Thursday, 13 August 2015

Tim Sapuan-Dedy Bermain Cantik


METRO – Agaknya tim pemenangan pasangan calon bupati H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Dedy Kurniawan,S.Sos betul-betul sudah mengambil hikmah dari kegagalan pada Pilkada 2010 lalu. Sejak awal mereka tampak adem-adem saja, belum terlihat gebrakan yang begitu ‘’WAH’’. Namun fakta yang ada di lapangan, dukungan masyarakat terhadap keduanya terus menguat. Tim koordinator di setiap kecamatan dan desa telah terkondisikan sebagian besarnya. Tak berlebihan, jika gerakan Sapuan – Dedy dikategorikan bermain cantik.
Masyarakat petani, nelayan, karyawan perusahaan, pedagang bahkan pemilih pemula mengakui jika Sapuan sosok yang layak untuk memimpin Mukomuko berikutnya. Karena mereka ingin, ada keseimbangan kebijakan dalam penerimaan pegawai di kabupaten dan juga pemerataan pembangunan. Selama ini banyak warga beranggapan, jatah pegawai monopoli di suatu daerah saja. Sementara warga yang ada di pelosok dan kurang mampu hingga tidak punya ling ke pemda sulit berkembang. Sehingga istilah masyarakat mudik, masih sering mereka dengar. Padahal semua warga di kabupaten ini punya kewajiban dan hak yang sama.   
Nasir Ahmad,S.Pi M.Si Ketua tim pemenangan Sapuan-Dedy mengatakan untuk gerakan politik memenangkan Sapuan-Dedy terus mereka lakukan. Namun memang mereka tidak mau gembor-gembor di lapangan mengenai apa yang dilakukan dan bagaimana arus dukungan yang datang. Sebab semua orang memiliki tak-tik politik masing-masing, untuk mendapat dukungan dari pemilih.
‘’Kalau soal dukungan yang ada di masyarakat, bisa dilihat oleh siapapun, silahkan nilai dengan objektif. Sebagai tim kami tidak akan umbar-umbar kekuatan, karena itu hanya menghabiskan energi. Kita mainkan tak-tik masing-masing untuk menang,’’ papar Nasir.
Mengenai rentetan tim pemenangan, ia mengakui sudah mulai terkondisikan seluruhnya. Juga ia mengklaim, tim pemenangan Sapuan tidak hanya koordinator kecamatan, desa atau kabupaten, tetapi ada relawan yang memebentuk tim sendiri. Selain itu ada tim keluarga dan tim rahasia yang diistilahkannya ‘’gerakan bawah tanah’’ yang keberadaanya hanya diketahui oleh calon dan dirinya selaku ketua tim. 
‘’Kita bermain di semua lini, setiap tim memainkan perannya masing-masing, dengan tetap ada koordinasi dengan ketua tim dan calon. Namun ini baru gerakan sementara, pada saatnya nanti, sesuai usulan masyarakat, akan ada gebrakan besar dari pasangan,’’ tuturnya.(**)

Berjuang untuk Pemekaran dan Membangun Mukomuko
//Jejak 10 Tahun Kepemimpinan Ichwan (1)
PADA 2013 atau 12 tahun lalu, Kabupaten Mukomuko resmi menjadi daerah otonom, setelah diputuskan berpisah dari Kabupaten Bengkulu Utara. Ditunjuk sebagai caretaker pertama, H. Amandeka Amir, hingga kemudian dilangsungkan Pilkada pada 2005. Sejak saat itulah masyarakat mempercayakan sosok Drs. H Ichwan Yunus, CPA,MM sebagai bupati dan bersambung pada Pilkada 2010. Sekarang tepatnya 15 Agustus lusa Ichwan harus menyerahkan kepemimpinan Mukomuko. Bagaimana Mukomuko sebelumnya dan mengapa Ichwan begitu diinginkan, berikut jejak singkatnya, bagian 1.

AMRIS TANJUNG – Radar Mukomuko

Dari cerita yang disimak, Ichwan Yunus yang dikenal dengan ‘’Putra si pandai besi’’ dalam riwayat hidupnya, bukan sekedar bupati bagi daerah ini. Ia adalah tokoh Mukomuko yang berjibaku dan mengorbankan pemikiran, tenaga dan hartanya untuk memperjuangkan pemekaran daerah ini, bersama pejuang pemekaran kabupaten lainnya. Bahkan ia berada pada posisi sangat penting, yaitu selaku tim pusat yang langsung melakukan lobi dengan pemerintah pusat maupun dewan.
Perjuangan keras Ichwan dan tim pemekaran lainnya, dengan niat yang sama untuk mencipatkan Mukomuko lebih baik melalui kebebasan mengurus daerah sendiri. Sebab sebelumya Mukomuko, tak dikenal, lantaran hanyalah bagian dari Bengkulu Utara. Cita-cita mereka tercapai, dengan keluarnya keputusan mendagri dan Mukomuko sah sebagai kabupaten. Walau sudah mekar, namun Mukomuko belum ada apa-apanya, sehingga akhirnya pada Pilkada 2005, Ichwan mencalonkan diri dengan didukung mayoritas masyarakat, ia dinobatkan sebagai bupati.
Saat itulah Ichwan mulai membenahi Mukomuko bersama wakilnya yang pertama Supardji,S.Pd. Berbagai gebrakan dalam pemerintahan ia lakukan, seperti melengkapi semua SKPD, mengusulkan dibentuknya instansi vertikal dan sebagainya. Satu-persatu bangunan pemerintah berdiri di Mukomuko, sebagai pusat pemerintahan, yang awalnya masih numpang di berbagai bangunan. Bersamaan pembenahan di tengah masyarakat terus ia geberkan, sehingga masyarakat mulai menikmati pemekaran.
Ichwan sukses menyatukan semua lapisan masyarakat dan menyamakan visi untuk membawa perubahan lebih baik bagi daerah ini. Masyarakat semakin yakin dan mengakui kinerja Ichwan. Pada Pilkada 2010, berpasangan dengan Choirul Huda,SH, 4 pasangan calon bupati lainnya harus mengakui kemenangangannya. Walau Sapuan sebagai salah satu calon terkuat saat itu, sudah melakukan perjuangan cukup maksimal.
‘’Ichwan saat itu sebagai tim pusat, untuk daerah kami yang melakukan berbagai persiapan dan langkah strategis. Peran Ichwan cukup besar, sebab saat itu kita di daerah ini sedikit kaku soal hubungan ke pusat,’’ kata salah seorang pejuang pemekran A. Katab.
Tokoh predisidium lainnya, Jalaluddin juga mengakui jika Ichwan saat itu berperan sebagai anggota penting di pusat. Dialah salah satu yang memfasilitasi pejuang dari daerah untuk berurusan ke pusat. Ia juga mengakui, jika Ichwan ikut menjadi donatur, bagi pejuang pemekaran lainnya.
‘’Memang Ichwan berperan penting di pusat, dia yang memfasilitasi tim dari daerah. juga ikut mendanai kebutuhan untuk pemekaran ini,’’ kata Jalal.
Apa yang sudah dilakukan Ichwan, selama menjabat bupati dan apa saja kelemahannya? Baca terus Radar Mukomuko edisi berikutnya.(**)

Wednesday, 12 August 2015

Warga Berbondong-Bondong Dukung Huda-Haidir


METRO – Warga terus menunjukkan loyalitasnya kepada bakal calon bupati Mukomuko, Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP. Hampir setiap hari masyarakat dari berbagai tempat di Kabupaten Mukomuko, berbondong-bondong menyatakan dukungan untuk Huda-Haidir. Fakta ini menguatkan jika pasangan ini bakal mulus menuju kursi bupati Mukomuko. Yang lebih meyakinkan, arus dukungan ini datang tanpa dikomando, semuanya ikhlas lillahita’ala dan meyakini jika Huda-Haidir merupakan yang terbaik untuk daerah ini.
Tokoh Kecamatan Sungai Rumbai, H. Tarmizi mengatakan hampir setiap hari masyarakat dari semua desa datang menyatakan mendukung. Semuanya siap mengkampanyekan Huda-Haidir di daerah masing-masing. Apalagi sejak warga mengetahui jika Muslim Caniago, SH, MH sebagai ketua tim pemenangannya. Masyarakat trans atau pribumi kini kompak memenangkan Huda-Haidir.
‘’Dukungan kepada mereka memang luar biasa, setiap hari masyarakat berbondong-bondong datang menyatakan siap memenangkan Huda-Haidir. Ini menguatkan, prediksi selama ini,’’ kata Tarmizi.
Lanjutnya, diperkirakan Huda-Haidir akan memperoleh dukungan masyarakat saat pemilihan kelak di atas 60 persen, jika melihat perkembangan dukungan saat ini. Saat ini tim belum bergerak maksimal, masih sebatas menyusun persiapan dan pengembangan sayap. Jika tim sudah bergerak, maka kemungkinan besar kondisinya jauh lebih baik lagi dari sekarang.
‘’Mudah-mudahan bisa bertahan dan semakin besar dukungan yang datang, sehingga kemenangan di atas 60 persen bisa diraih saat pemilihan kelak. Sejauh ini tim pemenangan belum bergerak maksimal,’’ tuturnya.
Muslim Caniago sendiri, sebagai ketua tim mengaku optimis. Tugas mereka sekarang adalah menjaga dukungan yang sudah ada dan berusaha menyatukan semua warga untuk satu suara ke Huda-Haidir. Untuk menuver politik dari lawan, mereka tidak terpengaruh sama sekali dalam menjaga kemenangan yang sudah didepan mata.
‘’Masyarakat cukup cerdas dalam memilih, mereka tahu siapa yang layak memimpin daerah ini. Pengaruh menuver politik lawan, tidak akan merubah arah dukungan masyarakat,’’ tutupnya.(jar)


Sudoto Jabat Caretaker Bupati?
METRO – Kabar teranyar, Sudoto sudah hampir final bakal menggantikan sementara posisi Bupati Mukomuko, Drs. H Ichwan Yunus,CPA,MM yang habis masa jabatannya 14 Agustus nanti. SK penunjukan asisten 1 Pemerintah Provinsi Bengkulu ini isunya telah berada di tangan Gubernur, Junaidi Hamsyah.
Namun bisa saja berbeda, sebab ada beberapa nama lain yang juga sempat digembor-gemborkan, seperti Drs. Tarmizi yang sekarang menjabat staf ahli pemrov yang juga mantan kepala BKD Provinsi. Selain itu disebut-sebut nama, Rusdi Bakar yang sekarang menjabat sebagai Kadis Perhubungan Provinsi. Bahkan nama Ismed Lakoni, Edi Nevian dan Khausar juga sempat disebut-sebut.
Anggota DPRD senior Provinsi Bengkulu, Ir. Muhamramin mengakui jika peluang Sudoto cukup besar. Namun demikian, bisa jadi pejabat lainnya yang diusulkan Gubernur dan disetujui Mendagri. Ia hanya berharap, siapa saja yang menjabat sebagai caretaker meski bisa membuat Mukomuko lebih baik, terkhusus menjaga situasi bersama aparat keamanan saat Pilkada kelak.
‘’Pastinya kita belum mendapat laporan, kalau kabar berkembang memang Sudoto berpeluang. Tapi kita lihat saja, besok kemungkinan sudah dipaparkan,’’ kata Muharamin.
Dikonfirmasi langsung dengan Sudoto, ia membantah jika sudah ada SK penunjukan dirinya sebagai caretaker di Mukomuko, sebab Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum membuat keputusan.
‘’Saya belum ada menerima SK dari Mendagri. Jadi, saya belum bisa memberikan argumen terkait wacana yang beredar, mengatakan bahwa saya yang terpilih menjadi karateker,’’ kata Sudoto yang sekarang menjabat Asisten III Pemprov Bengkulu ini.
Lanjutnya, hingga saat ini kami seluruh kandidat yang masuk dalam bursa carateker, justru masih menunggu terkait hasil keputusan dari Mendagri yang akan disampaikan oleh Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd.
‘’Saya belum bisa memberikan argumen. Karena ini sifatnya belum pasti. Saat ini kita masih menunggu saja, hingga ada ketetapan dan keputusan pasti dari Mendagri,’’ tambah Sudoto.
Terkait, dirinya yang akan menjadi carateker di Kabupaten Mukomuko lantaran mendapatkan posisi urutan nomor 1 dalam bursa kandidat carateker Mukomuko. Dirinya justru menegaskan, bahwa hal tersebut bukan menjadi patokan.
‘’Walaupun saya yang mendapatkan urutan nomor 1 dalam bursa tersebut. Namun bukan berarti saya yang sudah pasti terpilih. Kita ikuti saja prosedurnya, apalagi hingga saat ini kan masih dalam proses,’’ tegas Sudoto.
Dikonfirmasi radar mukomuko, mengingat sudah mendekati waktu habisnya jabatan aktif kepemimpinan dari Bupati Mukomuko, Drs. H. Ichwan Yunus, CPA, MM, yang seharusnya sudah pasti dapat diketahui oleh setiap kandidat terkait siapa yang akan terpilih menjadi carateker. Sudoto mengungkapkan, hingga saat ini walupun waktu jabatan aktif Bupati di Mukomuko sudah mau habis pada tanggal 15 Agustus kelak. Memang juga belum ada komunikasi lanjut yang dilakukan oleh Gubernur Bengkulu.
‘’Walaupun masa jabatan Kepala Daerah atau Bupati di Mukomuko sudah hampir habis. Tapi, hingga saat ini memang belum ada komunikasi lanjut dari Gubernur, termasuk melakukan rapat pertemuan guna menyampaikan siapa saja kandidat yang terpilih menjadi carateker di 6 Kabupaten tersebuta,’’ ungkap Sudoto sembari mengakhiri pembicaraan.(jar/kei).


Panwas Curigai ada Aparat Desa Jadi Tim Sukses

METRO – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Mukomuko, menemukan dugaan keterlibatan oknum aparat pemerintah desa dalam struktur tim pemenangan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko Choirul Huda,SH - Haidir, SIP. Kendati demikian, Panwaslu tak ingin bertindak gegabah dalam melakukan tugas pengawasan. Sebagai upaya untuk memastikan apakah yang bersangkutan masih menjabat sebagai aparatur pemerintahan. Panwaslu telah melayangkan surat klafirikasi ke pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Mukomuko. Selain itu, Panwaslu juga menaruh curiga adanya keterlibatan oknum aparat pemerintah yang terlibat politik praktis.
‘’Panwaslu memang harus memiliki sifat curiga yang tinggi, dalam mengecek dan monitoring tim kampanye.  Sepintas saja dari pengecekan struktur tim kampanye, ternyata ada dugaan anggota BPD yang terlibat dalam struktur tim kampanye pasangan Choirul Huda-Haidir. Jika terbukti, jelas tidak dibenarkan. Sesuai dengan Undang-Undang nomor I tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota,’’ kata Ketua Panwaslu Kabupaten Mukomuko, Sujarwanto, S.Sos kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin.
Dia menjelaskan, temuan ini masih dalam tahap proses pembuktian. Ia mengakui, telah menyurati BPMPD Kabupaten Mukomuko untuk memastikan jabatan oknum aparat pemerintahan desa tersebut. Sekaligus sebagai data pembanding sejumlah perangkat desa yang masih aktif.
‘’Tidak hanya aparat pemerintah dari kalangan Pegawai Negeri Sipil dan pemerintah desa yang kita awasi. Tetapi juga aparat keamanan, TNI dan Polri. Jika ditemukan, akan kita proses dan diplenokan. Nanti akan direkomendasikan untuk diusut sesuai dengan undang-undang yang berlaku,’’ imbuhnya.
Ia berharap, kepada pejabat pemerintah daerah, pemerintah desa TNI dan Polri tidak terjadi keberpihakan kepada salah satu Paslon karena itu merupakan tuntutan undang-undang yang berlaku di negara ini. ‘’Dengan demikian, kita menginginkan pelaksanaan Pilkada di dareah ini bermatabat. Bagi sanak, kakak atau saudara dari pasangan calon yang berstatus PNS, silahkan memilih tetapi tidak terlibat langsung dalam tim pemenangan dan mengajak orang untuk memilih,’’ demikian Sujarwanto.(nek)

Tuesday, 11 August 2015

Pendukung Sapuan Selalu Setia

LUBUK PINANG – Kecamatan Lubuk Pinang merupakan salah satu kantong suara Sapuan, SE, MM, Ak, CA. Pada pemilihan bupati 2010 lalu, sapuan berhasil menang di salah satu kecamatan dengan mata pilih terbanyak ini. Hingga saat ini para loyalis Sapuan masih setia dan jumlahnya terus bertambah. Semuanya siap ‘’tempur’’ membela Sapuan – Dedy Kurniawan, S.Sos pada pemilihan kali ini.
Seperti disampaikan Buyung, para pendukung ini telah menyatakan kesetiaanya. Loyalis Sapuan sudah ‘’Anti peluru’’ dalam makna tidak mampu dibayar calon lain dan selalu siap berjuang memenangkan Sapuan. Jumlah mata pilih di Kecamatan Lubuk Pinang mencapai 10.024 orang. Buyung menegaskan, ia mendukung Sapuan sejak pilkada 2010 lalu. Meskipun gagal menduduki kursi nomor satu di Kabupaten Mukomuko, Sapuan tidak menunjukan rasa kecewanya. Bahkan masih terus memperhatikan masyarakat lewat bantuannya. Ini pula yang menumbuhkan rasa simpatik masyarakat, sehingga siap untuk mendukung dan memenagkan Sapuan pada Pilkada mendatang.
‘’Kalau saya memang dari dulu mendukung Sapuan. Orang-orang yang dulu mendukung Sapuan sampai sekarang masih setia. Bahkan jumlahnya semakin banyak. Tidak sedikit yang mengatakan meskipun di kasih uang untuk pilih yang lain, mereka tidak akan mau. Paling uangnya diambil pilihan tetap,’’ ungkap Buyung.
Buyung menambahkan, meskipun loyalitas masyarakat Lubuk Pinang tidak diragukan lagi, Ia terus menjalin komunikasi dengan masyarakat. Supaya kebulatan suara tetap terjaga hingga 9 Desember saat pencoblosan.
‘’Tapi kita tidak boleh lengah, kekompakan harus terus dijaga, karena di Lubuk Pinang, juga ada tim sekses dari Balon lain. Dan mereka terus berupaya mencari dukungan bagi pasangan yang didukungya, sasarannya tentu orang-orang kita,’’ tambah Buyung.
Masih Buyung, meskipun Sapuan jarang hadir ditengah masyarakat Lubuk Pinang, tapi perbuatannya telah dirasakan masyarakat. Salah satunya adalah ambulance geratis persembahan Sapuan. Belum lagi bantuan langsung bagi warga yang mendapat musibah.
‘’Sudah banyak warga yang ingin melihat langsung sosok Sapuan, tapi karena kesibukannya beliau belum bisa datang,’’ tambah Buyung.
Loyalis Sapuan lainnya, Wagiman, menyampaikan secara pribadi dan keluarga, Ia belum pernah mendapat bantuan apapun dari Sapuan. Sebagai masyarakat kecil, Wagiman menilai, apa yang dilakukan Sapuan telah banyak membantu masyarakat Mukomuko. Mulai dari Air Rami hingga Lubuk Pinang, dengan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat, Sapuan dinilai layak menjadi bupati Mukomuko.
‘’Saya pribadi belum pernah bertemu dengan Sapuan. Tapi pilihan saya pada beliau, karena dia satu-satunya calon bupati yang telah berkontribusi nyata kepada masyarakat,’’ ungkap Wagiman.(dul)

Panwas Siap Tampung Laporan
METRO – Anggota Panwaslu Mukomuko, siap menampung laporan yang masuk terkait sengketa Pilkada, pelanggaran kode etik oleh PNS maupun aksi pelanggaran Pilkada oleh calon, partai politik maupun tim pemenang kandidat. Laporan bisa dalam bentuk tertulis ataupun lisan pelapor yang datang langsung ke sekretariat Panwaslu.
Disampaikan oleh salah seorang anggota Panwas Mukomuko, Ita Hartati,SE,M.BA tim Panwas sudah diberi tugas melakukan pengawasan di lapangan. Setiap ada temuan, yang dinilai pelanggaran maka dicatat dan diambil barang buktinya. Selain itu, masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran secara langsung ke Panwas. Adapun pihak yang berhak melapor, diantaranya pasangan calon atau timnya, pelaksana Pilkada, partai politik dan masyarakat yang namanya tercatat sebagai pemilih.
‘’Silahkan sampaikan laporan ke Panwas untuk ditindaklanjuti. Siapa saja berhak melapor, kecuali masyarakat yang tidak tercatat sebagai pemilih,’’ kata Ita.
Adapun hal-hal yang dapat dilapor diantaranya money politik yang dilakukan pihak dari pasangan calon bupati atau gubernur. Pelanggaran kegiatan kampanye dan kampanye terlarang lainnya. Selanjutnya pelanggaran oleh petugas pelaksana Pilkada, juga keterlibatan PNS atau pejabat dalam membela salah satu pasangan calon. Pelapor juga wajib bertanggungjawab atas laporan yang diberikan. Untuk laporan via SMS, bisa ditindaklanjuti, bila pengirimnya jelas.
‘’Pelapor yang datang akan diminta mengisi form laporan lengkap, sedapat mungkin laporan disertai dengan barang bukti, sehingga panwas bisa memprosesnya dengan lebih baik,’’ tutupnya.(jar)

5 Hari Lagi, Bupati dan Wabup Serahkan Tahta
//Seluruh Aset Daerah Dikembalikan
METRO – Lima hari lagi dari hari ini atau pada 14 Agustus 2015, Bupati Drs. H Ichwan Yunus, CPA,MM dan wakilnya Choirul Huda, SH akan menyerahkan tahtanya. Selanjutnya Kabupaten Mukomuko akan dipimpin oleh utusan pemerintah pusat melalui Gubernur atau caretaker bupati. Siapa Plt yang akan mengurus daerah ini, sampai dilantiknya bupati baru, masih tandatanya. Bersamaan dengan itu bupati dan wabup wajib melepas semua aset daerah yang selama ini melekat dengannya.
Kepala Bidang (Kabid) Aset Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset (DPPKAD) Kabupaten Mukomuko, Yuli Yarman, STP, Mec.Dev menyampaikan, semua aset daerah sebagai penunjang jabatan bupati dan wakil bupati akan dikembalikan ke daerah, ketika masa jabatan telah berakhir. Hal ini termasuk kendaraan operasional yang tercatat sebagai aset daerah.
‘’Ya benar, semua aset daerah di tangan bupati dan wakil bupati sebagai penunjang fasilitas jabatannya akan dikembalikan ke daerah, saat jabatan mereka telah berakhir. Sebagai rincian aset daerah untuk penunjang jabatan bupati dan wakil bupati, rinciannya tercatat di bagian umum, selaku pengelola aset sekretariat dan rumah tangga bupati dan wakil bupati,’’ kata Yuli Yarman kepada Radar Mukomuko (RM) kemarin.
Dia menjelaskan, ketentuan ini mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 27 tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Di dalam aturan tersebut, secara jelas mengatur tentang pengelolaan aset daerah sebagai fasilitas penunjang jabatan, termasuk kepala daerah. Ketika pihak mantan kepala daerah nantinya berupaya untuk pinjam pakai aset, tentu harus melalui prosedur. Sebagai pejabat pengelola aset, menurutnya hanya membantu proses pengusulan, dengan konsekuensinya tidak menyalahi aturan.
‘’Ketika masa jabatan telah berakhir, peluang pinjam pakai ada. Tetapi ada prosedur yang harus dilalui. Saat masa jabatan berakhir, kepala daerah dijabat caretaker, tentu harus ada pembicaraan terlebih dahulu dengan pejabat caretaker. Begitu juga dengan Sekda, sebagai penanggungjawab semua aset daerah. Keputusan pinjam pakai ada pada mereka. Kalau memang mereka tidak mengizinkan, tentu tidak bisa,’’ jelasnya.
Menurutnya, soal pinjam pakai aset daerah ini sudah mulai dibicarakan. Ia mengakui, hal ini telah disampaikan ke Sekda. Sebagai pertimbangannya, ia mengakui pinjam pakai aset cukup rawan terjadi pelanggaran hukum.
‘’Yang jelas, di dalam peraturan perundang-undangan, tidak ada mengatur tentang kriteria pinjam pakai aset bersifat perseorangan. Yang ada hanyalah untuk penunjang fasilitas pemerintah daerah. Sedangkan untuk PMI jelas untuk penunjang kegiatan pemerintah daerah, harus mendapat izin kepala daerah. Apalagi kepada perseorangan, tentu tidak bisa diberikan begitu saja. Dalam hal ini, jangan sampai terulang lagi kasus pinjam pakai aset daerah ini, seperti yang sedang diproses hukum ,’’ paparnya.
Dilain sisi, persiapan fasilitas penunjang jabatan caretaker bupati,menurutnya secara aturan tidak mengatur secara tegas. Khususnya untuk kendaraan operasional caretaker bupati, berkemungkinan hanya disediakan kendaraan yang sudah ada.
‘’Apakah ada kendaraan khusus lain yang disediakan untuk caretaker bupati, sampai saat ini Sekda belum pernah membicarakan itu dengan DPPKAD. Namun di dalam aturan, tidak ada menjelaskan secara khusus untuk pengadaan kendaraan untuk caretaker. Kalau lah ada, kendaraan yang lama,’’ demikian Yuli.(nek)

Wismen Makin Dekat dengan Kursi Nomor 1


METRO – Walau dikategorikan baru bergerak dan terkesan dadakan, namun langkah Ir. Wismen A Razak menuju BD 1 N Mukomuko makin dekat. ‘’Bendera perubahan’’ yang diusungnya terus menjulang tinggi, dukungan dari masyarakat mengalir deras, baik kalangan bawah maupun menengah ke atas. Terutama pemilih muda atau pemilih pemula, mereka begitu terkesan dengan sosok Wismen yang energic dan meyakinkan.
Fakta di lapangan, menurut penilaian dan prediksi banyak pihak, baik yang mendukung ataupun yang netral, Wismen yang awalnya jauh dibawah kepepuleran calon lainnya, sekarang berubah total. Nama dan wajahnya mulai begitu akrab di tengah masyarakat. Apalagi kemampuannya berkomunikasi dengan pihak pusat, baik kalangan pemerintah, swasta, politisi bahkan artis, membuat warga semakin yakin, Wismen mampu mewujudkan perubahan besar untuk kebaikan daerah ini.
Salah seorang anggota dewan dari PPP, Ojek Warman mengatakan sekarang posisi dukungan untuk Wismen-Bambang terus melonjak tajam. Masyarakat semakin yakin dengan sosoknya. Dari pantauan di lapangan, pemilih pemula sebagian besar mengarah ke Wismen, bahkan pendukung calon lain mulai goyah dan siap beralih ke Wismen.
‘’Kondisi di lapangan memang begitu, kebetulan saya berjalan menemui masyarakat di berbagai tempat. Sosok Wismen cukup familiar saat ini, padahal seperti diketahui awalnya kandidat lain yang banyak disebut-sebut,’’ ungkapnya.
Ketua DPC NasDem Mukomuko, Busril juga menegaskan jika Wismen adalah calon yang akan memenangi Pilkada. Terlihat dari besarnya arus dukungan masyarakat dan juga partai politik untuk dirinya. Karena target dari awal menang, maka sampai pemilihan tim Wismen dan partai pengusungnya tidak akan menurunkan gas.
‘’Sekarang saja sudah demikian, apalagi kedepannya. Dengan amunisi yang cukup dan semangat semua tim dan partai pengusungnya, bendera Wismen akan terus berkibat deras hingga akhir,’’ tutupnya.(jar)

Pemerintah Terima Rapor Merah
//Hasil Laporan Pansus LAMJ Bupati
METRO – Anggota DPRD Mukomuko memberi raport merah pada kinerja pemerintahan Drs. H Ichwan Yunus,CPA,MM dan Choirul Huda,SH. Penilaian ini diberikan dari hasil laporan Panitia khusus (Pansus) Laporan akhir masa jabatan bupati yang sedang dibahas. Dewan menilai, laporan akhir bupati tak sejalan dengan kondisi riil yang ada di lapangan.
Ketua DPRD Mukomuko, Armansyah,ST mengatakan sesuai isi laporan pemerintah dan dibahas Pansus, pihaknya menilai program pemerintah selama ini tak berjalan dengan baik dan banyak yang mubazir. Rencana yang dibuat hanya bagus di atas kertas, sementara pelaksanaan dan hasilnya jauh dari harapan. Ini cukup mengejutkan dewan dan sangat perlu menjadi bahan evaluasi kedepannya.
‘’Kita layak memberi rapor merah pada pemerintahan sekarang, laporan akhir jabatan jauh dari harapan selama ini. Rencana tidak berjalan dengan maksimal dan hasilnya jauh dari baik,’’ kata politisi Gerindra ini.
Hal-hal besar program daerah yang dicontohkannya tak berjalan sesuai rencana dan terkesan mubazir cukup banyak. Diantaranya program Mukomuko hijau, menghabiskan sekian banyak anggaran, sementara hasil akhirnya tak jelas. Pohon-pohon yang ditanam sebagian besarnya mati dan terkesan asal tanam. Berikutnya program penanaman jarak, juga hanya buang-buang tenaga dan dana. Termasuk program produksi tortilla, sudah memakan begitu banyak dana, hasilnya tidak bagus. Ini dampak dari kurang pahamnya pemerintah terhadap potensi daerah yang sebenarnya. Lebih mengejutkan lagi, pemda menolak raskin, sementara menerima 9 miliar bantuan keluarga idaman sejak 2013. Jumlah masyarakat Miskin di Mukomuko masih cukup banyak, bahkan termasuk termiskin.
‘’Ini dampak pemerintah kurang rencana dan mencontoh daerah yang kondisinya berbeda dengan Mukomuko. Mana nyambung budi daya jarak, kerupuk tortilla dan lainnya dengan Mukomuko. Kita ini daerah sawit, padi dan karet, semestinya ini yang digiatkan. Buat program pembibitan misalnya, agar kebun warga berkualitas. Entas kemiskinan juga tidak ada hasilnya, jumlah warga miskin masih banyak, program keluarga idaman juga hasilnya apa. Kami menilai laporan benar-benar tidak sesuai. Memang ada yang berhasil, seperti pengembangan jalan usaha tani dan jalan desa lainnya,’’ tegas Armansyah.
Ketua Pansus akhir masa jabatan bupati, Hermansyah,M.Kom juga mengakui beberapa laporan terlihat jelas ketidak berhasilan pemerintah. Termasuk di sektor pendidikan dan pemberantasan kemiskinan masyarakat. Ini dampak dari perencanaan kurang baik dan juga eksekusi di lapangan tidak maksimal.
‘’Khusus untuk indikator mensejahterakan dan pendidikan memang sangat jauh, walau sebagian program lainnya berhasil. Dari laporan awal, hingga akhir terlihat jelas, bagaimana pelaksanaan dan finishnya,’’ tutup Hermansyah.(jar)


Dukungan Pemilih Masih Labil

//Kekuatan Tiga Kandidat Berubah-Rubah
METRO – Peta politik menuju pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko masih sulit diprediksi. Baru sekitar 30 persen masyarakat yang mulai mengarahkan dukungannya kepada pasangan calon, sebagiannya terbaca masih labil. Dalam arti setiap saat bisa berubah pilihan. Sementara sebagian besar warga, terutama petani dan buruh harian yang sibuk dengan kegiatannya, sama sekali belum tertarik dengan isu politik.
Beberapa orang masyarakat petani yang mempunyai hak pilih dibeberapa desa saat ditanyai soal politik menjawab hampir serupa. Seperti dikatakan Meria, ia mengaku sama sekali belum tahu soal isu politik. Namun ia mengetahui akan ada pemilihan bupati dalam waktu dekat. Padahal seperti diketahui, tak kurang dari 40 persen masyarakat Mukomuko petani, kegiatannya yang sama dengan Maria.
‘’Ada dengar-dengar orang mau milih bupati, tapi kami belum tahu mau milih siapa, kalau dapat suratnya kami milih. Siapa saja bupati saya tidak jadi pegawai mas,’’ paparnya polos, sama dengan warga lainnya.
Mantan caretaker bupati Mukomuko, Ir. Gafrie Zainuddin mengakui jika saat ini kondisi politik masih labil. Pernyataan dukung mendukung, baru keluar dari sebagian kecil masyarakat saja. Khusus warga yang ada di desa-desa dengan perekonomian dan pengetahuan soal politik standar, mereka belum menentukan pilihan, bahkan sama sekali tidak tertarik untuk membahas soal politik.
‘’Kalau sekarang ada yang mengatakan sudah bisa mendapat dukungan sekian persen, itu sama sekali tidak masuk akal. Masyarakat saja belum peduli soal pelih memilih calon. Memang pernyataan dukung-mendukung sudah terdengar, tapi itu baru dari segelintir orang yang ada sekitar calon. Misalnya yang dilibatkan dalam tim pemenangan dan sebagainya. Sementara sebagian besar pemilih adanya di desa-desa,’’ tutur Gafrie.
Terkait dengan peluang masing-masing kandidat, tokoh yang baru saja pindah domisili secara permanen di Mukomuko ini menilai, tiga pasangan calon bupati Mukomuko tersebut punya kans yang sama. Memang pada awalnya ada yang sedikit unggul, namun seiring waktu perimbangan mulai terlihat, seiring dengan berbagai menuver politik di lapangan.
‘’Kalau sekarang saya menilai kans tiga pasangan calon ini sama, calon yang awalnya dianggap kuat mulai dikejar oleh kandidat lainnya. Yang akan menentukan kinerja tim dan kesiapan amunisi dari kandidat itu sendiri,’’ tuturnya.
Menurut Ketua DPC Hanura Kabupaten Mukomuko, Hermansyah, M.Kom, dari tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko belum ada yang signifikan mendapatkan dukungan masyarakat. Semuanya memiliki basis suara, bahkan masih dikategori imbang. Ia mengakui, masyarakat sudah cerdas untuk menentukan pilihan. Siapa yang patut didukung, pada prinsipnya sudah ada di hati masyarakat. Dari segi kans, ia akui tiga Paslon semuanya memiliki kemampuan untuk memimpin daerah ini.
‘’Semua pasangan calon memiliki basis suara. Tak bisa dipungkiri, untuk masyarakat Jawa lebih dominan mendukung Choirul Huda-Haidir. Begitu juga dengan Sapuan-Dedy dan Wismen-Bambang, lebih dominan pendukungnya dari kalangan pribumi. Tinggal lagi bagaimana mereka memoles lumbung suara itu untuk menarik simpatik pemilih. Dalam berpolitik, tidak ada jaminan masyarakat Jawa harus pilih Jawa dan pribumi harus pilih pribumi,’’ kata Hermansyah.
Jika dihitung dari kekuatan Paslon, untuk menjadi pemenang cukup meraih suara sah 35 persen. ia memperkirakan, tiga pasang calon ini, selisih perolehan suara tidak begitu signifikan.
‘’Raih 35 persen suara sudah menang. Setelah membaca kekuatan politik dari tiga pasangan ini, perolehan suara tidak begitu signifikan. Selisih suara pemenang, berkisar 3 hingga 5 persen dari jumlah suara sah. Sedangkan jumlah suara batal dan tidak menggunakan hak pilih, bisa mencapai 10 hingga 15 persen,’’ pungkasnya.(jar/nek)

Laju Sapuan-Dedy Menuju BD 1 N Tak Terbendung


METRO – Arus dukungan kepada pasangan calon Bupati Mukomuko, Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Dedy Kurniawan,S.Sos sudah tak terbendung. Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari petani, nelayan, pedagang, karyawan dan pegawai maupun pengusaha berbondong-bondong memberi dukungan. Sapuan-Dedy dianggap pasangan yang paling ideal untuk memimpin Mukomuko.
Besarnya arus dukungan kepada mereka, karena diyakini mampu membangun perekonomian Mukomuko yang lebih baik lagi kedepannya. Apalagi Sapuan merupakan sosok pengusaha yang juga bergerak disektor perkebunan. Sudah pasti, saat menjadi bupati Sapuan mampu memperjuangkan harga Sawit, karet dan hasil pertanian masyarakat Kabupaten Mukomuko lainnya.
Secara logika, saat ini, Sapuan – Dedy sudah memenangi Pilkada, sebab hampir di seluruh kecamatan mereka mendapat dukungan besar. Bahkan di kecamatan dengan pemilih terbesar, seperti Penarik, Lubuk Pinang, Ipuh adalah basis suaranya dan termasuk Kota Mukomuko. Di semua kecamatan di Dapil II pada umumnya pasangan ini akan monopoli. Juga disebagian besar kecamatan di Dapil III dan Dapil I, Sapuan diperkirakan menguasai sebagian besar suara pemilih.
‘’Kalau kita melihat basisnya, di Kecamatan Penarik dan Dapil II pada umumnya mereka hampir pasti menang. Selain itu, sejak lama Sapuan dikenal kuat di Lubuk Pinang, Ipuh dan kecamatan-kecamatan lainnya. Sampai sekarang pendukung Sapuan masih setia dan bahkan terus bertambah. Petani jelas yakin, Sapuan yang merupakan pengusaha yang dinilai mampu memperjuangkan harga sawit,’’ papar salah seorang tokoh masyarakat Siswardi.
Novesa Herman mengatakan, tujuan Sapuan maju sebagai bupati karena ingin lebih fokus membantu masyarakat dan membangun daerah kelahirannya. Berbagai keluhan warga terkait dengan harga sawit, harga kebutuhan pokok dan kondisi pembangunan yang belum merata merupakan targetnya untuk segera diseimbangkan.
‘’Mudah-mudahan saja, niat tulus Sapuan untuk membangun daerah ini berjalan lancar dengan dukungan dari seluruh masyarakat,’’ tutupnya.(jar)

Huda-Haidir Diinginkan Masyarakat
//Muslim Ketua Tim Pemenangan
POLITIK RM – Tim pemenangan Choirul Huda,SH dan Haidir,S.Ip dipimpin oleh Muslim Caniago,SH,MH bersama tokoh dan lapisan masyarakat lainnya. Mereka optimis, pasangan ini akan keluar sebagai pemenang Pilkada, lantaran didukung oleh arus  bawah. Buktinya, tanpa dikomando relawan-relawan pemenangan terbentuk dengan sendirinya.
Dikatakan Muslim, sebagai tim pemenangan tugas mereka mempoles dan menguatkan dukungan yang sudah ada. Karena sejak awal, komposisi di lapangan, posisi Huda-Haidir sudah menang. Pasangan ini memang diinginkan masyarakat, karena kedekatan dengan rakyat dan juga melihat sosoknya yang dinilai mampu mengemban amanah membangun Mukomuko.
‘’Sebagai tim, kami sebetulnya berusaha mempoles dan menguatkan dukungan arus bawah yang sudah terbentuk secara alami. Pasangan Huda-Haidir memang diinginkan masyarakat untuk memimpin Mukomuko,’’ kata Muslim.
Terkait dengan spekulasi yang dilakukan lawan politiknya, Muslim menilai semuanya biasa saja dan suatu hal yang lumrah dalam dunia politik. Bagaimanapun mereka tidak akan terpancing dengan itu, dan terus melanjutkan rencana yang sudah ada. Masyarakat Mukomuko sudah sangat cerdas dan paham, siapa yang diinginkan memimpin daerah ini.
‘’Kalau soal spekulasi calon lain, kami tidak terpengaruh sama sekali, tim kompak dan masyarakat sendiri memahaminya. Kalau kita istilahkan, sama dengan petinju, sebelum naik ring, selalu menggertak lawan, akan dijatuhkan pada ronde pertama dan ancaman lainnya. Kalau lawan lemah, jelas akan down, untuk kita itu biasa saja,’’ tutupnya.(jar)


Tim Presidium Bengkulu Barat Dukung Suktan
POLITIK RM – Walau belakangan ini, gema Pemekaran Kabupaten Bengkulu Barat yang meliputi kecamatan pemekaran Ipuh dan sekitarnya sedikit meredup, namun para tim pejuang pemekaran ini masih menyimpan asa. Kedepannya mereka akan menumpukan harap pada calon Gubernur Bengkulu, Sultan B Najamudin dan Mujiono. Untuk menggapai asa tersebut, para presidium pemekaran siap memenangkan pasangan muda ini.
Ketua umum tim pemekaran Bengkulu Barat, H. Rivai Amir mengatan Sultan dan Mujiono merupakan pasangan yang ideal dan layak didukung oleh masyarakat Ipuh dan kecamatan lain yang tergabung dalam rencana Bengkulu Barat. Ia optimis, jika Sultan sebagai Gubernur maka Bengkulu Barat dapat dimekarkan dari Kabupaten Mukomuko.
‘’Atas nama Ketua Umum Pemekaran Bengkulu Barat, kami siap memenangkan pasangan Sultan-Mujiono, ini penting untuk kemajuan besama dan lancarnya rencana pembentukan kabupaten baru,’’ kata Rivai.
Lanjutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat Mukomuko, tidak memilih pasangan ini. Apalagi Mujiono adalah perwakilan dari Mukomuko untuk calon wakil Gubernur. Selama ini belum ada putra Mukomuko yang bisa melakukannya, jikapun ada baru sebatas rencana. Sultan jelas telah berbuat untuk Bengkulu sejak lama, bukan datang dari daerah lain, demi mengatur Bengkulu semata.
‘’Kita harus memenangkan mereka, Mujiono orang Mukomuko, sementara Sultan tokoh muda yang sudah berjasa besar untuk membangun Bengkulu,’’ tutupnya.(jar)


Para Normal Ikut Terawangi Pilkada

POLITIK RM – Menurut terawangan paranormal asal Sumatera Barat (Sumbar), Zazali Al Bagdad. Tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko, memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika ingin menang mereka harus berusaha keras menjemput simpatik masyarakat. Dari tiga pasangan calon (Paslon) yang maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Mukomuko, terjadi persaingan ketat.
‘’Boleh percaya atau tidak, untuk sementara ini terjadi persaingan ketat dari tiga pasangan calon. Masing-masing calon, ada kelebihan dan kekurangan. Namun yang lebih dominan, ada pada pasangan yang telah lama berbuat untuk masyarakat yang berpeluang besar. Itupun butuh perjuangan yang kuat untuk menjemput kemenangan,’’ kata Zazali Al Bagdad ketika dihubungi kemarin.
Zazali menyebutkan, pasangan calon yang mendominasi mendapat simpatik masyarakat saat ini, berkulit putih dan sao matang. Tetapi juga mendapat simpatik masyarakat untuk pasangan calon berkulit sao matang.
‘’Siapa mereka kita tidak kenal, namun boleh percaya atau tidak, hanya sebatas terawangan. Yang pastinya, pasangan yang mendominasi itu telah berbuat untuk masyarakat dan cukup berpengalaman,’’ pungkasnya.(nek)