Friday, 1 April 2016

PNS Cantik Ramai-Ramai Minta Cerai


Didominasi Guru dan Tenaga Kesehatan
METRO – Selain menyebar bisik-bisik soal isu pejabat selingkuh, pemda Mukomuko juga dihadapkan fenomena lain. Dimana belakangan ini ada kabarnya banyak PNS cantik minta diceraikan oleh suaminya. Sesuai data dari Inspektorat wilayah Mukomuko, sejak Januari hingga Maret 2016, Pemda Mukomuko menangani 7 pasangan PNS yang mengurus izin cerai.
Dari data terhimpun, sebagian besar mereka dari kalangan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Pada umumnya, alasan permohonan perceraian ini disebabkan faktor ekonomi dan nafkah rumah tangga tak terpenuhi oleh suami.
Sekretaris Inspektorat Kabupaten Mukomuko, Hardi,S.IP didampingi Irban I, Sukarna, S.IP ketika ditemui kemarin, membenarkan pihaknya tengah memproses 7 pasangan PNS yang tengah mengajukan permohonan izin perceraian. Jumlah ini jauh meningkat jika dibandingkan tahun lalu. Ia juga mengakui yang minta cerai pada umumnya PNS wanita.
‘’Sebagian besar masalah dan alasan mereka mengaju permohonan izin perceraian ini, faktor ekonomi rumah tangga. Karena suami mereka tak lagi memberi nafkah lahir batin. Mereka pada umumnya dari guru dan tenaga kesehatan. Kalau kita bandingkan, tahun ini agak banyak. Selama tiga bulan saja, sudah tujuh pasangan. Sementara tahun lalu, selama setahun jumlahnya hanya 7 pasangan. Dua diantaranya, kembali rujuk,’’ kata Hardi.
Inspektorat dalam hal ini hanya sebatas memproses permohonan. Menurut Hardi, sebelum merekomendasikan penerbitan izin perceraian, pihaknya lebih mengutamakan saran agar pasangan ini bisa kembali rukun.
‘’Setelah kami meminta keterangan dan alasan pengajuan izin perceraian ini. Kami lebih mengutamakan mereka untuk rukun kembali. Kalau memang tak memungkinkan lagi dan tetap ngotot minta cerai, baru diterbitkan surat rekomendasi ke bupati. Bagaimana hasilnya nanti, itu tergantung dari kebijakan bupati,’’ imbuhnya.
Ia menegaskan, izin perceraian yang diterbitkan Pemda, sebagai syarat untuk beracara di Pengadilan Agama oleh sipenggugat.
‘’Walaupun izin perceraian dari Pemda telah diterbitkan, namun status perceraian resmi PNS tetap melalui proses persidangan. Adapun surat izin perceraian Pemda ini, sebatas pelengkap dan prosedur proses cerai bagi kalangan PNS,’’ demikian Hardi.(nek)




Kantor Sipef Diserang
//Diduga Imbas dari Penangkapan Kayu
AIR MANJUTO – Diduga imbas dari tertangkapnya lebih kurang 415 batang kayu hasil ilegal logging oleh tim patroli, kantor PT. Sipef Biodiversity Indonesia (SBI) di Jl. Poros Yamaja Rimba, RT 06, Dusun 2, Desa Tirta Makmur, Kecamatan Air Manjuto diserang. Untungnya kerusakan hanya terjadi pada papan merk kantor. Sipef diketahui merupakan bagian dari tim patroli yang mengamankan kayu jenis balok kaleng ini, bersama dengan TNI dari Markas Komando Rayon Militer (Makoramil) 0423-01 Mukomuko dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Mukomuko.
Koordinator office PT. SBI wilayah Mukomuko, Sugeng Prantio, S.Hut mengatakan kerusakan papan nama ini baru diketahui karyawan PT. SBI pada Rabu Siang, sekitar pukul 14.30 WIB atau sehari setelah ada penemuan 45 kubik kayu di Sungai Manjuto, Desa Talang Petai, V Koto. Belum diketahui secara pasti, penyebab dan waktu kerusakan. Diperkirakan kerusakan ini terjadi Rabu (30/3) antara pukul 01.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Mereka yakin ini disengaja dan merupakan teror bagi Sipef. Kejadian ini telah dilaporkan kepada pihak yang berwajib, dalam hal ini Polsek Lubuk Pinang.
‘’Hari Rabu kemarin, saya kembali ke kantor sekitar pukul 16.10 WIB, mendapat laporan ada kerusakan pada papan nama kantor, setelah saya cek ternyata benar. Saya yakin kerusakaan ini ada unsur kesengajaan, karena papan nama ini dipasang cukup kuat,’’ jelas Sugeng.
Sugeng menegaskan, perusakan papan nama tersebut diyakininya ada kaitan dengan penemuan kayu yang diduga hasil illegal logging. Artinya ada pihak yang merasa tidak senang atas ditemukan dan diangkutnya kayu-kayu terebut. Sugeng juga mengklaim perusakan ini sebagai bentuk intimidasi terhadap kinerja PT. SBI.
‘’Kalau kerusakan ini faktor alam saya rasa tidak mungkin, besi dan papannya masih bagus, dan tidak ada  angin kencang atau badai. Saya yakin ini ada unsur kesengajaan. Saya berharap polisi bisa mengungkap kejadian yang sebenarnya,’’ tambah Sugeng.
Masih Sugeng, meskipun mendapat teror hal itu tidak membuatnya surut dalam menjalankan tugas. Sugeng menegaskan pihaknya akan terus bekerja sesuai dengan tugas dan kewenangannya yang dimiliknya. Jika ada pihak yang merasa terusik dan melakukan tindakan melawan hukum terhadap aset atau personil PT. SBI maka akan diserahkan pada penegak hukum.
‘’Meskipun ada intimidasi, kita tetap maju dan bekerja sesuai dengan tugas masing-masing. Kalau ada pihak yang merasa terusik kemudian berbuat anarkis, kita serahkan pada pihak yang berwajib,’’ tegas Sugeng.
//Diapresiasi
SEMENTARA atas pengamanan kayu ini, Anggota komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko, Ojek Warman, ST.HI memberi apresiasi terhadap tim patroli gabungan antara TNI, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Mukomuko serta PT. Sipef Biodiversity Indonesia (SBI). Ia menyampaikan, penemuan kayu balok kaleng jenis meranti dan rimba campuran di sungai Manjuto, bukti nyata Illegal Logging di kawasan hulu Sungai Manjuto masih marak. Ojek menyampaikan, untuk mengatasi illegal Logging, diperlukan kerjasama yang baik dari berbagai pihak. Baik aparat penegak hukum, dalam hal ini TNI dan Polri, pemerintah daerah, DPRD maupun masyarakat. Ojek selaku wakil rakyat, meminta dilakukan proses hukum dengan tegas dan transparan.
‘’Ketika kayu baru ditemukan, di Desa Talang Petai Selasa lalu, jelas ada warga yang datang dan diduga sangat kuat berkaitan dengan kepemilikan kayu. Saya rasa tidak ada alasan bagi aparat, tidak tahu siapa pemilik kayu itu,’’ jelas Ojek.
Ojek menambahkan, dugaan keterlibatan aparat dalam illegal logging sudah menjadi rahasia umum. Puncaknya terjadi pada Selasa lalu, dimana oknum yang diduga aparat terlibat adu mulut dan nyaris adu fisik dengan anggota TNI. Ojek juga menyampaikan, setelah pihak TNI menyerahkan proses hukum kasus ini kepada pihak kepolisian, ia berahap bisa diungkap lebih cepat.
‘’TNI menyerahkan proses hukum ini kepada polisi, kita mengharapkan bisa cepat terungkap. Bukan rahasia lagi, orang yang diduga pemilik kayu sudah datang ke lokasi penemuan,’’ tambah Ojek.
Tokoh masyarakat V Koto yang juga ketua Badan Permusyawaran Desa (BPD) Lalang Luas, Iskandar, kurang memahami mengapa proses hukumnya diserahkan ke kepolisian. Namun bagaimanapun ia berharap kasus Illegal Logging ini bisa tuntas. Untuk sementara, tanpa bukti kuar, ia mengaku masyarakat awam tahu siapa-siapa yang selama ini diduga terlibat pembalakan hutan. ‘’Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, pemilik kayu jarang tertangkap. Kayu yang ada hanya sebatas barang temuan. Kayu temuan kemarin merupakan rekor kayu temuan terbanyak, kalau nggak tuntas juga, tentu masyarakat bertanya-tanya,’’ demikian Iskandar.(dul)

Tuesday, 29 March 2016

Nyaris Ricuh, Tim Patroli Amankan 415 Batang Balok


Diduga Dipanen dari HPT dan TNKS Hulu Manjuto
V KOTO – Sekitar 415 batang balok kaleng jenis meranti dan rimba campuran diamankan oleh tim Patroli yang terdiri dari TNI, pihak Kantor Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) dan dari PT. Sipef Biodiversiti Indonesia (SBI). Diduga kayu ini dipanen oleh pemiliknya dari Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) wilayah Desa Talang Petai Kecamatan V Koto. Kayu-kayu ini ditemukan oleh tim sekitar pukul 10.30 WIB kemarin. Beredar kabar, tim yang berjumlah belasan orang ini sempat adu mulut dengan oknum warga dan oknum anggota yang diduga ada hubungannya dengan penemuan tersebut, sehingga memaksa Danramil 0423-01 Mukomuko, Kapten Inf Ramelan turun langsung ke lokasi. Namun semuanya tidak menurunkan semangat tim Patroli, sehingga kayu-kayu ini langsung diangkut ke Markas Komandan Rayon Militer (Makoramil) 0423-01 Mukomuko. Yang jelas, penemuan ini mempertegas jika para perambah hutan masih merajalela.
Kronologis penemuan kayu, berdasarkan data terhimpun, pada Senin dan Selasa (28-29/3) tim yang berjumlah 15 personil melakukan patroli di kawasan HPT yang ada di Kabupaten Mukomuko. Hari pertama patroli dilakukan di wilayah Selagan Raya, mereka menemukan puluhan Hektare (Ha) HPT dalam kondisi rusak. Kemarin tim yang terdiri dari 2 personil TNI, 5 orang dari KPHP dan 8 orang dari PT. Sipef melakukan patroli di wilayah HPT Kecamatan V Koto. Dalam perjalanan tim menemukan ratusan kayu sedang dihanyutkan di aliran sungai Manjuto. Mengetahui kedatangan petugas, warga yang sedang menghayutkan kayu lari tunggang langgang. Anggota patroli langsung berupaya menyelamatan Barang Bakti (BB) yang hanyut terbawa arus. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk kabur oleh oknum warga yang diduga menjadi pekerja Illegal Logging. Sebelum kayu-kayu tersebut diangkut oleh petugas, 3 orang yang diduga pemilik kayu datang ke lokasi. Masing-masing berinisal Kt, warga Kecamatan Air Manjuto, Mo warga Lubuk Pinang dan He yang diduga oknum anggota. Kedatangan Kt yang mengemudikan truck bermaksud menjemput kayu miliknya. Setelah mengetahui kayunya ditangkap petugas Ia balik badan dan kabur. Sedangkan kedatangan Mo membawa dokumen izin yang berkaitan dengan kayu miliknya. Penjelasan Mo tidak diterima begitu saja oleh tim patroli akhirnya Mo pulang dengan tangan hampa. Lain halnya dengan He, Ia menentang petugas yang akan menyita kayu miliknya, hal ini membuat ribut mulut bahkan nyaris adu fisik. Setelah kondisi kondusiv, kayu-kayu tersebut diangkut dengan menggunakan 7 truck, menuju Makodim untuk diamankan.
Dandim 0423 Bengkulu Utara, Lektol. Czi Syaiful Rahman melalui Danramil 0423-01 Mukomuko, Kapten Inf. Ramelan membenarkan penemuan kayu ini. Ramelan menyampaikan, kayu-kayu tersebut diamankan sambil menunggu proses lebih lanjut. Terkait adanya pihak yang diduga mendatangi petugas setelah kayu diamankan dan sempat protes, ia juga membenarkan sempat nyaris ricuh dengan oknum anggota. Namun setelah dilakukan penjelasan akahirnya dipahami dan kayu diangkut.
‘’Memang benar ada penangkapan kayu yang diduga hasil Illegal Logging. Kayu tersebut ditemukan di sungai Manjuto, oleh tim patroli yang terdiri dari TNI, KPHP dan PT. SBI, sekarang belum tahu siapa pemilik sebenarnya, masih didalami. Memang ada yang sempat protes tapi tidak ricuh,’’ jelas Ramelan didampingi Serma. Zudedi yang diketahui sebagai ketua tim operasi TNI AD Mukomuko.
Ketua DPRD Mukomuko, Armansyah,ST yang kebetulan rumah pribadinya masih di kawasan ini, juga mengaku mendapat kabar penangkapan tersebut. Juga ada isu sempat adu mulut antara tim dengan oknum lain, entah apa persoalannya, ia kurang mengetahui.
‘’Memang ada kabarnya, sebab di desa saya sudah banyak yang cerita, tapi bagaimana jalannya kita belum paham,’’ tuturnya.
Terpisah, Kapolres Mukomuko, AKBP Andhika Vishnu, S.Ik mengaku belum mengetahui secara pasti, proses penemuan kayu. Juga soal isu adanya adu mulut dan nyaris ricuh, Kapolres belum dapat kabarnya.
‘’Saat operasi patroli, tidak melibatkan polri, jadi kita tidak tahu kondisi dan kejadian di lapangan. (dul)

Danau Nibung Mulai Dilirik Wisatawan

METRO – Seiring dengan rencana pemerintah untuk menyulap danau nibung menjadi kawasan wisata unggulan, pengunjung mulai ramai. Hampir setiap hari libur, danau nibung yang masih berada dalam kawasan kota kabupaten ini ramai didatangi, terutama saat sore hari. Seperti Sabtu dan Minggu kemarin, tampak puluhan warga menikmati keindahan danau dengan luas hampir 12 ha dan memiliki 7 teluk ini.
Para pengunjung yang terdiri dari warga Mukomuko dan dari luar daerah ini mengaku takjub dengan keindahan danau yang dikelilingi oleh pepohonan yang masih asri. Apalagi air danau terlihat begitu bersih dan tenang. Para pengunjung tidak henti-hentinya mengabadikan keindahan danau ini melalui kemeranya. Menariknya lagi, tidak sedikit pula warga yang datang sambil bersantai membawa pancing. Melihat antusiasme warga ini, sangat mungkin jika kawasan tersebut dikelola oleh pemerintah, akan menjadi objek wisata kenamaan dan mendatangkan PAD bagi daerah, juga jadi lumbung ekonomi warga Mukomuko.
Salah seorang pengunjung, Jalal mengatakan, ia menemani sanaknya yang datang dari luar daerah, kebetulan ingin melihat keindahan danau nibung. Belakangan ini setiap orang yang datang ke Mukomuko menjadi penasaran. Mereka mengetahui dari media tentang keberadaan danau yang indah ini dan punya banyak cerita unik. Mereka sangat salut, bahwa cerita tentang danau ini benar-benar nyata, seperti kondisi air danau yang jernih, tidak terlihat ada dedaunan atau ranting yang mengapung, padahal danau di kelilingi oleh hutan lebat.
‘’Ada keluarga dari luar daerah, kebetulan sedang liburan ke Mukomuko. Mereka ingin melihat keindahan danau ini, sebab kalau menurut ceritanya danau nibung cukup unik. Memang faktanya demikian, kita bisa lihat sendiri begitu menggiurnya pemandangan di danau ini,’’ ungkapnya.
Jalal juga yakin, jika danau ini dibenahi dengan baik maka bisa menjadi tujuan wisata sangat menarik. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat danau ini menjadi luar bisa dan itu tidak terlalu sulit. Yang perlu dilalukan hanya menambahkan fasilitas bagi pengunjung, seperti perahu bersama petugas pengamannya, agar warga bisa mengarungi sungai. Kemudian membuat tempat santai di setiap teluk danau disertai jalan yang dapat dilalui pengunjung untuk keliling. Kemudian membuat fasilitas beberapa jenis olah raga di sekitar danau atau di dalam danau ini. Tahap awal mungkin cukup itu saja, maka kawasan ini sudah sangat menarik minat pengunjung. Kedepannya jika memang ada dana, mungkin bisa buat jembatan layang di atas danau.
‘’Kalau soal keindahan danau dan sekitarnya memang sudah indah, sekarang tinggal bangun fasilitasnya saja. Dalam kondisi seadanya seperti saat ini warga sudah ramai datang, apalagi danau ini kita buat sedemikian rupa,’’ tutupnya.(jar)

Miris! Rawat Pasien, Andalkan Cahaya Senter
//Listrik Mati di Puskesmas Teramang Jaya
TERAMANG JAYA – Sangat miris, sebagai pelayan rawat inap, Puskesmas Teramang Jaya belum memiliki fasilitas yang memadai. Seperti malam kemarin, saat listrik PLN di wilayah tersebut mati. Petugas Puskesmas terpaksa melakukan penanganan pasien korban kecelakaan dengan hanya mengandalkan cahaya Senter. Begitupun pasien rawat inap lain di puskesmas ini, harus rela gelap-gelapan. Ini dampak dari belum tersedianya mesin Genset sebagai pengganti saat lampu listrik padam.
Salah seorang tokoh pemuda, Siswardi mengakui malam kemarin terjadi kecelakaan di wilayah tersebut. Pasien yang kondisinya cukup parah dibawa ke puskesmas ini. Sedihnya puskesmas tampak gelap karena memang listrik di Teramang Jaya sejak dulu paling sering padam. Akhirnya petugas terpaksa menangani pasien darurat ini hanya menggunakan penerang berupa senter. Ia melihat fakta ini tak ubahnya seperti zaman Mukomuko masih berada dibawah Kabupaten Bengkulu Utara.
‘’Sangat menyedihkan dan kadang bisa membuat emosi, bayangkan pasien kecelakaan tidak sadarkan diri di rawat hanya mengandalkan cahaya senter. Padahal ini puskesmas rawat ini dan terbilang cukup sibuk,’’ kata Siswardi.
Kedepan ini harus menjadi perhatian pemerintah, terkhusus dalam hal ini anggota dewan dan dinas kesehatan (Dinskes). Sangat mustahil untuk pengadaan mesin genset di puskemas saja tidak ada anggaran lebih, sementara banyak anggaran lain yang tidak terlalu penting malah diadakan. Seperti dana dinas luas pejabat dan dewan, dikurangi saja untuk beli mesin genset. Selain itu masih banyak kekurangan fasilitas lain di hampir sebagian besar puskesmas juga perlu menjadi perhatian. Pasalnya Puskesmas merupakan tujuan awal masyarakat untuk berobat. Bagi desa yang jauh, berobat di rubah sakit anggarannya besar, terutama untuk ongkos pulang pergi dan biaya makan minum dan sebagainya.
‘’Kami masyarakat meminta dewan dan dinas perhatikan kebutuhan di puskesmas, sebaiknya fasilitasnya di lengkapi. Puskemas menjadi andalan warga di desa untuk berobat, selagi bisa mereka enggaran ke rumah sakit, karena jaraknya jauh, tentu butuh biaya besar,’’ tuturnya.
Anggota DPRD Mukomuko, Ir. Zulfani membenarkan bahwa di Puskesmas Teramang Jaya belum ada mesin genset. Ini dampaknya pasien dan petugas kelabakan. Seperti malam kemarin, ada 2 kasus kecelakaan dengan lima orang korban masuk bersamaan di puskesmas ini, sementara listrik mati. Akhirnya dikter hanya andalkan senter untuk merawat pasien, karena kondisi tidak memungkinkan, dua orang pasien terpaksa di rujuk. Ia minta pihak Dinkes segera menyiapkan mesin genset di semua puskesmas, terutama puskesmas inap.
‘’Semestinya dinas dari awal sudah antisipasi hal seperti ini, masa merawat pasien gunakan senter saja untuk menerang, takutnya salah pilih obat atau salah sasaran,’’ tutupnya.(jar)

Sunday, 27 March 2016

Radar Mukomuko Buka Rubrik ‘’Jurnalis’’ Sekolah


METRO – Kabar bagi pelajar, mahasiswa, guru di Kabupaten Mukomuko. Mulai sekarang Radar Mukomuko akan membuka halaman khusus dengan nama ‘’Rubrik Jurnalis Sekolah’’. Dimana para siswa, mahasiswa dan guru dapat mengirim berbagai tulisan ke Radar Mukomuko melalui Email : redaksi21@yahoo.co.id. Juga bisa diantar langsung ke redaksi Radar Mukomuko lantai 1 graha pena Radar Mukomuko di Kelurahan Bandaratu, Kecamatan Kota Mukomuko, menggunakpan salinan flashdisk dalam format word atau plain text, bisa disertai foto penulis atau objek yang ditulis.
Tulisan yang dimaksud dalam hal ini, bisa berupa opini, berita siswa, puisi atau cerpen yang menyangkut dengan pendidikan. Juga dapat berupa tulisan atau rubrik lain menyangkut dengan gaya atau kegiatan siswa. Perlu diingat tulisan harus tetap menggunakan kode etik penulisan, dilarang tulisan yang bersifat menghujat, kata-kata kotor, bernuansa pornografi dan lainnya. Setiap 3 bulan sekali, tim Radar Mukomuko bersama dengan dinas pendidikan dan pemerintah daerah akan memilih 4 tulisan terbaik. Mereka yang terpilih berhak mendapatkan total beasiswa Rp 1 juta rupiah atau Rp 250 ribu per orang.
Pimpinan redaksi Radar Mukomuko, Amris Tanjung menjelaskan halaman ini khusus memuat tulisan dan gambar yang dikirim para ‘’wartawan’’ dunia pendidikan. Mudah-mudahan berguna bagi para siswa, guru maupun mahasiswa untuk melatih diri dalam menulis dan berpikir. Tahap awal sifatnya masih percobaan, kedepannya akan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Jika memang diminati, bermanfaat maka bisa saja dimaksimalkan lagi.
‘’Bagi yang punya jiwa jurnalis, hobi menulis dan punya puisi dan catatan lain yang menarik silahkan kirim ke Radar Mukomuko. Upayakan tulisan yang dikirim menarik dan punya nilai untuk dunia pendidikan,’’ ungkapnya.
General Manager (GM) Radar Mukomuko, A. Kartubi juga menyampaikan program ini dalam rangka menjaring karya tulis siswa, mahasiswa atau guru. Mungkin contohnya guru ingin menulis sesuatu tentang pesan atau kesan pada murid-murid, atau sebaliknya. Mengenai tulisan atau karya yang disampaikan, nanti akan dicek kelayakannya oleh pihak redaksi, jangan sampai ada yang sifatnya mencela, mengandung unsur pornografi dan sebagainya. Penilaian dilakukan sistim poin, semakin baik tulisannya dan sering dikirimkan, maka poinnya makin tinggi.
‘’Kita memberi ruang bagi yang hobi menulis dan punya jiwa jurnalis, seperti pelajar, ketimbang melakukan hal yang tidak bermanfaat, ada baiknya belajar menulis,’’ tutupnya.(jar)


Poto Studi lapangan salah satu sekolah ke Graha Pena Radar Mukomuko




Dispora Mulai Rancang Wisata Danau Nibung


Ajukan Anggaran Awal Rp 5 M ke Menpar
METRO – Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pemuda, olahraga dan pariwisata (Disporapar) siap menyulap kawasan danau nibung menjadi tujuan wisata unggulan. Dimana langkah awal yang dilakukan, dibawah kepimpinan, Ir. Kasmidi Kasim, Disporapar akan ajukan anggaran Rp 5 miliar ke pemerintah pusat dalam hal ini meteri pariwisata (Menpar). Jika memang memungkinkan pada anggaran perubahan tahun ini sudah terlaksana.
Ditemui di ruangannya, Kasmidi mengatakan bidang olah raga dan pariwisata akan menjadi prioritas utamanya. Untuk pariwisata diselesaikan satu persatu, tahap awal kemungkinan danau nibung yang akan dikembangkan semaksimal mungkin. Alasannya danau nibung memiliki potensi sangat baik, juga didukungan oleh faktor lain, seperti lokasinya dekat dengan kota kabupaten, kemudian berapa pada posisi wilayah pengembangan pembangunan daerah. Kasmidi juga menyadari jika mengandalkan APBD Mukomuko itu sulit terlaksana, maka diajukan ke pusat dan ke APBD provinsi. Tindakan pengembangannya tidak bisa dengan anggaran tanggung, minimal pijakan awal harus punya Rp 5 miliar. Selanjutnya baru diajukan lagi atau dibantu melalui APBD setiap tahunnya.
‘’Kalau dana 200 hingga 500 juta percuma, hasil kerja kita tidak kelihatan. Maka pijakan awal setidaknya ada Rp 5 miliar. Dengan dana sebesar itu ada beberapa tindakan sudah dapat dilakukan untuk pembenahan. Kita harus fokus, jika danau nibung selesai berikutnya kawasan lain, agar ada yang jadi,’’ kata Kasmidi.
Kasmidi sudah memiliki beberapa rancangan rencana untuk menyulap danau nibung menjadi kawasan wisata ternama. Pertama membuat fasilitas bagi pengunjung, seperti tempat duduk-duduk santai bersama keluarga, rekan –rekan dan sebagainya. Kemudian melepas dan menjaga ikan di danau agar bisa dipancing oleh pengunjung sambil bersantai. Langkah selanjutnya koordinasi dengan pihak kehutanan atau BKSDA, untuk membuat jalan setapak yang bisa dilintasi motor mengelilingi danau. Juga mengganti beberapa pohon yang ada di sepadan sungai secara berkala dengan tumbuhan berbuah, seperti jambu, mangga, durian dan tanaman yang rimbun lainnya. Yang juga harus ada dermaga mini untuk perahu, dimana di danau akan disiapkan beberapa perahu yang bisa dipakai keliling. Danau Nibung cukup luas dan memiliki banyak sisi yang bisa dinikamti pengunjung.
‘’Harus dibangun tempat beristirahat yang cukup, sambil santai menikmati pemandangan sekitar danau. Yang penting juga membuat jalan keliling danau agar pengunjung bisa menjelajahi wilayah wisata ini. Itu harus ada izin dari pihak kehutanan atau terkait, sebab berapa pada simpadan danau. Termasuk kita perlu tanam pepohonan berbuah di sekitar danau, agar saat musim pengunjung bisa menikmatinya,’’ tegas Kasmidi.(jar)


Bisik-Bisik Pejabat Miliki WIL Terdengar Nyaring

METRO – Belakangan ini, kerap terdengar bisik-bisik di kalangan pegawai, terkait dengan isu perselingkuhan. Yang membuat penasaran banyak pihak, yang diisukan berselingkuh atau memiliki Wanita idaman lain (WIL) adalah pejabat dan juga anggota dewan. Bahkan WIL si pejabat bukan orang lain, tetapi kebanyakan orang dekatnya sendiri, seperti staf pribadi, staf kantor, honorer ataupun pegawai pada kantor yang sama dan berbeda. Namun sejauh ini belum ada kehebohan dampak dari WIL ini.
Menurut cerita dari salah seorang narasumber RM yang enggan di sebutkan namanya, bisik-bisik soal dugaan perselingkuhan pejabat ini memang sudah marak. Bahkan sudah ada rumah tangga pejabat yang retak karena mengetahui sang suami punya Wanita idaman lain. Ia juga mengakui, perselingkuhan kebanyakan terjadi dalam satu lingkungan atap kantor yang sama. Seperti antara staf dengan atasannya, juga ada honorer dengan pejabat dan sebagainya. Ia juga mencurigai, perselingkuhan ini terjadi karena uang, seorang pegawai rendahan bahkan honorer dengan gaji pas-pasan tergiur oleh janji manis atasannya yang diyakini punya banyak dana.
‘’Ini sudah lama sebenarnya, tapi belakangan bisik-bisik antara pegawai sudah agak nyaring dari sebelumnya. Kebanyakan perselingkungan yang diisukan adalah antara atasan dengan bawahannya, apakah benar atau tidak kita belum bisa pastikan,’’ ungkapnya.
Pegawai di salah satu kantor juga membenarkan bahwa kabar atasan selingkuh dengan bawahan tersebut sudah marak. Bahkan menurutnya bukan rahasia yang hanya diketahui beberapa orang, melainkan sudah menjadi rahasia bersama. Persoalan ini masih dianggap rahasia lantaran pejabat yang dicurigai dan lawan selingkuhnya belum buka mulut. Ia yakin akan ada waktunya, wanita selingkuhan ini buka mulut, bila kebutuhannya sudah tidak diberikan sesuai janji.
‘’Sebetulnya beberapa kasus sudah menjadi rahasia umum, mungkin pada waktunya akan ramai. Mungkin orang nunggu bukti jelas saja untuk mempublikasinya,’’ tuturnya.
Salah seorang pimpinan dewan, Khusairi mengaku tidak tahu menahu soal perselingkuhan. Namun diakuinya, sepintas pernah mendengar isu ini, bukan saja dari kalangan dewan, tetapi juga pejabat daerah lain. Ia tidak tahu karena memang tidak pernah mencari tahu lebih jauh tentang kabar ini. Bisa jadi isu tersebut dikembangkan pihak tertentu dengan sengaja ingin menjatuhkan seseorang.
‘’Sekarang ini banyak yang politis, bisa jadi isu selingkuh ini adalah politik seseorang ingin menjatuhkan yang lainnya. Maka kita berharap pada warga jangan terlalu cepat percaya. Apalagi zaman sudah canggih, poto seseorang bisa di edit, disandingkan dengan yang lain,’’ tutupnya.(jar)