Wednesday, 22 June 2016

Cueki Sapi Berkeliaran, Bupati Semprot Satpol PP


METRO – Pagi kemarin, sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dikumpulkan Bupati Mukomuko Choirul Huda,SH di depan kantornya. Bupati sempat semprot (marahi red) Satpol karena dianggap cueki ternak yang berkeliaran terutama di sekitar perkarangan kantor. Personil satpol yang kurang semangat bakal dipindahkan ke kecamatan dan para tenaga kontrak diancam untuk dievaluasi ulang.
Kemarahan bupati ini berawal dari sehari sebelumnya, dimana saat bupati keluar dari kantor naik ke mobilnya, banyak sapi yang tengah merumput di depan kantor, bahkan hanya berjarak beberapa meter dari parkiran BD 1 N. Tidak ada satupun petugas yang berupaya untuk mengusir ternak tersebut, seolah cuek tidak mau tahu. Kejadian ini bukan pertama kali, bahkan bupati sudah berulangkali mengingatkan petugas. Pagi kemarin bupati langsung memanggil seluruh anggota Satpol-PP termauk kepalanya. Didepan para petugas penegak perda ini, bupati sempat mengeluarkan nada keras dan ancaman evaluasi.
‘’Pak Sekda, kalau sudah mau penyegaran untuk Satpol dipelajari dengan baik. PNS yang kurang semangat sebarkan ke kecamatan dan tarik PNS yang rajin di kecamatan ke kabupaten,’’ kata bupati menyampaikan pada sekda yang berdiri disampingnya.
Bupati juga menyampaikan, untuk para tenaga kontrak Satpol PP pelajari akan kembali. Untuk mereka yang tidak disiplin dan siap bekerja sebagaimana tanggungjawabnya, evaluasi dan jika perlu ganti dengan yang siap bekerja. Bahkan bupati juga menyerahkan ke sekda untuk mengevaluasi kepala Satpol PP.
‘’Untuk tenaga kontrak tolong SK nya dievaluasi lagi, kalau tidak siap bekerja dipelajari lagi. Trus untuk pak kepala Satpol PP jangan sampai tidak mampu mengatur anggotanya, ini juga tolong dievaluasi pak sekda,’’ kata Bupati.
Kepada wartawan bupati, mengatakan ia inginkan petugas Satpol PP mampu menjalani tugas dan menindak setiap ternak berkeliaran. Dalam penertiban hewan ternak ini tak ada istilah pandang bulu. Kedapatan melanggar, pemilik ternak akan diberlakukan hukuman 3 bulan kurangan.
‘’Mulai hari ini (kemarin, red) kami tidak mau lagi melihat sapi bebas berkeliaran, apalagi di lingkungan perkantoran Pemda. Bagi pemilik sapi yang kedapatan melanggar akan ditindak, termasuk PNS pemilik sapi juga akan diberlakukan hukuman yang sama,’’ kata Bupati Choirul Huda.
Bupati menginginkan kawasan Kota Mukomuko bebas dari ternak yang berkeliaran. Ini disebabkan banyak mudarat yang timbul akibat ternak, bahkan banyak korban kecelakaan menabrak sapi dan kerbau yang berkeliaran di jalan raya.
‘’Setelah ditangkap, pemilik sapi akan dipanggil dan disidik sesuai dengan aturan yang berlaku. Selanjutnya akan disidang seperti proses hukum yang ada. Bagi pelanggar bisa dikenai sanksi 3 bulan kurangan dan itu benar-benar kita terapkan nantinya,’’ imbuhnya.
Terkait alat kelengkapan operasional Satpol PP, menurut Bupati Choirul Huda, hal teknis tak ada masalah. Mereka pada prinsipnya mampu untuk menangkap sapi dengan peralatan yang telah dimiliki.
‘’Menangkap sapi sebenarnya cukup dengan jaring dan tali dan itu sudah tersedia di Satpol PP. Kita minta petugas Satpol menjalani tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya demi kebersihan dan ketentraman masyarakat dan daerah,’’ demikian Bupati.(nek)