Saturday, 13 February 2016

Warga Air Merah Tenggelam

MALIN DEMAN – Kembali warga diduga tenggelam di aliran Sungai Muwar. Kali ini korbannya Suryadi (32) warga Desa Air Merah, Kecamatan Malin Deman. Kejadiannya Rabu (10/2) sekitar pukul 20.00 WIB saat korban menggunakan rakit bersama dua rekannya Yahuda (39) dan  Muhammad Kasim (37) pulang dari mencari buah kabau untuk dijual. Sampai berita ini diturunkan korban belum ditemukan, sementara warga bersama tim SAR dari Bengkulu masih terus melakukan pencarian dengan menelusuri aliran sungai yang dikenal ganas ini.
Calon wakil bupati Mukomuko yang bakal dilantik Rabu nanti, Haidir,S.IP yang sudah turun ke lokasi mengakui kejadian ini. Sampai sore kemarin korban belum ditemukan, diduga kuat dibawa arus sungai yang deras. Proses pencarian sejak korban diketahui hilang sudah 2 hari.
‘’Informasi dari rekannya korban hilang saat rakit mereka diterjang ombak, saya setelah mengetahui kejadian ini langsung ke Malin Deman. Kita berharap proses pencarian berjalan lancar,’’ tuturnya.
Kronologis kejadian, pagi Minggu (7/2) korban bersama dua rekannya berangkat mencari kabau (sejenis jengkol red) di wilayah HPT Lubuk Talang  muara sungai Muar sekitar 20 km dari desa. Sore Rabu, setelah mendapat kabau cukup banyak, korban bersama rekannya beranjak pulang, menggunakan rakit yang juga dipenuhi oleh buah kabau. Hingga hari gelap, mereka masih di atas rakit menelusuri sungai, kebetulan saat itu aliran Muwar cukup deras karena hujan yang terjadi. Ketika melintasi Lubuk Cakung sekitar pukul 20.00 WIB, korban bersama dua rekannya mengarahkan rakit melintasi pingir sungai. Karena arus sungai di Lubuk Kakung ini begitu deras, rakit tetap melaju. Panik korban bersama dua rekannya terjun dari rakit lalu berenang ke pingir sungai. Ketika sampai di pinggir dan korban tidak bersama kedua rekannya, mereka sempat melakukan pencarian dan memanggil-manggil korban. Dalam kondisi cemas, salah seorang rekannya menelpon warga mengunakan telpon genggam dan menceritakan kejadian. Warga Langsung berhambur ke lokasi tersebut melakukan pencarian, namun tidak ditemukan. Kamis Kemarin lusa, timsar dari Provensi Bengkulu turun kelokasi melakukan pencarian bersama warga. Namun belum ditemukan hingga pukul 16.00 WIB sore kemarin.
Dandim 0423 Bengkulu Utara, Letkol Arm Ari Estafanus. S.Sos melalui danramil 0423-02 Mukomuko Selatan, Kapten. Yon Andison mengatakan, hingga Jumat malam korban belum ditemukan. Pencarian mulai dari lokasi tempat korban ini terjun dari rakit, sampai ke permukiman warga, sepanjang sungai. Anggotanya sudah turun ke lokasi malam Rabu, Kamis dan Jumat lalu.
''Sekarang (Kemarin, red) anggota kami masih ikut melakukan pencarian korban, namun belum ditemukan juga. Sudah dua hari dua malam termasuk hari ini melakukan pencarian,''kata Yon.
Camat Air Rami, Joni Iskandar, S.Sos menambahkan, ia akan meminta bantuan, kepada warga Kecamatan Ipuh untuk ikut melakukan pemantauan sepanjang sungai. Karena sepanjang bantang sungai Muwar, mulai dari permukiman warga Malin deman sampai ke tempat kejadian sudah dilakukan pencarian namun tidak ditemukan. Warga yang melakukan pencarian korban hanyut, bukan puluhan lagi melainkan sudah ratusan.
''Sekarang ini saya masih di lokasi pencarian korban, karena Bupati Mukomuko akan turun. Saya juga minta kepada seluruh masyarakat terdekat, untuk membantu warga kami melakukan pencarian korban hanyut. Karena sudah lebih dari 40 jam korban ini hilang, namun belum ditemukan. Dengan adanya bantuan dari warga kecamatan terdekat, agar korban dapat kita temukan dengan cepat,''pungkasnya.(cw5)

Dilantik Jokowi, Duo RM Resmi Jabat Gubernur Bengkulu
BENGKULU RM – Gubernur Bengkulu terpilih, Ridwan Mukti – Rohidin Mersyah resmi jabat Gubernur Bengkulu. RM dilantik bersama keenam Gubernur terpilih se-Indonesia lainnya oleh Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta kemarin.
Dalam wawancaranya di salah satu stasiun TV nasional, Ridwan Mukti menegaskan kesiapannya untuk memajukan Bengkulu. Kemenangannya adalah untuk masyarakat Bengkulu, bukan untuk tim atau sekelompok orang. Ia mengaku terpanggil untuk memimpin Bengkulu dalam rangka ikut serta membangun Indonesia.
‘’Ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Bengkulu, bukan untuk sekelompok orang ataupun tim. Saya merasa terpanggil untuk membangun Bengkulu dan Indonesia lebih baik lagi kedepan,’’ katanya.
Sementara dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menegaskan untuk ketujuh Gubernur terlantik agar secepatnya merealisasikan janji kampanye selama ini.
‘’Sekarang, mulailah merealisasikan janji-janji yang sudah disampaikan selama kampanye. Cipatakanlah kesejahteraan masyarakat,’’ kata presiden Jokowi dikutip dari berita online.
Ia juga menambahkan, kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang terpilih. Tentunya bukan hanya menjabat sebagai Gubernur dengan jabatan baru. Tetapi juga merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah.
‘’Oleh karena itu program pembangunan kata presiden harus mengacu pada pembangunan nasional yang disesuaikan dengan kondisi daerah,’’ tambahnya.
Sementara itu, Kabid publikasi humas Pemda Provinsi Bengkulu, Sri Hartika yang ikut menghadiri pelantikan Gubernur terpilih di Jakarta juga mengungkapkan, pasca resmi dilantik. Gubernur terpilih yakni Ridwan Mukti (RM) akan langsung menuju Bengkulu.
‘’Selanjutnya, Gubernur dan Wakil Gubernur dijadwalkan akan menggelar temu pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, sekaligus serah terima jabatan dengan Pejabat Gubernur,’’ ungkap Sri.
Untuk diketahui dalam proses pelantikan ketujuh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih yang dilaksanakan langsung oleh presiden RI, Joko Widodo. Selain Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu terpilih, Ridwan – Rohidin. Enam diantaranya lagi yakni, H. Sahbirin Noor dan H. Rudy Resnawan (Kalimantan Selatan), H. Zumi Zola Zulkilfi dan H. Fachrori Umar (Jambi), dan H. Irwan Prayitno dan H. Nasrul Abit (Sumatera Barat), Olly Dondokambey, Steven O.E Kandouw (Sulawesi Utara) dan H. Muhammad Sani dan Nurdin Basirun (Kepulauan Riau), serta cKemudian Irianto Lambrie dan H. Udin Hianggio (Kalimantan Utara).(kei/net)

Thursday, 11 February 2016

IH dan As Jadi Tahanan Kota, Anggota Dewan Masih Mangkir


//Kasus Korupsi Dana Bantuan Miskin
METRO – Pihak penyidik kejaksaan negeri (Kejari) Mukomuko resmi menetapkan 2 Tersangka dugaan korupsi dana bantuan miskin pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai tahanan kota. Masing-masing IH selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan AS Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Sementara 1 Tsk lagi, selaku Manager Produk Unggulan Daerah (PUD) Tortilla Hj.R yang diketahui anggota DPRD Provinsi Bengkulu ini tetap mangkir dari panggilan pihak kejaksaan. Penahanan IH dan AS, setelah menjalani pemeriksaan selama 12 jam.
Selain tiga tersangka tersebut, masih ada 2 Tsk lagi yang isunya dari pihak swasta, namun sampai sekarang belum diketahui siapa orangnya. Selain itu kasus ini masih berpeluang menyeret beberapa nama lain untuk masuk dalam lingkaran dugaan korupsi berjamaah dana bantuan miskin tahun 2011 hingga 2012 ini.
Pantauan Radar Mukomuko (RM), 2 tsk datang memenuhi panggilan jaksa penyidik didampingi 2 orang Penasehat Hukum (PH). Keduanya terlihat mengenakan kostum Korpri. Jalannya pemeriksaan, dimulai pukul 10.05 WIB pagi hingga selesai. Informasi terhimpun, pemeriksaan berjalan hingga pukul 22.00 WIB pada Rabu malam. Sementara, Hj R yang juga dilakukan pemanggilan untuk pemeriksaan, tidak terlihat hadir di Kejari.
Kepala Kejari Mukomuko, Sugeng Riyanta, SH, MH menyampaikan, hasil pemeriksaan penyidik telah menetapkan 2 tsk sebagai tahanan kota, yaitu Kota Mukomuko. Ia menyebutkan, pada proses pemeriksaan, 2 tsk ini cukup kooperatif dan menghormati proses hukum berjalan. Sebagai tahanan kota, kedua tsk diminta menghormati dan menjalani proses hukum berjalan. Ia menambahkan, keduanya wajib lapor setiap Senin dan Kamis. Kemudian tidak dibenarkan keluar Kota Mukomuko tanpa seizin penyidik kejaksaan.
‘’Kita minta kedua tersangka menghormati dan menjalani proses hukum, jika melanggar bisa saja langsung dilakukan penahanan rutan,’’ kata Kajari didampingi Kasi Pidsus, Arief Wirawan, SH, MH dan jaksa penyidik Masteriawan Tanjung, SH kepada wartawan saat konferensi pers pagi kemarin.  
Mengenai Tsk atas nama Hj R yang tetap mangkir dalam panggilan kedua. Kajari menyebutkan, pada panggilan pertama Hj R pernah menyampaikan surat penundaan jadwal pemeriksaan satu minggu, dengan alasan untuk mencari PH terlebih dahulu. Namun pada panggilan kedua, yang telah dilayangkan pada Jum’at pekan lalu, Kajari tidak mengetahui alasan ketidakhadiran yang bersangkutan. Tanpa pemberitahuan dan alasan, ia akui Hj R tidak hadir dalam pemeriksaan sebagai tsk.
‘’Tersangka Hj R akan secepatnya kita periksa, berkas pemeriksaan telah disiapkan. Sesuai pasal 227 KUHAP, tidak ada istilah panggilan ketiga. Kemudian dalam pasal 112 ayat 1 dan 2  KUHAP dan pasal 16 KUHAP menyatakan bahwa untuk kepentingan penyidikan, penyidik bisa melakukan penangkapan. Artinya ada dua opsi sesuai pasal 16 dan pasal 112 KUHAP, hakekatnya upaya paksa apabila memaksa. Bahkan bisa kami tetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), namun sangat disayangkan sebab dia (Hj R, red) sebagai tokoh masyarakat. Namun hal itu diatur dalam undang-undang dan dibolehkan melakukan upaya paksa,’’ imbuhnya.
Hasil pemeriksaan 2 tsk, Kajari juga tidak menampik, dalam kasus ini berpeluang adanya tsk lain. Dari pengakuan yang dikuatkan bukti-bukti, 2 tsk ini tidak menikmati dana tersebut. Namun keterlibatan mereka, karena dianggap secara bersama-sama menyebabkan terjadinya tindak pidana korupsi.
‘’Dari pengembangan hasil penyidikan, berpeluang adanya tersangka baru. Dan berdasarkan bukti dan hasil penyidikan, kedua tersangka ini tidak menikmati dana tersebut. Namun mereka bertanggungjawab karena secara bersama-sama menimbulkan kerugian negara dalam kasus ini,’’ paparnya.
Ia juga menargetkan, perkara ini telah dilimpahkan ke pengadilan pada Maret mendatang.
‘’Target kita, perkara ini secepatnya dilimpahkan, dan awal Maret telah dilimpahkan ke pengadilan untuk tahap persidangan,’’ demikian Kajari.(nek) 

Harus ada Solusi Bagi Honda
//Djalaludin: Kalau Pemda Paham ada Peluang
XIV KOTO – Tenaga Honor daerah (Honda) tidak bisa diberhentikan begitu saja. Dewan meminta pemerintah daerah mencari solusi agar mereka tetap mendapatkan haknya, walau bukan lagi atas nama Honda. Apalagi keberadaan tenaga Honda masih sangat dibutuhkan daerah, terutama di kecamatan-kecamatan yang minim pegawai PNS. Tokoh presidium pemekaran Kabupaten Mukomuko, Djalaludin.B, SH juga mengungkapkan, jika pemda serius mempertahankan mereka, pasti ada cara, sebab sebagai wilayah otonom, pemda punya hak membuat kebijakan atas kepentingan daerah.
Jalaludin mengaku prihatin dan sedih atas apa yang menimpa tenaga Honorer Daerah yang tidak bisa lagi menikmati gaji dari pemerintah daerah. Ia yakin ada peluang Honda untuk mendapatkan gaji dari pemerintah. Tinggal lagi bagaimana para pejabat dan wakil rakyat memperjuangkannya.
‘’Dasar menghapus tenaga Honda itukan PP, sementara kita memiliki Undang-undang otonomi daerah. Kedudukan Undang-undang lebih tinggi dari PP. Itu yang perlu dipahami oleh pejabat-pejabat kita,’’ ungkap Djalal.
Bagaimana penyelesaian masalah Honda ini, bakal mencerminkan profesionalitas pejabat daerah. Mereka yang paham dengan fungsinya dan tahu apa yang harus dilakukan tidak menelan mentah-mentah apa yang diinformasikan. Selama ini tenaga Honda, sebagian kerjanya lebih bagus dibandingkan Pegawai negeri Sipil (PNS), karena para Honda ini memiliki motifasi kerja yang lebih baik, serta memiliki cita-cita menjadi PNS. Jika tenaga Honda ini benar-benar dihapuskan, maka pertisipasi putra Mukomuko membangun daerah sangat kecil. Hal ini tidak sejalan dengan perjuangan para presidium pemekaran.
‘’Sekarang kita lihat bersama, apakah ada tindakan dari eksekutif dan legeslatif untuk memperjuangkan hajat hidup orang banyak, terutama para honorer. Kalau mereka profesional tidak akan menyerah, tanya ke pusat solusinya bagaimana,’’ tambah Djalal.
Anggota DPRD Mukomuko, Busril mengatakan persoalan tenaga Honda memang harus dibahas ulang. Pemerintah tidak bisa pasrah dengan memutuskan kontrak kerja ratusan orang tanpa ada solusi. Dalam hal ini solusinya meski jelas, jangan dibuai dengan janji yang tidak pasti. Menurut Busril aturan larangan menerima honor ini masih longgar, buktinya di daerah lain masih ada honorer dan bahkan di dinas pendidikan Mukomuko tetap bertahan.
‘’Kalau soal anggaran, daerah pasti punya jalannya, sekarang persoalannya bagaimana kita mengkajinya lagi. Saya sendiri heran, kok bisa yang di dinas pendidikan masih bertahan, artinya anggaran mereka diajukan ke dewan saat pembahasan, sementara dana untuk Honda di SKPD tidak diajukan,’’ paparnya diamini Hermansyah,M.Kom.
Juga disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Mukomuko, Ali Saftaini,SE untuk persoalan tenaga Honda pihaknya masih mempelajari. Maka dalam waktu dekat mereka akan memanggil pihak esekutif untuk menyamakan persepsi soal pemahaman aturan larangan mengangkat honorer. Yang jadi pertanyaan banyak orang adalah, mengapa Honda di dinas pendidikan masih bertahan.
‘’Kami akan panggil pihak sekda untuk menyamakan persepsi soal Honda ini, kita perlu cek bagaimana di daerah lain, apakah kondisinya sama. Terus bagaimana dengan Honda di Dinas pendidikan, kok masih diajukan anggarannya,’’ tutup Ali.(dul/jar)

Wednesday, 10 February 2016

Tanggal 17 Huda Dilantik, KPU Disidang DKPP


METRO – Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tjahjo Kumolo kembali memastikan kepala daerah terpilih akan dilantik secara serentak pada 17 Februari mendatang termasuk bupati Mukomuko Choirul Huda, SH – Haidir, SIP. Pada hari yang sama pula Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko akan menjalani sidang perdana Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Sekretariat KPU Provinsi Bengkulu.
Salah seorang komisioner KPU, Syofia Diana,SE mengakui jika pada 17 Februari mereka menghadapi sidang etik di Bengkulu. Seluruh anggota KPU akan hadir, juga membawa berbagai berkas yang diperkirakan dibutuhkan pada sidang nanti. Surat pemberitahuan jadwal sidang sudah mereka terima sejak beberapa waktu yang lalu.
‘’Kalau persiapan tidap banyak, paling kita bawa berkas yang diperlukan, inikan sidang etik, menyangkut dengan beberapa hal yang digugat pihak calon. Kami tentu siap selalu menjalani proses sesuai aturan yang berlaku,’’ paparnya.
Tim Pemenangan Wismen – Bambang, Musfar Rusli mengatakan pada sidang perdana ini, agendanya mendengar penyampaian pokok pengaduan pengadu dan teradu. Adapun berstatus sebagai pengadu adalah tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko nomor 3, Ir, Wismen A Razak, M.Si - Bambang Apriadi, Spt. 
‘’Berdasarkan surat panggilan sidang nomor 0339/DKPP/SJ/PP.OO/II/2016, jadwal sidang perdana atas gugatan dugaan pelanggaran Pilkada telah diagendakan pada 17 Februari nanti. Kalau bupati terpilih dilantik hari itu, berati bertepatan dengan agenda sidang DKPP. Pada agenda sidang perdana ini, pembacaan gugatan penggugat,’’ kata Musfar.
Dia menyampaikan, terdapat 5 pokok materi gugatan yang disampaikan ke DKPP. Diantaranya, Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang digunakan pada saat pemungutan suara, berbeda dengan DPT yang diberikan kepada Paslon. Kemudian sejumlah formulir yang digunakan pada Pilkada Mukomuko tidak sesuai dengan PKPU nomor 10 tahun 2015.
‘’Sementara itu, juga berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan DPTb2, soal dana kampanye Paslon pemenang Pilkada dan dugaan pembohongan pablik yang dilakukan teradu. Kita sebagai salah satu tim pemenangan Paslon nomor 3, merasa dirugikan dan diharapkan adanya kepastian dan tindakan hukum atas dugaan pelanggaran tersebut,’’ tutup Musfar.(nek)

Tenaga Honda Tamat!
//Hasil Pertemuan Camat dengan Sekda
XIV KOTO – Tamat! Itulah kata-kata yang cocok untuk para tenaga Honor daerah (Honda) yang berada dibawah naungan Dinas, Badan, Kantor, Kecamatan, RSUD dan instansi pemda lainnya. Ini berdasarkan hasil pertemuan seluruh camat dengan Sekda dan beberapa pejabat lainnya kemarin. Khusus bagi Honda yang berada dibawah dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk kali ini masih selamat, anggaran gaji mereka masih masuk dalam APBD 2016. Namun tidak menutup kemungkinan, tahun depan juga akan bernasib sama.
Dasarnya pasal 8 Peraturan Pemerintah nomor 48 tahun 2005 tentang pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS dan terakhir berdasarkan PP nomor 56 tahun 2012, yang menyatakan bahwa, sejak ditetapkan PP ini, semua pejabat pembina kepegawaian dan pejabat lain di lingkungan instansi, dilarang mengangkat tenaga honorer atau sejenis kecuali ditetapkan dengan PP. Artinya pemerintah daerah dilarang menganggarkan gaji bagi honorer.
Camat XIV Koto, Saburdi, S.Pd, M.Hum  mengakui adanya pertemuan di ruang sekda kemarin. Pertemuan dihadiri Sekda, camat se kabupaten, Kabag Pemerintahan, Kabag Hukum, serta Assisten I. Pertemuan mulai pukul 10.30 WIB hingga 12.30 WIB. Secara khusus pertemuan ini membahas nasib tenaga Honorer Daerah yang selama ini telah mengabdi di kantor camat. Hasil rapat memutuskan, berdasarkan aturan yang ada, Camat tidak dibenarkan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk tenaga honor lagi. Tenaga honorer yang telah ada di kantor, tidak dibenarkan mendapat honor dari pemerintah daerah. Sesuai penjelasan Kabag Hukum, Hari Prasetyo, STP, melarang adanya gaji untuk tenaga Honda, baik di kantor camat maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
‘’Pak Kabag hukum menjelaskan dasar-dasar yang melarang menggaji tenaga honorer yang uangnya bersumber dari pemerintah daerah,’’ jelas Saburdi.
Saburdi menambahkan, menindaklanjuti keputusan ini, hari ini, Ia akan mengumpulkan seluruh tenaga Honda yang ada di kantor camat XIV Koto. Tujuannya adalah menyampaikan hasil pertemuan dengan Sekda bahwa tenaga Honda tidak lagi mendapat honor.
‘’Besok (Hari ini, red) kita akan kumpulkan semua tenaga honor yang ada di kantor camat XIV Koto ini. Kita akan sampaikan hasil pertemuan dengan sekda. Tenaga Honda ini tidak dipecat, mereka boleh bekerja di kantor camat, tapi gajinya tidak ada lagi’’ tambah Saburdi.
Hal senada juga disampaikan oleh Camat V Koto, Iftikar, S.Pd. Ia menjelaskan, meskipun pahit hasil rapat ini akan disampaikan pada tenaga Honda di kantor camat V Koto, karena ini merupakan keputusan resmi dari pemerintah daerah. Iftikar juga menyampaikan, meskipun jumlah tenaga honor di kantor camat V Koto mencapai belasan orang, namun tidak semuanya aktif setiap hari.
‘’Dalam satu atau dua hari ini, hasil pertemuan dengan Sekda akan kita sampaikan dengan para honorer,’’ ungkap Iftikar.
Camat Lubuk Pinang, H Mursal, SH menyampaikan, setelah tenaga honor di kantor camat tidak aktif lagi, maka camat akan memberdayakan serta meningkatkan kedisiplinan tenaga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada.
‘’Kita berdayakan PNS yang ada, di kantor camat Lubuk Pinang ada 18 PNS. Disiplinnya harus ditingkatkan,’’ ungkap Mursal.(dul)

Tidak Balas Surat Camat, Tower KPTSP Timpa 3 Rumah
//Tower Radio Timpa Sekolah
LUBUK PINANG – Tower milik Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) Kabupaten Mukomuko yang berada di depan kantor camat Lubuk Pinang, roboh. Kejadiannya kemarin, sekitar pukul 10.45 WIB, saat hujan dan badai melanda. Tower setinggi 40 meter ini menimpa tiga rumah sekaligus. Masing-masing milik Sumardi.J, Hasan Basri dan Lukiman. Menurut camat Lubuk Pinang, pihaknya sudah berulangkali menyampaikan surat ke KPTSP agar tower ini dibongkar, namun tak pernah dibalas alias ditanggapi. Malam hari sebelumnya, tower atau menara milik Radio anak negeri di Kelurahan Pasar Mukomuko juga diduga roboh dan menimpa bangunan TK Pembina dan kabel listrik.
Kerugian akibat robohnya tower KPTSP mencapai puluhan juta, Kerusakan terparah terjadi pada rumah milik Sumardi. Selain atap dan plafon jebol, televisi dan LCD yang ada di ruang tamu juga rusak tertimpa reruntuhan matrial. Kejadian ini juga nyaris menjatuhkan korban jiwa, pemilik rumah atas nama Kasmi saat kejadian duduk di atas kursi. Untung material tower ini tertahan 1 meter di atas kepalanya.
Sesaat setelah kejadian, pihak kepolisian yang dipimpin Kapolsek Lubuk Pinang, Iptu Santika Maulana turun ke lokasi kejadian. Begitu juga dengan pihak dari kecamatan, dibawah komando Sekcam Lubuk Pinang, Evi Busmanja, S.Pd, M.Si melakukan pendataan kerugian. Kepala KPTSP Kabupaten Mukomuko, Musharudin, S.IP juga turun melihat kondisi rumah korban dan melakukan evakuasi matrial tower. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko ikut memberikan bantuan.
Evi Busmanja, menjelaskan, tower yang berada di lokasi kantor camat tersebut telah lama tidak difungsikan. Ia mengakui sudah berkali kali mengajukan permohonan supaya tower tersebut dibongkar baik secara tertulis maupun secara lisan, karena membahayakan. Surat terakhir yang dikirim pihak kecamatan tertanggal 31 Maret 2015, surat nomor 555.4/99/Kec.3/III/2015. Prihal permohonan pembongkaran tower. Dalam surat tersebut dicantumkan kalimat dikhawatirkan akan menganggu keamanan warga sekitar.
‘’Karena surat dari camat tidak ditanggapi, apa yang selama ini kita khawatirkan menjadi kenyataan,’’ jelas Evi.
Musharudin menjelaskan, tower ini dibangun pada 2008. Fungsinya untuk memberikan laporan secara on line antara Kecamatan Lubuk Pinang dengan pihak KPTSP. Seiring dengan kemajuan teknologi, tower tersebut tidak lagi difungsikan.
‘’Fungsi tower ini dulunya untuk mengirim data dari kantor camat ke KPTSP. Berhubung sekarang sudah ada speedy, tower ini tidak difungsikan lagi. Berkaitan dengan usulan bongkar, kita sudah tindak lanjuti kepada yang berwenang. Namun hingga tower ini roboh belum ada perintah bongkar,’’ jelas Musharudin.
Musharudin menambahkan, setelah tower roboh dan menimpa rumah warga, pihaknya tidak tinggal diam. Ia menyampaikan, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan kerugian warga. Pemerintah akan bertanggugjawab sesuai dengan bidangnya. Robohnya tower ini merupakan bencana alam, maka laeding sectornya adalah BPBD.
‘’Hari ini, kita upayakan untuk mengevakuasi tower, selanjutnya rumah warga yang rusak diperbaiki. Hari ini KPTSP memberikan bantuan uang tunai Rp 500 ribu,’’ demikian Musharudin, Kemarin.(dul)

Tuesday, 9 February 2016

Gerhana Matahari, Siang Hari Mukomuko Gelap

METRO – Gerhana matahari total yang diprediksi akan terjadi pada 9 Maret mendatang akan melintasi Kabupaten Mukomuko dan beberapa wilayah lain di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi yang berada di wilayah negara Indonesia dan kawasan Pacific. Untuk Provinsi Bengkulu yang bakal mengalami gelap pada siang hari saat gerhana terjadi ada 2 kabupaten, yaitu Mukomuko dan Lebong. Gerhana matahari dimulai sekitar pukul 06.20 WIB dan puncak gerhana diperkirakan akan terjadi pukul 7.20 WIB. Gerhana akan terjadi selama 1 jam mulai dari kontak awal hingga akhir.
Kepala stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kepahyang, Litman, ST menjelaskan, Totalitas gerhana terlama terjadi di satu titik di atas Samudra Pasifik di utara Papua Nugini selama 4 menit 9 detik. Pada Rabu, 9 Maret 2016, gerhana terjadi pagi hari bersamaan dengan perayaan hari raya Nyepi. Di wilayah Indonesia barat, gerhana mulai pukul 06.20 WIB, sedangkan di Indonesia tengah dan timur pukul 07.25 Wita dan 08.35 WIT. Fase gerhana rata-rata terjadi satu jam kemudian.
‘’Untuk Provinsi Bengkulu, gerhana matahari total hanya terlihat di dua Kabupaten. yaitu Mukomuko dan Lebong,’’ ungkap Litman.
Litman menambahkan, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kepahyang menjadwalkan akan melakukan pengamatan terkait gerhana matahari total di Kabupaten Mukomuko dan Lebong. Namun hingga kemarin, pihak BMKG belum menentukan titik pengamatan. Litman menyampaikan pihaknya akan berkoodinasi dengan pihak pemerintah daerah Mukomuko.
‘’Kita dari BKMG Kepahyang sudah berkoordinasi dengan BMKG Padang Panjang, akan ke Mukomuko pada 9 Maret mendatang. Kita akan melakukan pengamatan gerhana matahari total di Mukomuko. Untuk titiknya kita akan koordinasi dengan pemerintah setempat,’’ papar Litam.
Untuk diketahui, wilayah sumatera yang bakal dilintasi gerhana total ini diantaranya Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Selain itu, semua provinsi di Kalimantan (kecuali Kalimantan Utara), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara juga dilintasi.
Untuk diketahui, Gerhana matahari yaitu peristiwa tertutupnya matahari oleh bulan yang mengakibatkan terhalangnya cahaya matahari untuk sampai ke bumi. Gerhana matahari akan terjadi jika matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis lurus. Pada saat gerhanan matahari  bulan terletak diantara matahari dan bumi. Pada saat gerhana matahari bulan beraa diantara bumi dan matahari.
Ada dua jenis daerah di bumi ketika terjadi gerhana matahari, yaitu daerah daerah umbra dan daerah penumbra. Daerah umbra yaitu daerah di bumi yang menerima bayangan inti bulan. Daerah penumbra yaitu daerah di bumi yang menerima bayangan kabur bulan, daerah penumbra lebih terang daripada daerah umbra. Gerhana matahari ada tiga macam yaitu gerhana matahari total,  gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin. 
 Pertama Gerhana matahari total atau disebut juga gerhana matahari sempurna. terjadi jika permukaan bumi tertutupi oleh bayang-bayang umbra bulan. Gerhana ini terjadi hanya di daerah yang terkena umbra (bayangan inti) bulan. Kedua
Gerhana matahari sebagian terjadi jika permukaan bumi tertutupi penumbra bulan. Jadi, matahari tidak tertutup sempurna oleh bulan. Pada gerhana matahri sebagian, masih ada bagian matahari yang yang terlihat terang. Waktu berlangsungnya gerhana matahari sebagian lebih lama dibanding dengan waktu berlangsungnya gerhana matahri total. Hal ini karena penumbra bulan lebih luas dari umbra bulan.
Terakhir Gerhana matahari cincin terjadi pada saat bulan berada pada titik terjauhnya dari bumi. Pada kedudukan ini panjang kerucut umbra tidak cukup menutupi bumi tetapi perpanjangan umbra bulan yang menutupi bumi. Daerah di permukaan bumi yang terletak di perpanjangan umbra bulan mengalami gerhana cincin. Di daerah yang mengalami gerhana ini, matahari tampak bercahaya yang bentuknya seperti cincin. Sedangkan di bagian tengahnya tampak kabur.
Selain Gerhana matahari juga ada gerhana bulan, yaitu peristiwa terhalangnya cahaya matahari yang menuju ke bumi oleh bumi. Peristiwa ini mengakibatkan bulan menjadi gelap karena tidak ada cahaya matahari yang dipantulkan. Gerhana bulan terjadi jika posisi matahri, bumi, dan bulan dalam satu garis lurus. Posisi bumi terletak diantara bulan dan matahari. Ada tiga jenis gerhana bulan yaitu gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian, dan gerhana bulan penumbra.
Gerhana bulan total terjadi jika bulan berada tepat di daerah umbra (bayangan inti) bumi, Gerhana bulan sebagian terjadi jika sebagian bulan terletak di bagian umbra bumi dan sebagian terletak di daerah penumbra bumi. Gerhana bulan penumbra terjadi jika bulan seluruh bagian bulan berada di daerah penumbra bumi. Pada saat gerhana penumbra bulan masih kelihatan meskipun tidak terang.(dul/net)

6 Rumah Tergenang Banjir, Pemda Belum Tahu
V KOTO – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Mukomuko sejak beberapa hari terakhir mulai menimbulkan bencana dimasyarakat. Diketahui ada 6 unit rumah di Desa Sungai Lintang, Kecamatan V Koto terendam. Selain itu juga diisukan beberapa lahan masyarakat terendam air. Kabarnya  rumah-rumah ini menjadi langganan banjir setiap musim hujan, hanya saja solusinya tidak pernah ada.
Banji ini sampai kemarin belum diketahui oleh pemeritah daerah terutama pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Mukomuko. Padahal banji ini sudah terjadi sejak senin lalu. Adapun rumah yang terendam masing-masing milik Usup (40), Buyung Kirai (32) Jamis (42) Muris (45) Mursal (45) dan Nurwani (50). Ketinggian air di dalam rumah mencapai lebih dari 50 cm. Meskipun rumahnya terendam banjir, warga memilih bertahan tinggal dalam rumah. Banjir ini disebabkan tidak adanya saluran pembuangan air, sehingga air hujan yang meluap masuk rumah warga. Warga berharap pemerintah membangun salauran air, supaya terhindar dari banjir.
Salah seorang korban banjir, Buyung Kirai menjelaskan, banjir kerap terjadi akibat air hujan tidak bisa mengalir ke sungai. Buyung menyampaikan, banjir ini bisa diatasi jika dibuat saluran pembuangan.
‘’Memang posisi rumah kami berada dicekungan, akibatnya air hujan terkumpul di sana. Semakin lama dan deras air, semakin banyak dan masuk dalam rumah. Selama belum dibuat saluran pembuangan, selama itu setiap hujan deras rumah kami kebanjiran,’’ ungkap Buyung.
Camat V Koto, Iftikar, S.Pd mengakui hal ini. Ia menyampaikan banjir yang menimpa warganya di Sungai Lintang merupakan sesatu yang rutin, saat hujan deras. Iftikar juga menyampaikan sejauh ini, masalah tersebut masih bisa diatasi oleh warga yang bersangkutan. Sehingga belum masuk kategori kejadian luar biasa, yang membutuhkan perhatian pemerintah dalam bantuk tanggap darurat. Ia menyampaikan, perhatian pemerintah yang diperlukan adalah mencari solusi supaya bajir tidak lagi terjadi.
‘’Memang ada warga kita sering kebanjiran. Karena sering terjadi dianggap hal biasa. Yang dibutuhkan bukan bantuan material, tapi solusi mengatasi banjir. Yang jelas buat saluran pembuangan,’’ jelas Iftikar.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ramdhani, SE menyampaikan sejauh ini tidak ada laporan adanya bencana di Kabupaten Mukomuko. Ramdhani menyampaikan, pihak BPBD terus melakukan pemantauan, terutama wilayah rawan bencana. Namun hingga Selasa (9/2) tidak ada satupun laporan bencana.
‘’Kita memantau melalui camat setempat. Sejauh ini tidak ada laporan terjadi bencana,’’ demikian Ramdhani.(dul)

Diseruduk Ciliang, Lansia Jatuh ke Sawah




Parpol Terbesar, HUT ke 8 Gerindra Sederhana
METRO -  Tidak terbantahkan lagi, jika Partai Gerindra di Kabupaten Mukomuko merupakan parpol terbesar. Dimana partai berlambang ‘’kepala garuda’’ ini merupakan parpol ‘’penguasa eksekutif dan legislatif’’ di Kabupaten Mukomuko. Dimana Gerindra sukses meraih suara terbanyak di DPRD Mukomuko sehingga berhak atas BD 2 N atau kursi pimpinan dewan. Kemudian mampu mengantar pasangan bupati dan wakil bupati periode 2016-2021 Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP sebagai pemenang Pilkada pada akhir 2015 lalu. Tapi cukup disayangkan, HUT ke 8 parpol ini yang dipusatkan di sekretariat DPC Gerindra Mukomuko Sabtu (6/2) lalu sangat sederhana, sehingga tidak menggambarkan kekuatan parpol ini yang sebenarnya. Selain banyak kader lain, dua orang dewan dari Gerindra juga tidak hadir pada HUT kali ini.
Ketua DPC Gerindra Mukomuko, Bassenri,SE mengaku sedikit kecewa atas ketidak hadiran 2 anggota dewan pada HUT ini. Selayaknya mereka yang mengajak kader lain untuk hadir, sebab HUT merupakan agenda penting partai dan ajang menunjukkan kebersamaan antar kader.
‘’Saya sendiri tidak mengetahui apa alasan mereka tidak bisa hadir, padahal ini merupakan hari bersejarah dan sangat penting bagi Gerindra. Dari 3 dewan hanya 1, yaitu Busra yang datang. Selain itu banyak kader lain juga tidak nongol,’’ kata Bas dalam sambutannya.
Masih disampaikan Bas, Gerindra merupakan partai nomor 1 di Kabupaten Mukomuko, terbesar di dewan dan menjadi pemenang pemilihan bupati dan wakil bupati. Sehingga ia merasa, saat ini Gerindra merupakan parpol sempura di daerah ini. Namun demikian, diminta pada kader untuk tidak terlena, semuanya harus bersatu sehingga mampu mempertahankan apa yang ada sekarang. Perlu diketahui, pada periode sebelumnya Gerindra tidak punya kursi satupun di dewan, tapi lewat kerjakeras dan kebersamaan, semua bisa diubah.
‘’Sekarang Gerindra di Mukomuko bisa bangga, kita sukses menjadi partai terbesar. Menjadi pemenang legislatif dan eksekutif, kedepan prestasi ini harus ditingkatkan, minimal dipertahankan,’’ tuturnya.
Ketua Fraksi Gerindra, Busra dalam sambutannya juga mengucapkan selamat HUT ke 8. Ia berharap kedepan Gerinra makin besar dan terus berbenah. Jika sekarang Gerinra punya 3 kursi, kedepan minimal 4 kursi harus dikuasai di dewan, sehingga pada Pilkada kedepan, tanpa koalisi Gerindra bisa usung calon sendiri.
‘’Kami di dewan, mohon maaf belum bisa berbuat banyak untuk partai maupun rekan-rekan. Namun bagaimanapun kami mencoba melakukan yang terbaik, sehingga nama Gerinra terus baik dan diterima masyarakat,’’ paparnya.
Wakil bupati terpilih, Haidir dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh kader Gerindra yang sudah berjuang bersama-sama, sehingga Huda-Haidir keluar sebagai pemenang Pilkada. Ia berjanji akan terus membesarkan partai ini dengan baik kedepannya. Ia juga menyampaikan kekecewaannya atas ketidakhadiran 2 anggota dewan Gerindra serta kader lainnya pada HUT ini.
‘’Saya sudah beberapa kali dihubungi pusat, untuk membesarkan partai ini. Maka mari bersama-sama kita lakukan dengan target Gerindra terus menjadi pemenang dan siap mengantar Prabowo ke kursi presiden. Saya cukup terkejut, pertama kali datang yang hadir sangat sedikit, malah juga ada dewan yang tidak datang pada HUT ini,’’ tutupnya.(jar)



Istri Mantan Gubernur Lantik DPC Perindo Mukomuko
METRO - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Provinsi Bengkulu, Hj Horniaty, S.Ag yang diketahui adalah istri mantan Gubernur Junaidi Hamsyah melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serta Departemen Partai Perindo Kabupaten Mukomuko. Pelantikan berlansung di aula Hotel Madiyara, Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko pada Minggu (7/2).
‘’Kita berharap kepada semua kader Partai Perindo dapat membangun pondasi yang kokoh. Menjalin kerjasama yang baik menuju kesuksesan dalam membangun jaringan untuk membesarkan marwah partai. Selain itu, bagaimana kita menciptakan bahwa keberadaan partai ini dapat diterima mudah oleh masyarakat,’’ begitu kata Ketua Partai Perindo Provinsi ini.
Senada dengan yang disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Mukomuko, H P Sabar Sudio, S.Sos. Tumbuh dan berkembangnya sebuah organisasi politik, lebih lagi partai politik (parpol), tak terlepas dari ikatan kerjasama yang baik. Untuk itu, ia berpesan ke ratusan kader Partai Perindo dapat membangun komunikasi tujuannya adalah untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Menurutnya, membesarkan partai tak terlepas dari perjuangan dan kerja keras kader. Ia berharap, bagaimana kedepannya semua kader dapat menciptakan hubungan yang harmonis, untuk menuju sebuah partai yang benar-benar memiliki kemampuan berjuang untuk kepentingan masyarakat.
‘’Kepada ratusan kader Partai Perindo, kita pesankan bagaimana kehadiran Partai Perindo kedepannya bisa berkembang pesat, terciptanya jaringan yang kuat dengan landasan peduli dengan kepentingan masyarakat. Dengan demikian, kita yakin berkat kerjasama yang baik semua itu akan tercapai pada waktunya,’’ paparnya.
Hal ini ditambahkan oleh Sekretaris DPD Partai Perindo Kabupaten Mukomuko, Wagiran. Untuk penguatan barisan partai, telah terbentuk pengurus DPC di 15 kecamatan se Kabupaten Mukomuko. Selanjutnya, untuk terciptanya pondasi yang kokoh, juga akan dibentuk pengurus ranting hingga ke sejumlah desa yang ada di daerah ini.
‘’Untuk sementara ini, 15 DPC telah terbentuk berikut devisi-devisinya. Kemudian juga dengan departemen Partai Perindo, juga telah diakomodir. Tinggal lagi kedepannya akan mengembangkan sayap untuk pembentukan pengurus ranting di sejumlah desa. Sedangkan untuk Pemuda Partai Perindo, juga bakal menyusul. Setelah terbentuk Pemuda Partai Perindo Provinsi, nanti akan menyusul untuk tingkat kabupaten,’’ ujarnya.
Adapun jalannya acara deklarasi dan pelantikan DPC dan Departemen Partai Perindo ini, turut dihadiri Sekretaris DPW, Medio Sulitio, SE,pengurus DPD Partai Perindo Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan. Selain itu, sejumlah kader partai di wilayah Kabupaten Mukomuko. Sementara, prosesi pelantikan berjalan sukses dan lancar. (nek)




Diseruduk Ciliang, Lansia Jatuh ke Sawah
SELAGAN RAYA – Nahas, nasib Siti Normeng (64) warga Desa Lubuk Bangko Kecamatan Selagan Raya. Wanita yang sudah lanjut usia (Lansia) ini diduga diseruduk hama babi (ciling, red), hingga sempat tergolek ke dalam sawah dan paha kirinya terluka. Beruntung ia selamat dan babi yang berukuran cukup besar ini berhasil dibunuh warga. Kejadiannya kemarin sekitar pukul 10.36 WIB di areal Persawahan Lubuk Bangko.
Kronologis kejadiannya, pagi kemarin korban berangkat ke sawah. Saat tiba di sawah yang sudah ditanami padi ini, ia langsung berkeliling melihat kondisi air. Saat  sedang asik memandang padinya, datang seekor babi dari arah kanan yang diduga sedang dikejar anjing. Wanita ini langsung terkejut dan mencoba menghindar sambil bersuara ‘’Hus-hus’’ sembari melemar lumpur. Namun usahanya untuk mengusir babi ini tidak berhasil, karena seketika babi yang berlari kencang tersebut langsung menyeruduknya. Saat itu juga ia terjatuh ke sawah dan mencoba bangkit lagi, babi yang sedang marah ini kembali berbalik menyerangnya. Setelah itu babi langsung melaju dan terjun ke sungai selagan. Warga yang mengetahui kejadian ini langsung memberi pertolongan dan sebagian mengejar babi yang terbawa arus. Akhirnya masyarakat yang ramai menggunakan berbagai peralatan berhasil melumpuhkan babi ini. Korban langsung dibawa pulang ke rumahnya dan diobati.
Salah seorang warga yang menyaksikan peristiwa tersebut, Musabir mengatakan kejadiannya begitu cepat. Sehingga tidak diketahui secara pasti seperti apa. Ia mengetahuinya korban sudah terjatuh dan hama babi berlari dan terjun ke Sungai Selagan.
‘’Saat saya melihat, korban sudah terjatuh, waktu itu saya langsung berlari untuk memberi pertolongan. Kemudian baru warga yang lain membatu saya untuk mengejar hama babi tersebut,’’ jelas Musabir.
Ia juga mengakui, akibat dari kejadian ini korban mengalami luka robek dibagian paha, namun tidak terkalu parah sehingga hanya diobati secara tradisional. Ia juga mengakui, kemungkinan babi ini lari dari kejaran anjing, sehingga ia mengamuk kepada siapa saja di depannya. Kebetulan korban saat kejadian sedang melihat kondisi sawahnya.
‘’Korban diseruduk babi sebanyak dua kali. Pertama korban langsung terjatuh di sawah. Kemudian setelah terjatuh babi itu kembali menyerang korban, setelah itu baru lari kearah sungai,’’ ungkap Musabir.
Terpisah Kades Lubuk Bangko, Gunadi saat dikonfirmasi via telp masih belum menerima laporan jika ada warganya yang terkena musibah diseruduk hama babi. Pasalnya dirinya saat ini masih berada ditengah sawah karena sibuk bercocok tanam. Namun ia membenarkan bahwa korban (Siti, red) memang merupakan warganya yang tinggal di Desa Lubuk Bangko dan memiliki sawah di Lubuk Bangko.
‘’Sekarang saya masih di sawah lagi bertanam, sejauh ini saya masih belum mendapat laporan dari warga saya. Nanti setelah saya pulang akan saya cek kebenarannya, namun jika nama korban yang sudah disebutkan itu memang asli warga kita,’’ demikian Gunadi.(dis)