. Berikutnya sosok pasangan calon itu sendiri. Dan penentu bekerja atau tidaknya sektor-sektor tersebut adalah anggaran atau dana yang dikantongi calon.
‘’Banyak uang, kalau managemen dalam penggunaannya tidak tepat, maka hasilnya juga tidak baik, tanpa dana cukup apa lagi. Karena menggerakkan orang partai, tim di lapangan dan termasuk kampanye di media massa butuh dana. Zaman sekarang sulit mencari yang mau berkorban begitu saja,’’ paparnya.
Untuk kekuatan pengaruh politik, tiga pasangan calon ini, Hamdani makir menilai hampir berimbang. Juga menurutnya keramaian massa saat acara dan arak-arakan kendaraan di jalan raya tidak begitu menetukan. Bisa jadi yang datang orang yang sama, saat acara calon berbeda. Masyarakat jelas senang ikut-ikutan saat ada artis dan ada keramaian lainnya.
‘’Kalau secara kekuatan saya rasa imbang ke tiganya, kekuatan massa sekarang tidak bisa jadi ukuran lurus kedepan. Posisi sebenarnya akan tampak saat mendekati pemilihan dan pastinya setelah pemilihan,’’ kata Hamdani.(jar)


KPU Balikkan Berkas Golkar dan PPP
//Dukungan Wismen Tetap Mayoritas
METRO – Kabarnya berkas pendaftaran Partai Golkar dan PPP yang mengajukan pasangan Ir. Wismen A Razak dan H.Bambang Apriadi,S.Pt dikembalikan oleh KPU. Alasannya rekomendasikan dukungan partai yang memiliki dua kepengurusan ini hanya sepihak kepada Wismen, yaitu dari kubu Agung. Dan memang kenyataannya, saat Wismen-Bambang mendaftar tidak tampak, pengurus DPD 2 Golkar kubu Aburizal Bakrie, malah mereka tampak muncul saat pendaftaran Huda-Haidir. Namun demikian tidak berpengaruh terhadap calon, bahwan Wismen masih menjadi pemilik dukungan partai mayoritas.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag membenarkan jika pihaknya sudah mengembalikan berkas Golkar dan PPP. Sebelum melakukan itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan KPU di daerah lain, seluruhnya hampir sama se Indonesia, jika rekomendasi dukungan hanya dari satu pihak. Dalam peraturan KPU (PKPU) juga dikatakan, pendaftaran calon harus disetujui bersama dengan menyampaikan rekomendasi yang masing-masnig ditandatangi ketua umum dan sekjen kedua belah pihak/kubu. Kalau hanya satu rekomendasi yang hanya ditandatangi satu kubu/pihak atau nama calon yang diajukan berbeda, maka pendaftaran calon tersebut tidak dapat diterima atau gugur.
 ‘’Ini sama se Indonesia, bukan kita saja. Mengenai dualisme pengurus parpol ini kami tidak mau komentar, yang jelas kita lakukan sesuai ketentuan KPU pusat,’’ paparnya.
Komisioner KPU lainnya, Syofia Diana,SE juga mengakui pengembalian berkas pendaftaran calon ini. Sebelumnya mereka sudah sampaikan kepada calon dan pihak Golkar juga PPP. Bisa mendaftar kembali nanti atau mendaftar tanpa rekomendasi dari dua partai. Calon tetap langsung mendaftar, karena memang syarat dukungannya masih cukup bahkan melebihi syarat.
‘’Kita tetap menunggu ketetapan pastinya dari pusat, koordinasi terus dilakukan dengan KPU provinsi dan daerah lainnya. Kalau dinyatan bisa kita terima lagi,’’ terangnya.
Ketua DPD PPP Mukomuko, Masripani Maas,SH mengakui kabar ini. Persoalan tersebut sudah mereka laporkan ke DPP. Jawaban dari DPP PPP sendiri cukup singkat dan jelas. Masalah ini bukan urusan DPD, melainkan sudah menjadi urusan pusat. Namun walau demikian, PPP Mukomuko tetap komit dan siap berjuang maksimal untuk memenangkan Wismen-Bambang sebagai bupati.
‘’Ini sudah menjadi urusan pusat, memang bukan di Mukomuko saja tetapi nasional. Apapun itu kita tetap komit dukungan Wismen-Bambang. Kita tidak akan persoalkan penolakan oleh KPU Mukomuko,’’ tutupnya.(jar)


Setelah Calon Tetap, Kampanye Dibiayai KPU

//Seluruh Spanduk dan Baliho Dibersihkan
METRO – Pada 24 Agustus bakal calon bupati dan wakil bupati yang dinyatakan lulus administrasi dan tes kesehatan dinyatakan sebagai calon tetap. Bersamaan dengan itu, kegiatan kampanye calon dikendalikan oleh KPU. Khusus alat peraga berupa baliho, spanduk dan iklan dikoran diatur dan dibiayai oleh KPU sepenuhnya. Bersamaan seluruh alat peraga calon yang sudah terpasang, berupa spanduk, baliho serta peraga lainnya akan dibersihkan.
Disampaikan oleh ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag setelah calon tetap, maka calon diatur oleh undang-undang dan PKPU sepenuhnya. Berdasarkan PKPU, bahwa pembuatan baliho, spanduk dan iklan dimedia diatur dan dibiayai oleh KPU. Untuk desain kata-katanya dan slogan yang ingin dimuatkan dalam baliho atau spanduk dari calon. Jumlah alat peraga juga terbatas, khusus baliho hanya 5 unit per calon.
‘’Kandidat dilarang membuat spanduk atau baliho sendiri, yang boleh terpasang hanya yang dibuat dan dibiayai KPU. Akan dipasang tiga hari setelah penetapan calon,’’ papar Dawud.
Lanjutnya, sekarang para calon sedang melakukan tes kesehatan dan memenuhi persyaratan lain yang belum lengkap. Hasil tes kesehatan menentukan, calon lulus atau tidak. Setelah itu dilakukan verifikasi seluruhnya, baru ditetapkan sebagai calon.
‘’Tahapannya masih panjang, kemungkinan calon hanya tiga pasang saja, bisa jadi berkurang jika ada yang tidak lolos administrasi atau tes kesehatan dan kejiwaan,’’ papar Dawud.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Deny Setiabudi,SH mengatakan untuk pengawasan mulai dilakukan, terutama terhadap penyelenggara. Berlakunya sanksi jika terjadi pelanggaran, setelah penetapan. Sekarang baru sebatas pengawasan dasar bagi pasangan, PNS yang berpolitik dan pelanggaran lain.
‘’Kalau sudah calon tetap dasar kita jelas, semua peraga harus tertib sesuai ketentuan,’’ tutupnya.(jar)

Tuesday, 28 July 2015

Huda-Haidir Gegerkan Mukomuko


Massa Pendukung Huda Isyaratkan Kemenangan
METRO – Arak-arakan kendaraan berbagai jenis bermuatan massa termasuk tukang sayur yang mengantar pasangan Choirul Huda,SH dan Haidir,S.IP ke KPU tak pelak gegerkan Mukomuko. Ditambah dengan kehadiran segenap lapisan masyarakat dan seluruh etnis yang ada di Mukomuko. Fakta ini cukup mengejutkan dan sukses menepis keraguan banyak pihak terhadap pasangan kuat calon bupati ini. Gebrakan Huda-Haidir yang diusung Gerindra dan Hanura ini jelas membuktikan jika mereka adalah kandidat yang serat pengalaman politik. Saat tiba di KPU disambut oleh tari gandai yang merupakan kesenian daerah ternama.
Kabarnya massa pendukung Huda – Haidir sudah berdatangan dari segenap penjuru sejak pagi kemarin, sehingga kawasan rumah pribadinya tidak mampu menampung parkiran kendaraan dan massa yang ingin ikut mengantar dan menyaksikan deklarasi pencalonan keduanya. Teriknya panas tidak membuat pendukung keduanya ciut, mereka setia menunggu hingga setelah sholat zuhur berjamaah berangkat ke KPU diiringi doa dan keharuan. Sebelum menuju KPU dilaksanakan zikir dan doa khusus disampaikan untuk kemenangan pasangan Huda-Haidir. Setelah mendeklarasikan pencalonan dan menyampaikan pidato politik, pasangan Huda-Haidir berangkat ke kantor KPU. Seluruh massa yang hadir turut mengantarkan keduanya. Antrian kendaraan mencapai lebih dari 10 Km. Sebagai gambaran, ketika romongan pertama sudah tiba di komplek perkantoran, rombongan terakhir baru beranjak dari kediaman Huda. Ketika tiba di Kelurahan Bandar Ratu, rombongan Huda-Haidir berhenti tepat di ujung jalan dua jalur. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki, sekitar 150 meter menuju kantor KPU.
Dalam pidato politiknya, Huda menyampaikan, dengan segala keterbatasannya Ia mampu membeli rakyat. Namun hal itu tidak akan dilakukan. Huda menyampaikan harga diri dan martabat rakyat diatas segala-galanya, dan hal itu tidak bisa ditukar dengan materi.
‘’Dengan segala keterbatasan, bisa saja saya membeli rakyat. Tapi hal itu tidak akan saya lakukan, karena martabat rakyat diatas segalanya dan tidak bisa ditukar dengan materi. Tapi saya rela dibeli oleh rakyat untuk melayani rakyat,’’ ungkap Huda.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag membenarkan jika kemarin ada dua pasangan yang mendaftar ke KPU, yaitu Huda-Haidir dan Sapuan-Dedy. Artinya sampai hari kedua pendaftaran sudah ada 3 pasangan yang bakal bersaing pada Pilkada kelak. Seluruh calon melengkapi syarat yang diminta, yaitu minimal 20 persen kursi partai.
‘’Pak Huda sudah mendaftar, ada dua kandidat yang menyerahkan berkas pada hari yang sama. Hingga sekarang baru ada 3 pasang, kita tetap menunggu hingga besok (hari ini red),’’ tutupnya.(dul)


Terlibat Politik, PNS Terancam Dipecat
METRO - Inspektorat Kabupaten Mukomuko menyatakan akan memberikan sanksi tegas bagi para PNS yang terlibat dalam upaya pemenangan calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mukomuko 2015. Hal tersebut sesuai dengan PP 53 Tahun 2010, Tentang Kedisiplinan Pegawai. Jika memang terbutki bisa saja PNS yang bersangkutan akan terancam dikenakan sanksi pemecatan.
Inspektur Inspektorat Mukomuko, A. Halim, SE, M.Si menyebebutkan dengan tegas agar PNS Mukomuko tidak terlibat langsung dalam pilkada, jika hal tersebut terbukti, PNS yang bersangkutan akan dikenakan sanksi. Peraturan tersebut tertuang dalam PP 53 tahun 2010 Pasal 4 Ayat 14 dimana setiap PNS dilarang memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundangundangan.
‘’Karena saat ini sudah mulai memasuki masa pilkada, kita menghimbau agar PNS di Mukomuko tetap netral dan juga tidak terlibat langsung dalam tim pemenangan calon tertentu,’’ sampainya.
Disebutkan ada tiga macam sanksi yang akan diberikan bila PNS tidak bersikap netral di pesta demokrasi Kabupaten kelak. Diantaranya sanksi ringan berupa teguran tertulis, pernyataan tidak puas secara tertulis. Sanksi  kedua yaitu sanksi sedang seperti penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun, penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun hingga penurunan pangkat setingkat lebih rendah
selama 1 (satu) tahun. Yang terakhir sanksi berat mulai dari penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan, pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.
‘’Sanksinya ada tiga macam atau berjenjang, sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan. Kita juga memiliki sistem pembinaan yang harus dilakukan oleh atasan masing-masing pegawai. Bila semua hal seperti pemeriksaan, pemanggilan, dan bukti-bukti yang dilampirkan kuat sudah dilakukan, selanjutnya pembahasan, bahwa perbuatannya masuk kategori mana dan apa sanksinya. Bisa saja PNS yang terlibat secara langsung dalam pilkada akan dikenakan sanksi berat bahkan terancam dikenakan sanksi pemberhentian tidak hormat sebagai PNS,’’ tegas Alim.(cw1)

Sapuan-Dedy Sepktakuler


//Armada Massa SPN-Dedy Padati Jalan Raya
METRO – Spektakuler, itulah sebutan yang layak atas gebrakan pasangan calon Bupati Mukomuko, H.Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Dedy Kurniawan,S.Sos kala mendaftar ke KPU Mukomuko. Ratusan mobil yang mengangkut ribuan massa pasangan ini kuasai jalan raya. Sehingga membentuk parkiran dadakan sepanjang 1 kilometer lebih kurang atau dari Polres lama hingga mendekati lampu merah depan Rumdin Bupati. Sapuan dan Dedy bercengger di sebuah mobil mewah B 574 SPN berlogo garuda RI. Ini membuktikan jika Sapuan Dedy sudah siap bertarung. Mereka diusung oleh 6 kursi dewan, masing-masing PKB 3 kursi, PKS 2 kursi dan PDI Perjuangan 1 kursi. Saat tiba di KPU, Sapuan yang akrab disapa SPN ini disambut dengan tari randai.
Kabarnya, massa Sapuan-Dedy berasal dari seluruh kecamatan dan desa, bahkan beberapa pengusaha sawit rela menunda bisnisnya demi mengerahkan kendaraan angkutan untuk mengantar Sapuan-Dedy ke KPU. Kendaraan dari masing-masing daerah bergabung di pantai abrasi, baru selanjutnya konvoi menuju KPU. Sapuan - Dedy dan partai pengusungnya sebelum ke KPU sempat mengadakan pertemuan dengan partai pengusungnya. 
Informasi yang dihimpun, sesuai rencananya massa penggiring pasangan sekitar 300 unit mobil, dengan jumlah sekitar 3.000 orang asal 151 desa dan kelurahan dari 15 kecamatan. Fakta di lapangan, banyak kendaraan yang berdatangan di luar koordinir panitia. Mereka adalah kader partai, relawan, simpatisan serta keluarga besar kedua pasangan ini, yang rela meluangkan waktu dan tenaga untuk mengantarkan pasangan.
Ketua Tim Pemenangan Pasangan Cabup dan Cawabup Sapuan-Dedy, Nasir Ahmad, S.Pi, M.Si menyampaikan, rencana pendaftaran Sapuan-Dedy ke KPU dilaksanakan dengan sederhana mungkin. Namun diluar dugaan, banyak massa yang ingin berangkat untuk secara bersama-sama mengantarkan pasangan ini ke KPU. Menurutnya, mereka yang hadir dan mengantarkan pasangan calon, berasal dari warga tiga daerah pemilihan.
‘’Prosesi mengantarkan pasangan calon ke KPU hanya sederhana saja. Dari data yang dikoordinir panitia, sekitar tiga ribuan orang relawan dan simpatisan dan ditambah sejumlah tim keluarga. Namun juga banyak massa yang berdatangan dan ikut secara bersama-sama mengantarkan pasangan ini ke KPU. Selain itu, pasangan juga di sambut dengan gamelan dan tarian randai yang merupakan kesenian daerah,’’ kata Nasir.
Sapuan, ketika dikonfirmasi membenarkan rencana pengantaran berkas pencalonan bersama parpol pengusung dilaksanakan dengan sederhana. Tetapi dengan semangat gotong royong dari tim, relawan dan simpatisan, mereka bersedia untuk secara bersama-sama mengantarkan proses pendaftaran. Ia mengakui, lebih kurang tiga ratusan kendaraan jenis mobil dan sejumlah roda dua ikut serta mengantarkan perjalanan menuju KPU.
‘’Sebenarnya kita ingin sesederhana mungkin, tetapi semangat kegotong royong tim-tim, sehingga mereka tak bisa dilarang dan ikut serta secara bersama ke KPU,’’ ujarnya.
Pasangan Sapuan-Dedy optimis dalam proses pencalonan ini bisa berjalan lancar dan sukses hingga ke proses pemilihan mendatang. Menurut Sapuan, sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan PKPU nomor 9 akan dapat dipenuhi.
‘’Saat ini kita masih menunggu proses pendaftaran, termasuk verifikasi berkas. Insyaallah sesuai yang syarat yang telah ditetapkan akan terpenuhi. Begitu syarat parpol pengusung, syukur alhamdulillah telah kita miliki,’’ paparnya.
Setelah proses pendaftaran ini berjalan, ia masih menunggu tahapan selanjutnya sesuai dengan petunjuk KPU. Mungkin saja, selanjutnya akan mengikuti proses pemeriksaan kesehatan di Bengkulu.
‘’Kami masih menunggu petunjuk KPU, setelah proses pendaftaran ini selesai. Mungkin tahap berikutnya cek kesehatan,’’ tandasnya.
Disisi lain, berkaitan dengan pencalonan Dedy Kurniawan yang merupakan anggota DPRD Mukomuko aktif harus mengikuti aturan yang berlaku, mundur dari jabatannya. Menurut Dedy, kesiapan pencalonan ini harus siap dengan segala konsekuensi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Ia mengakui, mekanisme pengunduran diri akan segera diproses.
‘’Kalau bisa secepatnya pengunduran diri akan diproses sesuai dengan mekanisme yang ada. Dengan pencalonan ini, saatnya berjuang untuk Kabupaten Mukomuko ke arah yang lebih baik lagi,’’ imbuhnya.
Sebagai kader PDIP, Dedy akan berpihak kepada wong cilik, sesuai dengan amanat Bung Karno. Dengan demikian, ia yakin dengan dasar semangat gotong royong relawan dan simpatisan.
‘’Untuk pertimbangan menang, kami kombinasi antara putra daerah dengan eks transmigrasi. Inysaallah dalam pertarungan politik ini yakin menang,’’ demikian Dedy.(nek)

Dedy Mundur, Perwakilan Prempuan di DPRD Nambah
POLITIK RM – Karena memilih mendampingi Sapuan,SE,Ak,MM,CA sebagai wakil bupati, Dedy Kurniawan,S.Sos anggota DPRD Mukomuko harus mengundurkan diri. Mundurnya Dedy berkah bagi perempuan Mukomuko, karena bakal calon penggantinya adalah sosok ‘’Sri Kandi’’ atau perempuan atas nama Wasri caleg nomor urut 3. Ia menggantikan Dedy secara otomatis, sebab suaranya hampir 5 ratus dibawah Dedy.
Ditemui saat menghadiri pendaftaran Sapuan – Dedy ke KPU kemarin, Wasri mengaku sudah siap duduk di DPRD Mukomuko sebagai perwakilan dapil 2 dari PDI Perjuangan. Ia juga mengakui pada pemilihan lalu berada pada urut 3 dan berhasil memperoleh suara empat ratus lebih. Dedy yang terpilih saat itu memperoleh dukungan mencapai 2300 suara.
‘’Karena mandat dari rakyat dan partai tentu kita harus siap menjadi wakil rakyat. Dedy diutus partai untuk menjadi wakil bupati,’’ katanya.
Lanjutnya, untuk persiapan meggantikan  Dedy di dewan tidak ada yang ia lakukan. Untuk saat ini konsentrasi dirinya bersama kader PDI Perjuangan lainnya, adalah memenangkan pasangan Sapuan-Dedy sebagai Bupati Mukomuko. Yang jelas, ia sudah siap menjalankan tugasnya di dewan  bersama anggota dewan lainnya.
‘’Kita menangkan mas Dedy dan pak Sapuan dulu, untuk persiapan ke dewan belum ada, yang jelas karena  ini tugas, kita tentu wajib laksanakan,’’ tegasnya.
Mantan ketua DPC PDI Perjuangan Mukomuko, I Wayan Adnyana juga mengakui sesuai dengan aturan pilleg, maka secara otomatis Wasri akan menggantikan Dedy. Namun itu berlaku, jika yang bersangkutan tidak mengundurkan diri dari partai sebelumnya. Pemilihan dewan menggunakan sistem suara terbanyak, bukan nomor urut.
‘’Ya, kemungkinan Wasri yang akan duduk, ini sesuai aturan pemilihan, entah ada perubahan dan alasan lain dari partai,’’ tutupnya.(jar)

Monday, 27 July 2015

Deklarasi Wismen-Bambang Dihadiri Ribuan MassA


Siap Bebaskan HPT, Naikkan Harga TBS dan Bagikan Raskin 
METRO – Lautan massa tercipta saat Ir. Wismen A Razak,M.Si dan wakilnya H. Bambang Apriadi,S.Pt mendeklarasikan diri sebagai calon bupati dan wakil Bupati Mukomuko. Keduanya diusung oleh 6 parpol memiliki 14 kursi dewan, yaitu NasDem, PAN, PKPI, Golkar, Demokrat dan PPP serta 1 partai pendukung PBB. Acara dimeriahkan dengan kehadiran artis senior yang fenomenal Dedi Kempot dan kawan-kawan. Kemeriahan tak sebatas itu, arak-arakan kendaraan pendukung Wismen-Bambang yang memadati jalan tak luput menjadi perhatian masyarakat. Sebelum memasuki KPU, Wismen-Bambang dan pendukungnya disambut dengan aksi tari silat.
Jalannya acara, pagi kemarin Wismen beserta seluruh pengurus partai pengusungnya berkumpul di salah satu hotel ternama di Mukomuko, membahas persiapan pemenangan Pilkada. Selanjutnya diiringi patwal Wismen – Bambang dan pengurus parpol menuju Penarik untuk menjumpai ribuan pendukung mereka yang sudah memadati lapangan SP 1 Penarik. Teriknya panas matahari tidak membuat ciut ribuan warga yang ingin menyaksikan Wismen – Bambang mendeklarasikan diri, serta melihat penampilan artis kesayangannya. Mobil pemadam kebakaran terpaksa diturunkan untuk menyiram warga yang kepanasan. Pukul 14.30 WIB Wismen – Bambang tiba di KPU untuk mendaftarkan diri dengan disambut oleh segenap anggota KPU dan Panwaslu.
Dalam pidatonya, yang disambut menggebu-gebu oleh masyarakat dengan penuh harap, Wismen menyampaikan beberapa hal penting yang cukup memukau. Diantarannya akan membebaskan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang sudah dikelola warga agar bisa dikeluarkan sertifikatnya. Selanjutnya Wismen berjanji akan memberikan hak masyarakat berupa beras miskin, karena penolakan Raskin menyebabkan banyak anggaran pusat tidak terserap oleh daerah. Yang paling membuat warga antusias adalah Wismen siap memperjuangkan harga sawit dan komonidi hasil pertanian lainnya. Untuk membuktikan ucapannya, dalam waktu dekat Wismen akan hadirkan beberapa orang menteri ke Mukomuko.
‘’HPT yang sudah digarap harus bisa dibebaskan dan dibagikan sertifikat gratis, masyarakat harus menerima beras miskin, karena itu bantuan yang meski dinikmati. Kita juga akan naikkan harga sawit setinggi-tingginya untuk rakyat. Untuk memastikan ini dukung saya dan Bambang memimpin Mukomuko,’’ ungkapnya.
Wismen juga menjelaskan, pasangannya didukung mayoritas partai politik, yaitu NasDem, PAN, PKPI, PPP, Golkar, Demokrat dan PBB dengan total 14 kursi dewan. Ia berterimakasih atas dukungan ini dan mari berjuang bersama-sama untuk membangun Mukomuko lebih baik kedepannya.
‘’Kita didukung 14 kursi dewan atau 7 partai politik, kebersamaan ini insyallah akan memudahkan pemenangan Pilkada juga untuk kedepannya,’’ papar Wismen.
Bambang sendiri mengaku sangat yakin bisa memenangi Pilkada bersama dengan Wismen. Ia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada segenap partai pengusung dan masyarakat. Mereka siap membawa perubahan besar bagi Mukomuko ke arah yang lebih baik.
‘’Antusias masyarakat ini membuktikan, jika kita mendapat dukungan penuh, mudah-mudahan langkah kedepan lancar,’’ paparnya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag mengakui jika Wismen – Bambang sudah mendaftarkan diri sebagai calon bupati Mukomuko. Partai pengusungnya 6 partai dengan 14 kursi dewan.
‘’Hari pertama 1 pasangan sudah mendaftar, kemungkinan besok (hari ini red) akan mendaftar beberapa calon lagi,’’ paparnya.(jar)


Giliran, Huda–Haidir & Sapuan–Dedy Mendaftar

METRO – Hari ini giliran dua pasangan calon bupati dan wakil Bupati mendaftar ke KPU. Yaitu H.Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan wakilnya Dedy Kurniawa,S.Sos dan Pasangan Choirul Huda,SH dan Haidir,S.IP. Sapuan-Dedy diusung oleh 3 partai politik, yaitu PKB 3 kursi, PKS 2 kursi dan PDI Perjuangan 1 kursi, total 6 kursi. Sementara Huda-Haidir didukungan 5 kursi partai, masing-masing Partai Gerindra 3 kursi dan Hanura 2 kursi. Kabarnya mereka juga akan diantar oleh ribuan warga yang menghendaki pasangan ini menjadi bupati.
Novesa Herman mengatakan, pendaftaran Sapuan-Dedy cukup sederhana, namun tetap akan ada konvoi kendaraan, mereka akan star dari abrasi Air Punggur. Jumlah mobil sekitar 2 ratus unit dan ratusan motor dengan total massa diperkirakan mencapai 3 ribu orang. Ini baru titik awal pergerakan menghadapi Pilkada. Untuk selanjutnya masyarakat akan menikmati berbagai pertunjukan politik di daerah ini.
‘’Besok (Hari ini red) kita mendaftar ke KPU, rencananya ada sekitar 200 mobil dan ratusan motor bakal mengantar Sapuan-Dedy. Ini tahap awal untuk memenangi pemilihan bupati,’’ katanya.
Mengenai partai pengusung, diakuinya ada 3 partai dengan 6 kursi dewan. 3 parpol ini merupakan partai terbaik yang memiliki kader dan pendukungan yang cukup besar dan setia. Maka Sapuan-Dedy sangat yakin bisa memenangi Pilkada, apalagi ia sudah cukup berpengalaman. Pada pilkada sebelumnya saja, Sapuan sukses menandingi Incumbent, walau belum memenangi Pilkada.
‘’Kita rasa Pilkada kali ini akan dimenangi dengan cukup mudah, kita punya pengalaman menghadapi calon yang cukup kuat. Apalagi didukung oleh tiga partai terbaik,’’ tegasnya.
Choirul Huda juga memastikan, hari ini mereka akan mendaftar ke KPU. Untuk partai pengusung ada 2 parpol pemenang, yaitu Gerindra pemilik BD 2 N dan partai Hanura yang begitu melekat di nurani masyarakat. Untuk pendaftaran belum bisa dijelaskan berapa orang yang akan mengantarnya, sebab mereka tidak ada pengerahan massa besar-besar, namun yang mau ikut dipersilahkan.
‘’Ya kita akan mendaftar ke KPU, untuk yang ngantar siapa yang mau dulu, kita belum tahu. Yang jelas partai pengusung dan keluarga serta tim pemenangan,’’ tutupnya.(jar)


Putra Mukomuko, Mujiono Resmi Nyalon Wakil Gubernur
BENGKULU RM – Kekecewaan masyarakat Mukomuko, karena Bupati Drs. H Ichawan Yunus,CPA,MM gagal menjadi calon Gubernur terobati. Pasalnya satu putra Mukomuko, yang sekarang duduk di DPRD Mukomuko dari PDI Perjuangan, Mujiono,S.IP memastikan diri maju sebagai calon wakil Gubernur Bengkulu dari Sultan B Najamudin. Kepastian ini setelah PDI Perjuangan menetapkan keduanya sebagai calon. Rekomendasi langsung diserahkan oleh Ketua DPP PDIP Provinsi Bengkulu, Hj. Elva Hartati, S.IP.
‘’Kita memang sudah memberikan rekomendasi kepada Mujiono. Kami memilih dan menilai beliau, elektabilitas dan integritasnya memang cukup bagus selama ini. Apalagi untuk di Kabupaten Mukomuko, nama Mujiono memang cukup dikenal dan diperhitungkan oleh masyarakatnya,’’ kata Elva.
Lanjutnya, berdasarkan penilaian tersebutlah. Akhirnya hari ini (Sabtu, 25/7,red) kami dari PDIP Provinsi Bengkulu resmi medeklarasi dan mendukung serta mengusung beliau untuk maju dalam Pilkada mendampingi Sultan B Najamudin.
Ditegaskan Elva, dirinya sangat berharap agar seluruh kader bisa bersatu padu untuk mengusung dan memenangkan Sultan-Mujiono dalam Pilgub nanti. Tidak hanya itu, Elva juga meminta agar seluruh kadernya dapat membangun komunikasi yang baik dengan ranting dan anak ranting.
‘’Kepada seluruh kader partai dan simpatisan, kita harus siap memenangkan Sultan-Mujiono dalam Pilkada ini. Ini demi kemenangan kita bersama. Apabila nantinya ada kader yang tidak mengindahkan ini, maka siap saja untuk menerima sanksi, karena tidak mengindahkan instruksi partai,’’ tegasnya.
Saat dihubungi via handphone, Mujiono juga membenarkan hal tersebut. Dirinya mengakui bahwa rekomendasi dari DPP PDIP memang sudah diterimanya. Pasca menerima rekomendasi tersebut tentu dirinya akan berusaha untuk sekuat tenaga untuk memperjuangkan amanah dari partai tersebut.
‘’Rekomendasi memang sudah saya terima mas. Sehingga sebagai kader, saya juga akan siap untuk memperjuangkan amanah yang sudah diberikan oleh Ibu Ketua Umum PDIP (Megawati,red) dan pak Jokowi,’’ kata Mujiono kepada radar mukomuko.
Sementara untuk tanggapan atas rekomendasi tersebut, dirinya sangat bersyukur karena dipercaya oleh Partai. Sedangkan untuk kesiapan dalam maju Pilkada nanti, dirinya juga mengakui siap untuk ikut serta dalam Pilkada tersebut.
‘’Saya juga akan siap untuk mengundurkan diri dari jabatan saya di DPRD Provinsi Bengkulu, untuk maju dalam Pilkada ini. Sedangkan untuk langkah atau gebrakan apa yang akan dilakukan khususnya di Mukomuko, kita lihat saja nanti, yang jelas kita siapkan pendafatran di KPU saja dulu,’’ ungkapnya.
Disamping itu, Mujiono juga berharap kepada masyarakat Mukomuko, sekiranya untuk dapat terus mendoakan dan mensuport agar rencana ini dapat berjalan dengan baik.
‘’Kita tidak akan bisa melupakan masyarakat kita, khususnya yang di Mukomuko. Maka dari itu, saya berharap doa dan restunya. Ini kali pertamanya orang Mukomuko diusung untuk maju dalam Pilkada Gubernur, tentu merupakan kesan tersendiri bagi masyarakat Mukomuko,’’ kata Mujiono.
Sementara saat dikonfirmasi, kapan waktu pendaftaran akan dilakukan oleh pasangan kandidat Sultan-Mujiono. Dirinya belum bisa memastikan, lantaran saat ini masih focus terhadap persiapan dan kelengkapan untuk pendaftaran tersebut.
‘’Kita akan melihat hari baiknya dulu mas. Jika sudah ketemu waktu yang pas, baru kita akan melakukan pendaftaran dan mengabarinya,’’ tutup Mujiono. (kei)