Friday, 7 August 2015

KAMI NETRAL

Kami senantiasa menyuguhkan informasi politik yang berimbang dan mendidik, akan bersikap netral, demi terjaganya sportifitas politik di Mukomuko..

Arah Politik Pejabat Mulai Terbaca

METRO – Dalam undang-undang ASN, pegawai negeri dilarang ikut berpolitik dengan memihak kepada salah satu calon kepala daerah dan jika maju sebagai calon kepala daerah harus mengundurkan diri. Namun kenyataannya, keterlibatan para pejabat daerah atau keberpihakannya kepada salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati mulai terbaca. Memang untuk sementara, hanya beberapa saja diantara mereka yang tampak lebih berani, terjun langsung ikut memfasilitasi calon.
Keberpihakan pejabat atau PNS dalam politik, sebetulnya bukan isu baru, bahkan diutamakan sebagai aksi perjudian. Harapannya jika calon yang dibela menang, bisa menjaga eksistensinya alias karirnya pada pemerintahan berikutnya. Namun disisi lain, dampaknya jika calon yang dibela kalah, maka  merekapun siap-siap menerima dampaknya.
Salah seorang tokoh pemuda, Siswadi mengakui jika sekarang beberapa pejabat sudah mulai terjun mengurus calon kepala daerah. Ini harus menjadi pantauan masyarakat, LSM, ormas dan pengawas pilkada sendiri. Pihak terkait harus berani menindak mereka yang berusaha mengkampanyekan salah satu calon.
‘’Aturannya sudah jelas, pejabat PNS dilarang berpolitik praktis, harus netral. Namun tidak dipungkiri, tampaknya sudah ada yang memulai bermain api. Semua harus mengawasi dan pihak terkait juga meski menindaknya,’’ papar Siswardi.
Menanggapi persoalan ini, tokoh Mukomuko, H. Hamdani Makir,M.Hum mengakui keterlibatan pejabat dalam politik bukan perkara baru. Tidak hanya di Mukomuko, tetapi biasa terjadi disebagian besar daerah. Banyak faktor penyebabnya, pertama kedekatan pejabat dengan calon secara kekeluargaan, juga karena kepentingan politik lainya, termasuk soal karir dipemerintahan.
‘’Sesuai aturan, semestinya pejabat atau PNS tidak melibatkan diri dalam politik praktis, namun kenyataannya tetap tak bisa dibendung. Alasannya adalah kedekatan, atau untuk kelangsungan karir di pemerintahan, juga mungkin tekanan lannya,’’ ungkapnya.
Terjadinya persoalan ini juga disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang berkuasa. Dimana pejabat yang dianggap tidak berpihak dikesampingkan untuk posisi inti dalam pemerintahan, bahkan dinon jobkan. Andai bupati berkuasa mengedepankan profesionalisme saat menempatkan orang dipemerintahannya. Dimana pejabat sesuai keahlian dan disiplin ilmu dimiliki, maka seluruh pejabat dan PNS bisa bertindak adil dalam pilkada.
‘’Secara hukum jelas kesalahan, tetapi sulit dikendalikan. Untuk mengatasinya, pejabat yang berkuasa harus bisa membuat kebijakan yang profesional,’’ tutupnya.(jar)

6 Daerah Basis, 9 Kecamatan Rebutan
METRO – Jika berdasarkan wilayah domisili atau tempat tinggal dan asal, 6 kecamatan bakal manjadi basis masing-masing calon bupati dan wakil bupati. Selanjutnya 9 kecamatan bakal menjadi wilayah ‘’pertempuran’’ sengit calon. Ir. Wismen A Razak,M.Si berdasarkan asal dan tempat tinggalnya berpeluang menguasai sebagian besar dari 12.565 suara pemilih di Kota Mukomuko, Chirul Huda,SH diprediksi mayoritas didukung 7.790 warga Air Manjuto, sementara Sapuan,SE,Ak,MM,CA bakal monopoli 7.938 suara Kecamatan Teramang Jaya.
Begitupun dengan calon wakil masing-masing, Dedy Kurniawan,S.Sos alias Dedy Maskur punya kans besar memenangi pemilihan di Kecamatan Penarik dengan mata pilih 15.502 jiwa. Haidir,S.IP bakal mengumpulkan sebagian besar dari 5.877 pemilih di Kecamatan Sungai Rumbai, sementara Bambang Apriadi,S.Pd bisa memonopoli dukungan dari 4.878 pemilih di Malin Deman. Kemungkinan mereka memenangi pemilihan di daerah masing-masing cukup besar. Namun tidak menutup kemungkinan bisa kalah dibasis atau wilayah tempat tinggal sendiri dan menguasai suara mayoritas di wilayah yang bukan lokasi domisilinya.
Tokoh Mukomuko, H. Hamdani Makir,M.Hum mengatakan peluang menang calon di wilayah asalnya cukup besar, namun tidak ada jaminan pasti. Logikanya, masyarakat sekitar bisa memenangkan calonnya, karena ada kebanggaan tersendiri, bupati atau wakil dari wilayah mereka. Namun bisa pula berbeda, karena terlalu mengenal calon, kebanyak penilaian negatif, maka masyarakat lari ke yang lain atau tidak memilih.
‘’Kalau peluang menang di daerah sendiri itu besar, maka calon mengambil pasangan dengan pertimbangkan daerah basis suara. Apalagi sistem kekeluargaan dan kedekatan masih kental, ketimbang melihat profesionalisme calon,’’ ungkapnya.
Masih disampaikannya, Pilkada kali ini cukup seimbang, dilihat dari basis dan kesiapan masing-masing. Ia memperkirakan persaingan sengit akan berlangsung hingga akhir. Yang akan menentukan adalah usaha calon dan timnya untuk mendapat dukungan dari masyarakat. Mayoritas warga belum menentapkan pilihan, artinya berpeluang memilih calon yang mana saja.
‘’Masyarakat masih melihat gerakan dan kesiapan calon, maka kita perkirakan persaingan calon ini akan sengit sampai akhir. Pemenangnya akan terlihat setelah pemilihan,’’ tutupnya.(jar)

Wednesday, 5 August 2015

Calon Cukup Raih 2.700 Suara Per Kecamatan


Untuk Memenangi Pemilih Bupati
METRO – Prediksi sementara, peluang memenangi Pilkada tiga kandidat pasangan calon bupati hampir berimbang. Hasil akhirnya, tergantung jurus dan usaha masing-masing calon dan timnya menarik dukungan dari pemilih. Yang pasti ada 4 kecamatan dengan jumlah pemilih terbesar harus dikuasai calon, yaitu Penarik dengan 15.502 pemilih, Kota Mukomuko 12.563 pemilih, Ipuh 12.011 pemilih dan Lubuk Pinang 10.024 pemilih. Diprediksi untuk membuka peluang menang calon harus meraup 38.000 hingga 42.000 ribu suara, atau cukup raih 2.700 suara per kecamatan.
Rumusnya, jumlah matapilih Pilkada berdasarkan data DP4 KPU di 15 kecamatan sebanyak 125.514 jiwa. Belajar dari pengalaman dalam pemilihan sebelumnya, angka eror atau masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya bisa mencapai 25 persen atau terendah 15 persen. Artinya paling tinggi suara sah Pilkada kelak adalah 110.000 suara dan atau bisa berada dibawah angka 100.000 suara. Pada Pilleg lalu, pemilih tercatat 119 ribu lebih, sementara yang menggunakan hak pilih sekitar 96 ribu hingga 98 ribu jiwa atau 82 persen.
Jika suara sah mencapai 110.000, angka 50% atau ada pada titik 55.000 ribu suara. Kandidat yang bisa menguasai 55.001 suara, maka sudah pasti dilantik. Melihat kekuatan masing-maing calon saat ini, cukup sulit ada yang bisa menang mencapai 50 persen. Jika 110.000 dibagi tiga pasang calon, hasilnya sekitar 36.666 ribu. Bila persaingan ketat calon berlangsung hingga finish, calon cukup meraih dukungan 38 ribu untuk menang. Namun bila ada salah satu kandidat yang ‘’mogok’’, hanya mampu meraih dukungan 15 persen, maka calon yang bersaing harus meraup 40 hingga 42 ribu suara. Jika dibagi 15, maka pemenang hanya butuh 2.700 suara per kecamatan.
Ketua DPC Hanura, Hermansyah, M.Kom yang merupakan bagian dari perumus pemenangan Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP mengaku sudah membuat peta dukungan per kecamatan. Hasil hitungan mereka, Huda bisa meraih suara mencapai 50 hingga 60 ribu.
‘’Memang kita sudah rumuskan, basis suara yang bakal dikuasai dan yang berimbang dengan lawan. Ada 7 kecamatan yang kita prediksi menang, untuk kecamatan lain minimal diposisi dua,’’ ungkapnya.
Sementara Ketua DPC PKPI, Alfian,SE yang merupakan bagian dari tim pemenangan Wismen A Razak,M.Si – H. Bambang Apriadi,S.Pt juga mengklaim Wismen bisa menang diatas 10 kecamatan. terkhusus di V Koto, Lubuk Pinang dan daerah lainnya hampir pasti menang.
‘’Kita yang akan menang, lihat saja hasilnya nanti. Disebagian besar kecamatan kita bisa menang,’’ tegas Alfian dengan menggebu-gebu.
   
Jumlah Calon Pemilih Sementara Pilkada
1. Air Dikit sebanyak    =   4.943 orang
2. Air Manjunto        =   7.790 orang
3. Air Rami            =   8.596 orang
4. Ipuh            =   12.011 orang
5. Kota Mukomuko        =   12.565 orang
6. Lubuk Pinang        =   10.024 orang
7. Malin Deman        =   4.878 orang
8. Penarik            =   15.502 orang
9. Pondok Suguh        =   8.775 orang
10.Selagan Raya        =   6.911 orang
11.Sungai Rumbai        =   5.877 orang
12.Teramang Jaya        =   7.938 orang
13.Teras Terunjam        =   5.366 orang
14.XIV Koto            =   9.114 orang
15 V Koto
TOTAL                =   125.514 orang

Warga ke Kebun, Petugas KPU Mengeluh
POLITIK RM – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang ditugaskan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko melakukan pencocokan data pemilih mengeluh. Pasalnya kerap rumah warga yang mereka datangi dalam kondisi kosong, karena pemilik rumah sedang berangkat kerja atau ke ladang alias ke kebun. Padahal dalam pendataan pemilih Pilkada, petugas harus bertemu langsung dengan yang bersangkutan untuk mendapatkan data yang falid.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag mengatakan kemarin mereka menggelar rapat evaluasi pencocokan pemilih di lapangan dan persiapan lainnya. Diakuinya keluhan petugas di lapangan adalah sulitnya menemui warga pada siang hari. Sebab masyarakat yang sebagian besar petani, karyawan dan pegawai lainnya, siang hari berangkat kerja dan pulang kembali menjelang malam.
‘’Memang yang membuat kewalahan petugas, sulitnya menemui pemilih itu sendiri. Kita tidak bisa salahkan siapa-siapa dalam hal ini, kondisi masyarakat demikian adanya,’’ paparnya.
Untuk tetap memastikan warga terdaftar, maka KPU menyarankan petugas mendatangi rumah warga pada sore hingga malam sebelum isya. Sebab jika ada warga yang tak terdaftar, maka pilkada terancam tak sukses dan bakal banyak protes. Selain itu ia berharap, warga dapat menjawab dengan jujur pertanyaan petugas dan memberi data yang akurat.
‘’Bagaimanapun petugas harus bisa mendata semua warga, kalau tidak bertemua siang, maka disarankan malam hari mendatanginya,’’ tegas Dawud.
Anggota KPU lainnya, Ramadhan Gusti,S.IP menambahkan, selain warga tidak di rumah, petugas juga menemukan warga yang sudah pindah alamat ataupun masyarakat datang baru, seperti karyawan perusahaan. Nama keluarga atau KK nya belum masuk di data DP4. Untuk masalah ini petugas disarankan teliti. Jika memang masih baru, tidak bisa masuk dalam data pemilih, sebab syaratnya menimal arus sudah menetap di Mukomuko 6 bulan sebelumnya.
‘’Kendalanya paling banyak, warga pindah dan pendatang baru, kita telah beri pelatihan pada pendata di lapangan, ada form harus diisi oleh pemilih yang belum masuk DP4,’’ tutupnya.(jar)

Tuesday, 4 August 2015

Menangkan Huda, Gerindra Rapatkan Barisan


POLITIK – Pengurus dan kader Partai Gerindra mulai merapatkan barisan, untuk memenangkan pasangan Choirul Huda,SH dan Haidir,S.Ip. Kemarin seluruh petinggil Gerindra menggelar pertemuan di rumah ketua DPC Bassendri,SE untuk membahas berbagai langkah dan rencana kedepannya. Setiap kader dan pengurus diberi tugas untuk mengendali penggalangan dukungan di wilayah masing-masing.
Ketua DPRD Mukomuko, Armansyah,ST mengatakan pertemuan para kader ini baru pembahasan awal, bagaimana persiapan untuk pemenangan. Mengenai pembagian tugas penggalangan dukungan akan disesuaikan dengan tim partai pengusung lain juga koordinator yang dibentuk calon sendiri. Sesuai perintah partai, kader Gerindra dan pengurus harus dukungan Huda-Haidir.
‘’Karena perintah partai, maka semuanya harus bergerak untuk pemenangan. kita tentu sesuaikan dengan tim partai lain dan calon sendiri. Yang  jelas kami dari Gerindra komit menangkan Huda-Haidir,’’ tuturnya.
Lanjutnya, Gerindra optimis Huda-Haidir akan menang, karena pasangan ini sudah diinginkan masyarakat untuk memimpin Mukomuko. Sebetulnya tugas tim untuk mengantar mereka ke BD 1 N tidak terlalu sulit, namun tetap harus bekerja keras dengan dukungan berbagai pihak. 
‘’Kita sangat yakin mereka akan memang, sebab ini bukan sekedar mereka yang mencalon, tapi sudah diinginkan masyarakat,’’ tutupnya.(jar)

Dewan Saling Ngotot, Bela Cabup
METRO – Disela-sela pembahasan, isu Pilkada selalu menjadi bahan pembicaraan hangat para politisi di gedung DPRD Mukomuko. Bahkan masing-masing ngotot dan menggebu-gebu menjagokan kandidat yang diusung partainya. Disisi lain diakui ada perasaan bersalah, sebab kandidat yang dikenal dekat bahkan ada hubungan karib harus menjadi lawan politik pada Pilkada ini.
Seperti yang disampaikan anggota dewan dari Partai Demokrat, Sardiman,S.IP saat berdebat dengan dewan lainnya yang bukan pengusung pasangan Wismen-Bambang. Sekarang ia komit, memberi dukungan penuh kepada Wismen yang diusung partainya. Diyakininya, Wismen bisa memenangi Pilkada dan mampu membangun daerah ini jauh lebih baik. Berbagai alasan yang masuk akalpun disampaikannya.
‘’Saya kenal sama calon lain, bahkan dekat. Kalau sekarang karena Wismen di usung partai, maka sawa harus memenangkan dia sebagai bupati,’’ Sardiman.
Ia menegaskan Wismen bakal membuat perubahan besar di Mukomuko, dalam waktu dekat beberapa menteri akan didatangkannya. Juga akan memberi hiburan geratis pada masyarakat Mukomuko. Yang lebih penting lagi, Wismen jadi bupati, jalan Sungai Ipuh – Kerinci akan dibuka. Selain itu kawasan HPT yang sudah digarap warga bakal dibebaskan, termasuk HGU akan dikurangi untuk kepentingan masyarakat. Ia juga menegaskan tidak ada istilah jawa atau pribumi, masyarakat trans cukup pintar. Mereka ingin bupati yang bisa berbuat.
‘’Kita yakin di pemerintahan Wismen Mukomuko lebih baik nantinya. Karena membangun daerah perlu hubungan ke pusat yang baik, sosok inilah yang dinilai bisa melakukan. Tidak ada istilah pendatang dan warga pribumi, saya saja dukung Wismen,’’ tegasnya, diamini Suwarno dan Ojek Warman.
Sementara Hermansyah, M.Kom dewan dari Hanura yang mendukung pasangan Huda-Haidir juga ngotot memenangkan pasangan ini. Baginya Huda adalah calon bupati terbaik harus didukung. Ia memiliki kemampuan membangun daerah dengan baik dan sudah berpangalaman.
‘’Yakinlah tidak ada calon terbaik selain pasangan Huda-Haidir untuk memimpin Mukomuko. Keduanya tahu apa yang dibutuhkan rakyat nantinya, karena memang sudah memahami kondisi daerah. Sekarang saja, sebetulnya posisi Huda jauh diatas calon lainnya,’’ paparnya.
Busra dari Gerindra juga bersikeras bela Huda-Haidir, ia yakin khusus di Kecamatan Air Rami dan Sungai Rumbai yang merupakan lumbung suara Gerindra, dukungan untuk pasangan ini bulat. Soal kemampuan, tentu pasangan inilah yang dinilainya terbaik dan harus dimenangkan masyarakat.
‘’Apapun itu, kita yakin pak Huda menang, sekarang saja posisinya sudah aman. Kalau untuk Air Rami saya yakin,’’ tutupnya.(jar)

Tim Terbentuk, Sapuan Siap Kerahkan Armada dan Amunisi


METRO - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko, H Sapuan, SE, Ak, MM, CA–Dedy Kurniawan, S.Sos terus mematangkan diri. Untuk memperkuat basis suara, pasangan calon bupati dan wakil bupati ini, tengah membentuk tim koordinator kecamatan, juga tim berlapis. Mulai dari tim tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke tingkat desa. Sebelum pembentukan tim pemenangan, tim keluarga, partai pengusung, simpatisan dan relawan akan berkolaborasi. Untuk melancarkan tugas tim, dalam waktu dekat armda berupa mobil operasional akan diterjunkan. Berapa jumlah pastinya belum tahu, yang jelas setidaknya 1 untuk setiap sekretariat pemenangan di kecamatan.
Ketua Tim Pemenangan Sapuan-Dedy, Nasir Ahmad, S.Pi, M.Si, menyampaikan. Untuk mengantar kemenangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko Sapuan-Dedy, tak terlepas dari dukungan masyarakat kabupaten secara keseluruhan. Menurutnya,  memperkuat barisan dukungan masyarakat, segera dibentuk koordintor pemenangan di tingkat kecamatan. Tidak hanya itu, tim pemenangan akan dibentuk secara berlapis hingga ke tingkat desa.
‘’Untuk mengantarkan pasangan Sapuan-Dedy, butuh perjuangan dan kerjasama yang baik dengan semua lini. Nanti juga akan dibentuk tim secara berlapis. Termasuk pembentukan koordinator tingkat kecamatan dan desa,’’ kata Nasir.
Pembentukan koordinator dan tim pemenangan lainnya, mereka butuh masukan saran dari tim keluarga dan kawan-kawan. Penetapan SK untuk koordintor tim pemenangan, akan diterbitkan setelah penetapan calon tetap oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko.
‘’Saat ini kita masih menjaring masukan dan saran, sebagai bahan pertimbangan tim keluarga dan kawan-kawan. Cukup waktu untuk membentuk siapa koordinator tim pemenangan,’’ tegas Nasir.
Novesta Herman juga menegaskan, sekarang Sapuan sedang berada di Jakarta untuk pemantapan amunisi. Yang jelas dalam waktu dekat beberapa unit kendaraan untuk operasional tim akan diterjunkan lebih dahulu, menyusul atribut dan amunisi lainnya.
‘’Sekarang tim koordinator kecamatan sedang disesuaikan, nanti langsung di SK oleh tim kabupaten. Untuk peralatan penunjang segera menyusul. Yang jelas pesan dari Sapuan, jangan sampai ada yang terbentur di bawah,’’ tutupnya.(nek)

Awasi PNS Ikut Berpolitik
//Sekda : Memilih Harus, berkampanye tidak boleh
METRO – Kepada seluruh lapisan masyarakat, LSM, Ormas dan terutama pengawas pilkada dalam hal ini Panwaslu diminta melakukan pengawasan terhadap PNS yang ikut terlibat politik praktis. Jika ditemukan, segera ambil buktinya dan laporkan kepada pemerintah dan pengawas pemilu. Mereka yang terbukti dapat disanksi sesuai peraturan yang berlaku. Hal ini langsung disampaikan oleh Sekdakab, Syafkani,SP.
Dikatakannya, PNS dalam aturan sudah jelas, dilarang ikut politik praktis. Jika mencalonkan diri wajib mundur dari kepegawaiannya. Namun demikian, PNS juga punya hak memilih salah satu kandidat pada pemilihan kelak, sama dengan masyarakat lainnya. Tekanan awalnya terlibat dalam tim sukses atau perhelatan kegiatan calon kepala daerah yang sedang bersaing. Apalagi ada pegawai yang tidak masuk kantor karena ikut berkampanye, itu merupakan pelanggaran.
‘’Kalau memilih harus, sebab yang tidak punya hak pilih adalah Polri dan TNI. Yang dilarang sesuai aturan terlibat dalam politik praktis, sebagai tim penyukses dari calon. Intinya kita harus netral,’’ kata Sekda.
Lanjutnya, untuk pengawasan kegiatan PNS pada Pilkada kelak, semua pihak punya hak dan wewenang. Seperti dari LSM, Ormas, masyarakat, inspektorat dan terutama Panwaslu. Jika ditemukan, silahkan lapor pada penyelenggara Pilkada dan pihak inspektorat untuk dilakukan penindakan. Sanksi yang bisa diberikan berupa teguran, penundaan kenaikan pangkat, bahkan bisa disanksi lebih berat lagi,’’ tegasnya.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Deny Setiabudi,SH mengatakan pengawasan ketat terhadap calon dan PNS yang terlibat politik, setelah ada calon tetap. Untuk saat ini baru sebatas pemantauan setiap ada kegiatan calon. Ia berharap calon sendiri tidak melibatkan pegawai, karena berisiko besar bagi mereka.
‘’Larangan ini sudah diatur jelas dalam undang-undang, maka disayangkan jika ada PNS terlibat. Kita siap proses jika ditemukan atau ada laporan masuk,’’ tutupnya.(jar)

Monday, 3 August 2015

Wismen Peraih Dukungan Terbanyak


Poling Cabup Radar Mukomuko
POLITIK RM – Poling dukungan terhadap bakal calon bupati Mukomuko resmi ditutup. Sesuai dengan jumlah dukungan yang diberikan masyarakat, Ir. Wismen A Razak, M.Si merupakan pemilik dukungan terbesar, jauh mengalahkan pasangan calon bupati lainnya. Total dukungan yang diberikan kepada Wismen mencapai 11 ribu suara.
Walau demikian masyarakat jangan kecewa, karena Radar Mukomuko mulai membuka poling baru, yang langsung menampilkan pasangan calon bupati dan wakil bupati. Silahkan sampaikan dukungan anda dengan cara yang sama, yaitu gunting blangko yang diterbitkan Radar Mukomuko, tulis nama lengkap dan calon yang didukung serta alasannya. Poling ini akan berlaku, hingga pemilihan nanti. Belajar dari pengalaman, hasil poling Radar Mukomuko cukup akurat, mendekati hasil pasti pemilihan sesuai hitungan KPU.
Sama seperti poling sebelumnya, nama Wismen, Sapuan dan Huda selalu berada pada posisi paling atas diinginkan masyarakat sebagai calon bupati. Kenyataannya tiga kandidat inilah yang mendaftarkan diri ke KPU Mukomuko. Calon lain langsung gugur sebelum mendaftar.
Salah seorang warga, Jumadi mengakui jika selama ini mereka senantiasa memperhatikan hasil poling Radar Mukomuko. Alasannya untuk mengecek, siapa kandidat terbaik calon bupati dan wakil bupati Mukomuko.
‘’Memang di masyarakat bawah, Radar Mukomuko selalu menjadi bacaan untuk mengecek informasi pencalonan bupati, dari sinilah kami mengetahui perkembangan politik yang akurat,’’ paparnya.
General Manager Radar Mukomuko, A. Kartubi melalui Amris Tanjung mengatakan penutupan poling setelah diketahui siapa calon bupati yang mendaftar. Poling terpaksa dimulai dari awal, sebab berikutnya ditampilkan calon berpasangan. Artinya dukungan masyarakat sudah betul-betul mengarah pada calon dan wakilnya.
‘’Kita mulai lagi dari awal, silahkan pembaca memberi dukungan pada bupati dan calonnya. Masukkan poling ke kotak yang disediakan,’’ tutupnya.(jar)


Calon Belum Boleh, KPU Mulai Kampanye

POLITIK RM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko mulai berkampanye kepada calon pemilih. Sementara para bakal calon bupati dan wakil bupati belum bisa melakukan kempanye mengajak memilih dirinya. Bedanya KPU tidak berkampanye untuk mencoblos salah satu pasangan calon bupati, melainkan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya. Siapa saja yang didukung silahkan sesuai dengan keinginan masing-masing.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag mengatakan sejak awal pihkanya telah mengajak masyarakat untuk bisa memilih. Maka dilakukan pencocokan pemilih, agar tidak ada satupun masyarakat yang tidak terdaftar pada Pilkada kelak. Anggota KPU dan petugas yang ditugaskan KPU, dilarang mengajak masyarakat memilih salah satu kandidat.
‘’Kalau calon memang belum saatnya mengajak memilih, bahkan saat ini belum ada kandidat resmi, sebab belum dinyatakan sebagai calon tetap. KPU bersama petugas lain memang diharuskan berkampanye, mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya,’’ kata Dawud.
Lanjutnya, KPU menargetkan pemilih pada Pilkada kelak bisa mencapai 99 persen atau diatas 90 persen. Karena Pilkada sangat penting bagi masyarakat Mukomuko, yaitu menyangkut masa depan daerah. Ia juga mengingatkan segenap petugas bisa netral, jika kedapan berpihak pada salah satu pasangan calon, maka dibri sanksi sesuai aturan berlaku.
‘’Kita berusaha, pemilih bisa menggunakan haknya di TPS hingga 90 persen ke atas, apalagi biasanya Pilkada seluruh warga punya kepentingan untuk calonnya,’’ tutup Dawud.(jar)

Dikenal Peduli, Langkah Sapuan Bakal Mudah


METRO – Langkah H.Sapuan,SE,Ak,MM,CA bersama wakilnya, Dedy Kurniawan,S.Sos bakal lancar menuju kursi bupati Mukomuko. Cukup banyak faktor yang mendasari, mengapa masyarakat mendukung pengusaha sukses asal Kecamatan Teramang Jaya ini. Soal kemampuan, tentu tidak diragukan lagi, sederet pengalamanpun dimilikinya, mulai meniti karir dari nol hingga sukses ‘’menaklukkan’’ ganasnya persaingan hidup di Kota Jakarta. Tidak hanya itu, Sapuan juga sudah melalang buana ke berbagai negara di dunia untuk kegiatan bisnis ataupun menimba pengalaman. Tokoh-tokoh ternama dari pemerintahan dan dari kalangan swasta juga mengenal sosoknya.
Soal kepedulian pada masyarakat atau daerah, Sapuan tidak perlu diragukan lagi. Jauh sebelumnya, masyarakat dari sekedar mengenal namanya, sebagai donatur pada beberapa tempat, seperti masjid, untuk bantuan anak yatim, fakir miskin dan bantuan bencana lainnya. Wajahnya baru nongol beberapa bulan sebelum Pilkada 2010. Karena permintaan masyarakat dan berbagai pihak lainnya, ia akhirnya maju sebagai calon bupati.
Gebrakannya cukup mengagetkan, sehingga membuat ketar-ketir calon lainnya. Hasil akhirnya, Ichwah Yunus yang kala itu berstatus incumbent keluar sebagai pemenang. Meski tidak duduk, Sapuan dinilai banyak pihak juga merupakan pemenang, karena ia mampu memberi persaingan sengit pada incumbent, padahal baru muncul beberapa saat sebelumnya.
‘’Memang kita akui Sapuan kala itu sebagai calon kejutan, dia muncul dan langsung membuat gebrakan luar biasa. Meski tidak duduk, kami akui dia cukup kuat. Wajar lawan incumbent yang sedang baik-baiknya di mata masyarakat,’’ kata Siswardi, mantan Ketua tim sukses salah satu kandidat calon bupati pada Pilkada 2010.
Bukan rahasia lagi, biasanya calon yang kalah akan kecewa dan berubah sikap pada masyarakat atau rekan-rekannya. Tidak jarang diisukan ada yang menarik bantuan dan sebagainya. Namun ini sama sekali tidak berlaku bagi Sapuan. Meski kalah, Sapuan sedikitpun tidak menaruh sakit hati pada tim atau rekan-rekannya, apalagi masyarakat yang belum memberi kepercayaan padanya sebagai bupati Mukomuko saat itu.
Seakan tidak ada apa-apanya, Sapuan terus menjaga komunikasi dengan kawan-kawannya. Ia berterimakasih pada mereka yang sudah berjuang, walau belum menang. Dengan masyarakatpun demikian, setiap ada momen, ia selalu memperhatikan masyarakat miskin, anak yatim, warga yang butuh bantuan, terutama korban bencana alam di Kabupaten Mukomuko ini. Berbagai jenis bantuan terus ia berikan, seperti makanan, bahan bangunan dan uang. Bahkan melihat kesusahan masyarakat untuk layanan kesehatan, Sapuan tanpa pikir panjang, menurunkan 3 unit ambulance yang bisa digunakan secara geratis.
Fakta inilah yang membuat banyak pihak, meyakini kali ini Sapuan bakal keluar sebagai pemenang Pilkada. Sebab masyarakat sudah menginginkan pemimpin yang cerdas, profesional dan punya segudang pengalaman di dalam maupun di luar negeri. Apalagi sekarang masyarakat mudik yang sudah lama mengidamkan bupati ada di tengah mereka. Wakilnya juga masih muda dan mewakili masyarakat transmigrasi.
‘’Mudah-mudahan langkah kami dimudahkan, kita berjuang dan berusaha untuk daerah dan masyarakat. Pak Sapuan dan saya siap lahir batin membangun Mukomuko seadil-adilnya,’’ kata Dedy Kurniawan.(jar/prw)

Bupati Pilihan, Masyarakat Masih Wait and See
METRO – Bakal calon bupati dan wakil bupati sudah berjibaku mencari simpati masyarakat dengan berbagai cara. Namun mereka harus bersabar dan meski tekun menyapa pemilih. Sebab saat ini sebagian besar masyarakat masih wait and see, untuk menentukan siapa bakal calon bupati dan wakil bupati akan dicoblosnya di TPS kelak. Yang jelas warga ingin melihat kesiapan calon pemimpin juga menunggu janji politik calon, siapa yang terbaik dan diyakini memihak.
Salah seorang warga, Mardison saat ditanyai soal calon bupati, ia mengaku sudah tahu ada 3 orang calon dan 3 wakilnya. Namun siapa yang ia dukung, saat ini belum ada ketertarikan, karena ingin melihat dan menunggu calon menjumpai warga untuk menilai kelayakannya. Ia juga mengaku sudah menghadiri pertemuan dengan salah seorang calon, untuk dua kandidat lain belum ada.
‘’Saya baru satu kali ada pertemuan dengan calon, kalau yang lain belum. Maka kalau sudah bertemu ke tiganya, baru kita bisa tahu siapa yang akan kita pilih,’’ paparnya.
Terus apa kriteria calon yang diinginkan? Dijawabnya, untuk kriteria calon tidak ada. Yang jelas masih melihat bagaimana rencananya kedepan, tentu harus menyentuh dengan masyarakat. Selain itu memang, apa yang diberi calon juga perlu dipertimbangkan.
‘’Kalau calon mana saja kita suka, tapi perlu yang lebih merakyat. Soal pemberian calon saat bertemu memang ada juga pengaruhnya, masa orang sudah memberi, kita tidak berterimakasih. Tapi tetap kita ingin melihat rencana kedepannya,’’ paparnya.
Warga lainnya, Suhaini mengaku sama sekali belum ada bertemu calon, namun ia juga sudah tahu ada beberapa calon bupati akan bersaing. Untuk pilihan ia belum menetapkan, yang jelas mana yang terbaik dan banyak didukung orang lain. Suhaini bahkan mengaku tidak terlalu tertarik dengan politik, karena ia sibuk bekerja sebagai petani.
‘’Biarlah, siapo yang menang ambo ke ladang juo. Kalau milih, klak nengoknya, mano yang rami ambo ikut. Kalau ada calon yang beri mago diambik, tapi sapo pulo calon kenal samo awak. (Bahasa daerah, maaf jika salah tulis red),’’ ungkapnya dengan logat bahasa daerah yang kental.(jar)
   

Kapolda ke Ipuh, Polisi Siap Kawal Pilkada
//Ghufron: Anggota Harus Menjaga Netralitas
METRO - Kapolda Bengkulu, Brigjenpol. M. Ghufron, M.Si melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mukomuko, tempatnya di Kecamatan Ipuh. Pemegang komando tertinggi Polri untuk wilayah Provinsi Bengkulu ini, mengingatkan seluruh jajarannya untuk memastikan pesta demokrasi rakyat atau pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak berlangsung aman.
Kehadirannya langsung disambut oleh Kapolres Mukomuko AKBP. Andhika Vishnu, S.Ik beserta segenap perwira Polres dan anggota. Juga ikut hadir Wakil Bupati Choirul Huda,SH, segenap anggota KPU, pejabat dan undangan serta masyarakat. Temu ramah dengan Kapolda ini dipusatkan di mes PT. DDP.
Kapolda mengatakan, kepolisian bersama penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Panwaslu sudah merupakan suatu rangkaian. Karena, fungsi, Polri, TNI dan stikholder yang lainnya dan masyarakat menyiapkan Bengkulu aman dan kondusif. Kemudian KPU serta Panwaslu, berupaya menyukseskan jalanya pemilu, sehingga situasi aman sudah menjadi prasyarat terselenggaranya pemilu dengan baik. Masyarakat harus bisa memilih calon pemimpin yang sesuai dengan pilihan rakyat.
‘’Polisi bersama, KPU Panwaslu dan TNI sudah merupakan satu rangkaian dalam menciptakan pemilu aman dan kondusif. Dan saya juga yakin dengan personil yang ada dapat berkeja secara maksimal,’’ kata Kapolda.
Ia juga mengakui kehadirannya di Mukomuko, untuk mengetahui kesiapan anggota dalam menghadapi pemilu serentak dan sekaligus bagian dari fungsi manajeman control wilayah.
‘’Disini saya mau melihat kesiapan anggota dan sekaligus pengendalian anggota di lapangan, kunjungan ini sudah saya lakukan sejak 29 Juli lalu, di Rejang Lebong terus Kepahiang. Hari berikutnya, ke Kaur, Bengkulu Selatan dan Seluma kemudian ke Kota Bengkulu dan hari ini (sabtu,red) baru sampai ke Mukomuko. Disini kita juga sekaligus memberi motivasi kepada anggota, supaya dalam menghadapi tugas kedepannya dapat berjalan dengan baik,’’ kata Kapolda kepada wartawan saat diminta keterangan.  
Selain Itu, Kapolda juga ingatkan anggota Polres Mukomuko untuk tetap menjunjung tinggi netralitas dalam pemilu. Baik netral personil maupun
netral dalam sarana dan prasarana. Dengan demikian pemilu bisa terselenggara dengan baik.
‘’Saya yakin kondisi Bengkulu saat ini cukup aman. Kalaupun ada kendala, ia mengharapkan anggotanya dapat memanfaatkan seluruh sarana maupun SDM yang kita miliki saat ini,’’ demikian.(dis) 



Sabar Ketua Tim Sukses Wismen

POLITIK RM – Mantan anggota DPRD Mukomuko periode 2004-2019, H. Sabar B Sudibyo,S.Sos ditetapkan sebagai ketua tim pemenangan pasangan Ir. Wismen A Razak,M.Si dan H.Bambang Apriadi,S.Pt. Ditetapkannya sabar sebagai ketua tim, lewat rapat para tokoh yang mendukung pasangan ini. Tugas sabar bersama tim pemenangan lainnya, adalah memenangkan Wismen – Bambang hingga duduk di kursi panas bupati dan wakil bupati. Meski cukup berat, namun rasanya sangat mungkin terjadi.
Wismen mengakui jika Sabar adalah ketua timnya, ia tetapkan karena kemampuan politiknya yang sudah teruji. Apalagi seperti diketahui, Sabar merupakan mantan ketua dewan, yang sudah dikenal secara luas oleh masyarakat. Ia percaya bersama tim lainnya, Sabar bisa mengemban tugas yang dipercayakan dengan baik.
‘’Kawan-kawan sudah menetapkan Sabar sebagai ketua tim, ini kemajuan dari pergerakan kita menuju kemenangan Pilkada Mukomuko,’’ tuturnya.
Lanjutnya, seluruh urusan pemenangan dan dengan KPU akan diurus oleh tim, termasuk agenda kampanye dan kegiatan dirinya bersama dengan Bambang. Ia tidak mungkin bisa menang tanpa kerja keras tim dan dukungan seluruh masyarakat Mukomuko. Target mereka adalah bisa memenangi Pilkada dengan perolehan suara hingga 60 hingga 75 persen lebih.
‘’Nanti semuanya diurus oleh tim, kita percaya mereka bisa maksimal, karena target kami menang besar pada Pilkada kali ini,’’ tutupnya.(jar)


Huda-Haidir Berjuang Lillahita’ala
POLITIK RM – Salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Mukomuko, Choirul Huda,SH dan Haidir,S.IP terus menerima dukungan dari berbagai lapisan masyarakat. Fakta ini cukup mengejutkan dan membuat pasangan ini merasa haru. Semua tanpa dikondisikan sama sekali, melainkan lillahita’ala untuk kebaikan bersama demi Mukomuko yang lebih baik.
Huda mengatakan, perjuangan mereka maju Pilkada lillahita’ala dalam arti ikhlas untuk memajukan daerah dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan yang terus berdatangan juga lillahita’ala, tanpa dikondisikan apalagi diberi iming-iming atau uang. Saat penyerahan berkas, ia mengaku terharu melihat arus massa yang datang dari berbagai daerah.
‘’Kami berjuang dengan ikhlas, insyaallah dukungan kepada kita juga ikhlas untuk kebaikan bersama. Perjuangan ini menyangkut kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat,’’ ungkapnya.
Lanjutnya, dalam pemilihan ini mereka lebih mengutamakan kebersamaan, memberi pengetahuan politik yang baik kepada masyarakat. Tidak ada istilah membeli suara rakyat, karena rakyat bukan untuk diperjualbelikan. Ia yakin masyarakat cukup cerdas dalam memilih dan tahu siapa yang terbaik nantinya.
‘’Insyaallah kami bisa bersama dengan masyarakat membangun Mukomuko, maka kita mengutamakan kebersamaan. Tidak ada istilah membeli dukungan masyarakat,’’ tutupnya.(jar)