Wednesday, 17 February 2016

Sosok Bupati Choirul Huda


CHOIRUL HUDA,SH resmi dilantik sebagai Bupati Mukomuko bersama wakilnya Haidi,S.IP, oleh Gubernur Bengkulu Dr. H Ridwan Mukti,MH kemarin. Huda – Haidir adalah pemenang Pilkada 9 Desember 2015, dimana ia memperoleh sebanyak 39.243 suara dari 89.588 warga yang menggunakan hak suaranya. Mereka diusung oleh dua partai politik, yaitu Gerindra dan Hanura yang memiliki 5 kursi di DPRD Mukomuko. Kemenangan pasangan ini sempat digugat oleh calon lainnya, namun gugatan tersebut dimentahkan oleh MK.
Huda anak bungsu dari 8 bersaudara, lahir 45 tahun silam, atau tepatnya pada 1 Mei 1970 di Bojonegoro. Orang tua laki-lakinya bernama M. Taslan (alm) seorang penjahit kecil-kecilan. Sementara sang ibu, Siti Pupi’ah (Alm) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) menjalani aktivitas jual beli juga kecil-kecilan.
Bersama istrinya, Ani Tri Ratnawati atau yang akrab disapa Nana Huda, sudah dikaruniai 3 orang anak. Pertama Bimo Saefulloh Faatah yang sekarang melanjutkan pendidikan SMA Taruna Magelang, kedua Alfan Kulifatullah H tercatat sebagai Sisiwa di SMPN 3 Mukomuko dan Adinda Jafin Nurul Haq murid SDN 6 Kota Praja Kecamatan Air Manjuto.
Usai dilantik kemarin, Huda kembali menegaskan kesiapannya membangun Mukomuko agar terus maju dan dikenal masyarakat secara nasional. Bersama Haidir, Huda juga bertekad mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Seperti selogannya saat kampanye ‘’Bersama kita kuat’’, Huda mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu bawa kemajuan ‘’Kapuang sakti ratau batuah’’ ini.
‘’Terimakasih atas dukungannya dan insyaallah dengan kerja keras dan kebersamaan kita bisa wujudkan cita-cita pembangun Mukomuko lebih baik, demi terciptanya masyarakat yang sejahtera,’’ ungkap Huda.
Huda yang dikenal cerdas memulai pendidikan di SDN Kauman 1 Bojonegoro tahun 1984, kemudian berlanjut ke SLTPN 1 Bojonegoro 1987. Selesai SLTP, Huda berpisah dengan orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan di SLTA Negeri 1 Bojonegoro 1990. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Hukum Universitas Brawijaya 1994 dan mulai tinggal di kos-kosan sederhana dengan bayaran Rp 2.000/bulan. Huda yang sejak SD langganan juara, menyelesaikan pendidikan S1 nya hanya dalam waktu 3,5 tahun dengan IP 3,8 atau cumloud.
Kurang dari setahun tamat kuliah, Huda ikut tes calon hakim Makamah Agung (MA) dan langsung lulus sebagai calon hakim (Cakim). Belum mulai bertugas di institusi ke hakiman, Huda ikut tes lagi di sekolah perwira TNI AD dan juga lulus. Karena memang dari awal ia punya minat di TNI, akhirnya meninggalkan kesempatan bekerja sebagai hakim. Setingkat-demi setingkat karirnya terus naik, pada tahun 1997-1999 ia diberi mandat sebagai komandan pleton 144 Jaya Yudha dan sempat 1 tahun 3 bulan di Timor Timur. Kemudian menjadi Danramil 1991-2001, bersamaan dengan duduk sebagai anggota DPRD Bengkulu Utara (BU) dari komisi TNI. 2004-2006 diangkat sebagai Pasiter Kodim 0423 BU dan terakhir sebelum terjun ke dunia politik sebagai Danramil Kota Mukomuko. Berkat kerjanya yang ulet, Huda sempat menerima penghargaan Seroja Kepala Kasad Angkatan Darat Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (KSAD TNI ABRI) tahun 1998.
Maka soal pengalamannya dibirokrasi pemerintahan tidak diragukan lagi, pernah menjadi anggota dewan dan 5 tahun sebagai wakil bupati Mukomuko, periode 2010-2015.(jar)