Friday, 21 August 2015

Wong Cilik Pilih Sapuan Karena Terbukti


AIR MANJUTO – Dukungan terhadap pasangan Bakal Calon (Balon) Bupati Mukomuko periode 2016-2021, Sapuan,SE,Ak,MM,CA, -Dedy Kurinawan, S.Sos mengalir dari semua kalangan. Bukan hanya datang dari tokoh masyarakat atau politikus tapi juga dari wong cilik. Salah satunya adalah, Wagino (55), seorang petani warga Desa Sido Makmur, Kecamatan Air Manjuto. Meskipun mengaku tidak paham politik, ayah 3 orang anak mengaku sudah menetapkan pilihan pada pasangan Sapuan-Dedy. Ia beralasan, salah satu keluarganya pernah terbantu dengan adanya ambulance geratis Sapuan. Dari tiga pasangan Balon bupati, baru Sapuan-lah yang memberikan aksi nyata pada wong cilik. Pria asal Jawa Tengah ini mengisahkan, sekitar 9 atau 10 bulan yang lalu, anak sulungnya, Wariman (30) sakit dan harus di rujuk ke luar Mukomuko. Malam itu, tidak ada uang tunai untuk pakai ambulance rumah sakit. Ketika sedang bingung, ada pengunjung yang punya nomor HP sopir ambulance Sapuan, di depan dirinya langsung menelpon. Pada awalnya Ia ragu, karena merasa belum kenal sama sekali dengan sopir ambulance. Tidak lama berselang ambulance datang dan anaknya berhasil diselamatkan. Mulai saat itu Wagino yakin, ambulance Sapuan tidak pilih-pilih orang.
‘’Saya kenal nama Sapuan gara-gara mobil ambulance. Sekarang anak kita sudah sehat dan bisa kerja, tidak berlebihan kalau kami dukung Sapuan. Dengan satu harapan, jika Sapuan jadi bupati, mobil ini terus beroperasi dan banyak orang-orang seperti kita yang dapat pertolongan,’’ ungkap Wagino.
Lain lagi dengan Herdiansyah (21) warga Kecamatan V Koto. Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bengkulu ini memilih Sapuan dengan alasan pengalaman. Dian, begitu Ia biasa disapa, menyampaikan faktor pengalaman sangat penting bagi seorang pemimpin. Menurut Dian, Sapuan sudah memiliki pengalaman yang sangat luas, bukan hanya didalam tapi juga luar negeri. Ia mencontohkan, mantan bupati Mukomuko Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM. Dengan pengalaman yang dimiliknya mampu membangun Mukomuko dengan baik. Program pembangunanya langsung dirasakan masyarakat, terutama Jalan Usaha Tani (JUT).
‘’Saya yakin, pengalamannya di luar sana, akan diterapkan di Mukomuko, jika Sapuan terpilih menjadi bupati,’’ demikian Herdiansyah.(dul)

Warga Ipuh Antusias Dukung Sapuan-Dedy
//Sapuan Ikut Lepas Penyu Bersama Warga
IPUH – Warga Kecamatan Ipuh dan Dapil III pada umumnya akan mewujudkan misi mereka yang tertunda pada Pilkada 2010 lalu, yaitu untuk mengantar Sapuan,SE,Ak,MM,CA menjadi Bupati Mukomuko. Ini terlihat dari besarnya arus dukungan yang datang dari masyarakat setempat. Bahkan kemarin lusa, Sapuan diajak secara khusus bersama masyarakat melepas anak penyu atau tukik di kawasan pantai Batu Kumbang Ipuh.
Masyarakat mendukung pasangan Sapuan – Dedy bukan tanpa alasan, selain karena mengakui Sapuan sebagai sosok yang dermawan dan peduli dengan masyarakat, mereka juga mengakui Sapuan-Dedy mampu membawa masyarakat sejahtera. Mereka juga meyakini Sapuan bisa menjadi bupati yang adil, sehingga jatah pegawai di kabupaten dan bantuan lainnya dapat merata, tidak berat sebelah. Selain itu Sapuan selalu blusukan untuk menyapa masyarakat dan menampung aspirasi warga.
Koordinator Tim Pemenangan Sapuan-Dedy Kecamatan Ipuh, Ali Basri, S.Hi menyampaikan, kehadiran pasangan Sapuan-Dedy mendapat sambutan positif dari warga Ipuh. Dengan adanya kunjungan dan bertatap muka secara langsung, warga dapat lebih leluasa untuk menyampaikan berbagai keluhan dan harapan. Sesuai dengan harapan warga, ia akui ketika telah terpilih menjadi pemimpin di daerah ini, dapat mengayomi masyarakat.
‘’Kehadiran Sapuan-Dedy dalam acara silaturhami dan pelepasan penyu di Batu Kumbang, Pulau Baru mendapat sambutan positif dari warga. Dalam hal ini, warga berharap ketika Sapuan-Dedy terpilih menjadi bupati, dapat memperhatikan nasib warga,’’ kata Ali Basri.
Ia juga menyampaikan, Sapuan-Dedy juga diharapkan peduli terhadap nasip petani dan nelayan yang berada di wilayah Ipuh dan sekitarnya. Selain itu, warga juga menitip pesan kepada pasangan calon ini, untuk memperhatikan pembangunan di segala bidang.
‘’Sapuan-Dedy juga diharapkan untuk mampu melakukan pemerataan pembangunan dari segala bidang. Termasuk memperhatikan nasib nelayan dan petani di daerah ini,’’ demikian Ali Basri.(nek)


Blusukan, Sapuan-Dedy Unjuk Kepedulian
METRO – Terinspirasi dari gaya pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), diam-diam pasangan calon bupati Mukomuko, H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan wakilnya Dedy Kurniawan,S.Sos mulai blusukan ke tengah masyarakat. Ia tidak segan-segan menyambangi para petani, nelayan dan meninjau aktivitas masyarakat ke pasar-pasar tradisional.
Kehadiran Sapuan selalu disambut hangat oleh masyarakat, bahkan banyak ucapatan terimakasih yang tak terduga ia terima dari warga, yang merasa terbantu oleh bantuan dari Sapuan, berupa keberadaan ambulance  gratis dan bantuan langsung lainnya. Selama ini jarang mereka bertemu, walau bantuan Sapuan dan namanya selalu dielu-elukan masyarakat, sebagai pengusaha yang peduli dengan daerahnya. Seperti kemarin, Sapuan menggelar pelepasan penyu dengan warga di Pantai Baru Kumbang Ipuh.
Salah seorang warga, Andri mengaku bangga melihat kegiatan calon bupati yang satu ini. Dengan blusukan, maka Sapuan-Dedy akan mengetahui bagaimana kondisi masyarakat sebenarnya dan bakal menjadi bahan kerja mereka saat duduk sebagai kepala daerah. Masyarakat bawah akan yakin dengan calon yang peduli dengan keluhan masyarakat, ketimbang berkampanye dengan hura-hura.
‘’Kegiatan blusukan Sapuan-Dedy lebih menyentuh di hati masyarakat, ketimbang menggelar acara yang kadang menimbulkan efek negatif. Tampaknya Sapuan sudah lebih matang memimpin Mukomuko. Soal terkenal, masyarakat Mukomuko tahu seluruhnya dengan Sapuan, sebab kerap mengirim bantuan dan senantiasa membantu, seperti adanya ambulance Sapuan,’’ ungkapnya.
Wakil Sapuan, Dedy mengakui saat ini mereka tengah meninjau kondisi masyarakat secara langsung. Tujuannya untuk melihat kondisi masyarakat bawah kemudian menampung aspirasi mereka. Apa yang dilihat dan di dengar dari masyarakat, ditampung bakal menjadi perhatian khusus kedepannya saat mereka diberi kepercayaan memimpin Mukomuko.
‘’Sambutan dari masyarakat luar biasa, kita juga banyak menerima masukan dan aspirasi dari bawah, semua yang ditemukan dan dilihat akan kita perjuangkan kedepannya. Seperti masalah jalan, lahan pertanian, kesulitan pupuk serta masalah harga lainnya,’’ tutup Dedy.(jar)


Dukungan Mayoritas, Wismen Sudah 1 Langkah di Depan


METRO – Sebagai calon bupati, Ir. Wismen A Razak,M.Si sudah menang 1 langkah di depan. Ia didukung mayoritas partai politik dengan total 14 kursi dewan atau jika dipersentasekan, mencapai 60 persen. Logikanya jika dikumpulkan seluruh suara partai pendukungnya, hasil pemilihan anggota dewan, maka Wismen-Bambang sudah menang hingga 75 persen suara, lantaran PBB juga di pihaknya. Sekarang tergantung dengan partai pengusungnya, jika mereka ekstra berjuang, jelas Wismen di atas angin, walaupun terjadi eror hingga 15 persen.
Anggota dewan dari PPP, Prenki Janas mengatakan sekarang sebetulnya posisi Wismen sudah menang. Andai pemilihan oleh anggota dewan sebagaimana wacana awal, maka sekarang menunggu pelantikan saja. Namun karena pemilihan dikembalikan ke masyarakat, maka mereka baru bisa ditetapkan setelah Pilkada kelak.
‘’Kalau di pilih dewan, jelas Wismen sudah menang telak, namun karena dikembalikan ke masyarakat kita sabar dulu, hingga 9 Desember untuk melihat kemenangan sebenarnya,’’ kata Franki.
Terkait dengan suara partai, Frenki yakin suara partai tetap terkomando dengan baik. Jikapun ada eror, karena kedekatan dengan calon lain atau tidak memilih, persentasenya jelas tidak terlalu signifikan, artinya Wismen-Bambang tetap menang besar. Khusus PPP sebagaimana instruksi ketua, maka seluruh kader siap memenangkan Wismen-Bambang.
‘’Kita logikan saja, dari jumlah dewan dan partai sudah menang. Jalannya pasangan ini kalah sudah tidak ada,’’ tegasnya.
Wismen sendiri di hadapan ribuan pendukungnya saat acara hiburan di Air Rami kemarin malam, menyampaikan jika detik-detik kemenangan sudah dapat dirasakan. Ia minta masyarakat bersatu untuk membangun Mukomuko bersama dengan dirinya sebagai bupati dan Bambang wakil bupati. Membangun daerah butuh kerja keras dan kemampun untuk memanfaatkan dana pusat.
‘’Saatnya kita membawa perubahan besar di Mukomuko, insyaallah kami siap, sesuai komitmen pembangunan Kabupaten Mukomuko mulai dari pinggiran,’’ tutupnya.(jar)

Calon Mulai Tancap Gas
METRO – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mukomuko, kelihatannya sudah ‘’tancap gas’’. Masing-masing mulai memainkan jurus untuk mendapat dukungan dari masyarakat. Dampaknya suhu politik di tengah masyarakat berangsur memanas. Saling klaim jagoan yang didukung kerap menghiasi percakapan masyarakat di ‘’warung kopi’’ atau tempat berkumpul tak resmi warga. Tidak hanya itu, pergeseran kekuatan calon juga makin menunjukkan keampuhan jurus masing-masing kandidat.
Salah seorang tokoh Mukomuko, H. Hamdani Makir,M.Hum mengatakan isu Pilkada saat ini sudah menjadi topik pembicaraan utama. Dimanapun warga berkumpul, seperti di warung, di tempat hajatan dan sebagainya. Meningkatnya suhu politik, karena memang kandidat sudah memainkan jurus politiknya. Disamping itu pengaruh opini media juga membuat elektabilitas kandidat selalu terjaga.
‘’Memang masalah calon bupati sedang trend untuk dibahas, bersamaan dengan calon yang sudah mulai menunjukkan diri. Saya melihat, pergeseran kekuatan calon sudah makin terasa, yang awalnya kuat mulai diimbangi lawannya. Yang cukup mempengaruhi juga adalah opini media, terlihat bahasan warga, apa yang mereka baca di media,’’ kata Hamdani.
Namun bagaimanapun, warga harus bisa menahan diri, jangan karena membela jagoan masing-masing malah menimbulkan perpecahan. Mendukung wajar, terlalu fanatik itu tidak layak. Siapapun yang jadi bupati nanti adalah orang Mukomuko, mereka putra terbaik yang layak memimpin. Kalau menginginkan calon yang didukung menang, silahkan pilih saat di TPS, jangan malah bersitegang.
‘’Mendukung wajar, kalau bertengkar hingga pecah hubungan tetanggaan itu tidak baik, kepentingan kita sama. Mendukung bupati supaya menang dan membangun daerah,’’ paparnya.
Masih Hamdani, calon dalam hal ini diharapkannya bisa menahan diri dan memberi pemahaman kepada tim dan pendukungnya. Jangan menimbulkan dampak negatif. Menjelekkan lawan lain tidak baik dalam politik, itu malah akan menjatuhkan diri sendiri.
‘’Calon harus tetap berhubungan baik, bersaing dengan sportif kalau memang ingin membangun daerah. Kalau segala cara hantam, artinya calon hanya haus kekuasaan. Dukung siapapun yang menang nanti, agar Mukomuko cepat maju,’’ tutupnya.(jar)

Kukuhkan Tim Pemenang, Wismen-Bambang Siap Membangun
LUBUK PINANG - Pasangan Bakal Colan (Balon) bupati dan wakil bupati, Ir. Wismen A Razak, M.Si- H Bambang Apriadi, S.Pt semakin menguat. Pada Senin (17/8), dihadapan ribuan pendukungnya yang dihibur dalang ternama, Ki Mantap, Wismen mengukuhkan tim pemenangannya. Acara bertempat di lapangan sepak bola, Desa Sumber Makmur, Kecamatan Lubuk Pinang. Tim yang dikukuhkan terdiri dari dewan pertimbangan, tim pemenangan kabupaten serta tim pemenangan dapil I. Dewan pertimbangan terdiri dari Ir. Gafrie Zaenudin, Eri Zulhayat, SH, MH, Ir. Muharamin, Alfian,SE serta Busril Chaniago. Selain itu juga dikukuhkan susun tim pemenangan kabupaten. Sedangkan tim pemenangan Daerah Pemilihan (Dapil), baru dikukuhkan tim untuk dapil I. Sedangkan tim pemenangan Dapil II dikukuhkan pada Selasa (18/8). Dan tim pemenangan Dapil III akan dikukuhkan malam ini di lapangan SP 1 dan 2 Air Rami, yang juga dimeriahkan pagelaran wayang kulit. Tim pemenangan Dapil I berjumlah 78 orang, terdiri dari koordinator 33 orang dan sisanya tim pemenangan tingkat kecamatan.
Dalam sambutanya Wismen menyampaikan, jika dirinya terpilih menjadi bupati Mukomuko, maka Ia sudah memili program pembangunan. Sesuai dengan motto yang usung, membangun Kabupaten Mukomuko mulai dari pinggiran. Selain itu wismen juga menyampaikan, untuk membangun Mukomuko, tidak bisa hanya mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belaja Negara (APBN). Hal ini dikarenakan APBN Mukomuko jumlahnya sangat terbatas dan sebagian besar sudah digunakan untuk belanja rutin.
‘’APBN Mukomuko hanya sekitar 700 miliar, 54 persen sudah digunakan untuk belanja rutin gaji pegawai. 20 persen untuk pendidikan dan 15 persen untuk kesehatan. Sisanya inilah yang dikutak katik untuk membangun Mukomuko. Maka terpaksa harus berhutung dengan pihak ketiga,’’ ungkap Wismen.
Wismen menambahkan, pasangan Wismen-Bambang merupakan pasangan yang tepat. Karena masing-masing memiliki kelebihan yang saling mengisi. Menurut Wismen, Bambang Apriadi sudah memiliki segudang pengalaman dan memahami kondisi Mukomuko. Sehingga tahu dengan pasti kondisi masyarakat Mukomuko. Dengan demikian sudah paham langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membangun Mukomuko. Wismen sendiri mengaku memiliki banyak relasi dan dukungan dari pusat. Hal ini memudahkan dalam mendapatkan kucuran dana pusat.
‘’Untuk membangun Mukomuko tidak cukup dengan senyum. Tapi butuh anggaran yang kuat dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Masyarakat harus manfaatkan pasangan Wismen-Bambang yang memiliki potensi untuk membangun Mukomuko,’’ demikian Wismen.(dul) 

Tuesday, 18 August 2015

Huda-Haidir Siap Sejahterakan Petani dan Nelayan


POLITIK RM – Pasangan calon bupati Mukomuko, Choirul Huda,SH dan Haidir,S.Ip siap sejahterakan petani dan nelayan di Kabupaten Mukomuko jika diberi kepercayaan memimpin. Mereka merancang pembangunan fokus pada pembenahan infrastruktur penunjang pertanian dan pembaharuan pelaralatan tangkap serta kapal nelayan.
Disampaikan oleh Muslim Caniago,SH,MH yang dipercaya sebagai ketua tim Huda-Haidir. Sejak awal pasangan yang serat pengalaman ini telah merancang misi utamanya saat memimpin Mukomuko. Memilih pertanian dan nelayan, karena dua sektor ini merupakan sumber ekonomi pertama masyarakat. Walau selama ini mulai disentuh, namun perlu lebih fokus lagi, sehingga petani dan nelayan bisa cepat sejahtera.
‘’fokus Huda-Haidir memang di sektor pertanian dan nelayan, disampaing juga akan memacu kemajuan di sektor lainnya. Mereka memilih pembelaan maksimal pada petani dan nelayan, karena inilah sebetulnya kekuatan masyarakat Mukomuko,’’ ungkapnya.
Sebagai bahan evaluasi dan demi terarahnya penggunaan anggaran nantinya, tim Huda mulai mendata kebutuhan penunjang kegiatan pertanian, baik perkebunan sawit dan karet, maupun khusus dibidang persawahan atau padi. Untuk nelayan, bakal dilakukan pembaharuan alat tangkap dan penyaluran bantuan kapal yang lebih modern, sehingga nelayan betul-betul menguasai perainnya sendiri.
‘’Petani dan nelayan seharusnya sejahtera, untuk menggapai itu semua maka perlu diberi perhatian khusus, ini misi utama Huda dan Haidir. Seluruh jalan pertanian akan dibenahi, nelayan juga diberi bantuan alat yang modern untuk penunjang. Sehingga nelayan betul-betul bisa melaut dengan nyaman dan punya target,’’ tutupnya.(jar)


Pilkada Aman, Polres Kerahkan 315 Personil
POLITIK RM – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mukomuko, AKBP Andhika Vishnu, S.Ik mengerahkan 315 personil di jajarannya untuk melakukan pengamanan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko periode 2016-2021. Hal ini disampaikan Kapolres kepada wartawan ketika ditemui kemarin.
‘’Pengamanan Pilkada 315 personil dikerahkan. Semua tahapan Pilkada terus dilakukan pengamanan secara ketat. Agar pelaksanaan Pilkada di dareah ini dapat berjalan aman dan kondusif,’’ kata Kapolres.
Setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga disiagakan pengamanan. Selain di titik yang dinilai rawan, ia menyebutkan cukup satu orang personil. ‘’Titik-titik rawan telah kita petakan, dan itu mungkin petugas pengamanan lebih dari satu. Namun untuk tempat-tempat yang dinilai aman, mungkin hanya satu orang petugas. Semua petugas akan memakai seragam kepolisian, termasuk Reserse,’’ tegasnya.
Khusus untuk Polres, informasi terkait pengamanan Pilkada semuanya terpusat di Kabag Ops. Ia menyampaikan, termasuk hasil perhitungan suara di TPS, juga akan dilaporkan secara tertulis dan benar. Hanya saja, rekap data dari kepolisian bukan untuk konsumsi publik, hanya sebagai laporan ke atasan.
‘’Masing-masing petugas yang ditempatkan di TPS, juga akan mencatat hasil perhitungan suara dan memantau jalannya proses pemungutan suara. Tetapi laporan hasil rekap data tidak bisa dipublikasikan, begitu juga tidak dibenarkan sebagai data pembanding dari perhitungan suara. Kecuali telah mendapat perintah langsung dari Kapolri maupun Kapolda,’’ ujarnya.
Disisi lain, terkait pelanggaran Pilkada pihak kepolisian juga bekerjasama dengan Kajari dan Panwaslu. Dalam hal penegakan hukum terkait sangketa Pilkada, menurutnya kewenangan Gakkumdu.
‘’Untuk pengawasan dan pengamanan terus ditingkatkan. Namun untuk masalah pelanggaran Pilkada, itu merupakan ranahnya Gakkumdu. Untuk itu, agar terlaksananya Pilkada suskses aman dan kondusif, kita imbau kepada masyarakat untuk secara bersama-sama menjaga kemanan mulai dari lingkungan masing-masing,’’ demikian Kapolres.(nek)

Toke Sawit Dukung Sapuan-Dedy


METRO – Arus dukungan kepada pasangan Calon Bupati Mukomuko, H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Dedy Kurniawan,S.Sos terus berdatangan. Termasuk para toke sawit mulai mengarahkan dukungannya kepada pasangan muda ini. Mereka yakin Sapuan mampu membawa para petani sawit di daerah ini lebih sejahtera, karena harga bisa dikendalikan dengan baik. Dasarnya Sapuan adalah seorang pengusaha dan juga membuka usaha perkebunan dan perdagangan sawit.
Toke sawit asal Desa Sungai Ipuh Kecamatan Selagan Raya, Zairin mengatakan sekarang Sapuan sebetulnya sudah bisa memperolah dukungan sekitar 60 persen di daeranya. Kemungkinan besar, setelah Sapuan masuk ke daerah ini, dukungan bisa lebih besar lagi. Ia sendiri selaku toke sawit mendukung Sapuan dan yakin bakal menang.
‘’Kita dukung Sapuan, untuk Selagan Raya kita optimis bisa menang di atas 80 persen, sekarang Sapuan belum masuk ke wilayah ini, tapi sudah menang,’’ katanya.
Lanjut, pria yang akrab disapa Ujang ini, Sapuan diketahui seorang pengusaha sukses, ia punya kemampuan dalam bidang ekonomi. Apalagi berkaitan dengan sawit, Sapuan pasti berusaha mengendalikan harga dipasar. Karena ia sendiri diketahui juga bergerak dalam usaha perkebunan dan jual beli sawit.
‘’Kita yakin kalau Sapuan jadi bupati, petani dan toke sawit akan sejahtera, karena ada kemungkinan harga bisa diperjuangkan. Kita tahu Sapuan juga pengusaha sawit,’’ tegasnya.
Sementara toke sawit asal Desa Sari Bulan Kecamatan Air Dikit, Alzari mengaku untuk saat ini belum ada pilihan khusus untuk calon bupati. Namun melihat kondisi di lapangan, Sapuan memang lebih diunggulkan, khusus untuk wilayahnya. Namun bagaimana kedepannya, ia belum tahu, sebab calon belum bergerak maksimal, termasuk Sapuan sendiri.
‘’Saya belum mendukung, tapi sekarang ini memang Sapuan lebih unggul, nampaknya pemilihan juga bakal dipengaruhi oleh dana calon,’’ tutupnya.(jar)

Sekda Bakal Jabat Plh Bupati
//Sudoto Belum Pasti Jabat Caretaker
METRO – Sampai kemarin, siapa yang bakal menjabat caretaker Mukomuko belum ada kepastiannya. Sudoto sendiri yang sempat diisukan sebagai kandidat kuat, masih ada kemungkinan batal. Pasalnya beberapa nama lain juga masih berpeluang, seperti Ismet Lakoni, Tarmizi dan Rusdi Bakar. Bisa jadi penetapan caretaker akan molor hingga beberapa hari kedepan. Jika demikian, maka ada peluang Sekda Syafkani,SP akan ditetapkan sebagai pelaksana harian (Plh) Bupati Mukomuko, hingga dilantiknya caretaker. Sebab masa jabatan bupati akan berakhir Pukul 00.00 15 Agustus hari ini. Sementara apapun alasannya, daerah tidak bolah terjadi kekosongan kepemimpinan.
Diminta keterangannya, Sekda mengaku belum tahu siapa yang bakal menjabat caretaker. Mengenai nama Sudoto, ia juga tidak bisa pastikan. Karena sampai kemarin, belum ada pemberitahuan dari provinsi. Terus kemungkinan besar dirinya bakal menjabat Plh bupati, Syafkani mengaku siap jika memang ditunjuk oleh provinsi. Bisa jadi Plh juga didatangkan dari provinsi atau ditunjuk pejabat di daerah.
‘’Kami belum mendapat pemberitahuan resmi soal nama caretaker, yang jelas kita hanya bisa menunggu. Isunya pak Sudoto, tapi belum ada pemberitahuan, bisa jadi lainnya. Untuk Plh kita juga menunggu dari provinsi, kalau memang saya ditunjuk, tentu harus siap,’’ tuturnya.
Waka I DPRD Mukomuko, Eri Zulhayat,SE,MH juga mengaku belum mendapat informasi pasti soal caretaker. Sudoto sendiri yang sempat diisukan, sampai saat ini belum ada penyampaian resmi. Jika memang hingga berakhirnya jabatan bupati, belum juga ada kepastian maka wajib ditentukan Plh. Sebab suatu daerah tidak boleh mengalami kekosongan jabatan pemimpin.
‘’Nama Sudoto baru berkembang di media, kalau SK kami belum melihatnya. Karena jabatan bupati akan berakhir, mau tidak mau ada Plh sebelum caretaker dilantik. Bisa jadi pelantikan caretaker masih lama lagi, daerah tetap harus ada bupatinya,’’ tegas Ery.
Mantan caretaker Mukomuko, Ir. Gafrie Zainuddin mengatakan belajar dari pengalamannya, kemungkinan besar pelantikan caretaker baru dilakukan sekitar 2 minggu kedepan. Informasi yang ia dapat, untuk Mukomuko belum ada nama pasti caretaker, walau Sudoto menguat. Untuk sementara, provinsi akan menunjuk Plh yang menjalankan pemerintahan di daerah ini.
‘’Kemungkinan sama dengan sebelumnya, sementara bupati dilaksanakan Plh, dalam hal ini biasanya sekda yang ditunjuk,’’ tutupnya.(jar)

Wismen Bangkitkan Kreativitas anak Muda


METRO – Tidak salah kiranya jika kalangan muda bakal memberi support luar biasa pada Ir. Wismen A Razak,M.Si untuk memimpin Mukomuko. Karena Wismen sejak awal terus membuktikan keberpihakannya pada kreativitas anak muda. Selain terus ikut mensponsori kegiatan olah raga, Wismen juga memumpuk kreativitas anak muda disegi budaya daerah dan musik. Buktinya usai menyelenggarakan lomba tari gandai di Pondok Suguh, kemarin ia menjadi penyukses pertunjukan parade band yang berpusat di Bundaran Mukomuko.
Dalam sambutannya Wismen memberi apresiasi besar pada kreativitas anak muda di daerah ini. Ia berjanji jika terpilih sebagai bupati Mukomuko, akan terus membina dan membangkitkan jiwa seni kalangan muda. Karena anak muda Mukomuko dinilainya berbakat, hanya saja selama ini belum mendapat perhatian maksimal dan kurang pembinaan dari pemerintah.
‘’Kita bangga dengan kreativitas anak muda di Kabupaten Mukomuko ini, insyaallah jika kita diberi kesempatan memimpin Mukomuko, pengembangan bakat kalangan muda akan terus diusahakan. Mulai dari segi olah raga, musik dan seni budaya daerah,’’ kata Wismen.
Salah seorang peserta tari gandai, Dahlia mengaku bangga karena ada calon bupati yang memperhatikan budaya daerah.  Selama ini mereka merasa kurang diperhatikan, sehingga dampaknya kesenian daerah tidak bisa bersaing dengan hiburan dari luar. Kedepan pemerintah harus mengutamakan kesenian daerah, jika ada kegiatan sebaiknya tetap panggil para penari gandai dan kesenian daerah lainnya.
‘’Semoga calon bupati kita bisa menang, sehingga kesenian daerah ini bisa kembali berkembang dengan baik. Selama ini tari gandai dan kesenian lainnya hampir punah, lantaran kalah saing dengan budaya luar,’’ tutunya.
Salah seorang peserta perade band, Jeri juga merasa puas dengan support yang diberikan oleh Wismen untuk mereka. Ia berharap kedepan perhatian terhadap anak muda, terutama dibidang musik semakin baik. Ia juga mengakui selama ini perhatian pemerintah sangat minim.
‘’Kita mendukung Wismen jadi bupati sehingga anak muda bisa diperhatikan, selama ini di bidang musik masih kurang diapresiasi,’’ tutupnya.(jar)

Suara Pemilih Rawan Dibeli
//Sawit Murah, Ekonomi Warga Morak-Marit 
METRO – Sejak beberapa waktu lalu, perekonomian masyarakat di Kabupaten Mukomuko goyang, dampak dari turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Kondisi ini diprediksi berdampak besar terhadap persaingan politik pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko. Dimana suara pemilih rawan dijual kepada calon. Dalam arti money politik bakal disambut hangat oleh masyarakat yang sedang butuh.
Bahkan suara sumbang dari beberapa oknum warga mulai terdengar, mereka siap mendukung kandidat yang bisa memberi uang, karena dianggap berjasa memenuhi kebutuhannya saat itu. Dasar mereka berbuat demikianpun cukup pasaran, karena berpikir siapapun jadi bupati, pekerjaannya tidak berubah. Ini dampak kurangnya pemahaman masyarakat terhadap peran pemimpin. Padahal warga menikmati, bagaimana infrastruktur yang dibangun pemerintah, sehingga meningkatkan perekonomiannya, serta melancarkan layanan kesehatan dan pendidikan.
‘’Yang jelas, siapa yang ngasih uang pada saya itu yang saya pilih. Karena dia berjasa membantu kebutuhan saya saat itu, siapapun yang menang saya tidak masalah, pekerjaan saya nukang, ya tetap jadi tukang bangunan,’’ kata salah seorang warga yang berprofesi sebagai tukang yang disembunyikan identitasnya.
Menanggapi hal ini, salah seorang tokoh masyarakat yang juga dosen Unib, Hamdani Makir,SH,M.Hum mengatakan, kejadian seperti ini lumrah dalam dunia politik. Bahkan menurutnya suara masyarakat demikian adalah jujur, ia akan buktikan itu saat pemilihan. Namun memang tidak seluruh orang berpikirkan demikian. Kebetulan harga TBS turun, kemungkinannya lebih besar, sebab perenomian sedang morat-marit.
‘’Itu suara jujur dari masyarakat bawah, mereka berpikir benar menurut mereka, masa tukang dodos, tukang bangunan dan buruh yang memang tidak punya pendidikan memadai, diangkat PNS jika bupatinya menang. Masyarakat belum memahami, peran pemerintah yang sebenarnya. Yang anehnya lagi, pemilih demikian melihat siapa paling besar memberi, semua diambil,’’kata Hamdani.
Kalau itu terjadi, maka dapat ditebak siapa yang bakal memenangi Pilkada kelak. Yaitu pasangan yang punya uang dan siap bayar. Dampak kedepannya daerah bisa terbengkalai. Sebab bupati yang menang berpikir, ia duduk karena membeli suara masyarakat, maka dalam kebijakan sesukanya. Hamdani berharap, pelaksana Pilkada baik KPU dan Panwas bisa memberi pengertian kepada masyarakat, agar memilih dengan jujur. Yang lebih penting melakukan pengawasan dengan baik, jangan biarkan aksi money politik terjadi.
‘’Saya rasa semua kita harus berperan memberi pemahaman kepada masyarakat. Jangan menerima dan memilih calon yang siap bayar, karena dampaknya bagi daerah kedepan. Tidak ada yang mau rugi, hari ini mereka bayar, setelah duduk minta ganti lewat APBD,’’ tutupnya.(jar)


Ichwan Yunus Dinilai Merakyat
//Suara Masyarakat Bawah
LUBUK PINANG – Besok, Bupati Mukomuko Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM akan mengakhiri jabatannya. Ichwan tercatat dalam sejarah Kabupaten Mukomuko sebagai bupati definitif pertama. Ia memimpin Mukomuko selama dua periode secara berturut-turut. Walau kerap mendapat keritikan, namun dimata masyarakat Ichwan tetap dianggap pemimpin yang merakyat.
Muklis (45) berprofesi sebagai tukang sol sepatu, warga Kecamatan Lubuk Pinang salah satu warga yang memuji kepemimpinan Ichwan. Muklis menilai, Ichwan merupakan pemimpin yang bagus. Sebagai seorang bupati, Ichwan tidak segan-segan turun ke masyarakat, menyapa rakyatnya, terutama ketika terjadi musibah. Ini merupakan bukti, Ichwan dekat dengan rakyatnya. Tidak jarang pula, Ichwan muncul ditengah masyarakat tanpa protokoler. Bagi masyarakat kecil kunjungan Ichwan memiliki makna yang luar biasa. Muklis berpendapat, kunjungan Ichwan telah menjadi setengah obat bagi warga yang sakit. Penyemangat hidup warga yang terkena musibah.
‘’Bagi saya pak Ichwan Yunus pemimpin yang bagus. Ketika ada rakyatnya yang kena musibah, beliau selalu turun. Contohnya waktu ada anak meninggal tercebur sumur, ada rumah warga yang kebakaran. Ketika warganya kebanjiran, ada yang sakit parah, bahkan ketika jembatan gantung Suka Pindah hanyat, bupati juga turun dan masih banyak lagi. Ketika pak Ichwan tidak bisa turun langsung, minimal ada perwakilannya,’’ ungkap Muklis.
Muklis berharap, bupati Mukomuko kedepan bisa melakukan hal yang sama, dekat dengan masyarakat dan merakyat. Hal lain yang menurut Muklis perlu dievaluasi adalah kebijakan mengenai beras miskin (Raskin) serta bantuan sosial lainnya.
‘’Harapan saya, pemerintah mempertimbankan raskin. Selain itu juga penerima bantuan sosial perlu dievaluasi, karena banyak yang tidak tepat sasaran. Ini penilaian saya selaku masyarakat kecil,’’ tambah Muklis.
Nardi (37) petani asal Air Manjuto, menyampaikan, Ichwan sudah berhasil membangun Mukomuko. Ia menyampaikan di Air Manjuto, sebagian besar kebun sudah bisa dilalui sepeda motor. Hal ini memudahkan petani mengangkut hasil kebunnya. Bukan hanya itu, kendaraan roda enam sudah sampai ke kebun petani. Hal ini berkat program pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Ayah tiga anak ini menilai program pembangunan Ichwan Yunus telah tepat sasaran, karena langsung dinikmati rakyat kecil.
‘’Bagi saya, pak Ichwan sudah berhasil memimpin Mukomuko. Saya masuk Mukomuko pada tahun 1989, dan dimasa Pak Ichwan Yunus lah ada pembangunan sampai ke ladang petani. Harapan saya, pembangunan yang langsung menyentuh wong cilik bisa terus dilakukan,’’ harap Nardi.
Pun demikian halnya dengan Nurkamto (47) warga V Koto, pria yang berpofesi sebagai pedagang ini menyampaikan, dimasa era Ichwan Yunus Mukomuko mengalami kemajuan cukup pesat. Ia menyampaikan sebagai pemimpin banyak plus dan meninusnya, tergantung sudut pandang yang diambil. Ia menilai adalah tidak bijak jika menilai seorang pemimpin dari sudut negatifnya saja. Kamto menyampaikan, tidak mudah menjadi pemimpin di kabupatan yang baru mekar, karena segala sesuatunya dimulai dari nol.
‘’Bagi saya, sejak Mukomuko menjadi Kabupaten sudah banyak kemajuan. Kalau ada kekurangannya menjadi tugas pemimpin yang baru,’’ ungkap Kamto singkat.
Kasmis Jayakarman, S.Pt Kepala Balai Penyuluh Kecamatan (BPK) Lubuk Pinang menyampaikan. Perhatian Ichwan terhadap petani, khususnya petani sawah cukup tinggi. Seringnya bupati turun ke sawah telah memberikan motivasi lebih kepada petani dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Pemberian bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada petani telah meringankan pekerjaan petani.
‘’Perhatian bupati kepada petani sawah cukup tinggi. beliau sering turun ke sawah, baik saat panen raya maupun kegiatan lain. Kita nilai cukup bagus, karena memang belum ada pembandingnya. Harapan kita, bupati baru nanti lebih memperhatikan program alsintan. Kelancaran distribusi pupuk dan ketersedian benih untuk petani. Dan yang penting, perhatikan kesejahteraan PPL, terutama mereka yang prestasinya bagus,’’ demikian Kasmis.(dul)